Regulasi Tentang P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)

Regulasi Tentang P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), tentunya istilah ini sudah sering kita dengar. Namun sebagian dari kita mungkin belum mengetahui ternyata ada beberapa regulasi yang mengatur mengenai P3K ini.

Dalam artikel ini kita akan belajar bersama mengenai hal-hal terkait dengan :

  • Pengertian P3K
  • Tujuan dan dasar hukum, apakah ada regulasi yang mewajibkan P3K harus disediakan di tempat kerja?
  • Persyaratan petugas pertolongan pertama pada kecelakaan baik dari segi jumlahnya, lokasi penempatannya, baik pada jam kerja normal atau jam kerja shift termasuk juga lokasi kerja dengan unit kerja yang berbeda.
  • Persyaratan lisensi kompetensi yang tentunya terkait dengan pelaksanaan tugas sehari-hari. Apakah ada batasan-batasannya? termasuk juga sistem komunikasi dan penandaan petugas P3K tersebut.
  • Fasilitas P3K baik itu :
    1. Ruang P3K
    2. Kotak P3K
    3. Alat evakuasi dan alat transportasi jika ada korban yang akan dilanjutkan pada rumah sakit rujukan untuk menerima penanganan lebih lanjut. Termasuk juga ada persyaratan fasilitas tambahan sesuai dengan kebutuhan penanganan P3K tersebut.

Yuk kita mulai..

Pengertian P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)

p3k adalah

P3K adalah pertolongan pertama pada kecelakaan, yaitu upaya pertama yang diberikan kepada korban yang mengalami kecelakaan maupun yang mengalami sakit di tempat kerja.

Lingkup intervensi yang diberikan adalah penanganan medis dasar berupa tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam yang telah terlatih secara khusus.

Maka salah satu persyaratan dari petugas P3K di tempat kerja adalah orang yang sudah dilatih secara khusus mengenai bagaimana melakukan penanganan medis dasar ini kepada karyawan yang mengalami sakit atau yang mengalami cedera.

perban pertolongan pertama pada kecelakaan

petugas p3k

Dapat dilihat pada gambar diatas :

  • Ada proses pembidaian
  • Ada proses pemberian resusitasi jantung paru
  • dll

Hal-hal diatas merupakan lingkup penanganan medis dasar yang ditujukan pada penanganan keadaan darurat yang akan dipelajari pada pelatihan petugas P3K sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Tujuan pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja adalah :

  • Memberikan perlindungan bagi pekerja yang mengalami kecelakaan secara cepat dan tepat, dan tidak boleh terlambat dan salah dalam penanganannya.

Jadi harus diidentifikasi secara jelas, kira-kira luka atau sakit apa yang dialami oleh pekerja sehingga dapat diputuskan cara penanganannya secara cepat dan tepat sesuai dengan petunjuk yang ada dalam pedoman pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan kepada korban kecelakaan.

  • Mempertahankan penderita tetap hidup dan terhindar dari kematian. Jadi jangan karena terlambat penanganan kondisinya bisa lebih parah dan bahkan bisa meninggal.
  • Membuat keadaan penderita tetap stabil.
  • Mengurangi rasa nyeri, ketidaknyamanan, dan rasa cemas.
  • Meminimalkan cedera dan kecacatan pada korban. Jangan sampai karena terlambat penanganan, yang seharusnya penderita bisa pulih kondisinya namun akhirnya malah menjadi cacat karena terlambat penanganan.

Dasar Hukum Penyediaan P3K di Tempat Kerja

  • Undang-undang nomor 1 tahun 70 tentang keselamatan kerja

Pasal 3 Ayat 1 Huruf e

Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk memberi pertolongan pada kecelakaan.

  • Permenaker No. Per.15/Men/VIII/2008 Tentang P3K ditempat Kerja

Pasal 2

Pengusaha wajib menyediakan petugas P3K dan fasilitas P3K ditempat kerja.

Pengurus wajib melaksanakan pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja.

  • Lampiran II PP Nomor 50 tahun 2012 Tentang Penerapan SMK3

6.8 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

6.8.1 Perusahaan telah mengevaluasi alat P3K dan menjamin bahwa sistem P3K yang ada memenuhi peraturan perundangan, standar, pedoman teknis.

6.8.2 Petugas P3K telah dilatih dan ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Jadi artinya seluruh kebutuhan P3K dan sistem pengelolaan di tempat kerja itu harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan sebagaimana diatur dalam Permenaker No. Per.15/Men/VIII/2008, termasuk jumlahnya, persyaratan penunjukan petugasnya, dan jarak penempatannya harus disesuaikan dengan apa yang diatur didalam peraturan perundangan yang berlaku.

  • SK Dirjend Binwasnaker No. Kep 53/DJPPK/VIII/2009 tentang Pedoman Pelatihan dan Pemberian Lisensi Petugas P3K di tempat Kerja.

Regulasi-regulasi diatas harus dipenuhi tempat kerja dalam rangka penyediaan P3K.

Perangkat P3K di Tempat Kerja

fasilitas p3k

Umumnya dikelompokkan menjadi 2 hal :

  • Petugas P3K, Personel yang melaksanakan tindakan P3K tersebut.
  • Fasilitas P3K, peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pemberian tindakan P3K tersebut.

Petugas P3K

Petugas P3K adalah pekerja yang ditunjuk oleh pengurus atau pengusaha dan diserahi tugas tambahan untuk melaksanakan P3K di tempat kerja.

Jadi tugas seorang petugas P3K bukanlah tugas utama melainkan hanya merupakan tugas tambahan.

Namun demikian, walaupun hanya bersifat tugas tambahan, petugas P3K diperbolehkan untuk meninggalkan pekerjaan utama saat kehadirannya dibutuhkan untuk melakukan tindakan P3K tersebut yaitu memberikan pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera.

Petugas P3K adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar.

Jangan sampai korban pertama kali ditolong oleh rekan kerjanya sendiri.

Sehingga petugas pertolongan pertama pada kecelakaan harus secara cepat mendatangi lokasi kejadian agar dia yang pertama kali memberikan pertolongan dengan tepat karena dia yang paham dan yang telah memperoleh pelatihan terkait dengan bagaimana pemberian tindakan P3K tersebut.

Persyaratan Menjadi Petugas P3K

petugas p3k kompeten

Permenakertrans No. Per 15/Men/VIII/2008 tentang P3K di tempat kerja

Pasal 3 :

  • Petugas P3K harus memiliki lisensi dan buku kegiatan P3K dari kepala instansi yang bertanggung jawab di bidang Ketenagakerjaan setempat. Jadi buku kegiatan pertolongan pertama pada kecelakaan tersebut dari Disnaker Kabupaten kota atau provinsi.
  • Untuk mendapatkan lisensi harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
    • Bekerja pada perusahaan yang bersangkutan. jadi petugas P3K harus bekerja di perusahaan tersebut.
    • Sehat jasmani dan rohani
    • Bersedia ditunjuk menjadi petugas P3K. Seorang karyawan tidak boleh ditunjuk sebagai petugas P3K jika yang bersangkutan tidak bersedia, karena hal ini merupakan tugas tambahannya, bukan tugas utama.
    • Memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar di bidang pertolongan pertama pada kecelakaan yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan. Petugas P3K harus lulus pelatihan terlebih dahulu sebelum diajukan untuk memperoleh lisensi P3K sekaligus untuk memperoleh buku kegiatan P3K, kemudian baru boleh ditunjuk atau secara sah yang bersangkutan menjadi petugas P3K.
  • Pemberian lisensi dan buku kegiatan P3K tidak dikenakan biaya.

Lisensi K3 Petugas P3K

Syarat lisensi K3 petugas P3K adalah :

  • Harus lulus dalam pembinaan K3 petugas P3K dan telah memiliki sertifikat dari Kementerian Ketenagakerjaan.
  • Lisensi petugas pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja diterbitkan oleh instansi yang bertanggung jawab di bidang Ketenagakerjaan setempat. Jadi sertifikatnya dari Kementerian sedangkan lisensi K3 dikeluarkan dari Disnaker setempat atau Disnaker provinsi
  • Masa berlaku lisensi K3 petugas P3K adalah 3 tahun dan dapat diperpanjang kembali untuk waktu yang sama.

Informasi yang terdapat pada lisensi K3 petugas P3K :

  1. Nama
  2. Nomor registrasi
  3. Tempat tanggal lahir
  4. Nama perusahaannya
  5. Masa berlaku
  6. Tandatangan oleh Kepala Dinas Provinsi

Pelatihan P3K

Persyaratan untuk pelaksanaan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan adalah :

  1. Peserta pendidikan minimal SLTA
  2. Fotocopy ijazah terakhir
  3. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk
  4. Menyiapkan pas photo ukuran 4 x 6 dan 2 x 3 masing-masing 4 lembar
  5. Mengisi biodata peserta

Penyelenggara pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan adalah PJK3 (Perusahaan Jasa K3) yang memiliki izin dibidang pembinaan K3 dengan ruang lingkup kesehatan kerja.

Jumlah jam pelajaran selama 30 jam pelajaran atau kurang lebih sekitar 3 hari.

Sertifikat diterbitkan dari kemenaker R.I bagi yang lulus.

Diatur dalam SK Dirjend Binwasnaker No. Kep 53/DJPPK/VIII/2009 tentang Pedoman Pelatihan dan Pemberian Lisensi Petugas P3K di tempat Kerja.

Di dalam pelatihan tersebut, calon petugas P3K sudah diberikan pelatihan bagaimana melakukan tindakan P3K di tempat kerja dengan berbagai macam peralatan yang digunakan termasuk juga penggunaan peralatan-peralatan dan obat yang ada di dalam kotak P3K yang nanti ditempatkan di lingkungan perusahaan atau di area kerja masing-masing.

Jumlah Petugas P3K di Perusahaan

Pasal 5 Permenakertrans No. Per 15/Men/VIII/2008 tentang P3K di tempat kerja

Ayat 1

Petugas P3K di tempat kerja ditentukan berdasarkan jumlah pekerja dan potensi bahaya yang ada di tempat kerja. Jadi ada rasio jumlah petugas P3K dengan jumlah pekerja tentunya berdasarkan tingkat risiko perusahaan.

Rasio Jumlah Petugas P3K.

Lampiran 1 pada tabel diatas menunjukkan rasio jumlah petugas P3K di tempat kerja.

  • Klasifikasi tempat kerja yaitu tempat kerja dengan potensi bahaya rendah dan tempat kerja dengan potensi bahaya tinggi.
  • Pada tabel dapat dilihat perusahaan dengan jumlah pekerja 25 – 150 orang maka jumlah petugas P3K hanyalah 1 orang.
  • Di atas 150 orang, 1 orang untuk setiap 150 orang atau dengan kata lain setiap kelipatan 150 orang, petugas P3K Ditambah 1 orang.
  • Di tempat kerja dengan potensi bahaya tinggi, perusahaan dengan jumlah pekerja sampai dengan 100 orang maka petugas P3K nya adalah 1 orang.
  • Sedangkan di atas 100 orang, petugas P3K nya adalah 1 orang untuk setiap 100 orang atau dengan kata lain setiap kelipatan 100 orang, petugas P3K ditambah 1 orang.

Penempatan Petugas P3K

Berikut ini adalah regulasi / aturan penempatan petugas P3K di tempat kerja atau di perusahaan.

Pasal 5 Permenakertrans No. Per 15/Men/VIII/2008 tentang P3K di tempat kerja

Ayat 2 :

Pengurus wajib mengatur tersedianya petugas P3K sesuai jumlah dan potensi bahaya di tempat kerja, pada :

  • Tempat kerja berjarak lebih besar sama dengan 500 meter dengan unit.

penempatan petugas p3k

Gambar diatas merupakan sebuah ilustrasi dimana tempat kerja dan unit kerja berjarak 500 m.

  • Tempat kerja di setiap lantai yang berbeda di gedung bertingkat

Misalnya : Gedung bertingkat lantai 1, lantai 2, dan lantai 3. Maka di setiap lantai yang berbeda harus ditempatkan petugas P3K.

  • Tempat kerja dengan jadwal kerja shift.

Jika perusahaan beroperasi 3 shift, maka masing-masing shift harus tersedia petugas P3K nya.

Jumlah petugas P3K pada masing-masing shift tentunya disesuaikan dengan jarak antar tempat kerja dengan unit apakah ada yang terpisah atau tidak.

Juga harus disesuaikan dengan jumlah tenaga kerja atau buruh, termasuk juga potensi bahaya yang ada pada masing-masing unit kerja dan tempat kerja yang berbeda tersebut.

Tugas Seorang Petugas P3K

Pasal 5 Permenakertrans No. Per 15/Men/VIII/2008 tentang P3K di tempat kerja

Ayat 6 :

  • Melaksanakan tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan. Dimana hal ini tentunya sudah dipelajari dalam pelatihan
  • Merawat fasilitas K3 sendiri supaya enak dan nyaman digunakan.
  • Mencatat setiap kegiatan pertolongan pertama pada kecelakaan dalam buku kegiatan P3K.
  • Melaporkan kegiatan pertolongan pertama pada kecelakaan kepada pengurus.

Di dalam kartu lisensi K3, pada bagian belakang tertulis hal-hal seperti diatas ditambah satu point lagi yaitu :

  • Melakukan latihan P3K di tempat kerja sekurang-kurangnya 6 bulan sekali dan dicatat dalam buku kegiatan petugas P3K di tempat kerja.

Petugas P3K juga diwajibkan memberikan pelatihan P3K kepada karyawan yang lainnya agar mereka juga bisa membantu penanganan seandainya ada karyawan yang mengalami luka atau sakit tempat kerja sebelum petugas P3K yang bersangkutan tiba di lokasi.

Dipasal 4 dikatakan bahwa :

Petugas P3K dalam melaksanakan tugasnya dapat meninggalkan pekerjaan utamanya untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan kepada karyawan yang mengalami cedera sehingga tidak perlu izin tidak perlu permisi karena alasan tugas untuk menyelamatkan orang lain sebagaimana diamanahkan oleh peraturan perundangan.

Tugas atau Kewajiban Petugas P3K

  • Melaksanakan tindakan P3K

Misalnya :

    1. Patah tulang
    2. Keseleo
    3. Luka bakar
    4. Luka tersayat
    5. Penghentian Pendarahan
    6. Digigit binatang berbisa
    7. Luka memar
    8. Pernafasan buatan
    9. Keracunan Obat
    10. Keracunan Makanan
    11. Luka bakar akibat bahan kimia
    12. Pingsan
    13. dll

Hal tersebut dilakukan mengacu kepada buku panduan P3K di tempat kerja. Dimana di dalam buku panduan P3K tersebut sudah tersedia semua petunjuknya. Dan ini juga merupakan bagian peralatan yang harus dimiliki juga oleh perusahaan dan harus disediakan di tempat kerja sebagai pedoman nanti bagi petugas P3K untuk mengambil atau melakukan tindakan P3K tersebut.

Contoh

Pertolongan pertama pada luka bakar

Di buku tersebut seharusnya sudah dirinci secara jelas apa tindakan pertama, tindakan kedua, dan tindakan ketiga, dst yang harus dilakukan sampai korban selesai ditangani dengan baik.

Pertolongan pertama pada patah tulang

Di buku tersebut juga seharusnya sudah dirinci bagaimana patah tulang ditangani sampai pada pembidaian selesai dilakukan sehingga jangan sampai salah penanganan dan jangan sampai terlambat agar sasaran yang diharapkan dari pelaksanaan tindakan P3K itu berjalan dengan baik.

