Pengertian, Fungsi, dan Ukuran Cawan Petridish Laboratorium

cawan petridsih

Salah satu kegiatan analisa yang hampir pasti dilakukan laboratorium mikrobiologi adalah menumbuhkan kultur bakteri, baik itu untuk keperluan penelitian, keperluan di bidang kesehatan, ataupun keperluan analisa kandungan mikroba tertentu di dalam suatu produk pangan sebelum dilakukan pelulusan produk. Dan tentunya untuk melakukan kegiatan tersebut, salah satu peralatan yang digunakan adalah cawan petridish. Pada artikel ini kita akan membahas mengenai pengertian, kegunaan, ukuran standar, serta harga dari cawan petri laboratorium ini.

Sejarah Cawan Petridish

Dulu para ilmuan hampir setiap hari menggunakan cawan petri dish dan setelah pemakaian tersebut tanpa berpikir panjang mereka membuangnya atau dengan kata lain cawan petri tersebut digunakan sekali pakai untuk menumbuhkan kultur bakteri.

Alat ini selama bertahun-tahun digunakan untuk berbagai pengujian berbagai jenis sel, termasuk bakteri dan jamur yang tentunya di dalam cawan petri tersebut sudah mengandung media nutrisi di mana sel-sel yang ingin ditumbuhkan. Bahkan ketika bakteri demam berdarah, Streptococcus pyogenes ditemukan tumbuh dalam susu pada tahun 1920-an, penelitian dilakukan dengan menggunakan cawan Petri laboratorium untuk menunjukkan pentingnya menyimpan susu dalam lemari es.

Richard Julius Petri

 

Richard Julius Petri, yang dikenal sebagai penemu Cawan Petri, seorang ahli mikrobiologi Jerman, yang pada akhir abad ke-19 bekerja sebagai asisten seorang ahli mikrobiologi Robert Koch (1843-1910) dimana pada saat itu Robert Koch bersama dengan Pasteur dan Lister dianggap sebagai salah satu dari “bapak mikrobiologi” pada akhir abad 19.

Richard Julius Petri lahir di kota Barmen Jerman pada tahun 1852. Ia berasal dari keluarga cendekiawan terkemuka dan merupakan putra sulung dari Philipp Ulrich Martin Petri (1817-1864) seorang profesor di Berlin.

Richard Petri mendaftar di Kaiser Wilhelm-Akademie untuk dokter kemiliteran dari tahun 1871 hingga 1875. Dia kemudian menjalani pelatihan doktoral di Berlin Charité dan menerima gelar doktor dalam bidang kedokteran pada tahun 1876 untuk tesisnya “Versuche zur Chemie des Eiweissharns” (The Kimia Tes Urin Protein).

Dari tahun 1876 hingga 1882 Petri berpraktik sukarelawan sebagai dokter militer. Saat melayani sebagai dokter militer, ia ditugaskan ke fasilitas penelitian di Berlin, Kantor Kesehatan Kekaisaran, bekerja dengan Robert Koch sehingga tidak mengherankan, selama masa jabatannya di sini Petri memperoleh minatnya pada bakteriologi. Di sana juga dilakukan pekerjaan perintis agar-agar.

Sumber : https://thebiomedicalscientist.net/science/big-story-petri-dish

Pengertian Cawan Petri Laboratorium

Cawan Petri adalah sebuah wadah yang berbentuk bundar dan dapat terbuat dari kaca / plastik yang digunakan untuk membiakkan sel. Alat ini selalu berpasangan, dimana yang ukurannya agak kecil berfungsi sebagai wadah, sedangkan ukuran yang lebih besar berfungsi sebagai tutup.

Cawan petri dish ini awalnya terbuat dari kaca, namun seiring dengan berkembangnya waktu, sekarang banyak kita temukan cawan petri yang terbuat dari plastik yang tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Cawan petri kaca terbuat dari kaca bersifat tahan panas yang dapat disterilkan dengan menggunakan autoklaf untuk penggunaan berulang sedangkan Cawan petri plastik sering digunakan untuk sekali pakai dan harus dibuang.

Cara Membungkus Cawan Petri

Berikut cara membungkus cawan petri dish sebelum disterilisasi. Untuk membungkusnya, kita bisa menggunakan kertas bekas yang salah satu Sisinya masih kosong atau bersih atau juga bisa menggunakan kertas koran bekas yang cukup tebal supaya tidak mudah sobek. Berikut ini adalah tahapannya :

  1. Siapkan cawan petri, seperti yang sudah dijelaskan di awal dimana diameter tutup lebih besar dibandingkan diameter wadah (bawahnya).
  2. Tutup cawan petri tersebut
  3. Balik cawan petri tersebut, tempatkan di bagian tengah kertas pembungkus.
  4. Satukan bagian ujung kertas ke bagian tengah.
  5. Lipat sisanya seperti membuat kipas kertas.
  6. Ujung-ujung bagian samping kita lipat keatas dan kita Satukan kemudian kita lipat ke bawah.
  7. Lakukan hal yang sama di sisi yang lainnya.
  8. cawan petri sudah terbungkus dengan sempurna,
  9. Cawan Petri yang telah dibungkus siap untuk disterilisasi.

Contoh Penggunaan Cawan Petri di Laboratorium

penemu cawan petri laboratorium

Salah satu fungsi petri dish di laboratorium adalah digunakan untuk inokulasi pada biakan bakteri dan jamur. inokulasi merupakan teknik menanam inokulan yang dilakukan secara aseptis ke dalam media biakan steril baik kedalam media padat maupun media cair dengan cara goresan maupun tusukan.

Beberapa tujuan inokulasi adalah :

  • Untuk pengkayaan mikroba
  • Untuk pemurnian
  • Untuk penghitungan koloni mikroba

Ada dua metode pada inokulasi yaitu metode Semai dan metode tuang.

Sebelum melakukan inokulasi, pastikan kita harus menggunakan jas lab, masker, penutup ,dan sarung tangan yang bertujuan untuk mengurangi adanya kontaminasi karena pekerjaan harus dilakukan secara aseptis serta alat-alat yang digunakan juga harus dalam keadaan seteril. Alat-alat tersebut adalah :

  • kawat Ose
  • batang spreader
  • Cawan petridish yang sudah disterilisasi
  • Mikropipet beserta tipsnya
  • Beaker gelas untuk wadah dengan tips yang selalu dipakai

Inokulasi dilakukan secara aseptisdi sekitar api spirtus dengan jarak sekitar ± 20 cm.

Metode Semai

Berikut ini adalah langkah kerja inokulasi dengan metode semai :

  1. Tuangkan sebanyak 15-20 mililiter media kedalam cawan petri yang sudah steril.
  2. Biarkan hingga agar memadat sampai menjadi seperti agar.
  3. Setelah media memadat selanjutnya kita ambil suspensi bakteri sebanyak 100 mikroliter dengan menggunakan mikropipet.
  4. Masukkan suspensi bakteri ke atas media.
  5. Ambil batang spreader untuk menghomogenkan suspensi bakteri yang ada pada media;.
  6. Inkubasi sesuai dengan karakter inokulan.

Metode Tuang

Berikut ini adalah langkah kerja inokulasi dengan metode tuang :

  1. Tuangkan sebanyak 100 mikroliter suspensi bakteri ke dalam cawan petridish yang sudah steril.
  2. Tuangkan media yang masih cair kedalam cawan petri.
  3. Homogenkan media dan suspensi bakteri dengan cara memutar mutarkan cawan petri searah jarum jam.
  4. Tunggu hingga memadat dan setelah itu kita inkubasi kan kedalam inkubator laboratorium.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada dua metode diatas :

  • Suhu maksimal pada media padat yang akan dituangkan yaitu maksimal 45° Celcius
  • Setelah media memadat inkubasi dilakukan dengan cara membalik cawan petri. Hal ini bertujuan untuk mencegah embun yang terbentuk menetes pada inokulan.
  • Setiap inokulasi wajib di keterangan, minimal : nama mikroba, tanggal dan jam inokulasi dilakukan.

Cara Menuangkan Media Agar Ke dalam Cawan Petri

Bekerja di bidang mekrobiologi tentunya harus dilakukan secara steril sehingga adanya kontaminasi harus kita minimalkan sebisa mungkin. Berikut ini adalah cara menuangkan media agar ke dalam cawan petri :

  1. Terlebih dahulu semprot meja kerja dengan disenfektan, dan pastikan kita mengenakan sarung tangan sebelum melakukan analisa.
  2. Semua proses harus dilakukan di dekat api bunsen untuk menjaga tetap steril.
  3. Dekatkan mulut cawan petridish dengan bunsen (ap jangan sampai menyentuh cawan) agar tangan tidak panas.
  4. Tuang media agar ke cawan petri secukupnya, kira-kira setengah dari tinggi cawan petri tersebut (kurang lebih 20 ml)
  5. Simpan cawan agar pada suhu ruang hingga agar jadi.
  6. Setelah agar jadi, simpan hasil cawan agar di lemari es supaya tidak jamuran.

Bahan dan Ukuran Cawan Petri Laboratorium

ukuran cawan petri laboratorium

Umumnya cawan petri menggunakan bahan Polystyrene. Beberapa jenis ukuran cawan petri laboratorium dapat kita temukan di pasaran yang tentunya mendukung kegiatan analisa dibidang mikrobiologi. Teman-teman tinggal menyesuaikan saja ukuran mana yang cocok. Berikut ini adalah beberapa contoh ukuran cawan petri standar dengan size 90 mm tersebut mempunyai beberapa ketebalan, antara lain :

  • Size 90 mm dengan tebal 15.9 mm
  • Size 90 mm dengan tebal 16.1 mm
  • Size 90 mm dengan tebal 14.1 mm
  • Size 90 mm dengan tebal 15.7 mm

yang tentunya cawan petri tersebut di produksi dan diuji sesuai dengan standar EN ISO 24998:2008 Petri dish standard which includes stringent dimensional controls.

Harga Cawan Petri Laboratorium

harga cawan petri laboratorium

Harga cawan petri tentunya tergantung merk dan ukuran cawan petri itu sendiri. Untuk cawan petri yang tanpa brand (NO Brand) tentunya akan lebih murah dengan harga kurang lebih 5 ribu s/d 10 ribu per pcs nya. Namun untuk brand-brand tertentu yang memang dari sisi kualitas sudah terjamin petri dish bisa kita dapatkan dengan kisaran harga 30 ribu s/d 100 ribu per pcs nya.

Semoga bermanfaat.

Bagian-Bagian Mikroskop dan Fungsinya Lengkap Dengan Gambar

pengertian mikroskop

Seperti kita ketahui bahwa ada makhluk hidup yang berukuran sangat kecil yang tempat hidupnya dimana-mana, misalnya : di dalam tanah, air, sisa-sisa makhluk hidup, dalam tubuh manusia, bahkan dalam sebutir debu. Salah satu contoh makhluk hidup berukuran kecil atau mikroskopis yang tidak dapat kita amati adalah bakteri escherichia coli, bakteri salmonella, dll. Untuk mengamati makhluk hidup yang berukuran mikroskopis ini kita memerlukan alat bantu yang disebut mikroskop, salah satu peralatan yang dengan mudah kita temukan dalam laboratorium biologi maupun laboratorium kesehatan. Pada postingan ini kita akan belajar mengenai pengertian, sejarah ditemukannya, bagian-bagian mikroskop serta tahapan cara menggunakan mikroskop dengan benar.

Pengertian Mikroskop

Mikroskop adalah alat optik yang berguna sebagai alat bantu untuk melihat dan mengamati benda-benda yang ukurannya sangat kecil / mikro yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang. Kata mikroskop sendiri berasal dari bahasa latin yakni “micro yang artinya kecil” dan “scopein yang artinya melihat”

Dengan menggunakan mikroskop, benda-benda kecil tersebut dilihat dengan cara diperbesar ukuran bayangan benda yang diamati hingga berkali-kali lipat dari ukuran sebenarnya. Perbesaran yang dapat dilakukan dengan menggunakan mikroskop antara lain hingga perbesaran 40 kali, perbesaran 100 kali, bahkan sampai perbesaran 1000 kali lipat. Perbesaran yang semakin tinggi ini salah satunya karena perkembangan teknologi yang juga semakin berkembang.

Sejarah dan Penemu Mikroskop

Pelopor pembuat mikroskop adalah Anthonie Van Leuwenhoek dimana pada abad ke-17 membuat mikroskop satu lensa. Dia membuat gambar-gambar yang dilihatnya di bawah mikroskop dan juga menemukan bakteri, meskipun Anthonie Van Leuwenhoek sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya dia temukan pada saat itu.

