Sepatu Safety : Jenis dan 5 Tips Sederhana Sebelum Membelinya

Sepatu Safety : Jenis dan 5 Tips Sederhana Sebelum Membelinya

Sepatu safety atau dikenal juga dengan safety shoes merupakan salah satu alat pelindung diri yang wajib digunakan ketika kita bekerja di lingkungan industri. Sepatu ini berperan melindungi kita dari kecelakaan kerja khususnya di bagian kaki.

Artikel ini akan sedikit membahas mengenai safety shoes tersebut, mulai dari jenis dan fungsinya, hal-hal yang harus kita pertimbangkan sebelum membelinya, serta sekaligus jawaban dari pertanyaan kenapa safety shoes yang masih baru, belum pernah dipakai, dan disimpan dalam waktu yang lama, namun ketika kita pakai malah sol nya rusak atau mengelupas, berikut dengan cara membaca bulan dan tahun produksi dari safety shoes tersebut.

Tanpa panjang lebar.. yuk kita mulai pembahasannya.

Jenis dan Fungsi Sepatu Safety

fungsi sepatu safety

Sepatu safety adalah sepatu yang digunakan oleh seseorang untuk menghindari risiko kecelakaan kerja.

Sepatu jenis ini dirancang sedemikian rupa untuk melindungi bagian kaki dari benda berbahaya yang dapat melukai kaki, antara lain untuk melindungi dari berbagai cairan panas, bahan kimia, benda tajam, benda berat, tempat kerja yang licin atau basah, dan bahaya listrik yang dapat menimbulkan cidera.

Sepatu safety terbuat dari bahan kulit yang dipadukan dengan bagian metal, sedangkan pada bagian bawahnya terbuat dari bahan karet tebal.

Jenis-Jenis Sepatu Safety

  • Safety Toe Shoes

Safety Toe Shoes

Sepatu jenis ini memiliki pelindung di bagian ujung sepatu yang berfungsi untuk melindungi jari kaki dari kecelakaan kerja.

Umumnya sepatu ini digunakan oleh pekerja yang bersinggungan dengan produksi material berat seperti pekerja proyek, pabrik, dll.

  • Stell Insole Shoes

Stell Insole Shoes

Sepatu safety jenis ini terdapat baja atau besi di dalam insolenya dengan tujuan menstabilisasi gerakan dan melindungi kaki pemakainya dari risiko terkilir atau masalah pada tulang kaki.

Umumnya sepatu safety ini digunakan oleh pekerja yang lebih banyak memakai fungsi kaki saat bekerja misalnya mengendarai motor, menghimpit pedal, mengendarai truk atau kontainer.

  • Metal Instep Footwear

Metal Instep Footwear

Seperti safety shoes jenis insole, metal instep footwear juga memiliki pelindung yang terbuat dari material metal, besi, dan baja ringan.

Perbedaannya adalah material pelindung tersebut bukan disisipkan pada bagian insole sepatu, namun diletakkan pada bagian alas dan berbentuk lempengan.

Sepatu safety jenis ini sangat cocok digunakan oleh pekerja yang mempunyai risiko terkena benda tajam seperti di operator mesin bubut dimana pada saat proses pembubutan terdapat material-material (gram) hasil pembubutan yang tajam, di pabrik yang memproduksi kaca, baja, senjata, dll.

  • Metatarsal Shoes

Metatarsal Shoes

Sepatu safety jenis ini didesain untuk pekerja yang seringkali mengangkat barang dan material berat, kontraktor, dll karena sepatu jenis ini dibuat khusus untuk melindungi bagian atas kaki.

  • Heat Resistant Shoes

Heat Resistant Shoes

Sepatu safety jenis ini didesain untuk melindungi kaki terbakar dari bahaya-bahaya panas di lingkungan kerja karena material sol sepatu yang khusus tahan api dengan tingkat leleh mencapai lebih dari 300 °C.

Sepatu ini tentunya sangat cocok bagi teman-teman yang bekerja di area yang terdapat pipa-pipa panas, misalnya teknisi yang bertanggung jawab pada mesin boiler atau ketel uap.

  • Electrical Hazzard Shoes

safety shoes for electricity

Bagi para pekerja dengan risiko yang berkaitan dengan aliran listrik, maka electrical hazzard shoes sangat cocok untuk digunakan karena safety shoes jenis ini memang dirancang dengan menggunakan sol khusus yang bisa melindungi pekerja dari aliran listrik sehingga sangat direkomendasikan digunakan pekerja PLN, PLTU, ataupun pekerja lainnya yang berhubungan dengan tegangan listrik.

5 Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Membeli Safety Shoes

Saat ini banyak sekali produk & model sepatu safety yang beredar di pasaran, namun apakah sudah sesuai dengan standar kebutuhan safety di tempat kerja?

Berikut 5 tips memilih sepatu safety yang tepat untuk kebutuhan kerja di area industri.

  • Perhatikan Standar Keamanan

pilih safety shoes berdasarkan standar keamanan

Pastikan standar keamanan dan tingkat keamanan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan kerja kita.

Standar keamanan sepatu safety untuk bekerja di industri kelistrikan tentunya berbeda dengan kebutuhan di industri konstruksi, minyak dan gas atau industri kimia.

Safety shoes harus memenuhi standar internasional seperti ASTM atau standar nasional seperti SNI, yang mengatur persyaratan minimal yang harus dimiliki agar dapat memberikan perlindungan maksimal.

Informasi standar keamanan yang digunakan, tahun produksi dan detail lainnya biasanya tercetak di bagian lidah sepatu.

Komunikasikan standar persyaratan keselamatan sepatu dengan petugas K3L tempat kita bekerja.

Petugas K3L atau bagian HSE umumnya akan membuat dokumen HIRADC yang dijadikan pandungan pemilihan sepatu safety ini untuk area-area yang ditentukan.

  • Ukuran Sepatu

pilih ukuran safety shoes yang sesuai

Pastikan ukuran sepatu sesuai dengan ukuran kaki kita dengan mencobanya langsung menggunakan kaos kaki.

Ukuran sepatu safety yang baik adalah terdapat celah kecil di ujung kaki agar saat terjadi benturan tidak terbentur langsung.

Pastikan juga bahan sepatu bertipe keras atau dapat merenggang.

Jika sepatu berjenis bahan keras, maka carilah ukuran yang sedikit lebih lebar.

  • Tinggi Sepatu

pilih tinggi safety shoes yang sesuai

Pastikan tinggi sepatu diatas mata kaki dan tidak terlalu ketat saat digunakan.

Sepatu safety dengan tinggi diatas mata kaki dapat melindungi kaki bagian bawah, sedangkan bagian atas yang agak longgar dapat memudahkan pergerakan.

  • Berat dan kenyamanan

pilih berat safety shoes yang sesuai

Pastikan sepatu safety tidak terlalu berat dan nyaman digunakan saat berjalan.

Sepatu safety yang terlalu berat dan kaku, selain tidak nyaman digunakan juga berpotensi membuat kaki cepat lelah dan mengakibatkan cedera.

  • Kualitas dan Ketahanan Sepatu

pilih safety shoes yang nyaman digunakan

Pastikan teman-teman mendapatkan informasi yang jelas saat membeli sepatu safety, meliputi bahan & material yang digunakan, spesifikasi safety dan cara merawatnya.

Teman-teman bisa mempertimbangkan untuk membeli sepatu safety untuk produk yang sudah terbukti kualitas yang dijualnya.

