Barometer dan 4 Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Udara

Barometer dan 4 Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Udara

Tekanan udara bersama dengan temperatur dan kelembaban udara merupakan unsur penting dalam cuaca. Sebelum kita membahas mengenai tekanan udara tersebut ada beberapa hal yang harus kita pahami terlebih dahulu agar kita lebih mudah memahami konsep dari tekanan udara serta jenis barometer yang digunakan sebagai alat ukur tekanan udara tersebut.

Perbedaan Massa dengan Berat

perbedaan massa dan berat

Jika dalam bahasa sehari-hari mungkin kedua hal ini dianggap sama, namun secara ilmiah massa dan berat merupakan 2 hal yang berbeda.

Apa bedanya?

Massa seperti kita ketahui satuannya itu gram, kilogram, dll. Massa suatu benda akan sama jika ditempatkan dimanapun, baik itu di bumi, di bulan, di mars dll.

Namun beratnya akan berbeda.

Kenapa?

Karena berat merupakan gaya (gaya berat) yang dipengaruhi nilai gravitasi.

Bagaimana menghitung gaya berat ?

W = m x g

Dimana :

W = Berat
m = Massa
g = Gravitasi

Mungkin sebagian dari kita sudah mengenal hukum 2 Newton

F = m x a

F = Gaya
m = Massa
a = Percepatan

Dari persamaan diatas :

Gaya kita hitung sebagai gaya berat

Percepatannya adalah percepatan gravitasi.

Berikut ini ilustrasi terkait dengan definisi gaya dan berat diatas.

Mialnya ada astronot dari bumi membawa kardus yang isinya buku masanya di bumi adalah 10 kg.

Nah jika astronot tadi mengangkat buku tersebut di bumi dan di bulan beratnya akan berbeda.

Kenapa?

Karena gravitasinya bumi lebih besar daripada gravitasi bulan sehingga berat benda tersebut akan lebih berat di bumi dibandingkan di bulan meskipun memiliki massa yang sama.

Konsep dasar ini penting karena kita akan belajar mengenai pengertian tekanan udara, dimana dalam ilmu fisika tekanan didefinisikan sebagai gaya persatuan luas.

Karena yang kita pakai adalah gaya maka yang kita gunakan adalah gaya berat dimana satuannya bukanlah gram atau kilogram tapi satunya adalah Newton (N).

Perbedaan Densitas dan Tekanan

Densitas (ρ) = massa / volume

Nah di dalam atmosfer ada yang namanya densitas udara, jika kita mengacu pada rumus diatas,

Densitas udara = massa udara per satuan volume

Ketika berbicara satuan volume berarti bentuknya tiga dimensi.

Nah kalau

Tekanan = F / A

Dapat dilihat pembaginya adalah A (luas penampang) yang berarti bentuknya dua dimensi.

Dapat dilihat juga dalam rumus jika densitas berkaitan dengan massa namun untuk tekanan berkaitan dengan gaya berat.

Kembali lagi ke pembahasan tekanan atmosfer.

Di atmosfer densitas udara akan turun seiring dengan bertambahnya ketinggian, karena massa bendanya akan tetap sama tetapi semakin ke atas lapisan atmosfer udaranya akan berkurang.

Seperti kita ketahui, udara di atmosfer terdapat partikel-partikel seperti nitrogen, oksigen, uap air dll dimana nitrogen, oksigen tersebut juga memiliki Massa (bisa dilihat di tabel periodik unsur).

Dengan satuan volume yang sama, semakin keatas akan semakin berkurang karena partikel udara (partikel nitrogen, oksigen, ozone) lebih banyak terkonsentrasi di atmosfer bagian bawah karena adanya gravitasi yang menarik ke bawah.

Satuan tekanan udara yang sering digunakan adalah atm, mmHg, Pa, Hpa, dll. Untuk melakukan konversi satuan tekanan udara tersebut bisa melalui website berikut :

https://www.climate4life.info/2022/05/kalkulator-konversi-tekanan-udara.html

satuan tekanan udara adalah

Hal-Hal yang Mempengaruhi Tekanan di Udara

Ketinggian

 

Tekanan udara di suatu tempat akan dipengaruhi oleh ketinggian. Seiring dengan naiknya ketinggian maka tekanan udara akan menurun.

Tekanan = gaya persatuan luas

pengaruh ketinggian pada tekanan udara

Kita bayangkan ada yang namanya sebuah kolom udara di dua tempat yang berbeda

  • yang satu di tepi pantai ketinggiannya 0 meter diatas permukaan laut.
  • yang satunya lagi di gunung misalkan 1000 m diatas permukaan laut.

Di tempat yang 0 meter diatas permukaan laut tersebut misalnya, kita anggap penampangnya sama 1 m2.

Yang menekan penampang di tempat 0 meter tersebut adalah semua udara dari 0 meter sampai ke lapisan atmosfer paling atas.

Sedangkan yang gunung dengan ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut, yang menekan adalah udara dengan ketinggian 1000 m keatas.

Sehingga jumlah udara yang menekan di 0 meter diatas permukaan laut lebih besar daripada tekanan udara yang di puncak / 1000 meter diatas permukaan laut.

Maka bisa kita katakan bahwa seiring dengan naiknya ketinggian tekanan udara akan menurun.

Temperatur

Pada kondisi lain dalam keadaan konstan, maka jika ada dua tempat yang memiliki suhu udara yang berbeda, tempat dengan suhu udara yang lebih tinggi akan memiliki tekanan udara lebih rendah daripada tempat disekelilingnya yang suhunya lebih rendah.

Seperti kita ketahui, temperatur adalah besaran dari energi kinetik yang didapat dari Pergerakan molekul-molekul udara di atmosfer. Ketika temperatur tinggi pergerakannya molekul udaranya cepat sehingga cenderungnya memuai sehingga tekanan udaranya akan berkurang karena udaranya tidak diam di area itu saja.

Berbeda dengan suhu rendah /  dingin maka pergerakkan lebih lambat atau cenderung mengendap di satu tempat sehingga tekanan udaranya di tempat tersebut akan tinggi.

Sehingga bisa kita simpulkan jika dua tempat memiliki suhu udara yang berbeda, tempat yang suhunya lebih tinggi, tekanan udaranya akan lebih rendah dan tempat yang suhunya rendah, tekanan udaranya akan tinggi.

Kelembaban Udara

Pada kondisi keadaan lain konstan, Udara yang memiliki kelembaban udara tinggi akan memiliki tekanan udara yang rendah.

Seperti yang sudah disinggung diatas dimana udara terdiri dari berbagai macam molekul seperti nitrogen, oksigen. Kelembaban udara tersebut unsurnya adalah H2O dalam bentuk uap. Jika H2O nya tinggi maka unsur nitrogen, unsur oksigen dan yang lainnya akan lebih rendah.

Demikian juga sebaliknya, jika H2O  rendah maka unsur nitrogen, oksigen, unsur-unsur lainnya akan lebih dominan / tinggi.

Sementara massanya H2O ini dia lebih ringan daripada yang lainnya, maka ketika H2O nya / uap airnya tinggi, keadaan yang lainnya lebih rendah sehingga massanya jadi lebih ringan.

Atau dengan kata lain..

Kelembabannya tinggi >>> Massanya lebih ringan

Jika massanya lebih ringan maka gaya beratnya juga lebih ringan

Jika gaya beratnya lebih ringan maka tekanannya akan lebih lebih ringan juga.

Sehingga bisa kita simpulkan tempat yang kelembaban udara tinggi akan memiliki tekanan udara yang lebih rendah dibandingkan tempat yang kelembaban udaranya rendah.

Pengaruh Pergerakan udara

Pergerakan udara itu secara umum ada dua :

  1. Konvergensi yang artinya bertemu.
  2. Divergensi yang artinya saling menjauh.

Jika suatu wilayah menjadi tempat pertemuan udara maka udara di tempat tersebut akan banyak, molekulnya akan menumpuk di tempat tersebut sehingga tekanannya akan lebih tinggi

Sementara di wilayah yang menjadi tempat perpisahan / udara saling menjauh maka udara akan lebih kosong karena molekulnya pindah ketempat yang lain sehingga tekanannya akan menjadi lebih lebih rendah.

Pada tempat pertemuan udara atau konvergensi udara maka tekanan udara akan meningkat sementara tempat yang menjadi divergensi udara maka tekanan udara akan menurun / lebih rendah.

Alat Ukur Tekanan Udara

Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara adalah barometer. Alat ini mempunyai beberapa jenis antara lain :

  • Barometer air raksa.

barometer raksa

  • Barometer air.

Secara prinsip dan model kedua barometer diatas relatif sama namun ada sedikit perbedaan dimana media air yang digunakan relatif lebih ringan dibandingkan dengan air raksa sehingga ketinggian bisa mencapai 10 meter.

  • Barometer aeroid / logam.

kalibrasi barometer

Barometer ini terbuat dari logam dan ukurannya relatif kecil.

Di dalam unit barometer logam terdapat sebuah kotak logam yang berisi udara dengan tekanan sangat rendah.

Apakah Kalibrasi Barometer Harus Dilakukan?

Tekanan udara merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil kalibrasi khususnya dalam hal kalibrasi volumetrik, baik itu kalibrasi buret laboratorium, labu ukur, gelas ukur, dll. Sehingga untuk mendapatkan hasil kalibrasi yang valid, kalibrasi balometer sebagai alat ukur tekanan udara ini juga harus dilakukan.

Semoga bermanfaat.

Referensi :

Belajar Bareng Majid

 

Pengukuran Intensitas Cahaya dengan Menggunakan Lux Meter

Pengukuran Intensitas Cahaya dengan Menggunakan Lux Meter

Intensitas cahaya merupakan salah satu parameter yang harus kita pantau dalam lingkungan kerja. Sedemikian pentingnya parameter ini sehingga ada beberapa regulasi yang mengaturnya, sebut saja :

  • Permenaker nomor 5 Tahun 2018 : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.
  • Permenkes 70 Tahun 2016 : Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri.
  • Permenkes 48 Tahun 2016 : Peraturan Menteri Kesehatan tentang Standar Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Perkantoran.

Nah pada postingan kali ini kita akan belajar mengenai pengertian intensitas cahaya, contoh standar pencahayaan di kantor, dan lux meter sebagai alat ukur intensitas cahaya dari bagian-bagian alatnya, cara penggunaanya, sampai ke contoh pengukuran intensitas cahaya di ruangan.

Pengertian cahaya

Cahaya merupakan energi berbentuk gelombang dan sangat membantu kita untuk melihat. Cahaya juga merupakan dasar ukuran meter dimana 1 meter jarak yang dilalui cahaya melalui vakum pada 1/299.792.458 detik (kecepatan cahaya dikuatkan sebesar 299.792.458 meter per detik).

Tiga sumber pencahayaan berdasarkan pengukurannya :

  • Pencahayaan lokal

Penerangan di tempat objek kerja baik merupakan meja kerja maupun peralatan dimana intensitasnya kita ukur secara individu terhadap cahaya yang masuk di ruang tersebut.

  • Pencahayaan umum

Penerangan di seluruh area tempat kerja. Untuk ruang yang tidak teratur, misal adanya penghalang dan susunan lampu tidak teratur, maka titik-titik pengukuran acak dan banyak. Sedangkan untuk ruang yang teratur maka titik penguburannya berdasarkan luas ruangan.

Pencahayaan umum di seluruh area tempat kerja. Pencahayaan umum penerangan ini objek bukan di satu ruangan namun di banyak ruang. jadi kita itu bisa membandingkan cahaya yang masuk pada masing-masing ruangan tersebut

  • Pantulan cahaya atau reflektan

Pantulan cahaya yang diukur dengan cara membandingkan intensitas cahaya pantulan dengan intensitas sumber cahaya lokal.

Jenis Pencahayaan

  • Pencahayaan Alami

Sesuai namanya, sumber cahaya yang digunakan untuk pencahayaan alami ini adalah sinar matahari, dan tentunya untuk mendapatkan cahaya dari sinar matahari ini kita memerlukan dinding kaca, jendela, dll. Meskipun mempunyai keuntungan dapat mengurangi energi listrik, pencahayaan alami ini juga dianggap tidak seefektif dari pencahayaan buatan karena mempunyai intensitas yang tidak tetap.

  • Pencahayaan Buatan

Pencahayaan jenis ini berasal dari sumber cahaya selain sinar matahari. Dianggap lebih efektif digunakan di lingkungan kerja terutama untuk lokasi yang tidak adapat dijangkau oleh pencahayaan alami.