Kemudian pada pertengahan abad ke-17, Robert Hooke menggambarkan suatu gabus yang terlihat melalui mikroskop yang dia buat. Seperti halnya Anthonie Van Leuwenhoek, Robert Hooke ini juga tidak tahu apa yang sebenarnya dia lihat pada saat itu.

Kemudian mikroskop mengalami perkembangan dari abad ke abad :

  • Pada tahun 1860 ditemukan mikroskop binokuler.
  • Pada tahun 1880 ditemukan mikroskop multi-okuler.
  • Pada tahun 1933 ditemukan mikroskop elektron.

Jenis-Jenis Mikroskop

Bentuk dan jenis-jenis mikroskop berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi. Ada mikroskop yang paling sederhana yaitu mikroskop cahaya, kemudian ada mikroskop stereo dan sampai yang modern seperti mikroskop elektron. Semakin modern terbesarnya yang dihasilkan semakin besar dan rinci.

Berdasarkan pada kenampakan objek yang diamati, mikroskop dibagi dua jenis yaitu :

  • Mikroskop dua dimensi / mikroskop cahaya
  • Mikroskop tiga dimensi / mikroskop stereo

Berdasarkan sumber cahayanya mikroskop dibedakan menjadi :

  • Mikroskop cahaya
  • Mikroskop elektron

Bagian-Bagian Mikroskop dan Fungsinya

Setidaknya ada 14 bagian mikroskop yang harus kita ketahui beserta fungsinya. ke-14 bagian tersebut dikelompokkan menjadi 2 bagian penting yaitu :

Bagian optik

bagian-bagian mikroskop

Bagian optik ini terdiri dari beberapa bagian, antara lain :

  1. Lensa okuler, merupakan lensa yang berhubungan langsung dengan mata pengintai atau pengamat yang berfungsi untuk memperbesar bayangan objek. Lensa okuler bisa diganti-ganti dengan perbesaran yang berbeda-beda, umumnya lensa okuler yang digunakan adalah perbesaran 5 kali, 10 kali, dan 15 kali.
  2. Lensa objektif, merupakan lensa yang berada di dekat objek atau benda, berfungsi untuk memperbesar bayangan benda susunan lensa biasanya terdiri atas 3 atau 4 buah, dengan perbesaran masing-masing ada 4 kali, 10 kali, 45 kali, dan 100 kali.
  3. Diafragma, merupakan bagian mikroskop yang berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke lensa objektik.
  4. Cermin, yang berfungsi untuk mengarahkan cahaya pada objek dengan cara memantulkan sumber cahaya menuju kondensor.

Bagian mekanik
bagian mikroskop

Bagian mekanik ini terdiri dari beberapa bagian, antara lain :

  1. Tabung mikroskop atau tubus, merupakan bagian mikroskop yang berfungsi untuk menghubungkan lensa okuler dan lensa objektif.
  2. Meja preparat atau meja sediaan, merupakan bagian mikroskop yang berfungsi sebagai tempat meletakkan objek sediaan atau preparat yang diamati. Bagian tengah meja terdapat lubang untuk melewatkan sinar atau cahaya yang dipantulkan dari cermin .
  3. Penjepit objek atau klip, bagian mikroskop yang digunakan untuk menjepit preparat agar kedudukannya tidak geser ketika sedang diamati
  4. Revolver atau dudukan lensa, bagian mikroskop yang berfungsi sebagai tuas penyangga atau dudukan lensa objektif agar dapat mempermudah pengaturan perbesaran pengamatan dari lensa tersebut.
  5. Lengan mikroskop, merupakan bagian dari mikroskop yang digunakan untuk pegangan pada saat memindahkan atau membawa mikroskop.
  6. Mikrometer atau pemutar halus, yang gunanya untuk menggerakkan tabung mikroskop terhadap preparat secara pelan atau halus.
  7. Makrometer atau pemutar kasar, yang gunanya untuk menggerakkan tubuh atau tabung mikroskop keatas dan kebawah secara cepat.
  8. Kondensor, bagian ini digunakan untuk mengumpulkan cahaya yang dipantulkan cermin dengan mekanisme kerjanya yaitu dipuasakan pada objek dengan cara penggunaan diputar ke kanan kiri naik atau turun.
  9. Sekrup atau sendi inklinasi, merupakan bagian dari mikroskop yang berfungsi untuk mengatur sudut tegaknya mikroskop.
  10. Kaki mikroskop, yang berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop agar kokoh berdiri.

Dengan memahami bagian-bagian mikroskop diatas, maka diharapkan kita juga akan lebih mudah dalam mengoperasikan atau menggunakan mikroskop dengan benar karena secara garis besar gambaran mikroskop sudah kita ketahui.

Cara Menggunakan Mikroskop dengan Mudah

Setidaknya ada 3 langkah penting dalam menggunakan mikroskop yaitu :

Tahap 1 : Pengaturan mikroskop

Bab Cara Menggunakan Mikroskop Bagian Pengaturan

Pada tahapan ini hal-hal yang harus kita lakukan adalah :

  1. Bersihkan permukaan yang datar tempat mikroskop dari debu-debu yang berpotensi dapat merusak mikroskop itu sendiri dengan cairan pembersih permukaan dan lap dengan kain tanpa serat jika diperlukan. Pastikan meja tempat mikroskop akan diletakkan dekat dengan sumber arus listrik (stop kontak)
  2. Pegang mikroskop pada bagian kaki dan lengan mikroskop, jangan mengangkatnya hanya dengan memegang lengan mikroskop saja ketika kita mengambil dan mengangkat mikroskop tersebut.
  3. Letakkan mikroskop diatas meja dan hubungkan dengan sumber arus listrik (stop kontak)
  4. Untuk memulai pastikan bahwa mikroskop menggunakan kekuatan perbesaran yang paling rendah, karena akan lebih mudah untuk memfokuskan preparat yang akan kita amati.
  5. Letakkan buku instruksi manual mikroskop / instruksi kerja alat di dekat mikroskop tersebut, bacalah dengan seksama sebelum kita menggunakannya.

Tahap 2 : Preparat mikroskop

layanan jasa kaibrasi mikroskop

Pada tahapan ini hal-hal yang harus kita lakukan adalah :

  1. Bersihkan tangan kita terlebih dahulu dengan mencucinya.
  2. Siapkan kain tanpa serat di dekat mikroskop yang dapat digunakan untuk membersihkan preparat.
  3. Untuk memulai berlatih, kita dapat menggunakan preparat yang sudah jadi dengan membelinya di toko-toko yang menjual alat-alat laboratorium atau menggunakan beberapa preparat bawaan mikroskop.
  4. Letakkan preparat di meja objek mikroskop, sentuhlah hanya pada bagian ujungnya sehingga kita tidak meninggalkan sidik jari pada preparat yang sudah dibersihkan pada tahapan sebelumnya.
  5. Jepitlah preparat dengan 2 penjepit yang ada di meja objek penjepit. Penjepit logam atau plastik ini menjaga preparat pada tempatnya sehingga memudahkan kita untuk memfokuskan mikroskop.
  6. Nyalakan mikroskop yang kita gunakan. Bagian tengah dari preparat seharusnya tersinari dengan cahaya kecil berbentuk lingkaran di atasnya.

Tahap 3 : Memfokuskan Mikroskop

Pada tahapan ini hal-hal yang harus kita lakukan adalah :

  • Mengatur lensa mikroskop, jika terdapat 2 lensa, putarlah tabung lensa okuler untuk mencari jarak yang tepat antara kedua mata atau jarak pupil mata. Lepaskan kacamata Jika kita memakai kacamata, kita dapat menggunakan pengaturan mikroskop untuk memfokuskan benda sesuai dengan penglihatan kita.

Menfokuskan Mikroskop

  • Mulailah memfokuskan lensa objektif dengan kekuatan terendah, misalnya mulai dari perbesaran 4 x dan meningkatkan perbesarannya hingga objek terfokus. Lensa objektif dengan kekuatan rendah memberikan pandangan yang luas pada saat pengamatan dan memungkinkan untuk perlahan-lahan memfokuskan objek tanpa kehilangan pandangan akan objek tersebut. Memulai dari lensa objektif dengan kekuatan tinggi atau besar bisa membuat kita tidak dapat melihat objek / tidak dapat melihat keseluruhan objek.

2. mikroskop elektron

  • Fokuskanlah objek dengan menggunakan pemutar kasar yang lebih besar, pemutar ini adalah pemutar yang lebih besar dari dua pemutar yang berada di sisi mikroskop.

3. mikroskop cahaya

  • Geserlah preparat untuk meletakkannya di tengah objek jika diperlukan. Ingat bahwa perbesaran menggunakan pencerminan sehingga kita perlu memindahkan preparat ke arah yang berlawanan pada meja objek untuk mengaturnya dengan baik sehingga tepat pada arah lensa objektif.

4. Penemu Mikroskop

  • Sambil mengamati gunakan pemutar halus untuk lebih memfokuskan pengamatan objek atau preparat.

5. jenis jenis mikroskop

  • Aturlah diafragma yang berada di bawah meja objek. Kita dapat mengatur banyaknya cahaya yang terfokus pada preparat. Mengurangi cahaya mungkin dapat membuat objek terlihat lebih jelas dan tidak pucat.

6. mikroskop stereo

  • Ubahlah ke lensa objektif dengan kekuatan lebih tinggi hanya jika kita tidak dapat memfokuskan dengan cakupan lensa objektif dengan kekuatan rendah. Tidak semua lensa dengan kekuatan tinggi digunakan untuk semua preparat karena beberapa lensa tidak dapat terfokus terlalu dekat pada objek tertentu. Hanya gunakan pemutar halus saat menggunakan lensa objektif dengan kekuatan tinggi seperti pilihan lensa 100 kali. Jika kita menggunakan pemutar kasar dikhawatirkan dapat memecah preparat dan merusak lensa objektif jika tertekan atau bersentuhan terlalu keras. Pada tahap ini kita bisa belajar mengamati objek dengan perbesaran yang berbeda-beda.

7

  • Kendurkan pemutar kasar saat kita sudah selesai melakukan pengamatan. Ulangi proses pengamatan dengan preparat yang baru untuk mendapatkan latihan yang diperlukan sehingga kedepannya kita dapat dengan cepat melakukan pengamatan pada objek lainnya.

8

  • Simpanlah mikroskop di dalam pelindung debu sehingga meja objek dan lensanya tetap bersih. Bersihkan lensanya hanya dengan larutan yang dianjurkan dan tentunya menggunakan kain tanpa serat.

9

Harga Mikroskop di Indonesia

Harga mikroskop tentu akan bergantung pada brand serta jenisnya, apakah kita hanya ingin membeli mikroskop cahaya, binokuler, elektron, dll. Namun dari hasil survey kami di mablanja google, dengan anggaran kurang lebih 10 jutaan kita sudah bisa mendapatkan sebuah mikroskop binokuler.

Demikian sekilas tentang fungsi, bagian-bagian mikroskop serta cara menggunakan mikroskop dengan benar.

Semoga bermanfaat

Referensi :

www.youtube.com/c/GenSuksesMedia

Fungsi Inkubator Laboratorium dalam Uji Sampel Mikrobiologi

fungsi inkubator laboratroium mikrobiologiDalam suatu industri makanan / farmasi, hasil uji mikrobiologi merupakan salah satu parameter kritis yang harus diperhatikan sebelum meluluskan suatu produk. Uji mikrobiologi tersebut tentunya dilakukan melalui serangkaian analisa dengan menggunakan berbagai macam bahan baik itu media pertumbuhan (contohnya : Tryptic Soya Agar – TSA, MacConkey Agar, Nutrient Agar – NA, Nutrient Broth, Tryptic Soya Broth – TSB, media agar darah , dll) sampai ke dalam peralatan dari cawan petri, botol laboratorium, hotplate, autoclave, inkubator, lemari asam, sampai dengan laminar air flow. Pada artikel kali ini kita akan belajar mengenai peralatan inkubator laboratorium mikrobiologi baik dari prinsip kerja, fungsi, jenis, serta metode yang digunakan untuk melakukan kalibrasi inkubator laboratorium tersebut.

Pengertian dan Fungsi Inkubator Laboratorium

Pengertian inkubator adalah alat laboratorium berbentuk kubus yang dapat mengkondisikan / mengatur suhu dan kelembaban secara presisi dan konsisten. Alat ini banyak kita temukan di laboratorium mikrobiologi maupun laboratorium kesehatan / rumah sakit.

Fungsi Inkubator Laboratorium ini adalah untuk menginkubasi atau mengembangbiakkan bakteri, jamur dan mikroba lainnya. Sampel yang dimasukkan ke dalam inkubator antara lain sampel yang sudah ditaruh dengan media pertumbuhan untuk bakteri, jamur, atau mikroba yang akan dianalisa, misalnya : media agar yang sudah ditaruh di dalam cawan petri.