Kenapa Sepatu Safety Belum Dipakai Bisa Rusak?

kenapa sol sepatu safety rusak padahal belum digunakan

Beberapa orang bertanya-tanya, ketika mereka mendapatkan sepatu safety dari departemen HSE, masih baru, belum pernah dipakai, disimpan, namun ketika dipakai kok malah sol nya rusak?

Adakah yang juga mengalaminya?

Aneh bukan, umumnya yang kita ketahui jika sepatu pada umumnya semakin lama kita simpan maka umurnya juga semakin lama.

Namun kok berbeda dengan sepatu safety?

Sepatu safety yang disimpan selama 1 tahun dan tidak dipakai, namun ketika dipakai malah rusak.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Bagian yang sering mengalami kerusakan pada safety shoes padahal tidak dipakai adalah bagian solnya. Hal ini dikarenakan bahan yang digunakan berbeda dengan sepatu pada umumnya.

Jika sepatu kets, sepatu pantofel terbuat dari karet pada solnya, namun pada safety shoes solnya terbuat dari polyurethane yang lapisan bawah dan TPU atau thermoplastic polyurethane pada lapisan bawahnya.

Bahan tersebut bukanlah bahan padat pada awalnya, namun berupa cairan kental seperti gel yang disuntikkan pada cetakan sepatu dan mengalir pada bagian bawah sepatu dan ketika dingin bahan tersebut menjadi sol sepatu.

Karena bahan polyurethane dan thermoplastic polyurethane inilah maka safety shoes memiliki keunikan sifat pada solnya, yaitu ketika safety shoes semakin dipakai, semakin terkena oli, dan terkena panas dan air menyebabkan sol tersebut semakin kuat.

Akan tetapi sol polyurethane tersebut ketika disimpan di dalam ruangan di lemari atau di gudang tanpa dipakai sama sekali maka bahan polyurethane tersebut akan pecah-pecah dan mengelupas dengan sendirinya.

Lalu pertanyaannya adalah ketika saya ingin membeli sepatu safety bagaimana kita tahu kalau sepatu safety tersebut buatan atau produksi baru atau bukan sisa stock atau sepatu yang solnya akan expired?

Nah kita bisa lihat dibagian bawah solnya dimana terdapat lingkaran kecil seperti contoh pada gambar dibawah ini.

tanggal produksi sepatu safety

Lingkaran kecil tersebut merupakan penanda kapan sepatu safety tersebut diproduksi.

Pada angka dan garis-garis pada lingkaran luar menunjukkan bulan produksi, dan angka pada lingkaran tengah merupakan tahun produksi.

Pada gambar diatas maka sepatu safety tersebut diproduksi pada bulan februari tahun 2018.

Ketika kita mengetahui bulan dan tahun produksi tahun tersebut maka expired datenya adalah 1 tahun kemudian.

Sehingga disarankan kita membeli safety shoes yang produksinya belum 1 tahun supaya ketika kita pakai maka bisa awet bisa bertahan 2 – 4 tahun dari pemakaian pertama dengan syarat perawatannya juga dilakukan dengan baik.

Untuk merawat sepatu safety, secara umum kita bisa membersihkan kotoran yang menempel dengan lap basah kemudian kita angin-anginkan tanpa perlu dijemur terkena sinar matahari secara langsung.

Kesimpulan

Dalam suatu perusahaan yang menerapkan sistem manajemen K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja), penyediaan alat pelindung diri merupakan salah satu kewajiban pengusaha, termasuk safety shoes.

Dengan mengetahui jenis-jenis sepatu safety berikut dengan pemahaman mengenai tahun produksi dari safety shoes tersebut, kita bisa memberikan pemahaman ke pekerja terkait supaya bisa merawat safety shoes tersebut.

Jangan sampai ada kejadian, pekerja menyimpan safety shoes dan belum pernah digunakan namun ketika akan digunakan solnya malah sudah mengelupas.

Semoga Bermanfaat.

Mesin Press : Pengerian, Jenis dan Prosedur Pengoperasian

Mesin Press : Pengerian, Jenis dan Prosedur Pengoperasian

Di dalam industri, tentunya kia akan bersinggungan dengan berbagai macam mesin, sebagian pernah kita pelajari bersama di artikel-artikel sebelumnya.

Nah… kali ini kita akan belajar mengenai mesin press, mulai dari :

  • Pengertian pengerjaan pengepresan
  • Bahaya apa saja yang ada pada mesin press dan cara penanganannya
  • Peralatan pengamanan apa saja yang terpasang pada mesin press
  • Hal yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan untuk menjamin keamanan kerja, daftar pengecekan pencegahan tindakan tidak aman, contoh kecelakaan kerja beserta praktik kerja, penekanan pada tindakan tidak aman.
  • Hal-hal dasar untuk melaksanakan pekerjaan aman.
  • Pengecekan yang harus dilakukan sebelum melakukan pekerjaan atau penjelasan pengecekan sebelum memulai pengoperasian
  • Bagaimana seharusnya melakukan pekerjaan pengepresan
  • Hal-Hal yang harus diperhatikan sewaktu melakukan pekerjaan
  • Hal-Hal yang harus diperhatikan dalam pekerjaan selain pengepresan
  • Lingkungan pekerjaan di Pengepresan
  • Hal-hal yang harus dilakukan jika terjadi ketidaknormalan, dokumen referensi penjelasan tentang istilah utama yang berhubungan dengan pengepresan

Pengertian dan Jenis Mesin Press

Secara umum mesin Press merupakan sebuah mesin yang didesain untuk menghasilkan lembaran metal, meskipun kita terkadang juga menemukan mesin press yang digunakan untuk membengkokkan lembaran logam pada sudut tertentu.

Ada 3 bagian utama dari mesin ini, yaitu :

  • Frame
  • Ram / Slide
  • Bed

Prinsip kerja dari mesin ini adalah sistem mekanis yang terdapat dalam mesin akan menggerakan slide yang akan diteruskan pada “press dies” sehingga akan mendorong lembaran metal dan pada akhirnya membentuk dan memotong lembaran metal tersebut.

Ada beberapa jenis mesin press yang secara umum kita kenal, antara lain :

  • Mesin Press Manual

mesin press manual

Sesuai dengan namanya, jenis mesin ini masih mengandalkan tenaga manusia untuk operasionalnya.

Piston dapat digerakkan naik (putar setir berlawanan arah jarum jam) dan turun (putar setir searah jarum jam) dengan menggerakkan setir yang ada pada mesin.

Karena masih manual, tentunya mesin press jenis ini mempunyai harga yang relatif paling murah dibandingkan dengan mesin press jenis lainnya, namun juga mempunyai kekurangan dimana hanya bisa dipakai untuk material kerja yang mempunyai ketebalan tidak lebih dari 1 s/d 3 mm serta yang terbuat dari bahan alumunium.

  • Mesin Press Hidrolik

mesin press hidrolik

Bagian utama dari mesin press ini adalah piston, pipa hidrolik, silinder, dan beberapa komponen lainnya.

Pada mesin ini ada 2 buah silinder, yaitu silinder besar (master) dan silinder kecil.

Hukum pascal dijadikan dasar sebagai prinsip kerja mesin press ini dimana memanfaatkan adanya tekanan yang diberikan pada cairan sehingga dapat menekan dan membentuk.

Pada silinder kecil dimasukkan cairan yang berupa oli hidrolik. Kemudian piston didorong dengan tujuan untuk memampatkan oli hidrolik di dalamnya yang akhirnya mengalir ke silinder besar (master) melalui pipa.