  • Melakukan latihan pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja minimal sekali 6 bulan dan dicatat dalam buku kegiatan P3K.

Di bagian depan buku kegiatan P3K ada perhatian :

  • Pengurus atau petugas P3K harus memperlihatkan kegiatan ini kepada pegawai pengawas untuk dicatat dan diketahui.
  • Kepala Dinas Tenaga Kerja sewaktu-waktu dapat meminta buku ini untuk diadakan pemeriksaan.
  • Lisensi petugas P3K ini tempat kerja dapat dicabut oleh Kepala instansi apabila melanggar peraturan perundangan dibidang K3 dan dinilai tidak berkemampuan lagi sebagai petugas P3K atas usul pegawai pengawas.
  • Untuk perpanjangan lisensi diajukan satu bulan sebelum habis masa berlaku lisensi

Pencatatan setiap kegiatan P3K dilakukan didalam buku tersebut dimana ada kolom-kolom

  • Nomor
  • Tanggal
  • Kegiatan
  • Kejadian
  • Tindakan P3K yang dilakukan
  • Paraf pihak perusahaan

Penandaan Khusus Petugas P3K

Bagaimana kita mengetahui siapa petugas P3K di tempat kerja?

Pasal 5 Permenakertrans No. Per 15/Men/VIII/2008 tentang P3K di tempat kerja

Ayat 7 :

Pengurus wajib memasang pemberitahuan tentang nama dan lokasi petugas P3K di tempat yang mudah dilihat.

Selain itu petugas P3K dapat menggunakan tanda khusus yang mudah dikenal oleh pekerja atau buruh yang membutuhkan pertolongan.

Misalnya : Rompi yang ada yang ada scotlite supaya mudah dikenal atau diketahui dimana keberadaan petugas P3K saat itu.

Memasang pemberitahuan ini bisa juga ditempel di papan-papan pengumuman.

Siapa petugas yang bertanggung jawab hari dan shift tersebut dan pada setiap lokasi yang memang ditetapkan ada kebutuhan petugas P3K sesuai dengan ketentuan regulasi.

Di lampiran II PP Nomor 50 Tahun 2012 tentang penerapan SMK3 disini dikatakan di sub elemen :

1.2 tanggungjawab dan wewenang untuk bertindak

Kriteria 1.2.1 tanggungjawab dan wewenang untuk mengambil tindakan dan melaporkan kepada semua pihak yang terkait dalam perusahaan dibidang K3 telah ditetapkan, diinformasikan, didokumentasikan.

Ini termasuk salah satu yang diminta oleh kriteria tersebut dimana petugas P3K harus dicatat, didokumentasikan, dan diinformasikan kepada seluruh pihak di perusahaan-perusahaan dengan cara yang informatif agar mudah diketahui oleh semua orang yang ada di tempat kerja.

Fasilitas P3K di Tempat Kerja

ruang p3k perusahaan

 

Fasilitas P3K meliputi ada ruang P3K, kotak P3K dan isinya, alat evakuasi dan alat transportasi, termasuk Juga fasilitas tambahan berupa APD (Alat Pelindung Diri) atau peralatan khusus lainnya yang memiliki potensi bahaya yang bersifat khusus.

APD ini disesuaikan dengan potensi bahaya yang ada di tempat kerja yang digunakan pada saat keadaan darurat.

contoh :

Peralatan khusus berupa alat untuk pembasahan tubuh secara cepat yaitu shower dan pembilasan atau pencucian mata atau eyes shower.

Pada showernya tersebut juga ada rambu penempatannya supaya memudahkan kepada pekerja di mana lokasi peralatan-peralatan keadaan darurat itu ditempatkan.

Ruang P3K

Pasal 5 Permenakertrans No. Per 15/Men/VIII/2008 tentang P3K di tempat kerja

Ayat 9 :

Pengusaha wajib menyediakan ruang P3K dalam hal mempekerjakan pekerja atau buruh 100 orang atau lebih atau kurang dari 100 orang dengan potensi bahaya tinggi.

Ini artinya kalau karyawan di perusahaan sudah ada 100 orang atau lebih wajib menyediakan ruang P3K tapi boleh juga pekerjanya dibawah 100 orang tapi kalau potensi bahaya perusahaan itu masuk kategori tinggi maka diwajibkan juga untuk menyediakan ruang P3K.

Sama dengan persyaratan kewajiban penerapan SMK3 di perusahaan-perusahaan.

Analoginya adalah kalau perusahaan diwajibkan menerapkan SMK3 maka wajib juga menyediakan ruang pertolongan pertama pada kecelakaan.

Apa itu potensi bahaya tinggi dari mana kita tahu bahwa perusahaan kita masuk kategori potensi bahaya tinggi atau tidak?

Pengertian potensi bahaya adalah kondisi atau keadaan yang potensial bisa menimbulkan kerugian bagi perusahaan, bisa merubah peledakan, kebakaran, perusakan termasuk juga kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Sedangkan potensi bahaya tinggi berdasarkan PP Nomor 50 Tahun 2012 adalah perusahaan yang memiliki potensi bahaya yang dapat mengakibatkan kecelakaan yang merugikan jiwa manusia, terganggunya proses produksi, dan pencemaran lingkungan kerja.

Dari mana kita tahu bahwa perusahaan kita masuk kategori potensi bahaya tinggi atau tidak?

Hal tersebut diatur didalam peraturan perundangan :

Kepmenaker No. 186/MEN/1999 Tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.

Dimana di regulasi tersebut terdapat klasifikasi perusahaanberdasarkan tingkat kemudahan terbakarnya. Apakah perusahaan tersebut termasuk kategori potensi bahaya kebakaran tinggi, sedang 1, sedang 2, sedang 3, atau potensi bahaya kebakaran rendah atau ringannya.

Di regulasi tersebut sudah ada daftar perusahaan berdasarkan sektor industrinya atau berdasarkan klasifikasi lapangan usaha Indonesia.

Kepmenaker Nomor 187/Men/1999 Tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja.

Di regulasi tersebut juga telah ditetapkan batasan bahan kimia yang digunakan di tempat kerja (Nilai Ambang Kuantitas) dengan berbagai macam jenis bahan kimia berdasarkan sifat bahan kimia berbahaya tersebut apakah bersifat toksix, flamable, oksidatif, korosif, dan lain-lain.

Nah jika bahan kimia yang digunakan, didistribusikan, atau disimpan melebihi dari nilai ambang kuantitas tersebut maka perusahaan dikategorikan masuk potensi bahaya besar.

Sedangkan Sebaliknya apabila penggunaan bahan kimia di tempat kerja di bawah nilai Nilai ambang Kuantitas (NAK) maka perusahaan itu masuk kategori potensi bahaya menengah.

Nah dari situ bisa diamati bisa menentukan Perusahaan kita masuk kategori potensi bahaya tinggi atau tidak.

Jadi kalau karyawan kita kurang dari 100 orang tapi masuk potensi bahaya rendah tidak diwajibkan kita harus menyediakan ruang pertolongan pertama pada kecelakaan. Tetapi walaupun karyawan atau pekerja kita kurang dari 100 orang tapi masuk kategori potensi bahaya tinggi berdasarkan peraturan perundangan maka perusahaan wajib menyediakan ruang P3K.

Oiya, terkait dengan identifikasi bahaya sebelumnya juga pernah diulas di dalam artikel berikut : HIRADC dan Contoh Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko

Persyaratan Ruang P3K

Permenakertrans No. Per 15/Men/VIII/2008 tentang P3K di tempat kerja

Pasal 9 Ayat 2 :

Persyaratan ruang P3K meliputi :

  • Lokasi, Persyaratan ruangan tersebut yaitu :
    1. Dekat dengan toilet dan kamar mandi
    2. Dekat dengan jalur keluar
    3. Mudah dijangkau dari area kerja dan
    4. Dekat dengan tempat parkir kendaraan supaya memudahkan akses mana kala dibutuhkan saat korban mendatangi ruang P3K termasuk pada saat mengirim pasien ke di rumah sakit rujukan untuk penanganan lebih lanjut.
  • Luas minimal

Luas minimum dari ruang P3K cukup untuk menampung satu tempat tidur untuk pasien dan masih terdapat ruang gerak seorang petugas P3K serta penempatan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk penanganan.

  • Bersih dan terang, ventilasi baik, memiliki pintu dan jalan yang cukup lebar untuk memudahkan korban.
  • Diberi tanda dengan papan nama yang jelas supaya mudah dilihat.
  • Dan tentunya juga dilengkapi kelengkapan-kelengkapan seperti :
  • Wastafel dengan air mengalir
  • Tissue
  • Kotak P3K dan isi
  • Usungan / tandu
  • Bidai
  • Tempat tidur dengan bantal dan selimut
  • Tempat untuk menyimpan alat-alat seperti : tandu atau kursi roda
  • Sabun dan sikat
  • Pakaian bersih untuk penolong
  • Tempat sampah
  • Kursi tunggu bila diperlukan

Kotak P3K dan Isi

Permenakertrans No. Per 15/Men/VIII/2008 tentang P3K di tempat kerja

Pasal 10 :

Persyaratan Kotak P3K :

Terbuat dari bahan yang kuat dan mudah dibawa, berwarna dasar putih dengan lambang P3K berwarna hijau.

kotak p3k

Harus sesuai standar tersebut, jangan yang tidak standar dimana lambangnya berwarna merah, dll

Isi kotak P3K diatur sebagaimana tercantum dalam lampiran II Permenakertrans No. Per 15/Men/VIII/2008 dan tidak boleh diisi bahan atau alat selain yang dibutuhkan untukk pelaksanaan P3K di tempat kerja.

Jenis dan Penempatan Kotak P3K.

Kotak P3K ini ada tipe A, tipe B, dan tipe C.

Dimana :

  • Tipe A untuk 25 pekerja atau kurang
  • Tipe B untuk 50 pekerja atau kurang
  • Tipe C untuk 100 pekerja atau kurang

Contoh :

Jenis kotak P3K Tipe A digunakan untuk kurang dari 26 pekerja. Untuk jumlah pekerja 25-50 bisa tipe B atau tipe A, 1 kotak B atau 2 kotak A. Boleh dikombinasi yang penting jumlah kebutuhannya.

Yang membedakan masing-masing kotaknya ini tipe A, B, dan C hanya jumlahnya.

Persyaratan Penempatan Kotak P3K

tanda kotak p3k

  • Harus mudah dilihat dan dijangkau
  • Diberi tanda arah yang jelas
  • Cukup cahaya serta mudah diangkat apabila digunakan
  • Dalam hal tempat kerja berjarak 500 meter atau lebih dengan unit kerja wajib juga ditempatkan kotak P3K.
  • Pada lantai yang berbeda di gedung bertingkat misalkan tingkat satu, tingkat dua, tingkat tiga harus juga ditempatkan kotak P3K.
  • Tiap unit kerja harus menyediakan kotak P3K sesuai dengan jumlah pekerja.

Alat evakuasi dan alat transportasi P3K

Alat evakuasi biasanya digunakan untuk memindahkan korban ketempat yang lebih aman.

Digunakan tandu dari bagian atau tempat kerja yang aksesnya sulit, misalnya : dari ketinggian atau dari atas atau dari lokasi pabrik menuju lokasi klinik atau tempat yang lebih aman untuk bisa diberikan pertolongan pertolongan pertama pada kecelakaan tersebut.

Sedangkan untuk alat transportasi biasanya berada di lokasi yang aksesnya lebih baik menuju keluar untuk mendapatkan rujukan lebih baik ya ke rumah sakit atau klinik untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kesimpulan

Ternyata banyak juga ya regulasi terkait dengan P3K ini. Dengan mengetahui regulasi tersebut, tentunya harapannya adalah kita bisa menerapkan di lingkungan perusahaan terkait dengan P3K di tempat kerja terlepas apakah perusahaan kita sudah menerapakan sistem manajemen SMK3 atau belum.

Oiya, masih berkaitan dengan kecelakaan dan keselamatan, kami juga mempunyai artikel terkait dengan jenis safety helm K3 yang bisa teman-teman  baca di link tersebut.

Semoga Bermanfaat

Referensi :

Persyaratan P3K di Perusahaan

Manfaat Helm Safety K3 Bagi Pekerja dan Panduan Membelinya

Manfaat Helm Safety K3 Bagi Pekerja dan Panduan Membelinya

Seperti kita ketahui, Risiko bahaya dalam aktivitas perusahaan tidaklah bisa dihilangkan, sehingga harus kita kelola sehingga tingkat risikonya bisa kita terima sebelum melakukan pekerjaan tersebut. Beberapa risiko yang sederhana misalnya : terpeleset, tersengat listrik, terbentur, dll.

Hirarki pengendalian risiko tersebut juga ada beberapa tahapan, antara lain :

  • Eliminasi
  • Substitusi
  • Perancangan
  • Administrasi
  • Alat Pelindung Diri

Nah ketika tahapan eliminasi s/d administrasi sudah kita lakukan namun risiko tersebut masih tetap ada, maka langkah terakhir adalah pengendalian dengan menggunakan alat pelindung diri.

Alat pelindung diri tentunya bermacam-maca, kali ini kita akan membahas mengenai salah satu alat pelindung diri yang banyak digunakan di dalam industri yaitu helm safety k3 / safety helmet atau biasa disebut dengan helm keselamatan, baik itu dari pengertian, manfaat, serta tips melakukan pembelian dan prosedur perawatannya.

Pengertian Helm Safety K3

helm keselamatan kerja

Helm Safety K3 atau safety helmet merupakan helm atau penutup kepala yang didesain untuk melindungi kepala dari cedera kecelakaan.

Jenis safety helmet ini cukup banyak seperti helm sepeda ataupun helm untuk konstruksi atau proyek.

Seperti kita ketahui, kepala merupakan bagian tubuh yang sangat penting tentunya perlu mendapatkan perlindungan saat kita melakukan aktivitas yang beresiko.

Namun pentingnya penggunaan safety helmet ini kadang kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia sehingga perlu dilakukan edukasi secara berkesinambungan tentang program K3 baik mulai sekolah ataupun tempat kerja.

Manfaat Helm Keselamatan

Sesuai dengan namanya, helm keselamatan digunakan sebagai pelindung kepala bagi keselamatan para pekerja. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari helm keselamatan :

  • Dapat Melindungi Cedera Pada Kepala

Safety helmet terbuat dari bahan yang tebal dan keras yang memang didesain khusus untuk memberikan perlindungan kepada pekerja jika terjadi kecelakaan.

Hal ini tentunya sangat penting bagi keselamatan pekerja terutama yang bekerja di lapangan dan beresiko dijatuhi benda dari atas.

Contoh : Di dalam perusahaan makanan / jamu herbal yang menerapkan standar CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik), tentunya ada aktivitas pelulusan produk jadi dimana staff QA melakukan penempelan “label released” pada produk jadi yang sudah tersusun di racking-racking gudang. Tentunya penggunaan helm safety tersebut wajib untuk melindungi kepala staff QA dari kejatuhan benda-benda yang tidak diingingkan.

  • Melindungi Saat Terpeleset dan Jatuh

Menggunakan helm keselamatan saat bekerja di lingkungan yang licin juga sangat diperlukan untuk melindungi kepala dari resiko terjatuh. Di lingkungan perusahaan tentunya ada beberapa tempat kerja yang memiliki lantai basah sehingga perlu menggunakan sepatu khusus dan juga helm keselamatan dimana helm ini merupakan bagian penting agar kita bisa terlindungi saat terpeleset.

  • Meningkatkan Peluang Bertahan di Dalam kecelakaan

Kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Penggunaan pelindung kepala seperti helm keselamatan bisa mengurangi resiko cedera yang parah. Peluang untuk bertahan hidup pun menjadi meningkat pada pekerja yang menggunakan helm keselamatan.