Karena memang fungsinya untuk memeriksa bakteri baik itu sampel atau produk makanan atau produk medis kita dapat mengetahui dengan mengembangbiakan bakteri, jamur, mikroba tersebut menggunakan inkubator, tanpa inkubator bakteri itu tidak akan bisa berkembang dengan baik. Untuk lama inkubasi bakteri / mikroba / jamur tersebut tentunya tergantung dengan metode analisa / standar acuannya, misalnya pada industri farmasi / makanan yang biasanya menggunakan standar USP, dll. Ada beberapa analisa yang membutuhkan waktu 3 – 5 hari, ada juga yang sampai 5 – 7 hari, dll.

Contoh aplikasi dalam suatu industri makanan adalah digunakan untuk analisa bakteri E. Coli dalam suatu sampel, atau dilakukan untuk analisa coliform pada suatu sistem purified water yang digunakan dalam produksi.

Prinsip Kerja Inkubator Mikrobiologi

Prinsip kerja inkubator mikrobiologi secara umum adalah alat ini mengubah energi listrik menjadi energi panas. Dengan adanya kawat nikelin / resistor menghambat aliran elektron yang berjalan sehingga meningkatkan panas di dalam ruang / chamber inkubator tersebut.

Rentang ukur temperature inkubator ini bermacam-macam tergantung tipe dan merk, namun umumnya berkisar antara temperature ambient + 5 °C s/d 70 °C, karena seperti kita ketahui pemakaian inkubator itu sendiri biasanya di suhu 37 °C / temperature lainnya tergantung dengan acuan / referensi metode analisa yang kita gunakan.

Perbedaan Oven dengan Inkubator

Kita ambil salah satu contoh brand memmert, untuk oven tipe UNE dan inkubator tipe INE. Kedua tipe tersebut mempunyai bentuk dan control panel yang serupa. Cara seting temperature serta pengaturan waktu analisa juga sama.

Lalu apa bedanya antara oven dengan inkubator ini ?

Perbedaan Fungsi

Oven dan Inkubator mempunyai perbedaan secara fungsi, jika oven itu akan kita gunakan untuk mengeringkan alat laboratorium seperti glass ware / sampel dengan uap panas dari oven, rentang temperature oven juga relatif tinggi antara 250 – 300 °C. Jika kita merujuk ke spesifikasi oven memmert tipe UNE 500 saja mempunyai rentang temperature dari ambient + 5 derajat celsius s/d 250 °C. Sedangkan inkubator seperti yang sudah disebutkan di awal, berfungsi untuk mengembangbiakkan bakteri, jamur, mikroba dll sehingga penggunaannya pada temperature yang relatif lebih rendah misalnya : 30 atau 37 °C, sehingga rentang temperaturenyapun juga lebih rendah yaitu antara temperature ambient + 5 °C s/d 70 °C.

Perbedaan Pada Tutup Kaca / Glass Door

Secara fisik, pada inkubator terdapat tutup kaca (glass door) pada bagian sebelum pintu inkubator, dimana dengan adanya tutup kaca ini suhu di dalam inkubator laboratorium tidak terganggu dan tetap stabil serta terjaga  dari kontaminasi suhu luar. Dengan adanya tutup kaca ini, kita bisa melihat perkembangan mikroorganisme yang sedang kita inkubasi tersebut. Hal ini tentunya juga menjadi pembeda dengan oven dimana pada oven tidak terdapat tutup kaca / glass door. Jika tutup oven tersebut dibuka, maka uap panas bisa langsung keluar dan tentunya akan berpengaruh pada kestabilan temperature oven tersebut.

Perbedaan Secara Akurasi

Inkubator mempunyai tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan oven, yaitu ± 0,1 °C, sedangkan oven ± 1 °C. Resolusi dari unit inkubator ini juga relatif lebih kecil (biasanya 0.1 °C) sedangkan untuk oven terkadang kita temukan dengan resolusi 0.5 °C, bahkan ada yang 1 °C. Hal ini dikarenakan memang untuk kegiatan inkubasi kita memerlukan suhu yang lebih presisi dan juga konsisten . Jika temperature di dalam inkubator tidak presisi, hal ini bisa mengakibatkan gagalnya proses inkubasi pada bakteri / jamur / mikroba yang ingin kita analisa karena suhu optimum untuk mengembangbiakan bakteri itu sangat penting dan tingkat keakurasian inkubator tersebut harus benar-benar kita pertimbangkan,

Cara Membersihkan Inkubator Mikrobiologi

Pembersihan inkubator merupakan tahapan yang penting supaya tidak terjadi kontaminasi bakteri / mikroba / jamur sehingga berdampak buruk bagi hasil analisa. Untuk membersihkannya inkubator ini relatif mudah, berikut ini adalah tahapannya :

  • Matikan unit inkubator setelah selesai digunakan analisa
  • Tarik / copot rak / tray inkubator kemudain lap ruang inkubator berikut dengan tray / raknya dengan menggunakan kain basah. Perlu diperhatikan terkait dengan rak / tray inkubator dimana setiap merk / tipe tentunya mempunyai spesifikasi yang berbeda / beda terkait dengan jumlah rak / tray serta beban maksimal sampel yang ditaruh di dalam setiap rak tersebut. Disarankan membaca spesifikasi yang terdapat di dalam manual book alatnya.
  • Sterilkan ruangan inkubator berikut rak nya dengan menyemprotkan desinfektan alkohol 70 %
  • Lap kembali ruang inkubator dan rak-raknya dengan kain kering.
  • Pasang kembali tray / rak ke dalam inkubator.

Jenis Inkubator Laboratorium

Ada 3 jenis inkubator yang mungkin salah satunya atau bahkan ketiga-tiga nya sudah kita kenal. Perbedaan tersebut tentunya dikarenakan salah satunya adalah bakteri yang kita tangani juga berbeda-beda.

3 Jenis inkubator tersebut adalah :

  • General Inkubator

Inkubator ini biasa kita gunakan untuk bakteri secara umum untuk inkubasi pada suhu 37 °C

  • Inkubator berpendingin

Inkubator ini khusus untuk bakteri atau mikroba yang penanganannya di bawah suhu ambient, misalnya : jamur yang perlu diinkubasi pada suhu 20 °C.

  • Inkubator CO2

Inkubator CO2 ini terdapat penambahan gas CO2 di mana bakteri yang kita tangani bersifat an areob dimana bakteri tersebut tidak menggunakan oksigen untuk inkubasinya. Inkubator ini mampu menyediakan keadaan kaya karbondioksida.

Kalibrasi Inkubator Laboratorium

kalibrasi inkubator laboratorium

Hampir sama dengan oven, prinsip dari kalibrasi inkubator laboratorium ini adalah enclosure, dimana beberapa standar thermocouple diletakkkan di dalam inkubator, kemudian dilakukan pembacaan pada thermometer loggernya Dari hasil kalibrasi ini kita akan mengetahui temperature spasial, temperature temporal, temperature overall, serta ketidakpastian pengukuran yang didapatkan.

Metode acuan yang bisa digunakan untuk melakukan kalibrasi inkubator laboratorium ini adalah AS 2853 : 1986 Enclosures Temperature-controlled Performance testing and grading. Namun karena standar ini sudah ditarik oleh pembuatnya, sehingga jika kita sudah menerapkan sistem manajemen ISO 17025 maka standar ini haruslah divalidasi jika kita tetap ingin menggunakannya. Atau jika teman-teman ingin lebih efektif / efisien, mungkin bisa dipertimbangkan dengan menggunakan layanan laboratorium kalibrasi.

Fungsi dan Cara Kerja Water bath Laboratorium Kesehatan

Masih mengenai alat kesehatan, kali ini kita akan membahas tentang water bath mulai dari pengertian, prinsip operasi, sistem kontrol water bath, bagian-bagiannya, pengoperasian, perbaikan jika terjadi masalah, serta metode acuan yang digunakan ketika kita melakukan kalibrasi water bath.

Pengertian Water Bath

Water bath adalah peralatan laboratorium yang terbuat dari wadah berisi air panas yang digunakan untuk menginkubasi sampel dalam air pada suhu konstan selama periode waktu tertentu. Media yang digunakan pada water bath umumnya adalah air, namun kita juga dapat menemukan water bath yang menggunakan media minyak. Di pasaran kita dapat menemukan water bath dengan kapasitas mulai dari 2 s/d 30 liter.

Prinsip / cara kerja water bath adalah mengubah energi listrik menjadi energi panas yang selanjutnya energi panas tersebut disalurkan ke air pada bak, yang kemudian akan digunakan untuk memanaskan larutan utama / sampel. Setiap water bath sudah dipastikan terdapat sensor suhu yang digunakan untuk memonitor suhu pada air pada bak. Bak air inilah yang nantinya digunakan untuk memanaskan larutan yang sudah ditempatkan pada labu erlenmeyer.

Bagian-bagian water bath

Paling tidak ada 2 bagian utama dari water bath yaitu chamber dan panel operasional

Di dalam water bath tersebut tentunya terdapat elemen pemanas listrik yang berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi panas. Ada 2 elemen listrik yaitu :

Heater internal

Elemen pemanas ini dipasang di dalam tabung tertutup dan terletak di bagian bawah wadah yang bersentuhan langsung dengan media pemanas.

Heater eksternal

Elemen pemanas ini terletak di bagian bawah tapi di luar tangki. Elemen pemanas ini dilindungi oleh bahan isolasi yang mencegah kehilangan panas. Tipe elemen pemanas ini mentransfer panas ke bagian bawah tangki melalui konduksi.

Jenis water bath tertentu memiliki asesoris tambahan seperti sistem agitasi /pengadukan / sirkulator. Berikut ini jenis-jenis water bath berdasarkan jangkauan alat suhu :

  • Suhu Rendah

Suhu ruangan s/d 60-100 °C

  • Suhu Tinggi

Suhu ruangan s/d 275 °C. Saat dibutuhkan suhu diatas 100 °C maka digunakan cairan lain yang memiliki titik didih lebih dari seperti minyak.

  • Terisolasi

Suhu ruangan hingga 100 °C dengan aksesoris atau sistem agitasi / pengadukan.

Sistem Kontrol Pada Shacking Water bath

shaking water bath thermo haake

Tentu berbeda merk / tipe bisa mempunyai sistem kontrol yang berbeda beda. berikut ini adalah contoh dari bagian-bagian dan sistem kontrol dari shacking water bath Thermo HAAKE SWB 25

kontrol panel water bath

display water bath

  1. Saklar Utama
  2. Pengatur Frekuensi Shacking
  3. Preset temperature dial
  4. Mailfunction Indicator Light
  5. Excess Temperature Dial
  6. Changing the Value
  7. Menu Selection Key
  8. Stop / Input Key (Enter)
  9. Guide Rod
  10. Rubber Connection
  11. Moveable Platform
  12. Rollers
  13. Drain Plug Nozzle
  14. Fuses
  15. Main Cable

Cara Menggunakan Water Bath

Sebelum menggunakan water bath tentunya kita harus memperhatikan terlebih dahulu hal-hal yang harus diperhatikan pada saat instalasi unit ini, antara lain :

  1. Pasang water bath dekat dengan stop kontak dan terhubung dengan sistem pembumian ground.
  2. Letakkan alat dengan sumber air untuk memudahkan memasok air serta wastafel untuk mengeringkan setelah penggunaan
  3. Pastikan tempat yang dipilih memiliki level dan kemampuan untuk menopang berat water bathdengan aman bila sudah penuh dengan cairan
  4. Pastikan tempat peletakan alat memiliki ruang yang cukup untuk meletakkan sampel dan aksesoris yang diperlukan saat pengoperasian water bath secara normal.
  5. Hindari menempatkan water bath di tempat dengan aliran udara yang kencang karena akan mempengaruhi kestabilan suhu, misalnya di depan AC atau jendela.
  6. Kondisi lingkungan water bath terinstall sesuai dengan DIN EN 61010 adalah maksimal dengan ketinggian 2000 meter diatas permukaan laut, dengan temperature antara 4 – 40 derajat celsius, dan kelembaban relatif maksimum 80 % RH.

