Mesin Bubut : Pengertian, Teknik, dan Bagian-Bagiannya

Mesin Bubut : Pengertian, Teknik, dan Bagian-Bagiannya

Jika kita pernah mendapatkan mata kuliah ataupun pelajaran mengenai proses produksi, maka beberapa yang diajarkannya adalah terkait dengan mesin-mesin industri, contohnya : mesin bubut, mesin frais, mesin sekrap, mesin bor, dll.

Kita tidak akan membahas semuanya karena akan terlalu panjang. Pada artikel ini kita akan belajar mengenai mesin bubut, baik itu dari pengertiannya, cara kerjanya, bagian-bagian alatnya, teknik-teknik yang sering digunakan dalam pembubutan, sampai ke hal-hal yang harus diperhatikan supaya aman ketika bekerja menggunakan mesin bubut.

Yuk kita mulai…

Pengertian Mesin Bubut

teknik pembubutan

Mesin bubut atau yang biasa juga disebut dengan turning machine adalah suatu jenis mesin perkakas yang dalam proses kerjanya bergerak memutar benda kerja dan menggunakan mata potong pahat atau tool sebagai alat untuk menyayat benda kerja tersebut.

Dilihat dari cara pengoperasiannya, mesin bubut dibagi dalam dua jenis, yaitu :

  • Mesin bubut manual atau mesin bubut konvensional

Yaitu mesin bubut yang pengoperasiannya secara manual dilakukan oleh manusia secara langsung.

  • Mesin bubut otomatis

Yaitu Mesin bubut yang perkakasnya secara otomatis memotong benda kerja dan mundur setelah proses dikerjakan, dimana semua pergerakan sudah diatur atau diprogram secara otomatis dengan menggunakan komputer.

Mesin bubut otomatis ini lebih dikenal dengan sebutan CNC atau computer numerical control.

Baca Juga : Tugas Operator Produksi Mesin CNC

Nah kali ini kita akan membahas mengenai mesin bubut yang manual atau konvensional.

Prinsip kerja mesin bubut adalah gerak potong yang dilakukan oleh benda kerja yang berputar atau bergerak rotasi dengan gerak makan oleh pahat yang bergerak translasi dan dihantarkan pada benda kerja.

Atau yang sering kita lihat pada proses pembubutan prinsip kerjanya adalah benda kerja yang berputar dan mata pisau atau cutting atau pahat yang diam.

Fungsi atau kegunaan dari mesin bubut antara lain :

  • Untuk meratakan atau membuat diameter luar dari benda kerja
  • Untuk membuat diameter dalam dari sebuah benda kerja
  • Untuk membuat ulir luar dari sebuah benda kerja
  • Untuk membuat ulir dalam pada sebuah benda kerja
  • Untuk membuat radius pada sudut benda kerja
  • dll

Parameter Mesin Bubut

cara membubut

Ada beberapa parameter mesin bubut antara lain :

  1. Kecepatan potong atau cutting speed, yaitu kemampuan alat potong menyayat benda kerja dengan aman dan mendapatkan hasil yang paling baik pada kecepatan yang sesuai.
  2. Gerak makan atau feed, yaitu kemampuan mesin dalam melakukan penyayatan terhadap benda kerja per satu putaran.
  3. Kedalaman pemotong atau kedalaman pemotongan atau depth of cut, yaitu kemampuan alat potong untuk masuk ke dalam sumbu benda kerja.
  4. Waktu permesinan atau machining time, yaitu lamanya waktu penyayatan untuk mengerjakan atau membentuk benda kerja tersebut.

Macam-Macam Teknik Pembubutan

mesin bubut mini

Pada proses pembubutan ada beberapa macam teknik yang dapat diterapkan, antara lain :

  • Pembubutan Silindris (Turning)

Merupakan proses penyayatan dimana gerakan bubut sejajar dengan sumbu putar benda kerja tersebut. Metode pembubutan ini digunakan untuk membentuk diameter seragam seperti poros lurus.

  • Pembutan Tepi / Muka atau facing

Merupakan proses penyayatan dimana gerakan pahat bubut tegak lurus dengan sumbu putar benda kerja.

  • Pembubutan Alur (Grooving)

Merupakan proses untuk membentuk sebuah alur pada suatu benda kerja dengan pemakanan (feeding), ini bertujuan agar pahat grooving (alur) tidak mudah hangus danh patah.

  • Cutting off

Merupakan pemotongan benda kerja dengan pahat bubut. Proses cutting off ini, pahat bubut yang digunakan memiliki ujung potong yang miring.

  • Bitting

Merupakan pembubutan ujung atau muka di mana arah permukaan ujung pahat sejajar dengan sumbu benda kerja. Metode bitting ini biasanya digunakan untuk membuat alur atau lubang besar pada permukaan ujung benda kerja.

  • Pembubutan Bentuk atau Form Turning

Pada pembubutan bentuk, ujung potong pahat bubut berukuran besar membentuk kontur pada benda kerja.

Teknologi pembubutan bentuk miring ini seperti recessing perbedaannya terdapat pada bentuk pahat yang unik pada pembubutan bentuk.

  • Pembubutan Ulir (Threading)

Merupakan proses pembubutan untuk pembuatan ulir sekrup eksternal (yaitu pada poros atau batang) yang menggunakan holder atau alat pisau potong tipe solid maupun idexable insert.

  • Pembubutan Dalam (Boring)

Merupakan proses pembesaran lubang yang telah ada dengan menggunakan alat khusus berupa pahat ISO 8 ataupun pahat ISO 9.

Pengeboran dengan menggunakan mesin bubut menghasilkan diameter lubang yang sangat terbatas.

Pada mesin mesin bubut standar, diameter lubang maksimal adalah 36 mm sehingga untuk memperoleh diameter yang lebih besar harus dilakukan pembubutan dalam dengan menggunakan pahat bubut dalam.

Disamping itu, pembubutan dalam dilakukan jika kita menginginkan kehalusan serta ukuran yang lebih presisi yang tidak dapat dihasilkan jika kita menggunakan bor atau twist drill.

  • Pembubutan Tirus

Merupakan proses pembubutan benda kerja dimana menghasilkan ukuran diameter yang berbeda antara ujung satu dengan yang lainnya.

Perbedaan diameter antar ujung tentunya memang disengaja karena hasil ketirusan hasil bubut tersebut akan digunakan untuk tujuan tertentu.

  • Pengeboran (Drilling)

Pengeboran juga bisa dilakukan pada mesin bubut dimana prinsip kerjanya kebalikan dari pengeboran pada mesin bor pengeboran.

Pada mesin bubut, menggunakan mata bor yang tidak berputar dan yang berputar adalah benda kerjanya

  • Kartel (Knurling)

Knurling Sebenarnya bukan termasuk proses penyayatan tetapi merupakan proses pembuatan logam yang digunakan untuk membuat pola arsiran yang bersilangan pada permukaan benda kerja, dan biasanya pola hasil knurling digunakan pada pegangan supaya tidak licin.

Bagian-Bagian Mesin Bubut

bagian bagian mesin bubut

Berikut ini adalah bagian utama dari mesin bubut berikut fungsinya :

  • Kepala Tetap

kepala tetap

Di dalam kepala tetap tersebut ada roda-roda gigi penggerak yang berfungsi untuk menggerakkan bagian cekam.

  • Cekam

cekam

Alat pencekam benda kerja, digunakan untuk mencekam atau mengikat benda kerja agar posisinya tepat dan kuat sehingga pada saat dilakukan proses pemotongan.

Gambar diatas merupakan gambar cekam berahang 3.

Ada beberapa macam cekam, yaitu :

    • Cekam Sepusat Rahang 3, 4 , 6 atau Self Centering Chuck.

Cekam sepusat adalah apabila salah satu rahang digerakkan maka keseluruhan rahang yang terdapat pada cekam akan bergerak bersama-sama menuju atau menjauhi pusat sumbu.

Cekam ini mempunyai variasi antara lain cekam rahang 3, 4, dan 6.

    • Cekam Tidak Sepusat atau Independent Chuck

Cekam tidak sepusat adalah masing-masing rahang dapat digerakkan menuju atau menjauhi pusat dan rahang lain tidak mengikuti.

    • Cekang dengan Rahang Khusus

Cekam ini digunakan untuk mencekam benda kerja yang memerlukan pengikatan dengan cara yang khusus.

Lalu bagaimana cara pemasangannya?

Cara pemasangannya tentunya tergantung pada bentuk dudukan pada spindel mesin dan cekam. Keduanya harus memiliki bentuk yang sama, sehingga jika dipasangkan akan stabil dan presisi kedudukannya.

  • Pelindung Cekam

pelindung cekam

Untuk pelindung mata dari percikan atau tatal yang terlempar.

  • Kepala lepas (Tailstock)

kepala lepas

Kepala lepas ini biasanya digunakan untuk memasang center (panah warna orange) atau tempat dudukan penjepit bor. Dapat dilihat tampak samping pada gambar dibawah ini.

tempat memasang center atau chuick bor

Kepala lepas tersebut bisa digerakkan ke depan dengan cara kita kendurkan terlebih dahulu tuas (panah warna ungu), baru kita putar kekanan (panah warna biru) maka poros tengah akan keluar, jika kita putar ke kiri (panah warna biru) maka poros akan masuk ke dalam.

Di bagian sampingnya ada tuas untuk pengencang (panah warna merah) supaya kepala lepas bisa dijalankan atau digerakkan ke depan atau bisa didorong kedepan atau ke belakang. Jangan lupa dikeraskan lagi tuasnya untuk pengikat atau pengerasnya.

  • Rumah Pahat (Toolpost)

rumah pahat

Digunakan memasang pahat-pahat atau alat-alat potong, baik itu pahat rata, dll kemudian diikat oleh beberapa baut.

Rumah pahat tersebut bisa dikendorkan dengan cara mengendorkan tuasnya (panah warna kuning) sehingga bisa diputar ke kanan dan ke kiri sesuai dengan kebutuhan.

  • Eretan

Ada 3 eretan, yaitu :

    • Eretan Atas

eretan atas mesin bubut

Eretan yang paling atas dinamakan eretan atas (panah warna hijau), Pada eretan atas tersebut ada pemutarnya (panah warna coklat).

jika kita putar kekanan maka eretan atas akan bergerak ke depan dan jika diputar kekiri akan bergerak ke belakang. Jadi eretan ini juga akan menggerakkan rumah pahat dimana pada rumah pahat tersebut akan dipasang pahat.

    • Eretan melintang

eretan melintang mesin bubut

Eretan ini terletak di bagian tengah (panah warna pink) yang berfungsi untuk menggerakkan pahat arah melintang.

Jadi jika kita putar (panah warna hitam) kekanan maka pahat akan bergerak melintang atau kedepan dan jika kita gerakan kekiri maka pahat akan bergerak ke belakang.

    • Eretan memanjang

eretan memanjang

Digunakan untuk menggerakkan eretan arah memanjang.

Jika diputar kekiri (panah warna hijau) untuk mendekati cekam sebaliknya jika diputar kekanan maka akan menjauhi cekam.

  • Alas mesin atau bad atau relnya

alas atau rel mesin bubut

Alas mesin (panah warna abu-abu) digunakan untuk jalannya eretan maupun jalannya kepala lepas.

  • Poros Berulir dan Poros Polos / Otomatis

Poros Berulir dan Poros Polos

Poros berulir (kotak warna biru) biasanya digunakan untuk membubut ulir dimana poros tersebut harus bergerak atau harus berputar.

Sedangkan untuk gerakan otomatis, poros polos atau otomatis (kotak warna orange) harus berputar

  • Handel Ulir dan Handel Otomatis

handle pada mesin bubut

Handle tanda panah biru diatas adalah handel untuk ulir sedangkan handle tanda panah warna hijau adalah handle untuk otomatis melintang maupun otomatis memanjang.

Handle yang berwarna merah hitam (tanda panah merah) digunakan untuk menghidupkan atau menyalakan cekam atau mesin.

  • Handle pengatur kecepatan mesin

tuas pada mesin bubut

    • Handle yang pertama ada angka 1, 2, dan 3.
    • Handle yang kedua ada huruf A,B, dan C

Angka dan huruf tersebut berhubungannya dengan tabel kecepatan putaran.

pengaturan kecepatan pada mesin bubut

Sehingga jika kita lihat pada gambar diatas dimana handle 1 dan handle 2 posisinya adalah :

    • Angka menunjukkan 1
    • Huruf menunjukkan B

Maka didapatkan angka 100 yang berarti 100 putaran per menit jika menggunakan motor penggerak I.

Namun jika menggunakan motor penggerak II maka akan berganti menjadi 65 putaran per menit.

  • Tombol emergency dan Tombol Display Indikator

tombol emergency dan indikator nyala

Jika sudah dihubungkan listrik maka pada indikator (panah warna orange) tersebut akan menyala.

  • Pemutar atau pengatur untuk gerakan otomatis maupun gerakan untuk menggulir

pengatur grerakan ulir

  • Tabel-tabel ulir

tabel ulir

  • Lampu penerangan

bagian lampu penerangan mesin bubut

Mesin Bubut Mini

mesin bubut mini adalah

Jika uraian diatas merupakan mesin bubut konvensional yang secara umum kita kenal, maka ada juga mesin bubut mini dimana mesin ini menyederhanakan prinsip kerja dari mesin bubut yang konvensinal tersebut serta banyak digunakan untuk membubut material yang berukuran kecil dan terbuat dari bahan soft metal, acrylic, lignin plastic maupun plastik.

Dengan harga yang relatif lebih murah, tentunya mesin bubut mini ini banyak kita temukan tidak hanya di industri skala besar, namun juga di industri skala kecil. Keunggulan lainnya tentunya adalah tidak membutuhkan ruangan yang relatif besar.

Meskipun ukurannya kecil, namun mesin bubut ini tetap mempunyai kinerja yang mirip dengan mesin bubut konvesional.

Harga Mesin Bubut Mini

Mesin bubut mini mempunyai harga yang sangat bervariasi tergantung dari merk dan tipenya.

Berikut ini adalah beberapa contoh harga mesin bubut mini tersebut yang kami dapatkan dari beberapa marketplace

  • Bench Lathe 250 x 540 mm AW10 >> Rp. 21 jutaan

harga mesin bubut mini

  • Lathe Machine GP B1 180X350 >> Rp. 9 jutaan

Lathe Machine GP B1 180X350

  • Lathe Presisi Akurat 250 Rpm 550 W CJ0618 >> Rp. 11 jutaan

harga mesin bubut mini lathe

  • Lathe Machine 12000RPM TZ0002MR Metal Besi Dinamo >> Rp. 3 jutaan

Mesin Bubut Mini Lathe Machine 12000RPM

  • Lathe Wood Soft Metal Work 350mm 550W 220V >> Rp. 16 jutaan

Lathe Wood Soft Metal Work 350mm 550W 220V

Tugas dan Tanggung Jawab Seorang Operator Mesin Bubut

operator mesin bubut

Operator mesin bubut merupakan salah satu profesi seorang pekerja atau karyawan di dalam pabrik industri yang bertugas untuk mengoperasikan atau menjalankan mesin bubut.

Tugas dan tanggung jawab seorang operator mesin bubut antara lain :

  • Melakukan pengecekan terhadap kondisi dan fungsi dari mesin bubut, misalkan melakukan pengecekan tentang fungsi atau kondisi eretan.
  • Melakukan pengecekan dari air cooling atau pendingin
  • Melakukan pengecekan terhadap peralatan yang ada di mesin bubut, seperti mata pahat, mata bor, dll
  • Melakukan pengecekan terhadap alat ukur yang digunakan pada mesin bubut seperti contoh alat jangka sorong, mikrometer sekrup, mikrometer dalam atau luar, dll.
  • Menggunakan alat pelindung diri pada saat melakukan pengoperasian mesin bubut

Adapun alat pelindung diri yang digunakan oleh operator mesin bubut yaitu helm safety K3, face shield, atau kacamata kemudian menggunakan sarung tangan kulit, sepatu safety.

  • Mengoperasikan mesin bubut untuk mengerjakan pekerjaan sesuai dengan job order dari request konsumen atau departemen PPIC (Production Planning and Inventory Control).
  • Mengerjakan job order dari konsumen sesuai dengan gambar.
  • Membersihkan area kerja mesin bubut setelah melakukan pekerjaan.
  • Merapikan kembali semua peralatan, alat ukur, kemudian alat pelindung diri pada tempat yang sudah disediakan.

K3 di Lingkungan Kerja Mesin Bubut

K3 di mesin bubut

Pengetahuan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja itu sangat penting karena pada saat kita menggunakan mesin bubut resiko kerjanya cukup tinggi atau banyak sekali resiko-resiko yang akan kita terima ketika kita menggunakan mesin bubut.

Tujuannya tentunya supaya ketika kita menggunakan atau mengoperasikan mesin bubut selalu selamat dan sehat di lingkungan pekerjaan.

Harus Dilakukan

Berikut ini adalah hal yang wajib dilakukan ketika kita menggunakan atau mengoperasikan mesin bubut :

  • Menggunakan pakaian kerja

pakaian kerja untuk operator mesin bubut

Pakaian kerja yang digunakan untuk operator mesin bubut biasanya bahannya berbeda dengan pakaian-pakaian pada umumnya karena bahannya lebih tebal dan tahan panas.

Hal ini tentunya berbeda dengan bahan kaos yang biasanya tipis.

Karena jika kita bekerja dengan mesin bubut, banyak sekali serpihan-serpihan besi yang tajam dan panas yang berterbangan sehingga bisa saja serpihan-serpihan besi yang panas dan tajam tersebut mengenai tubuh kita.

Sehingga kita harus melindungi diri kita dengan pakaian kerja yang cukup tebal.

  • Menggunakan kacamata pengaman atau safety glasses

safety glasses

Hal ini sangat penting karena kacamata safety bentuknya melindungi sampai ke pinggir yang tentunya berbeda dengan kacamata biasa pada umumnya.

Karena mata ini sebagai indera penglihatan kita sangat penting untuk kita lindungi dan jangan sampai kita mengalami kecelakaan kerja terutama pada mata.

Seperti yang sudah diuraikan diatas dimana pada saat proses pembubutan akan muncul serpihan-serpihan besi yang kecil yang tajam dan juga panas, sehingga sangat berbahaya jika mengenai mata.

  • Menggunakan Safety Shoes

sepatu kerja operator cnc

Jadi kita tidak boleh menggunakan sepatu ataupun sendal ketika menggunakan mesin bubut.

Apalagi sampai tidak beralas kaki, karena akan sangat berbahaya.

Selain menggunakan safety shoes kita juga harus menggunakan celana panjang dan tidak boleh menggunakan celana pendek. Karena dikhawatirkan ada serpihan besi atau beram yang panas dan mengenai kulit kita maka bisa melepuh

Selain itu pada aktivitas pembubutan, dibawah mesin biasanya banyak beram atau serpihan atau bubuk besi yang berserakan sehingga jika kita tidak menggunakan sepatu biasa ataupun menggunakan sepatu standar yang terbuat dari bahan kanvas maka bisa saja serpihan-serpihan yang tajam itu menembus sampai ke kaki kita.

Sehingga diwajibkan menggunakan safety shoes dimana kekuatan dan ketebalannya lebih teruji dibandingkan dengan sepatu biasa.

Selain itu benda kerja pada proses pembubutan biasanya berupa besi yang cukup berat dan juga kunci-kunci yang terbuat dari besi.

Jika kunci-kunci atau benda kerja tersebut terjatuh menimpa kaki kita tentunya akan menimbulkan rasa sakit jika kita menggunakan sepatu biasa.

  • Menggunakan alat penarik beram

 

penarik beram

Kita harus menggunakan alat penarik atau pengait beram atau serpihan-serpihan besi atau sisa-sisa dari pembubutan.

Ketika nanti menggunakan mesin bubut dan terdapat beram kemudian ditarik secara manual atau secara langsung menggunakan tangan merupakan hal yang sangat dilarang, karena beram ini sangat panas dan tajam sehingga bisa menimbulkan luka jika kita sentuh atau kita pegang dan kita tarik menggunakan tangan secara langsung.

Jangan pula menggunakan alat yang lain untuk menarik beram, misalnya menggunakan jangka sorong karena nanti alat ukur jangka sorong tersebut bisa rusak.

Penarik beram ini kita bisa buat sendiri menggunakan besi yang ditekuk sedikit.

Tdak Boleh Dilakukan

Berikut ini adalah hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika kita menggunakan mesin bubut

  • Menempatkan peralatan kerja yang tidak aman

peratlatan berserakan pada mesin bubut

Contohnya pada gambar diatas.

Jadi kita tidak boleh menggunakan mesin bubut dengan seenaknya atau berserakan karena bisa menimbulkan bahaya, misalnya : menempatkan kunci-kunci, benda kerja, jangka sorong ditempat yang tidak aman.

Pada mesin bubut umumnya terdapat tempatnya sendiri untuk menyimpan peralatan-peralatan tersebut.

  • Meninggalkan kunci cekam pada mulut pengencang cekam setelah melepas atau memasang benda kerja.

kunci menempel di cekam

Contoh seperti pada gambar diatas.

Seperti sudah diuraian diatas dimana fungsi cekam adalah untuk menjepit benda kerja

Nah kalau misalnya kita biarkan kunci cekam tersebut terpasang dan tidak dilepas maka ketika mesin bubut kita putar maka cekamnya juga akan berputar dan kuncinya akan lepas yang bisa mengakibatkan hal-hal yang sangat beresiko, misalnya : mengenai kepala kita atau muka kita.

