Kaca Pembesar / Lup : Teori, Kegunaan, dan Contoh Produknya

Kaca Pembesar / Lup : Teori, Kegunaan, dan Contoh Produknya

Dalam kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas dalam bekerja, terkadang kita harus melakukan pengamatan pada benda-benda yang relatif kecil. Pengamatan tersebut tentunya akan lebih maksimal jika menggunakan bantuan alat tertentu, misalnya : lup atau kaca pembesar.

Nah kalli ini kita akan sedikit mengulas mengenai teori dari lup ini, rumus-rumusnya, contoh soal berikut perhitungannya, serta contoh produk untuk lup tersebut.

Pengertian dan Fungsi Lup atau Kaca Pembesar

berbagai macam fungsi lup

Lup atau kaca pembesar merupakan alat optik yang terdiri dari sebuah lensa cembung yang digunakan untuk memperbesar sudut penglihatan.

Perbesaran sudut penglihatan tersebut dikenal dengan perbesaran anguler atau perbesaran sudut yang dilambangkan sebagai “Ma” yang artinya anguler atau sudut.

Untuk memanfaatkan lensa cembung sebagai kaca pembesar maka benda harus diletakkan di ruang 1 yaitu daerah antara lensa dengan titik f atau 0 < s < f atau paling jauh (sejauh-jauhnya) di titik f agar sifat bayangan yang terjadi adalah maya, tegak, diperbesar.

Fungsi Lup atau kaca pembesar umumnya digunakan untuk membaca atau melihat tulisan-tulisan kecil, atau digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan ketelitian misalnya : tukang reparasi jam atau handphone, seorang filateli (seorang yang mengumpulkan perangko), seorang dokter dalam mengamati sel-sel darah, mahasiswa biologi dalam mengamati bagian-bagian tubuh hewan dll. Bahkan lup juga merupakan bagian alat colony counter yang digunakan untuk analisa perhitungan koloni pada laboratorium mikrobiologi.

Saat ini lup sudah modern, lup yang masih konvensional biasanya digunakan oleh pelajar dalam dunia pendidikan atau bisa juga untuk tahap pembuktian dan percobaan.

Saat ini sudah banyak kita temukan lup yang dipakai khusus untuk usaha servis seperti reparasi baik itu reparasi jam, reparasi alat-alat elektronik yang membutuhkan lup ganda dan juga sudah disertai dengan lampu LED.

Bagian-Bagian Lup atau Kaca Pembesar

bagian bagian lup

Paling tidak ada 3 bagian utama lup, yaitu :

  • Lensa cembung

Berfungsi untuk memperbesar tampilan ukuran benda, karena prinsip kerja lup yang menggunakan lensa cembung adalah mengumpulkan berkas cahaya pada satu titik fokus lensa sehingga memperbesar bayangan benda.

  • Tangkai lup

Berfungsi untuk memegang lup

  • Bingkai lup

Berfungsi untuk meletakkan lensa cembung sekaligus untuk menghubungkan antara lensa dan juga tangkai lupnya

Perbesaran Anguler atau Perbesaran Sudut dari Lup

Misalkan ada seorang pengamat sedang mengamati benda tanpa lup.

kc. 1. pengamatan benda tanpa lup

Dapat dilihat pada gambar diatas, bendanya ditandai dengan warna ungu setinggi “h” diamati oleh mata pengamat. Jarak dari benda ke pengamat sebesar “Sn”

Sn adalah istilah lain dari PP atau punctum proximum atau titik dekat mata, yaitu jarak benda terdekat yang masih bisa dilihat dengan jelas oleh mata.

Kalau untuk mata normal maka PP-nya adalah 25 cm sedangkan untuk rabun dekat atau hipermetropi maka PP-nya lebih dari 25 cm dan untuk miopi atau rabun jauh nilai dari PP kurang dari 25 cm.

Nah pada lup, mikroskop, dan teropong, simbol PP ini seringkali diganti dengan istilah Sn.

“Sn = PP yaitu adalah titik dekat mata”

Kembali lagi ke gambar diatas dimana mata normal melihat benda tanpa lup maka di sini ada yang namanya sudut penglihatan.

Sudut penglihatan adalah sudut yang dibentuk dari ujung benda kita tarik garis ke tempat lensa mata dari pengamat.

kc 2. sudah penglihatan

Maka akan membentuk segitiga dan sudut yang dibentuk antara garis merah sama garis hitam atau sumbu utama ini disebut sudut penglihatan atau Alfa (α).

Jadi Alfa adalah sudut penglihatan tanpa Lup

Lalu bagaimana jika orang mengamati benda dengan lup dan kondisinya adalah mata normal berakomodasi maksimum?

Berakomodasi maksimum berarti lagi melihat benda yang dekat

Namun karena pengamat tersebut melihatnya menggunakan lup maka bagian yang dilihat sebenarnya adalah bayangan benda dan bukan bendanya.

Jadi disini kalau berakomodasi maksimum maka jarak bayangannya atau S’ = titik dekatnya Sn atau PP.

Tapi perlu diingat kalau pada mata “S'” bayangan itu selalu didepan lensa

Jadi disini S’= -PP atau -Sn

melihat benda dengan lup

Dapat dilihat pada gambar kaca pembesar atau lensa cembung diatas.

Misalnya didepan lup kita letakkan benda setinggi “h” (garis tegak warna ungu) dengan mata pengamat berada di sisi lainnya

Benda tersebut diletakkan sejauh “S” dari lup.

belum terdapat bakal

Maka kita gambar pembentukan bayangan yang prinsipnya sama seperti menggambar bayangan pada lensa cembung

Jadi kita pakai dua dari tiga sinar istimewa, dalam hal ini kita pakai sinar pertama dan sinar ketiga.

Sinar pertama adalah sinar datang sejajar sumbu utama, kita lewatkan diujungnya benda dibiaskan melalui titik fokus F2 (garis warna merah) pada gambar dibawah.

pembiasan sinar pertama pada lup

Kemudian untuk sinar yang ketiga dimana sinar datang menuju atau melalui titik pusat lensa, jadi kita hubungkan garis antara ujungnya benda dengan titik O dan sinar tersebut tidak dibiaskan tetapi diteruskan (garis warna hijau) pada gambar dibawah.

sinar ketiga pada kaca pembesar langsung diteruskan

Sehingga kita dapatkan dua sinar bias yaitu sinar yang berwarna merah dan sinar yang berwarna hijau.

Dari dua sinar bias tersebut jika kita perpanjang ke kiri maka akan ketemu atau berpotongan di satu titik seperti tampilan gambar dibawah ini.

bayangan maya pada kaca pembesar atau lup

Kalau berpotongan terletak diatas sumbu utama seperti pada gambar diatas berarti bayangannya tegak.

Kita tarik garis dari sumbu utama ke atas ke perpotongan tersebut, maka garis terebut adalah bayangannya setinggi “h'” dan letak bayangannya adalah :

s’ = -Sn terletak di titik dekat mata orang tersebut.

sudut beta sinar lup

Nah disini jika kita lihat sudut penglihatannya adalah beta (β) dan bukan alfa (α) lagi, karena sudah menggunakan lup atau kaca pembesar.

Rumus Perbesaran Anguler

Perbesaran anguler atau perbesaran sudut rumusnya adalah :

rumus perbesara anguler pada lup

Kenapa kok bisa Sn/s?

Kita sekarang hitung tangen beta (β)

Tangen beta (β) = h/s

Sedangkan yang tanpa lup

Tangen Alfa (α) = h/Sn

Sehingga jika tangen beta (β) / tangen alfa (α)

maka

Ma = (h/s) : (h/Sn)

Ma = Sn/s

Lalu bagaimana jika pengamat dengan mata normal melihat benda dengan lup tetapi dia tidak berakomodasi?

Tidak berakomodasi artinya bayangannya jatuh di titik jauhnya, kalau orang normal S’ = – ∞ (tak terhingga). Karena seperti kita ketahui titik jauh dari mata normal adalah tak terhingga.

Jadi S’ nya bayangannya jatuh di tempat yang sangat jauh atau – ∞ tak terhingga.

mata normal melihat benda dengan lup

Jika digambarkan pada kaca pembesar atau lup kurang lebih seperti pada gambar diatas dimana benda diletakkan di titik F1

Ini yang membedakan sama yang berakomodasi maksimum tadi, jika berakomodasi maksimum benda diletakkan di ruang 1 antara titik 0 sama F1. Namun untuk tidak berakomodasi benda ini pas di titik F1

Seperti yang sudah disampaikan di awal bahwa untuk memanfaatkan lensa cembung sebagai lup maka benda harus diletakkan di ruang 1 antara 0 sama F1 atau sejauh-jauhnya di titik fokus atau titik F1.

Nah bagaimana kalau benda ini diletakkan di titik F1

benda pada lup diletakkan di titik fokus

Karena benda diletakkan di titik fokus F1 maka jarak benda “S” = jarak fokus f

Untuk menggambar pembentukan bayangannya kita menggunakan sinar pertama dan sinar ketiga.

Sinar pertama datang sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus F2 (garis warna merah), sinar ketiga datang melalui titik pusat lensa tidak dibiaskan tapi diteruskan (garis warna hijau) pada gambar diatas.

Jika kita perpanjang sinar bias pertama dan sinar bias kedua adalah sejajar dan tidak akan pernah berpotongan sehingga bayangannya terletak di jauh tak terhingga.

Sehingga jika benda tersebut diletakkan di titik F1 maka bayangan akan jatuh di titik yang sangat jauh atau di titik tak terhingga

Dalam hal ini berarti pengamat ini sedang mengamati benda dengan kaca pembesar / lup dengan tidak berakomodasi atau berakomodasi minimum.

Rumus Umum Perbesaran Anguler Lup

rumus umum perbesaran kaca pembesar atau lup

Rumus umum dari perbesaran anguler atau perbesaran sudut dari lup atau kaca pembesar adalah :

Ma = Sn/s

Dimana ada tiga keadaan, yaitu :

  • Mata Normal Tidak Berakomodasi

Mata Normal Tidak Berakomodasi

Mata normal tidak berakomodasi bayangannya jatuh di tempat yang jauh tak terhingga (∞) dan karena terletak didepan lensa maka negatif.

S’ pada mata dan alat-alat optik itu selalu negatif.

S’ = – ∞ tak terhingga

Ma = Sn/f

Kenapa bisa berubah dari Sn/s menjadi Sn/f ?

Berikut penjelasannya..

Rumus lensa yaitu :

1/f = 1/s + 1/s’

Karena

S’ = – ∞ (tak terhingga)

Maka

1/f = 1/s + 1/- ∞

1/f = 1/s – 1/ ∞

1/f = 1/s – 0

1/f = 1/s

Sehingga

f = s

Maka jika seseorang melihat benda dengan lup pada keadaan tidak berakomodasi itu pada saat jarak benda ke lup atau “s” sama dengan jarak fokus lup atau f

Jadi rumus Ma = Sn/s

s nya boleh diganti dengan f

s = jarak benda ke lup

f = jarak fokus lup

Jadi pada mata normal tidak berakomodasi :

Ma = Sn/f

  • Mata Normal Berakomodasi Maksimum

Mata Normal Berakomodasi Maksimum

Pada saat mata berakomodasi maksimum maka bayangan atau s’ jatuh di titik dekat.

Sehingga :

s’ = -PP

atau

s’ = -Sn

Jika misalkan s’ = -Sn maka kita coba cari “s” dari rumusnya lensa berikut :

1/f = 1/s + 1/s’

1/f = 1/s + 1/-Sn

Persamaan diatas juga bisa menjadi :

1/f + 1/Sn = 1/s

Karena

Ma = Sn/s atau Ma = Sn . 1/s

Maka

Ma = Sn (1/f + 1/Sn)

Ma = Sn/f + Sn/Sn

Ma = Sn/f + 1

Maka pada mata normal berakomodasi maksimum atau ketika s’ = -Sn maka

Ma = Sn/f + 1

  • Mata Berakomodasi Pada Jarak x yaitu s’ = -x

Mata Berakomodasi Pada Jarak X

Rumusnya adalah

Ma = Sn/f + Sn/x

Mari kita coba buktikan.

Kita kembali ke rumusnya lensa..

1/f = 1/s + 1/s’

1/f = 1/s + 1/-x

1/f + 1/x = 1/s

Karena Rumus Umumnya

Ma = Sn/s

Maka

Ma = Sn . 1/s

Ma = Sn x (1/f + 1/x)

Ma = Sn/f + Sn/x

Keterangan

Ma = Perbesaran anguler (perbesaran sudut) lup

Sn = Jarak titik dekat pengamat (punctum proximum atau PP) dalam cm

s = jarak benda ke lup dalam cm

f = jarak fokus lup dalam cm

Prinsip 1

Mata tidak berakomodasi artinya bayangan jatuh di titik jauh mata (s’ = -PR)

PR adalah punctum remotum atau titik jauh mata

Lalu apa bedanya dengan mata normal tidak berakomodasi dimana s’ = – ∞ (tak terhingga) ?

Jadi kalau untuk mata normal s’ selalu sama dengan ∞ (tak terhingga).

Sedangkan S’ = – PR bisa untuk jenis mata apapun mau mata normal, miopi, maupun hipermetropi

Nah kebetulan kalau misalkan pengguna lup mata normal titik jauhnya atau PR nya adalah tak terhingga sehingga S’ = – ∞ (tak terhingga).

Untuk jenis mata hipermetropi pun juga nggak masalah kalau tidak berakomodasi karena hipermetropi titik jauhnya juga ∞ tak terhingga sehingga bisa dianggap sebagai mata normal.

Namun masalahnya adalah pada rabun jauh atau miopi.

Pada rabun jauh atau miopi dan ketika pengguna lup mengamatinya tanpa kacamata maka titik jauhnya tidak ∞ tak terhingga atau titik jauhnya adalah tertentu, bisa 2 meter atau 1 meter.

Jadi PR nya tidak tak terhingga maka dia dianggap berakomodasi pada jarak itu.

Misalkan titik jauhnya 2 meter atau 200 cm berarti S’ nya = 200 cm

Maka kita menggunakan rumus yang berakomodasi pada jarak x dimana nanti x nya adalah 200 cm.

Prinsip 2

Mata berakomodasi maksimum artinya bayangan jatuh di titik dekat mata, S’ = – PP.

Kalau berakomodasi maksimum maka mata normal, miopi, maupun hipermetropi S’ = – PP sehingga rumus :

Ma = Sn/f + 1 diatas bisa digunakan untuk mata normal, mata miopi, atau hipermetropi.

Prinsip 3

Jika mata berakomodasi pada jarak x maka bayangan jatuh di titik tersebut atau S’ = -x

Jadi menggunakan rumus yang paling kanan.

Jadi mau mata normal, hipermetropi, maupun miopi menggunakan rumus tersebut jika mata berakomodasi pada jarak x.

Prinsip 4

Untuk penderita miopi dan hipermetropi yang mengamati dengan kacamata, dengan catatan kacamata yang dipakai cocok yang mengakibatkan jarak pandangnya menjadi seperti mata normal, maka bisa dianggap sebagai mata normal.

Jadi rumus diatas berlaku kalau misalkan seorang penderita miopi atau hipermetropi itu mengamati benda dengan lup dengan catatan dia pakai kacamata yang ukuran yang cocok.

Karena jika kacamatanya tidak cocok penglihatannya penglihatannya belum seperti mata normal.

Baca Juga : Jenis dan Fungsi Kacamata Safety dalam Pekerjaan

Jadi disini yang perlu diperhatikan adalah di point yang pertama yaitu kalau mata tidak berakomodasi itu belum tentu menggunakan rumus

Ma = Sn / f

Jadi rumus diatas digunakan untuk mata normal tidak berakomodasi

Sedangkan rumus berikut

Ma = Sn/f + 1

digunakan untuk mata normal berakomodasi maksimum dan bisa dipakai juga untuk yang hipermetropi maupun miopi.

Sedangkan rumus

Ma = Sn/f + Sn/x

Digunakan untuk segala jenis mata baik mata normal, miopi, maupun hipermetropi

Perbesaran Anguler atau Perbesaran Sudut dari Lup Jika Ada Jarak Mata dengan Lup

Selama ini kita membahas perbesaran anguler atau perbesaran sudut dengan catatan matanya nempel dengan lup atau tidak ada jarak antara mata dengan lup.

Nah kenyataannya kalau misalkan kita mengamati benda dengan kaca pembesar / lup, hampir tidak mungkin mata kita benar-benar kita tempelkan di lup, atau dengan kata lain pasti ada jarak yaitu jarak antara mata dengan lup

Lalu bagaimana pembentukan bayangannya?

pembetukan bayangan pada lup dengan mata berjarak

Pada gambar diatas terdapat benda yang diletakkan di ruang 1 antara 0 – f1 setinggi h dengan jarak S.

Lalu pengamatnya agak jauh misalkan berjarak “d” dari pusat lensa atau dari lup.

Seperti pada contoh sebelumnya, kita akan menggunakan dua dari tiga sinar istimewa

Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus F2 (garis warna merah) dan sinar datang melalui titik pusat lensa tidak dibiaskan melainkan diteruskan (garis warna hijau) pada gambar dibawah.

bayangan pada lup dengan pengamatan mata berjarak

Jika dua sinar bias tersebut kita perpanjang ke kiri sampai berpotongan dan kita tarik garis dari sumbu utama ke perpotongan tersebut maka tinggi tersebut adalah bayangannya setinggi h’ (garis tegak warna ungu).

Rumusnya adalah :

Ma = (Sn/f + Sn/x) – (Sn.d)/(f.x)

  • Ma adalah perbesaran anguler atau perbesaran sudut dari lup
  • Sn adalah jarak titik dekat pengamat atau punctum proximum atau PP (Sn = PP dalam cm)
  • f adalah jarak fokus lup dalam cm
  • d adalah jarak antara mata dengan lup dalam cm
  • x adalah keadaan akomodasi mata dalam cm
    • Jika mata tidak berakomodasi maka X = PR dimana PR adalah titik jauh

Kalau mata normal dan penderita hipermetropi PR atau titik jauhnya tak terhingga, tapi kalau mata miopi dan dia mengamatinya tanpa kacamata maka PR-nya tertentu atau titik jauhnya bukan tak terhingga

    • Jika mata berakomodasi maksimum maka x = titik dekat atau PP atau Sn

Contoh Soal Perhitungan

contoh soal perhitungan lup

Pertanyaan :

Sebuah lup memiliki jarak fokus 10 cm. Tentukan perbesaran anguler dan jarak benda dari lup jika diamati oleh :

  • A. Mata normal tidak berakomodasi
  • B. Mata normal berakomodasi maksimum
  • C. Mata seorang miopi tanpa kacamata dengan titik dekat 20 cm dan titik jauh 1 meter tidak berakomodasi

Jawab :

Diketahui

Jarak fokus lup 10 cm atau f = 10 cm (ini berlaku untuk semua)

  • A. untuk mata normal tidak berakomodasi

Berarti perbesaran anguler atau Ma rumusnya adalah :

Ma = Sn/f

Sn untuk mata normal 25 cm

Ma = 25/10 = 2.5 kali

Sedangkan untuk jarak benda dari lup atau “S” untuk mata tidak berakomodasi adalah s = f

Jadi jarak benda sama dengan jarak fokusnya

Sehingga “S” nya juga 10 cm

Jadi jawaban soal A adalah ketika lup itu diamati oleh mata normal yang tidak berakomodasi maka perbesaran anguler nya 2.5 kali dan jarak benda dari lup adalah 10 cm.

  • B. Mata normal berakomodasi maksimum

Dimana rumus yang digunakan adalah

Ma = Sn/f + 1

Ma = (25/10) + 1

Ma 2.5 + 1 = 3.5 kali

Lalu untuk mencari “S” nya kita menggunakan rumus umum perbesaran sudut atau perbesaran anguler

Ma = Sn/S

3.5 = 25 / S

S = 25 / 3.5 atau 50 / 7 cm

Jadi jawaban soal B adallah ketika lup diamati oleh mata normal berakomodasi maksimum maka perbesaran anguler nya adalah 3.5 kali dan jarak benda dari lup adalah 50/7 cm

  • C. Mata seorang miopi tanpa kacamata dengan titik dekatnya 20 cm dan titik jauh 1 meter, tidak berakomodasi

Sn = PP = 20 cm

Titik jauh = PR = 1 meter atau 100 cm

Tidak berakomodasi

Penting!

Kita tidak boleh menggunakan rumus yang Ma = Sn/f karena mata pengamat adalah miopi.

