Beberapa Mesin Packing yang Sering Digunakan Dalam Industri

Beberapa Mesin Packing yang Sering Digunakan Dalam Industri

Tidak hanya dalam industri skala besar yang mana dari hulu (penerimaan bahan baku) sampai hilir (gudang produk jadi) pasti melibatkan berbagai macam mesin baik itu yang masih manual maupun yang otomatis. Keberadaan mesin packing dengan mudah kita temukan baik itu di usaha skala mikro atau rumahan.

Karena memang fungsinya adalah untuk mengemas produk akhir sebelum diserahkan ke customer.

Lalu apa saja macam-macam mesin packing yang sering digunakan ini? Yuk kita kupas bersama..

Kegunaan Mesin Packing

manfaat menggunakan mesin packing otomatis

Sesuai dengan namanya, tentunya mesin packing berfungsi untuk mengemas suatu produk terutama produk yang sudah terbungkus baik itu dalam kemasan primer atau sekunder yang tentunya untuk melindungi produk tersebut dari kerusakan yang bisa disebabkan karena jatuh, benturan, maupun cuaca.

Namun selain fungsi diatas, kemasan / packing dengan kualitas baik akan memberikan kesan produk tersebut berkualitas sehingga dapat meningkatkan daya jual.

Begitu pentingnya mesin packing ini dalam industri, maka pada aktifitas pembeliannyapun perlu dilakukan kualifikasi untuk memastikan mesin ini sesuai dengan tujuan penggunaanya.

Bahkan untuk industri yang telah menberapkan standar CPOTB atau CPOB sebelum dilakukan pembelian mesin ini dilakukan FAT terlebih dahulu yang kemudian dilanjutkan dengan SAT dan kualifikasi mesin terhadap produk yang akan dikemas.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dan kegunaan mesin packing di dalam suatu industri, antara lain :

  • Menunjukkan Identitas Suatu Produk

Hal ini tentunya bisa gunakan sebagai branding sehingga konsumen begitu melihat sekilas kemasannya sudah mengetahui produk tersebut produk apa.

  • Dapat Menjadi Bagian Pemasaran

Dengan adanya packing yang bagus dan rapi tentunya image dari produk juga semakin tinggi. Hal tersebut tentunya bisa dijadikan dalam kegiatan pemasaran produk tersebut.

  • Menjaga Kualitas Produk

Dengan kemasan yang sesuai standar, produk juga tidak cepat rusak.

Dari sisi kemasan primernya. Misalnya label pada kemasan primer tidak mudah luntur sehingga konsumenpun tidak akan mengira bahwa produk tersebut adalah produk yang sudah lama disimpan. Namun bukan berarti sudah mendekati expired date ya..

  • Sebagai Wadah Produk Supaya Tidak Berantakan

Kita bisa bayangkan, jika produk jadi kita yang berjumlah ratusan, ribuan, dan jutaan tanpa kita kemas / packing secara rapi.

Hal tersebut tentunya akan merepotkan semua pihak baik dari sales, serta distributor, atau retailer yang menjual produk tersebut.

Macam-Macam Mesin Packing

Dengan produk yang bermacam-macam dari berbagai macam industri, sehingga mesin packing pun bisa kita temukan dalam berbagai macam merk serta tipe antara lain :

  • Mesin Packing Sachet

mesin packing sachet

Mesin packing sachet merupakan mesin packing untuk suatu produk powder atau granul yang dikemas dalam bentuk sachet.

Mesin jenis ini juga merupakan salah satu mesin yang paling banyak digunakan di berbagai macam industri antara lain industri pertenakan, pertanian, perkebunan, makanan minuman, dll.

Untuk mesin packing sachet generasi saat ini (artikel ini ditulis di tahun 2023) pastinya mesin sudah dapat mendeteksi apakah jumlah atau berat produk yang masuk dalam kemasan sachet tersebut sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan atau tidak, jika ternyata “out of specs” maka produk yang dikemas tersebut akan terdeteksi dan langsung terpisahkan secara otomatis.

Pada mesin ini tentunya terdapat plat logam / heater yang berfungssi untuk menyegel / nge seal kemasan produk dalam bentuk sachet yang tentunya dilengkapi dengan alat pengukur suhu untuk memantau panas pada heater tersebut.

Dengan menggunakan mesin packing sachet ini tentunya memberikan beberapa keuntungan, antara lain :

    • Lebih efisien dan menghemat biaya produksi karena proses penimbangan, filling produk ke kemasan, dan penyegelan dapat dilakukan secara berurutan dalam satu mesin ini. Jumlah personel operator tentunya juga lebih sedikit jika kita lakukan secara manual.

Dengan berbagai kelebihan terebut, mesin ini dianggap sebagai mesin packing otomatis karena semua proses pengemasan dilakukan dalam mesin tersebut.

    • Kecepatan mesin juga dapat diseting sesuai dengan yang diinginkan, namun tentunya harus dipastikan terlebih dahulu melalui proses validasi sehingga kecepatan mesin yang kita seting tetap menghasilkan produk jadi yang memenuhi standar, misalnya : apakah secara visual tidak ada yang miring, tepat di tengah, posisi inox tepat di tempatnya, dll.
    • Menjamin produk tetap steril karena proses pengisian ruahan (produk yang belum dikemas) dilakukan oleh mesin sehingga minim kontak dengan operator. Hal ini tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi perusahaan pangan yang telah menetapkan CPOB atau CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik).

Sebelum melakukan pembelian pada mesin packing sachet ini pastikan disesuaikan dengan kebutuhan di perusahaan teman-teman.

Untuk perusahaan makanan yang menerapkan CPOTB tadi tentunya mempersyaratkan komponen-komponen mesin yang bersifat food grade sesuai standar makanan serta mudah dibersihkan.

  • Hand Sealer atau Foot Sealer

pedal sealer

Merupakan mesin sachet yang terbilang sederhana, mesin ini digunakan untuk mengemas kantung plastik dari bahan PE, PVC, PP, Cellophone, Alumunium foil, Tin foil, Copper foil, dan campuran Polystyrene.

Prinsip kerja alat ini  berupa induksi panas dari filamen ke lapisan teflon yang kemudian disalurkan ke kemasan plastik. Panas yang terserap mengakibatkan plastik tersebut merekat mengemas produk sehingga terbebas dari kontaminasi udara yang dapat merusak produk.

Karena harganya yang terjangkau, hand sealer dan food sealer ini banyak digunakan di industri rumahan sampai dengan departemen R&D dalam industri farmasi untuk menyimpan hasil trial yang mereka lakukan.

Cara menggunakan foot sealer tergolong sederhana, berikut tahapannya :

    1. Hubungkan stop kontak dengan sumber arus listrik
    2. Hidupkan alat dengan menekan tombol power
    3. Atur pengontrol suhu sesuai dengan temperature yang diinginkan
    4. Masukkan kemasan plastik yang akan di sealing
    5. Injak pedal kebawah kurang lebih selama 2 – 3 detik
    6. Tarik kemasan plastik yang sudah tersealing
  • Mesin Strapping

mesin straping

Merupakan mesin yang digunakan untuk pembungkusan dan perekatan kemasan dengan menggunakan tali plastik yang terbuat polyethylene atau tali besi yang terbuat dari lempengan besi (seng).

Mesin ini banyak digunakan di berbagai macam industri baik itu di bidang logistik, medis, pos atau bahkan perbankan.

  • Mesin Vacuum Sealer

mesin vacuum sealer

Di tengah maraknya usaha makanan “home made”, permintaan mesin inipun semakin naik. Mesin ini tidak hanya mengemas melalui proses sealing saja namun juga melakukan vacuum / menyedot udara dalam kemasan sehingga dalam kemasan tersebut tidak ada udara.

Dengan tidak adanya udara dalam kemasan tersebut, maka diharapkan perkembangan bakteri akan terhambat sehingga umur kadaluwara produk makanan tersebut menjadi lebih lama karena seperti kita ketahui, bakteri dalam makanan hanya dapat dilihat dengan mikroskop dan tidak bisa dilihat dengan pengamatan langsung, kecuali memang sudah tumbuh jamur. Sehingga proses vacuum udara inipun sangat diperlukan untuk menjaga kualitas produk tersebut.

Mesin ini banyak digunakan untuk mengemas bakso, sosis, nugget, dll.

Bentuk dan ukuran dari mesin sealer ini juga bermacam-macam sehingga pastikan menjadi bahan pertimbangan sebelum melakukan pembeliannya.

Umumnya semakin besar ukuran mesin, konsumsi daya listrik juga akan semakin besar. Hal tersebut tentunya harus diperhitungkan secara matang terlebih untuk teman-teman yang sedang merintis usaha.

Catatan : Oya terkait dengan mikroskop kita sudah pernah ulas sebelumnya di artikel : Bagian-Bagian Mikroskop dan Fungsinya Lengkap Dengan Gambar

  • Mesin Shrink

mesin shrink

Mesin ini digunakan untuk mengemas produk dalam 1 pack kemasan. Misalnya : Produk A dikemas dengan kemasan primer sachet, kemudian beberapa kemasan sachet tersebut dikemas dengan kemasan skunder inner.

Kemudian beberapa kemasan inner ini (misalnya 10 kemasan inner) digabungkan dalam 1 pack sebelum disalurkan ke distributor.

Nah untuk membuat 1 pack atau menggabungkan beberapa kemasan inner itulah menggunakan mesin shrink.

Prinsip kerja mesin shrink ini adalah menggunakan metode penyusutan plastik mengikuti pola pack atau bungkus yang diinginkan melalui pemanasan. Sehingga pack yang terbentuk akan terbungkus dengan rapi dan kuat.

Plastik yang umum digunakan untuk membuat pack dengan mesin shrink ini adalah plastik jenis POF, PVC, dan PE karena jenis ini mempunyai sifat tidak mudah meleleh dan dapat menyusut.

Mesin shrink, di industri banyak digunakan dalam perusahaan makanan, minuman, shampo, sabun, dll.

Mesin ini dilengkapi dengan conveyor, dimana cara kerjanya adalah operator packing menata kemasan yang ingin di shrink ke dalam plastik PVC, POF, atau PE tadi, kemudian meletakkannya pada conveyor yang berjalan sehingga kemasan tersebut berjalan masuk ke dalam mesin shrink dan kemasan akan keluar dalam kondisi yang sudah rapi terbungkus plastik tersebut.

  • Mesin Capping

mesin capping botol

Merupakan mesin yang digunakan untuk proses penutupan kemasan botol. Seperti kita ketahui, banyak sekali produk yang menggunakan kemasan jenis botol, dari mulai minuman, minyak angin, minyak wangi, sirup, dll.

Dengan menggunakan mesin tersebut maka proses penutupan botol menjadi lebih efisien.

Sebagaimana mesin packing pada umumnya, mesin capping botol tentunya juga ada berbagai macam tipe yang berbeda baik dari segi rentang ukur kecepatan packing tutup botolnya maupun rentang ukur diameter tutup botolnya.

Dengan menggunakan mesin capping ini, kekuatan uji puntir botol pun dapat distandarkan dibandingkan dengan pengemasan secara manual.

  • Mesin Wrapping

wrapping machine untuk home industri

Mesin yang digunakan untuk membungkus produk baik itu produk jadi dari suatu perusahaan atau makanan dengan sistem wrapping agar senantiasa terjaga kebersihan, kesegaran, dan kehigienisanya.

Mesin ini juga menggunakan pemanas dalam operasionalnya.

  • Mesin Packing Kardus

mesin packing kardus

Sesuai dengan namanya, mesin ini biasanya digunakan untuk membungkus / packing kemasan kardus.

Mesin Packing Kardus atau terkadang ada yang juga menyebutnya sebagai Carton Sealer adalah mesin dengan conveyor  yang dapat memudahkan kinerja kita dalam penyegelan kardus.

Yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pembelian mesin pengemas kardus ini adalah lebar maksimal dan tinggi maksimal kardus yang ingin secara otomatis terlakban di bagian atas dan bawahnya seerta kecepatan mesin yang diinginkan dimana hal ini tentunya akan berpengaruh pada waktu produksi pengemasan.

Mesin ini tentunya sangat direkomendasikan untuk digunakan khususnya industri yang setiap harinya menghasilkan ratusan atau ribuan produk jadi setiap harinya.

  • Mesin Coding

mesin coding

Meskipun tidak berfungsi sebagai pengemas, namun mesin ini merupakan rangkaian dalam proses pengemasan, dimana digunakan untuk memberikan informasi baik itu berupa nomer batch, tanggal produksi, tanggal kadaluwarsa, dll.

Untuk mesin coding saat ini kita tidak mutlak harus membelinya, karena ada beberapa supplier yang menyewakannya.

Semoga Bermanfaat.

Pengertian Gaya Gravitasi Berikut dengan Contoh Soalnya

Pengertian Gaya Gravitasi Berikut dengan Contoh Soalnya

Jika mendalami ilmu fisika terutama di bagian konsep-konsepnya, sebut saja mengenai besaran dan satuan, prinsip tekanan udara, gaya tarik, gaya puntir, dll maka ilmu tersebut akan terus terbawa dan digunakan jika kita bekerja di bidang yang terkait dengan pengukuran, misalnya : laboratorium kalibrasi, kontraktor bangunan, supplier alat ukur, dll.

Nah kali ini kita akan membahas salah satu konsep dasar tersebut yaitu mengenai gaya, baik itu dari pengertian, jenisnya, dan lebih lanjut kita akan membahas mengenai gaya gravitasi serta contoh soal sehingga memudahkan pemahaman kita.

Pengertian Gaya

pengertian gaya adalah

Gaya adalah suatu dorongan atau tarikan yang dihasilkan dari interaksi dua benda atau lebih.

Contohnya : Gaya tarik atau dorong pada sebuah gerobak.

Nah tarikan dan dorongan diatas kita sebut sebagai gaya.

Secara garis besar, Ada 2 jenis gaya yaitu :

Gaya Sentuh

Sesuai dengan namanya, gaya ini akan timbul kalau ada sentuhan.

Contoh dari gaya sentuh :

  • Gaya Dorong

gaya dorong

Jika kita mendorong sesuatu tentu saja kita harus menyentuhnya baru kita bisa mendorong.

  • Gaya Tarik

gaya tarik

Contohnya : ketika sapi atau kerbau yang sedang menarik gerobak kearah depan.

  • Gaya Gesek

gaya gesek

Contohnya : pada korek api atau juga pada rem di kendaraan bermotor.

  • Gaya Normal

gaya normal adalah

Gaya normal adalah gaya reaksi ketika suatu benda ini diletakkan pada suatu bidang maka bidang tersebut akan mendorong kembali si benda tersebut dengan gaya sama sebagai gaya normal.

Gaya Tak Sentuh

Gaya yang dihasilkan sebuah benda tanpa harus bersentuhan.

Contoh dari gaya tak sentuh :

  • Gaya Magnet

contoh gaya magnet

Mungkin sebagian dari kita pernah mengingat ketika masih kecil bermain dimana besi diletakkan diatas kertas kemudian dibawahnya kita gerak-gerakkan magnet dan besi tersebut juga ikut bergerak.

  • Gaya Gesek Statis

gaya gesek statis

Secara singkat gaya gesek statis adalah gesekan yang terjadi antara 2 buah benda padat, yang tidak bergerak secara relatif satu sama lainnya. Gaya ini terjadi pada saat suatu benda meluncur ke arah bawah pada bidang miring.

Oya, pemahaman terkait dengan gaya statis dengan listrik statis tentunya berbeda. Terkait dengan listrik statis sebelumnya pernah dibahas di dalam artikel : Pengertian Listrik Statis Berikut dengan Contohnya

  • Gaya Gravitasi

contoh gaya gravitasi adalah

Dimana gaya gravitasi ini arahnya selalu kebawah dan dia menarik kita ke bawah. Gaya gravitasi ini yang akan kita ulas secara lebih dalam di artikel ini.

Akibat Dari Gaya

Apa sih yang timbul dari adanya gaya disekitar kita?

Ternyata gaya ini bisa menyebabkan perubahan terhadap benda antara lain :

  • Gaya Bisa Merubah Gerak Benda

contoh gaya tarik dan gaya dorong

Gaya bisa menghentikan benda yang bergerak, misalnya : pada mobil dengan adanya gaya gesek di remnya maka kita bisa menghentikan mobil tersebut.

Sebaliknya, gaya juga bisa menggerakkan benda yang diam, misalnya : gerobak diam ketika ditarik dan didorong maka akan menjadi bergerak.

  • Gaya Bisa Mempercepat atau Memperlambat Gerak Benda

gaya memperlambat benda

Misalnya : ketika pedal gas mobil kita injak, maka gaya akan mempercepat laju mobil tersebut, demikian juga ketika pedal rem mobil kita injak maka akan memperlambat laju mobil tersebut.

  • Gaya Bisa Merubah Arah Gerak Benda

gaya merubah arah benda

Misalkan : ada suatu benda kemudian secara tiba-tiba diberikan gaya dari arah yang berbeda, maka bisa saja benda itu bergerak pindah ke arah geraknya.

Contohnya : Pada permainan sepak bola ketika seorang menendang bola kemudian bola terkena kaki pemain lawannya maka arah gerak bola itu akan berubah.

  • Gaya Bisa Merubah Bentuk Benda

gaya dapat merubah bentuk benda

Misalnya : gaya yang diaplikasikan pada gergaji pada saat memotong kayu, maka gergaji tersebut bisa merubah bentuk kayu sesuai dengan yang diinginkan.

Satuan Gaya

Bagaimana sih kita mengukur satuan gaya?

Gaya bisa diukur dengan menggunakan dinamometer atau biasa disebut sebagai neraca pegas.

gambar neraca pegas

Contohnya seperti gambar diatas, ketika suatu benda diikatkan maka neraca tersebut akan ditarik sehingga kita bisa mengukur seberapa gaya yang bekerja pada alat tersebut.

Satuan gaya adalah Newton atau Dyne

Apa beda kedua satuan diatas ?

Newton (N) adalah kg.m/s²

Dyne adalah g.cm/s²

Jadi yang membedakannya adalah satuan massa dan satuan panjangnya.

Konversi 1 N = 10∧5 dyne (10 pangkat 5)

Gaya Berat dan Gaya Gravitasi

perbedaan massa dan berat

Sebelum membahas mengenai gaya berat dan gravitasi, ada baiknya kita memahami perbedaan antara massa dan berat.

Karena ternyata seringkali kita menggunakan istilah ini secara kurang tepat

Contohnya : ketika menggunakan timbangan berat badan kita menyebut berat kita dengan satuan kg.

Ternyata pada fisika istilah yang tepat untuk hal diatas adalah massa.

Pada dunia kesehatan kita kenal juga istilah “Body Mass indeks” atau indek massa tubuh, bukan indeks berat tubuh.

Massa adalah banyaknya suatu materi yang ada pada suatu benda, satuannya adalah kg. Sedangkan berat adalah gaya yang bekerja pada benda tersebut karena pengaruh gravitasi dan memiliki satuan Newton.

Gaya ini diukur dengan menggunakan dinamometer.