Dengan adanya tekanan pada silinder besar (master) membuat piston di dalam silinder tersebut mendorong oli hidrolik ke silinder kecil sehingga gaya yang ada pada oli hirolik silinder kecil memiliki kekuatan yang lebih besar untuk mendorong silinder besar (master).

Untuk mengatur gerakan kecepatan dan besarnya tekanan pada silinder terebut kita bisa menggunakan valve baik itu check valve, relief valve, dan selenoid.

Dengan prinsip kerja tersebut, tentunya mesin press ini dapat menekan dengan tenaga tekanan yang lebih tinggi, bahkan untuk beberapa tipe ada yang dapat menekan dengan kekuatan 20 sampai dengan 100 ton serta dapat menekuk plat yang terbuat dari bahan mild stell tebal dan stainless stell.

  • Mesin Press Mekanikal

mesin press mekanik

Mesin press jenis ini menggunakan elektro motor untuk menggerakkan wheel yang diteruskan ke crank shaft sehingga dapat menggerakkan slide naik gturun.

Clutchhand break dengan tekanan pneuatic digunakan untuk mengatur posisi dan gerakan slide.

Pada mesin press mekanikal ini, sistem pneumatic digunakan sebagai balancer dan die cushion.

Mesin ini mempunyai daya tekan sampai 2500 ton.

Bagian-Bagian Mesin Press

Bagian Bagian Mesin Press

Pertama-tama tentunya ada baiknya jika kita berkenalan dengan bagian-bagian mesin press ini, antara lain :

  • Alat petunjuk sudut putar
  • Panel kontrol
  • Cetakan atas
  • Produk
  • Slide
  • Kotak kontrol
  • Bolster
  • Cetakan bawah

Pada kotak kontrol terdapat beberapa tombol, antara lain :

kotak kontrol mesin press

  • Tombol Memulai Proses

Tombol ini harus ditekan secara bersama-sama agar proses pengoperasian bisa berlangsung. Dan tombol ini tidak boleh diganjal karena bisa berbahaya.

Tujuan dibuat 2 tombol agar menjadi pengaman sehingga kedua tangan kita benar-benar ada di tombol, bukan salah satunya berada di tengah-tengah cetakan.

  • Tombol penghenti proses berkesinambungan

Tombol ini berfungsi ketika mode proses berada pada mode continue atau berjalan terus.

  • Tombol menghentikan darurat

Tombol ini berfungsi untuk menghentikan mesin secara tiba-tiba, misalnya : ada sesuatu atau benda asing yang jatuh atau mungkin baut yang jatuh, maka kita bisa menekan tombol ini secara langsung.

Pada panel kontrol terdapat beberapa tombol pilihan pengoperasian, antara lain :

tombol panel mesin press

  • Tombol off
  • Gerakan sedikit demi sedikit, dimana pergerakan mesin bisa turun pelan-pelan sesuai dengan tombol yang kita pencet.
  • Satu kali proses aman
  • Satu kali proses
  • Berkesinambungan atau continue

Jadi setelah kita memilih mode yang akan kita gunakan tergantung keperluan kita kita dapat menguncinya dengan kunci yang ada pada tuas tersebut supaya pada saat kita proses maka tuas tersebut tidak akan berpindah ke mode yang lainnya.

Apa Itu Pekerjaan Pengepresan?

pengepresan adalah

  1. Pada slide dan bolster yang naik turun di mesin press,masing-masing dipasangkan cetakan atas dan bawah.
  2. Masukkan material yang akan dipress kedalam cetakan dan tentukan posisi material tersebut.
  3. Dengan mengoperasikan mesin press, maka material kerja itu akan diubah bentuk ke bentuk yang ditentukan. Sewaktu slide turun ditambahkan kekuatan yang besar sesuai dengan bentuk cetakan tersebut.
  4. Keluarkan hasil press atau cetakan pada saat slide bergerak ke atas dan berhenti.
  5. Satu seri pengoperasian dari nomor 1 s/d 4 di atas disebut pekerjaan pengepresan.
  6. Material akan tercetak dengan bentuk sesuai dengan yang telah ditentukan pada proses nomor 3 diatas dengan kekuatan besar slide pada saat turun.
  7. Kecelakaan kerja pengepresan terjadi pada satu sesi proses di atas tersebut.

Seperti halnya prosedur mengoperasikan mesin industri lainnya, misalnya : mesin boiler atau ketel uap, mesin bubut, mesin gerindra, dll maka kita haru tetap mengutamakan keselamatan kerja.

Bahaya Pada Mesin Press

3 area pada mesin press

Pada gambar paling diatas dapat dilihat ada 3 area, yaitu :

  1. Area pengoperasian mesin
  2. Area pengoperasian bersama (area paling berbahaya)
  3. Area pengoperasian operator

Pada area pengoperasian bersama dan pada saat mesin berjalan, slide naik turun. Pada kondisi ini kita dilarang untuk mengambil atau tangan kita masuk ke dalam area tersebut.

mesin press tipe kunci

Karena pada area tersebut tidak terdapat sensor namun hanya ada pelindung seperti pada gambar diatas.

  • Lintasan (Stroke)
  • Slide yang bergerak
  • Pelindung atau guard
  • Tangan tidak bisa masuk

Tipe kunci diatas merupakan tipe amannya dan yang sangat disarankan (sistem pelindung interlock).

Tipe Berhenti Terbuka

Dan jika pelindung atau guard dicopot, slide berhenti di titik batas atas tidak dapat beroperasi terbuka semua.

Tangan bisa masuk dan ini sangat berpotensi untuk terjadinya kecelakaan kerja.

Sedangkan berikut ini adalah sistem pengoperasian dua tangan

Sistem Pengoperasian Dua Tangan

  • Slide bergerak
  • Area berbahaya
  • Tangan masuk

Hal ini sangat berbahaya jika salah satu tombol kita ganjal. Jadi sangat tidak disarankan kita mengoperasikan hanya dengan satu tangan. Karena tujuan dibuat 2 tombol tersebut adalah demi keamanan kerja kita agar kita tidak terjadi kecelakaan kerja.

Dan berikut ini adalah mesin press dengan sistem sensor cahaya dimana model ini yang banyak diterapkan untuk perusahaan-perusahaan metal stamping press saat ini.

Sistem Sensor Cahaya

  • Slide berhenti mendadak
  • Area berbahaya
  • Tangan masuk mendeteksi
  • Jarak aman

Jadi sistem kerjanya, ketika slide bergerak dan tangan kita masuk menghalangi sensor maka otomatis mesin akan berhenti karena sensor cahaya terhalang oleh tangan kita.

Tapi tidak menutup kemungkinan sensor bisa rusak dan juga sensor tidak dapat membaca untuk benda-benda yang ukurannya tipis, misalnya : mistar, penggaris, kertas jika diposisikan miring atau bagian tipisnya itu tidak akan terbaca.

Bahaya Pada Mesin Press dan Cara Penanganannya

risk assestment mesin press

  • Apakah kecelakaan kerja yang terjadi pada mesin press?

Kecelakaan terjepit diantara cetakan merupakan contoh kecelakaan paling banyak.

Juga perlu berhati-hati untuk kecelakaan karena terlemparnya bagian cetakan rusak atau benda kerja.

  • Apakah yang dimaksud dengan kecelakaan kerja terjepit diantara cetakan?