Keamanan Water Bath

  1. Hindari penggunaan water bath dekat dengan bahan yang mudah terbakar.
  2. Selalu sambungkan peralatan ke sistem pembumian / ground untuk melindungi pengguna peralatan kebocoran arus listrik.
  3. Jangan memasukkan sampel yang bersifat korosif kedalam water bath.
  4. Gunakan alat pelindung diri untuk mencegah bahaya tersengat panas dari alat saat bekerja dengan menggunakan water bath.
  5. Saat bekerja dengan zat yang menghasilkan uap tempatkan water bath di bawah sungkup ventilasi.
  6. Ingatlah bahwa cairan diinkubasi dalam tangki water bath dapat menyebabkan luka bakar Jika tangan diletakkan secara tidak sengaja ke dalam itu.
  7. Perhatikan bahwa water bath dirancang untuk menggunakan cairan dalam tangki. Jika bagian dalam kering, maka suhu tangki bisa menjadi sangat tinggi.
  8. Hindari menggunakan water bath jika salah satu suhu kontrolnya tidak bekerja.

Pengoperasian water bath

  1. Sebelum menggunakan water bath pastikan kondisi alat dalam keadaan bersih dan aksesori yang diperlukan telah terpasang. Langkah yang dilakukan adalah :
  2. Isi water bath dengan cairan untuk menjaga suhu konstan (air atau minyak), biasanya pada tangki water bath terdapat tanda batas minimal dimana media tersebut harus diisis atau jika kita menggunakan water bath Thermo Haake SWB 25 berdasarkan manual book nya maka disarankan media tersebut berada antara 50 mm s/d 180 mm dengan media air sesuai dengan tempat sampel yang digunakan.
  3. Pasang instrument control yang dibutuhkan seperti thermometer dan sirkulator.
  4. Pastikan cairan / media yang digunakan bersih. Beberapa supplier merekomendasikan untuk menambahkan produk yang mencegah pembentukan jamur atau alga.
  5. Tekan saklar on / off ke posisi on untuk mengaktifkan alat
  6. Atur suhu pengoperasian menggunakan tombol pengaturan yang tersedia pada panel alat.
  7. Atur suhu cut off sebagai sistem pengaman yang akan memutus suplai listrik jika melebihi suhu yang dipilih.
  8. Hindari menggunakan water bath dengan zat-zat bersifat korosif
  9. Bersihkan bagian dalam tangki dengan deterjen lembut, jika ada indikasi korosi gunakan zat untuk membersihkan stainless steel, gosok perlahan dengan stainless spons atau sejenisnya. Hindari menggunakan sabut baja untuk melepas noda karat karena dapat meninggalkan partikel baja yang bisa mempercepat korosi.
  10. Hindari menekuk atau membentur pengatur suhu tabung kapiler yang umumnya terletak di bagian kangki.
  11. Bersihkan eksterior dan interior water bath dengan air bersih.

Perawatan dan Kalibrasi Water Bath

Untuk water bath dengan sistem pengaduk atau sistem sirkulator, lakukan pelumasan pada bagian penggerak / motor inspeksi berkala frekuensi triwulan periksa kesesuaian nilai suhu pengaturan dengan suhu.

jasa kalibrasi water bath

Trouble Shooting Masalah / Error Pada water bath.

Seperti kita ketahui, semakin lama umur alat tentunya kinerjanya juga semakin menurun, maka tak jarang pada saat operasionalnya kita menemui beberapa masalah / error yang terjadi pada unit tersebut. Namun sebelum melakukan perbaikan / service water bath tersebut ke supplier, berikut ini adalah hal-hal yang bisa kita lakukan untuk identifikasi awal.

Masalah 1 :

  • Tidak ada daya pada instrumen

Kemungkinan Penyebabnya :

  • Catu daya terputus >> Hal ini bisa diselesaikan dengan menghubungkan alat dengan catu daya listrik.
  • saklar rusak / sekring rusak >> Hal ini bisa diselesaikan dengan mengganti saklar / sekering, jenis kerusakan ini tergolong ringan dan mungkin bisa dilakukan perbaikan internal oleh departemen enginering di perusahaan anda.

Masalah 2 :

  • Water bath tidak memanas

Kemungkinan Penyebab :

  • Kontrol suhu belum diatur >> Hal ini bisa diselesaikan dengan mengatur suhu terlebih dahulu yang mungkin disebabkan karena analis lupa, sehingga bisa dibuatkan quik guide (panduan sederhana operasional water bath) yang diletakkan di dekat alat.
  • Elemen pemanasnya rusak >> Untuk mengatasi hal ini tentunya harus dilakukan penggantian elemen pemanasnya, disarankan menggunakan supplier perbaikan alat laboratorium, karena biasanya mereka lenbih mengetahui spesifikasi dari elemen yang mengalami kerusakan tersebut. Kerusakan pada elemen pemanas ini juga mengakibatkan respon peningkatan suhu yang lebih lambat dari biasanya (memanasnya lebih lambat)

Malasah 3 :

Suhu lebih tinggi dari yang diatur

Kemungkinan Penyebabnya :

Kontrol suhu rusak >> Hal ini bisa diselesaikan dengan mengubah kontrol suhu Jika diperlukan atau jika unit alat tersebut mempunyai fitur adjustment maka bisa dilakukan adustment, dan tentunya setelah kegiatan adjustment tersebut diperlukan kalibrasi water bath untuk memastikan bahwa adjustment tersebut sudah kita lakukan dengan benar.

Masalah 4 :

  • Sampel dihangatkan secara perlahan

Kemungkian penyebab :

Tangki kosong atau hanya berisi sedikit cairan >> Hal ini bisa diselesaikan dengan mengisi tangki dengan media (air atau yang lainnya) dengan volume yang disarankan.

Setelah melakukan perbaikan pada water bath (terutama yang berkaitan dengan elemen pemanasnya / kontroler) maka disarankan melakukan kalibrasi water bath untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara penunjukan nilai suhu pada display water bath tersebut dengan nilai yang ditunjukkan dengan standar. Jika teman-teman ingin melakukan kalibrasi water bath ini secara internal maka bisa juga menggunakan metode acuan AS 2853 : 1986 Australian Standard Enclosure Temperature Controlled – Performance Testing and Grading

Referensi :

www.youtube.com/watch?v=x6bynstLeEw

Mikropipet : Mengenal Fungsi, Jenis, Serta Ukurannya.

mikropipet adalah

Bagi teman-teman yang bekerja sebagai analis kimia / laboratorium fisika mungkin tidak semua bersinggungan dengan mikropipet, bahkan terkadang mereka bertanya apa yang dimaksud dengan mikropipet?

Mikropipet atau dikenal juga dengan istilah pipet mikro / pipet piston merupakan salah satu alat laboratorium yang banyak digunakan di laboratorium kesehatan / laboratorium biologi yang digunakan untuk mengambil larutan dalam jumlah yang kecil, biasanya kurang dari 1 ml hingga dalam satuan mikro. Seperti kita ketahui, memindahkan larutan dengan jumlah yang sedikit tentunya merupakan hal yang sulit dilakukan dan tidak bisa kita lakukan dengan alat laboratorium biasa seperti gelas ukur / pipet ukur / pipet volume, nah disinilah fungsi mikropipet tersebut.

Tingkat keakuratan dari mikropipet ini juga dapat kita ketahui dengan kemudahannya untuk dilakukan kalibrasi pada unit tersebut karena desain khusus yang sudah tersemat di dalamnya. Dan yang terpenting tentunya unit ini sangat mudah sekali cara penggunaannya dimana alat ini sudah memiliki tombol otomatis yang mampu menyedot cairan sesuai dengan ukuran yang sudah kita atur menurut kebutuhan, bahkan untuk saat ini sudah banyak kita jumpai mikro pipet dengan menggunakan display digital yang membuat kita mengetahui volume larutan yang diambil.

Jenis-Jenis Mikropipet

Fixed Volume Pipet

Jenis pipet ini tidak dapat dirubah ukuran volume larutan yang ingin kita ambil dimana masing-masing pipet sudah memiliki ukuran khusus yang tetap sehingga volume yang terambil oleh pipet jenis ini juga selalu tetap. Jika metode analisa di laboratorium membutuhkan larutan / sampel yang diambil jumlahnya selalu sama, maka mikro pipet jenis ini bisa dijadikan pilihan.

Variabel Volume Pipet

Jenis pipet ini memiliki berbagai rentang ukuran volume yang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan sehingga jenis miko pipet ini mempunyai kelebihan yaitu kita tidak memerlukan pipet dalam jumlah banyak ketika melakukan proses pengambilan larutan, jadi kita cukup mempunyai satu unit variable pipet yang bisa digunakan untuk mengambil cairan dengan berbagai ukuran volume, bahkan mencapai ukuran mikro sekalipun. Namun selain kelebihan tersebut, mikro pipet jenis ini mempunyai kekurangan dimana tingkat error yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis fixed pipet.

Macam-Macam Ukuran Mikropipet

Mikropipet P2

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 0,1 s/d 2 mikrolit. Tipe holdernya kecil sesuai dengan ukuran mikro tipsnya. Skala maksimal yang tertera 200 yang artinya 2,00 mikrolit.

Mikropipet P10

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 1 s/d 10 mikrolit. Skala maksimal yang tertera 100 artinya 10,0 mikrolit. Bagian tip holder mempunyai 2 adaptor yang bisa disesuaikan dengan mikrotip panjang atau pendek.

Mikropipet P100

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 20 s/d 100 mikrolit. Skala maksimal yang tertera 100 artinya 100 mikrolit. Ukuran tipe holdernya lebih besar sedikit dari P10.

Mikropipet P1000

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 100 sampai dengan 1000 mikrolit atau satu minggu kalau maksimal yang terserah 100 artinya 1000 mikrolit. Ukuran tip holdernya lebih besar dari mikropipet yang sudah dijelaskan diatas.

Mikropipet P5000

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 500 sampai dengan 5000 microlit. Skala maksimal yang tertera 500 artinya 5000 mikrolit. Bagian tip holder agak besar jadi harus ditambahkan filter.

Mikropipet P10 ml

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 1 s/d 10 mili. Skala maksimal yang tertera 100 artinya 10,0 mili. Hampir sama dengan mikropipet P5000, mikropipet ini juga mempunyai tip holder yang besar sehingga perlu di tambahkan filteragar mencegah larutan masuk ke dalam mikropipet dimana filter tersebut sudah termasuk dalam pembelian mikropipet ukuran besar.

Mikrotip

mikrotip

Mikrotip ukuran paling kecil yang digunakan pada mikropipet P2dan P10 mikrotip ini biasa disebut tip putih / white tip dimana ujungnya sangat runcing.

  • Mikrotips untuk mikropipet P100
  • Biasa disebut tip kuning atau Yellow tip
  • Mikrotip untuk mikropipet P1000
  • Biasa disebut dengan tip biru atau blue tip
  • Mikrotip untuk mikropipet P5 ml.
  • sedangkan untuk ukuran mikropipet 10 mili, Ukuran mikrotipnya lebih panjang

Bagian – Bagian Mikropipet

Berikut ini adalah contoh dari mikropipet dengan ukuran 1000 mikrolit, dimana informasi ini dapat kita lihat di bagian box kemasan seperti pada gambar dibawah ini

bagian-bagian mikro pipet

Berikut ini adalah bagian-bagiannya :

1. Pluger Button

Berfungsi sebagai pompa untuk menarik cairan.

2. Injector Arm

Berfungsi untuk mendorong mikrotip agar terlepas dari mikropipet

3. Penunjuk Skala

COntoh skala 100 yang berarti 1000 mikrolit

4. Thumbwhell / Volumen Adjsutment Knob

Berfungsi untuk mengatur cairan yang akan distransfer, misalnya kita mau mengambil cairan sebanyak 750 mikrolit, maka skala kita atur sehingga menunjukkan skala yang kita harapkan, misalnya : 075, kemudian kita pasang mikrotip (perhatikan juga cara memegang mikropipet seperti pada gambar dibawah) dengan cara memasukkan mikropipet ke dalam mikrotip yang kemudian kita hentakkan di dalam rak mikrotip, jika dirasa belum kencang kita bisa menekan lagi bagian mikrotip nya namun perlu diperhatikan untuk tidak menyentuh bagian ujungnya.

Langkah-Langkah Penggunaan Mikropipet

cara menggunakan mikropipet

  • Tekan Pluger Botton
  • Masukkan mikrotip yang sudah terpasang di dalam mikropipet ke dalam cairan yang akan diambil (pastikan posisi mikrotip minimal setengahnya di dalam cairan).
  • Lepas plugger Button
  • Masukkan mikrotip ke dalam wadah, kemudian tekan pluger button untuk mengeluarkan cairan
  • Bersihkan alat setelah digunakan.

Kalibrasi Mikro Pipet

kalibrasi mikro pipet

Jika kita berbicara mengenai kalibrasi mikro pipet tentunya tidak bisa dilepaskan dari standar ISO 8655-2:2002 Piston-operated volumetric apparatus — Part 2: Piston pipettes, dimana standar ini menjelaskan diantaranya MPE (Maximum Permiable Erro) dari mikropipet tersebut, tipe mikropipet, single channel dan multi channel piston pipet, dll.