  • Meningkatkan Visibilitas Pekerja

Helm keselamatan dapat melindungi dari teriknya sinar matahari pada para pekerja di luar ruangan. Rambut dan kulit kepala bisa terlindung dari panasnya sinar matahari tersebut.

Hal tersebut juga membantu untuk mengurangi risiko terkena “Heat Stroke” atau bentuk cedera panas yang paling serius dan dapat terjadi jika suhu tubuh naik ke 40 derajat celsius atau lebih tinggi.

  • Melindungi dari Bahaya Arus Listrik

Melindungi kepala dari benda konduktor yang dapat menimbulkan arus listrik dan bisa menimbulkan cedera.

Baca Juga : Tang Ampere Kyoritsu 2055 (Clamp Meter) : Bagaimana Spesifikasinya?

Selain manfaat keselamatan tersebut diatas, safety helmet juga dapat memberikan manfaat dalam hal meningkatkan branding perusahaan. Seragam perusahaan mungkin sudah cukup membedakan pekerja dari suatu perusahaan dengan pekerja dari perusahaan lainnya. Namun dengan adanya helm keselamatan bisa membantu untuk mengidentifikasi jabatan serta departemen dari para pekerja.

Menggunakan helm keselamatan memiliki banyak manfaat terutama bagi para pekerja dengan risiko yang tinggi. Namun penggunaan Helm Safety K3 ini juga perlu memperhatikan beberapa tips, antara lain :

  • Menggunakan Helm Safety K3 harus sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan.
  • Saat pertama kali akan menggunakan Helm Safety K3 tersebut maka yakinkan bahwa helm tersebut sudah sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan.

Tentunya penanggung jawab K3 atau pengawas di setiap departemen sudah membuat identifikasi bahaya melalui IBPR atau HIRADC (Hazard Identification Risk Assesment and Determining Control) yang menentukan apakah pekerjaan personel terkait memerlukan APD helm safety ini.

  • Gunakan helm tersebut dengan tepat dan pastikan terpasang dengan benar di kepala. Helm yang tepat akan terasa nyaman ketika digunakan dan tidak akan kebesaran atau kekecilan sehingga pas melindungi kepala.
  • Periksa setiap kali akan menggunakan Helm keselamatan kerja ini.

Meskipun sebelumnya kita sudah biasa menggunakan helm keselamatan kerja ini, namun tetap perlu diperiksa setiap kali akan kita gunakan untuk memastikan bahwa helm tersebut dalam keadaan yang baik, tidak ada yang retak atau rusak dibagian manapun.

Nah jika helm tersebut terdapat kerusakan maka bisa diganti dengan helm yang baru. Menggunakan helm yang rusak tentunya juga sangat berbahaya bagi keselamatan.

  • Tidak menggunakan penutup kepala yang lain selain helm keselamatan

Saat menggunakan helm safety K3 maka kita tidak boleh menggunakan penutup kepala yang lain di dalamnya karena tentunya akan mengganggu fungsi dari helm keselamatan itu sendiri.

Cara Merawat Helm Keselamatan Kerja

cara merawat safety helmet

Helm keselamatan perlu dirawat dan dibersihkan agar tetap bisa melindungi kepala kita dengan sangat baik.

Membersihkan helm keselamatan kerja bisa menggunakan sabun ringan dan air hangat. Pembersih yang terlalu keras sebaiknya dihindari karena bisa saja beresiko untuk merusak lapisan luar dari helm ini.

Penempatan / penyimpanan helm juga perlu diperhatikan yaitu ditempat yang kering dan tidak langsung terkena panas sinar matahari.

Waktu untuk mengganti helm safety K3 ini tentunya tergantung dari kondisi helm tersebut. Umumnya kebanyakan produsen / distributor dapat memberikan rekomendasi spesifik kapan saat yang tepat menggantikan mengganti helm keselamatan kerja terebut.

Tanggal rekomendasi untuk helm keselamatan ini biasanya tertulis pada bagian luar helm.

Helm keselamatan umumnya bertahan 2 s/d 5 tahun

Warna Safety Helmet di Proyek

arti warna safety helm

Bagi yang pernah berkunjung ke lokasi suatu proyek ataupun sekedar lewat di suatu lokasi pekerjaan konstruksi tentu sering melihat para pekerja disana memakai helm. Bahkan untuk tamu yang cuma sekedar berkunjung pun diwajibkan untuk memakai safety helmet proyek tersebut.

Meskipun terkadang masih terjadi kelalaian ataupun pelanggaran dalam kewajiban menggunakan safety helmet ini.

Namun memakai helm keselamatan di lokasi proyek adalah wajib hukumnya karena ini berhubungan dengan keselamatan hidup seseorang, seperti halnya kewajiban memakai helm pada saat mengendarai kendaraan bermotor.

Di negara tertentu yang aturan keselamatan bagi para pekerjanya sudah memakai standar tertinggi, bagi kontraktor yang tidak mengindahkan aturan ini akan dikenakan denda berupa membayar sejumlah uang ataupun jika terjadi kecelakaan pada pekerjaannya akibat tidak memakai peralatan keselamatan, izin bagi kontraktor tersebut bisa dicabut.

Tujuan utama dipakainya helm keselamatan atau sering disebut helm proyek yaitu untuk melindungi jatuhan material dari atas ketika para pekerja bekerja.

Tentu akan sangat berbahaya jika saat sedang bekerja tiba-tiba karena tertiup angin ataupun karena pekerja yang bekerja di bagian atas secara tidak sengaja menjatuhkan peralatan yang digunakannya seperti tang, palu, gergaji, dll jika langsung mengenai kepala yang tidak terlindungi.

Warna untuk helm keselamatan ini pun dibuat berbagai warna dan biasanya dipilih warna yang mencolok dengan harapan pekerja yang menggunakan helm keselamatan ini akan lebih mudah terlihat apabila ada kendaraan ataupun alat berat yang mau lewat.

Warna helm keselamatan ini biasanya mencerminkan posisi ataupun peranan orang tersebut dalam proyek tersebut.

Jadi kita tidak bisa suka-suka pilih warna helm proyek saat berada di lokasi proyek sesuai keinginan pemakai.

Beberapa aturan umum mengenai warna helm keselamatan di tempat proyek sebagai berikut :

  • Safety Helmet Putih

Orang-orang yang memakai helm keselamatan dengan warna putih biasanya adalah para manajer proyek, pengawas pada proyek tersebut, para insinyur dan juga mandor.

  • Safety Helmet Merah

Para pengawas safety HSE biasanya mengenakan helm dengan warna merah.

Orang dengan helm safety K3 berwarna merah ini memang biasanya sangat tegas namun semata-mata demi kebaikan dan keselamatan kita semua.

  • Safety Helmet Kuning

Pekerja biasa ataupun buruh biasanya memakai helm keselamatan yang berwarna kuning kuning. Memang warna yang cukup mencolok karena kelompok ini jumlahnya paling banyak di lokasi suatu proyek dan pekerjaannya tersebar hampir merata di semua sudut lokasi proyek maka warna yang mencolok seperti kuning ini memang sangat cocok untuk mereka.

Dengan warna yang mencolok, mereka akan lebih mudah terlihat apabila ada kendaraan ataupun alat berat yang mau lewat. Sehingga diharapkan resiko kecelakaan pun bisa diminimalisir.

  • Safety Helmet Biru

Untuk helm keselamatan yang berwarna biru biasanya dikenakan oleh para konsultan teknik pada proyek tersebut.

Jika kita sebagai pegawai magang yang memerlukan informasi mengenai desain, perhitungan, struktur, dan hal-hal keteknisian lainnya yang berhubungan dengan proyek yang sedang kita jadikan obyek magang, orang-orang berhelm biru inilah yang harus kita dekati, karena kita banyak belajar dang menggali informasi dari mereka dan biasanya orang-orang berhelm biru ini juga pintar-pintar.

  • Safety Helmet Hijau

Orang yang memakai helm keselamatan berwarna hijau mereka biasanya adalah para pengawas lingkungan.

  • Safety Helmet Orange

Untuk para tamu perusahaan yang datang meninjau lokasi proyek biasanya mereka diberi helm keselamatan yang berwarna orange.

  • Safety Helmet Pink

Untuk warna pink ini biasanya dipakai para pekerja baru ataupun anak-anak magang.

Nah itu tadi arti dari warna pada helm proyek, tetapi aturan ini tidak berlaku secara umum di semua negara ataupun perusahaan

Tips Memilih Helm Keselamatan Kerja (Safety Helmet)

cara memilih safety helmet

Hal penting yang harus diperhatikan selain penggunaan helm keselamatan tersebut adalah pemilihan dari helm itu sendiri. Berikut ini beberapa tips dalam membeli safety helmet, yaitu :

  • Pastikan safety helmet tersebut ada “Chin Stap” nya / pelindung dagunya. Sehingga ketika pelindung dagu digunakan, maka helm tersebut tidak mudah terlepas, misalnya : pada saat terpeleset, pada saat terkena terpaan angin kencang, dll.
  • Pastikan safety helmet terdapat “fast-track” nya. Sehingga bisa menyesuaikan dengan struktur tulang kepala pekerja.
  • Kenyamanan di bagian tengah safety helmet juga harus diperhatikan, karena terkadang helm yang tidak standar ketika digunakan tidak nyaman di bagian tengahnya. Jadi ada semacam ada plastik sisa produksi yang tidak sempurna.
  • Pastikan ada busa di bagian depan helm keselamatan tersebut, terkadang helm yang tidak standar tidak terdapat busa sehingga ketika kita pakai berbekas di bagian dahi bahkan terkadang membuat lecet.
  • Helm Keselamatan yang sesuai standar biasanya identik dengan berat. Jika safety helm K3 tersebut ringan dan ketika ditekan bisa melengkung kemungkinan juga tidak standar. Pastikan menggunakan safety helm yang standar yang memang sudah ada regulasi atau ada standar resminya. Standar-standar tersebut misalnya : MSA, ANSI, EN.
  • Cara lain yang bisa kita lakukan adalah ketika kita membeli safety helm K3 minta ke distributor sertifikat pengujian dari lab nya. Karena hasil pengujian dari laboratorium uji tersebut memberikan informasi kepada kita :
    1. Kuat tidak helm tersebut untuk menahan benturan?
    2. Seberapa kuat dia menahan benturan?
    3. Dan pastikan juga pengait dagunya
    4. Kencang atau tidak? atau malah gampang terlepas?

Kesimpulan

Seperti sudah disampaikan diatas, helm safety K3 ini merupakan alat pelindung diri (APD), dimana di dalam hirarki pengendalian risiko merupakan cara terakhir yang dilakukan. Karena manusia mempunyai sifat yang lalai. maka pastikan untuk selalu mengingatkan / menegur jika terjadi pelanggaran dalam penggunaan safety helmet ini. Atau bisa juga dilakukan briefing harian sebelum aktivitas pekerjaan dimulai.

Semoga Bermanfaat.

Harga Timbangan Badan yang Sering Kita Temui Di Pasaran

Harga Timbangan Badan yang Sering Kita Temui Di Pasaran

Meskipun dikategorikan sebagai alat kesehatan, keberadaan timbangan badan saat ini tidak hanya bisa kita temukan di klinik dan rumah sakit saja, namun tempat gym bahkan rumah pribadipun terkadang sudah memilikinya mengingat harga timbangan badan ini juga relatif murah di pasaran.

Sesuai dengan namanya, timbangan badan digunakan untuk menimbang badan sehingga kita dapat mengkontrol / mengetahui gambaran umum kondisi tubuh kita.

Nah, di dalam artikel ini kita akan belajar bersama terkait dengan jenis, cara penggunaan, tips dalam memilih, serta mengulas contoh produk berikut dengan berapa sih sebenarnya harga timbangan badan ini di pasaran sehingga bisa kita jadikan acuan sebelum membelinya.

Jenis dan Harga Timbangan Badan

Terdapat beberapa jenis timbangan badan yang bisa kita jadikan pilihan sebelum membelinya, antara lain sebagai berikut :

Timbangan Badan Analog

timbangan badan analog

Sesuai dengan namanya, timbangan badan jenis ini masih menggunakan jarum skala untuk penunjukkan berat yang ditimbang.

Prinsip kerja dari timbangan jenis analog ini adalah berdasarkan sistem secara mekanik dengan menggunakan sistem pegas dimana ketika kita naik diatas timbangan tersebut maka jarum penunjuk akan bergerak ke arah kanan sesuai dengan berat yang ditimbang.

Harga timbangan badan ini relatif murah, kita bisa mendapatkannya dengan harga 100 ribuan, tentunya harga tersebut bervariasi tergantung dengan merk dan tipenya.

Umumnya untuk timbangan badan jenis ini mempunyai kapasitas 120 kg dengan resolusi 1 kg, dimana disertai dengan fitur seting pemutar supaya angka 0 tepat di jarum penunjuk.

Meskipun dari sisi harga relatif paling murah, namun timbangan badan analog ini mempunyai kelebihan dimana biasanya lebih awet dibandingkan dengan timbangan badan tipe digital karena terbuat dari bahan yang kuat sehingga tidak rusak jika terjadi benturan, serta kita tidak perlu melakukan penggantian baterai seperti jika menggunakan yang tipe digital.

Namun dibalik kelebihan tersebut, tipe analog ini juga mempunyai kekurangan antara lain kita harus mengatur jarum penunjuk supaya berada di titik nol sebelum melakukan penimbangan. Hal ini tentunya dianggap merepotkan bagi beberapa orang terlebih jika kita gunakan di klinik karena akan memperlambat pelayanan.

Dengan harga yang sangat terjangkau tersebut, timbangan ini banyak dimiliki teman-teman yang sedang ada program untuk penurunan berat untuk alasan kesehatan.

Timbangan Badan Dilengkapi Dengan Pengukur Tinggi Badan

timbangan badan lengkap dengan pengukur ketinggian

Dibandingkan dengan jenis yang pertama, tentunya timbangan ini lebih bagus karena selain dapat digunakan untuk mengukur berat juga bisa digunakan untuk mengukur tinggi badan sehingga wajar jika harga timbangan badan jenis ini lebih mahal diangka 1 – 2 jutaan.

Jarum indikator pada timbangan ini diletakkan di tiang timbangan kurang lebih sepinggang dan menghadap keatas dengan alat ukur tinggi badan yang terletak di samping indikator tersebut yang bisa ditarik .

Umumnya timbangan ini mempunyai kapasitas 120 Kg dengan 0.5 Kg sedangkan pengukur tinggi badan antara 70 s/d 190 cm. Timbangan jenis ini banyak kita temukan di klinik kesehatan maupun rumah sakit.

Jika teman-teman dari instansi klinik / rumah sakit dan ingin melakukan pembelian timbangan badan jenis ini, pastikan melakukan tera timbangan / meminta sertifikat tera kepada suplier bersangkutani terlebih dahulu sebelum menggunakan timbangan untuk pelayanan kepada konsumen, karena hal tersebut sifatnya wajib.

Timbangan Badan Digital

timbangan badan digital

Timbangan ini mempunyai bentuk hampir mirip dengan timbangan analog yang pertama dibahas, namun dengan display digital, Karena displaynya digital, tentunya dari sisi harga sedikit lebih mahal dibandingkan dengan yang tipe analog.

Salah satu merk timbangan badan digital yang sering kita temua adalah omron tipe HN 289.