Terjadi sewaktu slide sedang bergerak dan memasukkan atau mengeluarkan material kerja atau produk dengan tangan

  • Bagaimana mencegah kecelakaan kerja terjepit?

Dengan memisahkan gerakan bagian bergerak mesin press dengan gerakan tangan orang dan sebagainya supaya tidak bersamaan.

Hal ini dapat dilakukan dengan 2 cara :

    • Sistem pemisahan berdasarkan area
    • Sistem pemisahan berdasarkan waktu

 

  • Apakah yang dimaksud dengan sistem pemisahan berdasarkan area?

Sistem yang memisahkan area berbahaya dimana mesin bergerak dari area operator, contoh : pagar pengaman cetakan yang aman.

  • Apa itu sistem pemisahan berdasarkan waktu (hand in die atau pekerjaan tangan di dalam cetakan )?

Sistem dimana pada saat slide sedang bergerak maka jari tangan operator tidak boleh masuk ke area berbahaya, dengan memisahkan berdasarkan waktu gerakan jari tangan dan slide maka dapat menjamin keamanan kerja.

Beberapa alat pengaman yang dapat digunakan bersamaan maupun secara terpisah :

    • Sistem pagar pelindung interlock
    • Sistem pengoperasian dua tangan
    • Sistem sensor cahaya

 

  • Apa itu kecelakaan kerja karena kerusakan cetakan?

Kerusakan cetakan umumnya dapat terjadi karena kelebihan beban atau kesalahan pemasangan.

Kelebihan beban dapat terjadi contohnya karena memasukkan 2 lembar material kerja secara bersamaan atau ada sisa serpihan material kerja.

Pastikan kita selalu bekerja sesuai dengan SOP yang ada.

Peralatan Pengaman Pada Mesin Press

  • Alat pengaman sistem pagar pelindung (Tipe membuka horizontal)

Tipe Membuka Horisontal

Biasanya alat seperti ini digunakan untuk pengoperasian yang menggunakan saklar kaki atau pedal atau foot switch.

Dapat dilihat pada gambar, ada panel kontrol pagar pelindung ada juga plat pelindung

Alat Pengamanan Sistem Pagar Pelindung merupakan alat pengamanan dengan cara jika pagar pelindung tidak ditutup maka slide tidak dapat bergerak.

    • Kalau tombol pengoperasiannya ditekan, plat pelindung bergerak menutup area berbahaya.
    • Setelah keamanannya terdeteksi slide akan bergerak
  • Alat Pengaman Sistem Pengoperasian Dua Tangan

mesin press pengoperasian 2 tangan

Pada tipe ini juga terdapat panel kontrolnya

Alat Pengaman Sistem Pengoperasian Dua Tangan merupakan alat pengaman dengan memikirkan keamanan kalau tidak mengoperasikan bersamaan menggunakan dua tangan maka mesin tidak akan bergerak.

Dari sisi pengoperasian mesin harus dipasang di posisi yang dipertimbangkan aman dan pada jarak yang menjamin keamanannya.

Untuk memulai mengoperasikan slide, selalu harus menekan tombol secara bersamaan (perbedaan kurang dari 0,5 detik).

Jarak kedua tombol tekan, jarak dalamnya harus lebih dari 300 mm atau 30 cm.

Ada dua jenis yaitu sistem satu kali proses aman yang dipasang pada mesin press kopling gesek dan sistem mulai pengoperasian dua tangan yang dipasang pada mesin press kopling positif (positif clutch press) dan sebagainya yaitu mesin press yang tidak dapat berhenti mendadak.

Sewaktu melakukan pengoperasian dengan menginjakkan kaki atau pedal, ada kemungkinan kalau keseimbangan gerakan kaki dan tangan terganggu sehingga tangan masuk ke area berbahaya saat slide sedang bergerak, sehingga penting untuk mulai pengoperasian dengan dua tangan

  • Alat Pengaman Sistem Sensor Cahaya

mesin press dengan sensor cahaya

Dapat dilihat pada gambar terdapat sensor pelepas atau penerima cahaya.

Alat pengamanan sistem sensor cahaya merupakan alat pengamanan yang menghentikan gerakan slide jika sensor mendeteksi ada orang yang memotong garis cahaya.

Menggunakan bersama-sama sistem sensor cahaya dan sistem pengoperasian dua tangan.

    • Periksa dan pastikan alat pengamanan dalam keadaan berfungsi.
    • Pastikan ketinggian keamanan yang cukup. Penting untuk berhati-hati memastikan tidak ada yang tidak terdeteksi di bagian atas garis cahaya sewaktu melakukan pekerjaan sambil berdiri dan bagian bawah garis cahaya sewaktu melawan pekerjaan sambil duduk.
    • Pada mesin press type Straight side yang panjang jarak amannya walaupun bekerja masuk ke bagian dalam garis cahayapun alat pengamanan tidak akan berfungsi maka perlu penanganan yang khusus.
    • Kalau terjadi jatuh dua kali karena kerusakan, kopling tidak akan berfungsi.

Di era yang serba canggih saat ini, kebanyakan ketiga alat pelindung itu dikombinasikan dalam satu mesin press sehingga keamanannya benar-benar terjaga.

Misalnya : dari area samping menggunakan pengamanan sistem pagar pelindung, juga ditopang dengan alat pengamanan sistem pengoperasian dua tangan, selain itu tetap menggunakan alat pengaman sistem sensor cahaya.

Jadi ketiganya digunakan dalam satu mesin press tujuannya agar tetap mengutamakan keselamatan kerja.

Do and Don’t

yang boleh dan tidak boleh dilakuan oleh operator mesin bubut

 

Perlunya Mencegah Tindakan yang Tidak Aman

  1. Kecelakaan kerja karena tindakan tidak aman walaupun sedikit namun dapat terjadi, bahkan ada yang menjadi kecelakaan berat.
  2. Taatilah daftar pengecekan dibawah ini dan berusahalah untuk mencegah tindakan yang tidak aman serta menjamin keamanan kerja.

Daftar Pengecekan Pencegahan Tindakan Tidak Aman

Hal-hal yang perlu dilakukan pengecekan :

    • Apakah operator memahami dengan baik terkait pekerjaannya?
    • Apakah operator memahami prosedur pekerjaannya?
    •  Apakah tidak melakukan pekerjaan dengan melepaskan atau menghilangkan fungsi alat pengaman dari mesin press?
    •  Apakah tidak melakukannya pembersihan, pengecekan, dll tanpa mematikan mesin?
    •  Pada waktu memulai pengoperasian mesin press dan sebagainya Apakah memeriksa keamanan sekeliling mesin dan melaksanakannya sesuai kode isyarat yang ditentukan?
    • Sewaktu bekerja bersama-sama pada mesin press dan sebagainya, apakah sudah memastikan kode isyarat dan menyamakan persepsi supaya dapat bekerja bersama-sama
    •  Apakah meletakkan mesin atau material kerja di tempat atau kondisi tidak stabil?
    •  Apakah melakukan pekerjaan yang memerlukan izin walaupun tidak memiliki kualifikasi untuk itu?
    •  Apakah mengenakan peralatan pelindung sesuai dengan petunjuk?
    •  Apakah mengenakan pakaian yang aman?

Catatan :

Contoh pekerjaan yang memerlukan izin misalnya : mengankat beban lebih 1 ton dengan crane, dll.