  • Berkerumunan di sekitar mesin bubut tanpa alat pelindung.

berkeruman di sekitar mesin bubut

Jadi tidak boleh berkerumun apalagi tidak menggunakan alat pelindung atau kacamata safety karena hal ini sangat berbahaya

Alangkah baiknya tidak berkerumun di area mesin, cukup operator saja yang berada di area mesin

Apabila keadaan memaksa, misalnya operator tersebut masih magang dan belum bisa dan harus didampingi maka pendampingnya pun harus menggunakan alat pelindung yang sama dengan operatornya, misalnya : menggunakan kacamata safety dan safety shoes supaya terhindar dari resiko kecelakaan kerja.

  • Membiarkan air pendingin dan tatal atau beram berserakan dilantai

tatal berserakan

Contohnya pada gambar diatas

Pada penggunaan mesin bubut karena panas biasanya menggunakan air cooler atau pendingin maka jangan sampai air tersebut berserakan di area kerja karena bisa menimbulkan kecelakaan kerja misalnya terpeleset

Tatal atau beram yang berserakan dilantai jika terinjak juga bisa tembus apalagi kalau kita tidak menggunakan sepatu safety.

  • Menggunakan sarung tangan pada saat melakukan pembubutan

tidak boleh menggunakan sarung tangan

Untuk proses kerja yang lain mungkin menggunakan sarung tangan merupakan hal yang baik namun ketika menggunakan mesin bubut ini tidak dianjurkan.

Karena ketika kita menggunakan sarung tangan maka tangan kita akan kehilangan respon atau dapat mengurangi kesensitifan tangan kita sehingga ketika kita menggunakan alat ukur seperti jangka sorong maka tangan kita kurang sensitif dan akan mengganggu proses pengukuran.

Selain itu pada sarung tangan terdapat benang sebagai bahan dasarnya.

Bisa saja sisa-sisa benang tersebut tersangkut di area yang berputar sehingga tangan kita bisa ikut tertarik terputar, dan hal ini sangat berbahaya.

  • Membuang tatal atau beram bersama Jenis sampah lainnya

sampah mesin bubut

Sisa-sisa pembubutan berupa serpihan-serpihan besi atau tatal atau beram tidak boleh kita buang seenaknya.

Jadi kita harus mengelola sampah-sampah pembubutan dengan baik dan tidak boleh disatukan dengan sampah-sampah yang lain misalnya : sampah plastik, sampah organik, dll

Kesimpulan

Nah.. demikian artikel mengenai pengertian mesin bubut, prinsip kerjanya, bagian-bagiannya berikut dengan kisaran harga mesin bubut mini dan hal-hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan ketika mengoperasikan mesin bubut.

Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi teman-teman yang ingin bekerja di industri misalnya : industri otomotif, perbengkelan, dll.

Semoga bermanfaat.

Referensi :

Bagian-Bagian Utama Mesin Bubut

Keselamatan Kerja dalam Pengoperasian Mesin Bubut

Tahapan Melakukan Investigasi Kecelakaan Kerja

Tahapan Melakukan Investigasi Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja, meskipun tidak pernah kita harapkan, namun adakalanya tetap terjadi.

Mungkin teman-teman sendiri pernah melihat secara langsung kecelakaan kerja di perusahaan teman-teman ataupun mungkin juga sering mendengar isu-isu terkait kecelakaan kerja.

Nah tentunya sebagai rangkaian dari tindakan perbaikan dan pencegahan untuk kedepannya, maka harus ada yang kita lakukan. Salah satunya adalah melakukan investigasi kecelakaan kerja tersebut.

Kali ini kita akan belajar mengenai pengertian investigasi kecelakaan kerja berikut tahapan melakukannya.

Pengertian Kecelakaan Kerja

investigasi kecelakaan kerja

Apa sebenarnya kecelakaan kerja itu?

Berikut ini ada tiga versi yaitu menurut standar, menurut peraturan Menteri Tenaga Kerja, dan juga menurut undang-undang.

  • UU No. 40 Th 2004 Ps 1 No. 14

Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya, dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

  • Permenaker No. 03/MEN/1998

Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda.

  • Standar AS/NZS 4801 : 2001

Kecelakaan kerja adalah semua kejadian yang tidak direncanakan yang menyebabkan atau berpotensi menyebabkan cidera, kesakitan, kerusakan atau kerugian lainnya.

Adapun menurut para ahli

  • Suma’mur (2009) mengatakan bahwa kecelakaan kerja adalah suatu kejadian atau peristiwa tidak diinginkan.
  • Heinrich (1980) mengatakan bahwa kecelakaan kerja adalah suatu tidak terencana dan dapat mengakibatkan cedera atau kemungkinan akibat lainnya.
  • Gunawan dan Waluyo (2015) mengatakan bahwa kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak direncanakan dan tidak diharapkan yang dapat mengganggu proses produksi / operasi, merusak harta benda / aset, mencederai manusia, atau merusak lingkungan.

Contoh :

Kasus 1

kecelakaan dalam perjalanan

Kecelakaan yang menimpa pekerja yang akan ke supplier. Misalnya : pekerja tersebut ada kepentingan ke PT. ABC namun mengalami kecelakaan.

Jadi bukan pada saat pulang-pergi dalam bekerja dan juga bukan kecelakaan ditempat kerja, tapi kecelakaan hubungan kerja.

Nah kasus diatas termasuk dalam kategori kecelakaan kerja.

Kasus 2

Seorang pekerja akan pulang ke rumahnya ataupun akan menuju tempat kerja di rumahnya.

Jika dia melewati jalan yang seharusnya antara rumah ke tempat kerja dan mengalami kecelakaan, maka hal ini juga termasuk kecelakaan kerja.

Kasus 3

Kecelakaan di tempat kerja. Nah ini akan kita bahas..

Investigasi Kecelakaan Kerja

accident investigation

Investigasi kecelakaan kerja adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencari penyebab utama terjadinya suatu kecelakaan dan menentukan dengan tepat tindakan perbaikan yang dilakukan setelah ditemukan fakta sebenarnya dari kecelakaan yang terjadi dan penyebab kecelakaan tersebut.

Tujuan invetigasi kecelakaan kerja adalah untuk mencari fakta-fakta dan penyebab kecelakaan sehingga dapat diambil tindakan pencegahan agar tidak terjadi kecelakaan serupa yang dapat terulang.

Siapa yang melakukan investigasi?

Berikut ini adalah bagian-bagian yang melakukan investigasi, antara lain :

  1. Safety Commitee Members atau P2K3.
  2. Supervisor atau Manajer departemen yang karyawannya mengalami kecelakaan kerja.
  3. Safety officer
  4. Other safety and health professional, seperti perawat ataupun dokter yang dapat mengidentifikasi cedera yang dialami oleh korban.

Gunung Es Biaya Kecelakaan Kerja

gunung es kecelakaan kerja

Selama ini biaya yang terlihat mungkin hanya sedikit, misalnya :

  • Gaji
  • Pengobatan atau perawatan dari karyawan yang mengalami kecelakaan kerja tersebut

Namun disisi lain ada hal tidak terlihat, Contohnya :

  • Kerusakan peralatan dan perkakas
  • Kerusakan produk dan material
  • Terhambatnya proses kegiatan produksi
  • Biaya legal hukum
  • Pengeluaran biaya untuk penyediaan fasilitas dan peralatan gawat darurat
  • Gaji yangterus dibayar
  • Waktu yang hilang
  • Biaya pemakaian pekerja pengganti
  • Biaya lembur
  • Hilangnya nama baik
  • dll

ILCI Loss Causation Model

ILCI Loss Causation Model

Teori ILCI Loss Causation Model ini merupakan salah satu teori yang menjelaskan tentang berbagai penyebab dan akibat dari suatu kecelakaan.

Teori ini menggambarkan tentang urutan faktor-faktor penyebab kecelakaan hingga kerugian akibat kecelakaan tersebut.

  • Kerugian

Merupakan kecelakaan atau kerusakan yang tidak diharapkan. Contohnya adalah manusia, peralatan, material, dan lingkungan.

  • Insiden atau kontak

Ini adalah kontak dengan energi atau bahan ataupun zat-zat lainnya seperti :

    1. Menabrak atau membentur benda diam atau bergerak
    2. Terpukul atau tertabrak oleh benda bergerak
    3. Jatuh dari tempat yang lebih tinggi
    4. Jatuh dari tempat yang datar
    5. Tusuk, jepit, cubit benda runcing
    6. dll
  • Penyebab langsung

Penyebab langsung ini terbagi dari 2 yaitu :

Perbuatan Tak Aman, meliputi :

    • Operasi tanpa otorisasi
    • Gagal memperingatkan pekerja
    • Gagal mengamankan area
    • Kecepatan mesin yang tidak layak
    • Alat pengaman tidak berfungsi
    • Menggunakan alat rusak
    • Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang tidak layak
    • Penempatan tidak layak
    • dll

Kondisi Tak Aman, meliputi :

    • Pelindung atau pembatas yang tidak layak
    • APD kurang atau tidak layak
    • Peralatan yang sedang rusak
    • Ruang kerja sempit atau terbatas
    • Sistem peringatan kurang
    • Bahaya kebakaran
    • Banyak kebisingan
    • Temperatur ekstrim
    • dll

 

  • Sebab dasar

Sebab dasar ini juga terbagi 2 faktor, yaitu :

Faktor Pribadi, meliputi :

    • Kemampuan fisik tidak layak
    • Kemampuan mental tidak layak
    • Stress fisik
    • Stress mental
    • Kurang pengetahuan atau kurang skill
    • Kurang motivasi

Faktor kerja, meliputi :

    • Pengawasan atas kepemimpinan
    • Kurang peralatan
    • Maintenance yang belum berjalan
    • Standar kerja yang kurang baik
    • Salah pakai / salah menggunakan
    • dll

 

  • Lemahnya kontrol atau Pengendalian

Hal ini adalah peran manajemen terkait dengan :

    1. Program tidak sesuai
    2. Standar tidak sesuai
    3. Ketidakpatuhan terhadap standar

Tahapan Investigasi Kecelakaan

tahapan investigasi kecelakaan

Berikut ini adalah tahapan investigasi kecelakaan kerja.

  • Memberikan pertolongan pertama atau perawatan medis kepada korban.

Berikan pertolongan kepada korban dari kecelakan yang terjadi baik itu tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) atau tindakan medis yang diperlukan

Identifikasi pihak internal yang diperlukan untuk menolong korban dengan segera, seperti first aider team atau team P3K, paramedik, atau dokter perusahaan.

Jika diperlukan bantuan medis dari pihak eksternal, segera hubungi untuk segera datang, misal : mobil ambulance untuk membawa korban ke rumah sakit terdekat.

Berikan tindakan pertolongan yang tertolongan yang terbaik untuk korban.

  • Amankan Area kecelakaan

Segera mengamankan tempat kejadian kecelakaan kerja, misal dengan meberi batas di sekitar tempat kejadian untuk mencegah kecelakaan lebih lanjut atau hilangnya barang bukti.

Melarang selain tim investigasi yang berkepetingan untuk memasuki area yang telah diberikan tanda pembatas.

Tidak memindahkan apapun baik peralatan kerja, material ataupun yang lain dari tempat kejadian.

Menginformasikan kepada tenaga kerja sekitar tempat kejadian proses investigasi yang dilakukan.

  • Kumpulkan fakta tentang apa yang terjadi

Kumpulkan sebanyak mungkin data-data dari kecelakaan kerja yang terjadi. Semakin banya informasi yang dimiliki, semakin mudah untuk melihat gambaran dari terjadinya kecelakan kerja tersebut.

Wawancara tenaga kerja / personel yang terlibat dalam kecelakaan tersebut termasuk semua saksi

Dokumentasikan lokasi kejadian, misalnya dengan mengambil foto atau video.

Fokus pada penyebab kecelakaan yang terjadi daripada alih-alih mencari kesalahan namun fokus pada penyebabnya.

Contoh :

Dengan mengajukan pertanyaan 5W + 1H pada pengumpulan fakta.

Misalnya ada kasus pekerja yang jatuh karena menaiki tangga.

kecelakaan akibat tangga rusak

Interviewnya dengan menanyakan

Apa yang menyebabkan sampai korban terjatuh dari tangga?

Misalnya jawabannya : ada anak tangga yang patah.

Mengapa sampai ada tangga patah?

Misalnya jawabannya : karena korban tidak tahu bahwa ada anak tangga yang sudah retak sebelumnya.

Mengapa retaknya anak tangga tidak kelihatan?

Misalnya jawabannya : karena retaknya tertutup oleh cat kayu.

Siapa yang mengecat anak tangga dengan cat kayu?

Misalnya Jawabannya : Bagian maintenance berdasarkan kebiasaan yang sudah ada.

Mengapa tidak diadakan inspeksi sebelumnya sehingga kondisi tangga dan anak tangga dapat diketahui?

Misalnya jawabannya : memang tidak ada kebiasaan untuk inspeksi dan tidak ada ketentuannya ataupun peraturannya.

Mengapa korban tidak memeriksanya sebelum dia menaikinya?

Jawabannya : karena korban merasa terlihat baik-baik saja anak tangganya, dan biasanya juga tidak apa apa. Tidak pernah diadakan pemeriksaan tangga dan pelatihan keselamatan tangga

Mengapa korban tidak dilatih tentang keselamatan pemakaian tangga dan tangga tidak dicek?

Jawabannya : Di instalasi tidak ada program latihan keselamatan pemakaian peralatan termasuk tangga dan checksheet pengecekan tangga.

Dari ilustrasi diatas kita dapat menyimpulkan sebab langsung dari kecelakaan tersebut adalah karena :

    • Anak tangga sudah retak sebelumnya
    • Cat kayu menutupi bagian yang retak dari anak tangga
    • Korban tidak mengeceknya sebelum menaiki
    • Tidak ada prosedur inspeksi tangga.
    • Tidak ada peraturan atau standar yang menentukan harga kayu hanya boleh divernis transparan tidak boleh dicat kayu.
    • Tidak ada prosedur training keselamatan sehingga karyawan bekerja hanya berdasarkankebiasaan

Sebab dari suatu kecelakaan itu ternyata banyak.

Latar belakang dari sebab langsung justru merupakan faktor penyebab kecelakaan yang sangat penting artinya dalam program pencegahan kecelakaan.

Menanyakan mengapa pada teknik diatas mirip dengan teknik “why why analysis”

  • Tentukan penyebabnya

Domino Theory

Terjadinya cedera selalu merupakan hasil dari serangkaian faktor, yang terakhir adalah kecelakaan itu sendiri.

Multiple Cause Theory

Dibalik setiap kecelakaan ada banyak faktor, penyebab, dan sub-sub konstribusi. Faktor-faktor ini bergabung secara acak yang menyebabkan kecelakaan.

Focus on the System.

Untuk menemukan akar penyebab, analisis harus berfokus pada sistem dan wadah berfokus pada orang.

Dari contoh kasus kita bahas sebelumnya, jika kita akan melakukan tindakan perbaikan mungkin yang terlintas sejenak hanya terbatas pada :

    • Mengganti tangga yang sudah rusak dengan tangga yang baru.
    • Instruksikan korban untuk memeriksa tangga sebelum menaikinya.

Namun itu tidak cukup.

Dan dua tindakan perbaikan tersebut tidak akan mengurangi penyakit sebab :

    • Tangga penggantinya di kemudian hari dapat retak lagi dan juga retaknya akan tertutup oleh cat kayu.
    • Orang lain dapat terjatuh lagi, karena yang menerima instruksi untuk memeriksa tangga sebelum menaiki “hanya orang itu sendiri / korban sendiri”. Jadi karyawan lain tidak tahu.

Sehingga akar penyebab dari kecelakaan terjatuh dari tangga bisa kita temukan, yaitu :

    • Tidak adanya standar pengecatan tangga
    • Tidak adanya prosedur inspeksi atau pengecekan pengecekan tangga
    • Tidak ada prosedur training keselamatan.

 

  • Perbaikan yang disarankan atau Improvement

Rekomendasi untuk tindakan korektif harus mengatasi setiap akar penyebab yang diidentifikasi dalam analisis.

Tetapkan spesifik dalam instruksi teman-teman untuk apa tindakan tersebut dan bagaimana tindakan itu harus dilaksanakan.

Jaga rekomendasi teman-teman konstruktif dan objektif.

Dalam situasi di mana kesalahan manusia ditentukan sebagai penyebab, tunjukkan dalam temuan teman-teman, tetapi hindari rekomendasi tindakan disipliner, yang harus ditangani melalui proses sumber daya manusia yang normal.

Setelah menentukan tindakan korektif yang sesuai, buat garis besar rencana tindakan lanjut untuk memastikan bahwa tindadkan tersebut dilaksanakan dengan benar sesuai dengan rencana.

Tentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk implementasi dan untuk memastikan efektivitas koreksi.

Setelah masalah telah diverifikasi dengan cukup baik, bagikan hasil anda dengan departemen lain yang mungkin mengalami masalah serupa.

  • Menulis laporannya

laporan kecelakaan kerja

Laporan kecelakaan kerja ini penting selain untuk arsip juga dapat digunakan untuk training atau pembelajaran. Laporan ini juga bisa menjadi dasar dalam mereview dokumen HIRADC (Hazard Identification Risk Assesment and Determining Control)

Rekomendasi untuk tindakan korektif harus mengatasi setiap akar penyebab yang mendukung dalam analisis.

Tetapkan spesifik dalam pelaksanaan teman-teman untuk apa dan bagaimana pelaksanaan tersebut harus dilakukan.

Saran teman-teman konstruktif dan obyektif.

Dalam diskusi dimana kesalahan manusia ditentukan sebagai penyebab, jelas ditunjukkan dalam temuan teman-teman, tetapi hindari perubahan tindakan disipliner, yang harus dilakukan melalui proses sumber daya manusia yang normal.

Kesimpulan

Nah, dengan memahami mengenai investigasi kecelakaan kerja serta tahapan pelaksanaannya maka diharapkan kita tahu apa yang harus kita lakukan ketika terjadi kecelakaan kerja di tempat kerja.

Pemahaman ini juga penting bagi teman-teman yang bekerja di industri yang menerapkan sistem manajemen kesehatan keselamatan kerja (K3) atau ISO 45001

Semoga Bermanfaat

Jenis dan Fungsi Kacamata Safety dalam Pekerjaan

Jenis dan Fungsi Kacamata Safety dalam Pekerjaan

Bekerja secara aman merupakan harapan semua pihak, baik dari pekerja, pengusaha, dan lebih jauh lagi tentunya pemerintah. Sehingga tak heran terkadang jika suatu perusahaan diwajibkan untuk menyediakan alat pelindung diri bagi pekerjanya, baik itu safety helmet, masker, kacamata safety, dll.

Kali ini kita akan belajar bersama mengenai fungsi kacamata sefety, jenis-jenisnya, berikut dengan hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih safety glasses tersebut.

Kenapa Harus Menggunakan Kacamata Safety

kegunaan safety glasses

Sesuai dengan namanya, kacamata safety tentunya berfungsi untuk memberikan perlindungan pekerja khususnya pada bagian mata dari partikel-partikel yang melayang di udara, paparan bahan kimia berbahaya, panas atau uap panas, percikan benda kecil, radiasi gelombang elektromagnetif mengion ataupun yang tidak mengion, pancaran cahaya, benturan, dan pukulan benda keras.

Hal ini menjadi penting karena berdasarkan data dari National Institute for Occupational Safety & Health (NIOSH) dimana terdapat lebih dari 2000 kasus setiap harinya terkait dengan cidera mata. Dan tentunya sebagai dampak adanya cidera tersebut, biaya pengobatan yang timbul juga sangatlah tinggi yaitu sekitar 3 juta dollar setiap tahunnya.

Penggunaan kacamata safety tentunya bertujuan untuk mengurangi adanya kasus cidera tersebut.

Berikut ini adalah penjabaran beberapa fungsi kacamata safety yang telah disebutkan diatas, antara lain :

  • Melindungi dari paparan partikel berbahaya

kacamata pelindung partikel berbahaya

Seperti kita ketahui, bidang pekerjaan tertentu seperti minyak dan gas, pertambangan, konstruksi, dll potensi bahaya yang timbul dari adanya partikel-partikel bahan tersebut ataupun debu yang beterbangan. Dengan menggunakan kacamata safety diharapan kita bisa terhindar dari cedera seperti infeksi pada mata.

  • Melindungi dari Paparan Sinar UV Maupun Infra Red

bahaya sinar uv

Bidang pekerjaan tertentu juga mempunyai resiko dari adanya sinar UV dan infra red, misalnya pekerjaan konstruksi yang selalu terpapar secara langsung sinar matahari, pekerjaan penelitian yang terdapat aktivitas penyinaran dengan menggunakan sinar UV dan Infra Red, dll. Bahkan seperti kita ketahui, saat ini banyak sekali instrumen penelitian dimana menggunakan sinar UV untuk mengoperasikannya, contohnya : Spektrofotometer UV Visibel, dll

  • Melindungi dari Percikan Bahan Kimia

bahaya percikan bahan kimia

Baik dalam laboratorium pengujian maupun industri kimia, tentunya tidak akan dapat dipisahkan dari adanya bahaya yang ditimbulkan dari bahan kimia tersebut.

Reaksi kimia ataupun pencampuran beberapa bahan kimia yang dilakukan baik di labu erlenmeyer ataupun gelas kimia laboratorium terkadang menghasilkan gas ataupun berupa percikan. Oleh karena itu penggunaan kacamata safety menjadi wajib hukumnya.

Agak sedikit berbeda dengan kacamata safety pada umumnya, kacamata safety yang digunakan untuk melindungi bahan kimia ini umumnya adalah goggles dimana secara bentuk sedikit berbeda, karena pada goggles memberikan area perlindungan yang lebih luas karena menutup hampir semua bagian mata secara rapat.