Karena Berat adalah pengaruh gaya gravitasi pada suatu benda maka berat suatu benda bisa berubah-ubah tergantung tempat dimana berat tersebut diukur.

“Sebagai contoh gaya gravitasi ini bumi beragam antara 9,7639 m/s² s/d 9,8337 m/s²”

Jadi di tempat khatulistiwa atau di kutub Utara atau kutub selatan, berat suatu benda bisa berbeda tetapi massa akan selalu sama.

Dalam perhitungan kita akan selalu menggunakan 9,8 m/s² atau kita akan pakai 10 m/s² Kalau pada soal tidak dikasih tahu.

Rumus Berat adalah :

“w = m x g”

W = Berat dengan satuan Newton (kg.m/s²) atau Dyne (g.cm/s²)

m = Massa dengan satuan kg atau g

g = gaya gravitasi dengan satuan m/s² atau cm/s²

Untuk lebih memahami mengenai perbedaan massa dan berat tersebut diatas yuk kita pelajari dalam beberapa contoh dibawah ini :

Contoh Soal 1

gaya gravitasi planet mars

Percepatan gravitasi pada planet Mars adalah 3,7 m/s². Dibandingkan dengan massa dan beratnya pada bumi, Seorang astronot pada planet Mars memiliki?

  • a. Massa lebih kecil dan berat lebih kecil
  • b. Massa lebih kecil dan berata lebih besar
  • c. Massa sama dan berat lebih kecil
  • d. Massa sama dan berat lebih besar

Dari pilihan diatas manakah yang benar?

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, untuk massanya dimanapun baik itu di bumi atau di mars selalu sama.

Jadi untuk pilihan A dan B diatas sudah pasti salah, karena massanya berubah.

Selanjutnya kita tinggal mencari tahu, apakah beratnya lebih besar atau lebih kecil?

Pada soal diketahui, gaya gravitasi di Mars 3,7 m/s²

Sedangkan gravitasi di bumi 10 m/s²

Dengan menggunakan rumus untuk mencari berat “w = m x g”

Maka, Jika gravitasinya lebih kecil, maka beratnya lebih kecil.

Sehingga jawaban yang benar adalah C, yaitu massanya sama tetapi beratnya lebih kecil.

Contoh 2

perbedaan berat dan massa pada buku

Ada sebuah buku bermassa 500 gram diletakkan diatas meja.

Jika percepatan gravitasi adalah 9,8 m/s² maka besar gaya berat dari buku tersebut adalah?

  • a. 4.8 N
  • b. 9.8 N
  • c. 5.0 N
  • d. 10 N

Untuk menghitung gaya berat tersebut, maka kita menggunakan rumus diatas, yaitu :

w = m x g

w = 0.5 kg x 9.8 m/s² = 4.9 N

Sehingga jawabannya adalah A.

Contoh 3

Pada planet Alpha Sebuah benda bermassa 6 kg mengalami gaya berat atau sebesar 24 Newton.

Berapakah percepatan gravitasi pada planet Alpha tersebut?

a. 4.0 m/s²

b. 9.8 m/s²

c. 6.0 m/s²

d. 96 m/s²

Untuk menjawab pertanyaan diatas, kita masih menggunakan rumus yang sama yaitu :

w = m x g

24 Newton = 6 Kg x g

Maka g = 4 m/s²

Sehingga jawabannya adalah A

Contoh 4

gaya gravitasi di planet bumi

Percepatan gravitasi di bumi adalah 1/8 x percepatan gravitasi planet HD023.

Jika massa sebuah benda 1,5 Kg.

Berapa berat benda tersebut di bumi dan di planet HD023 (g = 10 m/s²)

Jawab :

Dalam contoh soal diatas, berarti ada 2 tempat yang mau kita bandingkan.

Tempat yang pertama adalah bumi

Tempat yang kedua adalah planet HD023

Massa di bumi 1,5 Kg

Massa di planet HD023 juga sama yaitu 1,5 Kg

Karena sekali lagi massa tidak pernah berubah.

Gaya gravitasi di bumi 10 m/s²

Sekarang kita mau cari tahu gravitasi di planet HD023

Seperti kita ketahui pada soal, dimana :

Gaya gravitasi bumi = 1/8 x percepatan gravitasi planet HD023

10 = gravitasi planet HD023 / 8

Gravitasi planet HD023 = 80 m/s²

Maka untuk mencari berat di bumi dan di planet HD023 kita tetap menggunakan rumus

w = m x g

Berat di bumi = 1.5 Kg x 10 m/s² = 15 Newton

Berat di planet HD023 = 1.5 x 80 m/s² = 120 Newton

Contoh 5

contoh soal gaya gravitassi

Jika berat astronot beserta perlengkapannya adalah 2000 N di bumi.

Berapakah massa dan berat pada planet M dimana gaya gravitasi planet M : gaya gravitasi bumi adalah 3 : 5?

Jawab :

w bumi = 2000 N

w planet = ?

Gravitasi M : Gravitasi Bumi : 3 : 5

gm/gb = 3/5

Nah karena kita tahu kalau berat ini itu tergantung dari gravitasi dan massa di mana saja selalu sama.

Maka kalau dibuatperbandingan maka

wb/wm = (m x gb)/(m x gm)

Karena massa dimanapun sama maka

wb/wm = gb/gm

wb/wm = 5/3

2000/wm = 5/3

wm = 6000/5 = 1200 Newton

Nah untuk mencari massanya terserah kita menggunakan yang di bumi atau di planet M karena seperti kita ketahui untuk massa dimanapun akan sama.

Pada contoh ini kita menggunakan perhitungan yang di bumi.

w = m x g

2000 = m x 10

m = 200 Kg

Tentunya massa tersebut sama baik di bumi maupun planet M

Nah dengan contoh-contoh diatas diharapkan kita memahami pengertian mengenai gaya gravitasi.

Semoga bermanfaat.

Panduan Pemeriksaan Antara dan Pemeliharaan Neraca

Panduan Pemeriksaan Antara dan Pemeliharaan Neraca

Seperti yang kita ketahui, Menurut ISO / IEC 17025, peralatan ukur yang digunakan dalam pengujian yang berpengaruh pada keabsahan hasil uji harus dikalibrasi sebelum digunakan.

Suatu pengujian umumnya selalu dimulai dengan tahap penimbangan, baik itu menimbang sampel maupun standar dan untuk kegiatan menimbang tersebut tentunya digunakan neraca.

Nah kali ini kita akan belajar mengenai pengecekan antara serta perawatan pada neraca tersebut.

Lab Terakreditasi atau Pengecekan Sendiri?

laboratorium terakreditasi

Laboratorium uji hendaknya tidak melakukan sendiri kalibrasi terhadap neraca yang dimilikinya namun mengkalibrasikan neracanya pada laboratorium kalibrasi terakreditasi karena untuk dapat melakukan kalibrasi neraca diperlukan keahlian dan keterampilan yang umumnya tidak dimiliki oleh personil laboratorium uji.

Lalu bagaimana seandainya laboratorium uji memang mempunyai personil yang kompeten untuk melakukan kalibrasi neraca? Apakah Boleh laboratorium uji mengkalibrasi sendiri neracanya?

Personil yang kompeten secara teknis yang sudah mendapatkan pelatihan kalibrasi neraca hanyalah salah satu dari beberapa elemen lain.

Selain personil yang kompeten untuk dapat mengkalibrasi sendiri neracanya, laboratorium uji harus juga :

  • Mempunyai lingkungan yang sesuai untuk melakukan kalibrasi
  • Memelihara prosedur terdokumentasi untuk melakukan kalibrasi tersebut
  • Mempunyai standar massa yang tertelusur ke sistem pengukuran SI dengan ketidakpastian yang sesuai.
  • Laboratorium uji harus juga mempunyai prosedur untuk menghitung, mengestimasi ketidakpastian pengukuran, dan mengimplementasikannya.

Laboratorium uji harus memperhitungkan ketidakpastian dalam menyatakan kesesuaian dengan spesifikasi serta harus melaporkan kepada Badan Akreditasi sebelum assessment terhadap laboratorium uji dilakukan, agar Badan Akreditasi dapat menyertakan satu orang assesor kalibrasi dalam tim asesment khusus untuk melihat kompetensi dari personil yang diserahi tugas mengkalibrasi neraca di laboratorium tersebut.

Baik melakukan kalibrasi ke laboratorium kalibrasi terakreditasi ataupun melakukannya sendiri, pointnya adalah memenuhi persyaratan-persyaratan yang yang telah diuraikan diatas.

Maka setelah kalibrasi dilakukan selanjutnya yang menjadi tugas laboratorium uji adalah melakukan pemeriksaan antara dan juga pemeliharaan terhadap neraca yang sudah terkalibrasi.

Pemeriksaan Antara Neraca

pengecekan berkala neraca

Pemeriksaan antara dimaksudkan untuk memelihara ketertelusuran peralatan ke standar nasional atau internasional.

Berikut ini adalah tahapan dalam melakukan pemeriksaan antara neraca

Sebelum melakukan pemeriksaan antara, catat nilai anak massa yang digunakan sesuai dengan nilai yang tertera pada sertifikat kalibrasi anak massa tersebut (diberi simbol M besar)

  1. Pertama-tama “nol” kan neraca dan rekam pembacaan sebagai z1
  2. Letakkan anak massa yang telah dikalibrasi pada neraca dan rekam pembacaannya sebagai m1
  3. Pindahkan anak massa dari neraca, jangan mengenolkan kembali neraca.
  4. Letakkan kembali anak massa yang telah dikalibrasi dengan berat yang sama tadi pada neraca dan rekam pembacaan sebagai m2.
  5. Pindahkan anak massa dari neraca dan rekam pembacaan sebagai z2.
  6. Catat nilai yang diperoleh diatas atau Data M, z1, m1, m2, dan z2 pada formulir yang telah disediakan.

Data-data tersebut adalah :

    • Menurut sertifikat kalibrasi anak massa (M) =
    • Pembacaan nol yang pertama (z1)
    • Pembacaan standar massa yang pertama (m1) =
    • Pembacaan standar massa yang kedua (m2)
    • Pembacaan nol yang kedua (z2) =

Dari data diatas dihitung

C1 = M – (m1 – z1)

C2 = M – (m2 – z2)

Dari C1 dan C2 dapat dihitung koreksi untuk setiap penimbangan massa yang terpisah

Koreksi = (C1 + C2)/2

Jika nilai skala telah berubah lebih besar dari 3σ dimana σ adalah standar deviasi dari repeatibilitas (kemampuan baca kembali) pada sertifikat kalibrasi neraca yang terakhir, maka neraca perlu di rekalibrasi atau mungkin di service atau disetel.

Nilai koreksi diatas juga disebut sebagai C user check correction

Dari C user check correction dan C calibration report correction tersebut kita dapat Δ koreksi

Δ koreksi = C user check correction – C calibration report corection

C calibration report corection = koreksi pada laporan kalibrasi yang terakhir untuk pembebanan m tertentu.

Apabila

|Δ C| ≤ sqrt (U²+(1.6Sr)² +Um²

Dimana :

U : Ketidakpastian dari koreksi pada pembebanan M pada laporan kalibrasi yang terakhir.

Sr : Standar deviasi repeatibilitas yang dilaporkan pada laporan kalibrasi yang terakhir

Um : Ketidakpastian dari massa terkalibrasi yang digunakan

Maka karakteristik neraca tidak berubah secara signifikan atau masih baik-baik saja.

Disarankan pemeriksaan tersebut dilakukan setiap bulan.

Selain itu yang perlu dilakukan oleh para personil laboratorium uji adalah :

  • Pemeriksaan repeatabilitas

Pemeriksaan repeatabilitas dilakukan setiap 6 bulan sekali untuk menetapkan apakah luaran atau output neraca berubah pada pengukuran berulang kali.

Hal tersebut dilakukan dengan melakukan 10 kali pengukuran dari massa yang sama.

Dalam hal ini yang penting dilihat adalah perubahan dari sebaran respon yang dibandingkan terhadap standar deviasi yang dilaporkan pada laporan kalibrasi yang terakhir.

Tahapan melakukannya adalah :

    1. Pertama-tama nol kan neraca dan rekam pembacaan sebagai z1
    2. Letakkan massa dengan berat terpilih yang dekat dengan kapasitas maksimum dari rentang yang akan diperiksa pada neraca dan rekam pembacaannya sebagai m1.
    3. Pindahkan massa dari neraca dan rekam pembacaannya sebagai z2
    4. Tanpa mengenolkan neraca, Letakkan massa yang sama pada neraca dan rekam pembacaannya sebagai m2.
    5. Pindahkan lagi massa dari neraca rekam pembacaannya sebagai z3
    6. Tanpa mengenolkan neraca, letakkan massa yang sama pada neraca dan rekam pembacaannya sebagai m3.
    7. Ulangi tahapan 5 dan 6 sampai didapatkan 10 kali data sampai z10 dan m10
    8. Rekam data z1, m1 hingga z10 dan m10 pada formulir seperti pada tampilan tabel dibawah ini.

tahapan dalam melakukan pemeriksaan antara neraca

Kemudian dihitung perbedaannya dinotasikan sebagai :

r = m – z

Sehingga akan didapatkan 10 data r dari tiap kali pengulangan tadi.

Setelah itu hitung standar deviasi user check atau dinotasikan sebagai sigma (σ) dengan rumus seperti dibawah ini :

S user check

Dimana

i = 1 s/d n ; r1 = m1 – z1
R = nilai rata-rata dari ri
n = jumlah pembacaan (10)

Apabila standar deviasi (S users check) lebih kecil dari 2 kali Sr pada laporan kalibrasi yang terakhir maka berarti karakteristik neraca tidak berubah secara signifikan / neraca masih dalam keadaan baik dan dapat digunakan.

Sebaliknya apabila nilai standar deviasi (S user check) lebih besar 2 kali Sr, pada laporan kalibrasi yang terakhir maka berarti neraca perlu di rekalibrasi atau mungkin di service dan disetel.

Beberapa Neraca Dalam Laboratorium

Ada berbagai macam neraca yang umum digunakan di laboratorium, antara lain :

Neraca Tiga Lengan

neraca 3 lengan

Neraca ini memiliki 2 piringan dimana piringan pertama digunakan untuk meletakkan anak massa dan piringan kedua untuk meletakkan beban yang ditimbang.

Saat ini, neraca ini mungkin sudah agak jarang digunakan di laboratorium uji.

Neraca dua lengan

top pan ballance

Neraca ini hanya memiliki satu piringan.

Neraca dengan model ini terdiri dari 2 macam yaitu :

  1. Neraca analitik
  2. Top loading Balance

Baca Juga : Timbangan analitik, Pocket, Precision, dan Bench Scale

Neraca Kompensasi Gaya Elektromagnetik

Prinsip penimbangan didasarkan pada kompensasi gaya elektromagnetik. Sebuah koil terpasang di sela-sela magnet dan ketika objek yang akan ditimbang ditempatkan pada piringan neraca maka akan timbul gaya elektromagnetik yang berlawanan terhadap objek yang telah ditempatkan.

Neraca akan menerjemahkan besaran komposisi gaya elektromagnetik tersebut sebagai bobot objek dan hasilnya nanti ditampilkan dalam layar neraca dengan satuan yang gram atau miligram.

Pemeliharaan Neraca Laboratorium Uji

  • Letakkan neraca di tempat yang sejuk, jauh dari paparan sinar matahari untuk menghindari kerusakan yang cepat pada neraca.
  • Neraca analitik sebaiknya juga ditempatkan pada meja yang kokoh umumnya digunakan meja batu di laboratorium. Jadi bukan dari meja kayu. Bahkan untuk neraca 5 digit selain setelah ditempatkan di atas meja batu ada pula alasnya yang tahan getaran biasanya ini dijual satu paket dengan neraca 5 digit tadi. Hal ini untuk menjaga kestabilan pada saat menimbang.
  • Letak dari meja timbang atau meja neraca harus dipilih dekat dinding atau di pojok ruangan.
  • Tidak boleh juga terkena AC secara langsung, karena seperti kita ketahui paparan udara AC dapat mempengaruhi pembacaan neraca.
  • Jauhkan neraca dari radiasi panas dan elektromagnetik serta alat elektronik lainnya. misalnya berdekatan dengan furnace laboratorium yang kita tahu beroperasi pada suhu tinggi.
  • Letakkan neraca juga pada tempat yang datar pastikan posisi neraca disetel dengan benar dengan cara mengatur bubble spirit level atau waterpass.
  • Gunakan stabilizer yang sesuai dan matikan neraca saat selesai atau tidak lagi digunakan dengan cara melepas baterai atau mencabut stop kontaknya.
  • Pastikan adaptor atau charger serta baterai yang digunakan sudah sesuai. Pastikan juga ada cukup daya baterai untuk mendukungnya. Kinerja baterai yang lemah akan mempengaruhi kinerja neraca, salah satunya neraca tidak dapat membaca hasil penimbangan secara optimal apabila kinerja baterainya lemah.
  • Hindari menimbang beban melebihi kapasitas guna menjaga dan melindungi neraca digital dari kerusakan permanen. Bila perlu beri tanda peringatan penggunaan maksimal untuk memastikan bahwa pengguna tidak salah waktu menimbangnya. Neraca digital memang didesain sesuai dengan fungsi dan batasan kapasitasnya masing-masing. Penimbangan yang melebihi batas maksimum dapat menyebabkan neraca gagal menampilkan bobot yang ditimbang.
  • Hindari meletakkan menyimpan benda, beban, atau barang di atas piringan neraca apabila sedang tidak digunakan.
  • Siapkan kuas pembersih di dekat meja timbang untuk memudahkan analis dalam membersihkan neraca baik sebelum maupun sesudah pemakaian. Bersihkan timbangan secara berkala dari debu dan kotoran menggunakan kuas tersebut.
  • Selalu berhati-hati dalam menimbang bahan kimia terutama untuk bahan kimia yang bersifat korosif ataupun cairan.
  • Jika ada bahan jatuh pada piringan neraca bersihkan segera dengan menggunakan kain atau kuas. Hindari menggunakan cairan pembersih dan tanyakan pada supplier yang bersangkutan untuk cara pembersihannya.
  • Pada saat tidak digunakan pintu neraca hendaknya ditutup.

Pemeliharaan Standar Anak Massa

pemeliharaan anak massa

  • Simpan anak massa dalam kemasan atau box aslinya jika ada. Umumnya anak masa dikemas dalam kotak yang dirancang khusus untuk menjaga agar anak masa dalam kondisi yang baik.
  • Jauhkan anak massa dari debu dan kelembaban tinggi.
  • Untuk memegang anak massa ukuran besar gunakan selalu sarung tangan bersih dan cuci sarung tangan penimbangan secara berkala.
  • Untuk anak massa ukuran kecil dapat digunakan pinset untuk memegangnya. Hal ini untuk mencegah menempelnya lemak atau residu pada anak massa.
  • Rekalibrasi neraca dan anak masa secara berkala untuk memastikan bahwa alat masih dalam keadaan baik.

Semoga Bermanfaat.