Pencahayaan buatan berdasarkan SNI 03-6197-2000 meliputi hal-hal berikut ini :

    1. Pencahayaan darurat
    2. Pencahayaan untuk fasilitas olahraga dalam ruangan.
    3. Pencahayaan untuk bidang kedokteran
    4. Pencahayaan untuk museum, galeri, dan monument
    5. Pencahayaan di siaran TV, bioskop, presentasi audio visual

Pengertian intensitas cahaya

satuan intensitas cahaya

Intensitas cahaya adalah kuat cahaya yang dikeluarkan oleh sebuah sumber cahaya ke arah tertentu. Alat yang digunakan untuk mengukur besarnya intensitas cahaya ini adalah lux meter.

Intensitas cahaya merupakan salah satu dari 7 besaran pokok yang telah kita bahas di artikel pengertian pengukuran sebelumnya. Satuan intensitas cahaya adalah Candela (Cd).

Pada umumnya cahaya memiliki 4 faktor yang dapat mempengaruhi kualitas pencahayaan :

  • Kontras
  • Silau
  • Refleksi cahaya
  • kualitas warna cahaya

Standar Pencahayaan Di Perkantoran

Untuk melakukan pekerjaan yang baik, tentunya kita juga membutuhkan pencahayaan yang sesuai dengan standar. Pencahayaan yang berlebih ataupun kurang tentunya akan berakibat buruk pada kesehatan pekerja.

Dampak dari Pencahayaan yang Kurang, antara lain :

  1. Pandangan yang kabur.
  2. Pusing.
  3. Mata memerah dan berair.
  4. Menurunnya ketajaman visual, kepekaan kontras serta kecepatan persepsi.
  5. Menurunnya kekuatan akomodasi.

Sedangkan dampak dari Pencahayaan berlebih / silau , antara lain :

  1. Bekerja tidak nyaman
  2. Susah untuk melihat
  3. Mata cepat lelah
  4. Mata sakit
  5. dll

Permenkes 48 Tahun 2016 tentang standar K3 perkantoran memuat standar pencahayaan di perkantoran tersebut dengan nilai sebagai berikut :

standar intensitas cahaya di perkantoran

Pada satuan diatas tertulis Lux, dimana satuan ini digunakan untuk menghitung kekuatan cahaya, atau jumlah cahaya yang bersinar pada permukaan tertentu.

Lux = Lumen / m2.

Dimana lumen merupakan satuan flux cahaya yang dipancarkan dalam satuan unit sudut padatan oleh suatu sumber dengan intensitas cahaya yang seragam satu candela.

Lux Meter : Alat Ukur Intensitas Cahaya

Bagi perusahaan yang menerapkan sistem manajemen K3, tentunya tidak asing lagi dengan alat ini, karena pastinya pengukuran tingkat penerangan di ruangan kerja di kontrol secara berkala apakah masih memenuhi standar yang telah ditentukan.

Seperti alat ukur pada umumnya, lux meter juga dapat kita temukan dalam tipe analog maupun digital. Alat ini mempunyai 3 bagian utama yaitu layar panel, sensor dengan sel foto, dan rangka. Dalam penggunaannya sensor alat tersebut diletakkan pada sumber cahaya yang ingin diukur intensitasnya.

Prinsip kerja lux meter adalah cahaya yang menyinari sel foto dalam bentuk energi akan diteruskan oleh sel foto menjadi arus listrik. Sensor alat ini menggunakan photo diode yang termasuk dalam jenis sensor optic yang mampu mendeteksi perubahan cahaya dari sumber cahaya, bias cahaya yang mengenai area tertentu, atau pantulan cahaya.

Kekuatan arus ini akan semakin besar jika cahaya yang diserap semakin banyak dimana hasil pengukuran intensitas cahaya ini akan ditampilkan pada layar / display alat.

Bagian-Bagian Alat Lux Meter

bagian bagian lux meter

Untuk membahas bagian-bagian lux meter ini, kita menggunakan unit Digital Lux Meter VICTOR 1010C dengan tampilan seperti gambar dibawah ini.

  • Tombol ON / OFF

Sebagaimana alat ukur lainnya, tombol ini berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan unit.

  • Tombol Range

Tombol ini untuk memilih rentang ukur yang akan kita gunakan. Jika kita tekan tombol ini secara berurutan akan menunjukkan rentang ukur yang dapat kita pilih yaitu :

200 > 2000 > 20000 > 200000 > AUTO.

Jika kita memilih auto artinya rentang ukur akan dipilih secara otomatis berdasarkan intensitas sinar yang diukur.

  • Display

Pada bagian display ini kita dapat melihat dari informasi seting dan hasil pengukuran.

  • Sensor

Bagian yang mungkin bisa dianggap paling penting karena berfungsi sebagai sensor untuk menangkap cahaya yang akan diukur. Karena bersifat sensitif makan disarankan untuk selalu membersihkannya dengan tissue serta dijaga supaya tidak terkena air.

  • Tombol Hold

Tombol ini berfungsi untuk mengunci hasil pengukuran dengan cara menekan tombol tersebut 1 x.

Cara Menggunakan Lux Meter

Berikut ini adalah tahapan menggunakan Digital Lux Meter VICTOR 1010C :

  1. Tekan tombol ON / OFF sehinbgga display menyala
  2. Tekan tombol range sesuai dengan rentang pengukuran yang akan dilakukan, atau pilih AUTO.
  3. Hadapkan sensor lux meter dengan posisi horisontal ke sumber cahaya yang akan diukur.
  4. Baca data hasil pengukuran pada layar
  5. Selesai

Prosedur Perawatan Lux Meter

  1. Jangan menyimpan atau mengoperasikan lux meter pada temperatur dan kelembaban yang tinggi.
  2. Jaga kebersihan disk plastik putih pada sensor lux meter
  3. Lakukan kalibrasi lux meter secara berkala untuk menjaga keakuratan alat. Untuk melakukan kalibrasi lux meter tersebut bisa menggunakan laboratorium kalibrasi yang sudah terakreditasi KAN.

Pengukuran Intensitas Pencahayaan di Tempat Kerja

Pada pengukuran ini, acuan yang digunakan adalah SNI 7062 : 2019 yang berjudul “Pengukuran intensitas pencahayaan di tempat kerja”.

Sebelum melakukan pengukuran pastikan alat lux meter sudah dalam kondisi terkalibrasi dan unit alat berfungsi dengan baik.

  • Siapkan juga meteran untuk mengukur dimensi ruangan dimana pengukuran akan dilakukan.
  • Siapkan formulir pengukuran.
  • Penentuan titik pengukuran
    1. Luas ruangan < 50 m2, 1 titik pengukuran mewakili area maksimal 3 m2.
    2. Luas ruangan 50 m2 s/d 100 m2, minimal 25 titik pengukuran.
    3. Luas ruangan > 100 m2, minimal 36 titik pengukuran.

Catatan : Untuk titik pengukuran merupakan titik temu antara dua garis diagonal panjang dan lebar ruangan.

  • Lakukan pengukuran dengan menggunakan lux meter
    1. Pada titik yang telah ditentukan.
    2. Ketinggian sensor alat 0.8 meter dari lantai.
    3. Pengukuran pada titik yang sama sebanya 3 x.
    4. Catat hasil pengukuran pada formulir yang telah disediakan.
    5. Hitung hasil rata-rata pengukuran.

Harga Lux Meter Digital

harga lux meter digital

Harga lux meter digital VICTOR 1010C dipasaran relatif murah, bahkan hasil survey kami di beberapa marketplace unit ini bisa kita dapatkan pada kisaran harga 400 ribu s/d 700 ribu rupiah. Lebih murah dibandingkan dengan biaya kalibrasi lux meter itu sendiri.

Semoga bermanfaat.

Sumber gambar :

www.builder.id/lux-meter/

Pengertian TDS Meter dan Beberapa Contoh Aplikasi Penggunannya

Pengertian TDS Meter dan Beberapa Contoh Aplikasi Penggunannya

Seperti kita ketahui, air merupakan salah satu kebutuhan dasar makluk hidup baik itu untuk kebutuhan konsumsi atau sebagai habitat sehingga kualitas air ini juga benar-benar harus kita perhatikan. Banyak parameter baik itu parameter kimia atau fisika yang harus dipenuhi air tersebut supaya air tersebut dinyatakan sesuai dengan penggunaannya. Beberapa diantaranya adalah pH, konduktivitas, jumlah padatan terlarut / TDS, dll. Pada postingan ini kita akan belajar mengenai pengertian TDS berikut dengan cara menggunakan dan kalibrasi TDS meter sebagai alat ukurnya.

Pengertian Total Dissolved Solid (TDS) dan Total Suspended Solid (TSS)

Pemahaman dasar padatan tersuspensi dan padatan terlarut sangatlah diperlukan ketika kita berbicara mengenai parameter TDS di dalam air. Untuk mempermudah penjelasan mengenai kedua hal terebut bisa kita ilustrasikan melalui gambar dibawah ini.

perbedaan tds dan tss

 

 

Misalnya kita mempunyai sebuah larutan (contohnya : air keruh / air limbah). Jika kita kita lihat dengan seksama, maka di dalam air keruh tersebut bisa kita lihat pertikel-partikel kecil yang melayang. Partikel-Partikel yang melayang tersebut dinamakan sebagai partikel tersuspensi.

Sehingga bisa dikatakan di dalam larutan tersebut (air keruh / air limbah) terdapat 2 padatan, yaitu :

  • Padatan tersuspensi

Partikel padatan yang sangat kecil / sangat halus dan stabil yang menyebabkan partikel tersebut tidak bisa mengendap ke bawah, karena ukurannya yang kecil / halus maka partikel tersebut hanya melayang-layang di dalam larutan. Berat partikel tersebut tidak cukup berat (sangat ringan) untuk mengendap ke bawah dari permukaan air. Kita mengenal padatan tersuspensi ini dengan sebutan Total Suspended Solid (TSS).

  • Padatan terlarut

Padatan yang larut di dalam larutan tersebut, misalnya di dalam larutan tersebut terdapat padatan NaCl atau padatan garam. Seperti kita ketahui, garam dapat larut dengan mudah di dalam air. Kita mengenal padatan terlarut ini dengan sebutan Total Dissolved Solid (TDS).

Dan penjumlahan kedua padatan diatas adalah total padatan.

Jadi

Padatan tersuspensi + Padatan terlarut = Total Padatan (Total Solid)

Padatan Tersuspensi / Total Suspended Solid (TSS)

tds meter adalah

 

Misalnya kita mempunyai larutan dengan partikel-partikel yang halus dan sangat kecil. Lalu sebenarnya kenapa partikel-partikel kecil ini bisa melayang-layang dan tidak turun kebawah?

Jika kita ilustrasikan dengan memperbesar ukuran partikel halus dan sangat kecil tersebut, maka ada beberapa gaya yang bekerja pada partikel tersebut, yaitu :

  1. Gaya grafitasi
  2. Gaya apung
  3. Gaya Tolak menolak dan tarik menarik antara partikel satu dengan yang lainnya.

Karena beratnya sangat kecil dan massanya sangat ringan, maka tidak menyebabkan partikel kecil ini turun kebawah sebagai akibat gaya gravitasi, serta naik ke permukaan karena gaya apung sehingga tetap melayang di dalam larutan.

Ketika partikel-partikel tersebut melayang dan bertemu dengan partikel-partikel yang lain, maka partikel tersebut mempunyai kestabilan, dimana partikel tersebut tidak tolak-menolak ataupun tarik menarik sehingga menyebabkan partikel tersebut tetap melayang.

Lalu mungkin muncul pertanyaan, bagaimana cara memisahkan padatan yang melayang-layang tersebut?

Yaitu kita buat partikel yang halus tersebut bertambah beratnya, dengan cara menggabungkan partikel yang halus tersebut dengan partikel yang halus lainnya dengan cara memecah kestabilan dimana pada partikel tersebut tidak ada gaya tarik menarik dan tolak menolak yaitu dengan memberi senyawa koagulan.

Jadi koagulan tersebut kita masukkan ke larutan dan berfungsi untuk memberi muatan-muatan tertentu (muatan negatif) pada partikel tersebut sehingga partikel tersebut tidak stabil dan bisa saling bergerak serta memungkinnya adanya tabrakan dari satu partikel dengan yang lainnya.

Ketika terjadi tabrakan maka partikel-partikel halus tersebut akan menempel satu dengan yang lainnya sehingga menyebabkan bobot partikel-partikel yang menempel tersebut lebih berat dari gaya apungnya sehingga lama kelamaan akan mengendap.

Peristiwa / proses bertemunya partikel-partikel halus yang tidak stabil tersebut kita kenal dengan istilah proses flokulasi. Rangkaian proses diatas disebut proses koagulasi dan flokulasi.