Hal yang tidak boleh dilakukan

peraturan untuk operator mesin bubut

 

    • Menganggap bahwa pelindung itu menghalangi.
    • Tidak boleh kita melepaskannya karena ini adalah alat pengaman dan juga kita tidak boleh menggunakan seragam kerja secara asal-asalan atau tidak sesuai dengan instruksi atau SOP yang berlaku karena bagaimanapun seragam kerja kita adalah salah satu alat pelindung diri

Contoh Kecelakaan Kerja Karena Tindakan Tidak Aman

Contoh 1 : melakukan pekerjaan dengan mematikan alat pengaman mesin press.

Kondisi terjadinya :

  1. Bertugas pada mesin press 100 ton (pengoperasian dengan pijakan) untuk mencetak produk dari material kerja.
  2. Karena produktivitas tidak baik maka alat pengaman dimatikan, sambil memegang material kerja dengan tangan kiri, tangan kanan memegang alat sistem magnetik untuk mengeluarkan produk.
  3. Sewaktu sedang melakukan pekerjaan di atas, terjadi keterlambatan sewaktu melakukan pengambilan produk dengan alat magnetik, sehingga jari yang memegang alat terjepit diantara cetakan atas dan bawah yang turun karena pengoperasian dengan pijakan.

Hal-hal penting :

  1. Pastikan tidak mematikan alat pengaman ketika melakukan pekerjaan
  2. Memahami perlunya mempergunakan alat pengaman

Contoh 2 : lupa mematikan listrik mesin sewaktu mengecek atau membersihkan mesin press.

Kondisi terjadinya :

  1. Sewaktu mengecek atau membersihkan mesin press lupa mematikan listrik mesin sehingga saat saklar tersentuh slide bergerak dan jari terjepit.

Hal-hal penting :

  1. Harus selalu mematikan listrik mesin sewaktu mengecek atau membersihkan
  2. Mematuhi dengan disiplin yang benar prosedur pekerjaan

Contoh 3 : masuknya benda asing ke mata sewaktu pekerjaan finishing.

Kondisi terjadinya :

  1. Mata terasa sakit pada saat melakukan pekerjaan finishing kemudian diperiksa oleh dokter mata.
  2. Diperkirakan walaupun menggunakan kacamata safety K3, ada benda asing yang masuk dari sela-selanya

Hal-hal penting :

  1. Perhatikanlah pemakaian kacamata safety K3 yang benar benar.
  2. Walaupun cidera ringan jangan dibiarkan segeralah pergi ke rumah sakit untuk diperiksa.
  3. Gunakanlah alat pelindung dengan benar sesuai petunjuknya menggunakan kacamata pelindung sewaktu melakukan pekerjaan finishing.

Hal-Hal Dasar Pelaksanaan Pekerjaan yang Aman Pada Mesin Press

  • Harus menggunakan topi pelindung, ear plugs atau pelindung telinga, mengencangkan lengan baju, menggunakan sepatu safety, mengenakan pakaian kerja
  • Bekerja sesuai standar 5R
  • Mematuhi Prosedur Pekerjaan

    • Mematuhi prosedur kerja (standar kerja) yang ditetapkan dan tidak melakukan pekerjaan selain cara tersebut dan juga harus memahami perlunya pemakaian alat pelindung diri dengan benar serta tidak melakukan pekerjaan dengan melepaskan atau mematikan alat keamanan tersebut.
    • Berlatihlah terus berulang-ulang apa yang tertulis dalam buku panduan pekerjaan untuk menguasainya.
    • Patuhi semua aturan perundangan yang tarkait dan aturan di tempat kerja mengenai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
    • Kalau tidak mengerti prosedur kerjaannya, Jangan dibiarkan akan tetapi pastikanlah ke petugas penanggungjawab atau atasan kita.
    • Hati-hatilah akan kecelakaan karena sudah terbiasa. Tidak boleh melakukan pengoperasian yang teledor.
  • Lakukan Pekerjaan Sesuai Standar 5S

Seiri : Pisahkan barang yang perlu dan tidak perlu, yang tidak perlu kita buang

Saiton : barang yang diperlukan disimpan teratur supaya mudah digunakan

Seiketsu : Buanglah kotoran,membuat bersih disekeliling kita.

Seiso : Buanglah kotoran atau sampah dari peralatan mesin, meja dan sebagainya.

Sitsuke : Patuhilah peraturan yang ditetapkan.

  • Pakaian

Sewaktu bekerja, kenakanlah pakaian yang telah pas dan nyaman serta yang telah ditetapkan keamanannya.

Untuk baju lengan panjang, kencangkan bukaan lengannya masukkan keliman baju kedalam celana.

Jangan melakukan pekerjaan dengan memasukkan mata pisau atau obeng, mata bor ke dalam kantong celana.

Baca Juga : Sekilas Tentang Obeng Ketok, Plus (Kembang), Min, dan Elektrik

Jangan menggunakan barang-barang yang ada resiko tergulung seperti menggantungkan handuk atau lap tangan ke leher, selendang, dasi dan sebagainya.

  • Alat Pelindung

APD (Alat Pelindung Diri) harus digunakan secara benar. APD ini tentunya sudah didokumentasikan dalam dokumen HIRADC (Hazard Identification Risk Assesment and Determining Control) dimana APD tersebut sesuai dengan tingkat bahayanya.

  • Lain-Lain

Selalu rapihkan macam-macam alat, material kerja, dan produk disekitar mesin. Pastikan semua perkakass tersebut tidak mudah jatuh.

Catatan :

Jika kita perhatikan, pada pelaksanaan pekerjaan ini hampir mirip dengan hal-hal yang harus diperhatikan atau tugas dan tanggung jawab operator mesin bubut.

Pengecekan Sebelum Melakukan Pekerjaan Pengepresan

pengecekan awal sebelum melakukan pengepresan

 

Secara umum sebelum melakukan pengerjaan pengepresan kita harus melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi cetakan dan sekelilingnya dimaan tidak ada yang miring atau longgar, terlebih lagi salah pasang.

Selain itu cetakan yang retak, booster pada bagain kepala head yang retak juga sangat membahayakan karena serpihannya dapat mengenai bagain tubuh kita.

  • Pengecekan Kembali Peralatan Mesin Sebelum Mulai Pengoperasian

Isi pengecekan atau hal-hal yang dicek :

    • Apakah kondisi operasional, pemasangan pagar pelindung tidak ada masalah?
    • Apakah cetakan terpasang dengan kuat dan tepat posisi pertemuannya?
    • Apakah terdengar suara gesekan yang aneh?
    • Apakah slide berhenti pada di titik batas atas?
    • Apakah slide berhenti berhenti kalau tangan dilepaskan dari tombol mulai pengoperasian?

Penanganan setelah pengecekan

Jika menemukan ketidaknormalan pada hal-hal diatas laporkan kepada petugas penanggungjawab dan patuhi petunjuknya.

  • Hal-Hal Pengecekan Lainnya

Peralatan pelindung dan sarung tangan, peralatan tangan, pastikan tidak ada kerusakan kalau menemukan masalah laporkanlah kepada petugas penanggungjawab.

Bagaimana Seharusnya Melakukan Pekerjaan Pengepresan?

Penempatan Operator dan Material kerja

Operator mesin press berdiri tepat didepan mesin, material kerja di sebelah kiri, produk jadi di sebelah kanan. Flow Pekerjaan yang baik adalah dari kiri ke kanan.