Sumber Referensi :

Pojok Laboratorium

Kegunaan Gelas atau Kaca Arloji Pada Pengujian Kimia

Kegunaan Gelas atau Kaca Arloji Pada Pengujian Kimia

Gelas arloji atau kaca arloji, bukanlah alat pengukur, bukan juga peralatan laboratorium yang mahal. Namun keberadaannya sangatlah diperlukan dalam berbagai macam analisa. Tanpa alat ini, maka aktivitas pengujian di dalam laboratorium tentunya akan terganggu.

Sehingga wajar saja jika alat ini dengan mudah kita temukan di laboratorium kimia atau biologi, baik itu laboratorium pendidikan di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA), laboratorium di universitas, sampai dengan di laboratorium penelitian.

Lalu apa sih sebenarnya kegunaan kaca arloji ini di laboratorium. Yuk kita pelajari bersama.

Pengertian dan Kegunaan Kaca Arloji

kegunaan gelas arloji

Kaca arloji adalah salah satu peralatan laboratorium yang berbentuk lingkaran yang umumnya terbuat dari kaca agak cekung di satu sisi dan cembung di sisi lainnya digunakan oleh analis atau peneliti untuk menguapkan cairan dan menutupi gelas kimia laboratorium selama penyiapan sampel.

Gelas arloji atau kaca arloji itu sendiri jika kita lihat bentuknya memang mirip dengan kaca pada arloji jam tangan yang juga agak melengkung.

Kegunaan Gelas Arloji antara lain adalah :

  • Digunakan untuk menampung padatan selama penimbangan. Misalnya, seorang analis kimia atau peneliti ingin menimbang dengan berat yang tepat dari suatu bubuk bahan untuk formula tertentu.

Maka dari pada menempatkan bubuk langsung ke wadah pencampuran, seorang analis umumnya akan meletakkan kaca arloji pada timbangan kemudian melakukan “tare” atau “rezore” untuk mengenolkan kaca arloji tersebut kemudian mereka baru menambahkan bubuk yang dimaksud ke atas kaca arloji hingga mencapai berat yang diinginkan.

Umumnya kaca arloji juga dibuat dari bahan yang anti lengket sehingga mereka juga tidak perlu khawatir ada bubuk yang tertinggal di kaca arloji tersebut jika ingin memindahkan bubuk tersebut ke wadah lain untuk mencampurnya dengan bubuk yang lainnya sesuai dengan formula.

  • Digunakan sebagai penutup gelas kimia laboratorium sehingga mencegah masuknya kontaminan sekaligus mencegah terjadinya pertukaran gas yang dapat mengganggu berjalannya analisa.

Seperti kita ketahui, terkadang pada beberapa pemcampuran bahan / pereaksi / reaktan menghasilkan gas sebagai hasil reaksinya.

Dengan ditutupnya gelas kimia dengan kaca arloji tersebut maka dapat mencegah hilangnya gas hasil reaksi keluar ke udara bebas.

  • Digunakan untuk mengamati pembentukan endapan atau kristal (dibagian cembung kaca arloji) pada beberapa analisa laboratorium.

Digunakan untuk mereaksikan bahan pada suhu tinggi serta untuk kaca arloji jenis khusus dapat digunakan untuk mencegah keluarnya uap selama eksperimen atau percobaan.

Pada analisis tertentu, kaca arloji juga diletakkan di atas gelas kimia yang berisi berbagai cairan saat mudah menguap yang berfungsi sebagai wadah pengumpul untuk penguapan partikel yang mengkristal pada permukaannya.

Dengan warna yang bening pada kaca arloji serta memiliki ketahan pada suhu tinggi, membuat peneliti dapat melihat secara jelas jalannya atau proses reaksi pencampuran yang terjadi di dalam gelas kimia secara langsung tanpa khawatir juga terpapar uap yang dihasilkan.

  • Digunakan banyak analis untuk menempatkan bahan-bahan kering yang bersifat higroskopis kemudian menyimpannya ke dalam desikator laboratorium.

Proses pengeringan bahan terebut terkadang juga dilakukan dengan menempatkan kaca arloji ke dalam oven laboratorium atau bahkan dengan cara menempatkan kaca arloji di bawah corong, lalu memberikan aliran udara kering yang ringan melalui bagian atas.

  • Digunakan untuk mengamati proses presipitasi dan kristalisasi.

Dengan permukaan penampang yang lebih besar memungkinkan analis kimia dapat langsung mengamati secara nyata dan visual pada saat pembentukan kristal atau endapan ketika bahan atau senyawa direaksikan. Lebih lanjut proses kristalisasi tersebut juga dapat diamati secara langsung dengan menggunakan mikroskop laboratorium.

  • Digunakan untuk wadah untuk bubuk, cairan, atau bahkan zat yang bersifat korosif

Jenis Gelas Arloji Laboratorium

Ada beberapa jenis gelas arloji, mungkin sebagian teman-teman juga sudah mengenalnya, berikut ini diantaranya :

Gelas Arloji Bahan Kaca

Gelas arloji kaca biasanya terbuat dari bahan borosilicate, tentunya mempunyai keunggulan dimana alat ini dapat disterilkan dengan menggunakan autoclave ataupun sekedar dipanaskan dengan oven laboratorium.

Gelas ini juga mempunyai ketahanan terhadap beberapa bahan kimia.

Berikut ini adalah beberapa contoh kaca arloji yang tersedia di pasaran :

  • Kaca arloji bahan soda lime

gelas arloji soda lime

Ketebalan 2 mm dengan pilihan diameter sebagai berikut :

    • 45 mm
    • 60 mm
    • 75 mm
    • 80 mm
    • 90 mm
    • 105 mm
    • 120 mm
    • 150 mm
  • Kaca Arloji Duran

kaca arloji duran

Dibandingkan dengan yang pertama, kaca arloji jenis ini, dapat kita temukan dengan ukuran yang lebih basar yaitu sampai dengan 250 mm.

Terbuat dari material duran borosilicate 3.3 dan mempunyai sifat thermal expansion coeficient 33 x 10 derajat /C (20 – 300 °C).

Berikut ini adalah ukuran-ukuran kaca arloji ini :

    • 50 mm
    • 60 mm
    • 80 mm
    • 100 mm
    • 125 mm
    • 150 mm
    • 200 mm
    • 250 mm
  • Kaca Arloji Quartz

gelas arloji bahan quartz

 

Jika kegiatan teman-teman di laboratorium terkait dengan pemanasan pada suhu tinggi, maka kaca arloji jenis ini bisa menjadi solusi karena dengan bahan yang terbuat dari quartz glass mempunyai spesifikasi heat resistant temperature : 900 derajat celsius.

Kaca arloji jenis ini mempunyai pilihan diameter sebagai berikut :

    • 50 mm
    • 60 mm
    • 70 mm
    • 90 mm
    • 100 mm
    • 120 mm
  • Kaca Arloji Silica

gelas arloji silica glass

Jenis kaca arloji yang terbuat dari bahan silica, mempunyai pilihan diameter seperti yang dari bahan quartz.

Gelas Arloji Bahan Plastik

Sesuai namanya, gelas arloji bahan plastik ini tentunya tidak mempunyai ketahanan seperti yang berbahan kaca karena memang secara aplikasi digunakan untuk pekerjaan laboratorium dimana yang dapat menimbulkan kontaminasi silang pada tahap preparasi sampel.

Pada beberapa kebutuhan analisa, alat ini bahkan digunakan sekali pakai dan seringkali digunakan pada pekerjaan di lapangan.

Pemakaian gelas arloji plastik ini disarankan hanya pada kisaran suhu -70°F hingga 275°F.

Gelas arloji berbahan neoprene dapat digunakan pada berbagai suhu, tahan terhadap degradasi dari sinar UV.

Produk fluoroelastomer memiliki ketahanan panas, minyak, dan bahan kimia yang baik; namun, mereka seringkali memiliki kinerja suhu rendah yang buruk.

Dan yang pasti gelas arloji dari bahan plastik cenderung lebih murah dibandingkan dengan yang dari kaca.

  • Gelas Arloji Bahan PP

kaca arloji plastik

Gelas arloji ini terbuat dari bahan PP (Polypropylene) dan dapat di sterlisasi dengan menggunakan autoclave. Tersedia dalam ukuran :

    • 60 mm
    • 80 mm
    • 100 mm
    • 125 mm

Nampak sekilas pada gambar diatas bentuknya mirip seperti piring.

Tips Membeli Gelas Arloji

tips membeli kaca arloji

Gelas arloji tersedia dalam berbagai ukuran dan ketebalan, saat akan membeli gelas arloji, tentunya harus kita pikirkan terlebih dahulu berapa diameter yang diinginkan serta apakah akan memilih gelas arloji yang tahan lama bisa digunakan berulang-ulang atau sekali pakai.

Gelas arloji “Heavy Duty” umumnya mempunyai bahan kaca yang lebih tebal dibandingkan dengan gelas arloji pada umumnya.

Jenis tersebut juga dapat menahan beban kerja yang lebih berat. Gelas arloji plastik sekali pakai lebih murah dan bobotnya lebih ringan, tetapi mungkin tidak dapat digunakan kembali atau sekali pakai.

Pastikan juga ke suplier alat laboratorium yang teman-teman pilih, apakah menjual gelas arloji tersebut dalam bentuk eceran atau 1 box karena terkadang untuk brand-brand tertentu gelas arloji ini tidak dijual secara eceran.

Semoga Bermanfaat

Beberapa Metode Pemisahan Campuran yang Sering Digunakan

Beberapa Metode Pemisahan Campuran yang Sering Digunakan

Pemisahan campuran, merupakan hal yang sering kita lakukan baik dalam kehidupan sehari-hari, penelitian di dunia pendidikan, laboratorium pengujian, sampai ke industri skala besar.

Meskipun terkesan sederhana, namun ternyata pemisahan campuran ini ada beberapa teknik atau metode dimana satu sama lainnya juga berbeda prinsip kerjanya.

Apa saja teknik atau metode pemisahan campuran tersebut?

Yuk.. kita pelahari bersama di dalam artikel ini.

Pengertian Materi

 

Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Materi dibagi menjadi 2 yaitu :

  • Zat tunggal

Zat tunggal kemudian terbagi menjadi 2 lagi yaitu :

    • Unsur

unsur logam dan non logam

Unsur yaitu zat tunggal atau zat murni yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi lebih sederhana, walaupun melalui reaksi kimia.

Jenis-jenis unsur yaitu ada :

Logam

Unsur logam ciri-cirinya padat berwarna putih, mengkilap, abu-abu, kuning, dan merupakan penghantar listrik yang baik dan mempunyai titik didih dan leleh yang tinggi.

Biasanya dapat dibentuk berupa lempengan atau lembaran, contohnya natrium, kalsium, besi, tembaga, magnesium, nikel, dll

Non logam

Unsur non logam sifatnya bisa padat, cair, atau gas, warnanya tidak mengkilap dan bukan penghantar listrik atau panas yang baik, titik didihnya rendah dan susah dibentuk seperti logam.

Contoh unsur non logam yang wujudnya padat adalah karbon, sedangkan untuk yang wujudnya gas adalah nitrogen, oksigen. Dan yang berbentuk cairan adalah bromin.

Metaloid

Diantara unsur logam dan non logam tersebut sebenarnya ada lagi unsur yaitu semi logam atau yang biasa disebut dengan metaloid.

Contohnya : boron, arsen dan silikon.

Unsur ini sifatnya bisa menghantarkan listrik namun tidak maksimal seperti logam.

    • Senyawa

senyawa organik dan an organik

Senyawa adalah gabungan dari dua unsur atau lebih dengan melalui reaksi kimia. Senyawa masih bisa diuraikan lagi dengan melalui reaksi kimia menjadi unsur penyusunnya.

Contohnya yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari yaitu Air atau H2O.

Senyawa pun dibagi menjadi dua yaitu :

Organik

Senyawa organik adalah senyawa yang berasal dari makhluk hidup biasanya terdiri atas unsur karbon, hidrogen, dan oksigen.

Contoh senyawa organik antara lain :

      1. C12H22O11 atau sukrosa yang bisa kita temukan pada buah-buahan atau tepung.
      2. CH3COOH atau asam cuka

Anorganik

Senyawa yang berasal dari mineral. Senyawa ini mudah larut dalam air dan mudah terbakar.

Contoh dari senyawa anorganik adalah NaCl atau garam.

  • Campuran

Nah.. di artikel kali ini kita akan lebih banyak fokus ke metode pemisahan campuran ini.

Pengertian Campuran

perbedaan campuran dan larutan

Campuran adalah gabungan dua zat atau lebih tanpa melalui reaksi kimia. Berbeda dengan senyawa yang melalui reaksi kimia.

Gabungan tersebut dapat berupa :

  • Unsur dengan unsur
  • Senyawa dengan senyawa
  • Unsur dengan senyawa

Campuran dibagi menjadi 2 yaitu :

  • Homogen

Homogen artinya satu jenis atau sama, contohnya : larutan

Contoh campuran homogen antara lain :

    1. Udara, seperti kita ketahui dimana didalam udara tersebut terdapat H2, O2, CO2 yang homogen menjadi satu, terlihat bening dan tidak dapat dibeda-bedakan mana yang H2, yang mana O2, dan yang mana CO2.
    2. Air garam dan air gula
  • Heterogen

Heterogen artinya beda jenis, terbagi menjadi 2 yaitu :

    1. Koloid
    2. Suspensi

Nah lalu bagaiman membedakan antara koloid dan suspensi tersebut?

    • Kalau larutan itu tidak bisa terlihat lagi zat penyusunnya.
    • Kalau suspensi ciri-cirinya jika didiamkan lama-lama akan mengendap dan terpisah antara fase yang ringan dan fase yang berat.
    • Kalau koloid zatnya atau partikel-partikelnya menyebar, ada di atas di bawah dan di seluruh ruang.

Perbedaan tersebut juga dapat dilihat dari ukuran partikelnya :

    • larutan itu < 1 nanometer
    • Koloid itu 1 s/d 100 nanometer
    • Suspensi itu >100 nanometer

Dilihat berdasarkan sifatnya terhadap cahaya :

Jika dilalui cahaya larutan akan tembus begitu saja, sedangkan untuk koloid akan terdispersi atau membias, dan untuk suspensi akan terlihat partikel-partikelnya

Prinsip pemisahan campuran didasarkan pada perbedaan sifat-sifat fisis zat penyusunnya seperti :

  • Wujud zat
  • Ukuran partikel
  • Titik leleh
  • Titik didih
  • Sifat magnetik
  • Sifat kelarutan

Metode pemisahan campuran banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk penjernihan air, pembuatan garam, dll.

Teknik atau Metode Pemisahan Campuran

Beberapa metode pemisahan campuran yang sering digunakan antara lain adalah penyaringan atau filtrasi, sentrifugasi, sublimasi, kromatografi, dan destilasi.

Wah banyak istilah-istilah baru ya..

Berikut ini adalah pembahasan sekilas terkait dengan metode pemisahan campuran tersebut.

  • Penyaringan

metode pemisahan campuran dengan cara filtrasi

Salah satu metode pemisahan campuran yang paling sederhana adalah filtrasi atau penyaringan.

Prinsip kerja pemisahan campuran dengan cara filtrasi didasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat-zat yang bercampur.

Metode pemisahan campuran dengan penyaringan ini untuk memisahkan padatan dari cairan misalnya : Memisahkan air dengan pasir.

Sesuai dengan namanya, peralatan utama yang digunakan dalam penyaringan adalah penyaring dari bahan berpori yang dapat dilalui partikel-partikel kecil seperti tisu, kertas saring, dll

Tisu atau kertas saring dapat dilalui air namun akan menahan partikel yang lebih besar seperti pasir dan yang lainnya.

“Penyaringan atau filtrasi adalah metode pemisahan campuran yang digunakan untuk memisahkan cairan dan padatan yang tidak larut berdasarkan pada perbedaan ukuran partikel pada zat-zat yang bercampur”

Dalam penyaringan ada 2 istilah yang harus diketahui yaitu Filtrat dan Residu.

Apa perbedaan kedua istilah tersebut?

Baik kita berikan ilustrasi dibawah ini.

Misalnya kita menyaring campuran air dan pasir.

Pasir yang tertinggal pada kertas saring merupakan residu dan air yang melewati penyaring disebut dengan Filtrat.

Bahasa sehari-hari yang mungkin kita kenal adalah :

Residu = Ampas

Untuk lebih jelasnya..

Filtrat merupakan suatu zat yang bisa larut atau bisa melewati penyaringan sedangkan residu adalah saat yang tidak bisa larut atau tidak bisa melewati penyaringan.

Contoh dari pemisahan melalui penyaringan dalam kehidupan sehari-hari misalnya pada proses penyaringan untuk mendapatkan air bersih.

Seperti kita ketahui, air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia baik itu untuk konsumsi makan, minum, atau digunakan untuk mandi, mencuci, dll, sehingga apabila kebutuhan akan air bersih belum terpenuhi maka akan menimbulkan permasalahan.

Untuk mendapatkan air bersih tersebut maka dilakukanlah proses penyaringan untuk :

    1. Menghilangkan bahan pencemar yang berada dalam air
    2. Menghilangkan bau yang tidak sedap pada air
    3. Mengubah air menjadi bersih atau bening

Tujuan lain dari penyaringan air ini adalah untuk :

    1. Memanfaatkan air kotor untuk digunakan kembali
    2. Mengurangi resiko meluapnya air kotor
    3. Mengurangi penyakit yang disebabkan oleh air kotor
    4. Mengurangi terbatasnya air bersih melalui proses penyaringan air.

Dalam suatu laboratorium pengujian, pemisahan dengan penyaringan ini juga banyak digunakan, antara lain pada saat preparasi sampel untuk analisa. Tentunya pada tahapan penyaringan ini umumnya menggunakan bantuan statif dan klem laboratorium berikut dengan kertas saringnya,

Contoh teknik pemisahan campuran dengan penyaringan yang lainnya antara lain :

    • Pembuatan santan kelapa
    • Penyaringan kopi atau teh
    • Penyaringan atau penangan limbah industri
    • Penyaringan debu pada AC atau HVAC di industri farmasi.
    • dll
  • Sentrifugasi

pemisahan dengan prinsip sentrifugasi

Metode jenis ini sering dilakukan sebagai pengganti penyaringan jika partikel padatan yang terdapat dalam campuran tersebut memiliki ukuran yang sangat halus dan jumlah campurannya lebih sedikit.

Metode sentrifugasi digunakan secara luas untuk memisahkan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih dari plasma darah.

Dalam hal ini padatan atau sel-sel darah merah dan sel darah putih yang akan mengumpul di dasar tabung reaksi atau tube sedangkan plasma darah berupa cairan yang berada di bagian atas.

Sentrifugasi adalah proses yang memanfaatkan gaya sentrifugal atau gaya berputar untuk pemisahan campuran dengan menggunakan mesin sentrifugal atau mesin pemutar.