Nah pertanyaan selanjutnya, bagaimana kita menghitung partikel-partikel yang kecil dan melayang tersebut dan bagaiman juga menghitung partikel-partikel yang terlarut?

Kenapa Pengukuran TDS dan TSS Penting?

Salah satu aplikasi yang paling luas penggunaa TDS adalah untuk pengecekan kualitas air di perairan. Nilai total padatan tersuspensi (TSS) sering dikaitkan dengan kekeruhan air (yang biasa diukur dengan menggunakan alat ukur turbidimeter). Jika total padatan tersuspensi (TSS) tinggi dan air keruh maka cahaya matahari tidak akan menembus air dengan baik, sehingga tanaman dan alga sulit tumbuh.

Hal tersebut pada akhirnya dapat mengurangi produktivitas (jumlah kehidupan tumbuhan dan hewan yang di perairan sungai atau danau) dan pembentukan oksigen. Banyaknya tanah dan lumpur di dalam air juga dapat menyumbat insang ikan dan dapat mengubur telur ikan.

Total padatan terlarut (TDS) termasuk mineral terlarut dan garam dalam air. Akibatnya, TDS sering terkait erat dengan konduktivitas, salinitas, alkalinitas. Kebanyakan ikan air tawar tidak dapat bertahan pada TDS tinggi karena mereka tidak dapat beradaptasi dengan air asin (asin) seperti halnya ikan laut.

fungsi tds meter

TDS Meter – Alat Ukur Total Dissolved Solid (TDS)

Konsep mengenai padatan tersuspensi (TSS) dan padatan terlarut (TSS) sudah dijelaskan di atas, lalu pertanyaannya bagaimana cara mengukur TDS tersebut?

TDS meter adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengukur total padatan ataupun partikel yang terlarut dalam air. Satuan dari TDS adalah ppm atau mg/L. Total padatan terlarut dalam suatu air ini akan berpengaruh terhadap makluk hidup yang mengkonsumsi misalnya, ikan dan tanaman.

Bagi manusia, semakin tinggi TDS dalam air yang mereka konsumsi maka semakin besar kemungkinan kontaminan berbahaya yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Tingkat Kontaminan Maksimum TDS untuk konsumsi manusia menurut The U.S. EPA’s adalah 500 ppm.

Contoh TDS Meter – TDS3

tds2 tds meter murah

Salah satu alat TDS yang banyak digunakan digunakan adalah TDS-3. Alat ini mempunyai rentang pengukuran TDS dari 0 s/e 9990 ppm (mg/L) dengan akurasi kurang lebih 2 % dan menggunakan bateray 2 x 1.5 V sebagai dayanya dengan ketahanan 1000 jam.

Berikut ini adalah bagian-bagian dari TDS 3 tersebut.

cara menggunakan TDS meter

  • Battery compartment
  • LCD Screen
  • Hold Button
  • Temp Button
  • Power Button
  • Water level limit
  • Sensor

Cara Menggunakan TDS Meter – TDS3

  1. Buka protective cap
  2. Nyalakan TDS meter dengan menekan tombol ON / OFF
  3. Celupkan TDS meter ke dalam air / larutan yang diukur maksimal di tanda batas (2″)
  4. Aduk secara perlahan alat TDS meter untuk menghilangkan gelembung udara
  5. TUnggu sampai display stabil (kurang lebih 10 detik), kemudian tekan tombol “hold” untuk melihat hasil pembacaan
  6. Jika display alat berkedip dengan menunjukkan simbol “x10” maka kalikan hasil pembacaan dengan nilai 10.

Catatan :

  • Jangan mencelupkan TDS meter melebihi “water level limit”
  • Jangan menyimpan unit TDS meter pada temperatur yang tinggi atau terkena langsung paparan sinar matahari.

Harga TDS Meter TDS3

Untuk sebuah alat ukur, TDS3 bisa kita dapatkan dengan harga yang sangat terjangkau. Berikut ini adalah beberapa gambaran harga dari TDS3 tersebut yang kami ambil dari Mablanja google.

harga tds meter tds3

Kalibrasi TDS Meter

standar untuk kalibrasi tds meter

Seperti halnya instrumen ukur lainnya, Kalibrasi TDS meter juga harus dilakukan untuk menjaga keakuratan pembacaan alat. Terlebih lagi satuan TDS tersebut sangat kecil yaitu ppm. Kalibrasi TDS meter dilakukan dengan menggunakan standar NaCl 342 ppm.

Mengingat harga unitnya yang relatif murah, terkadang biaya kalibrasi tds tersebut jauh lebih mahal. Sehingga lebih disarankan untuk melakukan kalibrasi internal. Yang perlu kita lakukan adalah memastikan bahwa personel yang melakukan sudah memiliki kompetensi dan telah mengikuti pelatihan kalibrasi supaya tidak menjadi temuan pada saat audit sistem manajemen.

Prinsip Kerja dan Bagian-Bagian Tachometer (Alat Ukur RPM)

harga tachometer mobil untuk alat ukur rpm

Parameter RPM merupakan salah satu parameter yang banyak terdapat di dalam industri. Berikut ini adalah secara umum beberapa aplikasi tachometer sebagai alat ukur RPM di berbagai macam industri tersebut antara lain di bidang otomotif, perkapalan, Mesin Mekanis dll. Di artikel berikut kita akan sedikit membahas mengenai prinsip kerja, bagian-bagian, serta cara kalibrasi tachometer tersebut.

Pengertian Tachometer Sebagai Alat Ukur RPM

Tachometer adalah alat yang dirancang untuk mengukur kecepatan putaran dari objek yang bergerak, unit ini juga dikenal sebagai alat penghitung revolusi, penghitung putaran, pengukur RPM, atau hanya sebagai ‘tach’ saja.

Tachometer digunakan pada pengukuran kecepatan motor, misalnya : kecepatan poros engkol motor / mesin lainnya dan banyak ditemukan di industri otomotif dan penerbangan.

Berikut ini adalah beberapa contoh tujuan pengukuran RPM di dalam industri otomotif :

  • Pengukuran kecepatan putaran mesin, seperti yang kita tahu tachometer biasanya ditampilkan di dashboard mobil. Nilai tersebut memberi tahu pengemudi kapan harus memindahkan gigi dengan memperhitungkan kecepatan rotasi poros sehingga mesin tidak mudah rusak.
  • Kecepatan rotasi suatu roda / rol, kipas, turbin, dll.
  • Kecepatan perjalanan pada konveyor.
  • Pengukuran panjang suatu produk misalnya : kawat, produk lembaran, dll.

Prinsip Kerja Tachometer (Alat Pengukur RPM)

Electronic Tachometer
Mechanical Tachometer

Electronic Tachometer

Merupakan jenis tachometer modern dimana alat ini menampilkan pembacaan digital dan terkadang dilengkapi fitur kemampuan penyimpanan data. Alat ini menunjukkan Kecepatan (RPM) suatu mesin dengan mengukur rotasi poros mesin perangkat menyerupai generator listrik yang bervariasi sesuai dengan kecepatan putaran mesin tersebut dan kemudian arus listrik yang dihasilkan tersebut dikonversi ke dalam satuan RPM yang ditampilkan kepada pengguna melalui layar LED atau LCD.

Mechanical Tachometer

Mechanical tachometer bekerja dengan memanfaatkan ketergantungan gaya sentrifugal pada massa yang berputar pada kecepatan rotasi. Gaya ini dapat menekan atau meregangkan pegas mekanis.

Beberapa Jenis Tachometer

Contact Tachometers
Non-Contact Tachometers
Laser Tachometers
Optical Tachometers
  • Contact Tachometer

Contact tachometer dalam pengukurannya kecepatan (RPM) nya memerlukan kontak dengan objek yang berputar. Alat ini bekerja dengan menggunakan encoder optik atau sensor magnetik, tergantung pada model / tipe tachometer tersebut. Perlu diperhatikan jika menggunakan tachometer tipe ini, Kontak langsung dengan poros atau komponen yang berputar harus dijaga untuk mencapai pembacaan yang akurat.

  • Non Contact Tachometer

Non Contact Tachometer dapat melakukan pengukuran RPM tanpa memerlukan kontak langsung dengan objek. Alat ini bekerja dengan menggunakan laser atau cahaya inframerah dan sangat ideal untuk digunakan dengan objek berbahaya dan sulit diakses.

  • Laser Tachometer

Laser Tachometer menampilkan laser pada bagian ujung alat yang dapat diarahkan ke objek yang berputar untuk mengukur kecepatan (RPM) melalui fungsi pembacaan langsung. Laser tachometer ini adalah jenis Non Contact tachometer dan ideal untuk digunakan di area yang sulit diakses, seperti ruang sempit atau untuk pemeriksaan mesin-mesin industri. Laser Tachometer memiliki jarak pendeteksian yang bervariasi tergantung pada tipenya namun secara umum adalah 1 – 2 meter.

  • Optical Tachometer

Optical Tachometer merupakan sensor optik yang digunakan untuk mengukur kecepatan rotasi roda, motor, atau poros. Alat ini menggunakan laser atau sinar cahaya untuk mengukur RPM dan juga mampu mengukur perbedaan frekuensi cahaya yang dipantulkan.

Bagian-bagian tachometer / Alat Pengukur RPM

Gambar diatas merupakan salah satu tipe tachometer, secara tampilan mungkin bisa berbeda dengan brand dan tipe yang lainnya namun paling tidak bisa memberi gambaran umum bagian-bagian dari alat tachometer.

  1. Penyalur putaran (Roda Idler) 6 Inch
  2. Tip sentuh cekung
  3. Tip sentuh cembung
  4. Pemanjangan (lengthening) bar
  5. Penyalur putaran (Roda Idler) 0.1 m
  6. Bantalan pengukuran
  7. Tombol pindah mode yang berfungsi untuk berpindah ke mode pengukuran satu ke yang lainnya, kita diberikan pilihan dengan 5 mode pengukuran dari 0 s/d 5
  8. Tombol pengukuran, tekan tombol ini untuk melakukan pengukuran
  9. Tombol penyimpanan data.
  10. Tombol Backlight dan HOLD komposit, yang berfungsi untuk mengaktifkan dan menonaktifkan lampu background.
  11. Tombol Plus, tekan tombol ini jika ingin menambahkan jumlah penyimpanan.
  12. LCD / Layar
  13. Tombol Power, untuk menghidupkan atau mematikan unit alat.
  14. Masimum dan minimum, untuk menampilkan nilai max, min, dan rata-rata dari pengukuran.
  15. Penyimpan data dan baca data, Untuk membaca nilai kecepatan RPM sesuai dengan nomer yang tersimpan.
  16. Tombol Minus, untuk mengurangi jumlah penyimpanan data.

Untuk fungsi dari dan cara operasional dari masing-masing tombol diatas tentunya bisa dilihat lebih lengkap di manual book alat.

Beberapa Aplikasi Tachometer di Industri

Tachometer dapat digunakan dalam berbagai aplikasi di berbagai industri dan lingkungan. Aplikasi umum dapat mencakup :

  • Kendaraan dan otomotif, Tachometer yang digunakan di dalam kendaraan memungkinkan pengemudi untuk memilih gigi yang paling sesuai dengan kecepatannya sehingga alat ini bermanfaat untuk mengoptimalkan kinerja dan melindungi mesin dari panas berlebih, pelumasan yang tidak mencukupi, dan menyebabkan keausan yang tidak perlu pada komponen di dalam sistem.
  • Kapal dan kendaraan laut, Tachometer juga dapat digunakan alat ukur RPM mesin kapal / perahu yang bermanfaat untuk memantau kecepatan mesin dan menginformasikan keputusan seputar kinerja dan konsumsi bahan bakar.
  • Laboratorium, pengujian dan pengukuran, misalnya suatu bahan raw material bisa dilarutkan dengan unit alat homogenizer dengan kecepatan berapa RPM? dimana nilai kecepatan ini bisa kita ukur dengan menggunakan tachometer.
  • Pemeliharaan dan operasi mesin industri, misalnya suatu mesin filling diperkirakan menghasilkan produk finished good sejumlah 300 botol per menit, maka hal tersebut bisa diverifikasi dengan menggunakan tachometer untuk memastikan kebenarannya.

Cara Menggunakan Tachometer

cara menggunakan tachometer
  1. Nyalakan alat yang akan diukur dengan menggunakan tachometer, tunggu hingga kecepatannya stabil.
  2. Pasang lengthening bar dan pit pada tachometer
  3. Nyalakan unit alat tachometer dengan menekan tombol ON/OFF
  4. Pilih mode pengukuran kecepatan (bisa menggunakan mode default)
  5. Dekatkan tachometer ke obyek yang berputar sehingga pit bersentuhan dengan obyek yang diukur tersebut, lakukan secara hati-hati dan tetap pastikan keselamatan kerja.
  6. Tekan tombol pengukuran untuk membaca hasilnya.