Tipe ini dapat kita gunakan untuk menimbang berat sampai dengan 150 kg dengan presisi 100 g. Tipe ini juga disertai dengan 4 teknologi sensor sehingga hasil pengukuran penimbangannya lebih akurat.

Harga timbangan badan jenis ini di pasaran sekitar 300 s/d 400 ribuan dengan garansi resmi dari omron 2 tahun.

Timbangan Badan Pengukur Lemak Dalam Badan

timbangan badan lemak

Teknologi semakin berkembang, jika 10 – 20 tahun yang lalu timbangan badan hanya berfungsi untuk menimbang berat, namun saat ini juga bisa kita gunakan untuk mengukur kadar lemak di dalam tubuh, index massa tubuh, dll.

Dengan keunggulannya tersebut, tentu saja harga timbangan ini lebih mahal dibanding dengan tipe lainnya. Contoh timbangan jenis ini adalah Omron 375 yang dibandrol dengan harga 1.6 jutaan.

Tips Membeli Timbangan Badan

Sebelum melakukan pembelian timbangan badan, paling tidak ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, antara lain :

Tingkat Akurasi

Apapun jenis timbangan badan yang akan teman-teman beli, akurasi tetaplah menjadi pertimbangan pertama. Karena akurasi tersebut menunjukkan keakuratan dari penimbangan yang akan teman-teman lakukan.

Secanggih apapun timbangannya dengan model canggih dan fitur paling komplit, jika akurasinya kurang baik, maka angka hasil penimbangan berarti kurang valid, dan jika kurang valid, tujuan apapun yang ingin teman-teman capai dari aktivitas penimbangan ini tidak akan tercapai.

Jika teman-teman memang sedang ada program penurunan berat, maka timbangan badan dengan akurasi 0.5 Kg dengan tipe digital lebih disarankan dibandingkan dengan timbangan badan model analog yang tingkat akurasinya hanya 1 Kg.

Baca Juga : Pengertian Akurasi dalam Uji Kinerja Metode Uji Laboratorium

Kapasitas dan Fitur

Pada umumnya timbangan berat badan mempunyai kapasitas 120 Kg, jika teman-teman mempunyai berat yang lebih 120 kg maka disarankan memilih yang kapasitasnya 150 Kg.

Selain itu juga juga perlu dipertimbangkan apakah timbangan badan dengan dengan display yang dapat menyala di ruangan yang pencahayaan kurang, fitur index massa tubuh, rangka otot, kadar lemak yang harus dibeli atau cukup timbangan badan yang biasa saja.

Karena hal tersebut akan menentukan harganya. Timbangan badan dengan fitur-fitur tambahan tersebut tentunya akan sangat berguna terutama jika teman-teman sedang ada kebutuhan untuk memonitor progres kesehatan badan.

Harga

Berbicara masalah harga tentuk bersifat relatif, tetapi pada umumnya timbangan badan dari brand ternama, akurasi yang lebih tinggi / bagus, dengan memberikan garansi 1 – 2 tahun jika terjadi kerusakan mempunyai harga yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan timbangan yang tidak memberikan garansi.

Model dan Desain

Karena ini menyangkut dengan selera, maka kami tempatkan di urutan terakhir dalam pertimbangan sebelum membeli timbangan badan. Silakan pilih sesuai dengan warna, bentuk yang teman-teman sukai. Pastikan bentuk dan warna mudah dibersihkan sehingga lebih mudah dilakukan perawatan.

Tips Menggunakan Timbangan Badan

harga timbangan digital badan

Timbangan badan jika digunakan hanya untuk menimbang tanpa tujuan khusus tentunya penggunaannya relatif sederhana, kita cukup naik diatas pan timbangan tersebut dan membaca hasilnya.

Namun jika timbangan tersebut digunakan dalam program penurunan berat, maka ada beberapa tips yang sebaiknya kita perhatikan, antara lain sebagai berikut :

  • Letakkan timbangan badan di tempat yang sama dan jangan digeser-geser karena ini bisa menyebabkan hasil penimbangan yang berbeda-beda.
  • Timbanglah badan diwaktu yang sama, misalnya kita biasa menimbang badan pada saat bangun tidur dan belum melakukan aktivitas apa-apa atau kondisinya cuma baru mengkonsumsi air putih satu gelas saja. Maka lakukan hal yang sama seperti itu ketika ketikan menimbang pada waktu yang berbeda. Demikian juga halnya jika kita biasa menimbang pada waktu pagi hari sebelum sarapan, maka lakukan penimbangan pada waktu yang sama yaitu sebelum sarapan.
  • Lepas sepatu, jaket, dan gunakan pakaian seperlunya jika aktivitas penimbangan dilakukan di rumah, karena seperti kita ketahui, sepatu, jaket tersebut tentunya mempunyai berat tersendiri yang mungkin jika digabungkan mendekati angka 0.5 s.d 1 kg.

Demikian sedikit ulasan mengenai jenis, cara penggunaan, tips memilih serta harga timbangan badan.

Oya, terkait dengan timbangan, kami juga memiliki artikel lainnya yang mengulas mengenai timbangan analitik, timbangan pocket, serta timbangan bench scale industri yang bisa teman-teman baca di link berikut.

Semoga bermanfaat.

Pengertian dan Fungsi Centrifuge di Laboratorium Biologi

Pengertian dan Fungsi Centrifuge di Laboratorium Biologi

Jika di artikel sebelumnya kita membahas mengenai vortex mixer yang digunakan untuk mencampur / menghomogenkan sampel, maka kali ini kita akan membahas alat yang digunakan untuk memisahkan partikel, yaitu centrifuge. Alat ini banyak kita temukan di rumah sakit maupun laboratorium biologi.

Bagaimana prinsip kerjanya? Bagian-bagiannya? serta aplikasinya dalam berbagai analisa, yuk kita simak dalam artikel berikut ini.

Pengertian Centrifuge

Centrifuge adalah peralatan yang menerapkan prinsip sentrifugasi untuk memisahkan partikel dari campuran. Partikel dalam campuran tersebut terpisah berdasarkan densitasnya, dimana partikel yang lebih padat mengendap sebagai pelet dalam wadah, sedangkan partikel yang lebih ringan tetap tersuspensi sebagai supernatan dalam campuran.

Centrifuge memisahkan partikel berdasarkan bentuk, ukuran, viskositas, dan kerapatan dengan gaya sentrifugal.

Pengertian gaya sentrifugal itu sendiri adalah gaya yang dihasilkan oleh putaran motor.

Berikut ini adalah faktor-faktor berikut mempengaruhi gaya sentrifugasi:

  • Kepadatan sampel

Dimana partikel yang lebih padat akan mengendap, sedangkan partikel dengan kepadatan yang lebih kecil akan mengapung atau tetap tersuspensi dalam larutan.

  • Viskositas dan suhu

Putaran motor pada alat centrifuge akan menyebabkan peningkatan suhu, dan peningkatan suhu tersebut dapat mengganggu ikatan dan stabilitas partikel yang membantu pemisahan partikel.

Demikian pula, semakin besar viskositas sampel, semakin mudah untuk memisahkan komponennya.

Baca Juga : Viskometer: Alat Uji Kekentalan Sampel

  • Jarak perpindahan partikel

Semakin besar jarak perpindahan partikel, semakin besar tingkat pemisahan.

  • Kecepatan rotasi

Semakin tinggi kecepatan, semakin cepat partikel terpisah. Percepatan yang diterapkan pada sampel disebut gaya sentrifugal relatif (RCF) atau gaya-G. Partikel akan menjauh dari sumbu rotasi ketika RCF melebihi gaya gesek.

Macam-Macam Alat Centrifuge

macam-macam alat centrifuge

Ada berbagai tipe centrifuge yang dibedakan berdasarkan deteksi optik, ukuran, kemampuan pendinginan, dan kecepatan rotor. Perbedaan tersebut tentunya harus kita pahami sebelum melakukukan pengadaan centrifuge di instansi / perusahaan anda.

Berikut ini adalah beberapa tipe tersebut :

  • Benchtop centrifuges

Benchtop centrifuges merupakan jenis centrifuge yang sangat populer karena fitur karakteristiknya yang hanya membutuhkan ruang kecil sehingga tidak menghabiskan tempat di ruang laboratorium. Fitur lain dari tipe ini adalah kecepatan (RCF) yang dapat berkisar antara 100 s/d 50.000 x g dan memiliki rotor yang dapat diganti dengan beberap jenis rotor antara lain : fixed angle, continuous flow, and swinging bucket rotors.

Test tube dari centrifuge benchtop mempunyai rentang lebih kecil dari 1 ml s/d beberapa liter.

  • Refrigerated centrifuges

Refrigerated centrifuges bekerja pada suhu konstan dengan kecepatan maksimum. Suhu operasional pada centrifuge jenis ini adalah antara -20 s/d -30 °C.

Alat ini banyak digunakan untuk beberapa aplikasi antara lain untuk sentrifugasi sampel DNA, RNA, dan antibodi, yang membutuhkan suhu rendah namun konstan.

Selain itu juga digunakan untuk sampel yang perlu disimpan pada suhu yang konsisten karena dapat bekerja pada kecepatan maksimum sambil mempertahankan suhu yang stabil.

  • Vacuum centrifuges

Vacuum centrifuge menggunakan gaya sentrifugal, vakum, suu, dan gas untuk menghilangkan cairan atau gas dari sampel untuk mengubahnya menjadi bentuk konsentrat atau mengeringkan sampel.

Pemurnian asam nukleat, protein, peptida, dan komponen lain merupakan salah satu aplikasi dari centrifuge jenis ini.

  • Ultracentrifuges

Kecepatan akselerasi Ultracentrifuges biasanya hingga 100.000 x g namun bisa juga mencapai 2,00.000 x g.

  • Microcentrifuges

Sesuai dengan namanya, microcentrifuges digunakan untuk menganalisa dengan sampel kecil berukuran mikro seperti 2 ml, 1,2 ml, 0,5 ml, dan tabung PCR (polymerase chain reaction) sehingga centrifuge jenis ini paling sering digunakan di laboratorium mikrobiologi untuk memisahkan asam nukleat dan protein.

Tipe ini dapat berputar dengan kecepatan hingga 16.000 x g, namun untuk beberapa model lainnya, kecepatannya bisa mencapai hingga 30.000 x g. Beberapa model juga memiliki rotor dan adaptor tube yang dapat diganti.

  • Analytical centrifuges

Analytical centrifuges memiliki fitur berbeda yang memungkinkan sampel dideteksi saat berputar secara real-time. Cahaya dengan prinsip sistem optik seperti sistem adsorpsi cahaya, Rayleigh system , dan Schlieren system membantu mengamati material yang terpisah serta memonitor kecepatannya.

Bagian-Bagian Alat Centrifuge

bagian-bagian alat centrifuge laboratorium

Alat ini memiliki beberapa bagian-bagian sebagai berikut:

  • Motor

Bagian motor terletak di tengah dan menghasilkan tenaga yang kuat dan menciptakan putaran.

  • Rotor

Bagian rotor terpasang pada motor. Rotasi terjadi tanpa sudut (centrifuge horizontal) atau sudut yang berbeda ; 45° (fixed angel centrifuge) dan 90° (vertical centrifuge).

Tergantung pada tipe centrifuge, pemuatan sampel dapat dilakukan pada sudut tetap, yaitu sudut rotasi, atau container alat akan menyesuaikan dirinya sendiri ke sudut yang berbeda selama beroperasi.

Metode kedua juga dikenal sebagai swinging bucket dan umumnya ditemukan di horisontal sentrifuge.

Swinging bucket rotors

Merupakan rotor yang ada di centrifuge yang memungkinkan container mengubah sudut saat bergerak. Sampel bergerak melalui gradien densitas tanpa gangguan karena geometri paralel bucket.

  • Container

Bagian ini berfungsi untuk memegang test tube dengan bahan / sampel dan bertumpu pada rotor.

  • Control

Jenis kontrol bervariasi berdasarkan tipe alat yang dipilih. Beberapa tipe dapat diprogram sebelumnya, sedangkan tipe lainnya pengaturannya dapat disesuaikan dengan tampilan digital. Namun secara prinsip, apapun tipe / jenisnya, centrifuge akan menjalankan motor berdasarkan pengaturan yang disediakan.

Cara Pengoperasian Centrifuge Laboratorium

Seperti halnya mikroskop di dalam laboratorium biologi, pengoperasian alat ini juga relatif sederhana, berikut ini adalah tahapannya :

  1. Tempatkan test tube dengan sampel ke dalam container / portal.
  2. Seimbangkan sampel, Masukkan tabung berisi air untuk keseimbangan jika jumlah sampel ganjil.
  3. Tutup penutupnya dan pilih waktu dan kecepatan yang diperlukan.
  4. Nyalakan centrifuge, alat akan beroperasi sesuai dengan lama waktu yang telah diatur sebelumnya.
  5. Saat centrifuge berhenti, keluarkan sampel.
  6. Sampel yang dipisahkan sekarang siap untuk dianalisis.

Mengapa Penyeimbangan Diperlukan?

penyeimbangan sampel untuk centrifuge

Centrifuge bekerja dengan kekuatan dari putaran rotor yang menciptakan gaya sentrifugal. Jika distribusi berat tidak merata gaya tersebut tersebut juga ada sedikit perbedaan sehingga jika ada sedikit perbedaan berat antar sampel, mesin akan bergetar tak terkendali. Jadi, menyeimbangkan sampel sebelum analisa sangatlah diperlukan.

Cara menyetarakan centrifuge adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan bahwa test tube diisi secara merata dengan cairan dengan kepadatan yang sama.
  2. Pastikan bahwa massa dalam tabung berada dalam 0,1 gram satu sama lain.
  3. Tempatkan test tube secara tepat berlawanan satu sama lain untuk menjaga gravitasi di tengah.
  4. Gunakan air sebagai penyeimbang bila sampel yang akan kita analisa berjumlah ganjil.

Perawatan Alat

Untuk tetap menjaga performa alat centrifuge berfungsi secara baik, maka membutuhkan perawatan dan pemeliharaan yang teratur.

Ada beberapa langkah yang perlu dipertimbangkan sebelum, selama, dan setelah penggunaan alat sehingga dapat untuk meningkatkan masa pakainya. antara lain sebagai berikut :

  • Pengecekan rutin

Sentrifuge harus diperiksa secara teratur, perhatikan jika ada suara dan getaran yang tidak wajar. Setiap kerusakan harus diperbaiki. Kontak distributor merk alat bersangkutan atau juga bisa menggunakan supplier perbaikan alat laboratorium.

  • Pembersihan rutin

Bagian Rotor, chamber / ruang rotor, dan bagian dalam merupakan beberapa bagian yang perlu dibersihkan secara rutin menggunakan alkohol dan kain lembut.

  • Pelatihan Personel

Jika ada analis laboratorium baru, harus dipastikan bahwa analis tersebut kompeten menggunakan centrifuge. Cara pengaturan keseimbangan berat sampel, seting waktu dan kecepatan merupakan hal-hal yang harus diketahui analis sebelum menggunakan alat tersebut.

Kesimpulan

Beberapa peralatan di laboratorium mikrobiologi / laboratorium kesehatan yang sudah pernah kita kenal seperti mikroskop, X ray dental, petridish, dll ternyata centrifuge juga mempunyai peranan yang sangat penting sehingga harus benar-benar kita rawat serta pahami sistem kerjanya sehingga tidak mudah rusak.

Semoga Bermanfaat

Mengenal Fungsi dan Bagian-Bagian Vortex Mixer Laboratorium

Mengenal Fungsi dan Bagian-Bagian Vortex Mixer Laboratorium

Di dalam laboratorium mikrobiologi, pencampuran beberapa komponen yang berbeda secara menyeluruh merupakan hal yang lazim dilakukan.