Banyak teman-teman di industri sering bertanya, apakah kalibrasi mikro pipet ini perlu dilakukan, mengingat dari pabrikan sudah terseting fixed volume. Jika kita merujuk ke standar kualitas misalnya ISO 9001 tetunya unit ini wajib dikalibrasi untuk memastikan tingkat keakuratannya apakah masih dalam batas toleransi / MPE (Maximum Permiable Erro) yang ditetapkan. Unit alat mikropipet barupun disarankan untuk untuk dikalibrasi, karena terkadang hasil kalibrasi mikropipet ini bisa out of specs, sehingga customer bisa mengembalikan unit tersebut ke vendor / suplier tempat membeli unit tersebut untuk dilakukan adjustment sebelum kemudian dilakukan kalibrasi ulang.

Hasil penelitian “East Coast Pharma 1998 – 2003” menyatakan bahwa 35 % pipet yang dikalibrasi keluar dari toleransi, sehingga penting sekali dilakukan kalibrasi mikropipet ini.

Berapa Sebaiknya Interval Kalibrasi Mikropipet?

ORA – LAB 5.5 FDA Attachment B “Equipment Calibration of Verification Requirement” menyebutkan bahwa “volumetric delivery device, mechanical pipets and burets” direkomendasikan untuk dikalibrasi minimal setiap 6 bulan. Hal ini bisa kita maklumi karena mikropiet tersebut menggunakan piston yang mungkin bisa aus sehingga dari sisi interval kalibrasinyapun relatif cepat. Namun jika kita merujuk ke review oleh Ralph Bertermann dalam Application note “Pipet Quality Control : A Microliter of Prevention..” yang diterbitkan “American Biotechnology Laboratory” Juni 2004 merekomendasikan kalibrasi sesuai prosedur terdokumentasi diikuti check secara periodik untuk memastikan performa dari pipet yang digunakan. Atau dengan kata lain interval kalibrasi dikembalikan ke user karena mereka dianggap yang paling memahami terkait dengan frekuensi pemakain mikropipet tersebut serta toleransi yang diijinkan yang telah mereka tetapkan.

Referensi :

www.solutions.pipette.com/micropipette/

Laminar Air Flow (LAF) : Prinsip Kerja, Fungsi, dan Cara Penggunannya

Laminar Air Flow (LAF) : Prinsip Kerja, Fungsi, dan Cara Penggunannya

Jika sebelumnya membahas mengenai bio safety cabinet dan kategori kelasnya, maka pada artikel ini kita akan membahas mengenai laminar aif flow (LAF) mulai dari pengenalan bagian alat, fungsi, prinsip kerjanya. Seperti kita ketahui unit alat LAF ini hampir pasti kita temui di laboratorium biologi ataupun laboratorium kesehatan lainnya. Laminar Air Flow merupakan meja kerja steril yang digunakan untuk kegiatan inokulasi / penanaman / menumbuhkan sel-sel makhluk hidup secara in vitro atau ditumbuhkan pada suatu media tertentu, baik itu penanaman sel-sel hewan / sel tumbuhan / sel mikroba.

Kegiatan penanaman ini tentunya harus dilakukan pada ke keadaan steril yang terbebas dari kontaminasi mikroorganisme, karena ketika kita berada di udara bebas banyak sekali mikroorganisme yang beterbangan terbawa udara dan dan jika nanti mengenai media pertumbuhan maka mikroorganisme tersebut bisa tumbuh dan mengkontaminasi sel-sel yang sebenarnya kita inginkan, hal inilah yang mendasari kenapa diperlukan unit LAF. Laminar Air Flow ini dapat meniupkan udara steril secara terus-menerus melewati tempat kerja sehingga tempat yang kita gunakan untuk bekerja itu terbebas dari debu maupun spora-spora yang mungkin jatuh ke dalam media waktu pelaksanaan penanaman.

Aliran udara di dalam LAF berasal dari ruangan laboratorium dimana unit LAF tersebut berada yang ditarik kedalam alat melalui filter pertama (pre filter) yang kemudian ditiupkan keluar melaui filter yang sangat halus yang disebut dengan HEPA Filter (High Efficiency Particulate Air Filter) dengan menggunakan blower.

Dimana untuk filter yang pertama ukuran saringannya masih cukup besar, jadi mungkin hanya mampu menyaring debu-debu saja, tetapi untuk mikroorganisme atau spora dari jamur itu masih bisa lolos. Nah yang masih lolos inilah akan tersaring di HEPA Filter karena memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan pre filter.

Untuk pre filter pori-porinya kira-kira 5 mm sehingga efisiensinya dapat mencapai 95 mm untuk objek-objek yang lebih besar dari 5 mm. sedangkan untuk hepa filter ukuran pori-porinya mencapai 0,3 mm.

Bagian-Bagian Laminar Air Flow (LAF)

bagian-bagian laminar air flow

1. Ruang kerja

2. kaca transparan

3. Ruang kosong, dimana bagian ini digunakan untuk memasukkan tangan kita agar kita bisa bekerja namun tubuh kita tetap berada di luar LAF, atau dengan kata lain yang masuk kedalam ruangan LAF hanyalah tangan kita saja untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi dari tubuh kita karena seperti kita ketahui tubuh kita pun pasti juga banyak terkandung mikroorganisme

3. Hepa filter, yang berfungsi untuk menyaring udara sehingga terbebas dari spora / mikroorganisme.

4. Lampu Neon

5. Blower atau penghembus udara yang nantinya akan mengalirkan udara tersebut masuk kedalam ruang kerja LAF.

6. UV Lamp, dimana bagian ini sangatlah penting dimana fungsi dari lampu UV tersebut adalah untuk mematikan mikroorganisme yang mungkin tertinggal selama orang sebelum kita bekerja. Biasanya lampu UV tersebut kita nyalakan sekitar satu jam sebelum kita bekerja dengan menggunakan LAF,  tetapi ketika nanti kita akan mulai bekerja harus dimatikan karena seperti kita ketahui sinar UV itu juga tidak baik untuk sel tubuh kita dan bisa menyebabkan kanker. Dan harus dipastikan juga bahwa ketika lampu UV tersebut dinyalakan tidak ada media yang berisi sel yang akan kita tumbuhkan, misalnya :
kita mau memindahkan kultur bakteri tetapi kita lupa ternyata media yang sudah berisi bakteri tersebut dan kita masukkan dalam kondisi lampu UV yang menyala, nah kondisi tersebut tentunya akan menyebabkan bakteri yang ada di dalamnya mati terkena oleh sinar UV tadi.

Jenis LAF

laf vertikal dan horisontal

Berdasarkan arah aliran udaranya LAF dapat dibedakan menjadi LAF horizontal dan LAF Vertikal.

Dimana LAF jenis horisontal aliran udaranya mendatar kearah keluar meja kerja sedangkan untuk LAF vertikal aliran udaranya tegak lurus atau vertical. Jika dilihat pada gambar diatas, dimana posisi hepa filter ditandai dengan warna abu-abu, untuk LAF horisontal HEPA Filternya tegak lurus tetapi aliran udaranya itu mendatar atau horizontal sedangkan pada LAF vertikal HEPA Filternya filternya mendatar tetapi aliran udaranya tegak lurus.

Untuk LAF Horisontal udara yang disaring langsung mengenai kita, ketika udaranya ini membawa mikroorganisme yang ada didalam ruangan, secara otomatis kita akan terpapar secara langsung dengan udara tersebut, atau secara umum bisa dikatakan bahwa LAF jenis horisontal ini lebih berbahaya digunakan dibandingkan dengan LAF jenis vertikal.

Berbeda dengan LAF Vertikal dimana aliran udaranya dipantulkan terlebih dahulu ke bidang meja kemudian baru dibawa keluar sehingga jauh lebih aman ketika kita gunakan untuk bekerja karena kita tidak langsung terpapar oleh aliran udara dari HEPA filter tadi. Sehingga jika kita bekerja dengan menggunakan organisme organisme infeksius maka akan lebih aman ketika kita menggunakan LAF vertikal sehingga kita tidak terpapar udara secara langsung

 

kualifikasi kalibrasi laminar air flow laf

Gambar diatas merupakan ilustrasi dimana untuk LAF horisontal, udara masuk disaring oleh prefilter kemudian kemudian akan melewati HEPA filter (panah warna hijau) menghasilkan udara yang sudah sudah bersih kemudian masuk ke ruang kerja dan dihembuskan keluar dan langsung ke pekerjanya (panah warna merah yang menandakan bahwa udara tersebut adalah udara kotor karena dia sudah terkontaminasi mikroorganisme yang ada di meja kerja tadi.

Untuk yang vertikal udara masuk ke ruangan kemudian disaring pada pre filter dan langsung bertemu dengan HEPA filter yang horisontal kemudian udara bersih (panah warna hijau) yang sudah disaring dan dia akan memantul bagian meja kerja terlebih dahulu sebelum dihembuskan keluar.

Apa saja yang bisa kita masukkan ke dalam LAF?

  • Lampu spirtus atau alkohol
  • Wadah alkohol, jadi meskipun alat-alat yang kita masukkan itu sudah steril tetapi tetap kita butuh media atau reagen untuk sterilisasi alat yang digunakan di dalam meja kerja tersebut, jadi kita perlu membawa alkohol 70 %
  • Pinset, skalpel, gunting, jarum
  • Petridish sterile biasanya digunakan sebagai wadah media untuk menumbuhkan isolar
  • Kertas tissue atau Kapas
  • Sprayer berisi alkohol, perlu diingat kita juga harus menyemprotkan alkohol tersebut ke tangan kita untuk memastikan bahwa tangan kita memang sudah steril dan alat-alat yang akan dimasukkan ke dalam LAF bagian luarnya juga harus disemprot dulu dengan alkohol.

Prinsip Kerja Laminar Air Flow

1. LAF digunakan sebagai meja kerja untuk melakukan kegiatan aseptis atau steril pada kegiatan Inovasi Atau penanaman baik itu mikroorganisme maupun sel hewan maupun sel tumbuhan. Sterilisasi diawali dengan menggunakan lampu UV.

2. LAF mengutamakan adanya hembusan udara steril yang digerakkan oleh blower yang disaring melalui dua filter, yaitu prefilter dan HEPA Filter.

3. Pada Saat kita bekerja dengan menggunakan LAF, pastikan lampu UV dalam kondisi dimatikan tetapi blowernya harus dinyalakan karena blower ini nantinya akan menghembuskan udara ke meja kerja, dan nyalakan lampu neon sebagai penerang

4. Prinsip kerja LAF secara utama adalah ruang kerja yang digunakan untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi pada media / sampel.

Cara Menggunakan LAF

  • Nyalakan tombol on off
  • Buka kaca LAF dengan mengangkat handle ke atas.
  • Bersihkan meja kerja kita dengan menggunakan alkohol 70% kemudian usap dengan menggunakan tisu dan cara mengucapnya itu adalah satu arah dari ujung meja keluar.
  • Dianjurkan / jika sempat untuk menyalakan lampu UV 30 -45 menit sebelum pekerjaan inokulasi dimulai dengan cara menekan tombol UV yang ada dibagian depan LAF, dan matikan jika sudah selesai.
  • Tekan tombol fan untuk mengalirkan udara steril selama 10 – 15 menit sebelum pekerjaan dimulai.
  • Nyalakan lampu penerang.
  • Masukkan media, bahan dan alat-alat untuk pekerjaan inokulasi ke atas meja steril.
  • Setelah selesai, pindahkan keluar semua bahan dan barang dari meja kerja serta bersihkan selalu kotoran seperti tumpahan media atau media agar meja kerja selalu steril.

Layanan Kualifikasi / Kalibrasi Laminar Air Flow (LAF)

Kualifikasi / kalibrasi laminar air flow (LAF) harus dilakukan untuk memastikan bahwa kinerja hepa filter masih sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Sentra Kalibrasi Industri – Pusat Jasa Kalibrasi Alat Ukur

Copyright 2021

Kualifikasi Weighing Booth Serta Fungsi Hepa Filter di Mesin Tersebut

gambar weighing booth

Weighing Booth adalah sebuah mesin yang dirancang untuk kondisi lingkungan kerja steril dengan flow yang telah distandarkan. Unit ini banyak sekali kita temukan di industri farmasi dan biasa digunakan dalam proses penimbangan, pengisian, sampling atau proses lainnya yang membutuhkan lingkungan yang sedikit mungkin adanya Kontaminasi, selain itu juga dapat mencegah terjadinya pencemaran yang diakibatkan oleh udara.