  • Melindungi dari Pengaruh Cuaca

kacamata pelindung cuaca ekstrim

Kacamata safety juga dapat berfungsi untuk melindungi dari adanya pengaruh cuaca terlebih bagi pekerja yang sering melakukan aktivitas di lapangan (luar kantor).

Misalnya : Seorang kontraktor yang seringkali memantau proyek pembangunannya di lapangan, Seorang pekerja pertambangan atau pengilangan minyak yang umumnya bekerja langsung di area terbuka, dll.

  • Perlindungan dari Benda Beterbangan

perlindungan dari percikan api

 

Untuk pekerjaan tertentu terkadang dapat menimbulkan percikan benda ataupun api yang jika terkena mata tentunya akan berbahaya, misalnya : pada aktivitas menggerinda, membubut, pemotongan logam, pengamplasan, dll. Dengan menggunakan kacamata safety harapannya dapat memperkecil resiko terpapar benda tersebut.

Jenis Jenis Alat Pelindung Mata dan Muka

macam macam safety glasses

Paling tidak ada 3 jenis alat pelindung mata dan muka yang dapat dengan mudah kita temukan, yaitu :

  • Safety Spectacles (Kacamata Pengaman)

Safety Spectacles merupakan pelindung primer yang diperuntukkan untuk melindungi mata dari berbagai macam sumber bahaya.

Kaca mata ini diperuntukkan untuk teman-teman yang bekerja di lingkungan dengan potensi bahaya seperti benda atau partikel berterbangan.

Kaca mata ini mempunyai frame yang terbuat dari plastik ataupun logam yang kompatibel dengan jenis lensa yang digunakan.

Pada bagian samping kacamata ini terdapat semacam perisai yang dapat dilepas ataupun dipasang sesuai dengan kebutuhan.

Berikut ini adalah jenis-jenis lensa pada safety spectacles ini :

    • Plane Lenses

Plane Lenses

Jenis lensa ini mempunyai kelebihan, yaitu :

    1. Lensa mudah dibongkar pasang dan tersedian lensa dengan filter atau tanpa filter
    2. Bentuknya datar atau melengkung
    3. Dapat digunakan pekerja dengan mata normal (tidak memiliki plus, minus, atau gangguan mata lainnya)
    • Prescription (Rx) Lenses

Prescription Rx Lenses

Jenis lensa ini mempunyai kelebihan, yaitu :

    1. Lensa mudah dipasang dan dilepas serta tersedia lensa dengan filter atau tanpa filter
    2. Wajib digunakan pekerja dengan mata plus, minus, atau gangguan mata lainnya.

Safety Goggles

Safety Goggles adalah pelindung primer yang diperuntukkan untuk melindungi mata dari partikel beterbangan, benda beterbangan, dll.

Dengan desain yang disesuaikan dengan bentuk wajah tentunya safety google mempunyai kelebihan untuk mencegah partikel, benda berterbangan tersebut masuk ke area sekitar mata.

Safety goggles ini ada berapa macam, antara lain sebagai berikut :

  • Frame
    • Eyecup Safety Googles

Eyecup Safety Googles

Tipe ini mempunyai frame yang berbahan kaku atau fleksibel yang dapat melindungi area sekitar mata sepenuhnya.

Tipe ini tersedia dengan ventilasi tidak langsung maupun ventilasi langsung.

    • Cover Safety Goggles

Cover Safety Goggles

Untuk framenya sama dengan Eyecup Safety Googles dimana berbahan kaku atau fleksibel.

Dapat kita gunakan bersamaan dengan corrective spectacles namun tetap tanpa mengganggu performa spectacles.

Cover Safety Goggles tersedia dalam tipe ventilasi tidak langsung, langsung, maupun tanpa ventilasi.

  • Ventilasi
    • Direct ventilation (ventilasi langsung)

Direct ventilation Goggles

Kacamata safety ini dapat menahan sumber bahaya yang langsung masuk ke safety goggles serta dapat mencegah munculnya kabut karena adanya sirkulasi udara yang baik.

    • Indirect ventilation (ventilasi tidak langsung)

Indirect ventilation Goggles

Sama dengan yang direct ventilation dimana mencegah munculnya kabut karena adanya sirkulasi udara yang baik serta didesain untuk melindungi pekerja dari sumber bahan kimia berbahaya dan bahaya percikan cairan.

    • Non-ventilated goggles (safety goggles tanpa ventilasi)

Non-Vented Safety Goggles

Safety goggles jenis ini dapat mencegah masuknya cipratan bahan kimia berbahaya ke dalam safety goggles serta menahan udara agar tidak masuk ke dalam safety goggles

Karena tidak ada ventilasi udara maka memungkinkan munculnya kabut sehingga pekerja harus sering membersihkan safety goggles-nya

Fase Shield

Face Shields (tameng muka) merupakan pelindung sekunder yang diperuntukkan untuk melindungi seluruh wajah dari paparan sumber bahaya.

Personel terkait yang bekerja dengan resiko bahaya pada mata diwajibkan menggiunakan face shield bersamaan dengan safety goggles atau safety spectacles sehingga mendapatkan perlindungan maksimal dari adanya berbagai sumber bahaya, misalnya : fragmen atau partikel beterbangan, benda beterbangan, dll.

Face shield windows terbuat dari bahan yang mempunyai tingkat ketebalan yang bervariasi yang tentunya dalam pemilihannya ditentukan sesuai dampak bahaya pada jenis pekerjaan yang tentunya sudah dituangkan dalam dokumen identifikasi bahaya dan pengendalian resiko (IBPR) ataupun HIRADC.

Face shield tersedia berbagai tipe dan safety helmet agar pekerja dapat memilih sesuai jenis pekerjaannya.

  • Headgear
    • Adjustable headgear

Ukuran headgear dapat diubah sehingga dapat terpasang erat dan nyaman di kepala pekerja.

    • Hard hats with face shields

Hard hats with face shields

Dipasang di bawah hard hat serta kompatibel dengan berbagai jenis windows

  • Windows
    • Windows yang dapat diangkat atau dilepas pada bagian depannya

Windows yang dapat diangkat atau dilepas pada bagian depannya

Dengan dapat dilepasnya Windows maka windows dapat diganti jika sudah mengalami kerusakan atau serta dianggap perlindungan yang diberikan face shield sudah tidak maksimal.

Windows dapat diturunkan atau diangkat sesuai kebutuhan.

    • Plastic Windows

Plastic Windows face shield

Dapat melindungi pekerja dari sumber bahaya radiasi cahaya dan ada yang sudah termasuk glass insert pada windows-nya.

Tersedia windows tanpa filter ataupun dengan filter.

    • Wire-Screen Windows

Wire-Screen Windows face shield

Ada yang sudah termasuk plastic/ glass insert pada windows-nya.

Untuk yang tipe ini tidak disarankan digunakan pada pekerjaan dengan sumber bahaya berupa bahan kimia atau cairan berbahaya.

Tips Memilih Safety Glasses

cara memilih safety glasses

Diatas sudah diuraikan mengenai jenis-jenis kacamata safety, namun bagaimana cara memilih safety glasses tersebut sehingga sesuai dengan kebutuhan kita?

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih safety glasses tersebut :

  • Periksa Standar Acuan / Referensi

Standar atau referensi tentunya disusun berdasarkan hasil penelitan beberapa ahli dari berbagai macam bidang, maka cara terbaik dalam memilih kacamata safety adalah kita merujuk ke standarnya, misalnya : standar terkait yang dikeluarkan oleh AS/NZS (Australia-New Zealand Standards), EN (European Standards), dan ANSI (American National Standards Institute).

  • Bahan material kacamata safety tersebut terbuat dari material yang kuat, tahan lama, serta mudah dibersihkan. Selain itu tingkat kenyamanan pemakaian juga harus diperhatikan sehingga tidak mengganggu aktivitas dalam bekerja.
  • Dapat digunnakan dengan APD (Alat Pelindung Diri) yang lain secara bersamaan, misalnya baju hazmat atau face shield.
  • Anti gores dan tidak berembun, karena hal ini tentunya akan mengganggu pandangan sehingga juga mengganggu kita dalam melakukan pekerjaan.
  • Pastikan safety glasses yang digunakan tetap nyaman dipakai meskipun pekerja bersangkutan mempunyai mata minus ataupun silinder.
  • Pastikan kacamata safety tersebut sesuai, apakah akan digunakan untuk outdoor atau indoor atau malah kita gunakan ketika bekerja di ketinggian, karena untuk safety glasses yang digunakan di ketinggian umumnya terdapat antifog untuk menghindari terjadinya embun pada safety glasses tersebut.

Semoga Bermanfaat

Oiya, terkait dengan keselamatan kerja, kami juga mempunyai artikel mengenai jas laboratorium, dimana pakaian ini merupakan pakaian yang wajib dipakai ketika kita bekerja di laboratorium.

Tujuannya tentunya untuk pelindung diri kita.

Jika teman-teman tertarik dan ingin membacanya bisa mengunjungi link berikut : Fungsi Jas Laboratorium dan Bahan Kain yang Umum Digunakan

Gergaji Mesin : Pengertian, Jenis, dan Panduan Pembelian

Gergaji Mesin : Pengertian, Jenis, dan Panduan Pembelian

Gergaji merupakan salah satu perkakas yang terbuat dari besi tipis bergigi tajam yang digunakan untuk membelah atau memotong kayu maupun benda lainnya. Alat ini tentunya dengan mudah kita temui di bidang pertukangan.

Gergaji ada yang model konvensional yang mungkin teman-teman sering lihat digunakan oleh tukang, namun ada juga gergaji mesin yang bergeraknya secara otomatis.

Nah… Dalam artikel ini kita akan belajar mengenai jenis-jenis gergaji mesin, bagaimana cara memilihnya sebelum melakukan pembelian, berikut dengan contoh-contoh ulasan produk gergaji tersebut.

Namun sebelumnya kita mulai dulu dengan sedikit membahas mengenai jenis mata gergaji yang umum kita temukan di pasaran.

Jenis Mata Gergaji

Berikut ini adalah berbagai macam jenis dan fungsi gergaji kayu berdasarkan mata gergajinya. Hal ini penting kita pahami karena masing-masing gergaji memiliki fungsi yang berbeda-beda walaupun dasarnya sama, yaitu untuk memotong.

Berbeda dengan gergaji besi yang jenisnya hanya 1 macam, untuk gergaji kayu memiliki beberapa jenis, yaitu :

  • Gergaji potong

mata gergaji potong

Bentuk penampangnya agak lebar jika dibandingkan dengan yang lain. Dan mata gergajinya berbentuk “huruf V” agak besar dan renggang. Dan jika dilihat dari bawah bentuknya zigzag kiri kanan seperti tampilang gambar dibawah ini.

mata gergaji potong tampak bawah
Gergaji dengan mata pisau potong ini sangat cocok untuk memotong kayu yang keras dan tebal.

  • Gergaji untuk membelah

mata gergaji pembelah

Model matanya lurus dan kaku karena dirancang agar tidak selip terhadap serat kayu. Jika dilihat dari dekat seperti huruf V yang condong kedepan.

  • Gergaji cross cut saw

mata gergaji cross cut

Model matanya besar-besar seperti huruf W. Gergaji ini cocok digunakan untuk memotong kayu yang melintang seperti dahan atau ranting pohon.

Jadi untuk teman-teman yang dirumahnya ada pohon-pohonan seperti pohon mangga maka boleh menyimpan gergaji jenis ini.

  • Gergaji keyhole Saw

mata gergaji keyhole saw

Mata gergajinya mirip dengan gergaji potong biasa tapi lebih kecil dan lebih tipis. Dari dekat gergaji jenis ini dirancang untuk menjangkau sudut-sudut yang sulit dan kecil yang dalam pengerjaan atau ingin dipotong.

Misalnya : untuk memotong bagian tengah papan atau kayu juga untuk membuat celah pada bagian papan atau kayu terutama yang sudah terpasang.

  • Gergaji Back Saw

mata gergaji back saw

Matanya kecil-kecil dan kaku dan bagian atasnya ada plat besi pemberat yang gunanya sebagai penyetabil dan gergaji ini untuk memotong sudut miring lebih presisi dan juga untuk mengikis kayu.

Dilihat dari dekat giginya lebih rapat kecil dan solid agar pemotongannya nanti lebih presisi.

Kenapa Harus Gergaji Mesin?

gergaji kayu mesin

Nah kita sudah mengenal jenis mata gergaji.

Gergaji konvensional memang masih banyak kita temukan?

Namun bagaimana jika kita dihadapkan pada suatu usaha ataupun bisnis dimana proses kegiatan produksinya selalu mempertimbangkan efisiensi waktu, tenaga, serta sumberdaya manusianya?

Maka gergaji mesin lah jawabannya.

Gergaji mesin adalah alat pemotong yang digerakkan dengan menggunakan baterai, bensin, dan tenaga listrik

Beberapa tipe dari gergaji jenis ini mempunyai ukuran yang besar untuk mendukung kegiatan industri, namun ada juga yang berukuran kecil yang biasanya digunakan untuk kegiatan rumah tangga.

Beberapa keuntungan jika menggunakan gergaji mesin adalah dimana bilah pisau yang terdapat pada gergaji tersebut yang dapat bergerak bolak balik secadra otomatis sehingga sangat mudah untuk digunakan, yang perlu kita lakukan hanyalah memegang dan mengarahkan gergaji tersebut saja sehingga kegiatan memotong bisa dilakukan dengan cepat tanpa membuat tangan lelah.

Jenis-Jenis Gergaji Mesin

  • Chainsaw

Chainsaw

Gergaji mesin jenis ini menggunakan rantai yang terdapat gigi ripping untuk proses pemotongan. Gergaji ini mempunyai kecepatan tinggi, dan biasa digunakan pada proses penebangan pohon dan dahan.

  • Mini Chainsaw

Mini Chainsaw

Sesuai dengan namanya, gergaji ini merupakan versi mini dari chain shaw. Karena ukurannya yang relatif kecil mempunyai kelebihan dimana mudah dibawa kemana-mana. Dengan ukuran yang relatif kecil, gergaji ini memang didesain untuk pemotongan yang ringan.

  • Jig Saw

jigsaw

Gergaji jenis ini umumnya digunakan untuk memotong kayu lunak dan tipis seperti tripleks.

Gergaji ini memiliki bilah potong yang pendek dan halus, dimana gerakan bilah potong tersebut naik turun.

Dengan menggunakan jigsaw ini, teman-teman bisa membuat potongan yang melengkung sehingga tak jarang hanya sedikit orang yang bisa mengoperasikannya.

  • Rotary saw

rotary saw

Gergaji ini mempunyai gagang tipe screwdriver dengan bilah potong yang tetap sehingga sangat cocok digunakan untuk pemotongan kecil. Maka tak jarang kita menemukan gergaji jenis ini pada pekerjaan kontruksi dan kerajinan.

  • Table Saw

table saw

Gergaji ini memiliki prinsip kerja yang berbeda dengan jenis lainnya karena jika kita menggunakan gergaji ini maka material yang akan dipotong diarahkan ke bilah gergaji. Table saw digunakan untuk membuat potongan yang lurus dan panjang menjadi lebih presisi.

  • Chop Saw

chopsaw

Sebagaian dari kita mengenalnya dengan abrasive saw karena bilah yang terbuat dari abrasive khusus, sebagian yang lain menyebutnya dengan concretate saw atau cut off saw.

Chop saw merupakan gergaji mesin berbentuk besar dengan ukuran yang relatif besar dan umumnya digunakan untuk pemotongan batu atau logam, terkadang juga digunakan untuk pemotongan beton dimana pada saat pemotongan ditambahkan cairan yang berfungsi untuk mengurangi debu saat dilakukan pemotongan.

  • Circular Saw

circular saw

Gergaji dengan bentuk bundar dan memiliki mata pisau bergigi dengan ukuran diameter 7 s/d 9 inch.

Circular saw merupakan jenis gergaji mesin yang sering digunakan pada proses pemotongan logam, plastik, batu dan kayu. Gergaji ini terkadang disebut juga dengan buzz saw.

  • Miter Saw

Miter Saw

Gergaji mesin dengan mata gergaji seperti circular saw, tetapi miter saw mampu digunakan untuk memotong dengan berbagai level kemiringan.

  • Reciprocating saw

Reciprocating saw

Merupakan jenis gergaji yang umumnya digunakan untuk pemotongan plastik, tabung, dan kayu, selain itu Reciprocating saw juga sering digunakan untuk pemotongan bagian bawah dinding atau sambungan kayu.

Tips Memilih Gergaji Mesin

cara memilih mesin gergaji

Nah, kita sudah mengenal jenis-jenis gergaji mesin..

Ternyata ada banyak ya…

Lalu bagaimana cara memilihnya?

Berikut ini adalah panduan membeli atau memilih gergaji mesin

  • Tentukan Tipe Gergaji

macam macam mesin gergaji kayu

Nah dari jenis-jenis gergaji yang sudah disampaikan diatas, pilihlah tipe yang sesuai dengan kebutuhan teman-teman, apakah akan membeli chain saw, jig saw, table saw, dll.

  • Tentukan Daya Pemotongnya

kekuatan mesin gergaji kayu

Kembali lagi dengan kebutuhan teman-teman, gergaji tersebut akan digunakan untuk apa?

Pilihlah yang mempunyai daya potong yang sesuai, karena setiap gerjaji tentunya akan memiliki spesifikasi daya potong yang berbeda-beda.

Beberapa point yang penting diperhatikan dalam pemilihan daya potong gergaji adalah :

    • Pastikan daya potong gergaji lebih besar dibandingkan ketebalan benda yang akan dipotong.

Umumnya pada spesifikasi mesin gergaji tersebut mencantumkan ketebalan bahan yang bisa dipotong dengan menggunnakan gergaji tersebut.

    • Pastikan ukuran stroke gergaji cukup besar sehingga dapat menggerakkan mata pisau dengan lebih leluasa.

Hal ini dijadikan pertimbangan karena dengan stroke yang cukup besar maka memotong benda yang tebal menjadi lebih cepat dan mudah sehingga lebih efisien dari sisi waktu yang dibutuhkan.

    • Pastikan nilai RPM nya

Setiap tipe tentunya akan berbeda nilai RPM (rotation per minutes) nya. RPM ini menunjukkan jumlah gerakan mata pisau per menitnya.

Silakan disesuaikan dengan kebutuhan teman-teman.

Baca Juga : Prinsip Kerja dan Bagian-Bagian Tachometer (Alat Ukur RPM)

    • Pastikan Cara Pengisian Dayanya

Umumnya gergaji mesin dapat kita temukan dengan menggunakan daya dari kabel listrik atau baterai.

Pilihlah sesuai dengan lokasi teman-teman bekerja, apakah gergaji tersebut mendukung pekerjaan teman-teman yang bersifat “mobile” atau berpindah-pindah, atau cukup digunakan di satu lokasi saja.

Jika penggunaan gergaji tersebut hanya di 1 lokasi saja dimana instalasi listriknya kita sudah paham, maka gergaji dengan daya listrik tentu bisa dipertimbangkan.

Penggunaan daya listrik pada gergaji mempunyai kelebihan dimana gergaji tidak akan kehabisan daya selama aliran listrik masih menyala dan tentunya pengoperasiannya bisa lebih lama.

Hanya saja terkadang kabel power gergaji ini dapat mengganggu pada saat proses kerja.

Baca Juga : Pengertian Listrik Statis Berikut dengan Contohnya

Namun jika lokasi kerjanya berpindah-pindah tentunya gergaji yang menggunakan baterai dinilai lebih efektive karena kita tidak perlu mencari stop kontak listrik yang belum tentu ada di semua lokasi.

Namun perlu juga dipertimbangkan, gergaji mesin yang menggunakan daya dari baterai tentunya mempunyai mempunyai keterbatasan waktu dalam penggunaanya. Penting bagi kita mengetahui kapasitas dan voltasi bateray dari gergaji tersebut sehingga bisa memprediksi berapa lama baterai tersebut dapat bertahan jika gergaji mesin digunakan secara continue.

Baca Juga : Mengenal Jenis-Jenis Baterai yang Sering Ada di Pasaran

  • Pertimbangkan Berat Ringannya

mesin gergaji berat untuk kayu pohon

Selain variasi daya, gergaji mesin juga bervariasi dalam ukuran dan berat.

Pilihlah sesuai dengan kebutuhan dan kekuatan tangan yang akan menggunakannya.

Gergaji dengan kisaran berat 1 s/d 2 kg mungkin dapat menjadi pertimbangan karena jika pengguna sudah merasa kelelahan menggunakan gergaji dengan tangan kanannya maka gergaji tersebut masih bisa dipegang dengan tangan kirinya karena tidak terlalu berat.

  • Pastikan Bilah Pisau Dapat Diganti

mesin gergaji dengan berbagai macam pisau

Saat ini semua produsen berlomba-lomba untuk menghasilkan produk yang memudahkan konsumennya.

Termasuk dengan gergaji mesin.

Beberapa tipe gergaji mesin dapat diganti mata pisaunya sehingga dapat disesuaikan dengan jenis bahan yang akan dipotong, misalnya : apakah akan difungsikan sebagai mesin gergaji kayu atau besi, dll.

Sebelum membeli maka pastikan di dalam mesin gergaji tersebut tersedia 1 set mata pisau yang berfungsi untuk memotong bahan yang berbeda.

Ulasan 10 Gergaji Mesin

Oiya teman-teman, sebelum mengulas ada disclaimer nya dulu ya, dimana produk-produk yang kami ulas berikut tentunya hanya sekilas terkait dengan kelebihan-kelebihannya yang kami dapatkan dari beberapa sumber, terkait dengan harga gergaji mesin tersebut kami dapatkan dari berbagai macam marketplace baik dari luar negeri maupun dalam negeri.