Catatan : Beberapa Penyebab Kesalahan Pengukuran dengan Tachometer adalah Ketidakstabilan pusat titik laser / berpindah-pindah area yang di sorot.

Cara Merawat Tachometer

Seiring dengan berjalannya waktu, alat ukur terkadang mengalami gejala kerusakan, berikut ini adalah beberapa kerusakan yang terkadang kita temui di tachometer.

  • Display / layar mati

Biasanya dipengaruhi salah satunya umur alat, kerusakan ini bisa dilakukan penggantian pada displaynya / memeriksa koneksi kabel-kabelnya apakah ada yang terputus / berkarat.

  • Pembacaan tidak akurat

Bisa dilakukan pemeriksaan pada sirkuit kabel hingga ke sumber daya dan bagian engine control unit dan pastikan dilakukan kalibrasi tachometer tersebut setelah dilakukan perbaikan.

Jika bagian enginering di perusahaan teman-teman mengalami kesulitas untuk melakukan perbaikan kerusakan pada tachometer ini, maka bisa menggunakan jasa layanan service alat laboratorium.

Cara Kalibrasi Tachometer

Standar Untuk Kalibrasi Tachometer
Tahapan Kalibrasi Tachometer

Seperti kita ketahui, tachometer digunakan untuk memverifikasi kecepatan motor berputar yang menghasilkan produk tertentu atau memantau proses tertentu. Dengan kecepatan yang ditentukan tersebut tentunya kita harapkan produk yang dihasilkan berkualitas dan sesuai standar.

Setiap motor memiliki bagian yang bergerak yang tentunya tidak dapat dilepaskan dari keausan sehingga perlu dipantau terus-menerus. Dengan dasar tersebut maka kalibrasi tachometer sebagai alat pengukurnya perlu dilakukan secara berkala.

  1. Nyalakan Fluke 754, Pilih the source function
  2. Tekan tombol Frequency / Hz
  3. Set the voltage to 2V and Set the Waveform to a square wave
  4. Tekan done.
  5. Hubungkan LED menggunakan konektor the connector pada port dibawah source (lihat gambar 5). (a pair of connecting probes can be used also).
  6. Tekan tombol frequency ( Hz)
  7. Atur rentang frequency (contohnya : 60 Hz)
  8. Tekan enter
  9. Pada tahap ini LED akan menyala, arahkan tachometer ke lED dengan jarak kurang lebih 3 s/d 5 inchis
  10. Tunggu sampai pembacaan stabil (cuplik 3 data pengamatan)
  11. Ubah rentang frekuensi dan ulangi langkah 6 s/d 9

Berikut ini adalah video dari mengenai cara kalibrasi tachometer, dimana dalam video tersebut diberikan contoh untuk unit yang dikalibrasi adalah Amprobe Tach20 dengan standar yang digunakan adalah Fluke 754 Process Calibrator.

Sumber Video :

https://calibrationawareness.com/digital-tachometer-calibration-procedure-non-contact-type-using-fluke-754-process-calibrator 

 

Semoga bermanfaat

Cara Membaca dan Menghitung Mikrometer Sekrup Beserta Contohnya

Mikrometer sekrup merupakan salat satu alat ukur dimensi yang banyak kita temui baik di dalam industri maupun di dalam dunia pendidikan. Kegunaan dan fungsi mikrometer sekrup adalah untuk mengukur panjang, diameter luar, dan ketebalan suatu benda yang mempunyai ukuran cukup kecil seperti benda lempeng baja, aluminium, diameter suatu kabel, kawat, tebal suatu kertas, dll.

Desain yang sederhana, penggunaan yang mudah, harga yang relatif murah serta tingkat ketelitian mikrometer 0.01 mm (seperseratus milimeter) s/d 0.001 mm (seperseribu milimeter) menjadikan alat ini banyak digunakan untuk pengukuran material pada aktivitas inspeksi (quality control) sehingga bisa menyatakan bahwa meterial tersebut masih dalam rentang toleransi spesifikasi ataupun sudah tidak layak untuk di luluskan (out of specs).

Pada artikel ini kita akan sedikit membahas mengenai bagian-bagian, cara menggunakan, cara membaca hasil pengukuran, serta metode kalibrasi mikrometer sekrup yang sering digunakan sebagai acuan.

Macam-Macam Mikrometer Sekrup :

Mikrometer luar / Out Side Mikrometer

Out Side Mikrometer

Mikrometer luar adalah mikrometer yang digunakan untuk mengukur diameter luar. mikrometer jenis ini paling banyak digunakan / paling sering kita temui di lapangan.

Mikrometer Dalam / Inside Micrometer

inside micrometer

Mikrometer dalam digunakan untuk mengukur diameter dalam seperti diameter lubang. mikrometer dalam dibagi menjadi dua yaitu mikrometer jangka dan mikrometer batang

Mikrometer Kedalaman / Depth Mikrometer

Depth Mikrometer

 

Mikrometer kedalaman digunakan untuk mengukur kedalaman lubang alur atau profil bertingkat.

Bagian-Bagian Mikrometer Sekrup :

bagian-bagian mikrometer sekrup

  • Frame atau Rangka

Bagian bingkai / rangka / sering disebut juga bagian frame berbentuk seperti huruf C ataupun huruf U terbuat dari bahan logam yang tahan panas, tebal dan kuat karena bertujuan agar dapat meminimalkan terjadinya peregangan yang dapat mengganggu proses pengukuran sebuah benda.

  • Anvil / Poros Tetap

Bagian ini mempunyai fungsi untuk menahan sebuah benda saat akan diukur.

  • Spindel / Poros Gerak

Spindel merupakan sebuah silinder yang dapat digerakkan menuju poros tetap / anvil mikrometer

  • Luck Nut / Pengunci

Bagian ini memiliki fungsi untuk menahan poros gerak agar tidak bergerak saat proses pengukuran sebuah benda

  • Sleeve / Skala Utama

Bagian ini merupakan tempat terletaknya skala utama dalam satuan milimeter

  • Thimble / Skala Putar

Thimbel merupakan tempat skala nonius atau skala putar

  • Rachet Knob

Bagian ini berfungsi untuk memutar spindel atau poros gerak sesaat ujung poros gerak tersebut sudah dekat dengan benda yang akan diukur, serta digunakan untuk mengencangkan poros gerak atau spindel sampai terdengar bunyi suara. Untuk memastikan bahwa ujung poros gerak sudah menempel dengan sempurna dengan benda yang akan diukur maka raket knob tersebut diputar sebanyak 2/3 putaran.

Cara Menggunakan Mikrometer Sekrup Dengan Mudah

Berikut ini adalah 5 tahapan yang harus diperhatikan dalam menggunakan mikrometer sekrup.

  1. Pastikan pengunci alat ukur mikrometer dalam keadaan terbuka
  2. Lakukan pengecekan, pada posisi poros tetap (anvil) dan poros geser (spindel) bertemu, apakah bagain skala utama dan skala noniusnya menunjukkan angka nol
  3. Buka rahang alat ukur mikrometer dengan cara menggerakkan pemutar kearah kiri hingga benda yang akan di ukur dapat masuk ke dalam rahang
  4. Letakkan benda yang akan diukur di antara poros tetap (anvil) dan poros geser (spindel), lalu tutup kembali rahang sampai menjepit benda yang akan diukur
  5. Putar pengunci sehingga pemutar tidak bisa bergerak lagi, setelah itu ukur atau hitunglah nilai panjang, tebal, lebar, ataupun diameter suatu benda yang diukur menggunakan mikrometer sekrup tersebut.

Bagaimana Cara Membaca Mikrometer Sekrup

ketelitian mikrometer sekrup adalah

Berikut ini adalah tahapan / cara membaca mikrometer sekrup pada kegiatan pengukuran.

  1. Membaca skala utama (baik skala atas dan bawah), skala utama yang dibaca adalah skala yang terlihat paling akhir. Untuk skala atas setiap satu skala bernilai 1 mm dan skala bawah bernilai 0,5 mm .
  2. Membaca skala nonius, dimana skala nonius yang dibaca adalah skala yang paling mendekati atau lurus dengan garis tengah skala utama kemudian dikalikan dengan 0,01 mm.
  3. Menghitung hasil pengukuran dengan persamaan :

Skala Utama Atas (NU atas) + Skala Utama Bawah (NU bawah) + Skala Nonius

Untuk lebih memahami tahapan diatas, berikut ini adalah contoh cara membaca mikrometer sekrup :

Contoh 1 :

contoh cara membaca mikrometer sekrup
Pada gambar diatas, dapat dilihat bahwa

  • Skala Utama Atas (NU Atas) = 11
  • Skala Utama Bawah (NU Bawah) = 0 (Dapat dilihat bahwa tidak terdapat skala bawah yang terlihat setelah skala atas), sehingga skala utama yang bawah terbaca adalah nol
  • Skala nonius = 16, kita kalikan dengan 0,01 = 0.16 mm. Skala nonius yang kita baca adalah skala yang lurus dengan garis tengah skala utama.

Cara Menghitung Mikrometer Sekrup :

Dari pembacaan skala pada gambar diatas, maka dapat dihitung hasil pengukuran adalah :

Skala Utama Atas (NU atas) + Skala Utama Bawah (NU bawah) + Skala Nonius

11 mm + 0 mm + 0,16 mm = 11,16 mm

Contoh 2

cara menghitung mikrometer sekrup
cara menghitung mikrometer sekrup
  • Skala Utama Atas (NU Atas) = 5
  • Skala Utama Bawah (NU Bawah) = 0.5
  • Skala nonius = 30 x 0,01 = 0,30

Hasil pengukuran = 5 + 0.5 + 0.30 = 5.80 mm

Cara Membaca Mikrometer Sekrup Ketelitian 0.001 mm

cara menggunakan mikrometer analog

Pada gambar diatas dapat kita lihat pengukuran sebuah bola dengan sebuah mikrometer den rentang pengukuran 0 s/d 25 mm dengan resolusi 0.001 mm. Untuk mikrometer sekrup dengan resolusi 0.001 mm ini mempunyai 2 skala nonius, yaitu skala nonius untuk 0.01 mm dan untuk 0.001 mm.

kalibrasi mikrometer sekrup

 

Jika skala mikrometer sekrup tersebut kita perbesar kurang lebih seperti pada gambar dibawah ini :

 mikrometer sekrup adalah

Tahapan untuk menghitung hasil pengukurannya adalah sebagai berikut :

Tahap 1 :

Hitung skala utama, dapat dilihat hasilnya adalah 4.5 mm.

Tahap 2 :

Lihat skala nonius yang seperseratus (0.01 mm) yang berhimpit dengam garis utama skala utama, hasilnya adalah 37 x 0.01 = 0.37 mm.

Tahap 3 :

Lihat skala nonius seperseribu (0.001 mm) yang berhimpit dengan skala nonius yang seperserataus (0.01 mm), hasilnya adalah 9 x 0.001 = 0.009 mm

Hasil pengukurannya adalah :

Nilai Tahap 1 + Nilai Tahap 2 + Nilai Tahap 3

4.5 mm + 0.37 mm + 0.009 mm = 4.879 mm

Latihan Membaca Hasil Pengukuran Mikrometer Sekrup Secara Online

Tentunya untuk mengukur dan membaca hasil pengukuran dengan menggunakan mikrometer tersebut jika sering dilatih maka akan semakin cepat dan tepat juga. Untuk simulasi tersebut bisa kita lakukan secara online dengan cara sebagai berikut :

Kunjungi situs https://www.olabs.edu.in/ sehingga muncul tampilang homepage seperti pada gambar dibawah ini.

 

Kemudian klik bagian physics sehingga muncul icon-icon alat ukur seperti pada gambar dibawah ini.

kemudian pilih screw gauge sehingga muncul tampilan halaman berikut ini

Kemudian pilih tab simulator sehingga muncul tampilan gambar seperti dibawah ini.

simulasi penggunaan mikrometer sekrup secara online

Pada halaman ini kita diberikan beberapa pilihan, yaitu :

Point A : pilihan ketelitian mikrometer sekrup adalah 0.01 mm atau 0.005 mm

Point B : pilihan kita ingin mengukur apa, apakah lead shoot, wire, glass plate, atau irreguler lamina, jika kita memilih salah satu dari pilihan tersebut, maka simbol gambarnya akan muncul di point C.