Secara sederhana berarti pemisahan ini adalah dengan menggunakan mesin yang diputar-putar untuk sentrifugasi

Jika kita merujuk ke analisa pemisahan sel-sel maka mesin tersebut sering kita kenal dengan centrifuge laboratorium.

  • Kromatografi

pemisahan dengan metode kromatografi

Metode pemisahan dengan cara kromatografi digunakan secara luas dalam berbagai kegiatan diantaranya untuk memisahkan berbagai zat warna.

Pemisahan campuran dengan cara kromatografi pada umumnya digunakan untuk mengidentifikasi suatu zat yang berada dalam suatu campuran.

Prinsip kerjanya didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara partikel-partikel zat yang bercampur dalam suatu medium yang diam ketika dialiri suatu medium gerak.

Nah biasanya menggunakan bahan seperti sejenis tisu dan nanti warna-warna akan terpisah itu pada proses kromatografi.

Jenis kromatografi yang paling banyak digunakan adalah kromatografi kertas. Namun seiring dengan perkembangan zaman, saat ini kita bisa menemukan peralatan yang menggunakan prinsip pemisahan ini seperti, kromatografi gas, HPLC, UPLC, dll.

Jadi kromatografi merupakan metode pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara partikel-partikel yang bercampur dalam suatu medium yang diam ketika dialiri suatu medium yang bergerak

  • Sublimasi

teknik pemisahan campuran dengan cara sublimasi

Prinsip kerja pemisahan campuran dengan metode sublimasi adalah dengan didasarkan pada sifat dapat menyublim (perubahan dari wujud padat menjadi wujud gas) antara satu zat dengan zat lainnya yang tidak dapat menyublim.

Contoh campuran yang dapat dipisahkan dengan cara sublimasi adalah campuran iodin dengan garam.

  • Destilasi

cara memisahkan campuran dengan destilasi

Destilasi sering disebut juga dengan penyulingan. Pemisahan campuran dengan cara destilasi banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan industri.

Pemisahan campuran dengan cara penyulingan digunakan untuk memisahkan zat cair dari campurannya.

Prinsip kerjanya didasarkan pada perbedaan titik didih dari zat cair yang bercampur sehingga saat menguap setiap zat akan terpisah.

Oya, perbedaan titik beku dan titik didih juga sebelumnya dibahas dalam skala-skala temperatur dalam artikel : alat ukur suhu yang sering digunakan dalam industri.

Dalam dunia industri prinsip ini digunakankan pada penyulingan minyak bumi.

Seperti kita ketahui, minyak bumi terdiri atas berbagai macam komponen minyak bumi yang berbeda titik didihnya.

Jadi pemisahan campuran dengan cara destilasi untuk memisahkan suatu zat cair dari campurannya didasarkan pada perbedaan titik didih dari zat cair yang bercampur. Sehingga saat menguap setiap zat akan terpisah.

Misalnya : teknik penyulingan atau destilasi untuk mendapatkan mendapatkan premium, solar, bahkan juga mendapatkan aspal.

Contoh lain adalah dalam pembuahan alkohol yang biasa dilakukan dalam home industri juga termasuk contoh dari aplikasi penyulingan.

Demikian artikel singkat mengenai penjelasan prinsip dari teknik atau metode pemisahan campuran. Silakan jika ada tambahan dari teman-teman.

Manfaat Audit Internal dan Kaji Ulang Manajemen Pada ISO 17025

Manfaat Audit Internal dan Kaji Ulang Manajemen Pada ISO 17025

Dalam suatu siklus PDCA, setelah dilakukan perencanaan dan pelaksanaan, tentunya diperlukan aktivitas pemantauan untuk menilai apakah pelaksanaan tersebut sudah sesuai dengan yang direncanakan. Salah satu caranya adalah dengan melakukan proses audit.

Audit adalah suatu proses pengumpulan bukti dan mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan dalam suatu manajemen.

Berdasarkan pelaksanaan audit dapat terbagi menjadi 2 yaitu :

  • Audit internal

Audit yang dilakukan dalam lingkup sendiri yang hasilnya digunakan untuk manajemen sendiri

  • Audit eksternal

Audit yang dilakukan oleh pihak ketiga yang hasilnya biasanya berupa pengakuan dari pihak lain seperti hasil assesment akreditasi, hasil sertifikat, kontrak kerjasama, ataupun uji banding, dll.

Nah kali ini kita akan belajar mengenai audit internal khususnya pada sistem manajemen laboratorium ISO 17025 yang biasa diterapkan oleh laboratorium pengujian atau laboratorium kalibrasi.

Tujuan dan Manfaat Audit Internal

tujuan audit internal

Audit internal memiliki beberapa tujuan, antara lain :

  1. Identifikasi ketidaksesuaian sedini mungkin dan tindakan perbaikan seefektif mungkin.
  2. Identifikasi akar penyebab masalah sekaligus tindakan perbaikan yang diperlukan untuk mencegah keterulangan ketidaksesuaian yang serupa. Identifikasi akar penyebab masalah bisa dilakukan dengan fishbone diagram.
  3. Identifikasi kesempatan peningkatan sistem dengan menghindari penyimpangan prosedur yang kadaluarsa maupun kegiatan yang tidak efisien.
  4. Merupakan jaminan kepada manajemen laboratorium bahwa sistem manajemen mutu yang diterapkan telah sesuai.

Adapun manfaat dari audit internal adalah :

  1. Memeriksa apakah penerapan sistem manajemen mutu di laboratorium telah sesuai ISO 17025
  2. Menilai kesiapan laboratorium dalam menghadapi audit eksternal
  3. Melindungi investigasi
  4. Mencegah kerugian biaya akibat kegagalan sistem

Jadi audit internal digunakan untuk menilai atau melihat fakta-fakta yang terjadi dilapangan, apakah sistem manajemen mutu sudah diselenggarakan dengan baik atau sesuai dengan aturan atau sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya.

Audit internal bukanlah suatu proses mencari-cari kesalahan tetapi melihat dan menilai fakta-fakta berdasarkan bukti-bukti yang telah ada.

4 Tipe Audit Internal

tipe audit internal dalam iso 17025

Audit internal dapat dibagi menjadi 4 tipe, yaitu :

  • Audit Sistem

Audit sistem merupakan pelaksanaan audit yang ditujukan kepada kegiatan manajemen atau administrasi yang berkaitan dengan kegiatan operasional Laboratorium.

Misalnya :

    • Penerimaan barang yang diuji atau dikalibrasi
    • Pembelian bahan habis pakai
    • Penerbitan laporan hasil pengujian atau sertifikasi laboratorium kalibrasi
    • Kaji ulang manajemen, audit internal dan sebagainya

Audit sistem diarahkan pada pemeriksaan informasi terdokumentasi baik panduan mutu, prosedur, atau instruksi kerja terkait penerapan sistem manajemen.

  • Audit Unjuk Kerja

Audit unjuk kerja atau audit teknis mencakup inspeksi yang mendetail terhadap penerapan program jaminan mutu dan pengendalian mutu internal.

Audit ini meliputi antara lain :

    • Kegiatan pengambilan sampel bila memungkinkan
    • Pengendalian mutu internal pengujian atau kalibrasi
    • Pemeliharaan peralatan, bahan acuan, standart acuan, bahan habis pakai.
    • Validasi metode dan verifikasi data hasil pengujian atau kalibrasi
    • dll

Audit untuk kerja diarahkan kepada kebenaran teknis sesuai prosedur yang terdokumentasi maupun metode pengujian dan atau kalibrasi.

Audit unjuk kerja sebaiknya dilakukan oleh auditor yang memiliki pengetahuan yang memadai tentang pengujian dan atau kalibrasi serta memahami implikasi teknis dari apa yang dilihat dan didengarnya.

  • Audit Mutu Pengujian atau Kalibrasi

Audit mutu mencakup assessment terhadap presisi akurasi serta mutu data hasil pengujian dan atau kalibrasi.

Dengan melaksanakan audit mutu data maka dapat diketahui kompetensi laboratorium yang diwakili oleh personel dan menghasilkan data pengujian atau kalibrasi.

  • Audit Kesesuaian Kontrak

Audit ini dilaksanakan untuk mengevaluasi keefektifan, pemenuhan kesesuaian kontrak, yang dilakukan oleh laboratorium terhadap persyaratan pelanggan.

Audit kesesuaian kontrak umumnya untuk memastikan bahwa prosedur yang tepat telah diikuti dan hasilnya dituangkan dalam laporan pengujian atau sertifikat kalibrasi berdasarkan kesepakatan yang telah diterapkan.

Penerapan Pendekatan Audit Internal

Dalam penerapannya audit internal laboratorium dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan :

  • Pendekatan Keseluruhan Sistem Secara Periodik

Disini audit diselenggarakan dalam satu waktu untuk seluruh komponen sehingga untuk organisasi laboratorium berskala besar pelaksanaan atau pendekatan audit ini waktu yang lama dan seringkali dianggap tidak praktis.

Tetapi untuk organisasi laboratorium berskala kecil tipe pendekatan ini sangat baik untuk diterapkan karena dengan penerapan pendekatan ini kita dapat mempersiapkan assessment Badan Akreditasi ataupun persyaratan pelanggan lainnya.

  • Pendekatan Elemen Sistem Secara Periodik

Pendekatan ini merupakan proses audit pada seluruh elemen tetapi proses audit per elemennya terbagi menjadi bagian-bagian yang terpisah atau berada pada waktu yang berbeda sehingga menjadi lebih praktis jika diterapkan pada organisasi laboratorium yang berskala besar.

Namun yang harus ditekankan atau diperhatikan pada pendekatan audit ini yaitu harus ada kontrol yang menunjukkan atau mengatur atau memastikan bahwa seluruh elemen dapat diaudit atau telah diaudit secara konsisten dan lengkap.

  • Pendekatan Horizontal Secara Periodik

Pada pendekatan ini proses audit dilakukan pada suatu elemen tertentu yang diterapkan di berbagai bagian laboratorium.

Misalnya :

Audit horisontal penting terutama untuk menemukan interpretasi atau penerapan prosedur diantara bagian yang berbeda dari suatu laboratorium.

Jadi disini kita dapat melihat bagaimana pengendalian dokumen pada lingkup program teknis ataupun pengendalian dokumen dalam lingkup manajemen.

Kelemahan audit ini adalah tidak menunjukkan interaksi antara berbagai prosedur dan proses untuk menghasilkan data pengujian dan atau kalibrasi.

Oleh sebab itu pendekatan audit horizontal sebaiknya dilengkapi dengan pendekatan audit vertikal secara periodik.

  • Pendekatan vertikal atau Audit Proses Secara Periodik

Pendekatan audit vertikal didasarkan pada penyeleksian suatu proses pengujian dan atau kalibrasi tertentu.

Audit vertikal dilakukan terhadap semua masukan, proses operasional dan kegiatan yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan pengujian atau kalibrasi.

Audit ini dimulai dari perencanaan, pengembalian sampel, transportasi sampel, preparasi, pengujian atau kalibrasi, verifikasi dan validasi data, hingga pelaporan harus diaudit secara sistematis.

Dengan demikian audit ini memeriksa hal-hal berkaitan dengan semua elemen sistem manajemen mutu dan prosedur yang ditetapkan pada bagian yang diaudit.

Namun demikian prosedur pada bagian lain mungkin hilang sehingga diperlukan audit horisontal secara periodik.

Audit Internal Dalam Peningkatan Berkelanjutan

audit internal sebagai katalis perubahan

Audit internal memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan berkelanjutan / continues improvement.

contoh hasil audit

Pada gambar diatas dapat kita lihat pada sumbu-X nya adalah waktu audit internal sedangkan sumbu-Y adalah output.

Berdasarkan pola pelaksanaan audit internal yang berkala yaitu audit internal yang pertama, kedua, dan ketiga maka dapat menghasilkan output yang lebih besar atau lebih tinggi.

Hal ini dikarenakan pada audit internal kita akan bisa melihat ketidaksesuaian yang terjadi.

Berdasarkan ketidaksesuaian yang terjadi tersebut kita tentukan tindak lanjut dimana dapat memperbaiki hasil ketidaksesuaian.

Tindak lanjut tersebut akan meningkatkan performance output dari laboratorium sehingga pada tiap pelaksanaan audit menghasilkan peningkatan berkelanjutan untuk tiap periodenya.

Pengelolaan program audit menerapkan siklus PDCA yaitu Plan Do Check and Action

  • Pada proses Plan disini akan dilakukan penetapan program audit untuk membuat atau menyusun tujuan, tanggungjawab, sumberdaya, prosedur, maupun Identifikasi, dan evaluasi resiko.
  • Pada Proses Do disini akan dilakukan kegiatan audit dan evaluasi auditor. Pada tahap ini akan membuat penjadwalan audit, pemilihan tim audit, pengarahan program audit, aktivitas audit, laporan audit, dan pemeliharaan rekaman, serta evaluasi kinerja auditor.
  • Pada Proses Check, disini akan dilakukan pemantauan dan tinjauan program audit yaitu Pemantauan dan evaluasi identifikasi tindakan korektif dan atau tindakan pencegahan, identifikasi peluang untuk peningkatan.
  • Pada Proses Action, disini akan dilakukan dengan membuat peningkatan program audit untuk periode berikutnya sehingga menghasilkan plan untuk audit periode selanjutnya dengan harapan dengan adanya action disini proses audit akan menjadi lebih baik dari satu audit ke audit lainnya atau terjadi peningkatan proses audit internal.

3 Elemen dalan Internal Audit

elemen audit internal

Audit internal atau proses audit memiliki 3 elemen masukan sebelum proses diselenggarakan yaitu :

  • Program Audit

Pada program audit berisi tentang rencana, desain, sumberdaya, tujuan, dan sasaran.

  • Auditee

Auditee adalah pihak yang diaudit.

Sehingga komponen atau elemen ini merupakan pendukung atau elemen penting pada proses audit.

Disini auditee dituntut siap dalam mempersiapkan bukti-bukti dapat berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik dengan auditor.

  • Auditor

Auditor adalah pihak yang melakukan audit atau pihak yang melakukan proses audit, melihat bukti-bukti yang disajikan oleh auditee apakah sudah sesuai dengan sistem manajemen.

Di sini yang perlu ditekankan adalah latar belakang dari auditor, Bagaimana kompetensinya, penguasaan lingkupnya, rencana dan persiapan audit, serta sumber dayanya.

Jangan sampai auditor tidak paham dengan lingkup bisnis dari auditee.

Proses Audit

Hal yang paling penting pada proses audit yaitu metode audit, ketersediaan bukti rekaman, atau dokumen, ketersediaan personil, sumberdaya, dan laporan audit.

Setelah dilakukan proses audit maka akan menghasilkan paska audit yaitu tindakan perbaikan, rancangan pelaksanaan audit berikutnya, dan peningkatan berkelanjutan atau tindakan pencegahan atau korektif.

Secara ringkas proses audit dapat dirangkum sebagai berikut :

ringkasan proses audit

Sumber informasi

Dari sumber informasi kita lakukan pengumpulan informasi dengan cara pengambilan sampel yang tepat.

Selanjutnya kita lakukan audit dengan menghasilkan bukti audit.

Berdasarkan bukti audit tersebut kita lakukan evaluasi terhadap kriteria audit.

Berdasarkan evaluasi terhadap kriteria audit maka kita melaksanakan mendapatkan temuan audit dimana temuan tersebut akan dilakukan kaji ulang yang menghasilkan kesimpulan audit.

Klasifikasi Ketidaksesuaian Temuan Internal Audit

kategori temuan audit iso 17025

Berdasarkan iso 17025 dapat dibagi menjadi 3, yaitu :

  • Kategori 1

Dimana ketidak sesuaian ditemukan sangat serius dan kredibilitas program akreditasi sangat terancam.

Maka akreditasi untuk laboratorium tersebut atau untuk lingkup tertentu dari lingkup pengujian yang ada atau lingkup kalibrasi yang ada terpengaruh oleh ketidaksesuaian tersebut maka dengan segera dibekukan.

  • Kategori 2

Dimana ketidaksesuaian tersebut bersifat cukup serius sehingga membutuhkan tindakan perbaikan yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu.

  • Kategori 3

Dimana ketidaksesuaian yang ditemukan bersifat tidak serius dan tidak mempengaruhi Laporan atau sertifikat pengujian kalibrasi, maka tindakan perbaikan tidak akan mempengaruhi kegiatan laboratorium.

Kategori temuan ini agak sedikit berbeda dengan kriteria audit sistem manajemen Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang pernah kita bahas sebelumnya dimana dalam sistem terebut terbagi menjadi 3 kriteria yaitu kritikal, major, dan minor.

Kaji Ulang Manajemen

rapat manajemen review

Kaji ulang manajemen adalah kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi sehingga pemenuhan kesesuaian secara efektif dan efisien dapat tercapai didasarkan sumber daya yang ada untuk memenuhi persyaratan sistem manajemen mutu, pelanggan, maupun metode serta peraturan perundang-undangan.

Pelaksanaan kaji ulang manajemen juga menunjukkan komitmen pimpinan puncak pada penerapan sistem manajemen melalui sosialisasi ke seluruh personil laboratorium.

Dalam praktiknya kaji ulang manajemen dilakukan setidaknya setahun sekali, Selain itu kaji ulang manajemen dapat diselenggarakan oleh manajer puncak jika ditemukan suatu isu yang serius dan beresiko pada bisnis maupun operasional Laboratorium termasuk saat menghadapi persiapan assessment dari Badan Akreditasi.

Isu yang serius dan beresiko pada bisnis maupun operasional Laboratorium misalnya :

Hasil uji banding atau uji profisiensi laboratorium dinyatakan tidak memuaskan atau out layer .

Pengaduan pelanggan yang mempengaruhi penerapan sistem manajemen mutu serta ketidaksesuaian yang terjadi dan berdampak pada kinerja laboratorium.

Selain kaji ulang manajemen yang diselenggarakan sesuai jadwal atau saat ada isu yang serius, bila dipandang perlu manajemen laboratorium disarankan menyelenggarakan pertemuan yang bersifat reguler atau dapat dikatakan sebagai rapat manajemen reguler yang ditujukan untuk menangani tindakan dan kebutuhan peningkatan secara lebih cepat dan efektif.

Forum manajemen tersebut diharapkan dapat memutuskan dan memantau tindakan pencegahan atau tindakan perbaikan atas ketidak sesuaian yang terjadi dalam penerapan sistem manajemen mutu laboratorium.

Rapat manajemen reguler dipimpin oleh manajer terkait tergantung dari topik pembahasan.

Tujuan kaji ulang manajemen adalah mengevaluasi efektivitas dan efisiensi penerapan sistem manajemen di laboratorium sehingga dapat membantu mencapai kebijakan dan sasaran mutu laboratorium, membantu mengendalikan operasional Laboratorium, meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja laboratorium dengan mengurangi ketidaksesuaian dan memuaskan pelanggan dengan memenuhi kebutuhannya.

Hasil kaji ulang manajemen harus dapat menjadi masukan sistem perencanaan laboratorium termasuk sasaran kebijakan dan rencana tindakan tahun mendatang

Disamping itu hasil kaji ulang manajemen dapat digunakan untuk menentukan perubahan yang diperlukan untuk dokumentasi dan kegiatan operasional laboratorium.