Untuk lebih update mengenai harga terbarunya teman-teman boleh langsung cek di marketplace yang ada di indonesia.

Saat ini banyak kok agen atau distributor resmi yang menjual produk mereka langsung di marketplace.

Yuk kita mulai ulasannya…

  • Makita JR3070CTH

Makita JR3070CTH

Mesin khusus untuk industri kayu ini sangat nyaman digunakan Dengan karet lembut di bagian pegangan akan membuat kita tidak mudah mengalami kelelahan.

Getaran dari gergaji mesin ini diklaim dua kali lebih halus dengan menggunakan sistem kopling IPT yang dirancang dengan cukup presisi.

Dengan adanya kontrol kecepatan elektronik membuat gergaji ini memiliki kecepatan yang konsisten baik dengan beban tinggi maupun beban rendah.

Tombol pengunci di bagian pegangan akan membuat kita lebih nyaman saat melakukan pekerjaan dengan skala besar.

Harga gergaji mesin ini di kisaran ± Rp. 5.500.000,-

harga mesin gergaji makita JR3070CTH

  • Makita XRJ04Z

Makita XRJ04Z

Produk ini merupakan gergaji mesin dengan kecepatan 0 – 2800 putaran permenit. Didukung pisau empat menjadikan gergaji ini sangat disukai dan digunakan oleh pengrajin kayu profesional.

Desain yang ringan dengan motor yang kuat membuat gergaji ini akan sangat membantu produktivitas teman-teman, ditambah lagi dengan pegangan yang dibalut karet lembut serta kemudahan dalam mengganti pisaunya.

Mekanisme putaran yang disematkan akan mengurangi kemungkinan pisau melenceng yang menjadikan getaran dari gergaji ini dapat diminimalisir.

Harga gergaji mesin ini di kisaran ± Rp. 2.000.000,-

harga mesin gergaji makita xrj04z

  • Bosch JS572EK

Bosch J5572EK

Dengan sistem double row presisi gergaji ini memberikan presisi pemotongan yang sangat akurat.

Designnya meminimalisir kemungkinan pemotongan yang melenceng.

Mesin ini dilengkapi dengan motor 7,2 AMP yang dilengkapi dengan pilihan kontrol kecepatan yang menjadikan gergaji ini sangat mudah digunakan.

Material gearbox gergaji ini adalah aluminium yang dilengkapi dengan penutup bersekat untuk meminimalisir getaran dan menjaga putaran di bawah beban sehingga mekanisme penyeimbang gergaji ini sangat baik.

Produk ini dilengkapi dengan pencahayaan LED untuk memastikan arah potongan dan peniup debu menjadikan alat ini akan sangat membantu sekali pekerjaan kita.

Harga gergaji mesin ini di kisaran ± Rp. 3.300.000,-

harga Bosch J5572EK

  • Bosch GKS 12V LI

Bosch GKS 12V LI

Gergaji ini dilengkapi dengan lampu LED yang akan membuat pandangan lebih jelas, selain itu pelat dasar gergaji ini berbahan aluminium yang Sangat kokoh serta pembersih debu otomatis akan memberikan kenyamanan saat bekerja.

Gergaji ini memiliki diameter 65 mm dengan kemampuan pemotong kemiringan 90° yaitu 26,5 mm dan 45° adalah 12 mm.

Gergaji Mesin mini ini dikhususkan untuk menyelesaikan pekerjaan di tailling maupun finishing sehingga ukuran yang dibuat hanya sebesar telapak tangan orang dewasa.

Gergaji ini menggunakan baterai 12 volt yang dapat menghasilkan putaran 1400 RPM. Kecepatan yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan kita.

Harga gergaji mesin ini di kisaran ± Rp. 2.500.000,-

harga Bosch GKS 12V LI

  • DCA AJF30

DCA AJF30

Gergaji mesin ini memiliki kecepatan mencapai 2300 putaran per menit dengan panjang stroke mencapai 30 mm.

Gergaji ini mampu memotong kayu dengan ketebalan maksimum 90 mm dan besi dengan ketebalan 90 mm juga sehingga cukup mampu untuk mendukung produktivitas kita semua dalam bekerja.

Konsumsi listrik gergaji mesin ini adalah 590 watt, yang akan sangat sesuai kita gunakan baik di industri rumahan maupun skala besar.

Harga gergaji ini di kisaran ± Rp. 1.000.000,-

harga DCA AJF30

  • AEG US 400 XE

AEG US 400 XE

Dengan konsumsi listrik 400 watt, gergaji ini mampu memberikan putaran mesin mencapai 3500 putaran setiap menitnya. Merupakan gergaji dengan efisiensi listrik yang sangat baik.

Gerakan pisaunya mencapai 13 mm membuat akan lebih mudah dalam pemotongan.

Dengan posisi pegangan di bagian badan akan membuat kita jauh lebih leluasa menggerakkan gergaji bahkan untuk pekerjaan di tailling sekalipun.

Gergaji ini hanya memiliki berat 1,7 kg, sehingga terasa ringan ketika dioperasikan.

Harga gergaji ini di kisaran ± Rp. 2.300.000,-

harga AEG US 400 XE

  • Bosch GST 10,8 V Li profesional

Mesin Gergaji Jigsaw Bosch GST 10.8 V-Li

Gergaji ini mampu berputar dengan kecepatan mencapai 2800 putaran dalam satu menit.  Daya yang dibutuhkan adalah 10 volt dengan jarak gerakan 18 mm.

Gergaji ukir ini mampu memotong kayu dengan kedalaman 70 mm, alumunium 3 mm, dan logam 3 mm.

Gergaji ini berukuran panjang 239 mm dan lebar 171 mm sehingga cukup mudah dioperasikan bahkan untuk tangan orang indonesia sehingga kita tidak perlu takut tidak produktif dengan mengginakan gergaji ini.

Harga gergaji ini di kisaran ± Rp. 3.200.000,-

harga Mesin Gergaji Jigsaw Bosch GST 10.8 V-Li

  • Stanley Stel 365

Stanley Stel 365

Gergaji Ini membutuhkan daya mencapai 900 watt ketika digunakan namun konsumsi listriknya yang cukup sebanding saat kita mendapatkan putaran mesin mencapai 3200 rpm.

Gergaji ini direkomendasikan untuk industri skala besar bahan material yang kuat serta ergonomic yang akan sangat nyaman digunakan menjadikan alat ini mendukung operasi skala besar dan durasi yang cukup lama.

Dengan panjang potongan mencapai 148 mm dan gerakan mencapai 13 mm membuat gergaji ini sangat sesuai untuk digunakan dalam skala besar.

Harga gergaji ini di kisaran ± Rp. 1.600.000,-

harga Stanley Stel 365

  • Hitachi CR13V2

Hitachi CR13V2

Hitachi merupakan gergaji mesin skala industri yang mampu memberikan kecepatan 2800 putaran per menit dengan jarak gerakan pisau mencapai 29 mm.

Gergaji ini diklaim mampu memotong kayu dengan ketebalan 300 mm, logam 19 mm dan pipa mencapai 130 mm.

Gergaji dengan panjang keseluruhan 435 mm ini membutuhkan 1010 watt saat dioperasikan.

Harga gergaji ini di kisaran ± Rp. 3.400.000,-

harga Hitachi CR13V2

 

  • Dewalt DW304 PK

Dewalt DW304 PK

Dengan pilihan arah mata pisau mencapai empat arah produk ini sangat direkomendasikan untuk kalian untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan arah potongan ke berbagai sudut, seperti detailing atau finishing.

Dengan panjang gerak mencapai 29 mm kita tidak memerlukan efford yang cukup besar saat bekerja.

Kemampuan memotong gergaji ini adalah 280 mm untuk kayu dan 100 mm untuk logam.

Sangat cukup untuk digunakan baik skala rumahan maupun skala industri

Harga gergaji ini di kisaran ± Rp. 3.500.000,-

Kesimpulan

Nah itu tadi teman-teman terkait dengan jenis mata gergaji, pengertian gergaji mesin berikut dengan jenisnya, hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan pembelian dimana kita harus menentukan kebutuhan gergajinya untuk apa, apakah gergaji ukir, gergaji potong, gergaji maju mundur, dll serta contoh ulasan produk yang harapannya bisa memberikan gambaran mengenai hal-hal apa saja yang bisa kita lakukan dengan gergaji mesin tersebut.

Semoga Bermanfaat

Pengertian Emergency Response Plan (ERP) dan Tujuannya

Pengertian Emergency Response Plan (ERP) dan Tujuannya

Lingkungan kerja, meskipun sudah di desain sebaik mungkin dalam proses kerjanya namun tetap saja potensi bahaya terkadang masih ada yang dapat menimbulkan kecelakaan.

Hal ini tentunya yang membuat kita sebagai pekerja ataupun pengusaha harus selalu siap sedia serta tanggap melakukan antisipasi jika hal-hal yang tidak diinginkan tersebut terjadi.

Kecelakaan yang disebabkan oleh faktor alam, teknis, maupun manusia dapat menjadi fatal dan berubah menjadi bencana.

Bila bencana terjadi dimana keadaan menjadi emergency atau darurat maka perlu ditanggulangi secara terencana, sistematis, cepat, tepat, dan selamat. Salah satunya adalah dengan emergency response plan (ERP).

Artikel ini akan sedikit membahas mengenai pengertian emergency response plan (ERP), tujuannya, elemen-elemennya, berikut dengan langkah pelaksanaanya.

Pengertian Keadaan Darurat

contoh keadaan darurat

Apa sih sebenarnya keadaan darurat itu?

Menurut OSHA tahun 2001, Keadaan darurat adalah situasi yang tidak diketahui yang mengancam bekerja, setiap orang yang dapat mengganggu proses operasi, atau menyebabkan kerusakan fisik dan lingkungan.

Emergency Response Plan (ERP) diperlukan karena:

  • Untuk mengenali kemungkinan kondisi berbahaya belum pernah terjadi.
  • Untuk membantu proses perencanaan dapat memperbaiki kekurangan, misalnya : kurangnya sumber daya (peralatan, personel yang kompeten, bantuan), atau komponen lainnya sebelum keadaan darurat terjadi.
  • Merupakan bentuk upaya untuk mempromosikan kesadaran K3 sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan.
  • Mengurangi korban dan kerusakan bila terjadi.
  • Mendidik manusia pada kesadaran “it can happen here” sehingga bisa menentukan langkah antisipasi.
  • Bila terjadi kondisi darurat terjadi bisa cepat mengambil keputusan untuk memobilisasi sumber daya baik itu manusia, peralatan, dan dukungan untuk penyelamatan.

Untuk teraksananya penanggulangan kondisi darurat atau emergency tersebut diatas maka perlu dibentuk tim tanggap darurat yang terampil dan terlatih, dilengkapi dengan sarana prasaran yang baik serta sistem dan prosedur yang jelas. Tim tersebut mendapatkan pelatihan baik teori atau praktek paling sedikit 6 bulan sekali.

Contoh : Misalnya tim tanggap darurat untuk bahaya kebakaran, maka tentunya personel yang bertanggung jawab tersebut telah mendapatkan pelatihan pemadam kebakaran, dan wajib memahami mengenai jenis-jenis APAR dan klasifikasi kebakarannya, cara menggunakan APAR maupun hidrant, dll.

Hal ini penting karena kinerja tim tanggap darurat akan menentukan berhasilnya pelaksanaan penanggulangan keadaan emergency dan akhirnya tujuan mengurangi kerugian seminimal mungkin atau korban manusia akibat kondisi darurat dapat tercapai.

“Jadi Setiap perusahaan memerlukan ERP (Emergency Responce Plan)”

Tujuan Utama ERP (Emergency Responce Plan)

tim tanggap darurat

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari ERP, antara lain :

  • Menyelamatkan korban atau memberikan bantuan hidup
  • Mencegah luka atau sakit lebih parah
  • Melindungi properti (peralatan, sarana, dan fasilitas perusahaan)
  • Melindungi lingkungan sekitar

Elemen Penting Dalam ERP (Emergency Responce Plan)

  • Kesiapan tanggap darurat harus berdasarkan analisa resiko yang berdampak pada kelangsungan bisnis atau kegiatan perusahaan.
  • Peralatan, fasilitas, tenaga terampil harus teridentifikasi teruji dan tersedia secara memadai.
  • Semua orang (karyawan, tamu, kontraktor) harus mengerti tentang kesiapan tanggap darurat perusahaan atau bisnis atau kegiatan.
  • Periodik latihan dilaksanakan dan selalu membuat perubahan perbaikan (Continues Improvement)

Jenis Keadaan Darurat

jenis keadaan darurat

  • Yang dari alam :
    1. Banjir
    2. Badai besar
    3. Angin puting beliung
    4. Kebakaran
    5. Tsunami
    6. Gempa bumi
    7. Sambaran petir
    8. Penyakit pandemi
    9. dll
  • Yang buatan manusia
    1. Kebakaran yang disebabkan oleh ulah manusia
    2. Ledakan
    3. Runtuhnya bangunan
    4. Kegagalan struktur utama
    5. Tumpahan cairan kimia berbahaya yang mudah terbakar atau beracun
    6. Terlepasnya bahan biologi berbahay atau bahan kimia beracun
    7. Ancaman teroris
    8. Paparan radiasi pengion
    9. Sumber daya utama (listrik) padam
    10. Pasokan air terganggu
    11. Kejadian yang menghilangnya proses komunikasi
    12. Gangguan alat atau lingkungan (angin, banjir, satwa liar)
    13. dll

Langkah Penyusunan ERP

Untuk langkah penyusunan RPP itu ada 4 langkah, yaitu :

  • Mitigasi

Kajian awal yang dilakukan untuk mengeliminasi atau menurunkan derajat resiko jangka panjang terhadap manusia atau harta benda yang diakibatkan oleh bencana.

  • Kesiapsiagaan

Kegiatan yang dilakukan lebih lanjut berdasarkan hasil mitigasi, yang mencakup pengembangan kemampuan personel, penyiapan prasaran, fasilitas dan sistem bila terjadi keadaan emergency.

  • Kesigapan

Kemampuan penanggulangan saat terjadi krisis atau bencana yang terencana, cepat, tepat, dan selamat termasuk tanda bahaya, evakuasi, SAR, pemadaman kebakaran, dll.

  • Pemulihan

Kegiatan jangka pendek untuk memulihkan kebutuhan pokok minimum kehidupan masyarakat yang terkena bencana dan jangka panjang mengembalikan kehidupan secara normal.

Fasilitas ERP

Fasilitas Access - Exit Route

Terkait dengan ERP, Kita harus mempunyai fasilitas-fasilitas yang harus dipastikan keberadaannya

  • Mengidentifikasi jalur evakuasi, sarana alternatif melarikan diri, membuatnya diketahui semua staff, menjaga rute agar tidak terhalang.
  • Penentuan lokasi aman atau titik kumpul bagi staff untuk berkumpul serta personel PIC yang bertanggung jawab memastikan bahwa semua orang telah meninggalkan zona bahaya.
  • Menetapkan individu untuk membantu karyawan cacat dalam keadaan darurat
  • Fasilitas pelaksanaan pengobatan yang terluka dan mencari yang hilang
  • Menyediakan sumber alternatif bantuan medis ketika fasilitas yang normal mungkin dalam zona bahaya atau area bahaya sehingga tidak bisa digunakan.
  • Penetapan tingkat kerugian properti harus dimulai hanya ketika keamanan semua staff dan karyawan pada resiko telah ditetapkan dengan jelas.

Baca Juga : HIRADC dan Contoh Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko

  • Fasilitas Access – Exit Route

Ketika mempersiapkan rencana darurat tindakan, kita perlu merancang rute evakuasi primer dan sekunder. Sedapat mungkin dipastikan bahwa rute evakuasi dan pintu keluar darurat memenuhi persyaratan sebagai berikut :

    1. Ditandai dengan jelas dan terang benderang, cukup lebar untuk menampung jumlah personel mengevakuasi.
    2. Tidak terhalang dan terhindar dari puing-puing setiap saat
    3. Tidak mengekspos personel evakuasi terhadap bahaya tambahan.
  • Fasilitas Lain
    1. Megaphone
    2. Self Contain Breathing Apparatus (SCBA)
    3. Lampu Senter
    4. Baju Pemadam
    5. Helm Safety K3
    6. Respirator
    7. Tandu
    8. Perkakas alat bantu (kapak, linggis, dll)
    9. Kursi evakuasi

ERP Team (Emergency Responce Plan)

emergency response team

ERP harus mempunyai tim untuk mensukseskan kegiatan emergency.

Jadi ketika kita dalam kondisi emergency, diperlukan PIC yang ahli agar kegiatan penanggulangan maupun kegiatan seketika saat kondisi darurat bisa berjalan dengan lancar.

Hambatan ERP (Emergency Responce Plan)

kurangnya komitmen top manajemen

  • Kurangnya dukungan dari top manajemen. Karena biasanya ERP ini kan hanya untuk kondisi darurat sehingga tidak terlalu menjadi prioritas. Namun di sisi lain jika terjadi kondisi darurat dan jika tidak adanya ERP maka akan sulit sekali bagi perusahaan untuk bisa menanggulangi atau bisa menghandle keadaan darurat tersebut.
  • Kurangnya keterlibatan dan dukungan dari pekerja.
  • Tidak adanya atau kurangnya perencanaan, misalnya belum adanya penunjukkan ERP tim, penyediaan budget untuk kondisi darurat
  • Kurangnya pelatihan, Jadi orang-orang yang masuk di ERP tim seharusnya diberikan pelatihan. Misalnya dia masuk ke tim P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) maka dia tidak memiliki keahlian untuk p3k.
  • Tidak adanya penanggungjawab yang ditunjuk khusus untuk mengkoordinir sistem tanggap darurat.
  • Sistem tanggap darurat tidak pernah dievaluasi secara berkala dan dilakukan perbaikan secara continue. Jadi sistem tanggap darurat ini sepertinya memang dianggap kurang urgent bagi beberapa perusahaan
  • Sistem komunikasi dan peringatan dini tidak atau kurang memadai. Misalnya : sirine, alarm, dll

Oiya, terkait dengan ERP (Emergency Responce Plan) tentunya akan berkaitan erat dengan sistem manajemen kesehatan keselamatan kerja (K3).

Apa itu sistem manajemen kesehatan keselamatan kerja?

Silakan jika teman-teman berkenan dan mempunyai waktu luang bisa membacanya disini : Pemahaman Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) di Perusahaan

Semoga Bermanfaat.

Perbedaan Ear Plugs dan Ear Muff Serta Cara Menggunakannya

Perbedaan Ear Plugs dan Ear Muff Serta Cara Menggunakannya

Kita sudah mengenal adanya hirarki pengendalian risiko, dimana ada eliminasi, substitusi, perancangan, administrasi, dan pemakaian alat pelindung diri.

Bekerja dalam lingkungan yang nyaman dan aman tentu merupakan harapan semua orang, namun terkadang paparan bahaya tetap tidak bisa kita hindarkan meskipun sudah dilakukan melalui metode eliminasi, substitusi, maupun rekayasa dari sumber bahayanya, dan pada tahapan terakhir tentunya yang harus kita lakukan adalah menggunakan alat pelindung diri.

Salah satu alat pelindung diri yang dapat kita gunakan adalah alat yang fungsinya untuk melindungi pendengaran kita dari kebisingannya. Nah kali ini kita akan belajar mengenai alat pelindung pendengaran yaitu ear muff dan ear plugs.

Standar Kebisingan di Tempat Kerja

bahaya kebisingan di tempat kerja

Telinga kita merupakan salah satu indera pendengaran yang harus selalu kita jaga.

Seperti kita ketahui, bahwa tingkat kebisingan di tempat kerja yang umumnya diukur dengan menggunakan sound level meter tersebut ada standarnya.

Jika tingkat kebisingan yang melebihi 85 desibel maka kita diwajibkan menggunakan alat pelindung diri yang berfungsi untuk melindungi dari paparan kebisingan yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Tidak hanya itu saja, paparan kebisingan yang terus menerus bisa mengakibatkan stres akibat kerja, menurunnya produktivitas kerja dan juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Industri yang umumnya mempunyai tingkat kebisingan diatas 85 desibel adalah konstruksi, transportasi, manufaktur, atau musik dan hiburan.

Dan menuturut PERMENAKERTRANS No. PER.13/MEN/X/2011, 85 dBA merupakan batas maksimal paparan kebisingan yang dapat diterima oleh pekerja dengan jangka waktu pemaparan 8 jam/ hari

Salah satunya adalah menggunakan alat pelindung pendengaran baik itu ear muff maupun ear plugs. Terlebih jika perusahaan tersebut menetapkan standar sistem manajemen kesehatan keselamatan kerja (K3).

Perbedaan Ear muff dan Ear plugs

kegunaan ear plug dan ear muff

  • Ear muff adalah penutup telinga yang terbuat dari bahan yang lembut dan dapat menurunkan tingkat kebisingan dengan cara menutupi seluruh bagian telinga dengan penahan berupa head band.
  • Sedangkan ear plugs dimasukkan untuk memblokir saluran telinga. Earplug dapat berbentuk moldable (busa) ataupun premolded (preformed).
  • Semi-insert ear plugs dimana terdiri dari 2 ear plug yang dipasang diujung head band.

Ear plugs mempunyai kelebihan lebih mudah digunakan baik itu sekali pakai maupuan digunakan kembali serta lebih sesuai digunakan untuk lingkungan kerja yang lembab maupun panas.

Namun disisi lain ear plugs mempunyai kekurangan dimana tidak dapat digunakan pada lingkungan kerja dengan tingkat kebisingan diatas 105 desibel.