Point C : simbol gambar pada pilihan point B, jika simbol tersebut kita klik maka akan masuk pada bagian rahang mikrometer sekrup antara anvil dan spindel.

Point D : klik simbol panah atas untuk menggerakkan spindel mendekati benda ukur, atau klik panah bawah untuk menggerakkan spindel menjauhi benda ukur.

Point E : gambar pada point E ini akan muncul jika spindel pada mikrometer sekrup sudah menyentuh benda ukur.

Point F : masukkan hasil pembacaan mikrometer sekrup berdasarkan gambar pada point E.

Point G : tekan tombol check untuk mengetahui apakah hasil pembacaan benar / salah

Point H : Tekan tombol reset untuk kembali ke pengukuran semula.

Metode Kalibrasi Mikrometer Sekrup

Mengingat tingkat akurasi mikrometer sekrup ini terbilang tinggi (bahkan sampai seperseribu), maka tentunya diperlukan kalibrasi untuk tetap mengetahui tingkat akurasinya. Metode kalibrasi mikrometer sekrup yang biasa digunakan adalah :

JIS B 7502:1994 : Micrometer callipers : Untuk kalibrasi outside Micrometer, Inside Micrometer, Micrometer Head, Gear tooth Micrometer  dan JIS B 7520:1981  untuk Indicating micrometers

Dan tentunya personel yang melakukan harus sudah mendapatkan training kalibrasi terlebih dahulu.

Semoga bermanfaat.

Referensi :

www.youtube.com/watch?v=37eWVBcUWHo

www.youtube.com/watch?v=PWULcCVdHNI

Prinsip Kerja & Contoh Penggunaan Ultrasonic Thickness Gauge

ultrasonic thickness gage

Thickness Gauge adalah alat yang digunakan untuk mengukur ketebalan suatu material dengan cepat dan mudah. Instrument ini banyak digunakan di berbagai macam industri manufakture untuk membantu memastikan ketebalan material apakah sesuai dengan standar / spesifikasi yang telah ditentukan. Di dalam industri, paling umum kita mengenal digital thickness gauge dan ultrasonic thickness gauge, kedua alat ini mudah sekali kita temui. Nah, pada artikel ini kita akan membahas mengenai ultrasonic thickness gauge baik dari sejarah penemuan, prinsip kerja, contoh aplikasinya, serta metode kalibrasi ultrasonic thickenss gauge itu sendiri.

Sejarah Penemuan Ultrasonic Thickness Gauge

 

Pada tahun 1967 seorang insinyur dari katowice polandia bernama wermer sobek yang menciptakan ultasonic thickness gauge. Pada awalnya, thickness gauge ini ditujukan untuk pengukuran pada gelombang yang dipancarkan oleh sampel yang telah ditentukan, kemudian perhitungan dilakukan dengan sebuah mikrometer dari kegiatan pengukuran kecepatan tersebut dengan persamaan matematika.

2 Sensor tranduser yang terdapat pada ultrasonic thickness gauge adalah piezoelektrik dan EMAT dimana kedua sensor ini dapat memancarkan gelombang suara yang menuju material. Adapun besarnya frekuensi dari sensor tranducer tersebut sebelumnya harus ditentukan. Ultrasonic thickness gauge biasanya menggunakan frekuensi 5 MHz.

Prinsip Kerja Ultrasonic Thickness Gauge

 

Prinsip Kerja Ultrasonic Thickness Gauge adalah menggunakan gelombang suara untuk mengukur ketebalan suatu sampel dengan mengukur lamanya waktu yang dibutuhkan suara tersebut untuk melakukan perjalanan melalui sampel dan kembali ke unit tersebut dengan karakteristik kecepatan konstan.

Alat ini banyak digunakan dalam industri plastik maupun logam untuk melakukan pengukuran ketebalan permukaannya karena metode pengukurannya non destructive. RUmus yang digunakan pada alat ini adalah :

cara kerja ultrasonic thickness gauge

Fungsi Ultrasonic Thickness Gauge

 

Salah satu fungsi ultrasonic thickness gauge adalah untuk mengukur berbagai macam substrat, contoh aplikasinya adalah untuk memantau kehilangan ketebalan karena korosi atau erosi pada substrat tersebut. Alat ini dirancang untuk mengukur ketebalan substrat logam (besi tuang, baja, dan aluminium) dan non-logam (keramik, plastik, dan kaca).

Ultrasonic Thickness Gauge mempunyai beberapa keunggulan antara lain pemeriksaan yang relatif cepat untuk pengukuran ketebalan struktur logam serta mampu memberikan peta ketebalan detail dari permukaan yang dipindai. Bisa dikatakan pengukuran dengan menggunakan ultrasonic thickness gauge adalah cara yang paling efisien untuk memantau efek erosi atau korosi.

Saat ini banyak perusahaan yang menggunakan metode inspeksi non-destruktif untuk meminimalkan masalah keselamatan, sebagai bentuk kepatuhan hukum / peraturean, serta mengurangi frekuensi perbaikan yang lebih besar dari sisi biaya.

Kegunaan ultrasonic thickness gauge lainnya adalah pada aplikasi kelautan yang memiliki risiko signifikan terhadap kegagalan komponen-kompenen di bagian kapal akibat korosi atau erosi yang tidak terdeteksi.

Kita ambil contoh komponen baling-baling kapal jika tidak kita pantau ketebalannya secara berkala, dan telah terlanjur mengalami kerusakan karena korosi, Dampak yang mungkin terjadi adalah penurunan efisiensi baling-baling kapal tersebut, yang berarti tenaga mesin bisa menjadi berkurang serta adanya peningkatan turbulensi (getaran) yang pada akhirnya mengakibatkan penurunan kecepatan maksimum dan peningkatan konsumsi bahan bakar untuk kapal itu sendiri.

Hal tersebut tentunya akan berdampak kerugian yang sangat besar, karena jadwal pelayaran bisa tidak tepat, konsumen bisa menjadi kecewa, dan bisa berdampak ke citra perusahaan itu sendiri, dll. Lebih jauh lagi, Baling-baling yang rusak tersebut tentunya juga akan mencemari ekosistem di dalam air laut yang bisa mengakibatkan adanya tuntutan hukum.

Kegunaan lain dari ultrasonic thickness gauge adalah digunakan untuk mendeteksi adanya retakan, cacat / lubang, inspeksi de-laminasi komposit, dan evaluasi sambungan las dari 2 logam atau brazing.

Pengaruh Erosi dan Korosi Pada Ketebalan Substrat

 

Erosi adalah proses dimana lapisan pelindung atau substrat terkikis oleh gesekan yang dihasilkan dari interaksi mekanis berulang.

Korosi adalah proses dimana substrat dan sifat-sifatnya rusak atau aus oleh aksi atau perubahan kimiawi. Pada logam, kerusakan yang dikaitkan dengan korosi paling sering disebabkan oleh proses oksidasi.

Dengan ultrasonic thickness gauge, pengukuran yang akurat dapat dilakukan pada ketebalan dinding yang tersisa dari substrat, pipa, bejana tekan, tangki penyimpanan, boiler atau peralatan lain yang rentan terhadap erosi atau korosi. Jika dalam batasan suhu permukaan 150 ° C (300 ° F) dari pengukur, sebagian besar inspeksi dapat dilakukan pada saat peralatan sedang berjalan, sehingga menghindari hilangnya waktu produksi.

Meskipun banyak peralatan industri yang terpengaruh oleh erosi dan korosi, atmosfer laut merupakan salah satu lingkungan korosi yang paling agresif. Dimana laju korosi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air laut, kelembaban (diukur dengan thermohigrometer), angin (diukur dengan anemometer), suhu, kontaminan di udara, dan organisme biologis.

Erosi juga umum terjadi pada kelautan karena abrasi dari dampak air dan partikel kontaminasi, turbulensi dalam cairan berkecepatan tinggi, dan tekanan gelombang yang dihasilkan oleh gelembung udara. Erosi tidak hanya mempengaruhi substrat itu sendiri namun juga dapat merusak lapisan pelindung kapal, jaringan pipa, struktur lepas pantai, dan pabrik desalinasi merupakan infrastruktur yang sangat terpengaruh pada tingkat erosi dan korosi laut.

Tantangan Pengukuran Dengan Ultrasonic Thickness Gauge

kalibrasi ultrasonic thickness gauge

Ketika mengevaluasi efek erosi dan korosi pada berbagai macam substrat, tujuan utamanya adalah untuk mengukur sisa ketebalan substrat secara non-destruktif. Tergantung pada aplikasinya (yaitu ukuran area yang akan diukur), pengambilan sampel yang cepat dan pencatatan data mungkin diperlukan.

Tantangan lain pada penggunaan ultrasonic thickness gauge ini adalah untuk mendapatkan pengukuran yang akurat pada substrat dengan permukaan kasar atau melengkung seperti tangki dan pipa.

Selain pengukuran substrat, cara untuk menentukan ketebalan lapisan yang diterapkan untuk melindungi substrat dari penanganan dan elemen lingkungan mungkin diperlukan.

Contoh Produk Ultrasonic Thickness Gauge

cara menggunakan ultrasonic thickness gauge

PosiTector UTG ultrasonik sangat ideal untuk pengukuran non-destruktif ketebalan substrat baja antara 1 dan 125 mm (0,040 dan 5,00″).

Gambar diatas adalah contoh penggunaan ultrasonic thickess gauge pada pengukuran baling-baling kapal dimulai dari ujung terdepan bilah baling-baling. Dengan mengukur di seluruh area kritis baling-baling, dimungkinkan untuk mengidentifikasi area mana yang telah mengalami erosi atau korosi yang signifikan.

PosiTector UTG memiliki beberapa kecepatan suara yang telah diprogram sebelumnya untuk substrat umum seperti baja 1018, stainless stell, aluminium, dan plastik. Operator dapat memilih substrat tertentu pada MENU ALAT atau membuat penyesuaian sederhana untuk ketebalan atau kecepatan suara yang diketahui.

Untuk memaksimalkan aplikasi penggunaan, PosiTector UTG memiliki rentang kecepatan suara 0,0492 hingga 0,393 mils / µs (1250 s/d 10000 m/s).

Spesifikasi lengkap unit ini bisa dilihat pada websitenya langsung.

https://www.defelsko.com/product-categories/ultrasonic-wall-thickness

Metode Kalibrasi Ultrasonic Thickness Gauge

standar kalibrasi ultrasonic thickness gauge

Seperti yang sudah diuraikan diatas, dampak dari pengukuran dari ketebalan substrat khususnya yang lebih mudah mengalami korosi dan erosi sangatlah penting, TIdak hanya berdampak pada produktifitas dan efisiensi saja, namun juga pada keselematan pengguna. Maka kalibrasi ultrasonic thickness gauge ini harus dilakukan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat.

Metode kalibrasi ultrasonic thicness gauge adalah ASTM E797-95 Standard Practice for Measuring Thickness by Manual Ultrasonic Pulse-Echo Contact Method, atau lebih mudahnya teman-teman bisa menggunakan layanan laboratorium kalibrasi.

Semoga bermanfaat.

Prinsip Kerja Turbidimeter Sebagai Alat Ukur Kekeruhan Air

Berbicara mengenai turbidimeter, tentunya tidak dapat dilepaskan dengan sifat kekeruhan air dimana sifat tersebut merupakan salah satu parameter penentu kualitas air. Kali ini kita akan belajar mengenai prinsip kerja, cara penggunaan, kisaran harga, serta cara kalibrasi turbidimeter yang digunakan untuk pemantauan parameter kekeruhan tersebut.

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang paling banyak dimanfaatkan oleh manusia, namun untuk dapat digunakan sesuai dengan penggunaannya maka air tersebut harus sesuai dengan baku mutu yang telah ditentukan. Terdapat beberapa macam parameter yang menentukan karakteristik air, antara lain :

  • Kekeruhan

Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkan oleh buangan industri.

  • Temperatur

Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut dimana kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobik yang mungkin terjadi.

  • Warna

Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran mikroorganisme, bahan-bahan tersuspensi yang berwarna dan ekstrak senyawa-senyawa organik serta tumbuh-tumbuhan.

  • Solid (zat padat)

Kandungan zat padat dapat menimbulkan bau busuk, juga dapat menyebabkan turunnya kadar oksigen terlarut. Zat padat dapat menghalangi penetrasi sinar matahari ke dalam air.

  • Bau dan Rasa

Bau dan rasa dapat dihasilkan oleh adanya organisme dalam air seperti alga serta oleh adanya gas yang terbentuk dalam kondisi anaerobik, dan oleh adanya senyawa-senyawa organik tertentu.