Kalau miopi S’ nya tidak tak terhingga

Jadi rumus

Ma = Sn/f ini berlaku kalau “S'”nya = minus tak terhingga atau PR-nya itu tak terhingga

Dalam soal C ini PR nya tidak tak terhingga atau PR-nya 100 cm jadi “S'”nya = – 100 cm

Jadi rumus yang digunakan adalah rumus mata berakomodasi pada jarak x dimana x nya adalah PR atau 100 cm.

Rumusnya adalah :

Ma = Sn/f + Sn/x

Ma = 20/10 + 20/100

Ma = 2 + 0.2

Ma = 2.2 kali

Lalu untuk mencari “S” nya kita menggunakan rumus :

Ma = Sn/s

2.2 = 20 / s

s = 20 / 2.2 = 200 / 22 = 100 / 11

Jadi jawaban sola C adalah ketika lup diamati oleh mata seorang miopi tanpa kacamata dengan titik dekat 20 cm dan titik jauh 1 meter dan tidak berakomodasi, maka perbesaran anguler dari lup adalah 2,2 kali dan jarak benda dari lup adalah 100/11 cm

Contoh Produk Kaca Pembesar atau Lup

Nah kita sudah tahu teori dari kaca pembesar diatas, ternyata lebih rumit dibandingkan dengan penggunaannya ya yang relatif sederhana.

Saat ini kaca pembesar dapat kita temukan dalam beberapa brand, berikut ini adalah diantaranya yang mungkin bisa kamu jadikan referensi.

  • Matogui Portable LED 6BZ5

Matogui Portable LED 6BZ5

Terbuat dari material plastik ABS pada bagian bodynya membuat kaca pembesar ini terlihat kokoh dan tak mudah pecah. Untuk kacanya sendiri merupakan kaca asli.

Kaca pembesar yang dibandrol dengan harga 25 ribuan ini mempunyai diameter 67 mm dengan kemampuan perbesaran 2.5 kali.

Dengan adanya fitur LED membuat pengguna kaca pembesar tipe ini dapat melihat lebih jelas. Untuk dayanya sendiri menggunakan baterai sehingga kita cukup mengganti baterainya saja jika LED pada kaca pembesar ini mati.

Baca Juga : Mengenal Jenis-Jenis Baterai yang Sering Ada di Pasaran

  • Joyko Joy Art Magnifying

Joyko Joy Art Magnifying

Karena kaca pembesar juga banyak digunakan di dalam dunia pendidikan, maka tak heran joyko yang banyak kita temukan untuk produk-produk alat tulis kantorpun juga mengeluarkan produk lup ini.

Magnifying glass 100 mm namanya, dengan ukuran lensa 10 serta kemampuan pembesaran 3 x membuat produk ini memang cocok digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, contohnya untuk mengamati peta atau globe serta pengamatan pada tanaman tertentu.

Harga kaca pembesar ini juga relatif murah yaitu hanya 20 ribuan.

  • Krisbow Kaca Pembesar Dengan Pinset

Krisbow Kaca Pembesar Dengan Pinset

Salah satu brand ternama untuk berbagai macam produk mulai dari peralatan safety, misalnya : sepatu safety, peralatan ukur, sampai ke perkakas seperti berbagai jenis gergaji mesin, mesin amplas, dll.

Krisbow juga mengeluarkan produk kaca pembesar.

Yang unik dari produk ini adalah dengan dilengkapinya pinset yang tentunya bisa kita gunakan untuk mengambil benda-benda kecil sehingga banyak digunakan oleh tukang service handphone, jam tangan, dll.

Kaca pembesar dari krisbow ini mempunyai berat 120 gram dengan ukuran lensa 25 mm, namun dapat melakukan perbesaran 8 kali.

Harga kaca pembesar ini dalam kisaran 30 ribuan.

  • Loupe LED UV 40x Zoom

Loupe LED UV

Meskipun mempunyai ukuran yang relatif kecil, namun perbesaran yang dapat dilakukan oleh lup ini sampai dengan 40 kali.

Ditambah lagi dengan adanya 2 sumber cahaya berupa LED dan UV yang dapat membantu kita melakukan pengamatan di tempat yang kurang pencahayaan.

Kaca pembesar ini banyak digunakan di penjual perhiasan atau batu hias.

Harga dari lup ini juga relatif murah yaitu berkisar 25 ribuan.

  • Diymore LED Purple Lamp 30 / 60

Lup Diymore LED

Kaca pembesar dengan ukuran yang relatif kecil yaitu 100 x 39 x 22 mm serta dapat dilipat sehingga mudah dibawa berpergian.

Meskipun relatif kecil, namun alat ini mampu menghasilkan perbesaran 30 s/d 60 kali.

Kaca pembesar ini juga dilengkapi lampi LED sehingga dapat kita gunakan meskipun dalam kondisi ruangan yang kurang cahaya.

Harga alat ini juga relatif murah yaitu 90 ribuan.

Kesimpulan

Nah kita sudah belajar mengenai hal-hal terkait dengan kaca pembesar atau lup mulai dari teori sampai ke contoh produknya.

Harapannya tentunya sebelum membeli lup ini kita harus tahu terlebih dahulu lup tersebut akan kita gunakan untuk mengamatai apa dan perbesaran berapa kali yang kita inginkan.

Semoga Bermanfaat.

Sumber belajar :

Jendela Science

Cara Menggunakan Mesin Amplas Kayu dengan Aman dan Efektif

Cara Menggunakan Mesin Amplas Kayu dengan Aman dan Efektif

Mengamplas kayu adalah bagian penting dari proses pembuatan furniture dan benda kerajinan dari kayu. Mesin amplas kayu dapat membantu pekerjaan anda menjadi lebih cepat dan mudah.

Namun, mesin ini juga bisa berbahaya jika tidak digunakan dengan benar. Ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan saat menggunakan mesin amplas ini untuk memastikan keamanan dan efektivitas. Dalam artikel ini, kami akan membahas cara menggunakan mesin amplas kayu dengan aman dan efektif.

Yuk kita mulai..

Pengenalan Mesin Amplas Kayu dan Kegunaannya

alat amplas

Mesin amplas kayu adalah mesin yang digunakan untuk menghaluskan permukaan kayu dan menghilangkan goresan atau cacat pada kayu. Dengan menggunakan mesin amplas ini, pekerjaan yang akan memakan waktu berjam-jam dapat diselesaikan dalam waktu yang jauh lebih cepat dan juga lebih hemat tenaga dibandingkan dengan amplas manual. Hasil yang didapatkan juga relatif lebih halus. Selain itu, mesin amplas kayu juga dapat digunakan untuk amplas pada kayu yang lebih besar dan sulit dijangkau.

Mesin ini sangat berguna dalam pembuatan furniture, konstruksi rumah, dan proyek kayu lainnya.

Tips Memilih Mesin Amplas Kayu yang Tepat untuk Pekerjaan Anda

tips memilih mesin amplas kayu

Memilih mesin amplas kayu yang tepat untuk pekerjaan anda adalah kunci untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih mesin amplas ini, seperti :

  • Jenis amplas yang akan digunakan
  • Ukuran mesin
  • Besarnya daya listrik yang akan digunakan
  • Rentang kecepatan
  • Harga

Pastikan mesin amplas kayu yang anda pilih memiliki kecepatan yang dapat disesuaikan dengan jenis kayu yang anda amplas dan juga memiliki fitur keselamatan seperti saklar darurat dan sistem pemutusan daya otomatis.

Memahami jenis kertas amplas yang tepat untuk proyek Anda

kertas amplas kayu

Ada beberapa jenis kertas amplas yang berbeda dan setiap jenis cocok untuk pekerjaan pengamplasan yang berbeda pula.

Kertas amplas yang kasar akan menghilangkan goresan yang lebih dalam pada kayu, sementara kertas amplas yang halus akan menghasilkan hasil akhir yang lebih halus dan rata.

Pastikan anda memilih jenis kertas amplas yang sesuai untuk pekerjaan pengamplasan anda.

Setelah jenis kertas amplas sudah benar maka hal lain yang perlu diperhatikan adalah pada saat pemasangan kertas amplas tersebut.

Memasang kertas amplas pada mesin amplas kayu dengan benar adalah penting untuk hasil yang baik dan keselamatan. Pastikan mesin amplas kayu dimatikan sebelum memasang kertas amplas dan pastikan kertas amplas terpasang dengan baik dan rapi.

Risiko dan Bahaya Pada Penggunaan Mesin Amplas Kayu

risiko kerja mesin amplas

Seperti halnya alat-alat listrik lainnya, penggunaan mesin amplas kayu juga memiliki risiko dan bahaya yang perlu diperhatikan.

Berikut adalah beberapa risiko dan bahaya yang terkait dengan penggunaan mesin amplas kayu:

  • Cedera fisik

Mesin ini menghasilkan getaran yang cukup kuat dan mampu menyebabkan cedera fisik pada pengguna jika tidak digunakan dengan benar. Pengguna harus memastikan bahwa mereka mengenakan perlindungan yang sesuai seperti kacamata, masker debu, sarung tangan dan alas kaki yang aman.

  • Kebisingan

Mesin ini menghasilkan kebisingan yang cukup kuat dan dapat menyebabkan kerusakan pada pendengaran jika digunakan terlalu lama atau terlalu sering. Oleh karena itu, pengguna harus menggunakan pelindung telinga atau ear plugs yang sesuai saat menggunakan mesin amplas ini.

  • Debu dan serbuk kayu

Mesin ini menghasilkan banyak debu dan serbuk kayu yang dapat mengganggu pernapasan dan menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Pengguna harus memastikan bahwa mereka menggunakan masker debu dan kacamata safety atau kacamata pelindung saat menggunakan mesin amplas ini dan membersihkan area kerja secara teratur.

  • Kebakaran

Mesin ini menggunakan listrik dan panas yang tinggi, dan dapat menyebabkan kebakaran jika tidak digunakan dengan benar. Pengguna harus memastikan bahwa mesin ini selalu ditempatkan di tempat yang aman dan tidak ditinggalkan tanpa pengawasan saat kondisi mesin masih menyala.

Baca Juga : Jenis-Jenis APAR dan Klasifikasi Kebakaran

  • Kesalahan penggunaan

Kesalahan penggunaan pada mesin ini, seperti menekan terlalu keras atau menggerakkan mesin ke arah yang salah, dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan kayu atau bahkan cedera pada pengguna. Oleh karena itu, pengguna harus selalu membaca panduan penggunaan mesin amplas kayu dengan seksama sebelum menggunakannya.

Sebelum menggunakan mesin amplas kayu, pastikan area kerja bersih dan bebas dari benda-benda yang dapat mengganggu. Jangan biarkan anak-anak atau hewan peliharaan berada di dekat mesin amplas kayu. Pastikan anda mengenakan pakaian kerja yang sesuai dan selalu menggunakan kacamata safety atau kacamata pelindung dan alat pelindung diri lainnya.

Penting!

Meskipun mesin amplas kayu dapat membantu Anda menghasilkan hasil yang lebih baik dalam waktu yang lebih singkat, penggunaan mesin amplas kayu juga melibatkan risiko dan bahaya yang serius jika tidak digunakan dengan benar. Risiko termasuk cedera fisik seperti luka dan luka bakar, serta bahaya kebakaran dan kerusakan mesin. Pastikan Anda selalu menggunakan mesin amplas kayu dengan benar dan mengikuti panduan keselamatan yang direkomendasikan.

Menggunakan Mesin Amplas Kayu Dengan Teknik yang Benar Untuk Menghindari Bahaya

cara menggunakan mesin amplas kayu

Menggunakan mesin amplas kayu dengan teknik yang benar adalah kunci untuk menghindari bahaya dan mendapatkan hasil yang terbaik. Pastikan anda mengikuti petunjuk penggunaan yang terdapat dalam manual book dan menggunakan teknik dengan benar. Jangan memaksa menggunakan mesin ini untuk bekerja terlalu keras atau terlalu cepat, dan jangan biarkan mesin amplas ini tetap menyala tanpa pengawasan.

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan mesin amplas kayu dengan aman dan efektif:

  • Persiapkan area kerja yang aman dan bersih sebelum menggunakan mesin amplas kayu.
  • Kenakan pakaian kerja yang sesuai dan selalu gunakan alat pelindung diri seperti kacamata pelindung.
  • Pilih mesin amplas kayu yang tepat dan pastikan mesin dilengkapi dengan fitur keselamatan.
  • Pilih kertas amplas yang tepat untuk kegiatan anda dan pasang dengan benar pada mesin amplas kayu.
  • Gunakan mesin amplas kayu dengan teknik yang benar dan jangan memaksa mesin untuk bekerja terlalu keras.
  • Bersihkan mesin amplas kayu dengan benar setelah digunakan dan melaksanakan perawatan rutin pada mesin.
  • Atasi masalah yang mungkin terjadi selama proses amplas kayu.
  • Pahami risiko dan bahaya yang terkait dengan penggunaan mesin amplas kayu dan selalu menggunakan mesin dengan benar.

Memelihara Mesin Amplas Kayu Agar Tetap Berfungsi Dengan Baik

alat amplas murah

  • Membersihkan Mesin Secara Teratur

Membersihkan mesin amplas kayu secara teratur adalah langkah penting dalam menjaga mesin agar tetap berfungsi dengan baik. Setelah digunakan, pastikan untuk membersihkan mesin menggunakan kain yang lembut dan bersih. Jangan menggunakan bahan pembersih keras atau bahan kimia yang dapat merusak permukaan mesin. Selain itu, pastikan untuk membersihkan bagian-bagian yang sulit dijangkau, seperti area di sekitar roda amplas.

  • Mengganti Kertas Amplas Secara Teratur

Mengganti kertas amplas secara teratur juga sangat penting dalam menjaga mesin agar tetap berfungsi dengan baik. Kertas amplas yang kotor atau aus dapat memperlambat kinerja mesin, sehingga menggantinya secara teratur dapat membantu mempertahankan kinerja yang optimal.

  • Melumasi Bagian-Bagian Mesin yang Berputar

Melumasi bagian-bagian mesin yang berputar, seperti roda amplas dan bantalan, juga dapat membantu menjaga mesin agar tetap berfungsi dengan baik. Pastikan untuk menggunakan pelumas yang sesuai dan jangan terlalu banyak melumasi bagian mesin, karena dapat menyebabkan penumpukan debu dan kotoran.

  • Menjaga Kondisi Listrik

Pastikan bahwa mesin amplas kayu anda memiliki sumber listrik yang stabil dan aman. Jangan menggunakan kabel listrik yang rusak atau kabel yang terlalu panjang, karena ini dapat menyebabkan masalah listrik dan merusak mesin.

  • Menjaga Kebersihan Udara

Mesin amplas kayu dapat menghasilkan banyak debu dan serbuk kayu. Pastikan untuk membersihkan debu dan serbuk kayu secara teratur dan menggunakan masker saat menggunakan mesin. Selain itu, pastikan bahwa area kerja anda memiliki ventilasi yang cukup untuk menghindari penumpukan debu dan serbuk kayu.

  • Menjaga Suhu Mesin

Mesin amplas kayu yang digunakan secara berlebihan dapat menjadi panas. Pastikan untuk memberi jeda sesekali saat menggunakan mesin untuk menghindari overheating. Selain itu, pastikan bahwa mesin disimpan di area yang kering dan sejuk untuk mencegah kerusakan akibat panas berlebih.

Dalam menjaga mesin amplas kayu agar tetap berfungsi dengan baik, perawatan dan pemeliharaan secara teratur sangat penting. Dengan mengikuti tips dan trik yang dijelaskan di atas, Anda dapat mempertahankan mesin amplas kayu Anda dalam kondisi yang baik dan berfungsi dengan optimal dalam waktu yang lama.

Tips dan Trik Untuk Menghasilkan Hasil Amplas yang Baik Pada Kayu

cara mengamplas kayu

Ada beberapa tips dan trik yang dapat membantu Anda menghasilkan hasil amplas yang terbaik pada kayu. Salah satu tip adalah untuk mengamplas searah dengan arah serat kayu, karena amplas melawan serat kayu dapat menyebabkan goresan yang dalam dan tidak merata. Selain itu, pastikan Anda membiarkan mesin amplas kayu bekerja dengan lambat dan stabil, dan jangan terburu-buru atau memaksa mesin untuk bekerja terlalu keras.

Harga Mesin Amplas Untuk Beberapa Merk dan Tipe

  • Mactec MT924

Mactec MT924

Mesin amplas ini mempunyai desain yang ergonomis sehingga tidak membuat pengguna merasa cepat lelah.

Mesin amplas ini berbentuk bulat dengan diameter 12 cm sehingga sangat ideal jika kita gunakan untuk memoles permukaan yang luas.

Harga mesin amplas ini berkisar antara 1.1 jutaan.

  • Makita GV 7000 Disc Sander

Makita GV 7000 Disc Sander

Mesin amplas ini dapat bekerja dengan kecepatan 4700 rpm sehingga kegiatan pengamplasan dapat dilakukan lebih cepat.

Mesin ini menggunakan daya listrik sebesar 550 watt dengan berat hanya berkisar 2 kg sehingga terasa ringan ketika digunakan.

Mesin ini tidak hanya dapat digunakan untuk kayu, namun juga untuk menghaluskann besi.

Beberapa hal yang dapat dilakukan dengan mesin amplas ini antara lain untuk mengamplas permukaan kayu yang masih kasar, mengupas cat, dll

Harga mesin amplas ini berkisar antara 3.5 – 4 jutaaan.

  • Krisbow 220

Krisbow 220

Tidak hanya dalam hal alat ukur, krisbow juga mempunyai berbagai macam produk terkait dengan perkakas yang berkualitas. Salah satunya adalah mesin amplas krisbow 220.

Mesin amplas yang dibandrol dengan kisaran harga 600 s/d 700 ribuan ini mempunyai daya 220 watt dan tegangan listrik 220 volt / 50 Hz ini mampu bekerja dengan kecepatan 12.000 rpm.

Mesin amplas ini mempunyai keunggulan dimana amplas dapat dengan mudah dilepas dan dipasang serta adanya grip karet untuk memberikan kontrol yang maksimum.

Krisbow 220 memiliki dimensi pad 9.3 x 18.5 cm sehingga dapat menjangkau sudut yang sulit dijangkau.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, mesin amplas ini sangat cocok digunakan untuk pekerjaan terkait dengan kerajinan tangan dari bahan kayu serta pekerjaan furniture.

  • Wipro MM 491-G

mesin amplas duduk winpro

Mesin amplas yang menggunakan daya listrik 250 watt ini mempunyai dimensi diameter disc 150 mm dengan ukuran belt size 914 x 100 mm serta table size 190 x 125 mm.

Wipro MM 491-G merupakan mesin amplas duduk dengan 2 tipe yaitu amplas sabuk dan amplas disc sehingga sangat cocok digunakan untuk keperluan bengkel, tukang kayu, maupun home industri.

Mesin amplas ini dibandrol dengan kisaran harga 2 jutaan.

  • Bosch GBS 75AE

Bosch GBS 75AE

Siapa yang tak kenal dengan brand ini, salah satu merk terkenal untuk produk perkakas antara lain gergaji mesin, mesin poles, dll. Tak ketinggalan untuk mesin amplasnya.

Bosch GBS 75AE merupakan mesin amplas dengan komsumsi daya listrik sebesar 720 watt dan mampu bekerja dengan kecepatan putaran belt antara 200 s/d 300 meter per menit.

Alat ini dapat digunakan untuk menghaluskan dan membersihkan berbagai maca bahan dari mulai kayu, plastik, dan logam.

Desain dari mesin amplas ini dibuat kaku sehingga memudahkan pergerakan tangan pada saat bekerja.

Harga mesin amplas ini berkisar antara 2.6 – 3 jutaan.

  • Stanley Sheet Sander SSS310

Stanley Sheet Sander SSS310

Mesin amplas dengan ukuran mini dengan berat 2.4 kg ini menggunakan daya listrik 310 watt.

Mesin amplas ini dapat digunakan untuk menghaluskan kaku dan besi.

Harga dipasaran untuk mesin amplas ini juga relatif murah yaitu berkisar antara 600 ribuan saja.

  • Black Decker BS 2000

Black Decker BS 2000

Dengan desain yang ringkas dengan dimensi (P x L x T) 36 cm x 15.8 cm x 16 cm serta pegangan yang ergonomis membuat mesin amplas ini nyaman digunakan dan tidak mudah membuat pegal penggunanya.