Selain itu karena bentuknya kecil dan pemakaiannya dimasukkan di dalam lubang telinga sehingga pengawasan oleh atasan terhadap pekerja dirasa lebih sulit karena tidak terlihat secara langsung.

Ear plug jika digunakan secara berulang kali dan jika tidak dibersihkan akan menyebabkan kotoran masuk ke telinga yang bisa menimbulkan infeksi pada telinga itu sendiri.

Sedangkan Ear muff, mempunyai kelebihan dapat memberikan perlindungan yang lebih efektif atau lebih besar dibandingkan dengan ear plug.

Pilihan dari ear muff pun lebih bervariasi yang dapat dibedakan berdasarkan bahan, kekuatan ikat kepala (head band), kedalaman penutup.

Penutup ear muff yang lebih berat dan lebih dalam akan memberikan perlindungan yang semakin maksimal.

Dalam pemakaian ear muff, tentunya tidak sesederhana ear plug, dimana ikat kepala haruslah cukup erat sehingga dapat mempertahankan posisi ear muff supaya tetap stabil namun jangan terlalu ketat terkait dengan sisi kenyamanan penggunanya.

Kekurangan ear muff adalah seringkali pengguna kurang nyaman menggunakannya di lingkungan kerja yang panas.

Dalam perawatannya, earmuff ada bagian-bagian tertentu yang dapat diganti.

Dari sisi harga tentunya ear muff lebih mahal dibandingkan dengan ear plug.

Untuk memberikan perlindungan yang lebih maksimal, dalam kondisi tertentu ear plug dan ear muff dapat digunakan secara bersama-sama.

Cara Memilih Alat Pelindung Pendengaran

cara memilih alat pelindung pendengaran

Kita sudah mengetahui 3 jenis pelindung pendengaran yang diuraikan diatas. Lalu bagaimana cara memilihnya? Mana yang akan kita gunakan?

Untuk pemilihannya tentunya harus disesuaikan dengan tingkat potensi bahaya yang telah disusun pada dokumen HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment & Determining Control) yang dibuat oleh personel yang kompeten dan telah mendapatkan pelatihan tentang sistem manajemen K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).

Namun secara prinsip, beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih alat pelindung pendengaran adalah :

  • Berdasarkan nilai tingkat kebisingan
  • Kesesuaian alat pelindung pendengaran bagi pekerja dan lingkungannya
  • Kenyamanan ketika digunakan
  • Dapat mengurangi tingkat kebisingan sesuai dengan nilai yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari spesifikasi produk bersangkutan dari nilai NRR (Noise Reduction Rating) nya.

Secara sederhana NRR (Noise Reduction Rating) adalah indeks redaman kebisingan yang merupakan nilai numerik dengan satuan desibel yang menunjukkan kinerja isolasi suara dari peralatan pelindung kedap suara yang ditentukan oleh United States Environmental Protection Agency, EPA.

Semakin besar nilai dari NRR ini maka semakin baik juga kinerja isolasi suara.

Nilai NRR harus kita sesuaikan dengan lokasi tempat kita bekerja, karena jika terlalu tinggi maka juga bisa membuat kedap suara sehingga kita tidak dapat mendegar suara yang seharusnya kita dengar seperti suara sirine, alarm tanda bahaya, dll.

Cara Menggunakan Ear Plug

Sama seperti jenis alat pelindung diri lainnya, ear plugs jika digunakan secara tidak benar maka juga tidak akan memberikan perlindungan yang maksimal,

Berikut ini adalah cara menggunakan ear plugs

  • Roll Down Foam

cara menggunakan ear plug tipe roll down foam

    1. Pastikan tangan teman-teman bersih, kemudian gulung atau putar ear plugs sampai berukuran kecil.
    2. Tarik telinga ke arah belakang kemudian masukkan ear plug ke dalam saluran telinga.
    3. Tahan kurang lebih selama 30 – 40 detik sehingga ear plugs benar-benar menutupi saluran telinga.
    4. Ear plugs sudah terpasang dengan benar jika bagian ujung earplug tidak terlihat orang lain yang melihat anda dari depan.
  • No-Roll Foam

No-Roll Foam ear plug

    1. Tarik telinga ke arah belakang kemudian masukkan ear plugs ke dalam saluran telinga sehingga saluran telinga benar-benar tertutupi (lihat pada gambar diatas)
    2. Hindari mendorong earplug terlalu dalam.
    3. Seperti halnya pada roll down foam, bila bagian ujung earplug sudah tidak terlihat oleh seseorang yangg melihat teman-teman dari depan, maka ear plugs sudah terpasang dengan benar.

Cara Merawat Ear Muff

Ear muff ini banyak digunakan di berbagai bidang, salah satunya yang sering kita lihat adalah oleh tukang parkir pesawat di bandara.

fungsi ear muff

ear muff krisbow

Untuk memberi gambaran mengenai bentuk dan apa saja fungsi dari ear muff ini kita akan menggunakan contoh salah satu produk kriwbow 10054845, teman-teman boleh sesuaikan dengan ear muff yang teman-teman gunakan atau teman-teman sudah beli.

Gambar diatas merupakan salah satu contoh earmuff

Seperti dapat dilihat pada box atau kotak dari produk earmuff tersebut, dimana merupakan “helmet mounted earmuff” dengan spesifikasi 30 dB, sehingga ear muff ini nanti dipasang di helm safety.

Baca Juga : Manfaat Helm Safety K3 Bagi Pekerja dan Panduan Membelinya

Jadi ketika bekerja di area dengan kebisingan maka APD ini harus digunakan.

Di dalam kotak produk tersebut juga sudah ada petunjuk pemakainnya karena ini salah satu bentuk persyaratan K3 di sebuah produk adalah mencantumkan standar operating procedure (SOP).

Cara-cara pemasangan earmuff tersebut di helm juga sudah tersedia di kotak produk tersebut dilengkapi dengan gambarnya. Selain untuk cara pemasangan, juga terdapat instruksi untuk perawatan earmuff tersebut pada bagian sisi lain kotak produknya.

Berikut ini adalah beberapa hal terkait dengan penyimpanan dan perawatan ear muff :

  • Salah satu cara pembersihannya adalah dengan membersihkan bagian luarnya secara berkala, dengan dilap (tidak boleh direndam) menggunakan sabun dan air hangat untuk membersihkan dari sisa-sisa keringatnya atau debu-debu.
  • Tidak boleh disimpan dalam ruangan atau area pekerjaan yang mempunyaisuhu lebih dari 55 °C dan juga tidak boleh disimpan dibalik jendela.
  • Tidak boleh disimpan dekat dengan bahan kimia
  • Periksa secara berkala untuk mengetahui bagian-bagian yang rusak sehingga bisa cepat diganti.
  • Rata-rata ear muff ini bisa dipakai selama 6 bulan.

Semoga Bermanfaat

Oiya, terkait dengan peralatan safety atau keselamatan, kami juga sudah mengulas mengenai jas laboratorium, dimana merupakan salah satu peralatan keselamatan ketika bekerja di laboratorium.

Jika teman-teman mempunyai berkenan dan mempunyai waktu senggang, boleh membacanya disini : Fungsi Jas Laboratorium dan Bahan Kain yang Umum Digunakan

Referensi Gambar : 

https://safetysign.co.id/

Destilasi Adalah Salah Satu Metode Pemisahan, Ini Prinsip Kerjanya!

Destilasi Adalah Salah Satu Metode Pemisahan, Ini Prinsip Kerjanya!

Metode pemisahan campuran yang kita kenal mungkin ada bermacam-macam dimana sebagian sudah pernah dibahas, antara lain melalu filtrasi, sentrifugasi, dll.

Nah kali ini kita akan membahas metode pemisahan yang lainnya yaitu destilasi.

Bagi teman-teman yang belajar di Sekolah Menengah Atas Kimia ataupun belajar di bangku kuliah di jurusan kimia, dan farmasi tentunya tidak asing dengan metode ini.

Lalu apa pengertian destilasi, bagaimana prinsip kerjanya, apa saja macamnya, serta gambar rangkaian alatnya?

Yuk kita pelajari bersama

Destilasi Adalah Salah Satu Metode Pemisahan

Destilasi adalah suatu proses yang bertujuan untuk memisahkan suatu substansi dari campurannya atau memisahkan suatu substansi yang mudah menguap dari substansi lain yang relatif tidak menguap.

Proses destilasi terbagi menjadi 3 tahap, yaitu :

  1. Mengubah substansi dalam bentuk uapnya, misalnya : awalnyan adalah cair, maka harus dibuat dalam bentuk uap.
  2. Memindahkan uap yang telah terbentuk
  3. Mengkondensasikan uap yang terbentuk menjadi cairan kembali.

molekul air

Semua zat cenderung untuk melepaskan molekulnya dari permukaan untuk menjadi bentuk uapnya.

Misalnya : Air yang molekul H2O tumpah di lantai atau dimeja, maka air tersebut akan menguap. Seperti kita ketahui air yang tumpah tersebut tentunya molekulnya banyak, maka masing-masing molekul tadi ingin melepaskan diri dari permukaan.

Oleh karena disitulah terjadi penguapan.

Dan penguapan tersebut temperaturnya tidak harus terjadi pada titik didihnya. Pada suhu berapa pun molekul bisa menguap. Terkait dengan temperatur hanya berdampak pada cepat dan lambatnya proses penguapan saja. Jadi pada temperatur kamarpun air bisa menguap.

Kemampuan untuk melepaskan molekul tergantung pada tenaga kohesi atau gaya tarik menarik dari senyawa yang itu sendiri, misalnya : antar molekul air, antar molekul etanol.

Semakin besar tenaga kohesi, maka semakin kecil kemampuan senyawa tersebut untuk melepaskan molekul dari permukaannya.

Contoh :

Jika kita bandingkan air dan etanol maka molekul-molekul etanol tersebut lebih cenderung mempunyai tenaga kohesi yang lebih kecil dibandingkan dengan tenaga kohesi air.

Atau dengan kata lain air tarik menariknya lebih tinggi dari masing-masing molekul dari etanol.

Itu juga yang menjadi jawaban, jika tangan kita semprot dengan menggunakan etanol maka akan lebih cepat menguap dibandingkan dengan kita semprot dengan air.

Baca Juga : Mengenal Kode Warna Botol Semprot Kimia di Laboratorium

Apabila suatu wadah tertutup kemudian diisi cairan tidak penuh (dibagian atasnya ada ruang yang kosong) maka cairan akan melepaskan molekul-molekul keruangan yang ada di atasnya atau akan mengisi ruangan kosong tersebut.

Misalnya kita punya satu gelas air dimana di dalam gelas yang tidak terisi penuh kemudian kita tutup di atasnya.

Nah nanti air yang ada di gelas tersebut molekul-molekulnya akan berusaha untuk menguap. Sehingga terkadang jika kita ambil tutup gelas tersebut terkadang kita lihat di atasnya ada titik-titik air.

Nah itu menunjukkan bahwa molekul-molekul tersebut berusaha untuk melepaskan diri antar molekulnya dan mengisi ruang kosong di atasnya.

Tekanan uap

Jika cairan didiamkan dalam bejana tertutup maka cairan akan menguap dan penguapan akan terhenti pada tekanan tertentu dan hanya tergantung pada suhu.

tekanan uap

Jadi misalnya gelas,diisi air setengahnya saja kemudian ditutup. Nah molekul-molekul air itu akan berusaha untuk lepas atau menguap.

Kapan berhentinya ?

Sampai disebut dengan uap jenuh.

Nah misalnya ditutupnya kurang rapat maka nanti lama-lama uap juga akan keluar.

jadi kalau kita punya minuman kita taruh di botol lama sekali tidak kita buka maka sebenarnya uap yang berada diatas berusaha untuk melepas diri.

Pada suhu tertentu, tekanan uap senyawa cair yang bersinggungan dengan cairan adalah tetap, tidak tergantung pada jumlah cairan maupun adanya uap dalam sistem tersebut.

Tekanan uap air dilihat dari tinggi raksa dalam kolom satuannya dalam mmHg.

Hubungan Antara Suhu dan Tekanan

kurva tekanan uap beberapa senyawa

JIka kita lihat kurva hubungan antara suhu dan tekanan diatas, dimana tekanan udara 1 atmosfer (760 mmHg),  maka dalam kondisi tersebut air mendidih pada suhu 100 °C.

Jika tekanannya direndahkan misalnya tekanannya 400 mmHg, maka air tersebut akan mendidih pada suhu 80 °C.

Demikian sebaliknya, jika tekanannya ditinggikan misalnya : 1200 mmHg, maka air akan mendidih diatas 100 °C. Demikian juga untuk pelarut-pelarut yang lain.

Tentunya kita ingat dengan rumusan PV = NRT, Jadi kalau kalau tekanannya tinggi, suhunya juga tinggi.

Nah hal diatas bisa dimanfaatkan untuk beberapa aplikasi, misalnya kalau tekanan tinggi.

Misalnya kita ingin supaya daging cepat empuk, maka tekanannya diperbesar supaya air tadi mendidih di suhu lebih tinggi dari 100 °C sehingga dagingnya cepet empuk.

Kemudian cara yang lain kita memanfaatkan vakum supaya tekanannya rendah karena jika tekanan rendah maka titik didihnya menjadi lebih rendah dan zat itu tidak rusak.

Contoh : jika kita ingin membuat keripik buah-buahan.

Jika keripik tempe keripik, singkong, pisang dengan digoreng pada tekanan 1 atmosfer sudah bisa menjadi keripik / menjadi keras karena airnya sudah bisa menguap.

Namun untuk buah-buahan karena kandungan airnya banyak, misalnya : kita mau menggoreng salak (membuat keripik salak)

Apakah dengan menggoreng salak, air yang ada didalam salak tadi hilang?

Tidak, malah lembek karena kadar air salak tinggi.

Maka untuk membuat keripik buah tersebut yaitu dengan cara pengurangan tekanan sehingga air yang air yang ada di dalam buah-buahan itu akan menguap tanpa merusak buah tersebut (aromanya masih ada, rasanya juga masih utuh)

Jadi kalau nanti kita mengeluarkan atau menguapkan pelarut pada saat ekstraksi, supaya zat yang kita ekstraksi tadi tidak rusak maka dilakukan destilasi vakum, contohnya etanol bisa menguap pada suhu dibawah suhu didihnya di tekanan atmosfer.

Titik Didih

perbedaan menguap dan mendidih

Menguap adalah terjadi hanya pada permukaan cairan dan dapat terjadi pada setiap temperatur.

Jadi menguap itu pasti terjadi di permukaan, yang bagian dalam tidak menguap, tapi nanti yang bagian dalam pada akhirnya menjadi bagian permukaaan karena yang bagian di muka tadi sudah hilang.

“Jadi penguapan itu hanya pada permukaan cairan bukan yang di dalam”

Mendidih dapat terjadi pada setiap bagian dari cairan pada temperatur dimana tekanan uap cairan ditempat tersebut.

Jadi mendidih bisa terjadi disemua bagian cairan baik di bagian diatas, dibawah Tengah, dibagian bawah semua bisa mendidih.

Dapat terjadi pada setiap bagian dari cairan pada temperatur dimana tekanan uap cairan ditempatkan tersebut sama dengan tekanan udara di atas permukaan cairan plus tekanan cairan diatasnya yaitu temperaturnya sama dengan temperatur titik didih.

rumus tekanan tertentu

titik didih larutan pada senyawa tertentu

Rumus diatas adalah perhitungan titik didih pada tekanan tertentu yakni :

  • P adalah tekanan uap
  • T adalah suhu mutlak
  • A dan B adalah tetapan

Perhitungan Titik Didih pada Tekanan Tertentu

Pada destilasi dibawah tekanan atmosfer. tekanan Barometer jarang tepat 760 mmHg, biasanya deviasi sekitar 20 mmHg. Maka disini harus dilakukan koreksi titik-titik terhadap tekanan normal dengan rumus :

perhitungan titik didih pada tekanan tertentu

Δt adalah koreksi terhadap titik didih yang teramati dalam °C.

Jika  tekanannya tepat 760 mmHg maka memang mendidihnya di 100 °C (misalnya dalam air), namun jika misalnya tekanan udaranya tidak 760 mmHg maka cara menentukan berapa temperatur mendidih adalah dengan ditambahkan selisihnya (Δt)

Untuk alkohol, asam, dan cairan terasosiasi menggunakan persamaan berikut :

perhitungan titik didih untuk alkohol

Lewat Panas

Temperatur pada bagian cairan yang letaknya jauh dari permukaan, harganya lebih tinggi dari titik didih cairan tersebut sehingga kelebihan panas yang timbul karena tekanan cairan di atas bagian tersebut.

Misalnya kita merebus air dalam panci, temperatur didih pada bagian atas tentunya lebih rendah daripada yang di bagian bawah Karena di bagian bawah tentunya tekanannya akan lebih tinggi daripada yang di bagian atas sehingga titik didihnya menjadi berbeda.

Cairan yang mempunyai temperatur lebih tinggi dari titik didih tersebut merupakan cairan yang akan mengalami superheating, jadi panasnya itu berlebih.

Kenapa kita pelajari hal tersebut?

Karena nanti terkait dengan destilasi dimana destilasi harus dipanaskan sehingga kita harus mengetahui sifat-sifat zat ketika dipanaskan.

pengertian bumping

Adanya perbedaan tekanan dan temperatur yang besar diantara bagian cairan akan menimbulkan percikkan kuat atau ledakan yang disebut sebagai disebut bumping.

Kalau di rumah misalnya kita merebus air dan jika sudah mendidih maka ditunjukkan dengan meletup-letup. Nah itulan ilustrasi yang disebut dengan bumping.

Hal tersebut karena titik didih di bagian permukaan dan di bagian bawah itu berbeda, dimana yang di bagian atas titik didihnya lebih rendah  sedangkan di bagian bawah titik didihnya lebih tinggi karena tekanannya lebih besar.

Nah pada destilasi jangan sampai terjadi bumping karena jika terjadi bumping dikhawatirkan ada ledakan sehingga harus dihindari.

Pemasangan Labu Destilasi

memasang labu alas bulat

Dari gambar diatas ini mana yang benar pemasangannya?

Pada gambar paling kiri panasnya hanya bagian bawah saja tidak merata sehingga kemungkinan untuk bumping lebih besar

Pada gambar yang ditengah, pemanas mantel sudah bisa menutupi bagian permukaan dari labu destilasi sehingga  panasnya akan lebih baik.

Sedangkan gambar paling kanan menggunakan penangas, cairan di dalam labu destilasi harus mempunyai titik didih lebih rendah daripada airnya (misalnya cairan yang didestilasi ethanol dan cairan yang di penangas berupa air). Jadi jangan sampai misalnya yang di labu destilasi minyak, kemudian yang di bagian penangasnya berupa air.

Catatan :

Untuk etanol jangan sampai diberi pemanasan dengan api langsung atau harus menggunakan penangas air supaya tidak ada dari kebakaran.

Jadi pelarut-pelarut yang mudah terbakar, apalagi untuk pelarut yang titik didihnya dibawah titik didih air maka kita bisa menggunakan air dalam penangas.

Jadi pada gambar diatas, gambar paling kiri tidak benar

Kemudian dapat dilihat pada gambar diatas labu destilasi dimana terdapat pendingin dimana pada pendingin tersebut diberi air kran dari bagian bawah dan keluar dari bagaian atas.

Pastikan tidak dibalik karena nanti air tidak bisa memenuhi bagian pendingin.

Seberapa Besar Kecepatan aliran airnya?

Kita bisa pegang kondensornya (pendinginnya), jika dingin berarti kecepatan aliran air sudah tepat, namun jika masih terasa panas berarti kecepatan yang kurang.

Pengaturan kecepatan air ini tentunya penting, karena jika terlalu cepat juga sayang airnya terbuang cuma-cuma karena hanya untuk mendinginkan saja.

Panjang pendeknya kondesor juga tergantung titik didih dari zat atau pelarut yang di labu destilasi.

Jika titik didihnya lebih tinggi, maka cukup menggunakan kondensor yang pendek, namun jika titik didihnya rendah maka kita harus menggunakan kondensor yang lebih panjang karena proses kondensasi untuk yang titik didih rendah lebih membutuhkan waktu untuk kembali ke labu destilasi.

Bagaimana cara menghindari Bumping

cara menghindari bumping pada destilasi

  • Dengan penambahan batu didih

Batu didih bisa pecahan porselen, teflon, atau pipa kapiler

Jadi jika di laboratorium kita punya porselen yang pecah maka jangan dibuang karena bisa digunakan untuk batu didih. Jadi pecahan itu mungkin kita ambil 3 sampai 5 untuk batu didih kemudian batu didih tersebut dimasukkan terlebih dahulu sebelum kita melakukan destilasi

  • Pengadukan

Dengan pengadukan maka bumping bisa dihindari.

Contoh saat aktivitas memasak di rumah dimana terdapat bahan yang sudah mendidih karena panas dan bisa jadi tumpah, maka untuk menghindarinya bisa kita lakukan pengadukan.

  • Pemanasan yang merata dengan penangas

Pemanasan yang merata dengan memberikan mantel atau menggunakan penangas

  • Mengisi labu tidak boleh lebih dari 2/3 nya

Jangan terlalu penuh tapi juga jangan terlalu sedikit

Pada proses destilasi, penunjukan titik didih yang tetap sehingga destilasi mempunyai komposisi yang tetap pula. Jadi nanti selama pelarut belum selesai terdestilasi maka termometer tetap menunjukkan angka yang sama, misalnya 70 °C untuk etanol, dan jika sudah berubah ke suhu yang lain berarti destilatnya bukanlah lagi etanol.