Secara garis besar prinsip dari unit weighing booth ini adalah udara di area kerja ditarik mengunakan bantuan blower yang terletak di dalam Weighing Booth, dan udara yang masuk sebelumnya difilter terlebih dahulu oleh pre-filter, medium filter, dan terakhir oleh HEPA Filter (High Effeciency Particulate Air). Dan udara akan ditiupkan keluar dari HEPA dengan kecepatan air flow 0,36-0,54 m/s.

Kegiatan kualifikasi baik itu pada saat instalasi, kualifikasi, dan kinerja sebagai rangkaian untuk melakukan verifikasi terhadap komponen operasi, elemen penunjuang lainnya tentunya sangat diperlukan untuk memastikan unit ini berjalan dengan semestinya seduai dengan persyaratan / spesfikasi teknis pelanggan ataupun standard yang digunakan untuk rujukan, jika berbicara mengenai weighing booth maka standar yang biasa digunakan sebagai rujukan adalah BPOM. Pemenuhan standard tersebut tentunya sangat diperlukan untuk tetap menghasilkan proses / produk yang berkualitas (No defect product / NG).

Bagian-Bagian Weighing Booth

Sumber Gambar : 

https://www.hacleanroom.com/down-flow-booth/cleanroom-powder-weighing-booth.html

Setelah melakukan pembelian weighing booth, tentunya kita akan mendapatkan beberapa dokumen dimana salah satunya adalah gambar skematik dari unit ini, berikut ini adalah contoh dari gambar tersebut :

Berikut ini adalah bagian-bagian dari unit mesin weighing booth

1. HEPA Filter
2. Differential Pressure Gauge
3. Control Board
4. Operation Button
5. Water Proof Socket
6. Sealent HEPA filter
7. PLF Scenes
8. Purification Light
9. Per Secondary Filter
10. Table

Perbedaan Pre, Medium, HEPA Filter

HEPA (High Effeciency Particulate Air) Filter, jika diterjemahkan dalam bahasa indonesia kurang lebih yaitu filter udara dengan particulate yang mempunyai efisiensi tinggi, dengan efisiensi penyaringan yang tinggi inilah maka filter ini banyak digunakan di industri makanan yang membutuhkan kesterilan pada proses produksinya. Filter yang lain yang mungkin kita kenal adalah pre filter dan medium filter.

  • Pre-Filter mempunyai efisiensi Penyaringanya sebesar 35%
  • Medium Filter mempunyai efisiensi penyaringan sebesar 95%
  • High Efficiency Particulate Air (HEPA) Filter mempunyai Efisiensi penyaringan 99,997% dan mampu menangkap partikel dengan ukuran paling kecil 0,3 mikron.

HEPA mempunyai prinsip kerja dimana filter tersebut mampu menangkap udara dalam jaring serat yang sangat komplek dimana metode penangkapan partikel dibedakan berdasarkan ukuran partikel yang melewatinya, yaitu :

  • Impaksi
  • Inersia
  • Difusi
  • Intersepsi

Seiring dengan berjalannya penggunaan, filter tersebut juga mengalami penurunan kinerja, interval penggantian HEPA filter di weighing booth tersebut tentunya tergantung dari beberapa hal, misalnya :

  • Frekuensi pemakaian mesin (weighing booth)
  • Kondisi ruangan tempat weighing booth terinstal
  • Lokasi pabrik
  • dll

Kualifikasi weighing booth ini mencakup

  • Velocity Test (Uji kecepatan laju aliran udara)
  • Integrity Test (Uji leaking / kebocoran hepa filter)
  • Particle Test (Uji kadar partikel dalam udara)
  • Flow Pattern Test (Uji Pola aliran udara)

Velocity Test (Uji kecepatan laju aliran udara)

Uji ini bertujuan untuk memastikan bahwa kecepatan aliran udara yang melewati hepa filter sesuai dengan standar yang telah ditentukan dimana kecepatan udara yang melewati HEPA Filter memiliki ketentuan 0.36 s/d 0.54 meter / detik dengan jarak samping kurang lebih 10 cm dibawah filter.

Prosedur tahapan dalam melakukan pengujian kecepatan aliran udara (velocity test) ini adalah :

1. Menghidupkan unit alat weighing booth kurang lebih 15 menit sebelum dilakukan pengujian
2. Lakukan pengujian dan catat kecepatan aliran udara (velocity) dengan menggunakan anemometer, dibawah masing-masing HEPA filter sebanyak 5 titik.

Berikut adalah ilustrasi lokasi pengujian velocity weighing booth.

TITIK SAMPLING UJI KECEPATAN UDARA VELOCITY WEIGHING BOOTH

Dan berikut ini adalah contoh hasil uji velocity weighing booth tersebut.

hasil kalibrasi velocity weighing booth

Integrity Test (Uji leaking / kebocoran hepa filter)

Integrity test hepa filter bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual dari integritas hepa filter yang terpasang serta untuk mengetahui tingkat efisiensi hepa filter ataupun mendeteksi adanya kebocoran pada sistem instalasi hepa filter tersebut. Kriteria / standar dalam pengujian ini tentunya tidak adanya kebocoran di area hepa filter yang ditandai dengan bunyinya alarm pada display alat pada saat pengujian dan jumlah asap pao yang lolos dalam bentuk numerical menunjukkan nilai dibawah 0.01 %

Tahapan Pengujian kebocoran Hepa Filter (Integrity Test)

Prinsip dari integrity test hepa filter ini adalah dengan cara melakukan scan test secara langsung dengan menggunakan unit alat aerosol phtometer sehingga hasil secara langsung bisa dilihat di pada unit yang menunjukkan tingkat integritas HEPA serta efisiensi aktual dan kebocoran pada hepa filter ataupun instalasinya.

1. Pastikan unit hepa filter sudah terpasang dengan benar, catat tipe serta spesifikasi dari HEPA filter tersebut.
2. Siapkan alat / instrumen yang akan digunakan untuk integrity test
3. Masukkan / inject media PAO sebelum HEPA filter dengan persentase kurang lebih 20 – 80 %
4. Catat hasil scan test photometer dan hitung efisensi dari HEPA.

Arah pola pengujian HEPA Filter bisa dilihat pada ilustrasi gambar berikut :

POLA INTEGRITY TEST

Dan berikut adalah contoh hasil pengujian integrity test HEPA

HASIL PENGUJIAN INTEGRITY TEST

Particle Test (Uji kadar particel dalam udara)

Uji ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebersihan dari unit weighing booth apakah sudah sesuai dengan kelas kebersihannya. Untuk kriteria penerimaan tentunya disesuaikan dengan kelas ruangan tersebut, contohnya jika weighing booth diletakkan di kelas E maka kriteria yang harus dipenuhi adalah :

Jumlah particle yang diperbolehkan :

Partikel 0.5 micron < 3.520.000 particle / m3
Partikel 5.0 micron < 29.000 particle / m3

Prosedur Uji Kadar Partikel
Pengujian dilakukan dengan cara mengambil sampel udara di sekitar area weighing booth dimana minimum volume sampel yang diambil unit alat paling tidak 2 liter dengan periode sampel minimum 1 menit, hal ini tentunya harus kita perhatikan, karena unit alat particle counter bisa jadi berbeda spesifikasi antara 1 dan yang lainnya.

Contoh Unit alat particle counter mempunyai spesifikasi 28.3 Liter / menit sehingga volumen sampel udara sudah terpenuhi jika kita melakukan sampling selama 1 menit.

Berikut ini adalah gambar titik sampling untuk pengetesan HEPA Filter di weighing booth tersebut.

UJI PARTIKEL HEPA FILTER

Dan berikut ini adalah contoh hasil pengujian kadar partikel

hasil pengukuran particle counter

Flow Pattern Test (Uji Pola aliran udara)

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui secara visual pola aliran udara yang terjadi di area dalam weighing booth sehingga mutu dan kualitas hasil produksi tetap terjadi, hasil yang diharapkan dari pengujian ini yaitu aliran udara haruslah menuju ke arah kedua return tanpa adanya turbulenci.

Prosedur yang bisa digunakan dalam melakukan uji ini dapat menggunakan asap kering dan melakukan pengamatan secara langsung mengenai pola aliran udara yang terjadi secara visual kemudian merekam menggunanakan smartphone sebagai bukti dokumentasinya.

Differential Pressure di Dalam Weighing Booth

Salah satu alat ukur yang terinstal di dalam weighing booth ini adalah differential pressure yang berfungsi untuk memantau perbedaan tekanan di dalam ruangan weighing booth tersebut, Unit alat ini haruslah dikalibrasi supaya indikator tekanan yang ditunjukkan akurat, hal ini tentunya bisa mengindikasikan kondisi filter yang ada di weighing booth tersebut.

Audiometri, Audiometer, dan Audiogram. Apa Bedanya?

Audiometri, Audiometer, dan Audiogram. Apa Bedanya?

Seiring dengan berjalannya waktu, terlebih bagi seorang pekerja yang setiap harinya terpapar oleh kebisingan, jika tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang memadai bisa mengakibatkan penurunan fungsi pendengaran. Oleh karena itu pemeriksaan kesehatan secara berkala perlu untuk dilakukan baik itu secara pribadi atau melalui program medical check up yang diselenggerakaan oleh perusahaan

Pengertian Audiometer

Audiometer adalah alat pemeriksaan yang berfungsi untuk menguji pendengaran manusia yang diujikan pada kedua belah telinga secara bergantian. Alat ini mampu menghasilkan suara yang memenuhi syarat bahan pemeriksaan yaitu frekuensi 125 – 8000 dan intensitas suara yang dapat diukur -10 s/d 110 dB. Secara konsep audiometri dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

kalibrasi audiometer

Audiometer terbagi menjadi beberapa tipe yaitu :

  • Diagnostik / Clinical Audiometer
  • Screening audiometer
  • Computer-based audiometer
  • Automatic audiometer

Fungsi Pemeriksaan Audiometer

  • Mengukur ketajaman pendengaran
  • Mengukur ambang pendengaran
  • Mengindikasi kehilangan pendengaran
  • Mencatat kemampuan pendengaran dari setiap telinga pada deret frekuensi yang berbeda-beda
  • Monitoring pekerja yang area kerjanya di tempat yang bising sehingga dapat memberikan rekomendasi ke manajemen terkait dengan perbaikan lingkungan kerja.
  • Untuk mengetahui apakah kerusakan pendengaran (pergeseran ambang dengar) memang disebabkan oleh kebisingan (NIHL – Noicse Induced Hearing Lost)
  • Screening pada anak balita atau sekolah dasar

Pengertian Audiometri

Audiometri dari segi bahasa berasal dari bahas latin yaitu audire dan metrios, audire artinya pendenganaran sedangkan metrios aritnya mengukur, jadi secara umum audimetri bisa diartikan sebagai pemeriksaan untuk mengetahui jenis dan derajat ketulian (gangguan pendengaran) Indikasi pemeriksaan audiometri sebaiknya dilakukan jika adanya penurunan pendengaran, telingan berbunyi dengung, rasa penih di telinga, riwayat keluar cairan, riwayat terpapar kebisinya, dll. Pemeriksaan audiometri ini memerlukan sebuah ruangan yang kedap suara karena prinsip kerja audiometer ini adalah pemeriksaan pada bermacam-macam frekuensi dan intensitas udara (dB) kemduian ditransfer melalui headset atau bone conductor ke telinga dan batasan intensitas suara (dB) pasien yang tidak dapat didengar lagi dicatat melalui program komputer / di plot secara manual pada kertas grafik.

Manfaat Pemeriksaan Audiometri

Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan melalui pemeriksaan ini, antara lain sbb :
1. Untuk menentukan penyakit telinga yang diderita pasien
2. Untuk kedokteran kehakiman yang akan menjadi dasar sebagai ganti rugi
3. Untuk kedokteran pencegahan dimana melalui pemeriksaan ini dapat mendeteksi ketulian dari pekerja pabrik.

Jenis Ketulian yang Dapat Diprediksi

  1. Tuli Konduktif
  2. Tuli Saraf (sensorineural)
  3. Tuli Caumpuran

Tuli konduksi

Tuli jenis ini diakibatkan karena kelainan yang terjadi di telinga luar dan atau Tengah sehingga suara dari dunia luar tidak dapat ditransmisikan secara normal melalui liang telinga dan atau telinga tengah ke telinga dalam. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh sumbatan kotoran telinga, gendang telinga robek, infeksi di telinga tengah, kerusakan tulang pendengaran, pilek, dll

Tuli Saraf

Tuli jenis ini umumnya terjadi akibat kerusakan pada sel-sel rambut di koklea (rumah siput) sehingga gelombang suara tidak dirubah menjadi gelombang listrik yang diperlukan oleh saraf pendengaran, selain itu dapat juga diakibatkan kerusakan langsung pada saraf pendengaran sehingga energi listrik tidak dapat disampaikan ke otak. Tuli ini dapat juga merupakan kelainan bawaan.