Selain parameter diatas, juga terdapat karakteristik kimia Air, antara lain :

  • pH

pH ini akan mempengaruhi rasa, korosifitas air dan efisiensi klorinasi. Beberapa senyawa asam dan basa lebih toxid dalam bentuk molekuler, dimana disosiasi senyawa-senyawa tersebut dipengaruhi oleh pH.

  • DO (Dissolved Oxygen)

Parameter ini mengindikasikan jumlah oksigen terlarut dadlam air yang berasal dari fotosintesa dan absorbsi atmosfer dan udara. Semakin banyak jumlah DO maka kualitas air semakin baik. Satuan DO biasanya dinyatakan dalam persentase saturasi.

  • BOD (Biological Oxygen Demand)

Parameter ini mengindikasikan banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan-bahan organik (zat pencerna) yang terdapat di dalam air buangan secara biologi. BOD dan COD digunakan untuk memoniktoring kapasitas badan air penerima.

  • COD (Chemical Oxygen Demand)

Parameter yang menunjukkan banyaknya oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik secara kimia.

  • Kesadahan

Kesadahan air yang tinggi akan mempengaruhi efektifitas pemakaian sabun, namun sebaliknya dapat memberikan rasa yang segar. Di dalam pemakaian untuk industri (air ketel, air pendingin, atau pemanas) adanya kesadahan air tidaklah dikehendaki. Kesadahan yang tinggi bisa disebabkan oleh adanya residu terlarut yang tinggi dalam air.

  • Senyawa Kimia

Senyawa-senyawa kimia yang beracun seperti adanya unsur Arsen (As) pada dosis rendah sudah menyebabkan racun terhadap manusia sehingga perlu pembatasan yang agak ketat ( 0.05 mg/l). Kehadiran besi (Fe) dalam air bersih akan menyebabkan timbulnya rasa dan bau logam yang dapat menjadi racun bagi manusia.

Mengapa Kekeruhan Air Perlu Diperiksa?

Kekeruhan dalam air terbuka dapat disebabkan oleh pertumbuhan fitoplankton. Kegiatan manusia yang mengganggu tanah, seperti konstruksi, dapat menyebabkan tingkat sedimen yang tinggi memasuki badan air selama hujan badai, akibat limpahan air hujan, dan menciptakan kondisi keruh pada air tersebut.

Pengertian Kekeruhan

Efek pemantulan cahaya digunakan sebagai dasar untuk mengukur keadaan air baku dengan skala NTU (nephelometrix turbidy unit) atau JTU (jackson turbidity unit) atau FTU (formazin turbidy unit). Kekeruhan ini disebabkan oleh adanya benda tercampur atau benda koloid dalam air.

Pengukuran kekeruhan adalah pengujian kunci dari kualitas air. Dalam air minum, semakin tinggi tingkat kekeruhan, semakin tinggi resiko terkena gangguan gastrointestinal / pencernaan.

Kontaminan seperti virus dan bakteri dapat menjadi melekat pada padatan tersuspensi. Padatan tersuspensi akan mengganggu disinfektan air dengan klorin karena partikel bertindak sebagai perisai untuk virus dan bakteri. Demikian pula padatan tersuspensi dapat melindungi bakteri dari sinar ultraviolet (UV) pada proses sterilisasi air.

Cara Menguji Kekeruhan Air

Ada beberapa cara praktis memeriksa kualitas air, yang paling langsung karena beberapa ukuran rendaman (yaitu, pengukuran kekuatan) cahaya saat melewati kolom sampel air, kekeruhan diukur dengan cara ini menggunakan alat yang disebut nephelometer dengan setup detektor ke sisi sinar. Satuan kekeruhan air dari nephelometer dikalibrasi disebut Nephelometeric Kekeruhahan Unit (NTU).

Kekeruhan di danau, waduk, saluran, dan laut dapat diukur dengan menggunakan secchi disk. Perbedaannya dengan turbidimeter, satuan secchi disk yang digunakan adalah cm (centi meter) berdasarkan hilangnya visuality / penampakan dari secchi disk ini. Secchi disk mempunyai warna dasar hitam putih.

Cara Menggunakan Secchi Disk Relatif Mudah yaitu :

  1. Pegang tali secchi disk dan turunkan secchi disk ke dalam air (Danau, waduk, laut, dll) secara perlahan sampai dengan secchi disk hilang dari pandangan.
  2. Ukur jarak hilang secchi disk tersebut dan catat pada data pengamatan.

Keunggulan secchi disk ini dibandingkan dengan alat ukur lainnya adalah penggunaannya yang mudah serta harganya yang relatif murah untuk pemantauan kekeruhan sungai, laut, dll. Namun mempunyai kekurangan penggunaannya yang relatif terbatas serta terkadang pada saat dilakukan pengukuran secchi disk ini mudah goyang karena relatif ringan sehingga pencuplikan datanyapun relatif lebih sulit.

Prinsip Turbidimeter (Alat Ukur Kekeruhan Air)

 

prinsip kerja turbidimeter kekeruhan air

Prinsip kerja turbidimeter adalah alat ini akan memancarkan cahaya pada media atau sampel, dan cahaya tersebut akan diserap, dipantulkan atau menembus media tersebut. Cahaya yang menembus media pengukuran akan diukur dan ditransfer dalam bentuk angka.

Jika seberkas cahaya dilewatkan melalui sampel keruh, intensitasnya dikurangi dengan hamburan dan jumlah cahaya yang tersebar tergantung pada konsetrasi dan distribusi ukuran partikel.

Turbidimeter merupakan alat yang digunakan untuk pengujian kekeruhan air, misalnya : air hujan, air sungai, air keran, dll.

Cara Menggunakan Turbidimeter

  1. Sambungkan turbidimeter degan sumber arus listrik dan diamkan selama kurang lebih 15 menit.
  2. Seting turbidimeter sehingga angka yang tertera pada display menunjukkan angka 0
  3. Lakukan pengukuran larutan standar dan sesuaikan nilai yang terdisplay pada turbidimeter dengan cara memutar tombol pengatur hingga nilai yang tertera pada display sesuai dengan nilai larutan standar.
  4. Masukkan sampel pada tempat pengukuran sampel yang ada pada turbidimeter
  5. Baca skala pengukuran kekeruhan (disarankan melakukan pembacaan dengan replikasi 3 x).

Contoh Hasil Pengukuran Turbidimeter

contoh hasil pengukuran turbidimeter

Tabel diatas adalah contoh hasil pengukuran dengan menggunakan turbidimeter (3 x pengulangan). Dapat dilihat bahwa nilai turbidimeter air hujan lebih besar dibandingkan dengan air sungai atau air keran, hal ini menandakan bahwa sampel air hujan lebih keruh dibandingkan dengan kedua sampel lainnya.

Cara Kalibrasi Turbidimeter

larutan standar kalibrasi turbidimeter

cara kalibrasi turbidimeter dengan mudah

sama halnya dengan instrumen pengukur lainnya, kalibrasi turbidimeter ini juga tetap harus dilakukan supaya pembacaan sampel yang kita lakukan tetap akurat. Untuk melakukan kalibrasi turbidimeter, menggunakan larutan standar dengan beberapa nilai NTU, contohnya :

  • 0 NTU
  • 0.02 NTU
  • 200 NTU
  • 500 NTU
  • 1000 NTU

Tahapannya adalah :

  1. Kita bersihkan terlebih dahulu botol standar yang akan digunakan untuk kalibrasi
  2. Masukkan botol standar ke dalam tempat sampel, kemudian tekan CAL.
  3. Maka unit alat turbidimeter akan menunjukkan nilai sesuai dengan larutan standar turbidimeter
  4. Lakukan kalibrasi turbidimeter untuk nilai standar yang lainnya.

Harga Turbidimeter

Harga unit alat turbidimeter tentunya tergantung dari merk dan tipenya, namun secara kasar kita sudah dapat mendapatkan turbidimeter model portabel dalam kisaran harga 3 juta s/d 15 juta rupian, dan tentunya harga turbidimeter yang tipe benchtop relatif lebih mahal.

Berikut ini adalah contoh harga dari beberapa turbidimeter dari beberapa marketplace.

harga turbidimeter murah

 

Sumber Referensi :

www.atlas-scientific.com/blog/how-turbidity-is-measured/

Termokopel Tipe K Ditinjau Dari Warna Kabel dan Voltasenya

gambar termokopel

Suhu merupakan salah satu parameter yang paling luas penggunaannya baik itu di dalam kehidupan sehari-hari, penelitian ilmiah, maupun di dalam industri. Banyak sekali peralatan bekerja berdasarkan parameter ini, sebut saja, oven, inkubator, mesin penangas, bahkan sampai heater mesin filling industri farmasi, dll. Alat ukur parameter suhu ini juga bermacam-macam, mulai dari termometer (raksa / alkhohol), thermohigrometer, infrared termometer (termometer gun), sampai dengan termokopel. Untuk termokopel sendiri masih terbagi lagi menjadi beberapa tipe, misalnya : termokopel tipe K, tipe J, tipe N, tipe S, dll. Nah pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai prinsip kerja termokopel, fungsi, harga, dll.

Pengertian Termokopel

Termokopel merupakan salah satu jenis sensor suhu yang berfungsi untuk mendeteksi adanya perubahan suhu pada suatu objek yang nantinya akan diubah menjadi energi elektrik dan dapat dibaca voltasenya dengan menggunakan multimeter. Data dari voltase inilah yang nantinya akan menjadi output untuk mengetahui berapa perubahan suhu yang terjadi pada suatu objek.

Prinsip Kerja Termokopel

prinsip kerja termokopel

Termokopel sangatlah mudah digunakan, yang perlu kita lakukan adalah kawat dari termokopel ini disambungkan dengan alat pendeteksi voltase. Misalnya di bagian ujung kawat pada gambar diatas diberi nyala api maka nanti voltasenya akan terbaca di multimeter. Aplikasi yang lebih luas di industri yaitu termokopel tersebut disambungkan dengan material solid dimana kawat termokopel disini berperan bukan sebagai penyambung, melainkan sebagai sensornya.

Prinsip kerja termokopel yaitu adanya perbedaan suhu di kedua ujung kawat termokopel yang membuat elektron dalam kawat tersebut bergerak dari daerah yang mempunyai suhu tinggi ke daerah yang suhu rendah. Sehingga pada ujung kawat yang disambungkan ke nyala api tadi dapat dibaca voltasenya.

Pada termokopel terdapat dua kawat berbeda yang disambungkan. Hal ini dikarenakan jika material dari kedua kawat sama maka tidak akan ada perbedaan elektronik yang dapat dideteksi sebagai voltase. Sama halnya dengan cara kerja baterai dimana kita dapat mengetahui voltase baterai tersebut dengan memasang multimeter pada kedua bagian kutub yaitu kutub positif dan negatif.

Nah karena ada perbedaan itu maka voltase dari baterai tersebut bisa terdeteksi / terbaca. Namun jika kita menyambungkannya hanya pada salah satu bagian kutub dari baterai tersebut maka voltase dari baterai tersebut itu tidak akan terbaca.

Jenis-Jenis Termokopel

jenis termokopel
Termokopel memiliki banyak jenis dimana setiap jenis atau tipe ini yang membedakan satu sama lain adalah bahan dari kawat atau konduktor yang menyebabkan rentang suhu yang bisa di deteksi atau terbaca oleh termokopel tersebut juga berbeda-beda. Selain itu sensitifitas dari termokopel tersebut juga berbeda-beda karena adanya perbedaan dari bahan konduktor.

Termokopel Tipe B

Bahan konduktor dari tipe B ini yaitu platinum dan rhodium yang bisa menjangkau suhu 1370 °C s/d 1700 °C. Termokopel tipe bisa mengukur suhu yang tinggi namun tidak bisa mengukur suhu yang rendah karena  tipe ini menjadi tidak sensitif ketika digunakan pada suhu rendah.

Termokopel Tipe E

Termokopel tipe ini digunakan pada rentang suhu antara 0 s/d 870 °C. Material yang digunakan dalam termokopel ini adalah Nickel Chromium / Constantan. Termokopel tipe E ini lebih stabil dibandingkan dengan tipe K sehingga sering dijadikan pilihan penggunaan.

Termokopel Tipe J

Termocouple ini sebaiknya digunakan pada suhu dibawah 750 °C karena akan terdegradasi dengan cepat pada pemakaian diatas 550 °C. Termokopel tipe J ini umumnya juga tidak digunakan dibawah suhu ambient karena akan terjadi kondensasi pada kabel yang menyebabkan karat.