Mesin amplas ini juga memberikan kemudahan dalam penggantian kertas amplasnya.

Mesin amplas ini menggunakan daya 200 watt untuk pengoperasiannya serta mampu memberikan kecepatan sampai dengan 14.000 OPM.

Harga mesin amplas ini juga relatif murah yaitu dalam kisaran 300 an ribu saja.

  • Ryu RPZS110

Ryu RPZS110 harga mesin amplas tembok

Mesin amplas yang menggunakan daya listrik 170 watt ini mempunyai dimensi 110 x 100 mm sehingga dapat dengan mudah dioperasikan dengan 1 tangan.

Mesin amplas ini menggunakan kabel double insulation sehingga dalam menggunakan alat inipun kita akan merasa lebih aman.

Motor yang kuat dan tahan lama menjadikan mesin amplas ini banyak digunakan untuk menghaluskan permukaan kayu, tembok, sampai besi.

Harga mesin amplas ini terbilang murah yaitu hanya berkisar 350 ribuan saja.

Disclaimer :

Review berbagai macam produk mesin amplas diatas tentunya hasil rangkuman kami dari berbagai macam sumber.

Tentunya keputusan membeli kembali lagi ke anda sendiri, karena ada berbagai pertimbangan baik dari brand, tujuang penggunaan, serta anggaran yang dimiliki.

Kesimpulan

hal hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan mesin amplas kayu

Mesin amplas kayu dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam kegiatan pengamplasan kayu anda jika digunakan dengan benar..

Untuk bekerja dengan aman maka kita harus tetap mengenali risiko dan bahaya yang terkait dengan penggunaan mesin amplas kayu ini. Dengan mengikuti langkah-langkah dan panduan yang diberikan, kita dapat menghindari masalah yang mungkin terjadi dan mendapatkan hasil yang terbaik dari pengamplasan dengan menggunakan mesin amplas kayu.

Selalu pastikan untuk memahami dan mengikuti panduan keselamatan saat menggunakan mesin amplas ini dan lakukan perawatan dan pemeliharaan yang tepat pada mesin untuk memperpanjang umur mesin dan menjaga kinerja mesin yang optimal.

Di dalam suatu industri yang telah menerapkan sistem manajemen kesehatan keselamatan kerja (K3) tentunya risiko bahaya tersebut sudah teridentifikasi didalam prosedur HIRADC sehingga tingkat risiko dapat dinilai di kurangi sebesar mungkin.

Semoga Bermanfaat.

Bagaimana Mesin Poles Mobil Membantu Meningkatkan Penampilan Kendaraan Anda

Bagaimana Mesin Poles Mobil Membantu Meningkatkan Penampilan Kendaraan Anda

Mobil adalah salah satu investasi terbesar yang bisa anda miliki. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa banyak orang yang ingin mempertahankan penampilan mobil mereka supaya selalu terlihat baru dan terawat. Salah satu cara yang efektif untuk melakukannya adalah dengan menggunakan mesin poles mobil.

Saat ini banyak sekali mesin poles mobil yang dijual di pasaran. Nah kali ini kita akan sedikit mengulas mengenai pengertian, prinsip kerja, serta cara merawat mesin poles mobil ini sehingga lebih efektif ketika digunakan.

Yuk kita mulai.

Perbedaan Antara Mesin Poles Mobil dan Metode Poles Manual

Polishing mobil merupakan salah satu proses yang penting dalam perawatan mobil yang tidak boleh diabaikan karena membantu menjaga tampilan mobil tetap bersih dan terawat. Ada dua metode yang umum digunakan dalam proses poles mobil, yaitu mesin poles mobil dan metode poles manual.

Metode Poles Manual

poles mobil manual

 

Metode poles manual adalah metode yang dilakukan secara manual dengan tangan dan menggunakan bahan-bahan khusus seperti lap, spons, dan cairan polish. Poles manual biasanya dilakukan pada bagian mobil yang sulit dijangkau oleh mesin poles, seperti bagian sudut atau lekukan yang sangat curam. Selain itu, metode ini juga cocok untuk mobil yang memiliki goresan-goresan ringan dan bercak noda kecil.

Kelebihan dari metode poles manual adalah lebih terkontrol dan lebih teliti dalam proses penghapusan noda dan goresan pada mobil. Anda bisa mengatur kekuatan dan tekanan yang diberikan pada area yang ingin di poles, yang mana hal ini lebih sulit dilakukan pada mesin poles mobil.

Namun, metode poles manual memerlukan waktu yang lebih lama dan membutuhkan keahlian dan pengalaman agar hasilnya maksimal.

Biaya yang dibutuhkan dalam metode poles manual lebih murah dibandingkan dengan metode mesin poles mobil.

Metode Poles Dengan Mesin

metode poles mobil dengan mesin

Metode poles mobil yang lain adalah dengan menggunakan mesin poles mobil. Mesin poles mobil biasanya digunakan pada mobil yang membutuhkan perawatan yang lebih intensif, seperti mobil yang telah lama tidak di poles atau mobil yang terkena bekas air hujan yang sudah menimbulkan noda atau bercak kotor.

Kelebihan dari mesin poles mobil adalah efisiensi dan kecepatan dalam proses penghapusan goresan dan noda pada mobil. Mesin poles mobil memiliki putaran yang lebih cepat dan kuat dibandingkan dengan tenaga manusia, yang dapat menghasilkan hasil yang lebih baik dalam waktu yang lebih singkat.

Namun, mesin poles mobil juga memiliki kelemahan, yaitu kurangnya kontrol pada tekanan yang diberikan pada mobil. Tekanan yang terlalu kuat bisa merusak permukaan mobil dan membuatnya rusak.

Oleh karena itu, Anda harus menghindari penggunaan mesin poles mobil pada mobil yang memiliki goresan yang sangat dalam atau pada mobil dengan cat yang tipis.

Pilih Manual Atau Dengan Mesin?

keunggulan poles manual dan mesin

Dalam memilih metode poles mobil, anda perlu mempertimbangkan kondisi mobil dan kebutuhan yang spesifik. Jika mobil Anda hanya memiliki noda ringan dan goresan, maka metode poles manual adalah pilihan yang lebih tepat.

Namun, jika mobil Anda membutuhkan perawatan yang lebih intensif, maka mesin poles mobil akan menjadi solusi yang lebih baik.

Tetapi penting untuk diingat bahwa penggunaan mesin poles mobil harus dilakukan oleh seorang yang lebih berpengalaman untuk menghindari kerusakan pada mobil. Sebaliknya, metode poles manual dapat dilakukan oleh siapa saja dengan pengalaman dan keahlian yang cukup, dan dengan biaya yang lebih terjangkau.

Apakah Mesin Poles Mobil Cocok untuk Semua Jenis Kendaraan?

Mesin poles mobil dapat digunakan pada sebagian besar jenis kendaraan, termasuk mobil, truk, dan motor. Namun, Anda perlu memilih mesin poles mobil yang sesuai dengan jenis dan ukuran kendaraan Anda untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Apa itu Mesin Poles Mobil

pengertian mesin poles mobil adalah

Mesin poles mobil adalah alat yang digunakan untuk memoles permukaan mobil dengan kecepatan tinggi dibandingkan dengan metode manual. Alat ini terdiri dari motor listrik dan pad polester, yang bekerja untuk menghasilkan gesekan pada permukaan mobil untuk menghilangkan goresan dan noda sehingga dapat meningkatkan kilau dan kecerahan permukaan mobil sehingga membuatnya terlihat lebih baru dan terawat. Dengan menggunakan mesin poles ini tentunya kita dapat  menghemat waktu dan uang dalam jangka panjang.

Tips Memilih Mesin Poles Mobil yang Tepat

Tips Memilih Mesin Poles Mobil yang Tepat
Untuk memilih mesin poles mobil yang tepat, anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor seperti :

  • Jenis dan ukuran mobil Anda
  • Jenis permukaan mobil
  • Frekuensi penggunaan mesin poles mobil.

Pilihlah mesin poles mobil yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda. Pertimbangkan juga dari segi keamanan dan kualitas mesin poles mobil yang anda pilih, pastikan membeli dari merek yang terpercaya dan memiliki ulasan positif dari konsumen sebelumnya.

Langkah-Langkah Menggunakan Mesin Poles Mobil

Langkah-Langkah Menggunakan Mesin Poles Mobil

Setelah kita tahu kegunaan dari mesin poless mobil, tentunya kita juga harus paham bagaimana cara menggunakannya, berikut ini adalah tahapan-tahapan menggunakan mesin poles tersebut :

  • Pastikan mobil dalam kondisi bersih dan kering sebelum memulai proses poles. Jangan memulai proses ini di bawah sinar matahari langsung atau di permukaan yang panas. 
  • Pasang pad polisher pada mesin poles dan pastikan itu terpasang dengan baik.
  • Siapkan bahan atu cairan apoles mobil.
  • Mulai proses poles mobil dari area yang kecil dan ratakan produk dengan mesin poles mobil. Gerakan mesin poles mobil harus dilakukan secara perlahan dan teratur. Hindari menekan terlalu kuat pada mesin poles mobil karena dapat merusak permukaan mobil anda.

Catatan : Pastikan untuk membersihkan pad polisher secara berkala dan mengganti pad polisher yang kotor atau aus.

  • Setelah selesai memoles area kecil, ulangi proses pada area lain sampai seluruh mobil telah dipoles. Setelah selesai, bersihkan sisa bahan pemoles dari permukaan mobil menggunakan kain bersih dan kering. Pastikan untuk membersihkan sisa produk dengan cermat untuk menghindari meninggalkan goresan pada permukaan mobil.
  • Lakukan pemeriksaan akhir pada mobil Anda untuk memastikan bahwa tidak ada sisa bahan poles atau cairan poles yang tersisa atau bagian mobil yang terlewat. Pastikan mobil Anda dalam kondisi bersih dan berkilau sebelum digunakan.

Penting Diperhatikan!

Pastikan Anda menggunakan mesin poles mobil dengan benar dan memahami petunjuk penggunaan mesin tersebut dengan baik. Selalu gunakan perlindungan mata (kacamata biasa juga dapat digunakan meskipun kacamata ini tidak memberikan perlindungan seefektif kacamata safety K3) dan sarung tangan (safety gloves) ketika mengoperasikan mesin poles mobil. Selain itu, pastikan Anda memilih kecepatan yang sesuai dengan permukaan mobil Anda, dan jangan menekan terlalu kuat pada permukaan mobil agar tidak merusak lapisan cat.

Bagaimana Merawat Mesin Poles Mobil

Bagaimana Merawat Mesin Poles Mobil

Merawat mesin poles mobil adalah bagian penting dari perawatan kendaraan anda secara keseluruhan. Mesin poles mobil yang baik tidak hanya membuat mobil anda terlihat lebih bersih dan lebih menarik secara visual, tetapi juga dapat membantu mencegah kerusakan pada cat dan permukaan mobil Anda.

Berikut ini adalah beberapa cara merawat mesin poles mobil :

  • Bersihkan mesin poles mobil secara teratur

Pertama-tama, Anda harus membersihkan mesin poles mobil secara teratur untuk memastikan bahwa kain atau spons yang anda gunakan selalu bersih dan bebas dari kotoran atau debu.

Membersihkan mesin poles mobil juga membantu mencegah kotoran atau debu menempel pada permukaan mobil anda dan mengurangi risiko goresan atau kerusakan yang tidak diinginkan.

  • Gunakan produk (Bahan atau Cairan Poles Mobil) yang tepat

Pastikan anda menggunakan produk atau bahan poles yang tepat untuk mesin poles mobil anda. Ada banyak produk yang tersedia di pasaran yang dirancang khusus untuk membersihkan dan memoles permukaan mobil. Pastikan anda membaca petunjuk pada produk dan mengikuti instruksi dengan benar untuk memastikan hasil terbaik.

  • Perhatikan suhu

Perhatikan suhu saat menggunakan mesin poles mobil Anda. Terlalu panas atau terlalu dingin dapat memengaruhi kinerja mesin poles mobil untuk mencapai hasil terbaik. Jangan mencoba menggunakan mesin poles mobil pada permukaan mobil yang panas atau terkena sinar matahari langsung.

Baca Juga : Beberapa Alat Ukur Suhu Yang Sering Digunakan Dalam Industri

  • Jangan terlalu sering menggunakan mesin poles mobil

Meskipun mesin poles mobil dapat membantu Anda mencapai hasil terbaik, penggunaan yang terlalu sering dapat merusak cat atau permukaan mobil Anda. Jangan gunakan mesin poles mobil lebih dari yang diperlukan atau terlalu sering. 

Anda dapat menggunakan mesin poles mobil ketika permukaan mobil anda mengalami goresan, noda, atau terlihat kusam. Anda juga dapat menggunakan mesin poles mobil secara teratur untuk menjaga penampilan mobil Anda tetap terawat.

  • Pastikan mesin poles mobil tetap dalam kondisi baik

Pastikan mesin poles mobil anda tetap dalam kondisi baik dengan membersihkannya secara teratur dan memastikan bahwa anda mengganti spons atau kain yang digunakan sesuai kebutuhan. Periksa mesin poles mobil secara berkala untuk memastikan bahwa tidak ada kerusakan pada mesin atau bagian lainnya.

Bagaimana Mesin Poles Mobil Dapat Membantu Anda Menghemat Waktu dan Uang

mesin poles mobil dapat menghemat biaya

Dengan menggunakan mesin poles mobil, anda dapat menghemat waktu dan uang yang seharusnya anda habiskan untuk membawa mobil anda ke bengkel atau mengeluarkan uang untuk menyewa jasa poles mobil.

Selain itu, mesin poles mobil juga dapat membantu Anda memperpanjang umur cat mobil Anda dengan menjaga permukaan mobil tetap terawat dan terlindungi dari goresan dan noda.

Kisaran Harga Mesin Poles Mobil Terbaik

Seperti yang telah disinggung diatas, jika mesin poles mobil ini dapat tersedia dalam berbagai merk dan tipe. Setiap merk dan tipe tersebut tentunya mempunyai keunggulan masing-masing.

Berikut ini adalah review dari beberapa merk dan tipe tersebut yang kami rangkum dari beberapa sumber.

Disclaimer :

Oiya, tentunya keputusan dalam membeli mesin poles mobil ini tetap berada di tangan anda yang mungkin ada beberapa hal yang menjadi pertimbagan misalnya, dari fitur, harga, kemudahan penggunaan, dll.

Bosch GPO 12CE

Bosch GPO 12CE Rev 1

 

Dengan desain yang ergonomis serta dilengkapi adanya soft grip membuat mesin poles ini nyaman digunakan.

Mesin poles yang bekerja dengan daya listrik 1250 watt ini yang mempunyai ukuran 7 inch serta mampu beroperasi dengan kecepatan tanpa beban dalam rentang 750 – 3000 rpm dimana kecepatan ini bisa diatur sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Harga mesin poles mobil Bosch GPO 12CE sekitar 3 – 3.2 jutaan

Krisbow Mesin Poles Tangan

Krisbow Mesin Poles Tangan

Hampir semua orang yang bekerja di industri tentunya kenal dengan brand ini. Salah satu brand yang banyak kita temukan di berbagai macam perkakas baik itu peralatan listri, peralatan rumah tanggan, sampai ke alat ukur industri. Brand ini juga mengeluarkan mesin poles tangan.

Mesin poles dengan ukuran pad 18 cm dengan konsumsi daya listrik yang cukup rendah yaitu 570 watt dan dapat bekerja dengan rentang kecepatan 1000 – 2400 rpm.

Harga dari mesin poles ini juga relatif murah yaitu berkisar 900 ribuan.

Mailtank Car Polisher SH 43

Mailtank Car Polisher SH 43

Pegangan anti licin, adanya pengaturan beberapa kecepatan, dan harga yang relatif terjangkau menjadikan mesin poles yang satu ini dijadikan pilihan.

Mesin ini juga memberikan keunggulan dimana ukuran disk pemoles bisa diganti sesuai dengan kebutuhan serta gagang yang bisa diputar.

Harga mesin poles plastik ini sangatlah murah yaitu sekitar 200 ribuan.

Goto Kova GV6101

kova car polisher

Dengan dimensi yang relatif kecil yaitu 5 inch dan berat hanya berkisar 1.28 kg saja membuat mesin poles yang satu ini nyaman digunakan dan tidak mudah membuat pegal tangan penggunanya.

Tingkat kecepatan dari mesin poles ini juga dapat diatur sesuai dengan penggunaan dimana kecepatan maksimal adalah 4500 rpm.

Goto Kova GV6101 bekerja dengan menggunakan daya 600 watt dengan disertai kabel listrik dengan panjang 2 meter.

Mesin poles ini dipasaran dibandrol dengan harga sekitar 250 – 300 ribuan.

Toro TR-DA-15

Toro TR-DA-15

Mesin poles yang disertai dengan fitur soft start dengan constant speed system sehingga mampu menghasilkan kecepatan yang stabil dan bertenaga dan sangat efektif kita gunakan untuk menghilangkan cacat cat pada mobil lebih cepat.

Wire mesh intake cover pada mesin poles ini juga dapat dilepas pasang sehingga dapat mencegah debu masuk ke dalam motor yang dapat mengakibatkan kerusakan.

Toro TR-DA-15 dapat kita operasikan dengan rentang kecepatan 2000-4500 rpm.

Di pasaran, harga mesin poles mobil yang satu ini dibandrol sekitar 2.8 – 3.1 jutaan

Ryu Gun Polish RGP 180E

Ryu Gun Polish RGP 180E

Mesin poles yang dilengkapi dengan fitur soft grip serta desain yang ergonomis sehingga nyaman ketika kita gunakan untuk memoles mobil.

Mesin ini menggunakan daya listrik 900 watt dan dapat bekerja dengan 2 mode kecepatan yaitu variable speed (5 speed 600-2000 rpm) dan single speed.

Mesin poles ini juga dapat diaplikasikan pada bidang yang vertikal.

Harga jual dari mesin ini adalah berkisar 1.3 jutaaan.

Kenmaster Car Polisher

Kenmaster Car Polisher

Siapa yang tidak kenal dengan brand kenmaster?

brand yang banyak kita temukan dalam berbagai macam peralatan rumah tangga sampai ke peralatan industri.

Salah satunya juga dapat kita temukan dalam mesin poles mobil.

Dengan adanya 2 pegangan membuat mesin poles kenmaster ini juga ergonomis dan nyaman digunakan dan tidak mudah lepas.

Motor dalam mesin poles ini menggunakan daya 110 watt.

Mesin poles yang satu ini sangat cocok buat anda yang mempunyai budget terbatas karena dari sisi harga relatif murah.

Harga mesin poles mobil ini adalah berkisar 350 ribuan.

Info :

Jika kita perhatikan merk-merk diatas, ternyata selain memproduksi mesin poles mobil juga memproduksi gergaji mesin yang pernah kita ulas di artikel sebelumnya : Gergaji Mesin : Pengertian, Jenis, dan Panduan Pembelian

Kesimpulan

keuntungan menggunakan mesin poles mobil

Mesin poles mobil dapat membantu meningkatkan tampilan mobil Anda dengan hasil yang lebih baik dan lebih cepat dibandingkan metode poles manual.

Namun, Anda perlu memilih mesin poles mobil yang sesuai dengan kebutuhan anda dan memahami cara menggunakan dan merawat mesin poles mobil dengan benar untuk memastikan keamanan dan kualitas hasil yang optimal.

Dengan menggunakan mesin poles mobil, Anda dapat menghemat waktu dan uang sambil memperpanjang umur cat mobil Anda dan menjaga tampilan mobil Anda tetap terawat dan menarik.

Semoga Bermanfaat

Info :

Oya, terkait dengan mobil, motor, atau perbengkelan tentunya kita tidak dapat dilepasskan dengan berbagai macam kunci yang seringkali digunakan di bengkel.

Untuk macam-macam kunci tersebut sudah pernah kami ulas di artikel sebelumnya yang berjudul : Perbedaan dan Kegunaan Kunci Pas, Ring, L, Sok, T, dan Ring Pas

Silakan teman-teman membacanya jika berkenan.

Pengelolaan Limbah B3 di Layanan Fasilitas Kesehatan

Pengelolaan Limbah B3 di Layanan Fasilitas Kesehatan

Secara singkat, limbah merupakan buangan dari hasil suatu proses baik itu proses produksi di dalam industri maupun domestik. Ada berbagai macam jenis limbah, antara lain : limbah organik, anorganik, dan limbah B3.