Kebutuhan sumberdaya laboratorium termasuk pelatihan personil

  • Tindakan perbaikan dan pencegahan
  • Jumlah ketidak sesuaian yang direduksi jalan dengan waktu
  • Materi kaji ulang manajemen dapat berasal dari berbagai sumber.
  • Semakin banyak sumber dari kaji ulang manajemen diharapkan menghasilkan suatu kajian yang lebih mendalam dan komprehensif.

Sumber materi kaji ulang dapat disiapkan oleh pimpinan yang ada, bukti-bukti pelaksanaan, maupun usulan dari personil laboratorium.

Sumber materi kaji ulang diharuskan bersifat valid.

Sumber materi kaji ulang manajemen antara lain :

  1. Perubahan dalam isu-isu internal dan eksternal yang relevan dengan laboratorium
  2. Pemenuhan sasaran kesesuaian kebijakan dan prosedur
  3. Status tindakan kaji ulang manajemen sebelumnya
  4. Hasil audit internal terakhir
  5. Tindakan perbaikan assessment oleh badan eksternal
  6. Perubahan volume dan jenis pekerjaan dan sebagainya

Tahapan Kaji Ulang Manajemen

kaji ulang manajemen atau management review

Tahapan Kaji Ulang Manajemen terbagi menjadi 3 yaitu :

Masukkan Kaji Ulang Manajemen

Disini manajemen laboratorium harus menjamin bahwa masukkan untuk kaji ulang manajemen berdasarkan data atau masukan seluruh peserta rapat sehingga manajemen laboratorium harus memastikan bahwa seluruh personel di semua tingkatan organisasi diikutsertakan dalam kegiatan kaji ulang manajemen.

Selain untuk mendapatkan masukan yang luas maupun komprehensif, hal ini bertujuan agar semua personil merasa ikut terlibat dalam proses pembahasan untuk penyusunan rencana tahun berikutnya.

Dengan keikutsertaan seluruh personil maka mereka dapat memahami hasil kesimpulan dan tindakan yang diputuskan dalam kaji ulang manajemen.

Keluaran Kaji Ulang Manajemen

Keluaran kaji ulang manajemen harus merekam semua keputusan dan tindakan yang berkaitan dengan perbaikan dan keefektifan sistem manajemen mutu serta proses-prosesnya.

Peningkatan kegiatan laboratorium terkait pemenuhan persyaratan ISO 17025.

Perbaikan pada kinerja pengujian dan atau kalibrasi berdasarkan persyaratan metode, pelanggan, atau peraturan perundang-undangan.

Kebutuhan sumber daya yang diperlukan hubungan sehubungan dengan perubahan yang dapat mempengaruhi sistem manajemen mutu dan saran-saran untuk peningkatan berkelanjutan.

Tindak Lanjut Kaji Ulang Manajemen

Pelaksanaan hasil kaji ulang dalam jangka waktu yang telah disepakati dan menyatu dengan sistem perencanaan laboratorium yang mencakup sasaran objektif dan rencana kegiatan untuk tahun berikutnya.

Disini keputusan dan tindakan apapun yang dihasilkan dari kaji ulang manajemen harus dilaksanakan oleh personil terkait dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Dan sebaiknya hasil keputusan disatukan atau dimasukkan dalam sistem perencanaan mutu laboratorium.

Karena itu semua temuan kaji ulang manajemen dan tindakan perbaikan yang dilakukan termasuk notulen kesepakatan dan absensi daftar hadir harus direkam serta dipelihara sebagai rekaman mutu.

Kesimpulan

Jika teman-teman bekerja di laboratorium pengujian atau kalibrasi, maka pemahaman terkait dengan audit internal dan kaji ulang manajemen ini harus teman-teman pahami.

Bahkan merupakan salah satu kewajiban dari konsultan ISO 17025 untuk memberikan pemahaman kepada seluruh personel laboratorium kalibrasi atau pengujian yang dibimbingnya.

Semoga Bermanfaat

Kode Warna Resistor dan Cara Membaca Nilainya (Berapa ohm)

Kode Warna Resistor dan Cara Membaca Nilainya (Berapa ohm)

Jika di artikel sebelum-sebelumnya kita banyak membahas mengenai alat laboratorium berikut dengan sistem pengukuran, kali kita kita akan belajar mengenal komponen elektronika.

Di dalam sebuah rangkaian elektronika tentunya banyak sekali komponen-komponen dengan bentuk dan jenis yang berbeda-beda.

Dan sebelum kita belajar merakit ataupun memperbaiki sebuah peralatan elektronik, tentu kita harus mengenal dulu setiap komponen-komponen yang ada di dalamnya beserta fungsi-fungsinya.

Nah kali ini kita akan membahas salah satu dari kompenen tersebut, yaitu mengenai resistor baik itu mengenal jenis, fungsi, serta kode warna resistor berikut cara membaca nilainya.

Fungsi Resistor

fungsi resistor adalah

Resistor atau tahanan, sesuai dengan namanya fungsi resistor adalah untuk menahan atau menghambat arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian elektronika sehingga harus yang sudah melewati komponen ini akan berkurang.

Jika kita ilustrasikan pada air yang sedang mengalir kemudian kita hambat aliran air tersebut maka aliran atau arus air tersebut juga akan berkurang.

ilustrasi fungsi resistor pada bendungan air

Catatan :

Oya, sebagai informasi kita juga pernah membahas mengenai tang ampere sebagai alat ukur arus listrik, silakan jika teman-teman ingin membacanya, barangkali bisa bermanfaat.

Resistor mempunyai satuan hambatan atau resistansi yang disebut dengan ohm.

satuan resistor dan simbol ohmGambar diatas merupakan simbol dari ohm.

Sementara simbol resistor itu sendiri adalah seperti pada gambar dibawah, dimana simbol ini biasanya kita temukan pada skema-skema elektronika.

simbol resistor pada skema elektronika

Untuk mengetahui nilai resistansi sebuah resistor, bisa langsung kita lihat pada bodinya dimana disitu tertulis berapa ohm nilai dari resistor terebut, namun ada juga yang tidak tertulis atau tidak ditandai dengan angka atau huruf melainkan ditandai dengan gelang-gelang yang berwarna-warni

nilai resistor

resistor dengan gelang warna
Untuk membaca gelang atau kode warna resistor tersebut ada beberapa cara yang bisa kita gunakan yang nanti akan kita bahas berikut dengan contoh-contohnya.

Jenis-Jenis Resistor

Ternyata resistor itu juga ada beberapa jenis lho. Resistor bisa kita kelompokkan menjadi 2 yaitu :

  • Resistor tetap (fixed resistor)

jenis resistor tetap

Resistor tetap adalah resistor yang nilainya tetap, tidak bisa dirubah. Jadi oleh pabriknya sudah ditetapkan nilai resistansinya dan tidak bisa kita rubah.

Ada beberapa jenis resistor tetap diantaranya adalah :

    • Resistor Komposisi Karbon

resistor komposisi karbon

Resistor ini termasuk resistor generasi lama dan sekarang sudah jarang dipakai.

Resistor ini terbuat dari bahan karbon yang sudah diberikan campuran tertentu untuk menghasilkan nilai resistansi yang diinginkan.

Karena merupakan generasi lama tentu masih banyak kekurangan seperti mudah noise, mudah terpengaruh oleh pengukuran suhu yang berubah, ataupun tegangan yang berlebih dan juga tidak begitu kuat, mudah patah dan lain sebagainya.

Disamping itu karena sudah ada resistor yang mempunyai karakteristik yang lebih baik sehingga resistor ini sudah jarang digunakan meskipun masih ada dan dapat kita temukan.

    • Resistor Film Karbon

resistor film karbon

Meskipun bahannya masih karbon namun sudah didesain agar lebih kuat. Karakteristiknya sudah lebih bagus daripada resistor komposisi karbon yang pertama.

Toleransinya juga tidak terlalu besar sekitar 5 %.

Resitor ini sangat populer sampai sekarang dan paling banyak digunakan, juga tersedia dalam beberapa ukuran watt, mulai dari yang 0.5,  1 watt, 2 watt, dsb.

    • Resistor Metal Film

resistor metal film

Film namun sudah menggunakan metal atau logam sehingga lebih bagus lagi dibandingkan dengan resistor karbon film diatas karena tahan terhadap pengaruh suhu ataupun tegangan tinggi.

Toleransinya juga kecil sekitar 1 % walaupun harganya lebih mahal dibandingkan dengan 2 resistor karbon sebelumnya namun kita tidak akan kecewa menggunakannya.

    • Resistor Kawat

resistor kawat

Resistor ini juga termasuk resistor generasi lama tapi sampai sekarang masih digunakan. Resistor ini dibuat dari lilitan kawat sering dipakai ada rangkaian-rangkaian yang berdaya tinggi dan resistor ini juga tampil dengan bermacam-macam model.

Ada yang diberi body keramik seperti gambar dibawah ini

resistor body keramik

orang menyebutnya resistor balok, ada yang menyebutnya juga sebagai resistor kapur / resistor batang.

Apapun namanya ini tetap resistor kawat karena di dalamnya adalah kawat.

Ada juga yang diberi pendingin seperti pada gambar dibawah ini sehingga akan lebih bagus untuk menyalurkan panas dan resistor ini umum digunakan pada peralatan-peralatan seperti televisi, power amplifier, dan sebagainya.

resistor berpendingin

  • Resistor variabel (Variable resistor)

jenis resistor variable

Resistor variabel adalah resistor yang nilainya bisa berubah sesuai dengan kebutuhan.

Ada beberapa jenis dari resistor variabel, antara lain :

    • Potensiometer

potensiometer

Potensiometer merupakan resistor yang nilai resistansinya bisa kita rubah sesuai dengan kebutuhan.

Potensiometer mempunyai 3 Terminal kaki dan sebuah tuas yang bisa kita putar dan ketika kita memutar tuasnya resistansinya akan berubah.

Tersedia juga yang model geser dan juga ada yang model trimmer dan untuk memutarnya kita harus menggunakan obeng. Cara kerja yang model ini juga sama, yaitu ketika kita memutarnya maka resistansinya akan berubah.

Potensiometer sering kita temukan pada peralatan-peralatan elektronik terutama peralatan audio, digunakan sebagai pengatur baik itu volume audio maupun equalizernya.

    • Rheostat

rheostat

Rheostat juga merupakan resistor variabel yang nilainya bisa kita rubah dan mirip potensiometer, mempunyai tuas yang bisa kita gunakan untuk mengatur atau mengubah nilai resistansinya.

Tapi untuk rheostat menggunakan kawat sehingga watt nya lebih besar bisa digunakan untuk mengontrol peralatan berdaya tinggi seperti untuk mengontrol kecepatan dinamo atau motor atau untuk mengatur redup terangnya lampu.

Rheostat juga ada yang berbentuk rotary ataupun trimer.

    • Termistor

termistor

Termistor adalah sejenis resistor yang nilai resistansinya bisa berubah karena pengaruh suhu. Ada dua jenis thermistor yaitu jenis PTC dan jenis NTC.

Termistor jenis PTC resistansinya akan naik ketika suhu juga naik, sebaliknya termistor jenis NTC nilai resistansinya akan turun ketika suhunya naik.

Oleh karena itu termistor ini biasanya digunakan sebagai pengontrol peralatan yang berhubungan dengan pengontrol suhu, misalnya ketika suhu yang ditentukan sudah tercapai resistor ini akan menonaktifkan peralatan tersebut.

    • Varistor atau VDR

Varistor atau VDR

Resistor ini akan berubah nilai resistansinya tergantung pada tegangan yang diberikan.

Bila tegangannya turun maka resistansinya akan naik, bila tegangannya naik maka resistansinya akan turun sehingga resistor ini bisa digunakan untuk penstabil ataupun pengaman rangkaian dari lonjakan tegangan yang berlebih.

    • LDR (light Dependent Resistor)

light Dependent Resistor

Resistor ini adalah resistor yang peka cahaya dimana nilai  resistansinya akan berubah tergantung intensitas cahaya. Semakin banyak cahaya yang masuk maka akan semakin berkurang resistansinya dan semakin sedikit cahaya yang masuk nilai resistansinya akan naik.

Sehingga jika resistor ini kita taruh di tempat yang gelap resistansinya akan naik, sebaliknya jika resistor ini kita taruh di tempat yang terang maka resistansinya akan menurun.

Jadi kalau boleh dikatakan, alat ini semacam sensor cahaya dan memang sering digunakan untuk mengontrol peralatan yang berhubungan dengan cahaya seperti lampu otomatis dimana jika kondisi malam lampu akan menyala sendiri, dan pada waktu siang lampu akan mati sendiri. 

Kode Warna Resistor

Secara umum, kode digunakan untuk memberikan informasi dalam bentuk lain. Kode dapat dapat berupa simbol, sinyal, warna, dan huruf untuk tujuan kerahasiaan.

Dengan cara yang sama, dalam resistor menggunakan gelang-gelang warna berbeda sebagai kode untuk menentukan nilai resistansi (informasi) resistor. Kode warna pada resistor tersebut juga digunakan untuk menentukan toleransi resistor.

Meskipun Kita juga bisa langsung mencari nilai resistansi resistor dengan menggunakan multimeter. Oya teman-teman juga bisa membaca artikel terkait cara menggunakan multimeter analog atau avometer di lnk tersebut.

Sistem kode warna elektronik dikembangkan pada awal 1920-an oleh Radio Manufactures Association, yang sekarang menjadi bagian dari Electronic Industries Alliance (EIA).

Pengkodean warna hanya dilakukan pada resistor tetap tetapi tidak pada resistor variabel karena teknik pengkodean warna hanya menunjukkan nilai resistansi tetap.

Pada resistor variabel memiliki resistansi yang bervariasi. Oleh karena itu, tidak mungkin menggunakan teknik pengkodean warna pada resistor variabel.

Pada teknik pengodean warna, nilai resistor ditandai pada badan resistor dengan menggunakan warna. Warna yang dicat pada badan resistor disebut pita warna / gelang warna. Semua gelang warna yang dicat pada badan resistor digunakan untuk menunjukkan nilai resistansi dan toleransi.

Setiap warna pada badan resistor mewakili angka yang berbeda.

Namun teknik pengkodean warna pada resistor ini juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain :

  1. Bagi sebagian orang tuna netra, tidak mungkin dapat menentukan nilai resistansi pada resistor tersebut, karena mereka tidak dapat melihat gelang-gelang warna pada resistor.
  2. Untuk mengenali perbedaan antara dua warna pada resistor pada kondisi panas terkadang agak sulit. Karena, pada saat resistor terlalu panas, warna pada resistor sedikit berubah. Hal ini tentunya menjadi kendala ketika membedakan warna coklat, merah, dengan jingga.

Pita warna resistor pada dasarnya terdiri dari tiga jenis : resistor 4 pita, resistor 5 pita, dan resistor 6 pita.

Supaya lebih paham, kita akan belajar bagaimana cara membaca resistor untuk 4 gelang warna dan 5 gelang warna.

Cara Membaca Nilai Resistor dari Kode Warna

Untuk membaca kode warna resistor, kita harus menghafal dulu nilai dari setiap warna tersebut, Perhatikan tabel dibawah ini :

kode warna resistor

Pada tabel teresbut terdapat banyak sekali warna dimana setiap warna mempunyai nilai yang berbeda-beda, yaitu :

  • Hitam : 0
  • Coklat : 1
  • Merah : 2
  • Oranye : 3
  • Kuning : 4
  • Hijau : 5
  • Biru : 6
  • Ungu : 7
  • Abu-Abu : 8
  • Putih : 9
  • Emas
  • Perak
  • Tanpa Warna

Dan ketiga warna terakhir, (warna emas, perak, tanpa warna) umumnya digunakan untuk menandai nilai-nilai toleransi dari sebuah resistor. Dan juga ada sebagian warna yang digunakan untuk menandai nilai toleransi.

Jadi kita harus menghafal terlebih dahulu nilai dari setiap warna tersebut

Lalu bagaimana cara menggunakan table diatas?

Supaya lebih jelas, yuk kita praktekkan

Resistor Dengan 4 Gelang Warna

cara membaca nilai resistor

Tabel diatas adalah kode warna 4 gelang untuk menentukan nilai resistor.

Contoh 1 : Resistor 5600 Ω

cara membaca resistor 4 gelang warna

Resistor dengan kode warna hijau-biru-merah dan emas.

  • Warna pertama hijau, yang berarti nilainya 5
  • Warna kedua biru, yang berarti nilainya 6
  • Warna ketiga merah (faktor pengali), yang berarti faktor pengalinya adalah 10² (atau x 100)
  • Warna keempat emas, yang berarti menunjukkan toleransi 5%

Jadi nilai dari resistor tersebut adalah 56 x 100 = 5600 Ω dengan toleransi 5 %

Nilai toleransi = (5/100) x 5.600 = 280 Ω

Sehingga

  • Nilai minimum 5600 – 280 Ω = 5320 Ω
  • Nilai maksimum 5600 + 280 Ω = 5.880 Ω.
  • Atau nilai yang diijinkan adalah 5.320 Ω s/d 5.680 Ω.

Contoh 2 : Resistor 390 Ω

Resistor 390 ohm

Resistor dengan kode warna jingga-putih-coklat-emas

  • Warna pertama adalah jingga, yang berarti nilainya 3
  • Warna kedua putih, yang berarti nilainya 9
  • Warna ketiga coklat (faktor pengali), yang berarti faktor pengalinya adalah nilainya 10¹ (atau x 10)
  • Warna keeempat emas, yang berarti menunjukkan toleransi 5 %.

Jadi nilai dari resistor tersebut adalah 39 x 10 = 390 Ω dengan toleransi 5 %.

Nilai toleransi = (5/100) x 390 = 19.5 Ω

Sehingga

  • Nilai minimum 390 – 19.5 Ω = 370.5 Ω
  • Nilai maksimum 390 + 19.5 Ω = 409,5 Ω
  • Jadi nilai yang diijinkan adalah 370.5 Ω s/d 409,5 Ω

Contoh 3 : Resistor 47 Ω

resistor 47 ohm

Resistor dengan kode warna kuning-ungu-hitam-emas

  • Warna pertama kuning, yang berarti nilainya 4
  • Warna kedua Ungu, yang berarti nilainya 7
  • Warna ketiga hitam (faktor pengali), yang berarti nilainya 0, yang berarti faktor pengalinya adalah 10 pangkat 0 (atau x 1)
  • Warna keempat, yang berarti menunjukkan toleransi 5 %.

Jadi nilai dari resistor tersebut adalah 47 x 1 = 47 Ω dengan toleransi 5 %.

Nilai toleransi = (5/100) x 47 = 2.35 Ω

Sehingga

  • Nilai minimum 47 – 2.35 Ω = 44.65 Ω
  • Nilai maksimum 47 + 2.35 Ohm = 49.35 Ω
  • Jadi nilai yang diijinkan adalah 44.65 Ω s/d 49.35 Ω

Kalau cara diatas kita menggunakan faktor pengali, berikut ini adalah cara lain membaca resistor, harapannya adalah teman-teman bisa memilih memakai cara mana yang teman-teman suka.