Terkait dengan posisi penempatan, berikut adalah point-point pentingnya :

  • Pastikan kondisi mental operator stabil dan bekerja degan posisi tubuh yang nyaman.
  • Letakkan benda kerja di tempat yang mudah diambil.
  • Pastikan produk dapat dikelarkan dari cetakan dengan mudah
  • Siapkan tempat untuk meletakkan produk

Alur pekerjaan tersebut dilakukan dari kanan kekiri karena umumnya kita bukan orang yang kidal.

Prosedur Pekerjaan atau Kegiatan Produksi

Lakukanlah pekerjaan atau kegiatan produksi dengan mematuhi prosedur seperti dibawah ini :

  • Ambillah material kerja
  • Pastikan pemasangan benda kerja ke cetakan dengan tepat dan gunakan 2 tangan. Buat set guide untuk kemudahan dan keamananan dalam bekerja.
  • Melakukan pengoperasian dengan dua tangan -> Tekanlah tombol mulai pengoperasian bersamaan.
  • Pastikan bahwa slide benar-benar berhenti
  • Pastikan mengambil produk dengan 2 tangan kemudian letakkan di tempat yang telah ditentukan.

Perhatikan ini Saat Melakukan Pekerjaan

Saat melakukan pekerjaan pengepresan, harapannya tentunya kita tetap terhindar dari bahaya-bahaya yang timbul selama pekerjaan tersebut kan?

Beberapa point berikut bisa diukuti supaya kita tetap dapat bekerja dengan aman.

  • Hal-hal penting sewaktu melakukan pekerjaan

Hal-hal yang dicek :

    • Apakah tidak ada bunyi yang tidak normal? Biasanya kalau operator produksi yang sudah berpengalaman akan sangat peka dengan bunyi yang ada pada saat pengepresan
    • Apakah tidak muncul panas yang tidak normal
    • Apakah tidak ada bau yang tidak normal
    • Apakah tidak terlihat gerakan tidak normal dari mesin
    • Apakah tidak ada yang gosong
    • Apakah serpihan atau sekrup keluar dengan normal
    • Apakah tidak ada benda asing yang masuk
    • Apakah tidak memasukkan dua lembar material kerja. Jadi kita dilarang untuk mengepres langsung menggunakan dua material, Harus satu persatu karena ini akan dapat merusak cetakan
    • Apakah ada perubahan bentuk pada produk yang tidak normal
  • Penanganan Jika Terjadi Ketidaknormalan

ketidaknormalan sewaktu pengoperasian

Jika terjadi kondisi ketidaknormalan lakukanlah prosedur tindakan dibawah ini dengan cepat :

    • Tekanlah tombol penghenti darurat atau tombol emergency sehingga mesin berhenti beroperasi
    • Pastikan bahwa mesin benar-benar berhenti kemudian laporkan ke petugas penanggungjawab
    • Petugas penanggungjawab atau operator bersama-sama melakukan penanganan yang diperlukan
    • Mulai pengoperasian kembali dilakukan oleh petugas penanggungjawab

Melakukan Pekerjaan Selain Pengepresan? Perhatikan Hal ini!

  • Pekerjaan pengecekan produk

    • Apakah produk sesuai dengan standar yang telah ditetapkan? Lakukan pemeriksaan khususnya ada tidaknya cacat dan retak.
    • Kalau ditemukan produk yang tidak baik operator produksi atau bagian quality control menghentikan pekerjaan kemudian melaporkan menghubungi mendiskusikan dengan petugas penanggungjawab.
  • Pekerjaan Tambahan

Untuk pekerjaan tambahan pengopresian perhatikanlah tindakan dibawah ini :

    • Serpihan atau scrap dibuang secara berkala, bersihkanlah sekeliling tempat kerja
    • Bersihkan minyak atau pelumas yang berceceran di sekeliling tempat kerja
    • Lakukanlah secara berkala pemindahan produk dan material kerja
    • Jika harus berdiskusi dengan rekan kerja, lakukan di tempat yang jauh dari mesin press tersebut.
    • Jika meninggalkan mesin (walau sebentar) harus mematikan tombol menghentikan motor untuk menghentikan pengoperasian mesin
  • Penanganan Saat Selesai Pekerjaan Pengempresan

Perhatikanlah hal-hal berikut setelah selesai pekerjaan pengepresan :

    • Matikanlah tombol menghentikan motor
    • Bersihkanlah mesin atau peralatan dan sekelilingnya
    • Simpan produk, peralatan, dan benda kerja pada tempat yang telah ditentukan
    • Jika 3pekerjaan diatas sudah selesai, laporkan kepada petugas penanggung jawab
    • Sewaktu meninggalkan mesin, matikanlah tombol untuk menghentikan motor mesin

selesai pengerjaan pengepresan

Lingkungan Pekerjaan Pengepresan

Kebisingan dan Kesulitan Mendengar

  • Kondisi lingkungan pekerjaan pengepresan

Di pabrik pengepresan muncul bermacam-macam suara bising seperti suara mesin, suara fabrikasi, dan sebagainya

Jika kita mendapatkan paparan suara bising dalam waktu yang lama maka perlu berhati-hati karena ada kemungkinan terkena sakit kesulitan mendengar karena kebisingan

  • Penanganan kebisingan

Untuk lokasi yang kebisingannya sangat besar pakailah alat pelindung pendengaran atau ear plugs seperti penyumpal telinga menutup telinga dan sebagainya

Pencegahan Sakit Pinggang

  • Kondisi sekeliling pekerjaan pengepresan

Tentunya ketika kita bekerja dengan mesin press maka tidak dapat dipisahkan dengan berbagai macam persiapan antara lain memindahkan material kerja den produk yang dihasilkan.

Pada pekerjaan memindahkan beban dengan tangan sewaktu mengangkat benda, badan berputar atau gerakan terpaksa, gerakan yang tiba-tiba menyebabkan tekanan tambahan ke sekeliling pinggang yang dapat menyebabkan sakit pinggang.

  • Penanganan mencegah sakit pinggang

Pada ssaat mengangkat benda, pastikan posisi tubuh dengan benar. Disarankan teman-teman mengikuti training bahaya ergonomi terkait dengan hal ini.

Selanjutnya sedapat mungkin diangkat titik berat benda ke tubuh dan pastikan tidak mengangkat diluar batas kemampuan.

Apabila Terjadi Ketidaknormalan

Penanganan sewaktu menemukan ketidaknormalan

  • Jika menemukan ketidaknormalan, pertama-tama cek apakah yang sedang terjadi
  • Beritahukanlah kepada petugas penanggungjawab atau teman kerja yang ada disekitar area dengan berteriak keras-keras.
  • Mengikuti petunjuk petugas penanggungjawab, lakukanlah penanganan yang tepat, bekerja sama dengan teman kerja.
  • Jangan sembarangan melakukan tindakan sendiri.
  • Jika status ketidaknormalan sudah selesai buatlah ringkasan kejadiannya dan melaporkan ke petugas penanggungjawab.

Evakuasi latihan bencana

  • Kalau terjadi ledakan, kebakaran dan sebagainya, selain memberitahu orang-orang di dekatnya, juga evakuasi ke tempat yang aman.
  • Untuk itu perlu memastikan rute evakuasi dan pintu darurat dan alat penerang waktu mati listrik.
  • Harus mengikuti latihan bencana. Ikutilah petunjuk petugas khusus mengenai cara penanganan kondisi darurat dan cara evakuasi.