Penunjukkan yang tetap tidak berarti destilat yang diperoleh murni, tetapi merupakan campuran azeotrop, cairan yang murni selalu selalu menunjukkan titik didih yang tetap.

Proses Destilasi

proses destilasi

Pada proses destilasi, uap yang telah terjadi perlu diangkat untuk dapat mencapai pipa samping. Untuk itu diperlukan tenaga berupa panas.

Jumlah panas yang diperlukan untuk melawan tekanan udara luar, tinggi cairan, dan mengangkat uap untuk dapat mencapai pipa samping adalah besar.

Cairan selalu mempunyai temperatur yang tinggi dari titik didihnya sehingga pada proses destilasi selalu didapatkan cairan mengalami superheating.

Uap yang telah mencapai pipa samping dengan sistem pendingin dikondensasi menjadi cairan kembali.

Macam-macam destilasi

  • Destilasi sederhana atau simple destilation
  • Destilasi fraksinasi atau destilasi bertingkat
  • Destilasi uap atau steam distillation
  • Destilasi dengan penurunan tekanan atau vacuum destilation

Destilasi Sederhana

destilasi sederhana

Destilasi sederhana dilakukan untuk memisahkan substansi dari campurannya yang mempunyai perbedaan titik didih lebih besar dari 30 °Celcius atau jumlah kotoran atau komponen lainnya relatif kecil.

Misalnya dua pelarut yang mempunyai titik didih ≥ 30° baru yang dilakukan destilasi sederhana

Untuk cairan yang mudah menguap, penampungnya dihubungkan dengan pendingin dengan menggunakan adaptor dan adaptor ini diberi slit supaya destilatnya bisa masuk ke dalam penampungnya dengan lancar.

Untuk cairan yang uapnya mudah terbakar atau beracun, diusahakan agar uapnya tidak sampai keluar ke udara bebas dari penampung yang dipakai.

Misalnya : destilasi eter maka diupayakan jangan sampai uapnya memenuhi udara di laboratorium sehingga harus dilakukan tindakan preventive misalnya : penampungnya harus dingin sehingga diberi es supaya nanti tidak menguap.

Baca Juga : Pengertian CAPA (Corrective Action and Preventive Action)

Diagram Fasa Campuran Etanol-Air

pengertian azeotrop

Misalnya 100 % air yang mempunyai titik didih 100 °C kemudian 100 % etanol mempunyai titik didih 78,5 derajat celsius.

Misalkan akan dipisahkan campuran etanol dan dan air dengan komposisi C1, akan mendidih pada suhu tertentu dan menghasilkan uap dengan komposisi C2.

Ketika uap itu mengembun, masih memiliki komposisi C2, jika dididihkan lagi akan menghasilkan uap baru dengan komposisi C3

Dengan urutan mendidih-kondensasi-mendidih akan berakhir dengan uap dan komposisi etanolnya adalah 95,6 persen

Rangkaian Alat Destilasi Sederhana

bagian bagian termometer

Diatas merupakan gambar rangkaian alat destilasi sederhana

  • Termometer

Termometer dipasang di Persimpangan dan tidak boleh terlalu dalam atau masuk ke labu alas bulat (lihat tanda merah pada gambar diatas)

Baca Juga : Termometer Raksa, klinis dan Alkohol : Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

  • Labu Alas Bulat

Ada labu alas bulat dimana bagian lehernya panjang dan leher pendek, tergantung titik didih campuran atau larutan yang akan dipisahkan. Jika titik didihnya tinggi maka cukup menggunakan labu alas bulat yang lehernya pendek saja, namun jika titik didihnya rendah maka gunakan labu alas bulat yang lehernya agak panjang.

  • Larutan yang akan dipisahkan

Misalnya :campuran etanol dan air

  • Batu didih

Supaya tidak terjadi bumping

  • Penangas yang sesuai

Misalnya untuk etanol, maka penangasnya adalah air, Beberapa tahun yang lalu, untuk memanaskan labu destilasi pada proses destilasi, seringkali menggunakan pembakar bunsen. Untuk penangas saat ini umumnya menggunakan listrik sehingga temperaturnya bisa diatur.

  • Pendingin

Panjang-pendeknya pendingin juga tergantung pada titik didih dari pelarut yang ingin dipisahkan,

Misalnya pelarut mempunyai titik didih yang sangat rendah, contoh : eter, maka dibutuhkan pendingin yang panjang.

Demikian juga sebaliknya, jika titik didihnya tidak terlalu rendah maka pendingin yang digunakan boleh tidak terlalu panjang.

Pada pendingin tersebut dialirkan air dari bawah yang kemudian keluar dari bagian atas.

  • Adaptor

Supaya destilatnya dapat masuk ke dalam labu erlenmeyer.

Pada adaptor terebut sebaiknya dipasang slit atau celah supaya nanti destilatnya bisa semua masuk labu erlenmeyer tersebut.

Jika tidak pasang celah, maka tetesan tidak bisa masuk ke labu erlenmeyer atau tertahan karena di labu erlenmyer hampa.

Kapan Menampung Destilat?

destilat hasil destilasi

Pada contoh kali ini, misalnya kita akan memisahkan campuran etanol-air.

Ketika labu alas bulat yang berisi campuran etanol-air tersebut dipanaskan pelan-pelan, maka temperatur pada termometer tentunya semakin lama semakin naik.

Ketika temperaturnya menunjukkan angka tertentu, misalnya pada temperatur yang bukan titik didih etanol (namun titik didih yang lainnya) dan sudah ada destilatnya, maka berarti destilat tersebut bukanlah etanol sehingga destilat tersebut harus dipisahkan tempatnya atau diberi tempat yang berbeda.

Sedangkan untuk etanol adalah pada sekitar temperatur 70 an °C.

Selama etanol dalam campuran tersebut belum belum habis, temperaturnya tetap menunjukkan angka tersebut sehingga destilatnya masih kita tampung pada labu erlenmeyer.

Kemudian ketika temperatur lebih tinggi dari titik didih etanol, maka destilatnya bukanlah lagi etanol dan labu erlenmeyer yang digunakan untuk menampung distilat etanol bisa diambil dan pemanasan dihentikan.

Menghentikan Proses Destilasi

prinsip destilasi sederhana

Untuk menghentikan proses destilasi apakah dimatikan terlebih dahulu penangasnya atau diambil terlebih dahulu labu erlenmeyernya?

Jika seandainya penangasnya dimatikan terlebih dahulu, maka kemungkinan uap yang ada di adaptor bisa balik ke labu alas bulatnya, karena tekanan uapnya juga berubah dimana yang awalnya tekanan di labu destilasi tinggi tiba-tiba menjadi rendah karena penangasnya dimatikan.

“Sebaiknya labu erlenmyer atau destilat tersebut yang diambil terlebih dahulu, baru penangasnya dimatikan sehingga tidak terjadi penyedotan kembali destilat ke arah labu alas bulat”

Pelaksanaan Destilasi Sederhana

prosedur destilasi sederhana

Beberapa peraturan yang perlu diperhatikan :

  • Ujilah terlebih dahulu kekuatan pemasangan alat.

Untuk memperkuat rangkaian peralatan destilasi, umumnya menggunakan bantuan klem dan statif.

  • Masukan cairan dengan bantuan corong bertangkai panjang agar cairan tidak mengotori pipa samping.

Corong bertangkai panjang digunakan karena jika kita menggunakan corong bertangkai pendek cairan dapat masuk pipa samping sehingga cairan tidak terpisah.

  • Masukkan beberapa butir batu didih

Seperti yang sudah diuraikan di awal, dimana fungsi batu didih ini adalah untuk mengurangi potensi bumping

  • Alirkan air pendingin dimana lubang air masuk lebih rendah dari air keluar dengan kecepatan demikian rupanya sehingga selama destilasi berlangsung dinding luar pendingin tetap terasa dingin.

Jadi dicek alirannya itu cukup atau tidak, jika pendinginnya masih terasa panas berarti kecepatan aliran air harus ditambah, namun perlu diperhatikan jika terlalu besar alirannya maka juga tidak menghemat air.

  • Lakukan pemanasan dengan pelan dan teratur agar cairan mendidih dengan teratur pula.

Aturlah pemanasan hingga diperoleh kecepatan destilasi 1 – 2 ml (30 – 60 tetes) per menitnya.

Destilasi dihentikan sebelum cairan di dalam labu habis. Hal ini dilakukan untuk menghindari peruraian dan kehangusan. Destinasi dihentikan jika temperatur pada termometer telah berubah dari temperatur titik didih destilat.

Jika temperatur sudah berubah berarti senyawa hasil destilasi (destilat) sudah bukan senyawa yang ingin kita pisahkan

Apabila cairan yang didestilasi mengandung sedikit kotoran maka mula-mula yang didapatkan adalah destilat I (low boiling fraction) mengandung kotoran dengan titik didih yang lebih rendah.

Kemudian temperatur terus naik sampai dicapai temperatur yang relatif konstan bervariasi antara 2 – 3 derajat Celcius sehingga diperoleh destilat utama.

Selanjutnya temperatur naik lagi hingga didapatkan destilat yang dikotori dengan kotoran yang memiliki titik didih yang lebih tinggi (high boiling fraction)

Destilasi Fraksinasi

destilasi fraksinasi

Merupakan pengulangan berkali-kali destilasi sederhana untuk mendapatkan destilat yang relatif murni.

Destilasi ini menggunakan kolom fraksi

Kolom fraksi untuk memisahkan suatu campuran menjadi komponennya dengan pertolongan suatu kolom fraksi.

Prinsip kerjanya adalah “bubble plate colomn” dapat dilihat pada gambar berikut :

prinsip destilasi bertingkat

  • A bidang 2 horizontal menampung destilat
  • B Kap tempat uap air naik
  • C Pipa Kapiler

Pada permulaan destilasi, uap akan naik dari labu masuk ke dalam kap dan mengkondensasi pada bidang A yang I (pertama)

Penguapan dan pengkondensasian terjadi secara berkesinambungan dan terus naik melalui kap dan menembus destilat-destilat yang telah terjadi.

Permukaan destilat yang terjadi pada bidang A yang I akan naik sampai permukaan pipa kapiler kemudian jatuh ke labu.

Semakin ke atas titik didih semakin kecil karena kalau titik didihnya lebih besar maka tidak akan bisa mencapai paling atas.

Prinsip Kerja Destilasi Fraksinasi

distilasi bertingkat minyak bumi

Destilat pada pada bidang A yang I pada destilasi sederhana adalah fraksi dengan komposisi lebih banyak komponen titik didih rendah, sehingga yang tertinggal dilabu lebih banyak komponen dengan titik didih yang lebih tinggi akibatnya titik didih cairan di dalam labu semakin naik.

Uap yang naik dari labu mendidihkan destilat bidang A yang I sehingga uap akan naik melalui kap 2 dan mengkondensasi di bidang A yang ke II.

Jumlah komponen titik didih rendah di bidang A II lebih besar daripada A I, dst

Contoh destilasi fraksi adalah distilasi bertingkat minyak bumi.

destilasi fraksi minyak bumi

Ketika crude oil masuk, dan kemudian dilakukan pemanasan kemudian tidak mampu untuk naik ke atas, maka akan turun kebawah menghasilkan bahan yang mempunyai rantai karbon lebih dari 70 dimana mendidih pada 600 °C.

Kemudian yang masih sanggup naik maka menghasilkan bahan yang mempunyai rantai karbon antara 20 – 70 dan bisa dimanfaatkan untuk minyak pada kapal.

Dan seterusnya sampai didaptkan elpiji.

Destilasi Tiksotropi atau Destilasi Uap Air

destilasi uap

Destilasi uap-air adalah metode yang paling umum untuk ekstraksi minyak atsiri seperti kayu, Kulit batang, maupun biji-bijian yang relatif keras.

Prinsip kerja dari destilasi uap adalah memisahkan suatu campuran yang memiliki titik didih yang tinggi dengan cara mengalirkan uap ke dalamnya dimana senyawa yang memiliki titik didih yang tinggi sebelum mencapai titik didihnya dimurnikan dengan menggunakan uap atau air mendidih.

Destilasi uap secara umum digunakan untuk destilasi campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air.

Beberapa persyaratan sampel yang bisa dipisahkan menggunakan metode ini yaitu :

  • Kemampuan tinggi untuk melarutkan komponen zat terlarut di dalam campuran
  • Kemampuan tinggi untuk dapat diambil kembali
  • Perbedaan berat jenis antara ekstrak dan rafinat lebih besar
  • Pelarut dan larutan yang akan diekstraksi harus tidak mudah campur
  • Tidak mudah bereaksi dengan zat yang akan diekstraksi
  • Tidak merusak alat sebagai korosi
  • Tidak mudah terbakar, tidak beracun, dan harganya relatif murah

Contoh Destilasi Uap Air di Bidang Farmasi

destilasi uap minyak atsiri

Beberapa penggunaan dari destilasi uap-air adalah untuk :

  • Mengekstrak beberapa produk alam seperti minyak Eucalyptus dari Eucalyptus.
  • Mengekstrak minyak sitrus dari lemon atau jeruk
  • Mengekstrak minyak parfum dari tumbuhan.
  • Memisahkan asam lemak dari campurannya
  • dll

Destilasi Vakum

destilasi vakum

Destilasi vakum merupakan suatu proses pemisahan dari dua komponen yang memiliki titik didih yang sangat tinggi, dimana prosesnya berlangsung di bawah tekanan normal atau dibawah 1 atm yang bertujuan untuk menurunkan titik didih dari komponen yang akan dipisahkan sehingga akan meminimalisasi kerusakan komponen akibat suhu tinggi.

Vakum merupakan suatu kondisi dari udara atau gas sekitar lingkungan tertentu dimana dihilangkan, dimana tekanan udara di bawah tekanan atmosfer.

Untuk menghasilkan kondisi vakum perlu untuk mengeluarkan udara dari sistem. Hal ini merupakan prinsip dasar dari cara kerja vakum.

Prinsip Kerja Destilasi Vakum

Prinsip kerja destilasi vacuum didasarkan pada hukum fisika dimana zat cair akan mendidih dibawah titik didih normalnya apabila tekanan pada permukaan zat cair itu diperkecil atau vakum.

Prinsip kerja dari destilasi vakum ialah dimana proses destilasi berjalan tetap pada ruang hampa. Aliran cairan dan uap air sangat diperlukan pada proses ini untuk mencapai keseimbangan dimana pada proses tersebut untuk menguapkan komponen yang mudah menguap dan uap air dipermudah pada destilasi sistem vakum.

Tangki distilasi tidaklah terhubung ke atmosfer tetapi ke pompa vakum untuk menjaga sistem tekanan agar tetap dibawah tekanan atmosfer.

Contoh Destilasi Vakum

Destilasi vakum sangat berguna untuk senyawa yang mendidih di luar suhu dekomposisi pada tekanan atmosfer dan karenanya akan terurai dengan upaya apapun untuk merebusnya dibawah tekanan atmosfer.

Dalam skala laboratorium penyulingan vakum adalah ketika cairan untuk disuling memiliki titik didih atmosfer tinggi atau perubahan kimia pada suhu mendekati titik didih atmosfer.

Dalam skala industri penyulingan memiliki beberapa keunggulan, salah satunya adalah alat yang digunakan mengurangi jumlah tahapan yang diperlukan.

Vakum kolom destilasi biasa digunakan dalam penyulingan minyak dengan diameter berkisar sampai 14 m.

Kelebihan dan Kekurangan dari destilasi vakum

Destilasi vakum dapat meningkatkan pemisahan dengan :

  • Pencegahan degradasi produk atau pembentukan polimer karena penurunan tekanan yang mengarah ke suhu dasar menara yang lebih rendah.
  • Pengurangan degradasi produk atau pembentukan polimer karena berkurangnya waktu tinggal rata-rata terutama dalam kolom yang menggunakan pengepakan daripada baki.

Baca Juga : Pengertian Polimer dan Polimerisasi Berikut dengan Contohnya

  • Meningkatkan kapasitas, hasil, dan kemurniaan.

Memanfaatkan destilasi vakum dapat mengurangi tinggi dan diameter.

Kekurangannya ialah tutup mendidih campuran mungkin memerlukan banyak tahap kesetimbangan untuk memisahkan komponen-komponen.

Mekanisme Destilasi Vacuum

mekanisme destilasi vakum

Dapat dilihat setup dari destilasi vakum atau rangkaian dari destilasi vakum pada gambar diatas.

Untuk rangkaiannya kurang lebih sama seperti deskripsi sederhana atau destilasi fraksinasi dimana terdapat labu destilasi yang terhubung dengan termometer yang juga terhubung dengan kondensor dan labu destilat.

Perbedaan pada sistem destilasi vakum adalah :

  • Sumber vakum

Contoh sumber vakum yaitu :

    • Water aspirator, dimana water aspirator ini terhubung dengan sistem air mengalir atau kran dimana kran yang terbuka tersebut akan menciptakan kecepatan dari air mengalir yang akan menarik udara sehingga tercipta tekanan yang rendah pada sistem destilasi.

Terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan menggunakan water aspirator ini, antara lain :

Untuk kelebihannya adalah metode ini cukup murah dan mudah untuk digunakan dan efektif atau efisien dalam membuat vakum, namun kelemahannya adalah dapat terjadinya kebocoran pada sistem destilasi dan juga terdapat kemungkinan permasalahan dalam tekanan airnya dan membutuhkan vakum trap yang digunakan untuk mencegah terjadinya flowback atau air itu mengalir kedalam sistem destilasi.

    • Pompa vakum

Dimana pompa vakum ini mempunyai kelebihan yaitu dapat menciptakan tekanan yang stabil stabil kemudian juga dapat menjauhkan tekanan yang cukup rendah sampai di bawah 1 mmHg namun untuk menggunakan pompa vakum ini dibutuhkan biaya yang cukup mahal.

  • Vacuum Trap

Yaitu untuk mencegah terjadinya flowback atau air masuk kedalam sistem destilasi

  • Pipa pada Labu Destilasi

Pipa ini berguna untuk mengatur aliran air yang ada pada sistem destilasi. Biasanya terdapat switch atau stopcock untuk mengatur pipa tersebut terbuka atau tertutup.

  • Manometer (Jika memungkinkan)

Sebagai informasi, penggunaan manometer di beberapa negara sudah tidak diperbolehkan karena bahan-bahan merkuri ini dapat menyebabkan polusi dan kerusakan pada ekosistem.

Contoh Dalam Skala Laboratorium adalah Rotary evaporator.

Kesimpulan

Nah kita sudah belajar mengenai pengertian, macam, prinsip kerja, dan rangkaian alat destilasi beserta dengan contohnya.

Buat teman-teman yang tertarik bekerja di beberapa industri pemahaman ini penting karena ada beberapa contoh kegiatan produksi yang menggunakan prinsip kerja destilasi ini,, antara lain pada industri alkoho, pengolahan minyak atsiri, penyulingan minyak bumi, dll 

Semoga Bermanfaat.

Pengertian Poka Yoke dan Manfaat Menerapkannya di Perusahaan

Pengertian Poka Yoke dan Manfaat Menerapkannya di Perusahaan

Berbagai strategi dan cara tentunya akan diterapkan oleh perusahaan untuk mendapatkan produk yang berkualitas yang dapat memenuhi harapan pelanggan. Baik itu dari identifikasi resiko peluang, penggunaan fishbone diagram untuk mencari akar permasalahan, poka yoke, FMEA (Failure mode and effects analysis), dll.

Kali ini kita akan membahas mengenai poka yoke, baik dari pengertian, prinsip, manfaat, sampai ke tahapan penerapannya.

Pengertian Poka Yoke

contoh poka yoke

Poka yoke berasal dari bahasa Jepang yang artinya “mistake proofing” atau “error proofing”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka poka yoke diartikan sebagai anti salah.

  • Poka berarti kesalahan
  • Yoke atau yokeru berarti mencegah

Jadi poka yoke adalah mencegah kesalahan

Poka yoke merupakan :

  • Suatu cara untuk mencegah terjadinya defect.
  • Suatu teknik untuk mengeliminasi error apapun.
  • Suatu cara sehingga tidak mungkin membuat suatu kesalahan.

Prinsip Poka Yoke

prinsip poka yoke

Prinsip dalam penerapan poka yoke adalah :

  • Sama sekali tidak diperkenankan membuat defect atau cacat ataupun defective atau reject sekecil apapun.
  • Mengambil alih tugas-tugas berulang yang bergantung kepada kewaspadaan.

Maksudnya adalah pekerjaan yang sama dan berulang untuk memproduksi barang secara masal rentan terhadap berbagai kesalahan, karenanya dibutuhkan poka yoke.

  • Zero defect atau tanpa cacat sama sekali.

Manfaat Poka Yoke

manfaat poka yoke

Apa saja sih manfaat dari pokayake tersebut?

  • Tidak diperlukan program pelatihan formal.

tidak diperlukan training

Jika teman-teman tidak ada poka yoke, karena memproduksi secara massal tentu secara berkala dibutuhkan pelatihan-pelatihan kepada operator, baik itu operator produksi, operator laboratorium, atau pada petugas lainnya untuk penyegaran atau paling tidak untuk mengingatkan mereka tentang pekerjaan.

Dengan poka yoke, hal tersebut bisa kita kurangi atau mungkin ditiadakan sama sekali.

  • Menghilangkan banyak pekerjaan inspeksi.

tidak diperlukan inspeksi

Jika teman-teman memproduksi barang, maka tentunya teman-teman melakukan inspeksi terhadap barang apabila kapabilitas prosesnya sangat rendah.

Jadi teman-teman tidak percaya diri untuk melepas barang setelah dibuat, dan teman-teman melakukan inspeksi.