Tuli Campuran

Merupakan jenis gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kombinasi faktor telinga tengah dan telinga dalam.

Komponen Alat Audiometri

1. Oscilator yang berfungsi untuk menghasilkan bermacam nada murni
2. Amplifier, untuk menambah intensitas nada-nada,
3. Interuptor / Pemutus, yang berfungsi untuk pemutus nada
4. Atteneurator, yang berfungsi untuk mengukur intensitas suara.
5. Earphone, yang berfungsi untuk merubah sinyal listrik yang menimbulkan audiometer menjadi sinyal suara yang dapat didengar.
6. Masking noice generator, yang berfungsi untuk penulian telinga yang tidak diperiksa.

Prosedur Pelaksanaan Audiometri

1. Pastikan ruang tes benar-benar kedap
2. Pastikan audiometer dalam posisi siap digunakan
3. Atur skala atur frekuensi sampai -dB
4. Periksa kebersihan telinga, bila ada salah satu telinga yang sakit maka lakukan pengetesan dahulu telinga yang sehat, Tetapi bila semua telinga sehat, lakukan pengetesan terlebih dahulu pada telinga kanan.
5. Tes pada frekuensi 1000 – 500 – 2000 – 250 – 4000 Hz
6. Instruksikan bila mendengar untuk memberikan kode kepada kita, lalu tulis dalam grafik audiogram.

Pengertian Audiogram

Setelah melakukan pemeriksaan, tentunya kita harus tahu cara menginterpretasi hasil tes Audiometri, sedangkan audiogram adalah grafik ambang pendengaran untuk masing-masing telinga pada suatu rentang frekuensi yang dihasilkan dari audiometer.

Apabila tes sudah dilakukan, selanjutnya adalah menginterpretasikan hasil tes dengan cara menjumlahkan hasil skor tes, kemudian membagi dengan jumlah kali tes pada jenis yang sama, hasil rata-rata itulah sebagai tingkat pendengaran atau kehilangan desibel seseorang

Derajat Audiogram

0 – 25 dB = Normal
> 24 – 40 dB = Tuli Ringan
> 40 – 55 dB = Tuli Sedang
> 55 – 70 dB = Tuli Sedang Berat
> 70 – 90 dB = Tuli Berat
> 90 dB = Tuli Sangat Berat

Setelah melakukan pemeriksaan, tentunya kita harus tahu cara menginterpretasi hasil tes Audiometri, sedangkan audiogram adalah grafik ambang pendengaran untuk masing-masing telinga pada suatu rentang frekuensi yang dihasilkan dari audiometer.

Apabila tes sudah dilakukan, selanjutnya adalah menginterpretasikan hasil tes dengan cara menjumlahkan hasil skor tes, kemudian membagi dengan jumlah kali tes pada jenis yang sama, hasil rata-rata itulah sebagai tingkat pendengaran atau kehilangan desibel seseorang

Derajat Audiogram

0 – 25 dB = Normal
> 24 – 40 dB = Tuli Ringan
> 40 – 55 dB = Tuli Sedang
> 55 – 70 dB = Tuli Sedang Berat
> 70 – 90 dB = Tuli Berat
> 90 dB = Tuli Sangat Berat

Jenis-jenis Audiogram

audiogram normal hearing

Audiogram Normal

Secara teoritis, bila pendengeran normal, ambang dengar untuk hantaran udaran sampai dengan hantaran tulang sebesar 0 dB. Pada keadaan tes yang baik, audiogram dengan ambang batas 10 dB pda 500 Hz dan 500 Hz, dengakan 0 dB pada 1000 ; 2000 ; 4000 ;10000 Hz,dan pada 8000 hal itu sering saya telan langsung. 

Gangguan dengan konductif

Hal ini berdasarkan prinsip bahwa konducvif (telinga tengah) hantaran tulang, contoh : terjadinya OMA< OMSK, penyumpatan tubuh eustachius. Setiap keadaan yang menyebabkan gangguan pendengaran seperti fiksasikongenititalm fiksasi karena trauma, dislokasi rantai tulang pendengaran juga akan menyebabkan peninggian ambang hantaran udara dengan hantara tulang normal. Perbedaan antara hantara tulang dengan hantara udara ini menunjukkan beratnya ketulian konduktivif.

Gangguan Dengar Sensorineural (SNHL)

Hal ini terjadi karaena nilai ambang pendengaran hantaran tulang dan udara lebih dari 25 dB. Tuli jenis ini jika terdapat gangguan koklea, N Auditorirus (NVIII) sampai ke pusat pendengaran termasuk kelainan yang terdapat di dalam batang otak. 

Gangguan Dengar Campuran

Terjadi karena kemungkinan teerjadinya kerusakan koklea disertai sumbatan serumen yang padat dapat terjadi. Level konduksi tulang menunjukkan gangguan fungsi koklea ditambah dengan penurunan pendengaran karena sumbatan konduksi udara menggambarkan tingkat ketulian yang disebabkan oleh komponen konduktif. Perbedaan antara level hantara udara dan tulang kita kenal dengan sebutan “jarak udara – tulang” atau “air bone gap”. Jarak udara tulang merupakan suatu ukuran dari komponen konductif dari suatu gangguan pendengaran,

Layanan Kalibrasi Audiometer / Audimetri

Untuk memastikan instrumen ini masih layak digunakan, maka perlu dilakukan kalibrasi Audiometer / Audiometri tersebut

Sentra Kalibrasi Industri – Pusat Jasa Kalibrasi Alat Ukur

Copyright 2021

Pengertian dan Perbedaan Kelas Biological Safety Cabinet

Pengertian dan Perbedaan Kelas Biological Safety Cabinet

Pengertian Biological Safety Cabine

Ketika bekerja dalam laboratorium tentunya harus ada prosedur perlindungan utama atau primary barrier yaitu alat pelindung diri (APD) yang wajib kita kenakan yang tujuannya adalah melindungi personal laboratorium dari bahan-bahan / dari kontaminasi yang ada di dalam laboratorium. Primary barier selain Alat pelindung diri maka kita juga mengenal Biological Safety Cabinet (BSC), Lemari Asam, dan Laminar Air Flow (LAF), kemudian pelindung yang kedua adalah ruangan laboratorium itu sendiri, jadi memang secara ideal untuk ketiga unit ini BSC, LAF, dan lemari asam harus ada ruangan khusus di dalam laboratorium sehingga tujuan sebagai secondary barrier atau pelindung yang kedua tercapai, contohnya jika ada kasus tumpahan / cipratan tidak akan berbahaya bagi personil laboratorium yang lain dan juga tidak berbahaya bagi lingkungan sekitarnya.

Perbedaan Biological Safety Cabinet dan Laminar Air Flow Serta Lemari Asam

Ketiga instrument yang ada di laboratorium tersebut mempunyai perbedaan pada tipe-tipe aliran udaranya dimana hal ini pemilihannya tergantung dengan jenis pekerjaan dan bahan atau sampel yang akan dikerjakan. Berikut ini adalah ilustrasi dari diagram airflow untuk ketiga instrument tersebut.

perbedaan biological safety cabinet dan laminar air flow

Untuk Bio Safety Cabinet (BSC), sesuai dengan namanya instrument ini digunakan ketika kita bekerja dengan agen-agen biologis yang cukup berbahaya / mungkin tidak berbahaya tetapi bisa menimbulkan masalah atau isu-isu kesehatan maupun isu-isu lingkungan. Secara umum Bio Safety Cabinet (BSC) akan melindungi personel yang bekerja, sampel atau bahan yang sedang kita kerjakan, dan juga melindungi lingkungan karena di dalam BSC udara yang masuk dan udara yang keluar itu disaring oleh suatu filter sehingga akan aman bagi personel, sampel, lingkungan.

Untuk lemari asam dapat dilihat pada gambar diatas bahwa udara yang masuk karena memang sifat lemari asam adalah menarik udara yang ada di luar kemudian nanti akan dikeluarkan menuju suatu saluran dan menghindari bahan yang ada di dalam lemari asam Itu mencemari area luar, mengenai personil dan juga langsung keluar laboratorium, tetapi untuk lemari asam umumnya tidak dilengkapi dengan filter khusus seperti pada pada unit BSC, kalaupun ada filter secara kualitas juga standar sehingga tidak melindungi lingkungan karena uap bahan kimia dan sejenisnya itu dibuang ke lingkungan memang masih dapat menimbulkan risiko atau dengan kata lain untuk lemari asam memang itu melindungi hanya melindungi personel saja.

Untuk Clean Bench Atau Laminar Air Flow dimana dapat dilihat pada gambar diatas bahwa udara yang masuk disaring terlebih dahulu dari bawah ini disaring kemuian dikeluarkan menuju ke kita yang sedang bekerja sehingga unit ini disarankan untuk digunakan ketika kita bekerja dengan bahan-bahan yang nonpatogen.
Sehingga bisa disimpulkan untuk laminar air flow ini hanya melindungi bahan sedangkan kita sebagai personel dan lingkungan itu tidak terlindungi dan pastikan dalam bekerja kita menggunakan APD yang cukup dan bahan bahan yang kita tangani tidak mengganggu kesehatan termasuk juga bahan kimia dan bahan kimia berbahaya.

Pengertian Biological Safety Cabinet (BSC)

Biological Safety Cabinet (BSC) adalah suatu kabinet tertutup, berventilasi, serta bertekanan negatif yang digunakan dalam laboratorium. Fungsi Biosafety Cabinet (BSC) ini adalah melindungi personil laboratorium, produk atau sampel dan lingkungan dari paparan biohazard dan kontaminasi silang selama bekerja, jadi seperti yang sudah dituliskan diatas BSC ini memang dikhususkan jika kita bekerja dengan agen-agen biologis yang berbahaya atau biohazard dan tentunya melindungi tiga komponen yaitu personal, produk, dan juga lingkungan

Berdasarkan Kegunaannya BSC Diklasifikasikan menjadi :

  1. BSC Class I
  2. BSC Class II, untuk class ini terdir dari tipe A1 ; A2 ; B1 ; danB2
  3. BSC Class III

Kemudian didalam Biosafety Cabinet tersebut kita mengenal adanya filter, meskipun sebetulnya filter atau penyaring ini juga terdapat di laminar air flow atau beberapa tipe lemari asam, Filter tersebut yang kita kenal sebagai HEPA – Filter (High efficiency Particular Air), jadi pada BSC terebut terdapat filter pada sistem supply udara dan sistem pengeluarannya. sehingga udara yang masuk itu bersih, udara yang keluar juga bersih kecuali untuk BSC class I yang tidak memiliki hepa filter.
Hepa filter ini mempunyai fungsi untuk menyaring partikel yang berukuran kecil sehingga bakteri, spora, virus akan terperangkap di filter sehingga HEPA Filter ini harus diganti secara berkala.

Kapan Menggunakan Bio Safety Cabinet Class I, II, atau III ?

Pemilihan Biological Safety Cabinet (BSC) inu didasarkan pada :

  • Jenis organisme yang akan ditangani

Sehingga kita harus mengetahui organisme akan kita tangani apakah termasuk kategori patogen atau tidak, hal tersebut harus kita identifikasi dari awal misalnya : kita bekerja dengan hanya E Coli, maka mungkin itu bisa dilakukan dengan BSC Tipe I atau laminar flow saja.

  • Manipulasi yang akan dilakukan

Misalnya : kita mau melakukan pemindahan atau kultur virus atau bakteri, kemudian kita mau isolasi bakteri dari jaringan manusia yang terinfeksi karena nanti akan berpengaruh pada proses selama dalam BSC contohnya : Akan menimbulkan cipratan, menimbulkan aerosol, dll

  • Penggunaan bahan kimia toksik dan radioaktif, Hal ini juga harus menjadi pertimbangan kita ketika kita memilih tipe BSC.