Sumber dan Referensi :

Cara Kerja Mesin Press

Pengertian dan Fungsi Transistor dalam Rangkaian Elektronika

Pengertian dan Fungsi Transistor dalam Rangkaian Elektronika

Dalam setiap rangkaian elektronika, transistor selalu memegang peranan utama mengingat fungsinya yang sangat penting dalam menguatkan arus, pemutus, penghubung, pengolah sinyal, dan lain sebagainya.

Hampir semua peralatan elektronik seperti televisi, radio, komputer, telepon, dan sebagainya menggunakan transistor.

Dan semakin canggih peralatan tersebut maka semakin banyak transistor yang digunakan.

Misalnya : Komputer atau ponsel dimana di dalamnya terdapat prosesor, chipset, dll dan di dalam prosesor tersebut terdapat jutaan bahkan miliaran transistor.

Lalu apa sebenarnya fungsi transistor dalam rangkaian elektronika? Bagaimana juga jenis serta simbol transistor tersebut?

Mari kita pelajari bersama.

Pengertian Transistor

pengertian transistor adalah

Transistor berasal dari kata “Current Transferring Resistor” atau transfer-Resistor.

Ada beberapa tipe transistor, antara lain :

jenis transistor

  • BJT
  • FET
  • UJT
  • dll

Transistor yang paling dasar yaitu tipe BJT (bipolar Junction transistor)

Simbol transistor BJT (bipolar Junction transistor) adalah sebagai berikut :

simbol transistor BJT

Dimana yang tengah adalah kaki basis (base), biasanya ditandai B, kemudian yang ada panahnya adalah emitor (emitter), biasanya ditandai E, dan yang satu lagi adalah collector yang ditandai C.

simbol transistor BJT dengan kode kakinya

“Perlu diperhatikan dalam simbol resistor tersebut yaitu yang ada tanda panahnya adalah kaki emitor”

Pada gambar diatas terletak di bagian bawah, namun kaki emitor tidak selalu harus dibawah.

Dalam skema bisa jadi panahnya diatas, di bawah, di kiri, di kanan. Namun tetap yang ada panahnya adalah kaki emitor.

Dan kaki panah tersebut ada yang menghadap mengarah keluar namun ada juga yang menghadap mengarah ke dalam.

simbol transistor bjt tipe PNP dan NPN

Jika panahnya mengarah keluar disebut dengan transitor NPN sementara jika panahnya menghadap ke dalam adalah jenis transistor PNP.

“jadi ada 2 jenis transistor yaitu NPN dan PNP”

Kenapa disebut bipolar Junction transistor?

persimpangan PN junction dioda

Jika kita pernah belajar mengenai dioda dimana dioda terdiri dari persimpangan P N atau P N Junction.

Transistor bipolar juga terdiri dari P N Junction. Disebut bipolar karena transistor tersebut mempunyai 2 P N Junction.

transistor pnp dan npn

Dan ada 2 jenis yaitu :

  1. Jenis PNP
  2. Jenis NPN

Fungsi Transistor Dalam Rangkaian Elektronika

Transistor bisa difungsikan seperti saklar dan juga bisa berfungsi sebagai penguat. Bagaimana cara kerjanya?

Sekarang kita perhatikan lagi simbol transistor NPN karena panahnya menghadap keluar.

npn transistor

Arah panah tersebut adalah arah kemana arus itu akan mengalir. Jadi seakan-akan ini sebuah diode yang menghadap ke bawah. Jadi arusnya akan mengalir dari atas ke bawah (dari kolektor ke emitor).

Tapi tidak sama seperti dioda dimana kita tidak bisa mengalirkan arus begitu saja dari kolektor ke emitor tanpa ada peranan dari basis karena ketiga kaki transmittor tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya.

Dengan kata lain kita tidak akan bisa mengalirkan arus dari kaki collector ke emitor sampai kita memberikan arus juga pada kaki basis ke emitor. Ketika kita mengalirkan arus dari kaki basis ke emitor walaupun arus itu kecil, ini sudah cukup untuk membuka jalan harus yang lebih besar dari kaki collector ke emitor. Dan ini dibutuhkan tegangan minimal 0,7 volt untuk transistor yang terbuat dari silikon.

Jadi sama seperti halnya dioda yang juga membutuhkan tegangan setidaknya 0,7 volt untuk menembus barier ini. Transistor juga demikian, untuk bisa mengalirkan arus dari basis ke emitor dibutuhkan tegangan setidaknya 0,7 volt untuk transistor yang berbahan silicon.

Baca Juga : Pengertian Tegangan dan Hambatan Listrik Berikut Rumusnya

Untuk mempermudah pemahaman, mari kita analogikan pada sebuah pipa dimana kita bisa mengalirkan air melalui pipa tersebut.

aliran air pada pipa

Namun apabila pipa tersebut kita tutup, misalnya : dengan sebuah piringan maka air tersebut akan berhenti mengalir.

air berhenti mengalir

Sekarang kita bisa menghubungkan pipa kecil, dalam pipa kecil ini kita berikan gerbang sebagai pengontrol atau dengan kata lain kita hubungkan gerbang tersebut ke pintu utama atau penutup tadi.

pipa kecil sebagai pengontrol

Untuk membuka gerbang kecil ini, kita bisa mengalirkan arus ke dalam pipa yang kecil tersebut sehingga begitu arus kecil ini mendorong gerbang pengontrol maka gerbang utama pun akan terbuka.

Semakin besar arus pada pipa kecil ini semakin lebar pintunya akan terbuka.

diberikan arus kecil pada pipa kecil

Begitu juga dengan transistor…

Misalnya : kita hubungkan sebuah lampu LED ke kaki collector kemudian kita hubungkan sumber tegangan ke kaki yang satunya lagi melalui sebuah resistor.

Ketika kita hubungkan tegangan plus ke kaki resistor kemudian minus nya ke kaki emitor maka lampu LED tersebut tidak akan menyala karena arus belum bisa mengalir dari collector ke emitor disebabkan oleh tidak adanya arus pada basis ke emitor.

fungsi transistor dalam rangkaian lampu led

Untuk bisa menghidupkan lampu LED ini kita harus memberikan tegangan juga dari kaki basis ke emitor walaupun dengan arus yang kecil itu sudah cukup untuk membuka jalan dari kolektor ke emitor.

rangkaian untuk memberi arus dari basis ke emitor

Jadi begitu saklar ini kita tutup, arus akan mengalir dan LED menyala, jika kita buka lagi saklarnya LED akan mati.

arus mengalir dari basis ke emitor

Oiya, karena pada penjelasan diatas kita menyinggung mengenai resistor, kami juga pernah mengulas terkait resistor dalam artikel yang berjudul : Kode Warna Resistor dan Cara Membaca Nilainya (Berapa ohm). Silakan teman-teman membacanya jika berkenan.

Kembali lagi ke pembahasan fungsi transistor.

Transistor juga umum difungsikan sebagai penguat, baik itu menguatkan sinyal, misalnya kita sedang berbicara didepan sebuah microphone.

Getaran atau gelombang suara kita akan diterima oleh mikrophone dan dirubah menjadi sinyal-sinyal listrik tapi sinyal ini terlalu kecil dan tidak akan bisa membunyikan speaker tanpa bantuan penguat.

fungsi transistor sebagai penguat

Bagaimana caranya supaya suara kita ini bisa terdengar di speaker?

fungsi transitor sebagai amplifier

Inilah salah satu fungsi transistor sebagai penguat.