Jenis limbah yang ketiga tersebut dapat dihasilkan dari beberapa macam aktivitas atau kegiatan, misalnya dari aktivitas pengujian di laboratorium, pariwisata, maupun fasilitas kesehatan antara lain meliputi puskesmas, klinik pelayanan kesehatan, rumah sakit.

Seperti kita ketahui bahwa limbah B3 yang dihasilkan dari kegiatan fasilitas pelayanan kesehatan mempunyai karakteristik yang bermacam-macam antara lain :

  • Infeksius
  • Benda tajam
  • Patologis
  • Bahan kimia kadaluarsa, tumpahan, atau sisa kemasan
  • Radioaktif
  • Farmasi
  • Sitotoksik
  • Peralatan medis yang memiliki kandungan logam berat tinggi
  • Tabung gas atau kontainer tekanan

Nah kali ini kita akan membahas mengenai tata pengelolaan limbah B3 tersebut.. Yuk kita mulai..

Peraturan Terkait Pengelolaan Limbah B3

Didalam pengelolaan limbah B3 tentu saja organisasi harus memperhatikan keselamatan dan keamanan. Terkait dengan tata cara pengelolaan limbah B3 tersebut, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.56/MENLHK-SETJEN/2015.

Peraturan menteri tersebut bertujuan untuk memberikan panduan bagi penghasil limbah B3 dari fasilitas pelayanan kesehatan didalam mengelola limbah B3 yang dihasilkan.

Pengelolaan limbah B3 dimaksudkan agar limbah B3 yang dihasilkan sesedikit mungkin yaitu dilakukan dengan cara mengurangi atau menghilangkan sifat bahaya dan sifat beracun.

Kegiatan pengelolaan limbah B3 dari fasilitas pelayanan kesehatan memiliki potensi yang membahayakan bagi manusia termasuk juga pekerja sehingga perlindungan untuk pencegahan cedera sangat penting bagi semua pekerja di setiap rangkaian kegiatan pengelolaan limbah B3.

Setiap orang yang melaksanakan tugas pengelolaan limbah B3 wajib pernah mengikuti pelatihan pengelolaan limbah B3 atau memiliki pengalaman dalam pengolahan limbah B3.

Perlindungan bagi pekerja ini sangat diperlukan, antara lain dengan adanya :

  • APD (Alat Pelindung Diri)
  • Personal hygiene
  • Imunisasi
  • Keamanan sitotoksik
  • Medical check up yang rutin
  • Pemberian makanan tambahan
  • Praktek pengelolaan limbah

Baca Juga : IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) WWTP dan STP

6 Tahap Pengelolaan Limbah B3

Panduan pengelolaan limbah B3 yang timbul dari fasilitas layanan kesehatan tersebut memiliki 6 tahap antara lain :

Pengurangan dan Pemilahan

penggantian limbah b3

Pengurangan dan pemilihan limbah B3 wajib dilakukan oleh penghasil limbah B3. Pengurangan limbah B3 ini dilakukan dengan berbagai cara, misalnya :

  • Menghindari penggunaan material yang mengandung B3 jika terdapat pilihan lainnya, misalnya jika pada alat ukur termometer yang menggunakan bahan merkuri disubtitusi dengan menggunakan termometer alkohol.
  • Melakukan tata kelola yang baik terhadap setiap bahan atau material yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan atau pencemaran terhadap lingkungan.
  • Melakukan tata kelola yang baik di dalam pengadaan bahan kimia dan bahan farmasi untuk menghindari terjadinya penumpukan dan kadaluarsa.
  • Melakukan pencegahan dan perawatan berkala terhadap peralatan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Sedangkan pemilahan limbah B3 antara lain dilakukan dengan cara :

  • Memisahkan limbah B3 berdasarkan jenis, kelompok, atau karakteristik dari limbah B3 itu sendiri.
  • Mewadahi limbah B3 itu sesuai dengan kelompok limbah B3

Tata cara pengurangan dan pemilihan limbah B3 tersebut tentu saja harus dilakukan sesuai ketentuan dan seperti yang tercantum di dalam lampiran I P.56/MENLHK-SETJEN/2015 tersebut.

Pengurangan dan pemilihan ini dapat dilakukan melalui berbagai langkah, yaitu :

  • Pengurangan pada sumbernya

Salah satu hal penting yang harus dilakukan dalam pelaksanaan pengurangan pada sumbernya adalah melakukan prosedur kerja tentang penanganan medis yang baik

Contohnya : Terhadap pasien yang akan mendapatkan suntikan 3 ml obat, maka sebaiknya peralatan suntik yang digunakan juga harus memiliki volume yang tepat sebesar 3 ml.

  • Penggunaan kembali (Reuse)

Peralatan medis yang digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat digunakan kembali antara lain misalnya : botol atau kemasan dari kaca, dll. Namun peralatan disposible atau single used tidak boleh digunakan berulang.

  • Daur ulang atau recycle

Daur ulang merupakan upaya pemanfaatan kembali dari komponen yang bermanfaat melalui proses tambahan secara kimia, fisika, atau biologi yang menghasilkan produk yang sama atau produk yang berbeda.

Beberapa material yang dapat didaur ulang itu antara lain : plastik, kertas, kaca, logam, dll.

Dan daur ulang terhadap material berbahan plastik umumnya dilakukan terhadap jenis plastik berbahan dasar polietilena dan high density polyethylene atau HDPE.

Baca Juga : Perbedaan Unsur Logam dan Non Logam Serta Contohnya

  • Pemilahan

Pemilahan ini merupakan tahapan penting dalam pengelolaan limbah.

Pemilahan limbah medis tentu saja wajib dilakukan sesuai dengan kelompok limbahnya

Jadi masing-masing kelompok limbah harus ditetapkan mengenai kode warnanya, simbolnya, wadah atau kemasannya, dan juga tentang pengelolaan limbah medis.

  • Pengomposan

Pengomposan ini merupakan salah satu cara penting untuk mengurangi limbah seperti makanan buangan, limbah dapur, karton bekas, atau limbah taman, dll.

Baca Juga : Pembuatan Biogas dan Proses Yang Terjadi Dalam Digester

Penyimpanan

penyimpanan limbah b3

Penyimpanan limbah B3 wajib dilakukan oleh penghasil limbah B3. Penyimpanan limbah B3 dilakukan dengan berbagai cara antara lain :

  • Penyimpanan limbah B3 dilakukan di fasilitas penyimpanan.
  • Penyimpanan dengan wadah limbah B3 sesuai dengan kelompok limbah B3 nya.
  • Menggunakan warna pada setiap kemasan atau wadah limbah sesuai dengan karakteristik dari limbah B3 nya
  • Memberikan simbol dan label limbah B3 pada setiap kemasan atau limbah B3 setelah saja harus sesuai dengan karakteristik limbah B3

Ketentuan mengenai simbol tercantum di dalam lampiran II sedangkan tata cara penyimpanan limbah B3 ini tercantum dalam lampiran III P.56/MENLHK-SETJEN/2015 tersebut.

Penyimpanan limbah B3 dapat dilakukan secara baik dan benar apabila limbah B3 telah dilakukan pemilahan termasuk memasukkan limbah B3 ke dalam wadah atau kemasan yang sesuai dan tentu saja diikuti dengan simbol dan label limbah B3

Pengangkutan

pengangkutan limbah b3

Pengangkutan limbah B3 wajib dilakukan sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan antara lain :

  • Menggunakan alat angkut limbah B3 yang telah mendapatkan izin pengelolaan limbah B3 mengenai kegiatan pengangkutan limbah B3
  • Menggunakan simbol limbah B3
  • Harus dilengkapi dengan manifes limbah B3

Pengolahan

pengolaan limbah b3

Pengolahan limbah B3 dilakukan secara thermal oleh penghasil limbah B3 yang memiliki izin pengelolaan limbah B3 mengenai kegiatan pengolahan limbah B3 atau pengolah limbah B3 yang memiliki izin pengelolaan limbah B3 mengenai kegiatan pengolahan limbah B3.

Pengolahan limbah B3 secara termal ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai alat antara lain :

  • Menggunakan autoklaf tipe alir gravitasi atau vakum
  • Menggunakan gelombang mikro
  • Menggunakan iradiasi frekuensi radio
  • Menggunakan insinerator

Penguburan

penimbunan limbah b3

Penguburan limbah B3 hanya dapat dilakukan untuk limbah B3 patologis dan benda tajam

Penguburan limbah B3 harus memperoleh persetujuan penguburan limbah B3 dan masa berlaku persetujuan tersebut adalah lima tahun dan dapat diperpanjang

Penimbunan

penguburan bahan b3

 

Pnimbunan limbah B3 dilakukan terhadap limbah B3 yang berupa abu terbang insinerator (fly ash insinerator) dan slag atau abu dasar insinerator (Bottom ash insinerator).

Sebelum melakukan penimbunan maka limbah B3 wajib dilakukan enkapsulasi atau inertisasi dan prosedur enkapsulasi atau inertisasi dapat dilihat di dalam lampiran V P.56/MENLHK-SETJEN/2015 tersebut.

Penimbunan limbah B3 yang dilakukan di fasilitas layanan kesehatan harus mendapatkan persetujuan penimbunan limbah B3 yang diterbitkan oleh Kepala instansi lingkungan hidup dan masa berlaku persetujuannya ini selama 10 tahun dan dapat diperpanjang.

Kesimpulan

Demikian artikel pendek mengenai pengelolaan limbah B3 khususnya yang dihasilkan oleh fasilitas kesehatan. Dengan memahami 6 tahapan tersebut harapannya tentunya kita lebih memahami hal-hal apa saja yang harus kita lakukan jika bidang pekerjaan kita bersinggungan dengan limbah B3.

Semoga Bermanfaat.

Referensi :

https://jdihn.go.id/files/146/P.55%20Tahun%202015.pdf

Pengujian Alat Kesehatan? Ini dia Aturan Terkaitnya

Pengujian Alat Kesehatan? Ini dia Aturan Terkaitnya

Sesuai namanya, secara singkat alat kesehatan merupakan peralatan atau instrumen instrumen, mesin yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan serta meringankan atau merawat orang sakit.

Mengingat sedemikian pentingnya peralatan ini, maka pengujian terhadap alat tersebut juga harus dilakukan dan dipantau secara berkala.

Kali ini kita akan belajar bersama terkait dengan aturan pengujian atau kalibrasi alat kesehatan tersebut.

Yuk kita mulai…

Kenapa Dilakukan Pengujian Alat Kesehatan?

lab uji alkes

Pengujian dan atau kalibrasi alat kesehatan dilakukan untuk menjamin tersedianya alat kesehatan sesuai dengan standar pelayanan, persyaratan mutu, keamanan, manfaat keselamatan dan laik dipakai.

Alat kesehatan yang dilakukan pengujian atau kalibrasi merupakan peralatan yang digunakan untuk keperluan diagnosa, terapi, rehabilitasi dan penelitian medik baik secara langsung maupun tidak langsung dan memiliki parameter penunjukan output dan kinerja.

Pengujian sendiri dinyatakan sebagai keseluruhan tindakan yang meliputi pemeriksaan fisik dan pengukuran untuk membandingkan alat yang diukur terhadap standar atau untuk menentukan besaran atau kesalahan pengukuran. Sedangkan kalibrasi merupakan kegiatan peneraan untuk menentukan kebenaran nilai penunjukan alat ukur.

Setiap alat kesehatan yang digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya harus dilakukan pengujian dan atau kalibrasi secara berkala oleh balai atau institusi pengujian fasilitas kesehatan. Dan dalam melakukan pengujian dan atau kalibrasi alat kesehatan, balai atau institusi tersebut harus mengacu pada metode kerja pengujian dan kalibrasi yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

Pengujian dan kalibrasi dilaksanakan atas permohonan pemilik atau pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan atau fasilitas kesehatan lainnya dan pengujian alat kesehatan ini meliputi uji fungsi, uji keselamatan, dan juga uji kinerja.

  • Uji fungsi merupakan pengujian secara keseluruhan melalui bagian-bagian alat kesehatan dengan kemampuan maksimum tanpa beban sebenarnya sehingga dapat diketahui apakah secara keseluruhan alat kesehatan dapat dioperasikan dengan baik sesuai fungsinya.
  • Uji keselamatan merupakan pengujian yang dilakukan terhadap alat kesehatan untuk memperoleh kepastian bahwa tidak ada bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan alat kesehatan.

Baca Juga : HIRADC dan Contoh Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko

  • Uji kinerja merupakan pengujian untuk mengetahui seberapa besar kinerja dari suatu alat kesehatan sehingga dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan spesifikasinya.

Siapa yang Melakukan Pengujian dan Berapa Jangka Waktunya?

pengujian alkes

Siapa saja nih yang dapat melakukan pengujian dan kalibrasi alat kesehatan dan berapa lama interval pengujian tersebut harus dilakukan?

Jenis alat kesehatan yang wajib dilakukan pengujian dan atau kalibrasi dapat dilihat di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 54 tahun 2015 tentang pengujian dan kalibrasi alat kesehatan dan jenis alat kesehatan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

Pengujian dan kalibrasi alat kesehatan dilakukan secara berkala paling sedikit satu kali dalam satu tahun.

Pengujian dan kalibrasi pesawat sinar-x tidak perlu dilakukan apabila pengujian dan kalibrasi jatuh pada tahun yang bersamaan dengan uji kesesuaian pesawat sinar-x.

Uji kesesuaian pesawat sinar-x tersebut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dibidang ketenaga nuklir.

Dan dalam kondisi tertentu alat kesehatan wajib diuji dan atau dikalibrasi sebelum jangka waktu satu tahun.

Alat kesehatan yang telah memenuhi standar berdasarkan hasil pengujian dan kalibrasi harus diberikan sertifikat dan label laik pakai.

label alat kesehatan laik pakai

Alat kesehatan yang tidak memenuhi standar ini akan diberikan keterangan dan label tidak laik pakai.

label pengujian alat kesehatan tidak layak pakai

Label harus ditempel pada bagian alat kesehatan mudah terlihat dan tidak mudah lepas atau rusak.

Sertifikat dan label tersebut diterbitkan oleh balai atau institusi pengujian fasilitas kesehatan yang melakukan pengujian dan atau kalibrasi. Sedangkan sertifikat untuk alat kesehatan yang diuji dan dikalibrasi oleh unit di rumah sakit diterbitkan oleh balai pengamanan fasilitas kesehatan pengampunya.

Sedangkan label-label untuk alat kesehatan yang diuji dan dikalibrasi oleh instalasi atau unit di rumah sakit dapat diterbitkan oleh instalasi atau unit rumah sakit yang melakukan pengujian dan kalibrasi.

Sertifikat dan label harus mencantumkan nomor jika dan label. Nomor sertifikat dan label dikeluarkan oleh direktur Jenderal sesuai dengan kodefikasi yang telah ditentukan. Dan nomor sertifikat dan label tersebut diberikan sesuai dengan permohonan yang diajukan oleh balai atau institusi pengujian fasilitas kesehatan.

Jenis Balai dan Institusi Pengujian Fasilitas Kesehatan

Balai dan Institusi Pengujian Fasilitas Kesehatan

Balai pengujian fasilitas kesehatan bisa meliputi balai pengamanan fasilitas kesehatan dan loka pengamanan fasilitas kesehatan.

Sedangkan untuk institusi pengujian fasilitas kesehatan bisa meliputi institusi pengujian alat kesehatan dan instalasi atau unit di rumah sakit.

Persyaratan instalasi atau unit di rumah sakit ini harus merupakan instalasi atau unit rumah sakit yang ada rumah sakit rujukan sekaligus sebagai Rumah Sakit pendidikan.

Balai pengujian fasilitas Kesehatan dikelola oleh pemerintah atau pemerintah daerah sedangkan institusi pengujian fasilitas alat kesehatan ini termasuk juga instalasi atau unit di rumah sakit dikelola bisa oleh pemerintah atau pemerintah daerah atau pihak swasta. Dan institusi pengujian fasilitas kesehatan tersebut harus berbentuk badan hukum yang kegiatan usahanya bergerak dibidang jasa pengujian dan atau kalibrasi alat kesehatan.

Institusi atau unit rumah sakit ini harus memiliki kemampuan untuk melakukan pengujian dan kalibrasi alat kesehatan secara internal dan pengujian atau kalibrasi alat kesehatan secara internal ini merupakan penyelenggaraan pengujian atau kalibrasi alat kesehatan hanya untuk alat kesehatan milik rumah sakit yang bersangkutan.

Sedangkan unit atau instalasi di rumah sakit tersebut harus melakukan pengujian atau kalibrasi alat kesehatan di bawah pengampuan balai pengamanan fasilitas kesehatan sesuai dengan wilayah kerjanya.

Klasifikasi Balai dan institusi pengujian Fasilitas Kesehatan

Balai dan institusi pengujian fasilitas Kesehatan diklasifikasikan sebagai kelas A, B, C, dan D.

Selain melakukan pengujian dan kalibrasi, balai atau institusi pengujian fasilitas kesehatan kelas A dan kelas B dapat melakukan pendampingan, pelatihan, advokasi, dan penelitian.

Balai dan institusi pengujian tersebut yang telah memenuhi persyaratan dan mampu melakukan pengujian dan kalibrasi di atas kemampuan pelayanannya dapat meningkatkan kelasnya. Balai dan institusi yang naik kelas harus memperbaharui izin operasionalnya.

Persyaratan Balai dan Institusi Pengujian Fasilitas Kesehatan

persyaratan lab uji faskes

Balai dan institusi tersebut harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan, peralatan, dokumen laboratorium, dan sumber daya manusia.

Lokasi balai dan institusi harus memenuhi ketentuan mengenai kesehatan dan keselamatan lingkungan. Bangunan balai dan institusi ini harus permanen tidak bergabung dengan tempat tinggal.

Bangunan instalasi atau unit rumah sakit dapat diintegrasikan atau dapat juga terpisah dari instalasi atau unit lainnya. Dan bangunan balai dan institusi harus memiliki ruangan paling tidak terdiri dari ruangan kerja atau laboratorium, ruangan pelayanan dan ruangan manajemen. Dan ruangan tersebut harus dilengkapi dengan prosedur keselamatan, monitoring lingkungan, sanitasi, dan pembuangan limbah.

Baca Juga : Pemahaman Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) di Perusahaan

Balai dan institusi tersebut harus memiliki alat ukur atau analyzer, alat uji, alat kalibrasi sesuai dengan pengujian kalibrasi alat kesehatan.

Alat ukur, alat uji, dan  alat kalibrasi tersebut harus terkalibrasi secara berkala oleh balai pengujian fasilitas kesehatan kelas A dan B atau laboratorium uji level 2 yang terakreditasi.

Alat ukur, alat uji, dan alat kalibrasi tersebut harus terpelihara dengan baik serta harus memiliki petunjuk pemakaian dan pemeliharaan.

Balai dan institusi harus mempunyai dokumen mutu yang bisa terdiri dari antara lain misalnya : panduan mutu, prosedur mutu, lembar kerja, metode kerja yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

Balai dan institusi harus memiliki laboratorium sesuai dengan pelayanan yang ada disediakan dan sumber daya manusia dalam pengujian dan kalibrasi paling tidak terdiri atas :

  • Kepala Balai atau institusi
  • Penanggung jawab laboratorium
  • Penanggungjawab mutu teknis dan manajemen pelayanan
  • Tenaga pelaksana
  • Tenaga administrasi

Pimpinan dan penanggung jawab laboratorium dapat merangkap sebagai tenaga pelaksana dan tenaga administrasi sedangkan penanggung jawab teknis dan manajemen pelayanan tidak dapat merangkap jabatan.

Kewajiban dan Larangan

Kewajiban :

Balai dan institusi mempunyai beberapa kewajiban antara lain :

  • Melakukan pengujian dan kalibrasi berdasarkan pedoman pengujian dan kalibrasi.
  • Melakukan dokumentasi kegiatan pengujian dan kalibrasi
  • Melaksanakan kegiatan evaluasi kinerja mutu pengujian dan kalibrasi secara berkala secara internal dan eksternal itu meliputi uji interkomparasi, uji profisiensi, atau uji banding.
  • Mempertahankan dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia secara berkesinambungan.