Nah inspeksi tersebut membutuhkan banyak tenaga, tempat, dan juga menyita waktu yang tentunya membutuhkan biaya yang besar atau biasa kita sebut dengan aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah.

Dengan adanya poka yoke pekerjaan inspeksi tersebut bisa kita reduksi, bahkan kita eliminir.

  • Meringankan operator dari tugas-tugas yang berulang-ulang

mengulang pekerjaan yang sama

Misalnya : tugas untuk pemeriksaan, tugas untuk pencegahan, dll dimana tugas tersebut sudah diambil alih oleh poka yoke.

  • Meningkatkan value added

value added adalah

Dengan adanya poka yoke, inspeksi bisa kita kurangi, ini berarti dapat meningkatkan value added atau nilai tambah dalam proses.

  • Bebas defect

zero defect

Tentunya defect adalah hal yang tidak diinginkan oleh suatu usaha.

  • Memberikan tindakan segera ketika kita menemukan masalah yang timbul.

respon cepat

Defect vs Error

perbedaan error dan defect

Pada uraian diatas kita menemukan dua kata yaitu defect atau cacat dan error atau kesalahan.

Apa hubungan dua kata tersebut?

Defect adalah merupakan hasil dari error.

“Jadi cacat merupakan hasil dari kesalahan atau error adalah penyebab dari defect”

Jika error terjadi tentu kita bertanya kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Beberapa penyebab bisa terjadinya error :

  • Karena prosedur yang tidak benar.

Jadi operator melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan atau prosedur itu sendiri perlu ditinjau ulang.

  • Input yang masuk ke dalam proses sangat bervariasi.

Maksudnya variasi berlebihan tersebut adalah satu sama lain tidak sama atau berbeda jauh.

  • Proses memiliki variasi yang berlebihan.

Misalnya pada proses kegiatan produksi, kita menginginkan temperaturnya ruangan produksi ± 2 °Cs, tapi faktanya melebihi dari toleransi yang ditetapkan. Inilah yang disebut variasi yang berlebihan.

  • Adanya alat ukur yang tidak akurat

Hal tersebut juga bisa menimbulkan kesalahan. Oleh karena itu maka tak jarang banyak standar, contohnya ISO 9001, dll mewajibkan untuk kalibrasi alat ukur yang digunakan dalam proses produksi maupun pemantauan pengukuran.

  • Kesalahan yang ditimbulkan oleh manusia sendiri atau operator atau pekerja.

Dengan memahami hal-hal diatas, maka untuk mencegah error atau kesalahan dibutuhkan teknik-teknik poka yoke yang harus kita pikirkan dan terapkan.

Human Error

penyebab human error

Nah, kita akan bahas penyebab error yang terakhir, yaitu kesalahan yang disebabkan oleh manusia.

Ada 10 tipe human error, yaitu :

  • Tidak konsentrasi

melatih konsentrasi

Untuk melatih konsentrasi dalam bekerja, teman-teman bisa menggunakan ilustrasi dalam studi kasus berikut :

Misalnya seseorang akan mematikan motor listrik dari panel, dimana terdapat beberapa motor dengan masing-masing tombol stop yang berjejer di panel tersebut.

Kemudian yang bersangkutan menunjuk satu tombol sambil berucap begini :

Saya akan mematikan motor nomor 10 dengan menekan tombol nomor 10 ini, kemudian telunjuknya diangkat ke atas dan setelah itu kembali mengarah ke tombol 10 tersebut sambil bertanya sendiri dengan kalimat :

Benarkah?

Kemudian dia sendiri yang menjawab.

Benar…

Barulah kemudian tombol ditekannya.

  • Gagal paham

karyawan gagal paham

Mungkin seorang operator tidak memahami SOP atau instruksi kerja secara utuh tentang apa yang sudah diberikan.

Oleh karena itu, instruksi atau SOP yang ada hendaknya dibuat sedemikian rupa dan di periksa feedbacknya dari yang bersangkutan apakah dia paham atau tidak.

Tentunya hal tersebut menjadi tugas atasannya.

Ada beberapa yang menerapkan dengan sosialisasi dokumen, dimana setelah operator bersangkutan membaca SOP atau instruksi kerja tersebut, baru mereka membubuhkan tanda tangan di belakang SOP atau Instruksi kerja tersebut.

  • Salah identifikasi

Untuk hal ini diperlukan adanya pelatihan-pelatihan kepada operator atau pekerja.

  • Pekerja tidak terlatih

karyawan yang kompeten

Tentu untuk mengantisipasi hal seperti ini perlu dilakukan pelatihan-pelatihan secara berkala.

Perlu menjadi perhatian, banyak sekali kejadian apabila merekrut karyawan baru untuk operator, biasanya langsung diserahkan kepada operator yang lama atau operator senior untuk melatihnya.

Hal diatas tidaklah disarankan.

Sebaiknya pelatihan terpusat oleh pelatih yang memang bertanggung jawab untuk melatih operator.

Baca Juga : Program Upgrade Kompetensi Dengan Training Kalibrasi

  • Mengabaikan aturan

Tidak dapat dipungkiri, dalam dunia kerja memang selalu ada operator atau pekerja yang tidak peduli dengan aturan yang ada dan cenderung suka-sukanya dia.

  • Kelelahan

Yang tahu siapa yang lelah adalah tentu atasannya.

Jadi atasan juga harus punya keahlian untuk melihat bawahannya atau operator yang menjadi bawahnya apakah dalam kondisi fit atau tidak.

Perlu diperhatikan juga jika misalnya tipe pekerjaannya adalah shift, jangan sampai dari shift pagi sampai shift malam dia bekerja terus.

  • Keputusan lambat datangnya

Jadi operator menunggu keputusan tapi keputusan itu tidak datang / terlambat datangnya sehingga kesalahan bisa terjadi atau bahkan berlanjut kesalahan tersebut.

  • Kurangnya standar berupa tertulis atau visual

Nah untuk mencegahnya, kita bisa membuat seperti misalnya OPL atau One Point Lesson yang isinya berupa tulisan dan gambar tentang satu hal dengan cukup satu lembar sehingga mudah ditemukan, mudah dibaca, mudah dilihat, dan mudah dipahami.

  • Mesin tidak mampu atau Malfunctions

mesin mal function

Tentunya kita harus memikirkan bagaimana kita bisa menerapkan agar mesin selalu memiliki kemampuan yang baik untuk memproses sesuatu

  • Disengaja atau sabotase

Meskipun tidak umum tapi bukan sesuatu yang tidak mungkin terjadi untuk kesalahan karean disengaja atau sabotase ini.

Prediksi dan Deteksi

prediksi dan deteksi pada poka yoke

Terkait dengan poka yoke bisa dikelompokkan menjadi 2, yaitu prediksi dan deteksi.

Jika sebelum terjadi maka kita sebut prediksi atau berupa pencegahan sebelum error terjadi.

Namun jika setelah terjadi maka disebut sebagai deteksi.

Deteksi adalah setelah terjadi.

Ada beberapa teknik poka yoke, yaitu :

  • Shutdown

Artinya mematikan atau menghentikan.

Jadi untuk prediksi atau pencegahan maka shutdown ini kita lakukan ketika akan terjadi kesalahan.

Contohnya : ada kamera yang tidak akan bisa berfungsi atau tombol menghidupkannya tidak berfungsi apabila cahaya yang masuk kurang sehingga tidak bisa digunakan untuk mengambil gambar

Namun shutdown juga dilakukan setelah kita mendeteksi ketika kesalahan atau defect sudah terjadi.

Cntohnya : mesin akan mati apabila misalnya mesin terdeteksi terlalu panas atau panasnya melebihi spesifikasi.

  • Control atau pengendalian

Untuk prediksi atau pencegahan maka tidak mungkin error akan terjadi.

Contohnya sehari-hari kita bisa lihat di SPBU dimana nozzle untuk pengisian bahan bakar yang berbeda bentuknya dan diameternya atau warnanya itu berbeda.

Kemudian untuk deteksi yaitu barang yang reject tidak mengalir ke tahap berikutnya. Misalnya saringan atau ayakan untuk menyaring sesuatu barang atau produk dengan diameter tertentu.

  • Peringatan atau warning

Untuk mencegah atau prediksi.

Ada sesuatu yang akan salah terjadi, contohnya seat belt di mobil dimana jika seat belt tidak terpasang muncul lampu di panel untuk memberitahukan atau mungkin bahkan mobil tidak bisa di start mesinnya.

Untuk deteksi

Seketika saat kesalahan berlangsung. Misalnya alat atau detektor asap yang menandakan akan terjadi kebakaran.

Tahapan poka yoke

tahapan poka yoke

Ada beberapa tahapan poka yoke :

  • Mengidentifikasi masalah
  • Buat skala prioritas untuk masalah-masalah yang ada
  • Cari akar dari masalah tersebut, misalnya : diagram tulang ikan atau fishbone diagram atau FMEA (Failure mode and effects analysis), dll
  • Carikan solusinya
  • Periksa hasil dari teknik-teknik poka yoke yang anda buat tadi hasilnya seperti apa.

Semoga Bermanfaat

Tugas Admin, Staff, dan Operator Produksi di Beberapa Industri

Tugas Admin, Staff, dan Operator Produksi di Beberapa Industri

Dalam perusahaan atau bidang industri tentunya ada beberapa bagian atau departemen terkait, yang mana pastinya punya peran penting dalam perusahaan atau bidang industri tersebut.

Salah satunya adalah operator produksi

Nah kali ini kita akan mengulas mengenai apa aja tugas-tugas dari seorang operator produksi dalam sebuah perusahaan atau bidang industri.

Siapa Saja Operator Produksi

operator proses dan operator packing

Operator produksi dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

  1. Operator produksi bagian proses
  2. Operator produksi bagian packing

Dimana masing-masing mempunyai peranan tersendiri.

Secara singkatnya operator produksi bagian proses membuat produk sedangkan operator produksi bagian packing tugasnya mempacking produk yang sudah jadi.

Pada umumnya tugas operator produksi itu berbeda-beda tergantung dimana dia ditempatkan bekerjanya.

Setiap pekerjaan pasti ada tanggung jawabnya apalagi operator produksi.

Mereka yang bekerja di bagian operator produksi mempunyai tanggung jawab penuh terhadap produk yang mereka produksi jangan sampai produk yang mereka buat bermasalah sehingga timbulnya complain.

Setiap operator produksi bertanggungjawab penuh atas produk yang mereka produksi, menjaga produktivitas menjadi modal utama setiap perusahaan. Jika produk yang mereka produksi cacat atau rusak itu akan mempengaruhi penjualan yang mereka produksi.

Perbedaan Operator dan Staff Produksi

Secara Singkat Staff produksi bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan kepada operator produksi sedangkan operator produksi bertanggungjawab penuh atas produk yang mereka produksi.

jam kerja operator produksi

Agak sedikit berbeda dengan staff kantor pada umumnya, untuk jam kerja operator produksi umumnya 7 – 8 jam, namun jika perusahaan menerapkan sistem long shift, maka jam kerjanya bisa mencapai 12 jam dalam 1 hari. Waktu jam masuknyapun biasanya cenderung lebih pagi, ada yang jam 07.00 WIB, bahkan ada yang jam 06.00 WIB.

pengalaman kerja operator produksi

Terkait dengan kualifikasi personel, untuk operator produksi biasanya perusahaan mensyaratkan jenjang karir minimal SMA, SMK, STM, atau sederajat tergantung dari perusahaan tersebut plus ditambah pengalaman kerja. Pengalaman menjadi modal utama untuk bekerja tergantung perusahaannya apakah menerapkan sistem yang berpengalaman untuk menjadi operator produksi atau tidak.

gaji operator produksi

Gaji sebagai operator produksi bermacam-macam tergantung UMR atau upah minimal regional di daerah masing-masing. Sehingga setiap daerah gaji untuk operator produksi ini berbeda-beda.

Namun sebagai operator produksi ini biasanya mendapatkan tunjangan seperti tunjangan kehadiran, tunjangan makan, tunjangan transportasi, dll.

Tugas Umum Operator Produksi

Seperti yang sudah dijelaskan, operator produksi adalah profesi seorang karyawan atau pekerja yang bekerja di sebuah pabrik industri yang bertugas untuk mengoperasikan atau menjalankan mesin produksi. Adapun mesin produksi itu bermacam-macam tergantung dari hasil produk yang dihasilkan dari mesin produksi yang berada di sebuah pabrik industri.

Contoh mesin produksi tersebut yaitu mesin produksi yang berada di dalam sebuah pabrik industri otomotif, pabrik tekstil, pabrik kimia, pabrik elektronik, dll.

Tugas dan tanggung jawab sebagai seorang operator produksi, antara lain :

  • Melakukan briefing bersama tim work atau bersama tim kerja sebagai sarana untuk saling tukar informasi dan komunikasi antar shift dan antar member.
  • Setelah melakukan briefing sebagai operator produksi kemudian menuju ke area mesin produksi untuk melakukan cek schedule produk yang akan diproduksi sesuai dengan permintaan dari departemen PPIC (Production Planning and Inventory Control)
  • Mengoperasikan atau menjalankan mesin produksi sesuai basic rule atau aturan dasar dan sesuai dengan standar operasional prosedur atau SOP
  • Membuat rekap hasil produksi sebagai bahan laporan pada atasan.

Sebagai seorang operator produksi,  mempunyai resiko yang sangat tinggi karena memang selalu berhubungan dengan mesin produksi yang mempunyai potensi bahaya yang sangat besar dan sangat tinggi. Sehingga diharapkan sebagai seorang operator produksi ini pada saat bekerja berhati-hati mengikuti SOP dan menjalankan basic rule sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh pabrik industri tersebut.

Potensi-potensi bahaya di dalam area produksi tersebut umumnya juga sudah terdokumentasikan dalam dokumen HIRADC ( Hazard Identification Risk Assessment and Determine Control) dimana dokumen ini bisa kita jadikan panduan untuk dapat bekerja dengan aman.

Operator Mesin Mixing

operator mesin mixing

Seperti kita ketahui ada perusahaan atau pabrik industri yang memiliki mesin mixing atau mesin mixer, contohnya industri-industri makanan yang sudah menerapkan standar CPOTB.

Mesin mixing atau mesin mixer ini merupakan salah satu peralatan mesin produksi yang digunakan untuk mengolah bahan baku atau material produksi untuk dijadikan satu.

Dengan kata lain bahwa semua materi atau bahan baku ini akan digiling atau diolah didalam mesin mixing atau mesin mixer untuk menjadi salah satu hasil produk setengah jadi.

Pekerja atau karyawan yang mengoperasikan mesin mixing ini disebut dengan operator mesin mixing.

Adapun tugas dan tanggung jawab sebagai seorang operator mesin mixer adalah :

  • Mengikuti briefing sebelum bekerja.

Jadi di dalam briefing ini semua karyawan atau member akan menyampaikan informasi dan komunikasi kepada atasan ataupun kepada member lain melalui briefing tersebut.

  • Bekerja di area mesin mixing atau mesin mixer, hal-hal yang harus dilakukan sebagai seorang operator mixing adalah :
    1. Melakukan pengecekan kebersihan yang ada di dalam di area mesin mixer, apakah ada debu. kotoran sampah, dll. Sebagai seorang operator mesin mixer harus membersihkan barang-barang tersebut supaya tidak ada di sekitar area mesin mixer.
    2. Check schedule atau material apa saja yang akan diolah pada mesin-mesin tersebut.
  • Menyiapkan bahan baku atau material yang akan diolah kedalam mesin mixing tersebut.
  • Mengoperasikan mesin mixer. Jadi Setelah semua bahan sudah disiapkan di area mesin mixer maka seorang operator akan mengoperasikan mesin tersebut dan mengolah bahan atau bahan baku atau material tersebut.
  • Memastikan mesin mixing ini berfungsi dengan baik, jika menemukan hal-hal yang abnormal atau hal yang tidak berfungsi maka dia akan menginformasikan kepada pimpinannya atau langsung menginformasikan kepada teknisi mekanik atau teknisi elektrik atau teknisi mesin yang berkaitan dengan kerusakan yang ada pada mesin mixer tersebut.
  • Membuat laporan aktivitas setiap hari yang dilakukan oleh operator mesin mixer yang kemudian laporan tersebut akan disampaikan kepada pimpinan sebagai data atau file untuk merangkum semua aktivitas yang sudah dikerjakan pada mesin mixer tersebut.

Operator Buffing

operator buffing

Mesin buffing merupakan salah satu atau mesin yang digunakan oleh perusahaan atau pabrik listrik dan untuk menghaluskan hasil produk atau memperbaiki hasil produk.

Seperti pada umumnya, tidak selamanya hasil produk itu bagus atau sesuai dengan spesifikasi produk tersebut, terkadang ada sedikit hal yang harus diperbaiki oleh hasil produk tersebut.

Salah satunya yaitu dengan menggunakan buffing supaya produk tersebut mempunyai kualitas yang memenuhi standar.

Adapun tugas sebagai seorang operator mesin buffing, adalah :

  • Mengikuti briefing sebelum bekerja.

Jadi sebelum mengerjakan pekerjaan utama, semua pekerja akan berkumpul untuk mengikuti briefing bersama member atau atasan masing-masing. Disini tentunya semua karyawan atau pekerja termasuk operator mesin buffing bisa menyampaikan informasi dan komunikasi di dalam briefing tersebut.

  • Bekerja di mesin buffing

Operator buffing setelah sampai di mesin buffing, tugas pertamanya adalah membersihkan area mesin buffing dan diusahakan mesin buffing ini terhindar dari segala macam bentuk kotoran supaya dalam bekerja operator mesin buffing aman dan nyaman.

  • Melakukan cek schedule produk apa saja yang akan dikerjakan atau yang akan dihaluskan di mesin buffing tersebut.
  • Melakukan pengecekan terhadap fungsi mesin buffing.

Jadi sebelum mengoperasikan mesin buffing sebagai seorang operator mesin buffing akan melakukan pengecekan tentang fungsional dari mesin buffing tersebut.

Jika menemukan abnormal atau kerusakan, maka operator mesin buffing akan menginformasikan kepada atasan atau mungkin langsung akan menginformasikan kepada teknisi yang berhubungan dengan mesin buffing tersebut.

  • Mengoperasikan mesin buffing untuk menghaluskan semua produk yang tidak halus sehingga sesuai standar.
  • Mengirim hasil produk tersebut ke proses selanjutnya.
  • Membuat laporan kerja dimana operator mesin buffing akan melaporkan semua aktifitas yang sudah dikerjakan kepada atasan.

Operator Mesin CNC

operator mesin cnc

Operator mesin CNC adalah profesi seorang pekerja atau karyawan di sebuah pabrik industri yang bertugas untuk mengoperasikan atau menjalankan mesin perkakas dengan sistem CNC.

Adapun CNC itu sendiri singkatan dari Computer Numeric Control, yang berarti bahwa pengoperasian mesin perkakas yang ada di workshop sebuah pabrik industri tersebut dengan menggunakan sistem otomatis yaitu melalui penyetingan program komputer yang dilakukan atau disetting oleh operator mesin CNC tersebut.

Tujuan menggunakan mesin CNC adalah :

  • Untuk mencapai produksi yang sangat tinggi.
  • Untuk membuat benda kerja dengan waktu yang cepat dan menghasilkan secara maksimal.
  • Untuk menghasilkan benda kerja yang mempunyai ukuran yang benar-benar presisi.

Baca Juga : Pengertian Presisi dalam Hasil Pengujian Laboratorium

Adapun tugas dan tanggung jawab sebagai seorang operator CNC adalah yaitu :

  • Melakukan pengecekan dan perawatan terhadap kondisi mesin setiap hari.
  • Melakukan setting program pada komputer mesin perkakas CNC tersebut.
  • Melakukan setting atau pemasangan benda kerja yang akan diproses pada mesin perkakas CNC.
  • Mengoperasikan mesin CNC.
  • Melakukan pembersihan mesin perkakas CNC setelah melakukan proses pengerjaan benda kerja.

Syarat untuk menjadi seorang operator CNC :

  • Harus memahami dan bisa mengoperasikan komputer karena memang mesin CNC ini menggunakan komputer untuk melakukan penyetingan atau pemrograman sebelum melakukan pengerjaan benda kerja.
  • Pendidikan minimal STM atau SMK atau sederajat.
  • Harus memahami cara kerja mesin perkakas industri seperti mesin bubut, mesin milling, dll.

Operator Mesin Milling

operator mesin milling

Mesin milling merupakan salah satu mesin perkakas yang digunakan oleh perusahaan atau pabrik industri sebagai alat bantu untuk melakukan perbaikan pada kerusakan mesin produksi atau mesin industri dan untuk membuat spare part atau komponen mesin produksi.

Mesin milling ini mempunyai fungsi untuk meratakan permukaan benda kerja atau untuk membuat alur key way mendatar.

Jadi jika ada mesin produksi atau mesin industri yang mengalami kerusakan yang membutuhkan mesin milling ini bisa dilakukan oleh seorang operator mesin milling di sebuah perusahaan tersebut.

Mesin milling biasanya berada di area workshop atau tempat kerja khusus untuk melakukan pekerjaan workshop di sebuah perusahaan atau pabrik industri.

Tugas dan tanggung jawab sebagai seorang operator mesin milling di sebuah perusahaan adalah :

  • Mengikuti briefing sebelum bekerja.

Briefing sebelum bekerja mempunyai fungsi sebagai sarana untuk menyampaikan informasi dan komunikasi antar member di sebuah section yang ada di dalam perusahaan.

  • Melakukan pengecekan kondisi mesin milling.