Contoh 4 : Resistor 2K

gambar resistor 2k

Pada gambar diatas merupakan sebuah resistor yang mempunyai gelang warna :

  • Warna Merah
  • Warna Hitam
  • Warna Merah
  • Warna emas (yang paling ujung)

Cara menghitungnya nilai berdasarkan kode warna resistor juga bisa dilihat pada tabel dibawah ini :

  • Warna yang pertama = Warna merah, dapat dilihat pada tabel diatas dimana warna merah ini mempunyai nilai 2.
  • Warna yang kedua = Warna hitam, dapat dilihat pada tabel diatas dimana warna hitam ini mempunyai nilai 0.
  • Warna yang ketiga = Warna merah, yang berarti nilainya 2. Namun gelang yang ketiga ini adalah jumlah 0 nya.

Kurang jelas ya?

Biar lebih jelas sekarang kita langsung jumlahkan pada ilustrasi gambar dibawah :

membaca kode wrana resistor 2k

  • Warna pertama merah = 2, maka kita tulis angkat 2 di kotak pertama.
  • Warna kedua hitam = 0, maka kita tulis angka 0 di kotak kedua.
  • Warna ketiga merah = 2, nilainya memang 2, tapi disini maksudnya adalah jumlah 0 nya ada 2, sehingga kita tulis 0 sebanyak 2 di kotak ketiga.

Dengan demikian resistor tersebut mempunyai nilai 2000 Ω atau 2 KΩ.

Adapun warna gelang yang terakhir adalah nilai toleransinya.

Karena warnanya emas maka nilai toleransinya adalah 5%.

Jadi resistor diatas mempunyai nilai 2000 Ω atau 2 KΩ dengan toleransi 5%.

Resistor Dengan 5 Gelang Warna

cara membaca resistor 5 gelang warna

Pada prinsipnya cara membaca resistor 5 gelang warna sama dengan resistor 4 gelang warna. Perbedaannya adalah berada di gelang ketiga.

Pada resistor 5 gelang, warna pada gelang ketiga menunjukkan angka ketiga sedangkan gelang keempat pengali dan gelang kelima adalah toleransi atau nilai yang diijinkan seperti tertera pada tabel diatas.

Contoh 1 : Resistor 100 kΩ

Resistor 100 kΩ

Resistor dengan warna coklat-hitam-hitam-Jingga-coklat

  • Warna pertama coklat artinya angka 1
  • Warna kedua hitam artinya angka 0
  • Warna ketiga hitam artinya angka 0
  • Warna keempat jingga artinya faktor pengali 10³ atau x 1000
  • Warna kelima coklat artinya toleransinya adalah 1 %

Sehingga nilai resistor tersebut adalah 100 x 1000 = 100.000 Ω atau 100 kΩ dengan toleransi 1 %.

Adapun nilai toleransinya adalah (1 / 100) x 100.000 Ω = 1000 Ω.

Contoh 2 : Resistor 4700 Ω

Resistor 4700 Ω

Resistor dengan kode warna kuning-ungu-hitam-coklat-coklat

  • Warna pertama kuning artinya angka 4
  • Warna kedua ungu artinya angka 7
  • Warna ketiga hitam artinya angka 0
  • Warna keempat coklat, artinya faktor pengali 10¹ atau 10.
  • Warna kelima coklat artinya toleransi 1%

Sehingga nilai resistor tersebut adalah 470 x 10 = 4700 Ω

Adapun nilai toleransinya adalah (1/100) x 4700 Ω = 47 Ω

Contoh 3 : Resistor 560 Ω

Resistor 560 Ω
Resistor dengan kode warna hijau-biru-hitam-hitam-coklat

  • Warna pertama hijau artinya angka 5
  • Warna kedua biru artinya angka 6
  • Warna ketiga hitam artinya angka 0
  • Warna keempat hitam artinya faktor pengalinya  10^0 atau 1
  • Warna kelima coklat artinya toleransi 1 %

Sehingga nilai resistor tersebut adalah 560 x 1 = 560 Ω

Adapun nilai toleransinya adalah (1/100) x 560 Ohm = 5,6 Ω

Contoh 4 : Resistor 22 Ω

Resistor 22 Ω

Resistor dengan kode warna merah-merah-hitam-emas-coklat

  • Warna pertama merah artinya angka 2
  • Warna kedua merah artinya angka 2
  • Warna ketiga hitam artinya angka 0
  • Warna keempat emas artinya faktor pengali 0,1
  • Warna kelima coklat artinya toleransinya adalah 1%

Sehingga nilai resistor tersebut adalah 220 x 0,1 Ohm = 22 Ω

Adapun nilai toleransinya sama dengan (1/100) x 22 Ω = 0,22 Ω

Contoh 5 : Resistor 270 kΩ

Resistor 270 kΩ

Resistor dengan kode warna merah-ungu-hitam-jingga-coklat

  • Warna pertama merah artinya angka 2
  • Warna kedua Ungu artinya angka 7
  • Warna ketiga hitam artinya angka 0
  • Warna keempat jingga artinya faktor pengali 10³ atau 1000
  • Warna kelima coklat artinya toleransi 1 %

Sehingga nilai resistor tersebut adalah 270 x 1000 = 270.000 Ω atau biasa ditulis 270 kΩ.

Seperti pada pembacaan resistor gelang 4, dimana pada contoh-contoh diatas menggunakan faktor pengali, maka dibawah ini kita akan mencoba dengan cara lainnya.

Contoh 6 : Resistor 1K

resistor 1kDapat dilihat pada gambar resistor diatas, dimana :

  • Warna pertama = coklat, yang berarti 1
  • Warna kedua = hitam, yang berarti 0
  • Warna ketiga = hitam, yang berarti 0
  • Warna yang keempat = coklat yang berarti 1, dimana menunjukkan jumlah 0 nya adalah 1.

Jadi nilai resistor adalah 1000 Ω atau 1 KΩ.

Dan warna paling ujung adalah toleransinya, karena warnanya coklat maka nilai toleransinya 1 %

Jadi resistor diatas mempunyai nilai 1000 Ω atau 1 KΩ dengan toleransi 1 %.

Contoh 7 :Resistor 10 Ω

resistor 10 ohm

Lalu bagaimana denganmu resistor yang jumlah nol nya sama dengan nol seperti pada gambar diatas.

Dapat kita lihat dimana gelang ketiga warnanya hitam, yang berarti 0.

Cara menghitungnya bagaimana?

  • Warna pertama = coklat, yang berarti 1
  • Warna kedua = hitam, yang berarti 0
  • Warna ketiga ini menunjukkan jumlah nolnya dimana warnanya hitam, yang berarti 0. Berarti jumlah 0 yang akan kita tambahkan adalah sama dengan 0 atau kosong.

pembacaan resistor 10 ohm

Dengan demikian resistor ini mempunyai nilai 10 Ω.

Dan warna yang paling ujung adalah toleransi. Karena warnanya emas berarti toleransinya 5 %.

Jadi resistor diatas mempunyai nilai 10 Ω dengan toleransi 5 %.

Semoga Bermanfaat

Alat Ukur Volumetrik : Berikut Cara Menghitung Uncertaintynya

Alat Ukur Volumetrik : Berikut Cara Menghitung Uncertaintynya

Pada analisis kimia, tentunya pada saat preparasi kita tidak bisa dilepaskan dengan alat ukur volumetrik yang ada di laboratorium. Berbeda dengan peralatan gelas yang berfungsi yang untuk penampung seperti erlenmeyer dan gelas beaker yang tidak memerlukan akurasi yang tinggi, untuk peralatan volumetrik ini tentunya ada tingkat akurasi tertentu yang harus dipenuhi sesuai dengan spesifikasi / classnya.

Untuk peralatan volumetrik class A, pada saat melakukan pembelian tentunya kita sudah mendapatkan batch sertifikat dari pabrikan pembuat peralatan gelas tersebut, kita cukup melakukan verifikasi peralatan volumetrik tersebut ketika barang datang / kita terima. Data dari batch sertifikat tersebut tentunya sangat penting kita gunakan untuk perhitungan estimasi ketidakpastian dari alat ukur volumetrik sebagai rangkaian dari suatu analisa / pengujian di laboratorium.

Bagaimana cara menghitung ketidakpastian atau uncertainty yang berasal dari peralatan volumetrik tersebut? Yuk kita pelajari bersama di artikel ini.

Sumber Ketidakpastian Alat Ukur Volumetrik

budget uncertainty alat gelas

Pada pemakaian alat ukur volumetrik terdapat 3 komponen ketidakpastian yang harus kita hitung, yaitu :

  1. Ketidakpastian asal kalibrasi alat gelas. Baik itu yang berasal dari pipet volume, labu ukur, piknometer, atau buret.
  2. Ketidakpastian asal presisi. Baik itu presisi dari pengisian pada labu ukur atau piknometer, presisi pemipetan, atau presisi dari penggunaan buret.
  3. Ketidakpastian asal efek pemuaian atau efek temperatur.

Untuk ketidakpastian baku asal kalibrasi dan asal presisi hampir sama dengan seperti apa yang pernah dijelaskan pada perhitungan estimasi ketidakpastian dari proses penimbangan.

  • Untuk ketidakpastian baku asal kalibrasi datanya dapat diperoleh dari sertifikat kalibrasi peralatan gelas volumetrik tersebut (labu ukur, pipet volume, piknometer, atau buret) yang diterbitkan oleh laboratorium kalibrasi terakreditasi KAN atau dapat juga diperoleh dari nilai ± yang ada tertera pada peralatan gelas volumetrik dimana nilai tersebut adalah hasil kalibrasi dari pabrik pembuat peralatan gelas bersangkutan.
  • Ketidakpastian baku asal presisi dapat diperoleh dari percobaan kecil yang dilakukan oleh laboratorium dalam mengisi suatu labu ukur / piknometer berulang kali atau memipet menggunakan pipet volume yang sama berulang kali atau menurunkan larutan dari buret berulang kali.
  • Ketidakpastian asal efek muai / temperatur harus dihitung karena alat ukur volumetrik tersebut dikalibrasi pada temperatur 20° Celcius. 

Hal tersebut dapat dilihat pada nilai yang tertera pada alat volumetrik tersebut.

Misalnya : pada tanda plus-minus (±) yang kemudian diikuti angka 0,25 ml 20° celcius (sekali lagi angka ± 0.25 ml ini adalah angka permisalan ya, berbeda volume, tentunya nilainya juga akan berbeda)

Dimana temperature 20° Celcius adalah temperatur dimana kalibrasi peralatan volumetrik tersebut dilakukan.

Pada saat peralatan volumetrik tersebut digunakan di laboratorium yang terkadang temperaturnya berbeda dengan temperatur pada saat dikalibrasi, misalnya temperatur ruangan laboratorium lebih tinggi dari 20° Celsius, maka peralatan volumetrik tersebut akan memuai.

Sehingga terdapat ketidakpastian asal efek temperatur atau efek muai.

Untuk menghitungnya data apa yang diperlukan?

Laboratorium harus tahu berapa temperatur laboratorium dalam rentang waktu kerja suatu laboratorium. Misalnya : dilakukan pencatatan temperatur ruangan laboratorium yang tentunya menggunakan alat ukur suhu dari mulai jam kerja jam 8.00 atau 09.00 s/d waktu pulang laboratorium jam 16.00 atau 17.00.

Catat data temperatur laboratorium setiap jam sekali, dimana data temperature tersebut mungkin akan naik dan turun, yang diambil adalah perbedaan terbesar temperatur laboratorium dengan 20° Celcius.

Selain data diatas, data lain yang diperlukan adalah data koefisien muai dari cairan yang digunakan peralatan volumetrik baik itu air / pelarut organik dimana data koefisien muai air / pelarut organik tersebut diambil dari handbook.

Untuk menghitung ketidakpastian baku asal kalibrasi dan ketidakpastian baku asal presisi, perhitungannya sama dengan cara menghitung ketidakpastian neraca.

Baca Juga : Estimasi Ketidakpastian Neraca Pada Pengujian

Menghitung Standar Uncertainty Asal Kalibrasi Alat Ukur Volumetrik

ketidakpastian kalibrasi alat ukur volumetrik labu takar

Dapat dilihat pada gambar diatas, dimana labu takar 500 mili mempunyai ketidakpastian ± 0.25 ml pada temperatur 20 °C.

Maka ketidakpastian baku asal kalibrasi labu ukur adalah : 0.25 / akar 3

Sedikit mengingatkan..

Mengapa kita menggunakan akar 3?

Karena pernyataan ± 0,25 ml pada ketidakpastian labu ukur tersebut tidak disertai dengan keterangan apapun apakah ini berasal dari tingkat kepercayaan 95 % ataupun 99 % sehingga pembaginya adalah akar 3.

Catatan :

Untuk beberapa merk peralatan volumetrik, nilai akurasi / ketidakpastian dari alat tersebut biasanya juga mereka cantumkan pada katalog alat, misalnya untuk labu ukur brand duran seperti tampilan gambar dibawah ini

5. spesifikasi labu ukur merk duran

Dapat dilihat bahwa semakin besar volume tentunya, nilai akurasi / ketidakpastian juga akan semakin besar, contohnya :

Labu ukur dengan volume :

  • 25 ml, nilai akurasinya 0.04 ml
  • 50 ml, nilai akurasinya 0.06 ml
  • 100 ml, nilai akurasinya 0.1 ml
  • dst

Dan dalam contoh di dalam artikel ini kita menggunakan labu ukur dengan volume 500 ml yang mempunyai nilai akurasi / ketidakpastian ± 0.25 ml.

Menghitung Standar Uncertainty Asal Presisi Peralatan Volumetrik

Seperti yang sudah disampaikan, sumber ketidakpastian asal presisi dilakukan dengan pengulangan, misalnya dilakukan 10 kali pengisian labu ukur 500 ml hingga tanda batas memberikan nilai simpangan baku sebesar 0,04050 ml.

Berikut ini contoh data hasil pengulangan tersebut :

data pengulangan presisi

Sehingga ketidakpastian baku asal presisi pengisian labu ukur adalah nilai s / akar n

Rumus ketidakpastian baku tipe A

n pada rumus diatas bukan 10 melainkan 1. Karena pada saat analisa kita mengisi labu takar 500 ml hanya satu kali sampai dengan tanda batas.

Menghitung Standar Uncertainty dari Efek Muai / Efek Temperatur

Rumus yang digunakan untuk menghitung ketidakpastian dari volume cairan dalam labu ukur akibat efek temperatur atau efek muai adalah :

Uefek temp = V x ΔT x α

Dimana :

  • V : Volume labu ukur
  • ΔT : Perbedaan temperatur laboratorium terhadap temperatur kalibrasi (20 derajat celsius) dimana perbedaan temperatur laboratorium tersebut kita ambil nilai perbedaan yang terbesar dari temperatur laboratorium dengan 20°. 
  • α = Koefisien muai volume dari cairan dalam labu (apakah menggunakan air atau pelarut organik) dimana datanya diambil dari hand book.

Untuk menghitungnya kita membutuhkan keterangan berapa temperatur laboratorium bervariasi.

Misalnya : ± 4° artinya terkadang temperatur berada di angka 16 °C namun terkadang juga sampai 24 °C.

Koefisien muai volume (misalnya untuk air) didapatkan dari handbook nilainya adalah 2,1 x 10 pangkat min 4 °C min 1

koefisien muai volume untuk air

Maka ketidakpastian baku asal efek temperatur :

500 ml x 4° / akar 3 x 2,1 x 10 pangkat min 4 °C min 1

perhitungan ketidakpastian alat ukur volume

jadi pada perkalian ini keluarnya adalah satuannya ml.

Hasil Perhitungan Standar Uncertainty Masing-Masing Komponen

  • Ketidakpastian baku asal kalibrasi dari volume labu takar = 0,087 ml.
  • Ketidakpastian baku asal presisi 0,04050 ml.
  • Ketidakpastian baku asal efek temperatur 0.2425 ml

Karena :

  • Standar uncertainty asal kalibrasi mempunyai satuan ml
  • Standar uncertainty asal presisi mempunyai satuan ml
  • Standar uncertainty asal efek temperatur / efek muai satuannya ml

Maka untuk penggabungannya dapat digunakan aturan satu dengan rumus sebagai berikut :

rumus ketidakpastian gabungan

Jadi semua angka-angka tadi dikuadratkan, kemudian dijumlahkan dan dari jumlahnya ditarik akarnya.

Sehingga diperoleh di sini ketidakpastian baku gabungan dari pemakaian labu ukur 500 mili adalah 0,2607 ml.

Kesimpulan

Pada perhitungan estimasi ketidakpastian alat ukur volumetrik (dalam contoh diatas diberikan contoh kasus untuk labu ukur) dimana komponennya berasal dari 3 yaitu :

  • Ketidakpastian baku dari sertifikat kalibrasi alat ukur, baik itu yang dilakukan oleh pabrik pembuatnya maupun dari laboratorium kalibrasi terakreditasi KAN.
  • Ketidakpastian baku dari presisi
  • Ketidakpastian baku dari efek muai

Semoga bermanfaat

IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) WWTP dan STP

IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) WWTP dan STP

Bagi teman-teman yang bekerja di bidang lingkungan hidup, salah satu hal yang wajib diketahui adalah mengenai instalasi pengolahan air limbah (IPAL) khususnya dalam hal rangkaian proses yang dibutuhkan untuk memproses air limbah dari awal hingga akhirnya tidak berbahaya lagi bagi lingkungan, khususnya limbah domestik yang sering diproduksi oleh wilayah pemukiman.

Di lingkup pembahasan tentang instalasi pengolahan air limbah (IPAL) ini, maka kita akan mengenal istilah Grey and Black water.

Lalu apakah itu yang dimaksud dengan grey water dan black water?

Berdasarkan asalnya, limbah domestik dibagi menjadi 2 yaitu :

  • Blackwater

Black water terdiri atas limbah yang berasal dari toilet, kitchen sink, dan dishwasher.

  • Grey water

Grey Water terdiri atas limbang yang berasal dari clothes water, bath shower, miscellaneous.

Singkatan dalam artikel :

IPAL : Instalasi Pengolahan Air Limbah

STP : Sewage Treatment Plant

WWTP : Waste Water Treatment Plant

COD : Chemical Oxygen Demand

BOD : Biological Oxygen Demand

Bahaya Air Limbah

bahaya limbah air industri

Adapun bahaya air limbah yaitu :

  1. Berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup
  2. Merusak ekosistem lingkungan
  3. Mengurangi ketersediaan air layak konsumsi

Sehingga air limbah perlu untuk diolah supaya :

  1. Tidak mencemari lingkungan
  2. Terbatasnya sumber air bersih
  3. Sudah diatur oleh pemerintah atau oleh hukum

Metode Pengolahan Air Limbah

Secara umum, metode pengolahan air limbah ada 3 cara, yaitu :

  • Metode fisika

Metode ini dilakukan dengan menghilangkan limbah yang berukuran besar melalui screening, filtrasi, dan sedimentasi.