Baca Juga : Program Upgrade Kompetensi dengan Training Kalibrasi

  • Melakukan kalibrasi alat kalibrator secara berkala
  • Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan
  • Melaksanakan pelaporan

Larangan :

  • Balai dan institusi dilarang meminjamkan gedung dan peralatan pengujian dan kalibrasi kepada balai dan institusi lainnya
  • Penanggungjawab dan tenaga pelaksana dari balai dan institusi dilarang merangkap menjadi penanggungjawab dan tenaga pelaksana pada balai dan institusi yang lain.
  • Balai dan institusi harus memiliki izin operasional dan zin ini berlaku untuk jangka waktu lima tahun dan dapat diperpanjang kembali selama masih memenuhi persyaratan.
  • Perpanjangan izin operasional tersebut harus dilakukan paling lambat enam bulan sebelum masa berlaku izin operasionalnya berakhir. Dan perubahan izin operasional ini harus dilakukan apabila ada perubahan nama dari balai atau institusinya, perubahan nama atau alamat atau tempatnya, dan juga karena adanya peningkatan kelas.

Jaminan Mutu Hasil Pengujian

kewajiban pengujian terhadap alat kesehatan

Setiap Balai dan institusi wajib memenuhi jaminan mutu hasil pengujian dan kalibrasi yaitu melalui uji interkomparasi, uji profisiensi, dan uji banding.

Interkomparasi, uji kompetensi, uji banding tersebut merupakan persyaratan dari akreditasi dan dilakukan setiap tahun secara berkala dan uji profisiensi ini diselenggarakan oleh balai pengujian fasilitas kesehatan kelas A dan B milik pemerintah yang ditetapkan oleh menteri.

Pelaporan

Balai dan institusi wajib membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan pengujian dan kalibrasi setiap tiga bulan sekali dan laporan tersebut disampaikan kepada Direktur Jenderal dengan tembusan kepada Dinas Kesehatan Provinsi, dinas kesehatan kabupaten atau kota, dan Balai pengujian fasilitas kesehatan kelas A milik pemerintah. Dan laporan tersebut paling sedikit memuat tentang cakupan dan hasil pelaksanaan pengujian dan kalibrasi.

Sanksi Administratif

Menteri dapat memberikan sanksi administratif kepada Balai dan institusi yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 54 tahun 2015.

Sanksi administratif ini bisa berupa teguran tertulis penghentian pelayanan atau pencabutan izin.

Semoga Bermanfaat

Masker Kain Sesuai Persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI)

Masker Kain Sesuai Persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI)

Bagi pengguna masker kain terkadang ada kesulitan untuk mengetahui jenis masker dari kain yang baik dan sesuai dengan standar untuk digunakan.

Untuk memberikan kepastian mutu masker dari kain, pemerintah dalam hal ini Badan Standarisasi Nasional (BSN) pada tahun 2020 telah menerbitkan Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor 8914 tahun 2020 mengenai “tekstil masker dari kain”.

Dengan terbitnya SNI tersebut diharapkan masker yang berasal dari kain yang beredar di indonesia dapat memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan.

Dan dengan adanya pemahaman persyaratan terhadap standar SNI tersebut tentu saja akan dapat membantu bagi para pembuat masker dari kain tadi untuk lebih memahami syarat-syarat mutu masker dari kain. Demikian halnya dengan pembeli atau pengguna masker dari kain, mereka dapat memilih masker dari kain dengan tepat.

Standar SNI tersebut disusun untuk memberikan standar kain yang digunakan untuk pembuatan masker non-medis dari kain dimana dapat berasal dari kain tenun, kain rajut, dan minimal dua lapis kain.

Saat ini kita banyak melihat jenis masker kain dengan berbagai model dan bahan, Lalu apa saja standar yang harus dipenuhi masker kain tersebut?

Yuk kita pelajari bersama…

Pengertian Masker Kain

standar masker dari kain

 

Masker kain adalah masker yang terdiri dari minimal dua lapis kain yang terpisah atau menyatu dengan teknik tertentu. Ada beberapa teknik untuk menyatukannya, antara lain : dengan cara penjahitan, laminasi, rajut double knit, kain tenun double face, pengeleman, dll.

Masker kain ini merupakan salah satu bentuk dari alat pelindung diri atau APD atau PPE (personal protective equipment) yang biasanya ini digunakan untuk keperluan perlindungan dari penularan penyakit infeksi saluran pernafasan.

Masker medis lebih efektif untuk menyaring partikel, virus, dan bakteri dibandingkan dengan masker dari kain, namun masker dari kain juga bisa berfungsi dengan efektif jika digunakan dengan benar

Masker dari kain dibuat dari berbagai macam jenis kain baik itu kain tenun, kain rajut, dan dari berbagai macam jenis serat. Masker kain yang beredar di pasaran ada yang terdiri dari satu lapis, ada yang dua lapis, dan ada yang tiga lapis,

Penggunaan masker dari kain itu tentu saja memiliki kelebihan yaitu dapat dicuci dan digunakan berulangkali.

Ruang Lingkup Standar SNI 8914 tahun 2020

SNI 8914 tahun 2020

  • Merupakan persyaratan mutu masker yang terbuat dari kain, baik kain tenun maupun kain rajut.
  • Hanya berlaku untuk masker yang terdiri dari dua lapis kain dan dapat dicuci ulang beberapa kali.
  • Tidak berlaku untuk masker dari kain non woven dan tidak berlaku masker bagi bayi.

Klasifikasi Masker Dari Kain

Masker dari kain ada 3 klasifikasi, yaitu :

  • Tipe A

Masker kain ini tujuannya untuk penggunaan umum.

Parameter dan pengujian yang dilakukan itu mengenai daya tembus udara harus dalam rentang 15 – 65 cm³/cm²/detik

  • Tipe B

Master kain ini tujuannya untuk penggunaan filtrasi bakteri.

Parameternya pengujian yang ditentukan adalah mengenai efisiensi filtrasi bakteri dimana harus lebih besar dari 60 %.

Selain itu juga harus ada pengujian tentang tekanan diferensial harus lebih kecil atau sama dengan 15 mmH2O/cm².

  • Tipe C

Masker kain yang ditujukan untuk penggunaan filtrasi partikel.

Parameter dan pengujian yang ditetapkan yaitu tentang efisiensi filtrasi partikelnya terutama yang ukurannya 0,1 mikron atau lebih besar dimana efisiensinya harus sama dengan atau lebih besar 60 %

Selain itu juga parameter pengujian tentang tekanan diferensial harus lebih kecil atau sama dengan 21 mmH2O/cm².

Efektivitas Penggunaan Masker dari Kain

efektivitas penggunaan masker dari kain

Berikut ini yang mempengaruhi efektivitas penggunaan masker dari kain, yaitu :

  • Bahan

Efektivitas penyaringan pada masker kain itu sangat tergantung dari jumlah lapisan dan kerapatan tenunan kainnya

Di standar menyatakan bahwa kombinasi bahan paling efektif yaitu menggunakan lapisan kain dari serat alam seperti kain katun ditambah dengan dua lapisan kain chiffon berpoliester spandex. Kombinasi tersebut mampu menyaring memulai 80 – 99 % partikel yang tentu saja tergantung ukuran partikelnya.

  • Pedoman penggunaan

Master kain sebaiknya tidak dipakai lebih dari 4 jam karena masker kain tidak seefektif masker medis dalam hal menyaring partikel, virus, dan bakteri, sehingga setelah 4 jam masker dari kain tersebut perlu dicuci.

    • Untuk penggunaan masyarakat yang sehat

Ketika digunakan di tempat umum atau fasilitas lainnya harus tetap menjaga jarak 1 – 2 meter.

    • Bagi tenaga medis

Masker kain ini tidak direkomendasikan sebagai alat pelindung diri (APD) untuk tingkat keparahannya tinggi seperti paramedis atau tenaga medis tersebut.

Dan masker kain ini idealnya perlu dikombinasikan dengan pelindung wajah yang menutupi seluruh bagian depan dan sisi wajahnya.

Baca Juga : Jenis dan Fungsi Kacamata Safety dalam Pekerjaan

Untuk masker kain sendiri yang direkomendasikan adalah yang 3 lapis dimana masing-masing lapisan tersebut mempunyai sifat dan fungsinya sendiri-sendiri.

bahan masker kain 3 layers

  • Lapisan luar dari kain

Mempunyai sifat kedap air atau tahan air dan berfungsi untuk mencegah masuknya droplet dari luar ke pemakai masker. Lapisan luar dari masker ini dianjurkan terbuat dari bahan yang tidak menyerap air sehingga dapat mencegah partikel-partikel dari luar untuk masuk melewati masker tersebut.

Baca Juga : Particle Counter Untuk Clean Room di dalam Industri Farmasi

  • Lapisan kedua (yang di tengah)

Mempunyai densitas yang tinggi dan berfungsi sebagai filter kuman. Disarankan terbuat dari bahan non woven seperti polypropylene yang berfungsi sebagai penyaring.

  • Lapisan paling dalam

Lapisan yang menempel langsung pada kulit kita yang berfungsi sebagai penyerap cairan berukuran besar yang keluar dari pemakainya, misalnya : ketika batuk, bersin

Pemilihan Bahan Masker Dari Kain

fungsi setiap lapisan masker kain 3 lapis

Pemilihan bahan untuk pembuatan masker dari kain itu sangat penting karena filtrasi dan kemampuan bernafas sangat bervariasi tergantung pada jenis bahannya.

Jadi efisiensi filtrasi tergantung dari kerapatan kainnya, jenis seratnya, dan juga anyamannya. Filtrasi pada masker dari kain sangat bervariasi dari 0,7 % sampai 60 %. Semakin banyak lapisannya tentu saja agar semakin tinggi efisiensi.

Kemampuan bernafas

Pengukuran kemampuan bernafas dilakukan dengan mengukur perbedaan tekanan udara yang melewati kain. Untuk masker medis di bawah 49 Pascal/cm². Sedangkan untuk masker non medis perbedaan tekanan yang bisa diterima harus dibawah 100 Pa.

Persyaratan Mutu Masker Kain

  • Daya tembus udara

Syarat daya tembus udara harus sekitar 15 – 65 cm³/cm²/detik

Daya tembus udara didefinisikan sebagai kecepatan aliran udara yang melewati contoh uji dengan luas tertentu secara tegak lurus dan terus-menerus terhadap penurunan tekanan dan waktu dalam waktu tertentu

Atau pada prinsipnya besarnya aliran udara yang melewati secara tegak lurus pada area tertentu pada kain tersebut, diukur perbedaan tekanannya

  • Daya serap

Persyaratan daya serap itu lebih kecil dari 60 detik, dimana persyaratan ini berlaku untuk lapisan dalam semua tipe masker baik itu tipe A, tipe B, dan tipe C.

Daya serap dikatakan sebagai waktu pembasahan dalam detik.

  • Kadar formaldehida bebas

Persyaratan kadar formaldehida bebas maksimum 75 mg/kg untuk semua jenis masker

  • Ketahanan luntur warna

Ada tiga macam ketahanan luntur yaitu :

    • Ketahanan luntur terhadap pencucian

Ketahanan terhadap pencucian berlaku untuk masker yang berwarna.

    • Ketahanan terhadap keringat asam dan basa

Ketahanan luntur terhadap keringat berlaku untuk lapisan dalam yang berwarna dan pengujian tahan luntur warna ini dilakukan terhadap keringat.

    • Ketahanan terhadap saliva

Ketahanan terhadap saliva atau air ludah kita dan berlaku untuk lapisan dalam yang berwarna

Jadi pengujian tahan luntur warna ini dilakukan terhadap saliva

Tahan luntur warna didefinisikan sebagai perpindahan zat warna dari contoh yang diuji ke kertas saring menggunakan larutan buatan.

Saliva didefinisikan sebagai air yang keluar dari mulut kita.

Setelah pengujian tadi dilakukan dengan mengamati pernodaan warna pada kertas saring dengan membandingkannya terhadap kertas saring yang asli.

  • Azo karsinogen

Ini berlaku untuk Lapisan dalam yang berwarna.

Pengujian zat warna Azo karsinogen ini berlaku semua jenis masker dengan batasan tidak boleh lebih dari 30 mg/ kg, karena seperti kita ketahui azo ini bersifat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.

  • Kadar logam berat

Parameter ini juga untuk semua jenis masker dan lapisan yang dalam yang berwarna. karena logam berat tersebut juga mempunyai sifat toksik atau racun sehingga perlu dibatasi jumlahnya.

Misalnya : arsen, timbal, kadmium, tembaga, nikel, merkuri, dll.

Baca Juga : Perbedaan Unsur Logam dan Non Logam Serta Contohnya

  • Ketahanan terhadap pembasahan permukaan (uji siram)

Pengujian uji siram berlaku untuk masker yang melalui proses penyempurnaan tahan air dan berlaku untuk lapisan yang luar.

  • Kadar PFOS dan PFOA

Berlaku untuk masker yang melalui proses penyempurnaan tahan air dan berlaku untuk lapisan yang luar.

  • Aktivitas Antibakteri

Seperti kita ketahui, masker tipe B memang khusus untuk filtrasi bakteri.

Nilai Aktivitas antibakteri ini berlaku untuk masker yang melalui proses penyempurnaan antibakteri.

  • Efisiensi filtrasi bakteri

Persyaratannya hanya untuk masker tipe B dengan efisiensi filtrasi bakteri harus lebih besar atau sama dengan 60 %.

  • Tekanan diferensial

Yang berlaku hanya untuk type B dan C

jadi persyaratannya untuk masker tipe B itu harus lebih kecil dari 15 mmH2O / cm², sedangkan untuk type C Itu harus lebih kecil 21 mmH2O/cm² mm H2o/ cm2

Tekanan diferensial didefinisikan sebagai daya tembus udara pada masker yang diukur dengan menentukan perbedaan tekanan masker pada kondisi aliran udara, temperatur, kelembaban tertentu.

Tekanan diferensial ini merupakan indikator kemampuan bernafas dari masker.

  • Efisiensi filtrasi partikel

Persyaratan efisiensi filtrasi partikel hanya khusus untuk masker yang tipe C yaitu harus lebih besar dari 60 % untuk partikel yang ukurannya 0,1 Micron ke atasnya.

Pengujian penetapan efisiensi filtrasi partikel ini dilakukan dengan daya tembusnya dari partikel tersebut.

Pengemasan Masker Dari Kain

pengemasan masker kain

Masker dari kain harus dikemas per buah, dengan cara dilipat dan atau dibungkus dengan plastik. Penandaan pada kemasan masker dari kain tersebut setidak-tidaknya harus mencantumkan :

  • Merk
  • Negara pembuat
  • Jenis serat dari setiap lapisannya. Misalnya : ada 3 lapis maka setiap lapisan tersebut seratnya apa saja.
  • Antibakteri jika masker kain tersebut memang melalui penyempurnaan antibakteri
  • Tahanan tahan air apabila memang masker tersebut melalui proses penyempurnaan bahan air
  • Label untuk cuci sebelum dipakai dan petunjuk pencucian
  • Tipe atau jenis masker tersebut, misalnya : apakah tipe A, tipe B, atau tipe C.

Karena masing-masing tujuan penggunaan jenis masker tersebut berbeda-beda sehingga jika tidak dicantumkan maka  kita bisa memilih masker kain sesuai dengan yang kita inginkan auat harapkan dari fungsi masker tersebut.

Semoga Bermanfaat.

3 Elemen Dalam Validasi Proses Berikut Penjelasannya

3 Elemen Dalam Validasi Proses Berikut Penjelasannya

Di dalam ISO 9001 : 2015 klausul 8.5.1 mengenai pengendalian produksi dan penyediaan service menetapkan bahwa organisasi harus melaksanakan produksi dan penyediaan service dalam kondisi terkendali.

Kondisi terkendali ini harus meliputi antara lain :

  • Pelaksanaan aktivitas pemantauan dan pengukuran pada tahap yang tepat untuk melakukan verifikasi bahwa kriteria untuk pengendalian proses dan output serta kriteria penerimaan produk dan service telah dipenuhi.
  • Kondisi terkendali meliputi pelaksanaan validasi dan revalidasi berkala terhadap kemampuan proses produksi dan penyediaan service untuk mencapai hasil yang direncanakan dimana hasil output tidak dapat diverifikasi dengan pemantauan dan pengukuran pada tahap berikutnya.

Lalu muncul pertanyaan…

  • Apa ini yang dimaksud dengan validasi?
  • Apakah melakukan verifikasi tidak cukup?
  • Apa saja proses-proses yang perlu divalidasi?

Yuk kita pelajari bersama..

Perbedaan Verifikasi dan Validasi

perbedaan verifikasi dan validasi

Verifikasi didefinisikan sebagai konfirmasi melalui penyediaan bukti objektif yang menyatakan bahwa persyaratan yang ditetapkan telah dipenuhi dan bukti objektif yang diperlukan untuk verifikasi dapat berupa hasil inspeksi atau bentuk determinasi lain seperti misalnya : melakukan kalkulasi alternatif, tinjauan dokumen, dll.

Sedangkan validasi didefinisikan sebagai konfirmasi melalui penyediaan bukti objektif bahwa persyaratan untuk maksud penggunaan atau “intended use” atau aplikasi tertentu telah dipenuhi dan bukti objektif yang diperlukan untuk validasi ini dapat berupa hasil pengujian atau testing, bentuk determinasi lain seperti melakukan kalkulasi alternatif, tinjauan dokumen. dll.

Istilah verifikasi dan validasi di dalam ISO 9001 : 2015 juga dapat dijumpai di dalam klausul lain, misalnya : pada klausul 8.3 mengenai desain dan pengembangan. Selain itu istilah tersebut juga dijumpai di berbagai sistem manajemen yang lain misalnya : ISO 22000, ISO 17025, ISO 13485, dll.

Baca Juga : Konsultan ISO 17025 : 2017 : Tingkatkan Profit Laboratorium Anda

Contoh proses yang dapat diverifikasi banyak dijumpai, misalnya : proses pemotongan manual, pengujian warna, kekeruhan / turbidimetri, pH larutan, inspeksi visual dari PCB, dll.

Di dalam standar ISO 13485 persyaratan mengenai validasi ditetapkan di dalam beberapa pasal :

  • Sub pasal 4.1.6 yang menyatakan organisasi harus mendokumentasikan prosedur untuk validasi aplikasi software komputer yang digunakan dalam sistem manajemen mutu.

Aplikasi software semacam ini harus divalidasi sebelum mulai digunakan dan sesudah perubahan terhadap software atau aplikasinya.

  • Sub pasal 7.5.6 mengenai validasi proses untuk produksi dan penyediaan service.

Organisasi harus melakukan validasi proses untuk produksi dan penyediaan service di mana hasil output yang tidak dapat diverifikasi atau tidak diverifikasi dengan pemantauan dan pengukuran proses berikutnya dan sebagai konsekuensinya defisiensi atau kekurangan ini akan terlihat hanya sesudah produk digunakan atau service sudah disampaikan.

Selain itu di dalam pasal ini juga menyatakan organisasi harus mendokumentasikan prosedur untuk validasi aplikasi software yang digunakan di dalam produksi dan penyediaan service.

Aplikasi perangkat lunak semacam itu harus divalidasi sebelum penggunaan awal dan jika sesuai sesudah perubahan terhadap software atau aplikasinya.

  • Sub Pasal pasal 7.5.7 mengenai syarat khusus proses validasi untuk sterilisasi dan sistem barrier yang menyatakan bahwa organisasi harus mendokumentasikan prosedur untuk validasi proses sterilisasi dan sistem barrier steril.

Proses untuk sterilisasi dan sistem barrier steril ini harus divalidasi sebelum implementasi dan juga sesuai sesudah ada perubahan produk dan proses.

  • Pasal 7.6 mengenai pengendalian alat pemantau dan pengukur yang menyatakan bahwa organisasi harus mendokumentasikan prosedur untuk validasi aplikasi software yang digunakan untuk pemantauan dan pengukuran.

Aplikasi software semacam ini harus divalidasi sebelum penggunaan awal dan jika sesuai sesudah ada perubahan terhadap software atau aplikasinya.

Untuk proses tertentu yang digunakan di dalam manufaktur, efektivitas dari proses tidak dapat sepenuhnya diverifikasi dengan inspeksi berikutnya dan pengujian produk, contoh proses tertentu tersebut antara lain misalnya sterilisasi, pengelasan atau welding, injeksi molding, pengendalian ruang bersih, pengendalian proses pengiriman produk dalam kondisi dingin, dan sebagainya.