Termokopel Tipe K

Termokopel tipe K merupakan jenis termokopel yang paling umum digunakan dalam berbagai industri, misalnya industri oil dan gas karena rentang ukur pembacaannya yang lebar serta harga yang relatif terjangkau. termokopel ini terkadang disebut dengan termokopel chromel – alumel.

Termokopel Tipe N

Termokopel jenis ini bisa digunakan untuk melakukan pengukuran suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan pada termokopel tipe K dan mempunyai repeatibility yang lebih bagus pada rentang suhu 300 °C s/d 500 °C. Tipe ini memberikan banyak keunggulan dibandingkan Tipe R & S dengan biaya hampir sepersepuluh, sehingga menjadi alternatif pilihan termokopel yang populer.

Termokopel Tipe R

Termokopel Tipe R mempunyai aplikasi yang sama dengan termokopel tipe S namun mempunyai kestabilan yang lebih baik dibandingkan dengan tipe S sehingga termokopel tipe ini cenderung digunakan sebagai referensi tipe S.

Termokopel Tipe S

Termokopel tipe S mempunyai keunggulan dapat digunakan pada suhu 1450 °C.

termokopel Tipe T

Termokopel tipe ini jarang digunakan untuk aplikasi industri dan cenderung digunakan di laboratorium.

Sekilas Tentang Termokopel Tipe K

tabel persyaratan termokopel tipe K

Termokopel tipe K mengacu pada sensor suhu yang mengandung chromel dan alumel yang memenuhi persyaratan output yang dinyatakan dalam standar ANSI/ASTM E230 atau IEC 60584 untuk termokopel tipe K.

Termokopel tipe K tersedia dalam 2 kode warna, yaitu konektor kuning atau konduktor kuning dan merah yang merujuk pada ANSI/ASTM E230, atau konektor berwarna hijau atau konduktor hijau dan putih seusai IEC 60584.

Termokopel tipe K umumnya memiliki rentang suhu -200 hingga 1260 °C (-326 hingga 2300 °F), namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

  • Jika digunakan untuk suhu di bawah 0 °C diperlukan bahan khusus untuk memenuhi akurasi yang ditentukan. Serta, batas kesalahan khusus tidak ditentukan untuk suhu di bawah 0 °C.
  • Batas suhu tertinggi yang disarankan untuk Termokopel Tipe K didasarkan pada ukuran konduktor yang digunakan seperti pada tampilan tabel dibawah ini

Rentang ukur termokopel tipe k

Sedangkan voltase termokopel tipe K adalah sbb

voltase termokopel tipe K

Fungsi Termokopel dalam Kegiatan Kalibrasi

Termocouple banyak digunakan dalam kegiatan kalibrasi enclosure, misalnya : kalibrasi inkubator, climatic chamber, oven, furnace dll dimana metode yang digunakan adalah AS 2853 : 1996 Enclosures—. suhu-controlled.

Pada kegiatan kalibrasi enclosure tersebut, termokopel diletakkan di posisi-posisi tertentu chamber / ruangan alat yang akan dikalibrasi. Dari aktivitas tesebut, kita akan mendapatkan temporal suhu, spacial suhu, dan overall suhu.

Kalibrasi Termokopel

Layaknya alat ukur pada umumnya, kalibrasi termokopel juga harus dilakukan untuk mengetahui nilai penyimpangan / koreksi dari termokopel tersebut sehingga kita salah dalam melakukan perhitungan pada kegiatan kalibrasi yang menggunakan standar termokopel tersebut.

Metode acuan kalibrasi termokopel adalah ASTM E 220 – 96 untuk kalibrasi termokopel pada rentang suhu 0 s/d 500 °C, dan ASTM E 230 – 93 untuk suhu diatas 500 s/d 1000 °C.

Temperatur Recorder Untuk Termokopel

Lutron BTM-4208SD

 

Termokopel ini tidak digunakan secara terpisah, namun ada alat ukur / temperatur recorder channel yang digunakan untuk mendisplay hasil pembacaan termokopel tersebut. Contoh temperatur recorder yang bisa teman-teman pertimbangkan sebelum melakukan pembelian adalah Lutron BTM-4208SD 12 channels Recorder.

Unit ini mempunyai 12 channel sehingga dalam melakukan pengukuran kalibrasi inkubator, oven, climatic chamber bisa dilakukan secara langsung secara bersamaan, karena untuk perlatan laboratorium tersebut biasanya memerlukan titik / thermpocouple dibawah 10 unit.

Sesuai dengan namanya yaitu recorder maka unit ini mempu merekam data secara real time dimana informasi yang akan tersimpan adalah tahun, bulan, tanggal, menit, dan detik.

Harga Termokopel Tipe K

harga termokopel tipe k

Harga termokopel tipe K dipasaran tentunya akan dipengaruhi dari bahan wire / kawat serta merk dari termokopel tersebut. Termokopel ini biasa dijual dalam gulungan, namun kita juga dapat melakukan pembelian hanya beberapa meter saja. Gambar diatas merupakan kisaran harga termokopel tipe K yang mungkin bisa teman-teman jadikan acuan.

Semoga bermanfaat.

Referensi :

www.omega.com/en-us/resources/k-type-thermocouples

www.controlandinstrumentation.com/resources/thermocouple-types.html

3 Macam Alat Ukur Kualitas Air Dalam Aplikasi Budidaya Ikan

kualitas airAir merupakan salah satu anugerah alam terbesar yang dapat digunakan untuk kehidupan manusia, sehingga kita harus senantiasa menjaga kelestariannya. Namun karena adanya aktivitas manusia, air dapat menjadi tercemar. Pencemaran air terjadi karena masuknya atau dimasukkannya suatu zat, energi, atau benda lain ke dalam air sehingga menyebabkan kualitas air menjadi berkurang dan tidak dapat dipergunakan sesuai dengan peruntukannya. pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang parameter uji kualitas air baik parameter fisika, kimiia, biologi, serta salah satu ulasan alat ukur kualitas air lengkap dengan spesifikasi dan fitur-fiturnya.

Banyaknya unsur pencemar yang masuk ke dalam air dinyatakan sebagai beban pencemaran. Air mempunyai kemampuan untuk menampung beban pencemaran sehingga air dapat tercemar dan tidak dapat dipergunakan sesuai dengan peruntukannya. Kualitas air ditentukan oleh baku mutu kualitas air, dimana parameter baku mutu tersebut digunakan sebagai ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang harus ada dan atau unsur pencemar yang memiliki batas toleransi di dalam air.

Mutu Air

Mutu air menunjukkan kondisi kualitas air yang diukur dan atau diuji berdasarkan parameter-parameter tertentu dengan metode tertentu yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mutu air ditentukan berdasarkan pada penggolongan air sesuai dengan peruntukannya. Air digolongkan dalam kelas air menurut peringkat kualitas air yang dinilai masih layak untuk dimanfaatkan bagi peruntukan tertentu.

Tingkat kondisi mutu Air ini dinyatakan sebagai status mutu air yang menunjukkan kondisi tercemar atau kondisi baik pada sumber air dalam waktu tertentu dengan membandingkan baku mutu air yang telah ditetapkan. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 air diklasifikasikan menjadi 4 kelas :

Kelas 1

Air kelas satu merupakan air yang peruntukannya dapat digunakan sebagai air baku air minum dan atau peruntukan lain yang dipersyaratkan mutu air yang sama dengan penggunaan air tersebut

Kelas 2

Air kelas 2 merupakan air yang peruntukannya digunakan sebagai sarana atau prasarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, dan untuk mengairi tanaman. Air kelas 2 juga dapat digunakan untuk peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama penggunaannya.

Kelas 3

Air kelas 3 digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, untuk mengairi tanaman dan atau peruntukan lain yang dipersyaratkan dalam mutu air yang sama pada kegunaan tersebut.

Kelas 4

Air kelas 4 merupakan air yang peruntukannya hanya yang untuk mengairi tanaman dan atau peruntukan lain yang dipersyaratkan dalam mutu air yang sama untuk kegunaan tersebut

Note :

Penggolongan air tersebut diatas tentunya berbeda dengan mutu / kualitas air yang digunakan untuk industri farmasi (purified water / water for injection)

4 Parameter Kualitas Air

Parameter fisika

Parameter fisika kualitas air meliputi :

  • Warna
  • Kecerahan
  • Bau
  • Temperatur
  • Kekeruhan
  • Padatan tersuspensi
  • Padatan terlarut dan material sampah

Parameter Biologi

Ada dua parameter biologi yang digunakan untuk menentukan baku mutu kualitas air :

  • Kandungan fekal Coliform
  • Kandungan total Coliform

Parameter kimia

Parameter kimia untuk mengukur kualitas air merupakan indikator kimia berdasarkan zat kimia terlarut yang dapat dilihat dari berbagai faktor kimia :

  • pH atau Derajat Keasaman

Kepekaan ion-ion hidrogen terlepas dalam suatu cairan. Ion hidrogen ini bersifat asam. Air murni berasosiasi secara sempurna sehingga memiliki ion hidrogen dan ion hidroksida sehingga pH air murni adalah 7. Semakin tinggi konsentrasi ion hidrogen maka pH akan semakin rendah sehingga PH mencapai nilai kurang dari 7, demikian juga sebaliknya. sehingga pengukuran pH harus dilakukan secara berkala.

  • Oksigen Terlarut

Konsentrasi gas oksigen sangat dipengaruhi oleh suhu, makin tinggi suhu makin berkurang tingkat kelarutan oksigen. Jika kita berbicara mengenai laut, maka oksigen terlarut berasal dari dua sumber yaitu :

    1. Dari atmosfer
    2. Dari hasil proses fotosintesis fitoplankton dan berjenis tanaman.

Keberadaan oksigen terlarut ini sangat bermanfaat bagi kebanyakan organisme untuk kehidupan. Oksigen dalam air dapat diperoleh dari hasil fotosintesis dari tanaman berklorofil.

  • Salinitas

Salinitas dapat diartikan sebagai total konsentrasi dari semua ion terlarut di dalam air.

  • Alkalinitas

Alkalinitas merupakan kapasitas air dalam menetralkan tambahan dari asam tanpa harus menurunkan PH air. alkalinitas dapat dijadikan sebagai buffer terhadap pengaruh pengasaman,

  • Senyawa Kimia

Dibedakan menjadi senyawa kimia organik dan kimia anorganik. Ada 2 kelompok senyawa anorganik yang terdapat di dalam air

    1. Golongan senyawa non logam seperti amnion anorganik, sulfat klorida fosfat dll
    2. Golongan senyawa logam yang dibagi menjadi :
    • Ion logam secara umum termasuk logam esensial seperti kalsium, magnesium, zat besi, dan zinc
    • Ion logam berat seperti timbal

Parameter Radioaktif

Aplikasi Alat Ukur Kualitas Air dalam Budidaya Ikan

Setelah kita tahu pentingnya kualitas air, lalu dimana letak pentingnya pengetahuan tersebut? Salah satu aplikasi di kehidupan sehari-hari adalah pengujian kualitas air dalam budidaya pemeliharaan ikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Untuk melakukan pengukuran kualitas air dalam bak pemeliharaan ikan tersebut paling tidak memerlukan 3 alat ukur, yaitu :

  • Refractometer
    Alat ini digunakan untuk mengukur salinitas atau kadar garam perairan,
  • pH Meter
    Alat ini digunakan untuk mengukur derajat keasaman (tingkat asam basa) di perairan.
  • DO Meter

Alat ini digunakan untuk mengukur kadar oksigen dalam perairan, unit ini selain dapat mengukur kadar oksigen juga dapat mendisplay temperature yang terukur.

Bahkan dengan perkembangan teknologi seperti saat ini banyak brand yang mengeluarkan 1 produk alat ukur kualitas air yang dapat ketiga parameter diatas, salinity, derajat keasaman, dan kadar oksigen secara langsung.

Alat Ukur Kualitas Air Merk Oakton

kalibrasi alat ukur kualitas air

Oakton merupakan salah satu merk alat ukur dimana produk unggulannya adalah alat ukur kualitas air diantaranya pH meter dan conductivity, TDS, dll. Berikut ini adalah beberapa produk dari oakton yang telah banyak digunakan di pasaran :

Waterproof Multiparameter PC Testr 35

 

Dapat digunakan untuk mengukur pH serta conductivity. Replaceable sensor modul sehingga lebih menghemat pengeluaran kita untuk perawatan. Auto shut off sehingga dapat menghemat penggunaan bateray, serta ada fitur low bateray indikator. Fitur Automatic Temperature Compasation (ATC) juga disematkan dalam alat mungil ini.