Dikarenakan pencampuran secara manual dari komponen tersebut tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan, misalnya : kurang homogen, komponennya kurang bercampur, dll maka tak jarang sebagian besar laboratorium lebih suka menggunakan alat bantu / instrument tertentu untuk melakukan pekerjaan tersebut, seperti magnetic stirrer, homogenizer, atau vortex mixer.

Nah.. Kali ini kita akan mengupas mengenai vortex mixer baik dari prinsip kerja, fungsi, bagian-bagain dan cara penggunaannya.

Pengertian dan Fungsi Vortex Mixer

Vortex mixer adalah peralatan laboratorium yang mampu menghasilkan pusaran untuk mencampur dua cairan dalam tabung dengan berbagai ukuran.

Tentunya alat ini menggunakan sumber arus listrik untuk beroperasi dengan kecepatan pusaran yang dapat dikontrol.

Vortex mixer laboratorium ini merupakan alat laboratorium dengan bentuk portabel namun mempunyai fungsi yang sangat efektif untuk mencampur.

Meskipun bentuknya terbilang kecil namun keberadaan alat ini di dalam laboratorium biologi dan kesehatan sangatlah diperlukan.

Bagian-Bagian Vortex Mixer

bagian-bagian vortex mixer

Berikut ini adalah bagian-bagian berikut fungsi komponen-komponen yang ada di dalam vortex mixer :

  • Well / Cup head

Bagian kepala dari alat vortex laboratorium yang terbuat dari karet dan ditempatkan di atas motor untuk membantu menahan tabung dengan sampel di tempatnya. Beberapa merk / brand dari vortex mixer menyebut bagian ini sebagai mixing surface disc.

Karena terkadang sampel / komponen-komponen yang ingin dicampur menggunakan tabung reaksi maka Well / Cup head vortex ini membutuhkan bahan yang lembut, sehingga terbuat dari karet. Bagian Well / Cup head merupakan bagian yang dapat diganti dengan aksesori tambahan yang tersedia.

  • Motor

Posisi motor tepat dibawah Cup head / mixing surface disc, bagian ini berputar dalam gerakan melingkar dan merupakan bagian tengah dari vortex mixer yang memberikan efek pusaran dalam cairan untuk homogenisasi sampel yang tepat.

  • Main Switch / Sakelar Utama

Seperti pada umumnya peralatan laboratorium, sakelar utama berfungsi untuk menyalakan dan mematikan alat, sehingga memberikan arus listrik untuk pengoperasian vortex mixer pada kondisi nyala, dan mematikan arus jika sakelar utama tersebut dalam kondisi mati.

  • Speed Controler Knob / Kenop pengontrol kecepatan

Bagain ini berupa kenop yang terletak di bagian depan mesin. Memutar knob akan mengontrol kecepatan putaran mixer vortex apakah semakin kencang / semakin lemah putarannya.

  • Operation controller button / Tombol pengontrol operasi

Bagian ini adalah tombol yang membantu memberikan rotasi atau rotasi langsung saat botol menyentuh Cup head.

Aksesori Vortex Mixer

Beberapa aksesori tambahan tersedia untuk mencampur sampel baik secara satu per satu (single) maupun secara serentak (multiple) tanpa kita pegang sekaligus dan menahan sampel setelah dan sebelum digunakan. Hal ini tentunya akan memberikan keuntungan pada analis laboratorium yang terkadang bertanggung jawab pada satu pekerjaan atau lebih.

Berikut ini adalah diantara assesories tersebut :

aksesoris vortex laboratorium

  • The Platform for Tube

Dengan fungsi yang dapat memegang tabung dengan ukuran yang berbeda-beda yang dapat digunakan untuk beberapa sampel.

  • Single Tube Holder

Alat ini membantu memegang dan menjaga tabung tetap di tempatnya yang tentunya tidak membuat analis laboratorium repot dibandingkan dengan menggunakan vortex mixer metode konvensional dimana tabung harus dipegang menggunakan tangan.

  • Tube Insert

Digunakan untuk menahan tabung sebelum dan sesudah proses mixing menggunakan vortex mixer.

Prinsip Kerja Vortex Laboratorium

prinsip kerja vortex mixer

Prinsip kerja vortex mixer tergantung pada motor yang yang menempel pada Well / Cup head yang ada pada instrument.

Ketika alat dinyalakan, arus listrik memberikan tenaga untuk putaran sentrifugal pada mesin. Rotasi motor mengarah ke orbit poros, yang memutar Cup head. Rotasi menciptakan pusaran yang kuat ketika tabung yang berisi sampel ditempatkan di Cup head sehingga pusaran yang kuat membantu dalam campuran sampel yang homogen.

Beberapa Aplikasi Vortex Mixer Laboratorium

Vortex Mixer memiliki berbagai kegunaan di berbagai bidang antara lain sebagai berikut :

  • Mencampur bahan kimia

Vortex mixer membantu pencampuran bahan kimia di sebagian besar laboratorium. Dengan menggunakan alat ini Waktu pencampuran lebih cepat daripada metode pencampuran lainnya.

  • Ekstraksi DNA

Vortex Mixer juga digunakan untuk menghomogenkan sampel dengan buffer ekstraksi. Metode ini juga membantu dalam gangguan sel.

  • Analisis jaringan dan kultur sel

Vortex mixer telah digunakan dalam membuat suspensi sel atau sampel jaringan selama analisis jaringan dan kultur sel.

  • Analisis protein dan enzim

Pencampuran sampel yang tepat dengan reagen dan buffer merupakan tahapan penting dalam mempelajari protein dan enzim. Dalam hal ini vortex mixer membantu homogenisasi campuran selama analisis.

Jenis-Jenis Vortex Mixer Laboratorium

Vortex mixer telah diklasifikasikan ke dalam banyak jenis berdasarkan teknologi, spesifikasi kecepatan putaran, dan ukuran.

Beberapa jenis tersebut antara lain :

  • Variable Speed Vortex Mixer

Vortex mixer tersedia dengan pengontrol kecepatan dengan rentang kecepatan yang bervariasi dari 100 s/d 3200 rpm. Tipe ini biasanya juga memiliki fasilitas mode sentuh atau mode kontinue.

Dengan menggunakan aksesoris tambahan, kita dapat menggunakan vortex ini untuk banyak tabung secara bersamaan. Tipe ini juga terbagi menjadi 2 yaitu, model analog dan digital.

    1. Vortex mixer analog: Kecepatan dapat diubah dengan memutar knob dari kiri ke kanan.
    2. Vortex mixer digital: Kecepatannya dapat diubah menggunakan touchpad. Layar LED menampilkan kecepatan secara tepat. Dan waktu (menit / detik).
  • Fixed Speed Vortex Mixer

Tidak terdapat rentang kecepatan. Alat beroperasi pada kecepatan tinggi. Hanya mode touch-down yang tersedia.

  • Mini vortex

Sesuai dengan namanya, alat ini digunakan untuk menganalisa sampel dalam volume kecil (0,2 – 50ml). Tersedia dalam mode digital dan analog.

  • Microplate Vortex Mixer

Alat ini dirancang untuk mencampur sampel dalam microplate

Cara Pengoperasian Vortex Mixer

cara menggunakan vortex laboratorium

Perlu diketahui bahwa hampir semua tombol operasional (saklar utama, kenop kontrol kecepatan, dan tombol pengontrol operasi) vortex mixer berada di bagian depan alat. Namun untuk kabel power yang ada di sisi belakang perangkat ke sumber listrik memasok daya listrik ke mixer vortex.

Kali ini kita akan memberikan contoh pengoperasian Vortex Mixer Maxi Mix II

  • Sambungkan stop kontak ke sumber arus listrik.
  • Gerakkan tombol POWER SWITCH (2) untuk memilih mode operasi yang diinginkan.

Catatan :

Bila tombol berada pada posisi FULL (5), maka mixing surface disk (1) akan bergetar secara otomatis dan bila berada pada posisi touch (4), maka mixing surface plate (1) akan bergetar bila mixing surface plate (1) tersebut ditekan.

  • Atur kecepatan Vortex Mixer dengan memutar tombol speed control (3).
  • Sentuhkan wadah / tabung reaksi yang berisi sampel di atas mixing surface plate (1) sehingga alat akan beroperasi sesuai mode operasi yang dipilih.
  • Pindahkan wadah yang berisi sampel dari atas mixing surface plate (1), bila sampel telah homogen.
  • Matikan alat dengan menekan POWER SWITCH (2) ke posisi OFF bila Vortex Mixer telah selesai digunakan

Keterbatasan Alat

Meskipun vortex mixer dapat digunakan untuk homogen berbagai macam sampel cair, namun juga memiliki banyak keterbatasan. antara lain :

  1. Tidak dapat digunakan untuk pencampuran zat padat dengan zat cair atau zat padat-padat.
  2. Ada risiko tumpahan jika tabung tidak dipegang dengan benar.

Petunjuk Keselamatan Penggunaan Vortex Laboratorium

  1. Gunakan pelindung tangan dan pelindung mata saat menggunakan instrumen.
  2. Hindari menggunakan bahan yang mudah terbakar.
  3. Gunakan wadah / tabung reaksi tertutup untuk mencampur zat berbahaya.
  4. Pastikan cap head terpasang erat sebelum digunakan.
  5. Lakukan pembersihan alat setelah selesai digunakan, pastikan juga alat disertai dengan loog book penggunaan untuk mengetahui histori pemakain alat.
  6. Jika muncul gejala kerusakan pada vortex laboratorium sehingga maka disarankan untuk dilakukan perbaikan ke suplier alat perbaikan laboratorium.

Semoga bermanfaat

Pengertian, Fungsi, dan Ukuran Cawan Petridish Laboratorium

cawan petridsih

Salah satu kegiatan analisa yang hampir pasti dilakukan laboratorium mikrobiologi adalah menumbuhkan kultur bakteri, baik itu untuk keperluan penelitian, keperluan di bidang kesehatan, ataupun keperluan analisa kandungan mikroba tertentu di dalam suatu produk pangan sebelum dilakukan pelulusan produk. Dan tentunya untuk melakukan kegiatan tersebut, salah satu peralatan yang digunakan adalah cawan petridish. Pada artikel ini kita akan membahas mengenai pengertian, kegunaan, ukuran standar, serta harga dari cawan petri laboratorium ini.

Sejarah Cawan Petridish

Dulu para ilmuan hampir setiap hari menggunakan cawan petri dish dan setelah pemakaian tersebut tanpa berpikir panjang mereka membuangnya atau dengan kata lain cawan petri tersebut digunakan sekali pakai untuk menumbuhkan kultur bakteri.

Alat ini selama bertahun-tahun digunakan untuk berbagai pengujian berbagai jenis sel, termasuk bakteri dan jamur yang tentunya di dalam cawan petri tersebut sudah mengandung media nutrisi di mana sel-sel yang ingin ditumbuhkan. Bahkan ketika bakteri demam berdarah, Streptococcus pyogenes ditemukan tumbuh dalam susu pada tahun 1920-an, penelitian dilakukan dengan menggunakan cawan Petri laboratorium untuk menunjukkan pentingnya menyimpan susu dalam lemari es.

Richard Julius Petri

 

Richard Julius Petri, yang dikenal sebagai penemu Cawan Petri, seorang ahli mikrobiologi Jerman, yang pada akhir abad ke-19 bekerja sebagai asisten seorang ahli mikrobiologi Robert Koch (1843-1910) dimana pada saat itu Robert Koch bersama dengan Pasteur dan Lister dianggap sebagai salah satu dari “bapak mikrobiologi” pada akhir abad 19.

Richard Julius Petri lahir di kota Barmen Jerman pada tahun 1852. Ia berasal dari keluarga cendekiawan terkemuka dan merupakan putra sulung dari Philipp Ulrich Martin Petri (1817-1864) seorang profesor di Berlin.

Richard Petri mendaftar di Kaiser Wilhelm-Akademie untuk dokter kemiliteran dari tahun 1871 hingga 1875. Dia kemudian menjalani pelatihan doktoral di Berlin Charité dan menerima gelar doktor dalam bidang kedokteran pada tahun 1876 untuk tesisnya “Versuche zur Chemie des Eiweissharns” (The Kimia Tes Urin Protein).

Dari tahun 1876 hingga 1882 Petri berpraktik sukarelawan sebagai dokter militer. Saat melayani sebagai dokter militer, ia ditugaskan ke fasilitas penelitian di Berlin, Kantor Kesehatan Kekaisaran, bekerja dengan Robert Koch sehingga tidak mengherankan, selama masa jabatannya di sini Petri memperoleh minatnya pada bakteriologi. Di sana juga dilakukan pekerjaan perintis agar-agar.

Sumber : https://thebiomedicalscientist.net/science/big-story-petri-dish

Pengertian Cawan Petri Laboratorium

Cawan Petri adalah sebuah wadah yang berbentuk bundar dan dapat terbuat dari kaca / plastik yang digunakan untuk membiakkan sel. Alat ini selalu berpasangan, dimana yang ukurannya agak kecil berfungsi sebagai wadah, sedangkan ukuran yang lebih besar berfungsi sebagai tutup.

Cawan petri dish ini awalnya terbuat dari kaca, namun seiring dengan berkembangnya waktu, sekarang banyak kita temukan cawan petri yang terbuat dari plastik yang tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Cawan petri kaca terbuat dari kaca bersifat tahan panas yang dapat disterilkan dengan menggunakan autoklaf untuk penggunaan berulang sedangkan Cawan petri plastik sering digunakan untuk sekali pakai dan harus dibuang.

Cara Membungkus Cawan Petri

Berikut cara membungkus cawan petri dish sebelum disterilisasi. Untuk membungkusnya, kita bisa menggunakan kertas bekas yang salah satu Sisinya masih kosong atau bersih atau juga bisa menggunakan kertas koran bekas yang cukup tebal supaya tidak mudah sobek. Berikut ini adalah tahapannya :

  1. Siapkan cawan petri, seperti yang sudah dijelaskan di awal dimana diameter tutup lebih besar dibandingkan diameter wadah (bawahnya).
  2. Tutup cawan petri tersebut
  3. Balik cawan petri tersebut, tempatkan di bagian tengah kertas pembungkus.
  4. Satukan bagian ujung kertas ke bagian tengah.
  5. Lipat sisanya seperti membuat kipas kertas.
  6. Ujung-ujung bagian samping kita lipat keatas dan kita Satukan kemudian kita lipat ke bawah.
  7. Lakukan hal yang sama di sisi yang lainnya.
  8. cawan petri sudah terbungkus dengan sempurna,
  9. Cawan Petri yang telah dibungkus siap untuk disterilisasi.

Contoh Penggunaan Cawan Petri di Laboratorium

penemu cawan petri laboratorium

Salah satu fungsi petri dish di laboratorium adalah digunakan untuk inokulasi pada biakan bakteri dan jamur. inokulasi merupakan teknik menanam inokulan yang dilakukan secara aseptis ke dalam media biakan steril baik kedalam media padat maupun media cair dengan cara goresan maupun tusukan.

Beberapa tujuan inokulasi adalah :

  • Untuk pengkayaan mikroba
  • Untuk pemurnian
  • Untuk penghitungan koloni mikroba

Ada dua metode pada inokulasi yaitu metode Semai dan metode tuang.