Validasi proses yang efektif akan berkontribusi untuk memastikan kualitas dan keselamatan produk yang diproduksi. Validasi ini merupakan pengujian bahwa hasil dan tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Bagaimana kita mengidentifikasi proses yang perlu divalidasi?

apakah proses perlu divalidasi

Sebelum kita merencanakan validasi suatu proses kita harus memutuskan dulu apakah kita perlu melakukan validasi atau hanya verifikasi.

Proses validasi harus mengacu pada proses dimana kekurangannya atau defisiensinya akan tampak hanya setelah produk digunakan atau service disampaikan.

Pada saat pengendalian, proses verifikasi harus menyediakan data yang dapat diandalkan dan laporan situasi yang benar mengenai proses tersebut.

Jika dapat memastikan keadaan tersebut dapat dicapai maka aktivitas verifikasi dapat digunakan untuk mengontrol proses tersebut. Namun apabila tidak, maka perlu dilakukan validasi.

Contohnya : Verifikasi proses penyegelan kemasan produk yang disterilisasi.

Ini hanya dapat dilakukan verifikasi saat segel telah dibuka dan diuji maka verifikasi seperti itu tidak hemat biaya karena semua produk harus dibuka sebelum diuji.

Dalam hal ini organisasi mempunyai dua pilihan yaitu melakukan inspeksi 100 % yang tidak hemat biaya tadi atau melakukan validasi proses.

Ketika evaluasi proses telah menunjukkan bahwa proses tersebut tidak dapat diverifikasi, sebenarnya ada dua pilihan yaitu kita boleh mendesain ulang prosedur manufacture untuk mengubah ke tingkat yang dapat diverifikasi.

Namun ketika desain ulang juga tidak memungkinkan untuk melakukan verifikasi karena sifat prosesnya atau karena verifikasinya tidak efektif dari segi biaya maka validasi proses harus dilakukan.

Jadi validasi proses ini merupakan kegiatan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi data proses yang terencana dan secara sistematis yang akan memberikan bukti bahwa suatu proses mampu secara konsisten memberikan hasil yang diharapkan

Tujuan validasi yaitu untuk mendapatkan tingkat jaminan mengenai kinerja suatu proses dan jaminan ini dibuktikan dengan menunjukkan bahwa proses mampu menghasilkan produk secara konsisten sesuai spesifikasinya.

Elemen Validasi Proses

elemen dalam validasi proses

Apa saja sih elemen dari validasi proses?

Salah satu harapan dari validasi proses yaitu untuk menunjukkan bahwa proses tersebut mampu memberikan hasil seperti yang diharapkan dan proses tersebut siap untuk dioperasikan dalam lingkungan yang ditentukan atau diintegrasikan dengan elemen-elemen lain dari sistem manajemen mutu organisasi.

Ada tiga elemen validasi proses yaitu :

  1. Kualifikasi instalasi
  2. Kualifikasi operasional
  3. Kualifikasi kinerja

Elemen 1. Kualifikasi Instalasi

pengertian kualifikasi instalasi adalah

Kualifikasi instalasi ditetapkan dengan bukti objektif bahwa semua sistem pendukung, peralatan, infrastruktur yang mendukung proses memenuhi spesifikasinya dengan mempertimbangkan rekomendasi dari pemasok.

Kualifikasi instalasi merupakan proses untuk mendapatkan dan mendokumentasikan bukti bahwa peralatan telah disediakan dan dipasang sesuai dengan spesifikasinya.

Disamping itu kegiatan kualifikasi instalasi merupakan verifikasi bahwa sumberdaya manusia memenuhi syarat dan sistem pendukungnya sudah tersedia dengan tepat dan siap untuk tahap berikutnya.

Dalam kondisi normal peralatan akan beroperasi secara optimal.

Untuk itu kita perlu memastikan bahwa semua elemen juga dalam kondisi normal sehingga peralatan akan beroperasi secara optimal dan selama instalasi, semua sistem pendukung, peralatan, infrastruktur dari suatu proses harus dipasang sesuai kebutuhan dan kualifikasi personal harus diverifikasi serta bukti kepatuhan harus dicatat.

  • Faktor-faktor yang perlu diverifikasi pada saat kualifikasi instalasi

Aktivitas kualifikasi instalasi harus ditetapkan, didokumentasikan, dan dicatat. Tim validasi perlu menyusun protokol kualifikasi instalasi sebagai seperangkat aturan yang menggambarkan cara kegiatan pengujian yang akan dilakukan.

Dokumentasi tersebut berfungsi sebagai bukti bahwa kualifikasi instalasi telah direncanakan dan dilaksanakan.

Berikut adalah faktor-faktor yang perlu diverifikasi pada saat kualifikasi instalasi :

    • Verifikasi mengenai Identifikasi Dokumentasi

verifikasi identifikasi dokumentasi

Semua dokumentasi yang diperlukan untuk instalasi, pengujian, dan juga untuk kegiatan pemeliharaan perlu diidentifikasi dan diverifikasi. Dokumen tersebut dapat berasal dari pemasok atau dapat dikembangkan secara internal.

Misalnya : manual pengguna, gambar, rencana perawatan, trouble shooting, spesifikasi, daftar suku cadang, dll.

Berikut ini adalah aktivitas verifikasi dokumentasi?

    1. Dokumen-dokumen tersebut terdaftar dan dapat diakses.
    2. Setiap dokumen harus menetapkan edisi revisinya, pengesahan, dan juga lokasinya.
    3. Setiap personil yang terkait harus sudah familiar dengan dokumentasi tersebut dan tahu dimana untuk menemukannya.
    • Verifikasi Mengenai Identifikasi pengendalian peralatan

Verifikasi Mengenai Identifikasi pengendalian peralatan

Setiap peralatan atau komponen lain yang digunakan selama realisasi proses perlu diidentifikasi seperti misalnya : manufakturnya, modelnya, nomor serinya, nomor internal jika ada, lokasinya, referensi ke produk atau parts tertentu, dan sebagainya.

Elemen terkait dengan kinerja peralatan (toleransi, akurasi, dll) sebaiknya di review dan ditinjau sesuai dengan kriteria penerimaan kemudian disetujui untuk dapat digunakan.

Organisasi sebaiknya mengidentifikasi hal-hal kritis tersebut dan menentukan kriteria untuk masing-masing elemen serta mengujinya, apakah hasilnya akan diterima atau ditolak!

Apabila suku cadang itu diperlukan maka daftarnya harus dikontrol dan diverifikasi bahwa suku cadang tersebut juga tersedia.

    • Verifikasi untuk Utilitas Produksi

Verifikasi untuk Utilitas Produksi

Semua utilitas penting yang diperlukan untuk pengoperasian peralatan juga harus ditentukan, ditinjau, dan didokumentasikan misalnya : tegangan listriknya, tekanan airnya, tekanan udara, suhu, tenaga hidrolik, dan sebagainya.

Utilitas ini ditetapkan sesuai dengan spesifikasinya.

Utilitas harus ditinjau kinerjanya sesuai dengan kriteria penerimaan yang sudah ditentukan dan disetujui untuk dapat digunakan.

Berikut adalah yang harus kita lakukan terhadap utilitas :

      1. Identifikasi utilitas kritisnya
      2. Menentukan kegiatan instalasi untuk masing-masing utilitas
      3. Menetapkan cara pengujian dan kriteria penerimaan
  • Verifikasi Tentang Sumber Daya Manusia

Verifikasi Tentang Sumber Daya Manusia

Sumberdaya manusia yang berpartisipasi dalam kegiatan instalasi dan pemeliharaan harus diidentifikasi dan disetujui.

Berikut ini adalah yang perlu dipastikan terkait dengan sumberdaya tersebut?

    1. Personil harus kompeten untuk melakukan kegiatan.
    2. Personel sudah terbiasa dengan proses dan kegiatan instalasi atau pemeliharaan serta tentu saja memenuhi pengujian dan kriteria kegiatan instalasi atau pemeliharaan.
    3. Personel sudah familiar dengan catatan yang diperlukan
  • Verifikasi Lingkungan Kerja

ruangan bersih standar industri

Semua elemen lingkungan kerja yang terkait dengan proses juga harus diidentifikasi, didokumentasikan, dan dikualifikasi.

Semua elemen lingkungan yang diperlukan harus diverifikasi bahwa telah dipasang dengan tepat dan juga akan menyediakan lingkungan kerja yang optimal untuk mendukung proses.

Untuk memastikannya ada beberapa hal yang harus dilakukan, antara lain :

    1. Menverifikasi bahwa pemasangan dilakukan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
    2. Menetapkan dan menerapkan prosedur atau instruksi kerja mengenai lingkungan kerja misalnya prosedur pembersihan, instruksi perilaku karyawan, rencana pemeliharaan, dan sebagainya.
    3. Verifikasi bahwa semua kontrol yang diperlukan telah dipasang dengan tepat misalnya jumlah partikel, pengukuran suhu, kelembaban, dan sebagainya.

Baca Juga : Particle Counter Untuk Clean Room di dalam Industri Farmasi

  • Verifikasi Tentang Tindakan Keselamatan dan Alarm

Verifikasi Tentang Tindakan Keselamatan dan Alarm

Semua tindakan keselamatan, sistem kondisi darurat dan alarm harus diidentifikasi dan didokumentasikan.

Produsen sebaiknya juga melakukan verifikasi bahwa pemasangan sistem tersebut telah sesuai dengan spesifikasinya dan sistem tersebut dapat beroperasi seperti yang diharapkan pada saat dibutuhkan.

Dan salah satu cara untuk melakukan verifikasi antara lain yaitu dengan melakukan pengujian dengan cara simulasi.

Info :

Oiya, terkait dengan keselamatan dalam pekerjaan, kami juga pernah mengulas mengenai sistem manajemen K3 yang tentunya membahas mengenai bagaimana sistem keselamatan kerja di perusahaan dibangun sesuai dengan standar. Jika teman-teman berkenan dan mempunyai waktu luang, boleh membacanya di artikel berikut : Pemahaman Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) di Perusahaan

  • Verifikasi Tentang Pengendalian Alat Pemantauan dan Pengukuran

Semua alat pemantauan dan pengukuran yang digunakan di dalam kegiatan instalasi juga harus dikontrol yaitu harus diidentifikasi, dikalibrasi, sesuai dengan standar yang telah ditentukan, dipelihara dilindungi dan dijaga.

Beberapa hal yang harus dilakukan antara lain :

    • Mengidentifikasi alat pemantauan dan pengukuran yang relevan
    • Mereview atau meninjau dan menyetujui bahwa allat tersebut sudah dikontrol, dikalibrasi, dan siap digunakan.

 

  • Penyimpangan selama kualifikasi instalasi

penyimpangan ketidaksesuaian

Penyimpangan pada prinsipnya adalah ketidaksesuaian misalnya : ketidaksesuaian terhadap spesifikasi peralatan tidak dipenuhi.

Setiap penyimpangan harus dievaluasi keparahannya dan dampaknya terhadap produk.

Ketika penyimpangan ditemukan dan diperbaiki maka perlu dilakukan validasi ulang sesuai dengan yang ditetapkan di dalam rencana validasi.

Namun jika penyimpangan dapat diterima dan disetujui maka penerimaan ini juga perlu adanya justifikasi dan kalau sudah dijustifikasi dan diterima tentu saja validasi lebih lanjut mungkin tidak diperlukan.

  • Pengesahan kegiatan kualifikasi instalasi

Pengesahan kegiatan kualifikasi instalasi

Produsen harus meninjau dan memutuskan apakah hasil dari kegiatan kualifikasi instalasi telah mencapai tujuannya.

    1. Semua tes telah dilakukan dan memberikan hasil yang memuaskan
    2. Semua dokumentasi sudah tersedia
    3. Semua catatan sudah diselesaikan dan tersedia
    4. Semua kriteria telah dipenuhi
    5. Semua penyimpangan telah ditangani atau telah diterima dengan justifikasi
    6. Persetujuan akhir tahap kualifikasi instalasi bahwa sistem siap untuk proses selanjutnya
  • Catatan Kegiatan Kualifikasi instalasi

Catatan pelaksanaan pengujian dan hasilnya serta pengesahannya harus dikendalikan.

  • Validasi ulang

Kapan validasi ulang dilakukan?

    1. Apabila suatu servis atau pemeliharaan atau perbaikan yang cukup besar dilakukan pada mesin atau peralatan
    2. Pada saat ada alat produksi atau proses kegiatan produksi diubah
    3. Apabila ada tren yang buruk mengenai kinerja peralatan
    4. Proses dipindahkan ke lingkungan atau ke proses atau fasilitas lain
    5. Pada saat ada penggantian suku cadang yang penting dan sebagainya
  • Rekualifikasi Instalasi

Produsen alat sebaiknya juga mengidentifikasi situasi dimana kondisi pemasangan dapat mempengaruhi proses.

Dengan mengidentifikasi situasi dimana pemasangan dapat mempengaruhi proses maka organisasi dapat menentukan perlu tidaknya melakukan rekualifikasi instalasi.

Elemen 2. Kualifikasi Operasional

pengertian kualifikasi operasional adalah

Kualfikasi operasional didefinisikan sebagai proses untuk mendapatkan dan mendokumentasikan bukti bahwa peralatan yang sudah terpasang saat digunakan sesuai dengan prosedur operasinya akan beroperasi dalam batas yang telah ditentukan.

Pada waktu kualifikasi instalasi, kita telah mengesahkan pemasangan berbagai alat, mesin, dan prasarana yang diperlukan untuk berlangsungnya suatu proses.

Sedangkan di dalam kualifikasi operasional merupakan tahapan setelah instalasi dan penyediaan sumberdaya serta sebelum merelease proses untuk realisasi.

Hasil dari aktivitas kualifikasi operasional harus ditetapkan, didokumentasikan, dan dievaluasi dimana hasilnya akan menentukan seberapa stabil suatu proses dan apakah proses tersebut mempunyai kemampuan untuk menghindari kondisi yang terburuk.

Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Kualifikasi Operasional

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kualifikasi operasional?

  • Protokol kualifikasi operasional

Protokol kualifikasi operasional

Kegiatan dan kriteria hasil kualifikasi operasional harus didokumentasikan.

Protokol akan menentukan dan menggambarkan tugas yang harus dilakukan, kriteria, dan hasil yang diharapkan yaitu siapa yang melakukan kegiatan apa, bagaimana hal tersebut akan dilakukan, apa yang akan diharapkan, apa yang harus dicatat, dan apa yang harus dilakukan dalam peristiwa tertentu tersebut.

Protokol akan mencakup perincian tentang proses misalnya : produknya, tanggalnya, tanggung jawabnya, lokasi dan sebagainya

  • Deskripsi dan identifikasi semua komponen dari sistem

Deskripsi dan identifikasi semua komponen dari sistem

Kualifikasi operasional ini menentukan pengujian dan pengesahan kinerja setiap elemen penting dari peralatan dan elemen sistem yang mempengaruhi output dari proses, antara lain misalnya : mesinnya, bahannya, alat produksi, utilitas produksi, komponen, langkah-langkah keselamatan, sumber daya manusia dan sebagainya.

  • Dokumen pendukung untuk kualifikasi operasional

Dokumen pendukung untuk kualifikasi operasional

Protokol akan mengacu ke setiap dokumen yang diperlukan dan relevan dengan pengujian yang ditentukan pada dalam protokol, seperti misalnya : prosedur, manual, diagram, instruksi pengguna, instruksi kalibrasi, spesifik lingkungan kerja, rekaman master peralatan, file riwayat perawatan, teknik statistik, metodelogi analisa, rencana perawatan, dan sebagainya.

  • Sumber daya manusia untuk kualifikasi operasional

Sumber daya manusia untuk kualifikasi operasional

Protokol akan mengontrol bahwa personil yang mengoperasikan proses ini sudah dilatih dan memenuhi syarat atau bahkan disertifikasi sesuai dengan kebutuhan.

Di samping pengoperasian mesin dan peralatan, personil juga diharapkan terbiasa dengan prosedur dan instruksi kerja yang relevan juga mengetahui output proses yang diharapkan, mengetahui bagaimana mendeteksi ketidaksesuaian selama proses, dan juga mengetahui apa yang harus dilakukan ketika ketidaksesuaian terdeteksi dan sebagainya.

  • Tentang alat Pemantauan dan pengukuran untuk kualifikasi operasional

Tentang alat Pemantauan dan pengukuran untuk kualifikasi operasional

Alat untuk pemantauan dan pengukuran yang digunakan dalam tahap kualifikasi operasional harus dicatat dan disahkan.

Pengesahan ini akan memastikan bahwa alat tersebut itu masih utuh, terdaftar dikalibrasi oleh layanan laboratorium kalibrasi, dan dikendalikan sebagaimana disyaratkan di dalam pasal pengendalian peralatan Pemantauan dan pengukuran

  • Bahan yang Digunakan Selama kualifikasi operasional

Bahan yang Digunakan Selama kualifikasi operasional

Input material untuk suatu proses harus diverifikasi dan disahkan.

Protokol kualifikasi operasi tentu wajib menyertakan daftar bahan yang diperlukan untuk satu proses dan pengujian akan melakukan verifikasi bahwa bahan-bahan tersebut telah tersedia misalnya : bahan baku, bahan kemas, wadah tabung, dll.

Kondisi penyimpanan bahan kimia sesuai misalnya suhunya, kemasannya, persyaratan transportasi, keselamatan, dan sebagainya

Demikian juga kondisi penanganan bahan sebelum proses juga sudah sesuai misalnya : untuk pembersihannya, sterilisasinya, kelembaban, dan sebagainya.

  • Mesin dan peralatan yang digunakan selama kualifikasi operasional

Mesin dan peralatan yang digunakan selama kualifikasi operasional

Kinerja mesin dan peralatan yang akan digunakan dalam proses harus disetujui dan harus disahkan. Pengesahan akan memastikan bahwa mesin itu masih utuh, dirawat, dan dikendalikan.

Performa mesin dan peralatannya juga harus diverifikasi terkait dengan akurasinya, presisinya tentu saja melalui pemeriksaan parameter-parameter kritisnya.

  • Tes tantangan Selama kualifikasi operasional

Tes tantangan Selama kualifikasi operasional

Tes tantangan perlu dilakukan untuk menetapkan batas atas dan batas bawah suatu proses.

Dengan melakukan tes tantangan dari suatu sistem maka akan dapat mendeteksi dimana batas tindakan atau action limit berada dan dimana batas peringatan atau alerts limit berada.

  • Verifikasi Utilitas selama kualifikasi operasional

Verifikasi Utilitas selama kualifikasi operasional

Semua utilitas dan aksesori harus diverifikasi.

Verifikasi akan memastikan bahwa utilitas tersebut berfungsi sebagaimana ditentukan, misalnya : kompresor udaranya, filternya, mesin-mesin mixingnya sudah dipasang dan mempunyai kinerja seperti yang direncanakan.

  • Verifikasi lingkungan kerja selama kualifikasi operasional

Verifikasi lingkungan kerja selama kualifikasi operasional

Semua elemen lingkungan kerja yang mendukung proses atau yang dapat mempengaruhi proses harus diverifikasi misalnya : kualitas udaranya, cahaya, kelembaban, suhu, dan sebagainya.

  • Verifikasi tindakan keselamatan selama kualifikasi operasional

Verifikasi tindakan keselamatan selama kualifikasi operasional

Langkah-langkah keselamatan, sistem darurat, backup, dan alarm perlu diverifikasi.

Jadi sistem-sistem tersebut harus masih di dalam protokol dan pengujian masing-masing harus direncanakan serta bukti bahwa mereka berfungsi sudah sesuai rencana.

  • Penyimpangan yang terdeteksi

Penyimpangan yang terdeteksi

Penyimpangan diidentifikasi dengan adanya penyimpangan terhadap persyaratan yang ditentukan.

Setiap penyimpangan ini perlu dinilai mengenai tingkat keparahannya dan dampaknya terhadap produk.

  • Ringkasan laporan kegiatan kualifikasi operasional

Ringkasan laporan kegiatan kualifikasi operasional

Setelah menyelesaikan semua kegiatan tinjauan terdokumentasi terakhir ini diperlukan untuk menyetujui bahwa semua spesifikasi dan persyaratan sudah dipenuhi.

  • Rekaman kualifikasi operasional

Rekaman kualifikasi operasional

Rekaman pelaksanaan pengujian kualifikasi operasional dan hasilnya bersama-sama dengan pengesahannya merupakan rekaman kualitas dan harus dikontrol Sesuai dengan pasal pengendalian rekaman.

  • Tentang validasi ulang

Tentang validasi ulang

Jika dijumpai parameter proses tidak memberikan output yang diharapkan dan perlu menerapkan tindakan untuk memulihkan kesesuaian output maka diperlukan validasi ulang.