Sebagai operator mesin milling sebelum melakukan pekerjaan mengoperasikan mesin milling, tentunya harus melakukan pengecekan terhadap kondisi mesin milling tersebut, melakukan  inspeksi yang sudah ditetapkan yang sudah didata di dalam mesin milling tersebut, misalnya : melakukan pengecekan kondisi eretan dari mesin milling, melakukan pengecekan kondisi putaran dari mesin milling, melakukan pengecekan dari lubrikasi atau air cooling yang ada di dalam mesin milling, dll.

  • Mengoperasikan mesin milling berdasarkan permintaan dari konsumen untuk melakukan pengerjaan terhadap barang atau komponen mesin produksi yang menggunakan mesin milling tersebut.

Sebelum mengoperasikan atau menjalankan mesin milling ini tentunya operator mempunyai kewajiban untuk menggunakan alat pelindung diri secara lengkap.

Alat pelindung diri yang digunakan oleh seorang operator mesin milling ini adalah harus menggunakan helm safety K3, face shield atau kacamata sebagai pelindung muka atau wajah, sarung tangan kulit, dll.

Sebagai operator mesin milling ini menerima request atau permintaan dari konsumen untuk mengerjakan pekerjaan di mesin miling tersebut berdasarkan gambar atau drawing.

  • Membersihkan area mesin milling setelah melakukan pekerjaan di mesin milling dari serbuk-serbuk logam maupun benda maupun barang yang sebelumnya dikerjakan di mesin milling ini.
  • Menyimpan peralatan yang digunakan pada saat mengoperasikan mesin milling, alat pelindung diri disimpan dan ditempatkan di tempat .

Helper Operator Mesin Painting

operator mesin painting

Mesin painting digunakan untuk memberi warna atau mewarnai produk, bahan, maupun material yang ada pada sebuah pabrik industri. Ada juga mesin penting yang digunakan untuk memberi tanda atau kode atau nama pada hasil produksi di industri tersebut. Selain itu mesin painting juga digunakan untuk melapisi bahan atau material hasil produk supaya tidak lengket.

Pekerja atau karyawan yang mengoperasikan mesin painting tersebut dinamakan sebagai operator mesin printing.

Adapun operator mesin painting ini di dalam pekerjaan setiap hari dibantu oleh pekerja atau karyawan yang dinamakan dengan helper operator mesin printing.

Tugas dan tanggung jawab helper operator mesin painting adalah :

  • Menyiapkan barang atau hasil produk yang akan dipainting pada mesin painting.

Dalam menyiapkan barang atau material ini seorang helper operator mesin painting bisa menggunakan alat bantu seperti troli, atau jika barang atau barang bahan tersebut besar maupun berat bisa menggunakan alat angkat angkut seperti forklift, dll.

  • Menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan didalam mesin painting seperti menyiapkan cat nya, menyiapkan peralatan lain seperti gunting, palu dan lain sebagainya dimana peralatan tersebut dibutuhkan di dalam proses mesin painting.
  • Helper operator mesin painting ini juga harus mengerti tentang schedule atau jadwal produk yang akan diproses di dalam mesin painting tersebut.
  • Mengirimkan hasil produk yang sudah dilakukan painting ke proses selanjutnya.
  • Membersihkan area mesin painting
  • Membuat laporan kerja yang merangkum semua aktivitas pekerjaan helper operator mesin penting dalam setiap harinya yang nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan.

Leader Operator Produksi

tanggung jawab leader produksi

Leader produksi merupakan seorang karyawan yang bekerja di dalam Pabrik industri atau perusahaan yang mempunyai jabatan di atas operator.

Tugas dan tanggung jawab sebagai seorang karyawan atau pekerja yang menjabat leader di sebuah perusahaan atau pabrik industri yaitu :

  • Mengatur pekerjaan yang ada di lapangan yang nantinya pekerjaan tersebut dikerjakan oleh operator produksi.
  • Mengkoordinir operator dalam mengerjakan pekerjaan dilapangan.
  • Backup pekerjaan yang dikerjakan oleh operator di lapangan.
  • Membuat rekap laporan yang dikerjakan oleh operator setiap hari.
  • Melakukan stock opname material yang dihasilkan dan mendata list dari hasil produk yang dihasilkan setiap hari.
  • Menyelesaikan masalah atau trouble shooting yang ada di lapangan yang berhubungan dengan produksi.
  • Memastikan tidak ada kesalahan proses atau trouble shooting yang fatal di mesin produksi.
  • Menginformasikan hasil yang ada di lapangan kepada atasannya atau foreman.
  • Menjembatani permasalahan yang ada di lapangan untuk disampaikan kepada jabatan yang diatas leader atau jabatan yang lebih tinggi daripada leader.
  • Membentuk skill atau kemampuan atau keahlian operator produksi supaya operator menguasai skill sebagai operator produksi di lapangan.

Sebagai seorang pekerja yang menjabat leader biasanya diisi atau ditempati oleh operator senior atau operator yang memang mempunyai skill atau keahlian yang mumpuni sehingga seorang operator bisa dipromosikan atau dinaikkan jabatannya menjadi menjabat posisi leader.

Buat teman-teman yang ingin melamar sebagai leader produksi, maka bisa membawa ijazah minimal SMA, SMK ,atau sederajat.

Gaji seorang leader di sebuah perusahaan atau pabrik industri tentunya berbeda-beda karena memang setiap daerah mempunyai besaran gaji yang berbeda-beda.

Namun sebagai leader produksi ini biasanya mendapatkan tunjangan seperti tunjangan jabatan, tunjangan perumahan, tunjangan transportasi, tunjangan makan, dll tergantung dari kebijakan perusahaan masing-masing

Admin Produksi

tugas admin produksi

Operator produksi sudah ada, leadernya juga sudah ada, namun tanpa adanya admin produksi maka aktivitas produksi di perusahaan bisa terganggun.

Apa saja sih tugas admin produksi dalam sebuah perusahaan atau bidang industri?

Yuk, kita bahas..

Staff admin produksi biasanya banyak dijumpai di pabrik-pabrik.

Pekerjaannya adalah membantu pekerjaan departemen atau divisi produksi dalam segi administratif atau disebut juga seseorang yang mengerjakan tugas-tugas perusahaan yang berkaitan dengan data komputer.

Gambaran tugas seorang Admin produksi adalah menginput suatu program, lalu fokus pengatur pendataan, Menindaklanjuti proses pembelian, menjawab telepon masuk, dll.

Tugas Admin Produksi, antara lain sebagai berikut :

  • Membuat surat jalan keluar
  • Mengecek barang yang masuk
  • Mengumpulkan data produksi
  • Memasukkan data ke komputer
  • Mengontrol proses produksi
  • Menyusun jadwal pekerja
  • Menghitung bahan-bahan produksi
  • Mencatat efektivitas kerja mesin
  • Menerima permintaan atau pesanan
  • Melakukan retur sisa bahan baku

Selain tugas diatas, seoarang admin produksi juga harus siap menerima resiko jika terjadi kesalahan serta bertanggungjawab dalam mengolah data dari pra produksi yaitu bahan baku produksi hingga barang yang sudah jadi dan siap untuk dikirim ke konsumen.

Tidak hanya mengurus keperluan pribadi saja, admin produksi juga bertanggungjawab dalam hal pengawasan bagian operator produksi.

Peran admin produksi sangat penting karena walau berbeda-beda nama tapi pekerjaan admin secara umum adalah mengerjakan pelayanan kantor seperti penyediaan sarana administrasi untuk menunjang kelancaran kerja di seluruh bagian sebuah perusahaan. Bahkan tidak hanya sebatas itu saja, terkadang admin produksi juga harus mengontrol alat ukur yang mereka miliki, termasuk tanggal jatuh tempo kalibrasi, serta pengajuan kalibrasi alat ukur ke layanan laboratorium kalibrasi.

Syarat Menjadi Admin Produksi :

  • Bisa menguasai komputer
  • Berkomunikasi secara efektif
  • Mampu menyusun laporan efektif
  • Mampu berpikir cerdas dan solutif
  • Multitasking
  • Mahir melakukan negosiasi
  • Mampu mengorganisasi

Staff Produksi

staff produksi

Staff produksi ini merupakan pekerja atau karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan atau pabrik industri di bagian atau di divisi produksi.

Tugas dan tanggung jawab sebagai seorang staf produksi :

  • Mengumpulkan data dari hasil produksi yang diserahkan oleh operator produksi.

Operator produksi melakukan pekerjaannya untuk mengoperasikan mesin produksi untuk menghasilkan produk. Dari data hasil produksi yang diperoleh oleh proses mesin produksi ini akan dikumpulkan oleh staf produksi setiap hari.

  • Menginput semua data hasil produksi yang dihasilkan dari proses produksi ke data komputer.

Semua aktivitas atau hasil produk yang dihasilkan oleh mesin produksi ini akan diinput dan di file kedalam komputer oleh staf produksi.

  • Mengontrol proses produksi.

Seorang staf produksi juga akan terjun ke lapangan untuk melihat dan memonitor proses produksi apakah sesuai dengan data yang ada di dalam laporan operator produksi.

  • Membuat schedule kerja operator produksi.

Operator produksi biasanya terbagi menjadi beberapa shift sehingga perlu diatur schedule kerjanya.

  • Menghitung efektivitas kerja dari mesin produksi.

Proses kerja dari mesin produksi akan dihitung oleh staf produksi setiap hari, apakah proses kerja mesin produksi ini produktif untuk menghasilkan sesuai dengan target hasil produk yang direncanakan oleh perusahaan.

  • Menghitung efektivitas kerja sumber daya manusia atau operator produksi di bagian produksi tersebut.

Jadi dari beberapa mesin yang ada pada produksi atau operator produksi akan dihitung setiap shift atau setiap bagian dari operator produksi tersebut apakah efektif terhadap hari kerja atau tidak?

Misalnya shift 1 Apakah alat mampu menghasilkan hasil produksi yang lebih banyak atau lebih sedikit dari shift sebelumnya atau sesudahnya?

Dari hal tersebut sebagai staf produksi selalu menghitung dan monitor apakah sumber daya manusia di sektor sebut efektif atau tidak?

  • Menghitung dari bahan baku yang ada di mesin produksi apakah sesuai dengan hasil produksi dan adanya scrap.

Setiap mesin produksi yang memproses produksi biasanya juga ada scrap atau sampah sehingga total dari hasil produk ditambahkan dengan sampah dari hasil produk apakah akan ketemu dengan data total dari bahan baku yang disediakan di produksi.

  • Membuat laporan kerja harian.

Jadi setiap aktivitas pekerjaan yang terjadi di setiap hari ini akan direkap oleh staf produksi sebagai salah satu evaluasi untuk menganalisa apakah target pencapaian produksi ini bisa dicapai setiap bulan atau tidak.

Kesimpulan

kualifikasi operator produksi

Dapat kita lihat dalam uraian diatas, operator produksi merupakan salah satu bagian penting dalam suatu perusahaan, sehingga pengetahuan, pengalaman, dan keahliannya harus senantiasa kita tingkatkan untuk tetap menghasilkan produk jadi yang memenuhi harapan pelanggan.

Operator produksi yang kurang kompeten tentunya akan menyebabkan kegiatan-kegiatan produksi di perusahaan terganggu, Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi operator produksi adalah dengan memberikan pelatihan-pelatihan secara berkesinambungan, contohnya :

Semoga Bermanfaat

Pengenalan Kimia Industri, Apa Saja yang Dipelajari?

Pengenalan Kimia Industri, Apa Saja yang Dipelajari?

Industri sangatlah banyak jenisnya, beberapa diantara yang kita kenal adalah industri otomotif, tekstil, bahan kimia, pengolahan makanan, dll.

Kali ini kita akan belajar mengenai pengenalan kimia industri yang secara umum mengajarkan mengenai dasar-dasar proses dalam industri tersebut.

Perbedaan Kimia Industri dan Kimia Analis

perbedaan kimia industri dan kimia analis

Dalam mempelajari kimia Industri tentunya dalam beberapa hal akan bersinggungan dengan pengetahuan yang dimiliki oleh kimia analis.

Jika di perguruan tinggi “kimia analis” biasanya cenderung ke jurusan kimia murni yang terdapat dalam fakultas FMIPA (Farmasi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) sedangkan kimia industri lebih banyak dipelajari di jurusan Teknik Kimia.

Jika dilihat dari tujuannya untuk jurusan kimia analis kedepannya diharapkan dapat menjadi seorang analis kimia yang berkompeten. Lingkup pekerjaan untuk teman-teman dari kimia analis juga luas, antara lain sebagai berikut :

  • Sebagai analis kimia di berbagai macam perusahaan baik itu perusahaan makanan, pengolahan logam, laboratorium pengujian, dll
  • Sebagai teknisi kalibrasi di layanan laboratorium kalibrasi untuk parameter instrumen analitik seperti conductivity, pH, Turbidimeter, DO meter, dll
  • Sebagai produk development / pengembahang produk dalam berbagai macam perusahaan dengan dasar ilmu pengetahuan mengenai material bahan.
  • Sebagai product spesialis, pengembangan metode, maupuan teknisi di supplier alat ukur, misalnya : supplier instrument spekrofotometer serapan atom, dimana seperti kita ketahui instrument ini secara mendalam hanya di pelajari di jurusan kimia murni,

Sedangkan untuk jurusan Kimia Industri diharapkan dapat menjadi operator produksi untuk industri manufaktur, antara lain :

  • Industri pertambangan
  • Industri Water Treatment atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
  • Industri Otomotif
  • Industri Kertas
  • dll

penyulingan dalam laboratorium dan industri

Sebagai contoh dari suatu metode pemisahan penyulingan seperti pada gambar diatas.

Proses penyulingan skala laboratorium dan penyulingan skala industri manufaktur tentunya ada perbedaanya misalnya dari sisi dimensi ketinggiannya, untuk peralatan penyulingan skala laboratorium mungkin hanya sekitar 1 meter namun untuk skala industri bisa seperti menara atau biasa dikenal dengan menara destilasi yang tingginya bisa mencapai 50 m.

Tentunya dari sisi produk yang dihasilkan juga berbeda secara kuantitas. Jika dalam skala laboratorium mungkin hanya beberapa gram saja namun untuk skala industri bisa mencapai puluhan ton bahkan lebih.

manfaat kimia industri

Hal yang lain lagi contohnya, jika pada kimia analis maka kita akan mengkaji kualitas dan kuantitas dari kandungan suatu bahan.

Dimana kualitas disini yang dimaksudkan adalah kandungan apa saja sih yang ada didalam bahan tersebut?

Misalnya kandungan dalam sekam padi seperti pada gambar diatas.

Sedangkan untuk kuantitasnya adalah mencari berapa persentase atau jumlah objek yang diteliti tersebut.

Misalnya :

  • Silikon dioksida
  • Aluminium dioksida
  • Fe2O3
  • Kalsium oksida
  • dst

Sedangkan pada kimia Industri lebih ke bagaimana agar benda atau barang tersebut dapat menjadi lebih bernilai dari segi ekonomi atau dari segi manfaatnya.

Misalnya : Pada sekam padi tersebut diatas, berdasarkan riset terdapat kandungan Silikon dioksida 72.28 %.

Maka dalam Kimia Industri atau seorang Enginer kemudian berpikir bagaimana agar silika ini dapat dimanfaatkan diberbagai sektor industri.

Misalnya :

  • Dimanfaatkan pada water treatment WWTP atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
  • Dimanfaatkan untuk media filter dalam penjernihan air untuk penjernihan dengan menyerap lumpur tanah dan sedimen.
  • Dimanfaatkan sebagai penangkal kelembaban pada produk-produk seperti sepatu atau dompet.
  • Dimanfaatkan pada industri bumbu-bumbu masak sebagai anti caking atau antikempal.
  • Pasir silika digunakan sebagai bahan campuran pada industri karet ban cat yang berfungsi sebagai bahan pengeras sebagai filler dengan ukuran yang digunakan yaitu nanosilica.
  • Digunakan sebagai bahan baku pembuatan pasta gigi silika kimiawi dengan fluoride dalam pasta gigi yang dapat meningkatkan kualitas pasta.
  • Dimanfaatkan pada industri makanan, misalnya industri keripik untuk memertahankan keripik tersebut tetap renyah.

Info :

Oiya teman-teman, terkait dengan indstri makanan, maka kita harus memahami adanya HACCP (Hazzard Analysis Critical Control Point) yang menjadi dasar dari sistem manajemen pengan ISO 22000. Jika teman-teman tertarik dengan HACCP tersebut, maka bisa membacanya di artikel berikut : Apa itu HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points)?

Beberapa Sektor Industri Kimia

 

contoh beberapa industri kimia

Ketika kita belajar dasar kimia industri, teman-teman akan banyak belajar tentang berbagai industri proses yaitu industri yang memproses atau produksi dalam skala besar.

Proses di industri ini mengubah suatu senyawa menjadi produk baru secara aman dan efisien.

Sebagai contoh yaitu sebagian besar barang-barang yang kita konsumsi atau gunakan itu dihasilkan oleh industri proses.

Industri proses meliputi berbagai sektor berbeda, antara lain :

  • Industri Petrokimia

industri petrokimia

Industri petrokimia ini contohnya adalah industri yang mencakup pembuatan pupuk, cat, deterjen, dll. Selain petrokimia juga ada petrolium yang mengolah oil and gas menjadi elpiji atau LNG, ,bensin, solar, avtur, dan lain-lain.

  • Industri Plastik

industri plastik

Industri ini contohnya adalah polietilena, polypropylene, polyvinyl chloride, dan lain-lain yang kemudian diolah menjadi botol minuman, galon, pipa, dan seterusnya.

Sifat-sifat dari bahan-bahan tersebut lebih lengkap bisa teman-teman baca di : Pengertian Polimer dan Polimerisasi Berikut dengan Contohnya

  • Industri Makanan dan Minuman

industri makanan minuman

Contoh industri ini tentunya banyak sekali seperti Industri pembuatan gula, garam, makanan, biskuit, dll.

Untuk industri minuman contohnya : Industri pembuatan sirup, pembuatan jus, dll.

  • Industri Kertas

industri kertas

Industri kertas pun banyak produknya misalnya : tisu, karton, kertas HVS, dll. Kertas tersebut selain dapat digunakan langsung, juga digunakan sebagai bahan baku untuk beberapa industri lainnya, contohnya sebagai bahan baku perusahaan yang bergerak di bidang kemasan, dll

  • Industri Logam atau Metalurgi

industri metalurgi

Dimana proses dalam industri ini adalah mengolah bijih logam menjadi barang-barang atau komponen elektronik misalnya resistor, kapasitor, dll.

Baca Juga : Simbol dan Fungsi Kapasitor dalam Rangkaian Elektronika

  • Industri limbah

industri pengolahan limbah

Seperti kita ketahui dari berbagai macam industri pastinya akan menghasilkan limbah sehingga ada industri pengolahan limbah dan penanganan air.

Proses Dalam Suatu Industri

contoh proses dalam suatu industri

Hal-hal yang dipelajari dari manufaktur atau kimia Industri antara lain adalah :

  • Raw Material atau Bahan Baku

Bahan baku ada yang bersumber dari :

    1. Air, baik itu dari sungai, tanah, atau laut.
    2. Udara, baik itu nitrogen, oksigen dalam udara
    3. Tanah
    4. Pohon
    5. Logam
    6. Batubara
    7. Minyak mentah, yang dapat diubah menjadi minyak tanah, minyak kendaraan atau oli, dll.
    8. Hasil pertanian dan perkebunan, misalnya tebu untuk diolah menjadi gula, sawit yang diolah menjadi minyak, dll.

Semua bahan baku yang diolah dalam industri manufaktur dibantu dengan bahan utilitas.

  • Utilitas

Bahan utilitas adalah bahan penunjang untuk proses industri manufaktur, contohnya yang menunjang proses kegiatan produksi adalah :

    1. Air, baik itu air pendingin, air proses, air sanitasi.
    2. Listrik
    3. Steam atau uap panas
    4. Bahan bakar

Nah ketika raw material atau bahan baku ini diolah di proses industri dengan bantuan utilitas maka akan dihasilkan suatu produk atau barang yang lebih bernilai atau bermanfaat.

  • Produk

pengertian intermediate produk

Produk terbagi menjadi 3 yaitu :

    1. Produk jadi
    2. Produk antara atau setengah jadi atau yang sering disebut dengan produk intermediate
    3. Produk samping

Produk intermediate adalah produk yang perlu diolah pada proses selanjutnya agar menjadi produk jadi atau bisa sepenuhnya untuk menjadi produk atau barang jadi sehingga dapat kita gunakan.

Sedangkan produk samping yaitu dimana saat kita mengolah raw material menjadi produk ternyata juga menghasilkan produk yang lain. Produk samping adalah produk yang bukan merupakan produk tujuan akan tetapi biasanya juga dapat diolah menjadi produk lain yang memiliki nilai manfaat.

Saat mengolah material menjadi produk juga dihasilkan limbah sebagai sisa buangan proses pengolahan dimana dapat berupa limbah padat, cair, dan gas serta limbah B3 atau limbah bahan berbahaya dan beracun.

Selain hal-hal diatas, berikut ini adalah beberapa ilmu yang akan kita pelajari dalam jurusan kimia industri, :

  • Fisika Terapan
  • Dasar-Dasar Proses
  • Kimia Terapan
  • Termodinamika
  • Teknologi Pengolahan Air
  • Matematika Teknik
  • Prinsip-Prinsip Teknik Kimia
  • Perancangan Alat
  • Teknologi Pengolahan Limbah
  • Pengenalan Teknik Kimia Industri

Demikian artikel pendek mengenai kimia industri, semoga bisa menambah ilmu baik bagi penulis maupun teman-teman semuanya.