Sebelum melakukan inokulasi, pastikan kita harus menggunakan jas lab, masker, penutup ,dan sarung tangan yang bertujuan untuk mengurangi adanya kontaminasi karena pekerjaan harus dilakukan secara aseptis serta alat-alat yang digunakan juga harus dalam keadaan seteril. Alat-alat tersebut adalah :

  • kawat Ose
  • batang spreader
  • Cawan petridish yang sudah disterilisasi
  • Mikropipet beserta tipsnya
  • Beaker gelas untuk wadah dengan tips yang selalu dipakai

Inokulasi dilakukan secara aseptisdi sekitar api spirtus dengan jarak sekitar ± 20 cm.

Metode Semai

Berikut ini adalah langkah kerja inokulasi dengan metode semai :

  1. Tuangkan sebanyak 15-20 mililiter media kedalam cawan petri yang sudah steril.
  2. Biarkan hingga agar memadat sampai menjadi seperti agar.
  3. Setelah media memadat selanjutnya kita ambil suspensi bakteri sebanyak 100 mikroliter dengan menggunakan mikropipet.
  4. Masukkan suspensi bakteri ke atas media.
  5. Ambil batang spreader untuk menghomogenkan suspensi bakteri yang ada pada media;.
  6. Inkubasi sesuai dengan karakter inokulan.

Metode Tuang

Berikut ini adalah langkah kerja inokulasi dengan metode tuang :

  1. Tuangkan sebanyak 100 mikroliter suspensi bakteri ke dalam cawan petridish yang sudah steril.
  2. Tuangkan media yang masih cair kedalam cawan petri.
  3. Homogenkan media dan suspensi bakteri dengan cara memutar mutarkan cawan petri searah jarum jam.
  4. Tunggu hingga memadat dan setelah itu kita inkubasi kan kedalam inkubator laboratorium.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada dua metode diatas :

  • Suhu maksimal pada media padat yang akan dituangkan yaitu maksimal 45° Celcius
  • Setelah media memadat inkubasi dilakukan dengan cara membalik cawan petri. Hal ini bertujuan untuk mencegah embun yang terbentuk menetes pada inokulan.
  • Setiap inokulasi wajib di keterangan, minimal : nama mikroba, tanggal dan jam inokulasi dilakukan.

Cara Menuangkan Media Agar Ke dalam Cawan Petri

Bekerja di bidang mekrobiologi tentunya harus dilakukan secara steril sehingga adanya kontaminasi harus kita minimalkan sebisa mungkin. Berikut ini adalah cara menuangkan media agar ke dalam cawan petri :

  1. Terlebih dahulu semprot meja kerja dengan disenfektan, dan pastikan kita mengenakan sarung tangan sebelum melakukan analisa.
  2. Semua proses harus dilakukan di dekat api bunsen untuk menjaga tetap steril.
  3. Dekatkan mulut cawan petridish dengan bunsen (ap jangan sampai menyentuh cawan) agar tangan tidak panas.
  4. Tuang media agar ke cawan petri secukupnya, kira-kira setengah dari tinggi cawan petri tersebut (kurang lebih 20 ml)
  5. Simpan cawan agar pada suhu ruang hingga agar jadi.
  6. Setelah agar jadi, simpan hasil cawan agar di lemari es supaya tidak jamuran.

Bahan dan Ukuran Cawan Petri Laboratorium

ukuran cawan petri laboratorium

Umumnya cawan petri menggunakan bahan Polystyrene. Beberapa jenis ukuran cawan petri laboratorium dapat kita temukan di pasaran yang tentunya mendukung kegiatan analisa dibidang mikrobiologi. Teman-teman tinggal menyesuaikan saja ukuran mana yang cocok. Berikut ini adalah beberapa contoh ukuran cawan petri standar dengan size 90 mm tersebut mempunyai beberapa ketebalan, antara lain :

  • Size 90 mm dengan tebal 15.9 mm
  • Size 90 mm dengan tebal 16.1 mm
  • Size 90 mm dengan tebal 14.1 mm
  • Size 90 mm dengan tebal 15.7 mm

yang tentunya cawan petri tersebut di produksi dan diuji sesuai dengan standar EN ISO 24998:2008 Petri dish standard which includes stringent dimensional controls.

Harga Cawan Petri Laboratorium

harga cawan petri laboratorium

Harga cawan petri tentunya tergantung merk dan ukuran cawan petri itu sendiri. Untuk cawan petri yang tanpa brand (NO Brand) tentunya akan lebih murah dengan harga kurang lebih 5 ribu s/d 10 ribu per pcs nya. Namun untuk brand-brand tertentu yang memang dari sisi kualitas sudah terjamin petri dish bisa kita dapatkan dengan kisaran harga 30 ribu s/d 100 ribu per pcs nya.

Semoga bermanfaat.

Bagian-Bagian Mikroskop dan Fungsinya Lengkap Dengan Gambar

pengertian mikroskop

Seperti kita ketahui bahwa ada makhluk hidup yang berukuran sangat kecil yang tempat hidupnya dimana-mana, misalnya : di dalam tanah, air, sisa-sisa makhluk hidup, dalam tubuh manusia, bahkan dalam sebutir debu. Salah satu contoh makhluk hidup berukuran kecil atau mikroskopis yang tidak dapat kita amati adalah bakteri escherichia coli, bakteri salmonella, dll. Untuk mengamati makhluk hidup yang berukuran mikroskopis ini kita memerlukan alat bantu yang disebut mikroskop, salah satu peralatan yang dengan mudah kita temukan dalam laboratorium biologi maupun laboratorium kesehatan. Pada postingan ini kita akan belajar mengenai pengertian, sejarah ditemukannya, bagian-bagian mikroskop serta tahapan cara menggunakan mikroskop dengan benar.

Pengertian Mikroskop

Mikroskop adalah alat optik yang berguna sebagai alat bantu untuk melihat dan mengamati benda-benda yang ukurannya sangat kecil / mikro yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang. Kata mikroskop sendiri berasal dari bahasa latin yakni “micro yang artinya kecil” dan “scopein yang artinya melihat”

Dengan menggunakan mikroskop, benda-benda kecil tersebut dilihat dengan cara diperbesar ukuran bayangan benda yang diamati hingga berkali-kali lipat dari ukuran sebenarnya. Perbesaran yang dapat dilakukan dengan menggunakan mikroskop antara lain hingga perbesaran 40 kali, perbesaran 100 kali, bahkan sampai perbesaran 1000 kali lipat. Perbesaran yang semakin tinggi ini salah satunya karena perkembangan teknologi yang juga semakin berkembang.

Sejarah dan Penemu Mikroskop

Pelopor pembuat mikroskop adalah Anthonie Van Leuwenhoek dimana pada abad ke-17 membuat mikroskop satu lensa. Dia membuat gambar-gambar yang dilihatnya di bawah mikroskop dan juga menemukan bakteri, meskipun Anthonie Van Leuwenhoek sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya dia temukan pada saat itu.

Kemudian pada pertengahan abad ke-17, Robert Hooke menggambarkan suatu gabus yang terlihat melalui mikroskop yang dia buat. Seperti halnya Anthonie Van Leuwenhoek, Robert Hooke ini juga tidak tahu apa yang sebenarnya dia lihat pada saat itu.

Kemudian mikroskop mengalami perkembangan dari abad ke abad :

  • Pada tahun 1860 ditemukan mikroskop binokuler.
  • Pada tahun 1880 ditemukan mikroskop multi-okuler.
  • Pada tahun 1933 ditemukan mikroskop elektron.

Jenis-Jenis Mikroskop

Bentuk dan jenis-jenis mikroskop berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi. Ada mikroskop yang paling sederhana yaitu mikroskop cahaya, kemudian ada mikroskop stereo dan sampai yang modern seperti mikroskop elektron. Semakin modern terbesarnya yang dihasilkan semakin besar dan rinci.

Berdasarkan pada kenampakan objek yang diamati, mikroskop dibagi dua jenis yaitu :

  • Mikroskop dua dimensi / mikroskop cahaya
  • Mikroskop tiga dimensi / mikroskop stereo

Berdasarkan sumber cahayanya mikroskop dibedakan menjadi :

  • Mikroskop cahaya
  • Mikroskop elektron

Bagian-Bagian Mikroskop dan Fungsinya

Setidaknya ada 14 bagian mikroskop yang harus kita ketahui beserta fungsinya. ke-14 bagian tersebut dikelompokkan menjadi 2 bagian penting yaitu :

Bagian optik

bagian-bagian mikroskop

Bagian optik ini terdiri dari beberapa bagian, antara lain :

  1. Lensa okuler, merupakan lensa yang berhubungan langsung dengan mata pengintai atau pengamat yang berfungsi untuk memperbesar bayangan objek. Lensa okuler bisa diganti-ganti dengan perbesaran yang berbeda-beda, umumnya lensa okuler yang digunakan adalah perbesaran 5 kali, 10 kali, dan 15 kali.
  2. Lensa objektif, merupakan lensa yang berada di dekat objek atau benda, berfungsi untuk memperbesar bayangan benda susunan lensa biasanya terdiri atas 3 atau 4 buah, dengan perbesaran masing-masing ada 4 kali, 10 kali, 45 kali, dan 100 kali.
  3. Diafragma, merupakan bagian mikroskop yang berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke lensa objektik.
  4. Cermin, yang berfungsi untuk mengarahkan cahaya pada objek dengan cara memantulkan sumber cahaya menuju kondensor.

Bagian mekanik
bagian mikroskop

Bagian mekanik ini terdiri dari beberapa bagian, antara lain :

  1. Tabung mikroskop atau tubus, merupakan bagian mikroskop yang berfungsi untuk menghubungkan lensa okuler dan lensa objektif.
  2. Meja preparat atau meja sediaan, merupakan bagian mikroskop yang berfungsi sebagai tempat meletakkan objek sediaan atau preparat yang diamati. Bagian tengah meja terdapat lubang untuk melewatkan sinar atau cahaya yang dipantulkan dari cermin .
  3. Penjepit objek atau klip, bagian mikroskop yang digunakan untuk menjepit preparat agar kedudukannya tidak geser ketika sedang diamati
  4. Revolver atau dudukan lensa, bagian mikroskop yang berfungsi sebagai tuas penyangga atau dudukan lensa objektif agar dapat mempermudah pengaturan perbesaran pengamatan dari lensa tersebut.
  5. Lengan mikroskop, merupakan bagian dari mikroskop yang digunakan untuk pegangan pada saat memindahkan atau membawa mikroskop.
  6. Mikrometer atau pemutar halus, yang gunanya untuk menggerakkan tabung mikroskop terhadap preparat secara pelan atau halus.
  7. Makrometer atau pemutar kasar, yang gunanya untuk menggerakkan tubuh atau tabung mikroskop keatas dan kebawah secara cepat.
  8. Kondensor, bagian ini digunakan untuk mengumpulkan cahaya yang dipantulkan cermin dengan mekanisme kerjanya yaitu dipuasakan pada objek dengan cara penggunaan diputar ke kanan kiri naik atau turun.
  9. Sekrup atau sendi inklinasi, merupakan bagian dari mikroskop yang berfungsi untuk mengatur sudut tegaknya mikroskop.
  10. Kaki mikroskop, yang berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop agar kokoh berdiri.

Dengan memahami bagian-bagian mikroskop diatas, maka diharapkan kita juga akan lebih mudah dalam mengoperasikan atau menggunakan mikroskop dengan benar karena secara garis besar gambaran mikroskop sudah kita ketahui.

Cara Menggunakan Mikroskop dengan Mudah

Setidaknya ada 3 langkah penting dalam menggunakan mikroskop yaitu :

Tahap 1 : Pengaturan mikroskop

Bab Cara Menggunakan Mikroskop Bagian Pengaturan

Pada tahapan ini hal-hal yang harus kita lakukan adalah :

  1. Bersihkan permukaan yang datar tempat mikroskop dari debu-debu yang berpotensi dapat merusak mikroskop itu sendiri dengan cairan pembersih permukaan dan lap dengan kain tanpa serat jika diperlukan. Pastikan meja tempat mikroskop akan diletakkan dekat dengan sumber arus listrik (stop kontak)
  2. Pegang mikroskop pada bagian kaki dan lengan mikroskop, jangan mengangkatnya hanya dengan memegang lengan mikroskop saja ketika kita mengambil dan mengangkat mikroskop tersebut.
  3. Letakkan mikroskop diatas meja dan hubungkan dengan sumber arus listrik (stop kontak)
  4. Untuk memulai pastikan bahwa mikroskop menggunakan kekuatan perbesaran yang paling rendah, karena akan lebih mudah untuk memfokuskan preparat yang akan kita amati.
  5. Letakkan buku instruksi manual mikroskop / instruksi kerja alat di dekat mikroskop tersebut, bacalah dengan seksama sebelum kita menggunakannya.

Tahap 2 : Preparat mikroskop

layanan jasa kaibrasi mikroskop

Pada tahapan ini hal-hal yang harus kita lakukan adalah :

  1. Bersihkan tangan kita terlebih dahulu dengan mencucinya.
  2. Siapkan kain tanpa serat di dekat mikroskop yang dapat digunakan untuk membersihkan preparat.
  3. Untuk memulai berlatih, kita dapat menggunakan preparat yang sudah jadi dengan membelinya di toko-toko yang menjual alat-alat laboratorium atau menggunakan beberapa preparat bawaan mikroskop.
  4. Letakkan preparat di meja objek mikroskop, sentuhlah hanya pada bagian ujungnya sehingga kita tidak meninggalkan sidik jari pada preparat yang sudah dibersihkan pada tahapan sebelumnya.
  5. Jepitlah preparat dengan 2 penjepit yang ada di meja objek penjepit. Penjepit logam atau plastik ini menjaga preparat pada tempatnya sehingga memudahkan kita untuk memfokuskan mikroskop.
  6. Nyalakan mikroskop yang kita gunakan. Bagian tengah dari preparat seharusnya tersinari dengan cahaya kecil berbentuk lingkaran di atasnya.

Tahap 3 : Memfokuskan Mikroskop

Pada tahapan ini hal-hal yang harus kita lakukan adalah :

  • Mengatur lensa mikroskop, jika terdapat 2 lensa, putarlah tabung lensa okuler untuk mencari jarak yang tepat antara kedua mata atau jarak pupil mata. Lepaskan kacamata Jika kita memakai kacamata, kita dapat menggunakan pengaturan mikroskop untuk memfokuskan benda sesuai dengan penglihatan kita.

Menfokuskan Mikroskop

  • Mulailah memfokuskan lensa objektif dengan kekuatan terendah, misalnya mulai dari perbesaran 4 x dan meningkatkan perbesarannya hingga objek terfokus. Lensa objektif dengan kekuatan rendah memberikan pandangan yang luas pada saat pengamatan dan memungkinkan untuk perlahan-lahan memfokuskan objek tanpa kehilangan pandangan akan objek tersebut. Memulai dari lensa objektif dengan kekuatan tinggi atau besar bisa membuat kita tidak dapat melihat objek / tidak dapat melihat keseluruhan objek.

2. mikroskop elektron

  • Fokuskanlah objek dengan menggunakan pemutar kasar yang lebih besar, pemutar ini adalah pemutar yang lebih besar dari dua pemutar yang berada di sisi mikroskop.

3. mikroskop cahaya

  • Geserlah preparat untuk meletakkannya di tengah objek jika diperlukan. Ingat bahwa perbesaran menggunakan pencerminan sehingga kita perlu memindahkan preparat ke arah yang berlawanan pada meja objek untuk mengaturnya dengan baik sehingga tepat pada arah lensa objektif.

4. Penemu Mikroskop

  • Sambil mengamati gunakan pemutar halus untuk lebih memfokuskan pengamatan objek atau preparat.