Tujuan dari validasi ulang adalah untuk menentukan seberapa stabil suatu proses setelah dilakukan perubahan atau koreksi.

  • Validasi ulang berkala atau periode

Validasi ulang berkala atau periode

Elemen sistem manajemen mutu yang digunakan dalam realisasi produk dan atau servis dalam situasi yang konstan ini mempunyai kemungkinan akan mengalami perubahan.

Untuk mengontrol Kemampuan suatu proses secara teratur maka diperlukan validasi ulang secara berkala.

Elemen 3. Kualifikasi Kinerja

pengertian kualifikasi kinerja adalah

Kualifikasi kinerja ditetapkan dengan bukti objektif bahwa suatu proses secara konsisten memberikan hasil yang diharapkan yaitu yang memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan.

Jadi kualifikasi kinerja didefinisikan sebagai proses untuk mendapatkan dan mendokumentasikan bukti bahwa peralatan sebagaimana dipasang dan dioperasikan berlangsung secara konsisten sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan dan yang menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi

Kualifikasi kinerja diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas proses dalam jangka yang panjang dan menunjukkan kemampuan reproduksi dari kinerja proses.

Selain itu juga untuk membuktikan bahwa proses secara konsisten akan berlangsung seperti yang diharapkan dan dalam kondisi operasi normal mampu memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Kegiatan kualifikasi kinerja pada dasarnya adalah untuk melakukan pengesahan kinerja proses dan bukti-buktinya melalui pengujian.

Pengujian dapat dilakukan dengan simulasi pada kondisi normal seperti yang akan dihadapi selama realisasi aktual.

Prinsip-prinsip dari kualifikasi kinerja antara lain yaitu :

  • Pembuktian berbagai kondisi yang ditentukan di dalam skenario dan pengujian seperti yang ditetapkan selama kegiatan kualifikasi operasional.
  • Kondisi yang digunakan untuk kualifikasi kinerja harus mencerminkan situasi yang direncanakan untuk operasi rutin dari suatu proses.
  • Didasarkan pada kondisi rutin yang paling menantang.
  • Kegiatan validasi harus direncanakan dan dilakukan beberapa kali ulangan untuk memastikan bahwa hasilnya memenuhi spesifikasi.
  • Setiap set pengujian kualifikasi yang memperlihatkan pemenuhan terhadap kriteria penerimaan harus didokumentasikan.

Salah satu output dari kualifikasi kinerja adalah parameter pengendalian yang diperlukan untuk memantau kinerja proses.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kualifikasi kinerja

  • Protokol kualifikasi kinerja

Protokol kualifikasi kinerja

Kegiatan, hasil, dan kriteria kualifikasi kinerja harus ditetapkan dan didokumentasikan. Produsen harus menentukan dan menjelaskan :

    1. Tugas apa saja yang akan dilakukan
    2. Kriterianya untuk setiap pengujian apa saja
    3. Output yang diharapkan itu apa

Protokol dirancang untuk memastikan bahwa semua aspek sudah diperhitungkan dan protokol harus disahkan dan disetujui sebelum dilepaskan ke tahap berikutnya serta persetujuan atau pengesahan tersebut harus didokumentasikan.

  • Ruang lingkup dan tingkat kegiatan kualifikasi kinerja

Pengujian kualifikasi kinerja harus berlangsung terus sampai dapat dipercaya atau tingkat kepercayaan yang dikehendaki telah tercapai.

Pengujian harus menggunakan sampel data dan menganalisanya terhadap kriteria serta membandingkan hasil dengan kriteria selama periode waktu tertentu sesuai dengan jumlah batch yang digunakan.

Protokol kualifikasi kinerja sebaiknya juga menjelaskan :

    • Ruang lingkupnya apa saja dan kegiatan kualifikasi kinerjanya seperti apa, misalnya antara lain menjelaskan :
      1. Identifikasi prosesnya
      2. Jumlah sampel atau ukuran batch
      3. Variabel yang diuji
      4. Tanggal pengujian
      5. dll
    • Mengenai identifikasi variabel-variabel

Protokol kualifikasi kinerja sebaiknya mengidentifikasi variabel kritis yang mempengaruhi proses.

Dengan melacak, merekam, menganalisa variabel-variabel tersebut maka suatu proses dapat disesuaikan dan dapat dikendalikan serta dapat diperbaiki.

Jadi tujuan dari kualifikasi kinerja ini antara lain adalah untuk membuktikan bahwa variabel proses secara konsisten dapat direproduksi untuk jangka panjang.

Untuk menetapkan dan mengukur variabel tersebut maka pengendalian berbagai elemen sistem harus diterapkan, antara lain :

      1. Mesin dan peralatannya
      2. Utility dan aksesori
      3. Lingkungan kerja
      4. Jenis bahan yang digunakan
      5. dll
  • Sumber Daya Manusia

Fungsi dan peran personel yang berpartisipasi di dalam tahap kualifikasi kinerja dan proses realisasi harus ditetapkan dan ketentuan ini harus meliputi kegiatan dan pengujian yang menjadi tanggungjawab personel tersebut.

Jika sertifikasi dan pelatihan ini disarankan maka mereka juga harus diverifikasi dan harus disetujui.

Baca Juga : Program Upgrade Kompetensi dengan Training Kalibrasi

  • Dokumentasi

Dokumentasi

Protokol sebaiknya mengacu pada semua dokumen yang relevan yang disyaratkan atau yang diperlukan untuk pengujian dan yang ditetapkan di dalam protokol kualifikasi kinerja, misalnya :

    1. SOP, IK, Manual
    2. Bagan, diagram
    3. Spesifikasi Lingkungan Kerja
    4. Instruksi Pengguna
    5. dll
  • Alat pemantau dan pengukur

Alat pemantau dan pengukuran yang akan digunakan dalam proses harus dikualifikasi dan dicatat.

Kualifikasi ini penting yaitu untuk memastikan bahwa alat itu masih utuh, terdaftar, dikalibrasi, dan dikendalikan.

Registrasi atau daftarnya harus meliputi misalnya identifikasinya sini seperti misalnya : nomor seri, unsur-unsur lain, merk, dll

Registrasi ini penting untuk ketertelusuran.

Baca Juga : Petunjuk Pengelolaan Peralatan Laboratorium dengan Benar

  • Penyimpangan-penyimpangan yang terdeteksi

Penyimpangan terhadap persyaratan yang sudah ditetapkan dapat terjadi selama kegiatan kualifikasi kinerja. Setiap penyimpangan harus dievaluasi keparahannya dan juga dievaluasi dampaknya terhadap produk.

Setiap penyimpangan dari kriteria, Rinciannya harus dicatat mencakup deskripsi penyimpangannya, alasan atau justifikasi, bahwa penyebab penyimpangan itu bisa diterima, kemudian identitas personel yang melakukan penerimaan dan pengesahan, dll.

  • Deskripsi pengujian

Pengujian ini harus dilakukan untuk setiap elemen yang diidentifikasi terkait dengan kualifikasi kinerja. Tujuan dari pengujian adalah untuk menunjukkan bahwa proses tersebut memenuhi persyaratan secara konsisten.

  • Ringkasan laporan

Setelah kita menyelesaikan semua pengujian kualifikasi kinerja maka laporan harus dibuat dan laporan harus menunjukkan stabilitas proses dan juga pengulangan sudah dapat dicapai.

Dan laporan ini bisa meliputi antara lain misalnya :

    1. Tinjauan tentang deskripsi pengujian
    2. Hasil dan analisa
    3. Kesimpulan terhadap kriteria dan penyimpangan
    4. Referensi yang digunakan
    5. Investigasi penyimpangan
    6. Validasi ulang jika memang ada perbaikan
    7. Adanya pengendalian ketidaksesuaian
    8. Pengesahan
    9. dll
  • Validasi ulang

Validasi ulang ini diperlukan dalam situasi dimana produsen mendeteksi adanya variabel proses yang mungkin tidak memberikan output yang sesuai harapan dan untuk menentukan tindakan memulihkan kesesuaian.

Jadi tujuan dari validasi ulang adalah menentukan seberapa stabil dan seberapa mumpuni suatu proses setelah dilakukan perubahan atau perbaikan.

Kebutuhan validasi ulang harus dievaluasi dan didokumentasikan sesuai ketentuan rencana validasi.

  • Validasi ulang berkala atau periodik

Elemen sistem manajemen mutu yang berperan dalam realisasi produk atau service tentu saja dapat mengalami perubahan.

Uuntuk mengontrol kemampuan satu proses secara teratur maka diperlukan adanya validasi ulang secara berkala dan ketika proses membutuhkan validasi ulang secara berkala maka produsen perlu merencanakannya sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan dan perencanaan.

Perencanaannya tersebut harus disimpan sebagai informasi terdokumentasi

Ketika validasi berkala diperlukan maka perencanaan perlu dimasukkan didalam rencana validasi.

Kesimpulan

Nah kita sudah belajar terkait dengan validasi proses dan elemen-elemen pentingnya serta faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam setiap elemen tersebut.

Validasi proses itu sendiri merupakan aktivitas yang memang menjadi persyaratan jika suatu perusahaan telah menerapkan sistem manajemen mutu dan juga untuk beberapa industri makanan dan obat tradisional yang telah menerapkan HACCP dan CPOTB.

Apa itu HACCP, lebih lanjut bisa dibaca di sini : Apa itu HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points)?

Sedangkan untuk CPOTB bisa dipelajari di dalam artikel ini : Sekilas Tentang CPOTB / Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik

Referensi :

Usman Suwandi Belajar Dan Berbagi

Jenis-Jenis Troli Barang dan Panduan Pembelian

Jenis-Jenis Troli Barang dan Panduan Pembelian

Buat teman-teman yang bekerja di bagian gudang atau perusahaan distribusi sudah pasti troli barang adalah perlengkapan wajib dimiliki. Dengan adanya troli barang tersebut, kegiatan memindahkan benda yang berat dalam jumlah banyak akan lebih efisien waktu dan tenaga.

Troli barang tidak hanya dapat kita temui di area pergudangan, namun juga di berbagai bidang, antara lain : supermarket, perusahaan berbagai macam industri, bahkan sampai bandara.

Nah kali ini kita akan belajar terkait dengan jenis-jenis troli barang berikut dengan beberapa hal yang harus diperhatikan agar kita bisa mendapatkan troli barang terbaik ketika ingin membelinya.

Yuk kita simak di artikel berikut..

Jenis Troli Barang

Saat ini di pasaran banyak sekali supplier penyedia troli barang dengan bermacam model dan harga. Jika kita tidak teliti atau hanya tergiur dari harga murah, bisa saja malah mendapatkan troli barang yang kualitasnya kurang baik sehingga tidak awet dan berujung ke pengeluaran yang malah lebih besar jika seandainya kita membeli troli barang yang berkualitas dari awal meskipun dari sisi harga sedikit lebih mahal.

Setiap jenis troli umumnya memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa jenis dari troli barang, antara lain : 

  • Troli Belanja

Troli Belanja

Pastinya hampir semua orang mengenal troli jenis ini karena paling mudah kita temukan, khususnya di pusat perbelanjaan. Sesuai dengan namanya, troli ini memang berfungsi untuk membawa barang belanjaan ke kasir pada saat kita berbelanja.

Umumnya terbuat dari bahan stainless stell, dengan bentuk yang berongga dan disertai dengan tempat duduk kecil yang bisa dipergunakan sebagai tempat duduk anak kecil (balita) jika kita ingin mengajaknya berbelanja.

  • Troli Tool Kit

Troli Tool Kit

Troli yang jarang kita temukan di tempat umum, mungkin hanya dimiliki di pabrik atau bengkel. Troli ini digunakan untuk menyimpan dan membawa beberapa perkakas antara lain berbagai macam jenis kunci (pas, ring, L, inggris, dll), berbagai macam tang, serta berbagai macam jenis obeng yang sering digunakan.

Troli ini umumnya terdiri dari 3 atau 5 raw.

  • Troli Barang

Troli Barang

Troli barang ini termasuk yang paling umum digunakan di perusahaan, bentuknya sederhana, namun cukup kuat untuk memindahkan berbagai macam barang dari mulai galon sampai bagian-bagian mesin di perusahaan, misalnya : bagian-bagian mesin bubut.

Kapasitas troli barang ini juga bervariasi, namun umumnya tersedia dalam kapasitas 100 kg, 150 kg, 200 kg.

Berikut ini adalah beberapa fungsi troli barang yang sering kita temui di berbagai macam kegiatan, antara lain :

    1. Untuk membawa komponen-komponen mesin
    2. Mengangkut bahan baku dan bahan jadi untuk mempercepat proses kegiatan produksi.
    3. Mengangkut galon
    4. Mengangkut alat tulis kantor
    5. dll
  • Housekeeping Trolley

Housekeeping Trolley

Jenis troli ini sering kita temukan di hotel untuk membawa perlengkapan kebersihan sampai ke perlengkapan tamu.

Housekeeping Trolley terdiri dari beberapa susun rak secara berurutan dari bawah keatas yaitu :

    1. wheel
    2. trolly rack
    3. Liner humper
    4. Grabage humper
    5. Stationaries
    6. Amenities
    7. Gadget

Disamping rak tersebut terdapat kantong yang berguna untuk mengangkut sampah kotor.

  • Luggage Trolley

Luggage Trolley

Troli ini bisa kita temukan di perhotelan dan secara umum berfungsi untuk mengangkut barang bawaan tamu yang akan menginap di hotel tersebut.

Troli jenis ini juga sering kita lihat baik di apartemen maupun di bandara.

  • Service Stand Trolley

Service Stand Trolley

Jenis troli yang banyak digunakan di rumah sakit, pesawat, restoran, maupun di pesawat terbang dan secara umum digunakan untuk membawa makanan dan minuman.

Ada 3 macam troli jenis ini, yaitu ;

    • Service Stand Trolley

Bentuknya mirim meja dorong dan banyak kita temukan di restoran dan digunakan untuk mengantarkan makanan ke pengunjung.

Dengan roda yang dapat kita putar ke segala arah dan disertai dengan rem membuat troli ini mudah dalam penggunaannya.

    • Collect Stand Trolly

Troli yang terbuat dari bahan stainless stell sehingga tidak mudah berkarat, mengingat troli ini sering digunakan untuk mengumpulkan alat makan baik yang bersih maupun yang kotor.

    • Collect bin trolley

Troli yang digunakan untuk mengumpulkan sampah makanan. Mempunyai desain yang relatif besar dan mampu menampung sampai dengan 5 kantong sampah.

Troli ini juga memiliki bak pastik yang mudah pasang dan dilepaskan.

  • Troli Jonitor

Troli Jonitor

Troli ini banyak digunakan teman-teman kita yang bekerja di cleaning service di pusat perbelanjaan, pabrik, maupun rumah sakit untuk membawa peralatan kebersihan seperti pel-pelan atau pengki.

Troli dengan disertai 4 roda dimana roda pada bagian depan lebih kecil dibandingkan dengan roda pada bagian belakang.

Pada troli ini terdapat kantong yang berfungsi untuk membawa sampah ketika melakukan pembersihan.

  • Laundry Trolley

Laundry Trolley

Sesuai dengan namanya, troli ini tentunya digunakan untuk membantu aktivitas laundry antara lain untuk membawa selimut, sprey, dan pakaian kotor.

Berbeda dengan troli jenis lainnya yang umumnya berbahan plastik, stainless stell, maupun baja, troli ini terbuat dari bahan kain tebal namun tidak mudah luntur sehingga tetap menjaga warna kain-kain yang dibawanya.

  • Gueridon Trolley
    Gueridon Trolley

Mungkin ini jenis troli yang paling jarang kita temui. Troli ini hanya dapat kita temukan di restoran mewah yang berfungsi untuk menyajikan makanan ke pelanggan.

  • Hand Cart

Hand Cart

Jenis troli yang paling umum kita temui. Jenis troli dilengkapi dengan pegangan tangan sehingga lebih mudah digunakan.

troli ini juga dapat dengan mudah kita temukan di berbagai perusahaan untuk berbagai macam keperluan, antara lain : mengangkat spare part mesin, mengangkat bahan baku (raw material) dan bahan jadi, dll.

  • Flat troli

Flat troli

Jenis troli yang hanya memiliki roda namun tidak mempunyai pegangan sehingga sangat cocok jika kita gunakan untuk membawa barang berukuran berat dan besar pada lorong atau koridaor.

Pertimbangkan Ini Sebelum Membeli troli Barang

tips membeli troli barang

Kita sudah tahu jenis-jenis dari troli barang. Sebelum memutuskan untuk membeli troli barang perhatikan terlebih dahulu beberapa hal penting untuk memilih troli barang terbaik dibawah ini :

  • Pertimbangkan Ukuran Barang Yang Akan Dibawa

ukuran troli besar atau kecil

Tidak semua troli cocok untuk semua jenis pekerjaan dan barang yang akan diangkutnya. Hal ini harus menjadi pertimbangan supaya troli yang kita beli sesuai dengan kebutuhan. Sesuaikan dengan barang yang akan sering diangkut dengan menggunakan troli Tersebut

Ukuran barang tentu akan berkaitan dengan berat barang. Semakin besar ukuran troli tentunya juga dapat digunakan untuk mengangkat atau memindahkan barang yang semakin berat dan besar.

Namun perlu juga diingat, troli yang besar juga mempunyai berat yang juga berat sehingga kurang flexible dalam penggunaannya.

Pastikan kita membaca secara detil spesifikasi dari troli tersebut sebelum membelinya.

Beri label pada troli tersebut supaya pengguna tidak menggunakannya dengan berat yang melebihi spesifikasinya.

  • Pertimbangkan Bahan dan Alas troli

alas troli anti selip

Saat ini troli tersedia dalam beberapa macam bahan, antara lain :

    • Bahan Stainless Stell

Troli dengan bahan ini tentunya mempunyai keunggulan bahan yang ringan, tahan karat, dan lebih awet, meskipun dari sisi harga relatif lebih mahal.

    • Bahan Baja

Berbeda dengan yang berbahan stainless, troli dengan bahan baja relatif lebih murah dan tahan lama, namun karena mempunyai bobot yang berat sehingga agak sulit dalam penggunaannya.

    • Bahan Resin (polipropilena)

Troli dengan bahan ini mempunyai bobot yang ringan sehingga mudah untuk digunakan, namun dari sisi harga lebih mahal dibanding troli dari bahan baja.

Alas troli umumnya juga dibuat bermotif supaya tidak licin pada saat digunakan, sehingga barang yang ingin kita angkut dan pindahkan tidak mudah bergeser.

  • Jenis Pegangan

adjustable handle trolley

Paling tidak ada 2 jenis pegangan pada troli yaitu yang model fixed dan model adjustable.

Troli dengan pegangan yang fixed tidak bisa kita atur tinggi rendahnya, namun troli jenis ini umumnya mempunyai pegangan yang lebih kuat sehingga lebih aman ketika kita gunakan untuk memindahkan barang bahkan ketika melewati turunan atau tanjakan.

Sedangkan untuk pegangan troli yang bisa diatur ketinggiannya tentunya mempunyai keuntungan dimana dapat disesuaikan dengan tinggi badan pengguna sehingga terasa nyaman ketika digunakan.

Selain dapat diatur tinggi rendahnya, perlu juga dipertimbangkan apakah ingin memilih jenis troli yang dapat dilipat bagian pegangannya.

Hal ini tentunya akan memberikan keuntungan sehingga mudah disimpan meskipun dalam ruangan yang relatif terbatas, juga mungkin bisa dimasukkan ke dalam bagasi mobil jika kita ingin membawanya ke tempat lain.

Saat ini bahkan banyak produk troli yang tidak hanya dapat dilipat pada bagian pegangannya saja, namun juga pada bagian rodanya.

  • Pertimbangkan Roda dan Remnya.

roda troli besar

Roda merupakan bagian terpenting dari troli, tanpa adanya roda tentunya troli tidak dapat digunakan. Sebelum membeli troli pertimbangkan roda sebagai berikut :

    • Diameter Ukuran roda

Diameter ukuran roda yang kecil tentunya akan menyulitkan jika digunakan pada jalan yang tidak rata, sehingga troli dengan roda ukuran yang kecil umumnya digunakan di perusahaan-perusahaan dimana lantai atau koridornya memang rata.

Ukuran roda troli sendiri biasanya berkisar antara 5 s/d 12.5 cm.