Akurasi untuk alat ini adalah sebagai berikut :

  • pH : ± 0.1 pH
  • Conductivity : ± 1 % full-scale
  • Temperature : ± 0.5°C, ±0.9°F

Waterproof Multiparameter PT Testr 35

 

Hampir sama dengan No. 1, perbedaannya hanyalah tipe ini digunakan untuk mengukur pH meter dan TDS. Untuk fitur lainnya seperti auto shutoff dan low bateray indikator juga sama.

  • pH : ± 0.01 pH
  • TDS : ± 1 % full-scale
  • Temperature : ± 0.5°C, ± 0.9°F

Waterproof Multiparameter PCS Testr 35

Tipe ini adalah tipe yang paling lengkap sebagai alat ukur kualitas air merk oakton jika dibandingkan dengan 2 tipe sebelumnya, karena tidak hanya dapat digunakan untuk mengukur pH, namun juga dapat digunakan untuk mengukur conductivity, TDS, Salinity serta temperature. Hal ini tentunya menjawab kebutuhan teman-teman yang menginginkan alat ukur kualitas air dengan fitur lengkap namun dengan harga yang tetap terjangkau. Secara fitur juga tidak berbeda dengan kedua tipe sebelumnya.

Untuk akurasi alat ini adalah sebagai berikut :

  • pH : ± 0.1 pH
  • Conductivity : ± 1 % full-scale
  • TDS : ± 1 % full-scale
  • Salinity : ± 1 % full-scale
  • Temperature : ± 0.5 °C, ± 0.9 °F

Dengan harga yang terjangkau unit alat ukur kualitas air tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan..

Semoga bermanfaat.

Tang Ampere Kyoritsu 2055 (Clamp Meter) : Bagaimana Spesifikasinya?

tang ampere kyoritsuTang Ampere atau yang biasa disebut dengan clamp meter merupakan sebuat instrument pengukur besarnya arus pada suatu kabel. Dibandingkan dengan multi meter, alat ini mempunyai kelebihan dimana pada saat pembacaan tidak perlu terhubung dengan sirkuit sehingga memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran tanpa mengganggu pengoperasian listrik itu sendiri.

Hampir sama dengan alat ukur umumnya, tang ampere ini juga bisa kita temukan dalam model analog dan digital. Banyak sekali aplikasi penggunaan tang ampere antara lain untuk memeriksa kerusakan pada dinamo sampai dengan pengecekan freon AC. Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai pengertian ampere, bagian-bagian dan fungsi, cara menggunakan, serta contoh review produk tang ampere kyoritsu yang mungkin sering kita temui di lapangan beserta spesifikasinya.

Pengertian Ampere

Seperti kita ketahui, setiap benda disusun oleh partikel-partikel kecil yang dinamakan atom, dimana di bagian atom tersebut terdiri dari :

  1. Nukleus
    • Proton yang bermuatan + (positif)
    • Neutron yang tidak bermuatan (netral)
      Dengan adanya muatan + (positif) dan netral tersebut menjadikan pusat atom bermuatan + (positif)
  2. Elektron yang bermuatan – (negatif) yang mengelilingi nukleus tersebut.

pengertian ampere

Muatan negatif akan mendorong atau menolak muatan negatif lainnya, sedangkan muatan + (positif) dan – (negatif) akan saling menarik sehingga akan berdekatan. Sehingga jika elektron bisa bergerak dengan bebas maka mereka bisa mendorong elektron lainnya.

Di benda-benda seperti kayu dan plastik, elektron-elektron pada atom tidak dapat bergerak bebas sehingga dtidak dapat mengantarkan muatan / listrik. Namun pada material yang mengantarkan listrik seperti besi / tembaga, elektronnya dapat bergerak bebas sedangkan nukleusnya tetap, elektron pada besi / tembaga dapat berpindah dari atom satu ke atom sebelahnya.

Jika satu elektron bergerak ke atom lainnya, maka elektron di atom yang dituju juga akan bergerak ke sebelahnya. Elektron ini bergerak sangat cepat mendekati kecepatan cahaya. Aliran / pergerakan elektron inilah yang menghasilkan arus listrik.

Ampere (yang disimbolkan dengan huruf A) merupakan satuan untuk arus listrik (jumlah elektron yang mengalir ke suatu titik per detik).

1 Ampere = 6.24 x 10 pangkat 18 elektron yang mengalir per detik.
1 Ampere = 1 coulomb muatan yang mengalir per detik.

Elektron di dalam kabel tidak dapat bergerak sendiri, dimana elektron tersebut harus didorong dengan energi. Potensi energi yang mendorong elektron untuk bergerak dikenal dengan voltase.

Prinsip Kerja Tang Ampere

Secara sederhana, prinsip kerja dari tang ampere adalah induksi magnetik unuk bisa menghasilkan pengukuran non kontak terhadap arus listrik AC. Seperti yang kita ketahui, arus listrik yang mengalir dalam suatu kabel konduktor akan menghasilkan medan magnet. Nah, untuk arus AC sendiri yang bersifat bolak balik akan menyebabkan fluktuasi dinamis dalam medan magnet sebanding dengan aliran listriknya.

Transformator yang terdapat di dalam tang ampere tersebut dapat mendeteksi fluktasi dari magnet kemudian mengkonversi menjadi nilai arus listrik (Ampere) sehingga dapat terbaca di dalam display tang ampere.

Fungsi Tang Ampere

Tang ampere itu sendiri dapat digunakan untuk :

  • Pengukur arus listrik
    Dalam melakukan pengukuran arus listrk ini tentunya untuk besarannya yang diukur tergantung dengan kapasitas tang ampere itu sendiri yang bisa kita lihat di dalam katalog alat / manual book alat.
  • Pengukur tegangan listrik
    Tang ampere ini juga bisa digunakan untuk mengukur besarnya tegangan listrik
  • Pengukur hambatan
    Tang ampere seringkali digunakan untuk mencari titik dimana terjadi konsleting pada kabel listrik.

Bagian-Bagian Tang Ampere / Clamp Meter

Bagian-bagian tang ampere clamp meter

Sumber gambar : yaletools.com/id

1. Clamp Head

Bentuk dari clamp head ini adalah seperti penjepit yang melengkung. Pada bagian ini terdapat konduktor yang dilingkupi dengan polimer dimana fungsi dari konduktor tersebut adalah menangkap gelombang elektromagnetik yang dipancarkan arus yang mengalir dalam kabel.

2. Centering Marks

Sesuai dengan namanya, bagian ini digunakan sebagai penanda apakah kabel yang akan kita ukur sudah berada di tengah clamp atau belum.

3. Hand Guard

Merupakan batas tangan teknisi / operator dalam mengoperasikan menggunakan tang ampere sehingga tidak mengenai konduktor yang dapat mengakibatkan destruksi pembacaan arus listrik.

4. Peak Hold

Hampir sama dengan fungsi hold pada alat ukur lainnya, peak hold pada tang meter ini juga berfungsi untuk menahan hasil pembacaan arus pada angka tertentu.

5. Lever

Bagian ini berfungsi untuk membuka dan menutup bagian clamp pada tang ampere. Caranya cukup sederhana yaitu :

  • Tekan bagian lever jika kita ingin memasukkan kabel di dalam clamp sehingga kabel berada di poisis tengah clamp (lihat centering mark)
  • Lepas lever untuk melakukan pembacaan arus.

6. Function Switch

Bagian ini berfungsi untuk memilih parameter apa yang akan kita ukur, apakah arus / voltase / hambatan listrik?

7. Switch Off

Berfungsi untuk mematikan dan menghidupkan unit tang ampere

8. DC A Zero Adjustment Switch

Berfungsi untuk melakukan adjustment atau kalibrasi saat kita akan mengukur arus DC.

9. Display

Sesuai namanya, bagian ini berfungsi untuk menunjukkan hasil pembacaan pada aktivitas pengukuran dengan menggunakan tang ampere tersebut.

10. DC or AC Switch

Berfungsi sebagai saklar pemindah fungsi pembacaan, apakah kita ingin mengukur listrik DC atau AC

11. Common Terminal (COM)

Bagian ini digunakan jika kita ingin melakukan pengukuran selain arus. COM ini merupakan terminal untuk kabel berwarna hitam yang telah disediakan.

12. 600 V Max

Nilai maximum tang ampere dapat digunakan, contohnya pada angka diatas yaitu 600 V Max, maka tang ampere tersebut hanya dapat digunakan untuk mengukur tegangan kabel dengan sumber 600 V. Angka tersebut tentunya bisa berbeda antara unit tang ampere satu dengan yang lainnya tergantung spesifikasi alat bersangkutan.

13. V Hz

Merupakan terminal untuk kabel berwarna merah. Jika kita ingin melakukan pengukuran tegangan DC/AC, resistansi, continuity test, diode test dan pengukuran frekuensi, maka kabel merah tersebut harus dimasukkan ke dalam terminal ini.

Cara Menggunakan Tang Ampere / Clamp Meter

Cara menggunakan tang ampere ini relatif sederhana, berikut ini adalah tahapannya :

  1. Tekan tombol Switch ON / OFF sehingga display tang ampere menyala
  2. Putar function Switch sesuai dengan parameter yang akan kita ukur
  3. Tekan lever sehingga clamp head terbuka
  4. Jepitkan clamp head ke dalam kabel yang akan di ukur, pastikan posisinya berada di tengah (dengan melihat indikasi centering mark)
  5. Lepaskan lever untuk melakukan pengukuran
  6. Baca hasil pembacaan pada display

Tang Ampere Kyoritsu model 2055

kalibrasi tang ampere clamp meter kyoritsuBerikut ini adalah ulasan salah satu produk dari tang ampere kyoritsu tersebut yaitu Kyoritsu model 2055 seperti yang terlihat pada gambar diatas.

Kyoritsu model 2055 Didesain untuk memenuhi standar keselamatan internasional sesuai dengan standar IEC 61010-1 CAT.IV 600 V, IEC 61010-031,IEC 61010-2-032, IEC 61326, clamp meter ini dapat digunakan untuk mengukur voltage dan current jadi sangat dapat membantu untuk melakukan pekerjaan di area teknik atau enginering. Dengan display yang berwarna membuat kita mudah untuk melakukan pembacaan. bateray yang digunakan oleh clamp meter ini adalah 2 buah bateray A3. Dengan berat hanya sekitar 310 gram dan dimensi 254 (L) × 82 (W) × 36 (D) mili meter membuat clamp meter ini memudakan kita dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan.

Berikut ini adalah spesifikasi lengkap dari AC / DC Tang Ampere Kyoritsu Model 2055 ini :

  • AC A : 0 – 600.0/1000A – ± 1.5 % rdg ± 5dgt (50 / 6 0Hz) – ± 3.0 % rdg ± 5 dgt (40 ~40 0Hz)
  • DC A : 0 – 600.0 / 1000 A – ± 1.5 % rdg ± 5dgt
  • AC V : 6/60/600 V Auto Ranging – ± 1.3 % rdg ± 4dgt (50 / 60 Hz) – ± 3.0 %r dg ± 5 dgt (40 ~ 400Hz)
  • DC V : 600 m / 6 / 60 / 600 V Auto Ranging – ± 1.0 % rdg ± 3dgt
  • O : 600 / 6 k / 60 k / 600 k / 6 M / 60 MO (Auto Ranging) – ± 1% rdg ± 5 dgt (600 – 6 M) / ± 5 % rdg ± 8 dgt (60 M)
  • Continuity buzzer : Buzzer Sounds at 100O
  • Frequency/DUTY : 10 / 100 / 1 k / 10 kHz (Auto Ranging) / 0.1 – 99.9 %
  • Conductor Size : Ø 40 mili meter
  • Withstand Voltage : 6880V AC for 5 seconds
  • Accessories : 7066 (Test Lead) ; 9094 (Carrying Case); Instruction Manual

Harga Tang Ampere Digital

harga tang ampere digital

Harga tang ampere tentunya tergantung dari merk, tipe, serta tingkat akurasi yang produk tersebut. Dari hasil survey kami di beberapa marketplace di indonesia, tang ampere ini bisa kita dapatkan dengan harga yang relatif murah yaitu dari ratusan ribu rupiah s/d 1 – 2 jutaan untuk sebuah tang ampere dari brand-brand ternama.

Kalibrasi Tang Ampere / Clamp Meter

Seperti alat ukur pada umumnya, kalibrasi tang ampere / clamp meter ini tentunya juga harus dilakukan untuk tetap menjamin keakuratan hasil pembacaan. Untuk acuan yang umum digunakan untuk kalibrasi ampere adalah euramet cg 15 v 3 2015. Untuk standar tersebut teman-teman bisa mendapatkannya di website euramet secara langsung.