BSC Class I

  • Melindungi personel dan lingkungan tapi tidak melindungi sampel, jadi udara yang masuk itu tidak difilter
  • Sistem sirkulasi udara sama dengan lemari asam
  • Dilengkapi HEPA Filter pada sistem exhaust
  • Udara yang masuk tidak difiler sehingga sampel tidak terlindungi
  • Kecepatan udaranya 75 fpm (feed per minute) jadi hampir dipastikan udara itu tidak ada yang keluar dari dalam kabinet meskipun bagian depannya dibuka, udara tersebut akan bersirkulasi seperti pada gambar dengan kecepatan tertentu
  • Biasanya digunakan untuk bekerja dengan Agent yang tidak terlalu berbahaya, misalnya : bekerja dengan suatu jaringan lemak / membuat suspensi

BSC Class II

Untuk BSC Class II sudah mampu untuk melindungi personel, lingkungan, dan juga sempel karena udara yang masuk dan udara yang keluar sudah disaring oleh HEPA Filter. Jadi mirip dengan laminar air flow untuk udara masuknya yang disaring namun berbeda untuk udara yang keluar karena pada laminar air flow tidak disaring dan langsung mengenai personel dan lingkungan. Seperti yang sudah diinfokan sebelumnya jika BSC class II ini juga terbagi lagi menjadi A1 ; A2 ; B1 ; dan B2. Untuk perbedaannya dapat diilustrasikan melalui gambar dibawah ini.

BSC Tipe A1 dan A2
BSC Tipe B

BSC Class III

BSC Class III

Kalau kita lihat pada gambar, udara yang masuk maupun yang keluar disaring oleh HEPA Filter
Bagian samping untuk memasukkan barang-barang yang akan digunakan termasuk sampel juga masuknya lewat E terlihat seperti semacam loker kecil yang menyambung ke dalam BSC nya. Untuk BSC tipe III ini sudah ada bagian khusus untuk sarung tangannya, namun tetap disarankan dalam bekerja kita juga menggunakan sarung tangan / gloves yang sekali pakai.

Kemudian di bagian B ini menunjukkan aliran udara dimana aliran udara hanya memutar di bagian B saja, kalaupun keluar akan tersaring dengan HEPA Filter terlebih dahulu, sehingga BSC tipe ini memang meminimalisir kontak langsung antara personel dengan sampel dan juga memastikan bahwa udara yang keluar itu aman untuk lingkungan.
Untuk BSC tipe ini ada yang langsung dikeluarkan ke lingkungan untuk udara buangannya namun ada juga yang bersirkulasi di dalam area B tersebut, dimana hal ini tergantung dengan Tipe nya.

Hal-Hal yang Harus diperhatikan Ketika Bekerja dengan BSC

1. Penempatan BSC dalam laboratorium
Usahakan lokasinya itu terisolir terpisah dari kegiatan-kegiatan lain terutama dari kalau lintas dan juga daerah yang berpotensi menimbulkan gangguan aliran udara, misalnya dekat dengan pintu, terlalu dekat dengan instrumen-instrumen lain seperti autoklaf, HPLC, dll. Dan jarak dengan dinding samping atau belakang minimal 30-35 cm atau tidak boleh juga terlalu rapat.

2. Pada Saat Mulai Mengoperasikan BSC
Matikan lampu UV, kemudian nyalakan blower dan lampu penerangan selama kurang lebih 15 menit, dekontaminasi permukaan BSC termasuk barang-barang yang akan dimasukkan ke dalam BSC (botol larutan, cawan petri, dll)

Referensi : www.youtube.com/watch?v=ztBBelyymxk&t=123s

Kalibrasi Biological Safety Cabinet (BSC)

Dengan beberapa parameter yang berdampak penting baik bagi personel yang melakukan analisa, lingkungan, dan sampel itu sendiri, maka kalibrasi biological Safety Cabinet (BSC) harus dilakukan. Untuk perusahaan yang memiliki hanya 1 atau 2 BSC disarankan melakukan kalibrasi eksternal untuk lebih menghemat budget pengeluaran. Untuk mendapatkan penawaran harga kalibrasi biosafety cabinet ini teman-teman bisa klik tombol dibawah ini.

Sentra Kalibrasi Industri – Pusat Jasa Kalibrasi Alat Ukur

Copyright 2021

Prinsip Kerja dan Bagian-Bagian Dental X Ray

Prinsip Kerja dan Bagian-Bagian Dental X Ray

Pengertian Dental X Ray

Dental x-ray itu merupakan alat kedokteran yang digunakan untuk mendapatkan gambaran gigi, tulang, dan jaringan lunak di sekitarnya, juga untuk membantu menemukan masalah pada gigi, mulut, dan rahang. Alat ini merupakan suatu alat radiologi yang berfungsi untuk melihat gigi dengan radiogram. Dengan pola hidup masyarakat yang kurang begitu baik untuk saat ini sehingga kesehatan gigi merupakan salah satu dampak yang sering dialami.

Spesifikasi Pesawat Dental X Ray :

1. Sudut perputaran x-ray tube yang mencapai 360°, jadi bisa diputar sesuai dengan kebutuhan
2. Memiliki besaran kV 50 – 70
3. Memiliki besaran mA 10 – 15
4. Rentang waktu ekposi yang sangat cepat sekali sekitar antara 0,025 – 0,5 detik
5. Jarak X Ray tube ke kulit sangat dekat antara 18 – 23 inch
6. Menggunakan fokus kecil
7. Short distance technique
8. x-ray Tube dilengkapi dengan pointer untuk sentrasi Sinar dan conus berada di dalam

Gambar dibawah ini merupakan contoh dari pesawat dental x-ray, cukup sederhana dibandingkan dengan mesin-mesin kedokteran lainnya.

Dapat dilihat bagian utama dari pesawat dental tersebut antara lain :

  1. Kepala tube yang bisa diputar 360° sesua dengan objek yang akan kita periksa
  2. Control panel
  3. Tabung anoda katoda
  4. Kursi pasien yang digunakan pada saat pemeriksaan

Komponen Peralatan Pesawat X Ray Dental

1. Unit sinar-x

Pesawat dental adalah pesawat yang digunakan untuk pemeriksaan gigi, pesawat dental dibagi atas beberapa yaitu :

a. Pesawat dental dengan ujung kerucut dan ujung terbuka yaitu pesawat dental yang dapat menampakkan hanya beberapa gigi saja, jadi fokus pada gigi yang akan kita periksa saja, dan tidak bisa melihat gigi secara keseluruhan.

b. Pesawat dental Panoramic yaitu pesawat dental yang dapat menghasilkan gambaran gigi secara keseluruhan,

c. Pesawat dental digital imaging yaitu pesawat dental yang dapat memperlihatkan gigi secara keseluruhan dan dikendalikan dengan monitor dan langsung connect / terhubung ke komputer.

Untuk jenis ini ada dua jenis kerucut pada pesawat dental, yaitu kerucut plastik runcing dan kerucut ujung terbuka dimana kerucut plastik runcing harus dilengkapi dengan kolimator yang efektif dengan sebuah diafragma logam dan tabung logam yang berada di dalam kerucut

2. Film

Film gigi yang dimaksud dalam film dental periapikal ukurannya 3 x 4 cm dan juga film dental oclusal ukuran 6 xi 9 cm, berikut ini adalah contoh gambar dari film gigi, dimana cara penggunaannya adalah pasien nanti kita perintahkan untuk memegang film ini sendiri dengan menggunakan jarinya dan diposisikan ke gigi yang akan diperiksa.

3. unit Processing

Sesuai dengan namanya unit ini berfungsi untuk memproses atau mencuci film dental dapat dilakukan dengan menggunakan automatic Processing atau manual Processing, biasanya untuk dental periapikal menggunakan manual Processing yaitu pencuciannya dengan menggunakan devlover, kemudian kita cuci lagi dengan air, setelah itu dimasukkan ke cairan Fixer, dan dimasukkan lagi ke air. Selama proses pencucian kita bisa lihat di kamar gelap dengan menggunakan seklekv (lampu yang berwarna merah di dalam kamar gelap)

4. Unit pengering film

Apabila menggunakan manual Processing maka dibutuhkan unit pengering film yaitu drying cabinet setelah kering baru bisa dilihat di pingbox / bisa diberikan kepada pasien / dokter sehingga bisa dilakukan tindakan selanjutnya.

5. Radiography Protection System

yaitu keamanan dalam hal proteksi radiasinya, jadi seperti keamanan terhadap radiasi di ruang pemeriksaan dan ruang radiologi, serta keamanan pasien dan radiografer dengan menggunakan Apron. Pada pemeriksaan periapikal seperti ini, kita sebagai radiografer ataupun Pasien itu nanti menggunakan Apron untuk melindungi tubuh dari radiasi hamburnya

6. Vewer

yaitu untuk melihat hasil gambaran film dental yang sudah diproses

Komponen tabung dari dental x-ray unit untuk periapikal Sama persis dengan tabung sinar-x yang ada di konvensional x-ray, bisa dilihat di pada gambar dibawah ini :

tabung dari dental x-ray

Terdapat beberapa komponen pada tabung x ray dental antara lain :

  • anoda
  • katoda
  • diaphragm
  • porte filter
  • glass envelope
  • tungsten target
  • copper stem
  • cooling mechanism
  • filamen yang nanti akan dipanaskan atau diberi beda potensial yang sangat tinggi sehingga terbentuk awan-awan elektron yang akan menumbuk target kemudian tumbukan tersebut akan menghasilkan 99 % panas dan 1 % sinar-x yang akan keluar melalui window atau jendela

Struktur Pesawat x-ray Dental Periapikal

1. Control panel

2. The Arm Extension (Lengan Ekstensi)

3. Kepala tabung melekat pada lengan ekstensi yang dapat berputar 360° secara horizontal maupun vertical.

4. The Tube Head (Kepala Tube)

5. Filter dan kolimator
Filter ini terletak di dasar kerucut. filter pesawat dental dengan kapasitas tegangan tabung lebih kecil dari 70 kV memiliki ketebalan minimum yaitu 2,5 mm, fungsi dari kolimator ini yaitu untuk membatasi ukuran lapangan penyinaran sinar-x, jadi nanti gunanya kolimator ini untuk menyesuaikan sinar yang keluar dari tabung sinar-x ini sesuai dengan besar objek yang akan kita ambil saja

Cara Pengoperasian X-ray Dental

1. hubungkan dental unit dengan arus listrik

2. Tekan tombol hijau yang terdapat pada pesawat dental sehingga berada pada posisi On

3. Tekan tombol pengatur besar kecilnya pasien (terdapat tiga tombol, masing-masing untuk pasien kecil, sedang, dan besar), jadi disesuaikan ya dengan kondisi pasien yang akan kita periksa

4. Tekan tombol pengatur gigi yang akan diperiksa, jadi disesuaikan ini pasien mau memeriksa gigi yang bagian mana

5. kV dan mA sudah tidak dapat diatur, Sedangkan second atau waktunya bisa kita atur

6. Pesawat dental siap digunakan, sebelum dilakukan ini kita sudah memposisikan pasien dan memegang film dari dental x-ray periapikal

7. Jika sudah semua, Tekan tombol hijaunya sehingga berada pada posisi off untuk mematikan pesawat

8. Rapikan kabel dan Letakkan ditempat semula

Prosedur Pemeriksaan X Ray Dental

1. Pasien diberi penjelasan mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan dan Tekankan bahwa pemeriksaan yang akan dilakukan akan membuat pasien tidak nyaman dan sedikit sakit karena kita memasukkan film periapikal tadi kedalam mulut pasien dan pasien akan memegang dan menekan sedikit yang menyebabkan agak risih bagian mulutnya.

2. Pasien duduk di kursi yang telah disediakan dan diusahakan kepala pasien menempel pada dinding untuk membuat pasien merasa lebih nyaman dan untuk mencegah pergerakan kepala pasien

3. Tekan tombol pengatur besar kecilnya pasien dan tombol pengatur gigi yang akan diperiksa

4. Radiografer memakai hand scun

5. Pasien diminta untuk membuka mulutnya, lihat bagian gigi yang akan kita periksa selalu Ingatkan bahwa pemeriksaan yang akan dilakukan dapat membuat pasien tidak nyaman dan merasa sakit.

6. Masukkan film dental ke bagian gigi yang akan diperiksa dan minta pasien memegang film dental tersebut dengan bagian gigi yang akan diperiksa.

7. Atur tube tegak lurus film sesuai dengan gigi yang akan periksa

8. Setelah tube tegak lurus terhadap film yang ada di mulut pasien kemudian lakukanlah Exposure

9. Setelah selesai maka radiografer dan dokter mengevaluasi hasil dari foto

Contoh pemeriksaan Dental X Ray

hasil pemeriksaan pesawat dental

Bisa kita lihat pada gambar diatas rongsen gigi untuk periapikal dimana hanya beberapa gigi saja yang terlihat

Referensi :

www.youtube.com/watch?v=97uJUTXJxWw

Untuk memastikan instrumen ini masih layak digunakan, maka perlu dilakukan kalibrasi Dental X Ray

Sentra Kalibrasi Industri – Pusat Jasa Kalibrasi Alat Ukur

Copyright 2021