Screening atau filtrasi meskipun sama-sama menyaring namun untuk screening biasanya diterapkan pada benda-benda yang berukuran besar seperti kayu, kaleng, atau botol yang terikut dalam air. Sedangkan filtrasi biasanya cenderung untuk partikel-partikel atau benda-benda yang berukuran kecil seperti lumpur.

Sedimentasi adalah proses pengendapan ketika benda-benda atau partikel-partikel yang ada di dalam air memiliki massa jenis yang lebih besar daripada air sehingga akan jatuh ke bawah karena terdapat gaya gravitasi.

Baca Juga : Cara Menggunakan Piknometer Untuk Pengukuran  Massa Jenis

  • Metode Biologi

Proses pengolahan limbah secara biologi menggunakan bantuan mikroorganisme, dimana mikroorganisme ini bertugas membantu menguraikan senyawa organik sehingga berubah menjadi senyawa karbon dioksida dan air.

Proses biologi ini dapat melalui :

Biofiltrasi dan tracking filter, sama-sama penyaringan namun bedanya pada media filtrasinya terdapat mikroorganisme yang berfungsi untuk menguraikan senyawa-senyawa organik.

Oksidasi atau Aerasi. Penambahan oksigen ke dalam air intinya yang berfungsi untuk agar bakteri dapat terus hidup dan dapat mengurai senyawa-senyawa organik yang terdapat di dalam air.

Pada dasarnya bakteri terdapat dua macam yaitu bakteri anaerob (tidak membutuhkan oksigen) dan bakteri aerob (membutuhkan oksigen) untuk dapat melakukan proses penguraian.

  • Metode Kimia

Dimana menggunakan penambahan-penambahan zat-zat kimia.

Proses netralisasi, yang artinya penetralan pada pH. Bakteri dapat hidup dalam PH sekitar 6 s/d 8 sehingga apabila terlalu asam maka harus ditambahkan dengan larutan basa seperti NaOH, dan jika terlalu basa harus tambahkan dengan asam seperti HCL atau H2SO4 agar bakteri dapat hidup dan melangsungkan proses penguraian.

Koagulasi dan flokulasi, Dimana keduanya ini saling berketerkaitan. Koagulasi dan flokulasi dibutuhkan ketika ada partikel-partikel padatan seperti minyak misalkan larutan minyak yang terus melayang di dalam air dan tidak bisa tenggelam atau terendapkan sehingga dibutuhkan zat-zat koagulan. ketika sudah ditambahkan zat koagulan maka kemudian diaduk dengan cepat dan lalu diaduk dengan lambat untuk proses flokulasi nya membentuklah flok flok besar sehingga karena massa jenisnya bertambah maka dapat diendapkan melalui proses sedimentasi.

Adsorpsi, yang artinya penyerapan kotoran di dalam limbah air menggunakan adsorben. Adapun adsorben yang paling umum digunakan yaitu berupa karbon aktif yang tujuannya adalah untuk menghilangkan warna gelap atau kotoran dan juga bau yang ada di dalam limbah cair.

Proses Aerasi

Dalam dunia industri, proses pengolahan limbah disebut dengan Sewage Treatment Plant atau STP

Selain STP terebut, ada juga proses pengolahan air seperti air sungai, danau, dan laut yang kemudian  dalam dunia industri yang disebut dengan WWTP (Waste Water Treatment Plant) atau IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)

Keduanya tentu melibatkan mikroba untuk mengolah kandungan bahan-bahan organik.

Sehingga untuk menjaga mikroba pengolah agar mampu bertahan hidup dan berkembang maka perlu adanya proses aerasi.

Aerasi adalah proses penambahan oksigen terlarut dalam air

Nah pada umumnya untuk melakukan aerasi pada air limbah dibutuhkan sebuah alat yang disebut dengan aerator, yang prinsip kerjanya adalah memperbesar permukaan kontak antara air dan udara dengan cara menambahkan oksigen terlarut ke dalam air tersebut.

Umumnya penambahan oksigen dilakukan dengan menggunakan blower atau dapat juga dengan menggunakan rotor pemutar.

Hal tersebut tentunya memanfaatkan energi yang besar, oleh karena itu aerasi tidak dilakukan secara terus-menerus, namun dapat dikontrol dengan menggunakan DO meter (Dissolved Oxigen Meter) yang berfungsi untuk mengukur kadar oksigen terlarut dalam air sehingga sistem aerasi dapat dijalankan secara otomatis.

Jika DO Meter menunjukkan angka atau nilai yang mengindikasikan menipisnya kandungan oksigen dalam air, maka mesin aerator akan hidup, demikian juga sebaliknya jika DO Meter menunjukkan angka atau nilai yang menunjukkan kecukupan kandungan oksigen dalam air maka mesin aerator akan mati secara otomatis.

Proses aerasi atau sistem aerasi sebenarnya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

  1. Memasukkan udara ke dalam limbah cair menggunakan alat yang bernama nozzle atau poros yang berfungsi untuk memasukkan oksigen murni ke dalam air limbah secara langsung.
  2. Memaksa Air menuju keatas agar melakukan kontak langsung dengan oksigen yang biasanya dilakukan dengan bantuan blower atau pemutaran baling-baling yang selanjutnya akan diletakkan pada permukaan air limbah.

Berikut merupakan jenis-jenis proses atau metode yang sering digunakan untuk proses aerasi di dunia industri

  • Diffuser

diffuser ipal

Jika teman-teman punya aquarium di rumah pasti sudah familiar dengan alat ini.

Diffuser adalah memasukkan udara ke dalam limbah cair dengan menggunakan nozzle atau poros yang berfungsi untuk memasukkan oksigen murni ke dalam air limbah secara langsung.

gelembung udara dari difuser

Terlihat ada gelembung-gelembung udara yang mengalir keluar dari pipa atau poros.

  • Floating Fountain atau Air Mancur

air mancur untuk aerasi

Dimana ada alat aerasi yang mengapung kemudian menimbulkan atau menyemprotkan air ke atas sehingga terjadilah kontak air dengan oksigen.

  • Oxidation Ditch

oxidation ditch

Berupa Parit atau selokan.

Sistemnya di suatu area dibuat berbentuk parit atau selokan yang kemudian di selokan tersebut diletakkan rotor pemutar membentang sehingga air akan melaluinya dan air akan langsung secara maksimal dengan udara.

  • Superficial Float

Superficial Float

Sebuah alat aerator yang mengapung di atas permukaan air sedikit tenggelam dimana terdapat lempengan yang sedikit tenggelam di permukaan air dan berputar sehingga terjadilah proses aerasi.

Pengertian WWTP atau IPAL (instalasi pengolahan air limbah)

WWTP atau Waste Water Treatment Plant atau yang sering kita sebut dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) merupakan struktur yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air sehingga memungkinkan air tersebut dapat digunakan kembali dalam aktivitas lain.

3 Tahapan Instalasi Pengolahan Air Limbah

  • Primer

Tahapan ini bertujuan untuk menyaring limbah padat dengan metode filtrasi dan sedimentasi.

  • Sekunder

Tahapan ini bertujuan untuk mengeliminasi COD atau BOD.

Sehingga kandungan COD dan BOD nya perlu diukur untuk memenuhi baku mutu agar dapat dibuang kesaluran kota atau ke sungai dengan metode aerasi oksidasi dan juga menggunakan activated sludge.

  • Tersier

Tahapan ini bertujuan untuk memperoleh air bersih dimana disini terdapat proses klorinasi yang bertujuan untuk membunuh bakteri-bakteri yang ada di dalam air sehingga aman untuk dibuang ke lingkungan dan tidak mematikan biota.

Aliran Proses Pengolahan Limbah

aliran pengolahan air limbah

Dapat dilihat pada gambar aliran instalasi pengolahan air limbah (waste water treatment Plants) misalnya : dari gedung-gedung perkantoran atau industri.

Pada tahap pertama masuk ke proses primary dimana terdapat proses sedimentasi. Dalam primary sedimentation tank dilakukan pemberian koagulan kemudian terjadi flokulasi dan lalu sedimentasi.

Biasanya disini terdapat alat clarifier sehingga terpisah antara lumpur atau padatan dan air yang lebih bersih yang kemudian mengalir ke aeration tank atau proses secondary treatment.

Di aeration tank ini terdapat perlakuan bakteri atau mikroorganisme untuk mengurai organik-organik yang ada di dalam air.

Pada tahap terakhir yaitu pemberian klorin atau Chlorine tank untuk mendapatkan air yang bersih yang dapat digunakan kembali misalkan untuk proses menyiram tanaman, mencuci kendaraan, wastafel, maupun toilet.

STP ( Sewage Treatment Plant)

Umumnya STP digunakan dalam industri Perumahan, industri domestik seperti perhotelan, dan restoran.

Adapun tujuannya yaitu :

  1. Untuk meminimalisir atau menghilangkan kandungan organik yang terkandung dalam air seperti BOD, COD, residu padat yang terbawa air, dan juga zat amonia dan yang lainnya.
  2. Untuk menghasilkan air olahan yang terbebas dari bakteri, kuman, dan virus agar tidak mengganggu lingkungan yang sesuai standar baku mutu dari pemerintah. Karena seperti kita ketahui, bakteri, virus, kuman ini merupakan parameter yang tidak dapat dilihat secara langsung dan hanya bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop.

Proses STP

Proses-proses yang terjadi pada STP terbagi atas 3 tahap :

  1. Primary settler
  2. Activated sludge proses
  3. Desinfeksi

proses stp

Seperti yang teman-teman lihat pada gambar diatas merupakan bagan diagram flow dalam proses STP.

Tahapan-Tahapan Proses STP

bar screen

Limbah cair (Grey dan blackwater) pertama-tama akan melalui bar screen untuk menghilangkan benda-benda yang berukuran besar, seperti sisa makanan, sayuran, plastik deterjen, botol, dan lain-lain.

grease trap

Selanjutnya air yang sudah lebih bersih akan dihilangkan kandungan minyaknya dengan menggunakan grease trap dan juga grit removal untuk menghilangkan pasir-pasir yang terikut.

bak equalifier dan juga clarifier

Proses selanjutnya yaitu air akan memasuki primary settler, alat yang digunakan biasanya berupa bak equalifier dan juga clarifier.

Bak equalifier berfungsi menyamaratakan kualitas dari air limbah dengan cara pengadukan merata menggunakan udara yang ditiupkan dari blower.

Kemudian akan dilanjutkan pada clarifier dimana akan diperoleh air bersih yang terpisah dari endapan lumpur atau sludge.

Air bersih selanjutnya akan memasuki tahap kedua yaitu proses biologis yaitu activated sludge proses.

Di tahap ini terjadi proses penguraian yang dilakukan oleh bakteri aerob dan anaerob.

Bakteri aerob membutuhkan oksigen untuk respirasi agar mampu melakukan penguraian sehingga dibutuhkan proses oksidasi atau penambahan oksigen ke dalam air.

Proses oksidasi dilakukan dengan metode aerasi yaitu pendifusian udara ke dalam air menggunakan blower dan diffuser.

tahap 2 aeration

Pada tahap ini terdapat partikel-partikel kecil atau yang disebut dengan koloid yang mana susah untuk mengendap sehingga diperlukan proses koagulasi dan flokulasi, yaitu penambahan zat koagulan dan flokulan pada air agar terbentuk flok flok besar dengan massa jenis yang lebih besar dari air sehingga mampu terjadinya proses pengendapan di clarifier 2.

proses pengendapan

Setelah melalui proses pemisahan di clarifier 2 maka kemudian akan dihasilkan produk berupa clean water atau air bersih dan juga endapan lumpur atau sludge.

Air bersih yang diperoleh kemudian akan ditransfer menuju ke clear water tank sedangkan lumpur yang diperoleh akan ditransfer menuju ke sludge holding tank.

clean water tank

Untuk domestik yang berukuran besar seperti di asrama misalnya, biasanya tidak menggunakan sludge holding tank akan tetapi sludge langsung dimasukkan kedalam digaster karena sludge akan diproses menjadi sebuah biogas sehingga akan dimanfaatkan gas metananya sebagai bahan bakar.

Akan tetapi jika dalam kapasitas yang sedikit maka sludge akan ditampung saja dalam sludge holding tank yang kemudian akan di press menggunakan press filter sehingga diperoleh padatan dan cairan terpisah.

Padatan akan dijadikan pupuk sedangkan cairannya akan diolah kembali dan ditransfer ke tahap pertama proses instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Clean water yang selanjutnya akan melalui tahap ketiga yaitu desinfeksi yang biasanya menggunakan klorin atau sering disebut dengan proses klorinasi.

Proses klorinasi bertujuan untuk mematikan bakteri-bakteri yang terkandung dalam air sehingga aman untuk dibuang dan tidak berbahaya bagi lingkungan.

Setelah melalui tahap ketiga ini greenwater akan dibuang kesaluran kota atau sungai akan tetapi harus melalui uji laboratorium dahulu agar sesuai baku mutu yang ditentukan oleh pemerintah.

multi grade filter

Biasanya ada juga industri yang memanfaatkan clean water yang diperoleh untuk keperluan lain seperti untuk mencuci kendaraan, wastafel, penyiraman taman, dll. Akan tetapi sebelumnya akan melalui satu tahap proses lagi yaitu multi grade filter menggunakan pressure sand filter dan carbon filter.

Instrumen dalam STP dan WWTP

Berikut ini adalah beberapa instrumen yang sering kita temua dalam STP dan WWTP atau IPAL :

  • On-site PH meter

online ph meter wwtp

Jika teman-teman di perkejaaannya berkaitan dengan pengolahan air, baik itu air limbah ataupun purified water, pasti sudah tidak asing lagi dengan on-site PH meter karena PH adalah salah satu bagian dari baku mutu yang harus dipantau.

Rentang ukur penggunaan dari on-site PH meter ini sangat luas. Biasanya kita banyak menemukan alat ini di proses netralisasi air atau di netralitation tank dan untuk penggunaannya biasanya bersamaan dengan proses injeksi dari dosing pump ataupun proses sirkulasi dari motorize ataupun selenoid valve.

Jika berbicara tentang baku mutu limbah cair atau air yang akan dibuang ke misalkan : saluran kota ataupun lingkungan sungai maka biasanya dalam kisaran pH 6 – 9.

Apabila tidak memenuhi pH tersebut maka bisa dipastikan akan bermasalah dan menyebabkan lingkungan tercemar serta dapat mematikan vegetasi-vegetasi yang ada.

Pemantauan nilai pH ini juga digunakan untuk memelihara bakteri yang akan mengurai bahan-bahan organik pada limbah air atau cairan yang diolah karena seperti kita ketahui, 90% lebih pengolahan limbah pada instalasi STP atau WWTP (IPAL) bagian pentingnya terjadi pada proses pengolahan secara biologis.

Sehingga nanti harus diukur berapa COD, BOD, Total Suspended Solid, dan ph-nya apakah sudah memenuhi baku mutu atau standar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah (dinas kota) atau belum.

  • Conductivity Meter atau TDS Meter

online conductivity stp

Digunakan untuk mengukur nilai dari total suspended solid (TSS), Total Dissolved Solid (TDS), serta kekuatan daya hantar listrik (konduktifitasnya).

Penggunaannya biasanya yang paling umum adalah untuk aplikasi WPT reverse osmosis dan juga pada demineralisasi.

Biasanya perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan logam menggunakan peralatan ini untuk pemantauan.

Selain itu ada di industri mikrokontroler, industri chip, kemudian industri makanan atau yang telah menerapkan standar CPOTB dimana air yang untuk digunakan untuk membuat makanan atau minuman tersebut harus benar-benar dikontrol nilai TDS nya.

Bahkan untuk di industri Farmasi, bukan nilai conductivitynya lagi, tapi resistivity untuk melihat berapa daya hantar listriknya

DO (Disolved Oxigen) Meter

do meter pada pengolahan air limbah

Alat ini digunakan untuk mengukur kandungan Oksigen yang ada di dalam air dan biasanya terdapat pada kolam aerasi. Karena seperti kita ketahui bakteri memerlukan oksigen untuk mengurai bahan-bahan organik yang ada di dalam air sehingga ketika jumlah oksigen mencukupi maka bakteri akan dapat bekerja secara optimal.

Tujuannya pengukuran jumlah oksigen adalah untuk pemantauan jika jumlah oksigen yang dibutuhkan sudah mencukupi, dan tidak berarti untuk dilebih-lebihkan atau sesuai dengan kadar yang dibutuhkan karena jika berlebihan juga akan boros pada penggunaan energi karena pada proses ini akan berkaitan dengan penggunaan blower untuk suplai oksigen di kolam aerasi tersebut.

Nah jadi alat ini juga berfungsi sebagai alat fungsi otomatis ketika jumlah kandungan oksigen dalam kolam aerasi sudah mencukupi maka blower akan mati secara otomatis, sedangkan apabila nanti  jumlah oksigen kurang lagi maka blowernya akan hidup kembali. Dengan proses tersebut tentunya energi atau listrik yang dikonsumsi jadi lebih hemat.

Flow Meter

flow meter pada sistem Intalasi Pengolahan Air Limbah

Alat ukur aliran tentunya digunakan untuk melihat jumlah aliran. Ada 2 jenis dari alat ini, yaitu tipe digital dan tipe analog. Pada gambar diatas merupakan flow meter tipe analog

Namun secara prinsip baik yang tipe digital maupun tipe analog sama sama digunakan untuk mengukur jumlah aliran yang lewat. Alat ini harus ada di setiap waste water treatment karena keberadaannya adalah kewajiban yang mengacu pada undang-undang.

ORP Meter

orp meter sistem pengolahan air

Karena hanya beberapa industri yang menggunakannya ORP Meter maka terkadang dari kita jarang mengemukannya di instalasi pengolahan air limbah. Alat ini digunakan untuk mengukur elektronegativitas untuk mengindikasikan terjadinya reaksi reduksi ataupun oksidasi.

Alat ini digunakan pada WWTP yang mengandung crome sebagai polutannya dan juga beberapa WWTP yang menggunakan metode fenton untuk melihat keberhasilan proses AOP.

Oya, instrument ukur diatas tentunya harus dilakukan kalibrasi untuk mengetahui apakah ada penyimpangan dari nilai yang ditunjukkan di display dengan nilai sebenarnya.

Teman-teman bisa menggunakan layanan laboratorium kalibrasi rekanan teman-teman.

Semoga Bermanfaat

Referensi :

Ireksa Enginering

Pengertian Listrik Statis Berikut dengan Contohnya

Pengertian Listrik Statis Berikut dengan Contohnya

Pernahkah kalian memainkan sebuah penggaris bersama potongan kertas yang disobek menjadi potongan kecil dimana pertama-tama kita menggosok-gosokkan penggaris ke rambut kita kemudian didekatkan ke potongan kertas kecil tadi.

Apa yang terjadi?