    • Bahan Roda

Bahan roda akan berpengaruh pada ketahanan dan kemudahan ketika troli akan diputar. Bahan yang umum digunakan adalah karet dan resin elastomer.

Bahan roda troli yang bagus juga ketika digunakan tidak akan menimbulkan suara yang berisik.

    • Roda Mati vs Roda Hidup

Roda mati yang terletak pada bagian pegangan troli memberi kemudahan penggunaan troli terutama pada saat mengarahkan.

    • Rem pada Roda

Jika troli kita gunakan untuk untuk memindahkan benda yang berat maka disarankan memilih troli yang mempunyai rem roda.

Semoga Bermanfaat

Cara Kerja dan Bagian-Bagian Colony Counter

Cara Kerja dan Bagian-Bagian Colony Counter

Kali ini kita akan belajar mengenai instrumen colony counter dimana alat ini banyak kita temukan di lab mikrobiologi.

Teman-teman yang bekerja di laboratorium tersebut dimana seringkali mengembangbiakkan kultur bakteri tentu sudah tidak asing lagi dengan alat ini.

Meskipun ada beberapa cara untuk menghitung colony misalnya : colony di dalam petri dish dihitung secara manual hanya dengan penglihatan mata dan jari kita secara langsung, namun tentunya metode ini sangat terbatas karena mungkin hanya bisa dilakukan jika dalam satu petri tersebut dijumpai sedikit bakteri dan letaknya juga saling berjarak.

Pengertian Colony Counter

colony counter adalah

Colony Counter adalah suatu alat yang berfungsi untuk menghitung pertumbuhan koloni bakteri dan mikroorganisme lainnya dalam agar plate yang dilengkapi dengan pencatat elektronik.

Bakteri yang akan dihitung tentunya adalah bakteri yang masih hidup.

Lalu bagaimanakah cara menghitungnya?

Jadi dengan pengenceran terlebih dahulu dari medium bakteri misalnya pengenceran sampai 3 kali dalam tabung reaksi, kemudian bakteri di diinokulasi dan diinkubasi setelah itu dihitung koloninya yang tumbuh menggunakan colony counter

Bagaimanakah Cara Kerja Colony Counter

cara menggunakan colony counter

Cara kerja colony counter adalah dengan memanfaatkan kaca pembesar atau lup untuk memperbesar koloni atau dengan menandai koloni yang terdapat pada cawan petri dish menggunakan pena atau “pen marker” yang umumnya kita dapatkan pada saat membeli alat tersebut.

Dengan adanya kaca pembesar tersebut tentunya perhitungan koloni yang tumbuh di dalam petri dish setelah diinkubasi semakin mudah dilakukan.

Pada alat ini, khususnya pada bagian wolffhugeldisk juga dilengkapi kuadran atau skala yang berguna pada saat pengamatan pertumbuhan koloni dalam jumlah yang sangat banyak.

Jumlah koloni pada petri dish dapat ditandai dan dihitung secara otomatis dan juga dapat di reset sehingga angka pada display kembali ke nol.

Jenis Colony Counter

Ada dua jenis colony counter, yaitu :

  • Semi otomatis

Dimana perhitungan koloni dilakukan dengan cara menyentuh koloni bakteri yang tumbuh kemudian alat akan menghitung secara otomatis.

  • Otomatis

Dimana perhitungan jumlah sudah dilakukan secara komputerisasi.

Bagian-Bagian Colony Counter

Sebelum kita belajar mengenai cara menggunakan colony counter, alangkah baiknya jika kita mengerti mengenai bagian-bagian colony counter ini.

Berikut ini adalah bagian-bagian colony counter tersebut.

Pada bagian depan unit alat terdapat 2 bagian utama, yaitu :

Bagian depan colony counter

  • Counting dan Control Unit

Dimana pada bagian ini terdapat 4 tombol, yaitu :

    • Botton R
    • Bottn M
    • Tanda Panah Atas
    • Tanda Panah Bawah
  • Cakram disk atau Wolffhugeldisk

Ada 2 jenis cakram disk

    • Background warna gelap / Wolffhugeldisk black
    • Background warna putih / Wolffhugeldisk white

Pemilihannya tentunya tergantung pada pencahayaan.

Di dalam cakram disk atau Wolffhugeldisk tersebut terdapat garis garis kotak yang berfungsi untuk membantu kita dalam menghitung kepadatan koloni sehingga jika pada kondisi tertentu dimana kepadatan koloninnya sangat tinggi maka ada metode penghitungan menggunakan rumus

Cakram disk tersebut nanti dipasangkan pada lempeng plate dan tentunya cakram disk tersebut dipakainya satu persatu (bukan bersamaan). Cakram disk ini nanti digunakan untuk meletakkan petri dish.

  • Reducing insert

Bentuknya sekilas mirip dengan magnet, bagian ini berfungsi untuk menyesuaikan posisi petri dish.

Seperti kita ketahui, dalam pengembang biakan bakteri dengan metode petri dish umumnya ada beberapa ukuran petri dish yaitu : diameter 90 mm dan diameter 60 mm atau juga ada yang berukuran sebesar diameter lempeng plate tersebut.

Nah reducing insert ini diletakkan di Wolffhugeldisk jika kita menggunakan petri dish yang ukurannya lebih kecil dari diameter Wolffhugeldisk tersebut sehingga letak petri dish tetap di tengah.

  • Kaca Pembesar atau lup atau magnifying glass

Untuk membantu pengamatan kita pada petri dish sehingga ada pembesaran jika ukuran bakteri yang kita amati terlalu kecil.

Kaca pembesar tersebut dipasang melalui “hole” yang ada di belakang alat (No. 6). Dan bisa diatur sehingga pengamatan yang kita lakukan lebih nyaman.

  • Pen Marker

Alat bantu yang kita gunakan untuk penanda colony yang akan kita hitung.

Dan pada bagian belakang terdapat beberapa bagian, antara lain :

colony counter tampak dari belakang

  • Saklar (No. 3)

Digunakan untuk menghidupkan dan mematikan alat

  • Fuse (No. 5)

Berfungsi untuk memutuskan hubungan listrik apabila terjadi arus listrik yang berlebihan atau pada saat konsleting pada instalasi kabel listrik.

  • Main (No. 4)

Pastikan voltase sesuai dengan detail pada pelat rating sebelum kita menyambungkan unit ke sumber arus listrik.

  • Hole (No. 6)

Digunakan untuk memasang kaca pembesar

Prosedur Pengoperasian Colony Counter

  • Hubungkan saklar general pada stop kontak.
  • Tekan saklar on off sehingga display colony counter menyala.

Seperti yang telah disebutkan diatas, pada bagian Counting dan Control Unit terdapat display yang menampilkan digit angka, menu, dan pengaturan (seting)

Jumlah digit di display tersebut adalah 3, dimana ini berarti jumlah maksimal yang dapat dihitung dengan menggunakan alat ini adalah 999.

Selain display tersebut juga terdapat 4 tombol yaitu :

    • Botton R >> Tombol Reset, Tombol ini digunakan misalnya kita sudah menghitung koloni dalam satu petri, dan untuk mengembalikan angkanya ke nol maka kita menekan tombol reset.
    • Button M >> Tombol Menu, dimana terdiri dari :
      • Menu L, Light dimana untuk mengatur tingkat kecerahan atau brightness lampu di lempeng plate atau  Wolffhugeldisk.

Untuk menambah tingkat kecerahan kita bisa menekan tombol panah keatas, demikian sebaliknya jika kita ingin mengurangi tingkat kecerahan maka kita bisa menekan tombol panah bawah.

pengatur warna pada alat colony counter

      • Menu C, Color dimana untuk merubah warna

Caranya sama dengan kita merubah tingkat kecerahan diatas, dimana dengan menekan tombol panah keatas atau kebawah.

pengatur warna colony counter

      • Menu S, Sensitivity untuk mengatur sensitifitas ketika kita menyentuh layar lempeng plate atau wolffhugeldisk, caranya juga sama yaitu dengan menekan tombol panah keatas dan kebawah.

Ketika kita atur dengan tingkat sensitifitas yang tinggi maka dengan sentuhan yang ringan saja alat sudah merespon (bertambah angka pada display counternya).

pengatur sensitivitas pada colony counter

      • Menu On Off, untuk mengatur bunyi (beep) ketika layar kita sentuh. Untuk posisi ON akan berbunyi sedangkan untuk posisi off maka tidak akan berbunyi.

pengatur bunyi sinyal pada alat colony counter

  • Setelah pengaturan selesai kita lakukan, letakkan petri dish pada wolffhugeldisk.

Untuk mempermudah pengamatan, maka pada colony counter tersebut terdapat kaca pembesar atau lup, sehingga koloni-koloni yang kecil mudah terlihat.

Untuk menghitung colony bisa ditandai dengan menggunakan pen marker, setiap kita menandai colony tersebut maka display akan berubah nilainya atau menghitung jumlah colony sesuai yang kita tandai.

Dengan adanya pen marker tersebut, maka jika kita sudah memulai perhitungan namun dalam kondisi tertentu kita jeda, maka tentunya kita juga tahu koloni mana saja yang belum terhitung, dan kita tinggal meneruskannya saja jika ingin melanjutkan perhitungan koloni.

Trouble Shooting Masalah Pada Alat Colony Counter

ketika terjadi masalah pada colony counter

Seiring berjalannya waktu, pada saat melakukan analisa atau menghitung koloni, mungkin saja terjadi beberapa kendala. Berikut ini adalah masalah-masalah yang mungkin bisa timbul ketika kita menggunakan colony counter

Lempeng plate tetap gelap meskipun saklar sudah terhubung dengan sumber arus listrik?

Jika display pada digit menyala, periksa apakah mode kecerahan mempunyai nilai lebih besar dari nol.

Jika ya, dan lempeng plate tetap gelap maka periksa fuse nya, jika terjadi kerusakan ganti fuse dengan model yang sejenis.

Counter pada display tidak menghitung?

Periksa setingan sensitivity pada alat. Jika display penghitung tidak merespons padahal pengaturan sensitivitas sudah benar atau bahkan nilainya tinggi kemungkinan ada cacat di unitnya.

Penting Diperhatikan!

Pastikan unit alat terhubung dengan tegangan listrik yang stabil, jika diperlukan gunakan stabilizer.

Jangan meletakkan benda berat diatas lempeng plate karena dapat menyebabkan kerusakan alat.

Pembersihan bagian luar alat dapat menggunakan kain lembap (kanebo yang sedikit dibasahi air), namun pastikan tidak ada cairan yang masuk ke dalam alat tersebut.

Bagian lempeng plate tidak boleh dibersihkan dengan pelarut organik, seperti alkohol, dll.

Semoga Bermanfaat

Kegunaan Botol Timbang Dalam Laboratorium Kimia

Kegunaan Botol Timbang Dalam Laboratorium Kimia

Di dalam laboratorium, khususnya laboratorium kimia, tentunya yang namanya aktivitas penimbangan hampir pasti dilakukan, apakah itu sebagai rangkaian analisa kadar air, preparasi untuk pengujian bahan atau senyawa tertentu dll.

Nah disinilah peran dari botol timbang laboratorium.

Kali ini kita akan sedikit membahas mengenai alat tersebut. Alat yang tergolong sederhana dan sering kita lupakan namun fungsinya sangat penting dalam suatu laboratorium.

Fungsi Botol Timbang Laboratorium

fungsi botol timbang

Apapun kegiatan di dalam laboratorium, jika itu terkait dengan jumlah zat maka harus benar-benar kita perhatikan. Faktor-faktor lain terkait dengan sifat bahan yang higroskopis atau bereaksi dengan udara juga harus kita pikirkan sehingga analisa bahan tersebut dapat berjalan tanpa adanya gangguan.

Sesuai dengan namanya, Botol timbang merupakan salah satu peralatan laboratorium yang digunakan untuk menimbang.

Kenapa harus menggunakan botol timbang? Toh kita bisa menggunakan gelas atau kaca arloji kan?

Seperti yang sudah disinggung diatas, di dalam laboratorium kimia, tentunya ketika melakukan reaksi atau analisa haruslah dengan metode yang terkontrol dan juga telah tervalidasi.

Sangat penting untuk mengetahui jumlah zat yang kita reaksikan tersebut sesuai dengan metode yang telah ditentukan.

Salah satu caranya adalah dengan menimbangnya, namun menimbang dengan menggunakan peralatan yang kurang sesuai tentunya bisa menyebabkan hasil analisa juga diragukan, karena bahan yang kita timbang bisa jadi mudah bereaksi dengan udara, terkontaminasi, dll. Atau dengan kata lain proses penimbangan tersebut haruslah dilakukan dengan benar dan akurat, salah satunya adalah dengan menggunakan botol timbang.

Botol tersebut mempunyai tutup yang memungkinkan botol timbang tersebut ditutup sehingga dapat mencegah adanya kontaminasi dari lingkungan, karena seperti kita ketahui adanya kontaminasi meskipun kecil jumlahnya maka akan berdampak pada zat yang ditimbang, sehingga juga menghasilkan data hasil analisa yang tidak valid.

Tutup pada botol timbang ini juga mempunyai bentuk semacam knop yang menonjol sehingga mudah untuk dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya, misalnya : dari tempat penimbangan (neraca analitik) ke desikator laboratorium.

Jenis Botol Timbang

Kali ini kita akan memberikan contoh brand duran, yang salah satu contoh brand dari alat laboratorium glassware.

Ada beberapa pilihan dari botol timbang ini untuk dijadikan pilihan sesuai dengan kebutuhan kita di laboratorium, antara lain :

  • Weighing Bottles dengan Thermal Expansion Coefisien

botol timbang dengan termal

 

Weighing Bottles dengan Thermal Expansion Coefisien 33 x 10 -7 / derajat celsius (20 – 300 derajat celsius).

Material dari botol timbang ini adalah borosilicate glass 3.3.

Tersedia dalam berbagai ukuran dari mulai kapasitas 3 ml untuk botol dengan diameter 25 mm x tinggi botol 25 mm.

katalog botol timbang termal

Dan berturut turut untuk kapasitas :

    • 5 ml
    • 7 ml
    • 13 ml
    • 19 ml
    • 24 ml
    • 19 ml
    • 18 ml
    • 26 ml
    • 13 ml
    • 23 ml
    • 34 ml
    • 45 ml
    • 20 ml
    • 37 ml
    • 54 ml
    • 88 ml
    • Dan yang terakhir kapasitas 105 ml untuk botol timbang dengan diameter bodi 50 mm dengan tinggi sekitar 8 cm.

Untuk dimensi lengkap terkait dengan ukurannya bisa teman-teman lihat pada gambar diatas.

  • Weighing Bottle

botol timbang biasa

Tipe ini tanpa disertai thermal expansion coefisient. Material juga terbuat dari borosilicate, terdiri dari 2 pilihan, yaitu :

katalog botol timbang biasa

Tipe Cylinder

Mempunyai variasi kapasitas dari :

3 ml, dengan ukuran diameter botol 18 mm dan tinggi botol 35 mm, kemudian berturut-turut juga tersedia dengan kapasitas volume :

    • 15 ml
    • 24 ml
    • 57 ml
    • 120 ml

Dan yang terakhir adalah 170 ml dengan ukuran diameter botol 60 mm dengan tinggi botol 80 mm.

Tipe Flat

Dan ini adalah tipe yang satunya, dengan kapasitas terkecil 20 ml : Dengan ukuran diamter 35 mm dan tinggi 30 mm kemudian untuk variasi kapasitas volumen yang lainnya adalah :

    • 16 ml
    • 35 ml

Dengan kapasitas volume terbesar adalah mendekati 61 ml dengan diameter botol 60 mm dengan tinggi 30 mm.

Yang sangat membantu kita dari tipe ini adalah pada botol tersebut sudah diberikan keterangan nomor, sehingga tidak membuat kita terbalik dalam melakukan analisa dan perhitungan data analisa.

Botol ini banyak digunakan untuk kegiatan analisa kadar air.

Contoh Penimbangan Menggunakan Botol Timbang

contoh kegunaan botol timbang

Seperti pada umumnya kita jika ingin bekerja di laboratorium, pertama-tama tentunya kita harus menggunakan minimal 3 Alat Pelindung Diri, antara lain :

Setelah kita mengenakan APD, maka siapkan alat dan bahannya :

Catatan : Dalam contoh ini, kita akan menggunakan botol timbang untuk menimbang sebanyak 2 gram alkohol 70 %

Alat :

  • Botol timbang
  • Pipet tetes
  • Botol reagen untuk memindahkan larutan yang akan ditimbang
  • Timbangan analitik atau neraca analitik

Bahan :

Alkohol 70 %

Langkah Kerja :

  • Pertama-tama tentunya kita harus periksa terlebih dahulu posisi waterpass dari timbangan analitik tersebut apakah sudah tepat di tengah?

Jika belum, maka tengahkan dengan memutar leveling foot yang terletak dibagian kiri dan kanan pada timbangan analitik tersebut.

  • Bersihkan pinggan neraca analitik dengan menggunakan kuas.

Dalam kondisi tertentu dimana neraca analitik seringkali digunakan untuk bahan-bahan yang lengket, seperti gula, dll, maka pembersihan dengan kuas dirasa kurang efektif. Untuk mengatasi hal ini angkat pinggan neraca dari tempatnya dan bersihkan dengan menggunakan kanebo yang telah dibasahi dengan air untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran yang lengket tersebut.

Jika pembersihan dilakukan dengan cara ini, pastikan juga untuk memanaskan neraca sebelum menggunakaannya supaya pengaruh perbedaan suhu (akibat dilap dengan kanebo basah) hilang.

  • Nyalakan neraca dan lakukan pemanasan selama kurang lebih 1 jam.

Catatan : Setiap neraca akan mempunyai waktu pemanasan yang berbeda-beda, ada yang cepat ada yang lambat tergantung merk dan tipe.

  • Timbang alkohol 70 % sebanyak 2 gram dimana sebelum ditimbang, pindahkan alkohol tersebut ke botol reagen.

Catatan :

Sebelum menimbang, cek terlebih dahulu apakah posisi display neraca analitik tersebut sudah menunjukkan angka 0,0000 g, jika belum kita tekan tombol “tare” untuk mengenolkan.

  • Masukkan botol timbangnya.

Kenapa dalam menimbang alkohol ini kita menggunakan botol timbang?

Karena alkohol merupakan larutan yang mudah menguap.

Botol timbang juga bisa digunakan untuk zat yang higroskopis atau yang menyerap air.

  • Tulis terlebih dahulu bobot botol timbang kosongya, misalnya beratnya adalah 35,8769 g

Seperti pada umumnya penimbangan sampel, kita harus menuliskan semua informasi di “note”. Karena kita ingin menimbang alkohol 2 gram maka hasil akhir dari penimbangan nanti adalah 35,8769 g + 2 gram = 37,8769 gram

pintu chamber neraca analitik

Pada saat akan mengeluarkan alkohol dari pipet tetes tersebut, penggunaan pintu kaca pada neraca analitik tergantung kenyamanan teman-teman, apakah mau menggunakan pintu kaca sebelah kiri, kanan, atau malah dari pintu kaca bagian atas.

Umumnya kita menggunakan pintu neraca sebelah kiri neraca, namun jika seorang yang kidal mungkin lebih nyaan menggunakan pintu sebelah kanan neraca.

Namun untuk penggunaan botol timbang yang tinggi biasanya harus menggunakan pintu neraca yang atas.

  • Tambahkan alkohol 70 % pelan-pelan sampai dengan mendekati angka yang ingin kita timbang yaitu 37,8769 gram.

Perbedaan massa ± 0.0001 s/d ± 0.0002 gram mungkin masih dianggap masuk toleransi mengingat neraca analitik juga mempunyai akurasi dalam kisaran angka tersebut.

  • Keluarkan botol timbang dari neraca analitik.

Jangan lupa setelah selesai menggunakan neraca analitik, bersihkan kembali piringannya dan matikan neraca analitik tersebut.

Dalam contoh diatas kita menggunakan sampel alkhohol 70 %, meskipun sebenarnya botol timbang ini lebih banyak digunakan untuk menimbang sampel yang berbentuk padatan.

Harga Botol Timbang

ukuran botol timbang

Jika berbicara mengenai harga botol timbang, tentunya tergantung dari merk dan ukurannya. Namun sebagai gambaran berikut ini adalah harga botol timbang tersebut yang kami ambil dari marketplace di indonesia.

harga botol timbang laboratorium

Semoga Bermanfaat.