5. jenis jenis mikroskop

  • Aturlah diafragma yang berada di bawah meja objek. Kita dapat mengatur banyaknya cahaya yang terfokus pada preparat. Mengurangi cahaya mungkin dapat membuat objek terlihat lebih jelas dan tidak pucat.

6. mikroskop stereo

  • Ubahlah ke lensa objektif dengan kekuatan lebih tinggi hanya jika kita tidak dapat memfokuskan dengan cakupan lensa objektif dengan kekuatan rendah. Tidak semua lensa dengan kekuatan tinggi digunakan untuk semua preparat karena beberapa lensa tidak dapat terfokus terlalu dekat pada objek tertentu. Hanya gunakan pemutar halus saat menggunakan lensa objektif dengan kekuatan tinggi seperti pilihan lensa 100 kali. Jika kita menggunakan pemutar kasar dikhawatirkan dapat memecah preparat dan merusak lensa objektif jika tertekan atau bersentuhan terlalu keras. Pada tahap ini kita bisa belajar mengamati objek dengan perbesaran yang berbeda-beda.

7

  • Kendurkan pemutar kasar saat kita sudah selesai melakukan pengamatan. Ulangi proses pengamatan dengan preparat yang baru untuk mendapatkan latihan yang diperlukan sehingga kedepannya kita dapat dengan cepat melakukan pengamatan pada objek lainnya.

8

  • Simpanlah mikroskop di dalam pelindung debu sehingga meja objek dan lensanya tetap bersih. Bersihkan lensanya hanya dengan larutan yang dianjurkan dan tentunya menggunakan kain tanpa serat.

9

Harga Mikroskop di Indonesia

Harga mikroskop tentu akan bergantung pada brand serta jenisnya, apakah kita hanya ingin membeli mikroskop cahaya, binokuler, elektron, dll. Namun dari hasil survey kami di mablanja google, dengan anggaran kurang lebih 10 jutaan kita sudah bisa mendapatkan sebuah mikroskop binokuler.

Demikian sekilas tentang fungsi, bagian-bagian mikroskop serta cara menggunakan mikroskop dengan benar.

Semoga bermanfaat

Referensi :

www.youtube.com/c/GenSuksesMedia

Fungsi Inkubator Laboratorium dalam Uji Sampel Mikrobiologi

fungsi inkubator laboratroium mikrobiologiDalam suatu industri makanan / farmasi, hasil uji mikrobiologi merupakan salah satu parameter kritis yang harus diperhatikan sebelum meluluskan suatu produk. Uji mikrobiologi tersebut tentunya dilakukan melalui serangkaian analisa dengan menggunakan berbagai macam bahan baik itu media pertumbuhan (contohnya : Tryptic Soya Agar – TSA, MacConkey Agar, Nutrient Agar – NA, Nutrient Broth, Tryptic Soya Broth – TSB, media agar darah , dll) sampai ke dalam peralatan dari cawan petri, botol laboratorium, hotplate, autoclave, inkubator, lemari asam, sampai dengan laminar air flow. Pada artikel kali ini kita akan belajar mengenai peralatan inkubator laboratorium mikrobiologi baik dari prinsip kerja, fungsi, jenis, serta metode yang digunakan untuk melakukan kalibrasi inkubator laboratorium tersebut.

Pengertian dan Fungsi Inkubator Laboratorium

Pengertian inkubator adalah alat laboratorium berbentuk kubus yang dapat mengkondisikan / mengatur suhu dan kelembaban secara presisi dan konsisten. Alat ini banyak kita temukan di laboratorium mikrobiologi maupun laboratorium kesehatan / rumah sakit.

Fungsi Inkubator Laboratorium ini adalah untuk menginkubasi atau mengembangbiakkan bakteri, jamur dan mikroba lainnya. Sampel yang dimasukkan ke dalam inkubator antara lain sampel yang sudah ditaruh dengan media pertumbuhan untuk bakteri, jamur, atau mikroba yang akan dianalisa, misalnya : media agar yang sudah ditaruh di dalam cawan petri.

Karena memang fungsinya untuk memeriksa bakteri baik itu sampel atau produk makanan atau produk medis kita dapat mengetahui dengan mengembangbiakan bakteri, jamur, mikroba tersebut menggunakan inkubator, tanpa inkubator bakteri itu tidak akan bisa berkembang dengan baik. Untuk lama inkubasi bakteri / mikroba / jamur tersebut tentunya tergantung dengan metode analisa / standar acuannya, misalnya pada industri farmasi / makanan yang biasanya menggunakan standar USP, dll. Ada beberapa analisa yang membutuhkan waktu 3 – 5 hari, ada juga yang sampai 5 – 7 hari, dll.

Contoh aplikasi dalam suatu industri makanan adalah digunakan untuk analisa bakteri E. Coli dalam suatu sampel, atau dilakukan untuk analisa coliform pada suatu sistem purified water yang digunakan dalam produksi.

Prinsip Kerja Inkubator Mikrobiologi

Prinsip kerja inkubator mikrobiologi secara umum adalah alat ini mengubah energi listrik menjadi energi panas. Dengan adanya kawat nikelin / resistor menghambat aliran elektron yang berjalan sehingga meningkatkan panas di dalam ruang / chamber inkubator tersebut.

Rentang ukur temperature inkubator ini bermacam-macam tergantung tipe dan merk, namun umumnya berkisar antara temperature ambient + 5 °C s/d 70 °C, karena seperti kita ketahui pemakaian inkubator itu sendiri biasanya di suhu 37 °C / temperature lainnya tergantung dengan acuan / referensi metode analisa yang kita gunakan.

Perbedaan Oven dengan Inkubator

Kita ambil salah satu contoh brand memmert, untuk oven tipe UNE dan inkubator tipe INE. Kedua tipe tersebut mempunyai bentuk dan control panel yang serupa. Cara seting temperature serta pengaturan waktu analisa juga sama.

Lalu apa bedanya antara oven dengan inkubator ini ?

Perbedaan Fungsi

Oven dan Inkubator mempunyai perbedaan secara fungsi, jika oven itu akan kita gunakan untuk mengeringkan alat laboratorium seperti glass ware / sampel dengan uap panas dari oven, rentang temperature oven juga relatif tinggi antara 250 – 300 °C. Jika kita merujuk ke spesifikasi oven memmert tipe UNE 500 saja mempunyai rentang temperature dari ambient + 5 derajat celsius s/d 250 °C. Sedangkan inkubator seperti yang sudah disebutkan di awal, berfungsi untuk mengembangbiakkan bakteri, jamur, mikroba dll sehingga penggunaannya pada temperature yang relatif lebih rendah misalnya : 30 atau 37 °C, sehingga rentang temperaturenyapun juga lebih rendah yaitu antara temperature ambient + 5 °C s/d 70 °C.

Perbedaan Pada Tutup Kaca / Glass Door

Secara fisik, pada inkubator terdapat tutup kaca (glass door) pada bagian sebelum pintu inkubator, dimana dengan adanya tutup kaca ini suhu di dalam inkubator laboratorium tidak terganggu dan tetap stabil serta terjaga  dari kontaminasi suhu luar. Dengan adanya tutup kaca ini, kita bisa melihat perkembangan mikroorganisme yang sedang kita inkubasi tersebut. Hal ini tentunya juga menjadi pembeda dengan oven dimana pada oven tidak terdapat tutup kaca / glass door. Jika tutup oven tersebut dibuka, maka uap panas bisa langsung keluar dan tentunya akan berpengaruh pada kestabilan temperature oven tersebut.

Perbedaan Secara Akurasi

Inkubator mempunyai tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan oven, yaitu ± 0,1 °C, sedangkan oven ± 1 °C. Resolusi dari unit inkubator ini juga relatif lebih kecil (biasanya 0.1 °C) sedangkan untuk oven terkadang kita temukan dengan resolusi 0.5 °C, bahkan ada yang 1 °C. Hal ini dikarenakan memang untuk kegiatan inkubasi kita memerlukan suhu yang lebih presisi dan juga konsisten . Jika temperature di dalam inkubator tidak presisi, hal ini bisa mengakibatkan gagalnya proses inkubasi pada bakteri / jamur / mikroba yang ingin kita analisa karena suhu optimum untuk mengembangbiakan bakteri itu sangat penting dan tingkat keakurasian inkubator tersebut harus benar-benar kita pertimbangkan,

Cara Membersihkan Inkubator Mikrobiologi

Pembersihan inkubator merupakan tahapan yang penting supaya tidak terjadi kontaminasi bakteri / mikroba / jamur sehingga berdampak buruk bagi hasil analisa. Untuk membersihkannya inkubator ini relatif mudah, berikut ini adalah tahapannya :

  • Matikan unit inkubator setelah selesai digunakan analisa
  • Tarik / copot rak / tray inkubator kemudain lap ruang inkubator berikut dengan tray / raknya dengan menggunakan kain basah. Perlu diperhatikan terkait dengan rak / tray inkubator dimana setiap merk / tipe tentunya mempunyai spesifikasi yang berbeda / beda terkait dengan jumlah rak / tray serta beban maksimal sampel yang ditaruh di dalam setiap rak tersebut. Disarankan membaca spesifikasi yang terdapat di dalam manual book alatnya.
  • Sterilkan ruangan inkubator berikut rak nya dengan menyemprotkan desinfektan alkohol 70 %
  • Lap kembali ruang inkubator dan rak-raknya dengan kain kering.
  • Pasang kembali tray / rak ke dalam inkubator.

Jenis Inkubator Laboratorium

Ada 3 jenis inkubator yang mungkin salah satunya atau bahkan ketiga-tiga nya sudah kita kenal. Perbedaan tersebut tentunya dikarenakan salah satunya adalah bakteri yang kita tangani juga berbeda-beda.

3 Jenis inkubator tersebut adalah :

  • General Inkubator

Inkubator ini biasa kita gunakan untuk bakteri secara umum untuk inkubasi pada suhu 37 °C

  • Inkubator berpendingin

Inkubator ini khusus untuk bakteri atau mikroba yang penanganannya di bawah suhu ambient, misalnya : jamur yang perlu diinkubasi pada suhu 20 °C.

  • Inkubator CO2

Inkubator CO2 ini terdapat penambahan gas CO2 di mana bakteri yang kita tangani bersifat an areob dimana bakteri tersebut tidak menggunakan oksigen untuk inkubasinya. Inkubator ini mampu menyediakan keadaan kaya karbondioksida.

Kalibrasi Inkubator Laboratorium

kalibrasi inkubator laboratorium

Hampir sama dengan oven, prinsip dari kalibrasi inkubator laboratorium ini adalah enclosure, dimana beberapa standar thermocouple diletakkkan di dalam inkubator, kemudian dilakukan pembacaan pada thermometer loggernya Dari hasil kalibrasi ini kita akan mengetahui temperature spasial, temperature temporal, temperature overall, serta ketidakpastian pengukuran yang didapatkan.

Metode acuan yang bisa digunakan untuk melakukan kalibrasi inkubator laboratorium ini adalah AS 2853 : 1986 Enclosures Temperature-controlled Performance testing and grading. Namun karena standar ini sudah ditarik oleh pembuatnya, sehingga jika kita sudah menerapkan sistem manajemen ISO 17025 maka standar ini haruslah divalidasi jika kita tetap ingin menggunakannya. Atau jika teman-teman ingin lebih efektif / efisien, mungkin bisa dipertimbangkan dengan menggunakan layanan laboratorium kalibrasi.

Fungsi dan Cara Kerja Water bath Laboratorium Kesehatan

Masih mengenai alat kesehatan, kali ini kita akan membahas tentang water bath mulai dari pengertian, prinsip operasi, sistem kontrol water bath, bagian-bagiannya, pengoperasian, perbaikan jika terjadi masalah, serta metode acuan yang digunakan ketika kita melakukan kalibrasi water bath.

Pengertian Water Bath

Water bath adalah peralatan laboratorium yang terbuat dari wadah berisi air panas yang digunakan untuk menginkubasi sampel dalam air pada suhu konstan selama periode waktu tertentu. Media yang digunakan pada water bath umumnya adalah air, namun kita juga dapat menemukan water bath yang menggunakan media minyak. Di pasaran kita dapat menemukan water bath dengan kapasitas mulai dari 2 s/d 30 liter.

Prinsip / cara kerja water bath adalah mengubah energi listrik menjadi energi panas yang selanjutnya energi panas tersebut disalurkan ke air pada bak, yang kemudian akan digunakan untuk memanaskan larutan utama / sampel. Setiap water bath sudah dipastikan terdapat sensor suhu yang digunakan untuk memonitor suhu pada air pada bak. Bak air inilah yang nantinya digunakan untuk memanaskan larutan yang sudah ditempatkan pada labu erlenmeyer.

Bagian-bagian water bath

Paling tidak ada 2 bagian utama dari water bath yaitu chamber dan panel operasional

Di dalam water bath tersebut tentunya terdapat elemen pemanas listrik yang berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi panas. Ada 2 elemen listrik yaitu :

Heater internal

Elemen pemanas ini dipasang di dalam tabung tertutup dan terletak di bagian bawah wadah yang bersentuhan langsung dengan media pemanas.

Heater eksternal

Elemen pemanas ini terletak di bagian bawah tapi di luar tangki. Elemen pemanas ini dilindungi oleh bahan isolasi yang mencegah kehilangan panas. Tipe elemen pemanas ini mentransfer panas ke bagian bawah tangki melalui konduksi.

Jenis water bath tertentu memiliki asesoris tambahan seperti sistem agitasi /pengadukan / sirkulator. Berikut ini jenis-jenis water bath berdasarkan jangkauan alat suhu :

  • Suhu Rendah

Suhu ruangan s/d 60-100 °C

  • Suhu Tinggi

Suhu ruangan s/d 275 °C. Saat dibutuhkan suhu diatas 100 °C maka digunakan cairan lain yang memiliki titik didih lebih dari seperti minyak.

  • Terisolasi

Suhu ruangan hingga 100 °C dengan aksesoris atau sistem agitasi / pengadukan.

Sistem Kontrol Pada Shacking Water bath

shaking water bath thermo haake

Tentu berbeda merk / tipe bisa mempunyai sistem kontrol yang berbeda beda. berikut ini adalah contoh dari bagian-bagian dan sistem kontrol dari shacking water bath Thermo HAAKE SWB 25

kontrol panel water bath

display water bath

  1. Saklar Utama
  2. Pengatur Frekuensi Shacking
  3. Preset temperature dial
  4. Mailfunction Indicator Light
  5. Excess Temperature Dial
  6. Changing the Value
  7. Menu Selection Key
  8. Stop / Input Key (Enter)
  9. Guide Rod
  10. Rubber Connection
  11. Moveable Platform
  12. Rollers
  13. Drain Plug Nozzle
  14. Fuses
  15. Main Cable

Cara Menggunakan Water Bath

Sebelum menggunakan water bath tentunya kita harus memperhatikan terlebih dahulu hal-hal yang harus diperhatikan pada saat instalasi unit ini, antara lain :

  1. Pasang water bath dekat dengan stop kontak dan terhubung dengan sistem pembumian ground.
  2. Letakkan alat dengan sumber air untuk memudahkan memasok air serta wastafel untuk mengeringkan setelah penggunaan
  3. Pastikan tempat yang dipilih memiliki level dan kemampuan untuk menopang berat water bathdengan aman bila sudah penuh dengan cairan
  4. Pastikan tempat peletakan alat memiliki ruang yang cukup untuk meletakkan sampel dan aksesoris yang diperlukan saat pengoperasian water bath secara normal.
  5. Hindari menempatkan water bath di tempat dengan aliran udara yang kencang karena akan mempengaruhi kestabilan suhu, misalnya di depan AC atau jendela.
  6. Kondisi lingkungan water bath terinstall sesuai dengan DIN EN 61010 adalah maksimal dengan ketinggian 2000 meter diatas permukaan laut, dengan temperature antara 4 – 40 derajat celsius, dan kelembaban relatif maksimum 80 % RH.