Ya, betul. yang terjadi adalah kertas kecil tadi akan terangkat ke penggaris yang baru saja digosok-gosokan ke rambut.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Artikel kali ini akan menjawab pertanyaan tersebut, yaitu mengenai listrik statis.

Pengertian Listrik Statis

percobaan listrik statis penggaris dan rambut

Potongan kertas kecil tersebut terangkat dan sebagian akan menempel ke penggaris dikarenakan adanya listrik statis.

Apa sih pengertian listrik statis itu?

Sebelum kesana, kita akan bahas terlebih dulu konsep dasar listrik statis, karena ketika berbicara mengenai listrik tentu tidak bisa dilepaskan dari muatan listrik.

Listrik statis atau elektrostatik membahas muatan listrik yang ada dalam keadaan statis atau diam.

Kita harus ingat struktur atom terlebih dahulu.

gambar struktur atom

Atom merupakan partikel terkecil dari suatu unsur yang mengambil bagian dalam reaksi kimia dimana atom bersifat netral.

Secara elektrisitas, atom tersusun atas inti pusat yang bermuatan positif atau proton, netral atau neutron, dan dikelilingi oleh satu atau lebih elektron yang bermuatan negatif.

Muatan listrik muncul karena adanya perpindahan elektron dari satu benda ke benda lain.

Terdapat 2 muatan listrik yaitu muatan positif dan muatan negatif.

muatan listrik pada atom

Dikatakan bermuatan positif apabila proton lebih banyak daripada jumlah elektron, sebaliknya dikatakan bermuatan negatif apabila elektron lebih banyak daripada jumlah proton.

Nah sedangkan benda yang tidak memiliki muatan atau jumlah muatannya sama disebut Netral.

Benda yang memiliki muatan yang sejenis akan saling tolak-menolak ketika didekatkan satu sama lain. Sebaliknya benda yang mempunyai muatan yang berbeda akan saling tarik-menarik. Sehingga bisa dikatakan ada GAYA

Gaya listrik disebut Gaya Coulomb

Lalu apa hubungannya dengan penggaris yang dapat menarik kertas-kertas kecil tadi?

Muatan listrik itulah yang menyebabkan sobekan kertas kecil dapat tertarik ke penggaris.

Penggaris plastik yang digosokkan pada rambut menjadi bermuatan listrik karena elektron dari rambut berpindah ke penggaris plastik sehingga penggaris plastik kelebihan elektron.

Nah karena muatan listrik itulah penggaris plastik jadi bisa menggerakkan kekuatan pada kertas dan menariknya mendekat.

Contoh Fenomena Listrik Statis Lainnya

Diatas kita sudah memahami adanya contoh listrik statis pada penggaris, lalu apakah ada contoh yang lainnya supaya membuat kita lebih paham?

Berikut ini adalah diantaranya :

  • Layar Televisi

 

fenomena listrik statis di rumah

Diantara kita mungkin ada yang masih ingat ketika dulu masih kecil dimana sering bermain dengan mendekatkan tangan atau rambut kepala pada layar televisi dan pada waktu itu kita terheran-heran kenapa bulu pada tangan atau rambut kepala kita semuanya berdiri.

Nah jika sampai saat ini kita belum menemukan jawabannya, fenomena tersebut merupakan efek dari adanya listrik statis.

  • Pada Saat Menyisir Rambut

contoh listrik statis pada rambut

Disadari atau tidak, ketika kita merapikan atau menyisir rambut, maka rambut tersebut akan berdiri seiring dengan gerakan sisir.

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Hal tersebut diakibatkan karena timbulnya interaksi muatan pada rambut dengan yang ada pada sisir tersebut.

Dan hal ini juga merupakan contoh dari adanya listrik statis.

  • Fenomena Petir

listrik statis pada petir

Proses terjadinya petir adalah dikarenakan perpindahan elektron. Dimana langit dalam kondisi kelebihan elektron sehingga muncullah petir yang mengarah ke daerah yang jumlah elektronnya lebih sedikit supaya kelebihan elektron di langit tersebut tersalurkan ke benda yang relatif dekat dengan awan.

Hal itu juga yang menjadi jawaban kenapa benda yang tinggi relatif lebih mudah tersambar listrik.

Petir ini juga merupakan salah satu contoh fenomena listrik statik.

Beberapa Hal yang Menyebabkan Listrik Statis

perbedaan induksi dan konduksi

Seperti sudah diuraikan diatas, dimana listrik statis terjadi karena perpindahan muatan antara 2 benda.

Lalu apa saja yang dapat menyebabkan hal tersebut?

  • Induksi

Induksi merupakan pemisahan muatan listrik dalam suatu penghantar.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mendekatkan benda yang bermuatan listrik ke banda lain dalam keadaan netral.

  • Konduksi

Konduksi adalah pendekatan benda yang bermuatan listrik ke benda lain yang tidak bermuatan listrik.

Hal tersebut akan membuat benda yang tadinya tidak memiliki muatan listrik akan mendapatkan muatan listrik.

  • Penggosokan

Ada beberapa contoh benda yang dapat bermuatan listrik statis, misalnya : kain sutra dengan kaca.

Kaca memiliki daya listrik positif, dan kain sutera memiliki listrik negatif. Penggosokan dapat mengakibatkan proses munculnya elektron dari kaca yang berpindah ke kain sutera.

Pengertian Gaya Coulomb

Dengan adanya muatan listrik maka muncul interaksi tarik-menarik atau tolak menolak antara muatan listrik. Seperti yang ssudah dijelaskan diatas, tarik ataupun tolak tersebut merupakan gaya.

Dalam listrik statis gaya tersebut disebut gaya coulomb.

Apa yang harus kita ketahui tentang gaya coulomb?

Terkait dengan sifat muatan listrik ahli fisika asal Prancis Charles Agustin Coulomb melakukan penelitian mengenai gaya yang ditimbulkan oleh dua benda yang diberi muatan listrik dan dipisahkan oleh jarak tertentu.

Konsep yang ia temukan selanjutnya disebut dengan hukum Coulomb.

Pada dasarnya hukum Coulomb menyatakan bahwa interaksi muatan listrik yang sejenis akan tolak-menolak sedangkan muatan listrik yang berlainan jenis akan tarik-menarik.

Dari hasil percobaan coulomb dapat dinyatakan bunyi hukum Coulomb sebagai berikut :

Besarnya gaya tarik-menarik muatan listrik sejenis atau tolak menolak muatan listrik tidak sejenis antara 2 benda yang bermuatan listrik sebanding dengan besar muatan masing-masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda.

Pointnya adalah :

Sebanding dengan besar muatan masing-masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda.

Secara matematis hukum Coulomb dapat ditulis dengan rumus :

Rumus Hukum CoulombDimana :

F = gaya Coulomb dengan satuan Newton.

k = konstanta yang nilainya adalah 9 x 10^9 N.M²/C²

Q1 = Besar muatan 1 dengan satuan coulomb.

Q2 = Besar muatan 2 dengan satuan coulomb.

r = jarak muatan dengan satuan meter.

Beberapa catatan penting tentang persamaan hukum Coulomb antara lain :

  • Persamaan ini hanya berlaku untuk muatan titik, artinya dimensi volume tidak diperhatikan.
  • Nilai konstanta 9 x 10^9 N.M²/C² hanya berlaku untuk muatan dalam vakum atau udara. Untuk medium lain nilainya tentu berbeda. Namun pada materi ini kita anggap ideal dengan konstantanya adalah 9 x 10^9 N.M²/C²
  • Bila Q1 dan Q2 bertanda sama maka F akan bertanda positif. Tanda F positif menunjukkan bahwa kedua muatan tolak-menolak. Sebaliknya tanda negatif menunjukkan gaya yang saling tarik-menarik.

Pengertian Medan Listrik

gambar medan listrik

Tadi kita menjelaskan bahwa 2 muatan bisa saling tarik-menarik atau tolak menolak karena adanya gaya coulomb.

Namun misalnya, muatan ini diletakkan jauh, atau bahkan sangat jauh apakah masih akan ada gaya coulomb?

Baik kita coba ilustrasikan dengan cerita dibawah ya..

Setiap orang pasti punya pesona yang bisa menarik orang lain, terlebih jika berlawanan jenis. begitu juga muatan.

Namun… Pesona ini pasti mempunyai batasan kan? Kalau sangat jauh tentunya pesona tersebut tidak akan terlihat.

Benar tidak?

Karena tidak terlihat, Jadinya tidak akan ada yang tertarik.

Pesona dalam manusia itu ibarat medan listrik dalam muatan.

Apa itu medan listrik?

Medan listrik adalah area atau daerah disekitar muatan listrik, atau bisa dikatakan tempat lingkup sekitar yang memungkinkan adanya gaya listrik.

Apabila suatu benda bermuatan listrik berada di daerah tersebut, maka akan mendapatkan gaya listrik.

Medan listrik merupakan efek yang ditimbulkan oleh adanya muatan listrik yaitu dengan adanya elektron, ion, atau proton pada ruangan yang ada disekitarnya.

Medan listrik sendiri memiliki 3 sifat antara lain :

  • Garis gaya medan listrik tidak pernah berpotongan satu dengan yang lainnya.

garis gaya medan listrik

  • Garis gaya medan listrik selalu mengarah radial keluar menjauhi muatan positif dan radial kedalam menuju muatan negatif.

garis gaya medan listrik radial

  • Tempat dimana garis-garis gaya medan listrik yang rapat menunjukkan medan listrik tersebut kuat, sebaliknya tempat dimana garis-garis gaya medan listrik itu merenggang menunjukkan medan listrik yang lemah.

medan listrik kuat dan medan listrik lemah

Nah besar medan listrik dari suatu benda dinamakan kuat medan listrik yang didefinisikan dengan gaya per satuan muatan listrik pada titik tersebut.

Secara matematis rumus kuat medan listrik adalah :

gambar rumus medan listrik

Dimana :

E = kuat medan listrik dengan satuan adalah Newton per coulomb (N/C).

F = gaya Coulomb (N)

Q = muatan listrik benda dengan satuannya coulomb (C).

Apabila belum diketahui gayanya, maka kuat medan listrik dapat dihitung dengan rumus :

rumus lain kuat medan listrik

Dimana :

E = kuat medan listrik dengan satuan adalah Newton per coulomb (N/C).

k = konstanta yang nilainya adalah 9 x 10^9 N.M²/C²

Q = muatan listrik (C)

r = jarak dari titik ke muatan sumber medan listrik dengan satuan meter.

Aplikasi Listrik Statis di Industi

Dengan sifat-sifat yang telah diuraikan diatas, listrik statis ini dimanfaatkan dalam berbagai macam peralatan yang dapat mendukung aktifitas bekerja, antara lain :

  • Printer Laser

printer laser salah satu penerapan listrik statik

Seperti ketahui, hampir semua perkantoran saat in tentu telah menggunakan printer laser karena berbagai macam kelebihannya.

Nah ternyata printer laser ini juga salah satu contoh aplikasi dari listrik statis dimana pada pada bagian-bagian yang terdiri atas fuser, corona, wire, drum photoreceptor, laser dan toner.

Ketika drum yang bermuatan positif berputar, laser yang bersinar akan melintasi permukaan yang tidak bermuatan sehingga laser akan menggambar pada kertas yang bermuatan negatif.

  • Pengecatan Mobil dengan Cat Semport

Selain pada printer laser, Listrik statis juga banyak dimanfaatkan untuk cat semprot pada kegiatan pengecatan mobil atau motor, dimana saat terjadinya gesekan dengan mulut pipa semprot dan udara.

Butiran cair dari aerosol akan menjadi muatan, jika mobil atau motor yang akan dicat diberi muatan maka akan mengakibatkan butiran cat akan tertarik ke benda.

Sementara itu, permukaan mobil atau motor yang akan dicat akan diberikan muatan yang berlawanan dengan butiran cat yang mengakibatkan butiran-butiran cat tersebut dapat tertarik ke permukaan mobil sehingga cat dapat menempel dengan sempurna dan secara kualitas lebih baik.

Bahaya Listrik Statis

Selain dapat dimanfaatkan dalam berbagai macam kebutuhan seperti diatas, listrik statis juga dapat berbahaya antara lain :

Dapat menimbulkan percikan api, contohnya seperti saat mobil atau truk berjalan dimana terjadi gesekan ban dan jalan yang akan menimbulkan muatan negatif.

Sementara logam yang berdekatan dengan ban dapat bermuatan positif dengan cara induksi, api akan memercik jika kedua muatan berlawanan ini bertemu.

Prinsip Kerja Elektroskop

prinip kerja elektroskop

Masih ingat ya jika ada 2 buah benda yang bermuatan listrik berbeda didekatkan akan terjadi tarik-menarik sementara jika muatannya sama maka mereka akan tolak-menolak dengan gaya yang disebut gaya coulomb.

Misalnya : seandainya nih ada dua buah benda A dan B muatannya berbeda mereka nanti akan saling tarik-menarik dengan gaya sebesar F.

gaya tarik menarik dan tolak menolak

Bagaimana jika muatan dari kedua buah benda diatas diperbesar / diperbanyak?

Maka gayanya akan menjadi semakin besar atau lebih besar.

Nah dari sini kita bisa simpulkan bahwa jika muatan listriknya diperbesar ternyata gaya juga akan semakin besar. Dengan kata lain gaya itu berbanding lurus atau senilai dengan besar dari muatan.

Prinsip ini kemudian diadopsi oleh elektroskop.

bagian bagian elektroskop

Elektroskop punya 2 bagian yaitu Bagian kepala dan bagian daun.

Pada kondisi awal elektroskop tersebut netral dimana jumlah muatan di kepala dengan jumlah muatan di daun itu sama besar.

Kasus 1

Bagaimana jika elektroskop yang netral tersebut kita dekatkan dengan benda yang bermuatan negatif?

elektroskop didekatkan dengan benda muatan negatif

Ternyata, ketika elektroskop didekatkan dengan benda yang bermuatan negatif di bagian kepalanya maka muatan negatif dari benda itu akan mendorong elektron menuju ke daun (dari kepala menuju daun)

Seperti yang kita ketahui bahwa yang bisa bergerak itu hanya elektron, sementara proton atau yang muatan positif tidak bisa bergerak.

Jadi muatan elektron yang ada dikepala itu mendapatkan gaya tolak dari benda yang didekatkan tadi karena sama-sama negatif sehingga dia turun ke bawah.

Akibatnya kepala pada elektroskop terebut menjadi kekurangan elektron (bermuatan positif) dan di bagian daun menjadi kelebihan elektron (bermuatan negatif).

Karena bagian daun elektroskop tersebut yang kiri dan kanan sama-sama bermuatan negatif maka akan terjadi gaya tolak menolak sehingga akibatnya pada daun elektroskop tersebut akan menjadi terpisahnya atau menjauh.

Kasus 2

Bagaimana jika elektroskop yang netral didekatkan dengan benda yang muatan positif?

elektroskop didekatkan benda mudatan positif

Seperti kita ketahui dimana tadinya di bagian kepala elektroskop bersifat netral karena jumlah positif dan negatif sama, tapi ketika didekatkan benda muatan positif maka elektron yang ada di daun itu bergerak mendekati benda muatan positif tersebut.

Sehingga elektron bergerak dari daun ke kepala, akibatnya kepala jadi kelebihan elektron (menjadi bermuatan negatif) dan bagian daun menjadi kekurangan elektron (menjadi bermuatan positif)

Sehingga daun elektroskop kedua-duanya bermuatan positif maka kedua daun tersebut akan saling tolak-menolak.

Jadi daunnya akan meregang atau berjauhan.

Kasus 3

Nah untuk contoh diatas elektroskopnya netral, bagaimana jika elektroskopnya bermuatan?

elektroskop muatan negatif

Elektroskop bisa bermuatan jika kita berikan muatan listrik yang berlebih, misalnya melalui konduksi.

Contoh pada gambar diatas, elektroskop yang bermuatan negatif.

Catatan :

Sebenarnya elektroskop tersebut tetap ada protonnya namun sangat sedikit jumlahnya sehingga bisa kita abaikan. Dan kita anggap saja bagian kepala elektroskop tersebut dipenuhi dengan muatan negatif yang sangat banyak.

Nah.. Elektroskop negatif ini daunnya berjauhan dan sudah mempunyai jarak, karena sama-sama negatif sehingga saling tolak-menolak.

Bagaimana jika Elektroskop negatif ini didekatkan dengan benda yang muatannya negatif?

elektroskop negatif didekatkan benda negatif

Nah yang terjadi adalah benda yang bermuatan negatif tersebut akan mendorong elektron yang ada di kepala menuju daun. Jadi yang elektron yang ada di kepala elektroskop mengalami gaya tolak menolak oleh elektron dari benda tersebut sehingga elektron yang diatas menjadi lebih sedikit dan elektron yang di bagian daun menjadi lebih banyak daripada yang sebelumnya

Ingat!

Gaya coulomb menyatakan bahwa semakin besar muatan listrik maka semakin besar juga gaya yang dihasilkan.

Akibatnya jarak antar daun elektroskop akan menjadi semakin jauh.

Kasus 4

Bagaimana jika elektroskop yang bermuatan negatif kita dekatkan dengan benda yang bermuatan positif.

elektroskop negatif didekatkan benda muatan positif

Yang terjadi adalah elektron dari daun akan menuju ke kepala elektroskop karena elektro tersebut bergerak mendekati ke muatan positif sehingga elektron yang di daun menjadi lebih sedikit dan elektron yang di kepala elektroskop menjadi lebih banyak.

Nah karena muatan yang di daun menjadi lebih sedikit akibatnya gaya tolak menolaknya menjadi lebih kecil akibatnya jarak kedua daun elektroskop semakin dekat.

Contoh Soal Mengenai Elektroskop

Baik untuk lebih mempermudah pemahaman, ada baiknya kita latihan untuk contoh soal mengenai elektroskop ya.. 

Jika sebuah elektroskop dalam keadaan netral didekati benda yang bermuatan negatif, maka daun elektroskop akan?

  1. Membuka karena kedua daun bermuatan negatif
  2. Menutup karena kedua daun bermuatan negatif
  3. Membuka karena kedua daun bermuatan positif
  4. Menutup karena kedua daun bermuatan positif

Dari point 1 s/d 4 tersebut diatas, jawaban mana yang benar?

Maka muatan negatif dari benda ini akan menolak elektron sehingga elektronnya akan bergerak dari kepala menuju daun, akibatnya kepala kekurangan elektron (bermuatan positif) dan daun kelebihan elektron ( bermuatan negatif).

Karena daun elektroskop sama-sama bermuatan negatif maka dia akan membuka. maka jawaban yang benar adalah nomor 1.

Kesimpulan

Meskipun pelajaran terkait listrik statis ini kita pelajari di bangku SMA, namun konsepnya akan terus kita gunakan terlebih jika di perkuliahan kita mengambil jurusan elektro, dan terlebih lagi jika pekerjaan kita di bidang pengukuran.

Oya, terkait dengan konsep kelistrikan, kami juga sudah mengulas mengenai multimeter analog, dimana alat ini merupakan alat kelistrikan yang paling banyak digunakan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di industri.

Semoga Bermanfaat.