Keamanan Water Bath

  1. Hindari penggunaan water bath dekat dengan bahan yang mudah terbakar.
  2. Selalu sambungkan peralatan ke sistem pembumian / ground untuk melindungi pengguna peralatan kebocoran arus listrik.
  3. Jangan memasukkan sampel yang bersifat korosif kedalam water bath.
  4. Gunakan alat pelindung diri untuk mencegah bahaya tersengat panas dari alat saat bekerja dengan menggunakan water bath.
  5. Saat bekerja dengan zat yang menghasilkan uap tempatkan water bath di bawah sungkup ventilasi.
  6. Ingatlah bahwa cairan diinkubasi dalam tangki water bath dapat menyebabkan luka bakar Jika tangan diletakkan secara tidak sengaja ke dalam itu.
  7. Perhatikan bahwa water bath dirancang untuk menggunakan cairan dalam tangki. Jika bagian dalam kering, maka suhu tangki bisa menjadi sangat tinggi.
  8. Hindari menggunakan water bath jika salah satu suhu kontrolnya tidak bekerja.

Pengoperasian water bath

  1. Sebelum menggunakan water bath pastikan kondisi alat dalam keadaan bersih dan aksesori yang diperlukan telah terpasang. Langkah yang dilakukan adalah :
  2. Isi water bath dengan cairan untuk menjaga suhu konstan (air atau minyak), biasanya pada tangki water bath terdapat tanda batas minimal dimana media tersebut harus diisis atau jika kita menggunakan water bath Thermo Haake SWB 25 berdasarkan manual book nya maka disarankan media tersebut berada antara 50 mm s/d 180 mm dengan media air sesuai dengan tempat sampel yang digunakan.
  3. Pasang instrument control yang dibutuhkan seperti thermometer dan sirkulator.
  4. Pastikan cairan / media yang digunakan bersih. Beberapa supplier merekomendasikan untuk menambahkan produk yang mencegah pembentukan jamur atau alga.
  5. Tekan saklar on / off ke posisi on untuk mengaktifkan alat
  6. Atur suhu pengoperasian menggunakan tombol pengaturan yang tersedia pada panel alat.
  7. Atur suhu cut off sebagai sistem pengaman yang akan memutus suplai listrik jika melebihi suhu yang dipilih.
  8. Hindari menggunakan water bath dengan zat-zat bersifat korosif
  9. Bersihkan bagian dalam tangki dengan deterjen lembut, jika ada indikasi korosi gunakan zat untuk membersihkan stainless steel, gosok perlahan dengan stainless spons atau sejenisnya. Hindari menggunakan sabut baja untuk melepas noda karat karena dapat meninggalkan partikel baja yang bisa mempercepat korosi.
  10. Hindari menekuk atau membentur pengatur suhu tabung kapiler yang umumnya terletak di bagian kangki.
  11. Bersihkan eksterior dan interior water bath dengan air bersih.

Perawatan dan Kalibrasi Water Bath

Untuk water bath dengan sistem pengaduk atau sistem sirkulator, lakukan pelumasan pada bagian penggerak / motor inspeksi berkala frekuensi triwulan periksa kesesuaian nilai suhu pengaturan dengan suhu.

jasa kalibrasi water bath

Trouble Shooting Masalah / Error Pada water bath.

Seperti kita ketahui, semakin lama umur alat tentunya kinerjanya juga semakin menurun, maka tak jarang pada saat operasionalnya kita menemui beberapa masalah / error yang terjadi pada unit tersebut. Namun sebelum melakukan perbaikan / service water bath tersebut ke supplier, berikut ini adalah hal-hal yang bisa kita lakukan untuk identifikasi awal.

Masalah 1 :

  • Tidak ada daya pada instrumen

Kemungkinan Penyebabnya :

  • Catu daya terputus >> Hal ini bisa diselesaikan dengan menghubungkan alat dengan catu daya listrik.
  • saklar rusak / sekring rusak >> Hal ini bisa diselesaikan dengan mengganti saklar / sekering, jenis kerusakan ini tergolong ringan dan mungkin bisa dilakukan perbaikan internal oleh departemen enginering di perusahaan anda.

Masalah 2 :

  • Water bath tidak memanas

Kemungkinan Penyebab :

  • Kontrol suhu belum diatur >> Hal ini bisa diselesaikan dengan mengatur suhu terlebih dahulu yang mungkin disebabkan karena analis lupa, sehingga bisa dibuatkan quik guide (panduan sederhana operasional water bath) yang diletakkan di dekat alat.
  • Elemen pemanasnya rusak >> Untuk mengatasi hal ini tentunya harus dilakukan penggantian elemen pemanasnya, disarankan menggunakan supplier perbaikan alat laboratorium, karena biasanya mereka lenbih mengetahui spesifikasi dari elemen yang mengalami kerusakan tersebut. Kerusakan pada elemen pemanas ini juga mengakibatkan respon peningkatan suhu yang lebih lambat dari biasanya (memanasnya lebih lambat)

Malasah 3 :

Suhu lebih tinggi dari yang diatur

Kemungkinan Penyebabnya :

Kontrol suhu rusak >> Hal ini bisa diselesaikan dengan mengubah kontrol suhu Jika diperlukan atau jika unit alat tersebut mempunyai fitur adjustment maka bisa dilakukan adustment, dan tentunya setelah kegiatan adjustment tersebut diperlukan kalibrasi water bath untuk memastikan bahwa adjustment tersebut sudah kita lakukan dengan benar.

Masalah 4 :

  • Sampel dihangatkan secara perlahan

Kemungkian penyebab :

Tangki kosong atau hanya berisi sedikit cairan >> Hal ini bisa diselesaikan dengan mengisi tangki dengan media (air atau yang lainnya) dengan volume yang disarankan.

Setelah melakukan perbaikan pada water bath (terutama yang berkaitan dengan elemen pemanasnya / kontroler) maka disarankan melakukan kalibrasi water bath untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara penunjukan nilai suhu pada display water bath tersebut dengan nilai yang ditunjukkan dengan standar. Jika teman-teman ingin melakukan kalibrasi water bath ini secara internal maka bisa juga menggunakan metode acuan AS 2853 : 1986 Australian Standard Enclosure Temperature Controlled – Performance Testing and Grading

Referensi :

www.youtube.com/watch?v=x6bynstLeEw

Mikropipet : Mengenal Fungsi, Jenis, Serta Ukurannya.

mikropipet adalah

Bagi teman-teman yang bekerja sebagai analis kimia / laboratorium fisika mungkin tidak semua bersinggungan dengan mikropipet, bahkan terkadang mereka bertanya apa yang dimaksud dengan mikropipet?

Mikropipet atau dikenal juga dengan istilah pipet mikro / pipet piston merupakan salah satu alat laboratorium yang banyak digunakan di laboratorium kesehatan / laboratorium biologi yang digunakan untuk mengambil larutan dalam jumlah yang kecil, biasanya kurang dari 1 ml hingga dalam satuan mikro. Seperti kita ketahui, memindahkan larutan dengan jumlah yang sedikit tentunya merupakan hal yang sulit dilakukan dan tidak bisa kita lakukan dengan alat laboratorium biasa seperti gelas ukur / pipet ukur / pipet volume, nah disinilah fungsi mikropipet tersebut.

Tingkat keakuratan dari mikropipet ini juga dapat kita ketahui dengan kemudahannya untuk dilakukan kalibrasi pada unit tersebut karena desain khusus yang sudah tersemat di dalamnya. Dan yang terpenting tentunya unit ini sangat mudah sekali cara penggunaannya dimana alat ini sudah memiliki tombol otomatis yang mampu menyedot cairan sesuai dengan ukuran yang sudah kita atur menurut kebutuhan, bahkan untuk saat ini sudah banyak kita jumpai mikro pipet dengan menggunakan display digital yang membuat kita mengetahui volume larutan yang diambil.

Jenis-Jenis Mikropipet

Fixed Volume Pipet

Jenis pipet ini tidak dapat dirubah ukuran volume larutan yang ingin kita ambil dimana masing-masing pipet sudah memiliki ukuran khusus yang tetap sehingga volume yang terambil oleh pipet jenis ini juga selalu tetap. Jika metode analisa di laboratorium membutuhkan larutan / sampel yang diambil jumlahnya selalu sama, maka mikro pipet jenis ini bisa dijadikan pilihan.

Variabel Volume Pipet

Jenis pipet ini memiliki berbagai rentang ukuran volume yang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan sehingga jenis miko pipet ini mempunyai kelebihan yaitu kita tidak memerlukan pipet dalam jumlah banyak ketika melakukan proses pengambilan larutan, jadi kita cukup mempunyai satu unit variable pipet yang bisa digunakan untuk mengambil cairan dengan berbagai ukuran volume, bahkan mencapai ukuran mikro sekalipun. Namun selain kelebihan tersebut, mikro pipet jenis ini mempunyai kekurangan dimana tingkat error yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis fixed pipet.

Macam-Macam Ukuran Mikropipet

Mikropipet P2

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 0,1 s/d 2 mikrolit. Tipe holdernya kecil sesuai dengan ukuran mikro tipsnya. Skala maksimal yang tertera 200 yang artinya 2,00 mikrolit.

Mikropipet P10

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 1 s/d 10 mikrolit. Skala maksimal yang tertera 100 artinya 10,0 mikrolit. Bagian tip holder mempunyai 2 adaptor yang bisa disesuaikan dengan mikrotip panjang atau pendek.

Mikropipet P100

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 20 s/d 100 mikrolit. Skala maksimal yang tertera 100 artinya 100 mikrolit. Ukuran tipe holdernya lebih besar sedikit dari P10.

Mikropipet P1000

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 100 sampai dengan 1000 mikrolit atau satu minggu kalau maksimal yang terserah 100 artinya 1000 mikrolit. Ukuran tip holdernya lebih besar dari mikropipet yang sudah dijelaskan diatas.

Mikropipet P5000

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 500 sampai dengan 5000 microlit. Skala maksimal yang tertera 500 artinya 5000 mikrolit. Bagian tip holder agak besar jadi harus ditambahkan filter.

Mikropipet P10 ml

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 1 s/d 10 mili. Skala maksimal yang tertera 100 artinya 10,0 mili. Hampir sama dengan mikropipet P5000, mikropipet ini juga mempunyai tip holder yang besar sehingga perlu di tambahkan filteragar mencegah larutan masuk ke dalam mikropipet dimana filter tersebut sudah termasuk dalam pembelian mikropipet ukuran besar.

Mikrotip

mikrotip

Mikrotip ukuran paling kecil yang digunakan pada mikropipet P2dan P10 mikrotip ini biasa disebut tip putih / white tip dimana ujungnya sangat runcing.

  • Mikrotips untuk mikropipet P100
  • Biasa disebut tip kuning atau Yellow tip
  • Mikrotip untuk mikropipet P1000
  • Biasa disebut dengan tip biru atau blue tip
  • Mikrotip untuk mikropipet P5 ml.
  • sedangkan untuk ukuran mikropipet 10 mili, Ukuran mikrotipnya lebih panjang

Bagian – Bagian Mikropipet

Berikut ini adalah contoh dari mikropipet dengan ukuran 1000 mikrolit, dimana informasi ini dapat kita lihat di bagian box kemasan seperti pada gambar dibawah ini

bagian-bagian mikro pipet

Berikut ini adalah bagian-bagiannya :

1. Pluger Button

Berfungsi sebagai pompa untuk menarik cairan.

2. Injector Arm

Berfungsi untuk mendorong mikrotip agar terlepas dari mikropipet

3. Penunjuk Skala

COntoh skala 100 yang berarti 1000 mikrolit

4. Thumbwhell / Volumen Adjsutment Knob

Berfungsi untuk mengatur cairan yang akan distransfer, misalnya kita mau mengambil cairan sebanyak 750 mikrolit, maka skala kita atur sehingga menunjukkan skala yang kita harapkan, misalnya : 075, kemudian kita pasang mikrotip (perhatikan juga cara memegang mikropipet seperti pada gambar dibawah) dengan cara memasukkan mikropipet ke dalam mikrotip yang kemudian kita hentakkan di dalam rak mikrotip, jika dirasa belum kencang kita bisa menekan lagi bagian mikrotip nya namun perlu diperhatikan untuk tidak menyentuh bagian ujungnya.

Langkah-Langkah Penggunaan Mikropipet

cara menggunakan mikropipet

  • Tekan Pluger Botton
  • Masukkan mikrotip yang sudah terpasang di dalam mikropipet ke dalam cairan yang akan diambil (pastikan posisi mikrotip minimal setengahnya di dalam cairan).
  • Lepas plugger Button
  • Masukkan mikrotip ke dalam wadah, kemudian tekan pluger button untuk mengeluarkan cairan
  • Bersihkan alat setelah digunakan.

Kalibrasi Mikro Pipet

kalibrasi mikro pipet

Jika kita berbicara mengenai kalibrasi mikro pipet tentunya tidak bisa dilepaskan dari standar ISO 8655-2:2002 Piston-operated volumetric apparatus — Part 2: Piston pipettes, dimana standar ini menjelaskan diantaranya MPE (Maximum Permiable Erro) dari mikropipet tersebut, tipe mikropipet, single channel dan multi channel piston pipet, dll.

Banyak teman-teman di industri sering bertanya, apakah kalibrasi mikro pipet ini perlu dilakukan, mengingat dari pabrikan sudah terseting fixed volume. Jika kita merujuk ke standar kualitas misalnya ISO 9001 tetunya unit ini wajib dikalibrasi untuk memastikan tingkat keakuratannya apakah masih dalam batas toleransi / MPE (Maximum Permiable Erro) yang ditetapkan. Unit alat mikropipet barupun disarankan untuk untuk dikalibrasi, karena terkadang hasil kalibrasi mikropipet ini bisa out of specs, sehingga customer bisa mengembalikan unit tersebut ke vendor / suplier tempat membeli unit tersebut untuk dilakukan adjustment sebelum kemudian dilakukan kalibrasi ulang.

Hasil penelitian “East Coast Pharma 1998 – 2003” menyatakan bahwa 35 % pipet yang dikalibrasi keluar dari toleransi, sehingga penting sekali dilakukan kalibrasi mikropipet ini.

Berapa Sebaiknya Interval Kalibrasi Mikropipet?

ORA – LAB 5.5 FDA Attachment B “Equipment Calibration of Verification Requirement” menyebutkan bahwa “volumetric delivery device, mechanical pipets and burets” direkomendasikan untuk dikalibrasi minimal setiap 6 bulan. Hal ini bisa kita maklumi karena mikropiet tersebut menggunakan piston yang mungkin bisa aus sehingga dari sisi interval kalibrasinyapun relatif cepat. Namun jika kita merujuk ke review oleh Ralph Bertermann dalam Application note “Pipet Quality Control : A Microliter of Prevention..” yang diterbitkan “American Biotechnology Laboratory” Juni 2004 merekomendasikan kalibrasi sesuai prosedur terdokumentasi diikuti check secara periodik untuk memastikan performa dari pipet yang digunakan. Atau dengan kata lain interval kalibrasi dikembalikan ke user karena mereka dianggap yang paling memahami terkait dengan frekuensi pemakain mikropipet tersebut serta toleransi yang diijinkan yang telah mereka tetapkan.

Referensi :

www.solutions.pipette.com/micropipette/