Transistor bisa menguatkan sinyal suara kita tadi yang dihasilkan oleh mikrophone yang awalnya sangat lemah akan menjadi lebih kuat bahkan bisa menjadi sangat kuat dan tentu dibutuhkan beberapa transistor sebagai penguat / sebagai amplifier.

transistor sebagai penguat

Beberapa Bentuk Transistor

Beberapa Bentuk Transistor

Transistor mempunyai bentuk yang bermacam-macam :

  • Ada yang ukurannya kecil
  • Ada yang ukuran sedang
  • Ada yang besar
  • Ada yang bulat
  • Ada yang Kotak
  • Ada yang berbentuk seperti Kodok atau biasa disebut transistor jengkol atau transistor kodok.

Transistor jengkol kelihatannya hanya mempunyai dua kaki namun sebenarnya tetap mempunyai tiga kaki karena yang satu adalah bagian badannya / casingnya sendiri.

Jadi walaupun pada simbol kaki yang di tengah adalah kaki basis tapi pada fisik transistor yang sebenarnya kaki basis tidak selalu berada di tengah bisa saja di pinggir, kanan, kiri juga bisa di tengah.

Supaya tidak ragu sebaiknya dilihat terlebih dahulu di datasheet setiap tipe transistor yang kita miliki.

Cara Mengetahui Jenis Transistor

cara mengetahui transistor pnp atau npn

Seperti yang sudah diuraikan diatas bahwa transistor BJT ada 2 jenis yaitu :

  • PNP
  • NPN

Lalu bagaimana cara mengetahui jenis transistor apakah jenis NPN ataukah jenis PNP?

Kita dapat mengetahui jenis transistor tersebut dengan cara melakukan pengukuran menggunakan multimeter analog maupun digital.

Namun ada sedikit perbedaan jika kita menggunakan multimeter antara yang tipe analog dan tipe digital ini. Perbedaannya adalah polaritas probenya.

Contoh :

contoh led

Pada gambar diatas ada sebuah LED yang sudah ditandai, ada kaki plus dan minus nya.

Bila kita menggunakan multimeter digital kemudian menghubungkan probe merahnya ke kaki positif dan probe hitamnya ke kaki negatif maka LED menyala.

pengecekan dengan avometer digital

Jika kita menggunakan multimeter analog maka akan berbeda.

Jika kita hubungkan probe merah ke kaki positif dan probe hitam ke kaki negatif maka LED tidak menyala.

dengan avometer analog

Namun jika dibalik, probe hitam kita hubungkan ke kaki positif dan probe merah kita hubungkan ke kaki negatif maka LED menyala.

Nah ini yang dimaksud dengan perbedaan ketika menggunakan avometer digital dan avometer analog dalam melakukan pengukuran transistor atau dioda.

beberapa jenis transistor

Gambar diatas adalah beberapa transistor yang akan kita coba ukur untuk mengetahui transistor mana yang berjenis NPN dan transistor mana yang berjenis PNP.

Pertama-tama Kita bisa posisikan selector multitesternya ke x 10 atau x 100 atau x 1K

posisi avometer

Untuk mengetahui jenis transistor BJT (bipolar Junction transistor) apakah itu berjenis NPN atau PNP, kita harus mengukur dan menemukan dulu kaki basis transistor yang kita ukur.

Untuk mencari yang mana kaki basisnya, kita tentu masih ingat bahwa transistor BJT terdiri dari dua PN Junction

2 buah dioda

Lebih mudahnya kita ibaratkan saja ada dua dioda dan bila kita ukur, probe hitam kita hubungkan ke anoda dan probe merah kita hubungkan ke katoda maka jarum multitester akan bergerak.

pengukuran pertama transistor

Nah transistor BJT ini seperti dua buah dioda yang dihubungkan seperti ini.

probe dihubungkan jarum bergerak

Jadi kalau kita ukur bergerak dan jika kita pindahkan ke ujung dioda yang satunya juga bergerak.

cara mencari kaki basis

Nah yang kita jadikan patokan adalah probe yang tidak kita pindah-pindah (yang di tengah) inilah kaki basisnya.

Jadi kita hubungkan probe hitam ke tengah kemudian yang probe merah ke ujung dioda dan jarum multitester bergerak, kemudian kita pindah probe merah ke ujung dioda yang satunya dan jarum multitester juga bergerak berarti yang tidak kita pindah ini yang ditengah inilah kaki basisnya.

Penjelasan diatas adalah untuk transistor yang berjenis NPN.

Lalu bagaimana untuk transistor berjenis PNP?

pengecekan pnp

Jika untuk yang berjenis PNP adalah kebalikannya.

Jadi misalnya kita balik posisi diodanya seperti pada gambar diatas, kemudian kita lakukan pengukuran seperti halnya kita mengukur pada transistor NPN, maka jarum multitester tidak akan bergerak.

Namun jika kita rubah atau kita gantikan probe yang merah dengan probe yabg hitam kemudian kita hubungkan multitester ke ujung maka jarum akan bergerak.

transistor pnp

Jika kita pindah lagi bagian ujung ke ujung yang lain jarum multitester juga bergerak.

transistor jenis pnp

Nah yang kita jadikan patokan adalah probe yang tidak kita pindah-pindah (yang di tengah) inilah kaki basisnya.

Contoh Penentuan Jenis Transistor PNP atau NPN

Untuk lebih memudahkan pemahaman, maka mari kita coba pada beberapa contoh berikut :

  • Contoh 1 : Transistor tipe 3055

transistor 2n3055

Jika kita hubungkan Probe ke salah satu kaki dari transistor tersebut kemudian kita hubungkan probe yang lain ke kaki yang lainnya seperti pada gambar dibawah ini misalnya jarum multitester tidak bergerak.

tidak bergerak

Dan jika kita pindahkan probe merah diatas ke kaki yang lainnya, jarum multitester juga tidak bergerak seperti tampilan gambar dibawah ini

probe tersambung tidak bergerak

Namun ketika posisi probenya dirubah seperti gambar dibawah ini maka jarum multitesternya bergerak.

jarum multitester bergerak

Dan ketika probe merah dipindah posisinya seperti pada gambar dibawah, maka jarum multitester juga bergerak

posisi transistor jarum bergerak

Berarti kaki yang tidak kita pindah-pindah inilah kaki basisnya

kaki basis hasil pengukuran

Lalu transistor ini apakah tipe NPN atau PNP?

Jika menggunakan multitester analog bila probe hitam yang berada di kaki basis berarti transistor tersebut berjenis NPN sebaliknya probe merah yang berada di kaki basis berarti transistor jenis PNP.

  • Contoh 2 : transistor 733

transistor 733

Jika kita hubungkan salah satu probe multitester ke salah satu kaki transistornya dan kita hubungkan probe yang lain ke kaki transistor yang lain seperti tampilan gambar dibawah ini dan ternyata jarum multitesternya bergerak.

penentuan jenis transistor tipe 733

Kemudian jika kita pindahkan salah satu probe multitester tersebut ke kaki transistor yang lainnya seperti tampilan gambar dibawah ini dan jarum multitester juga bergerak

cara menentukan tipe transistor
Berarti yang tidak kita pindah inilah yang kaki basisnya. Karena posisi kaki basisnya ini di probe merah berarti transistor ini berjenis PNP

kaki basis untuk transistor pnp

Cara Menentukan Kaki Emitor dan Kolektor

Masih menggunakan contoh transistor dengan tipe diatas, setelah kita mengetahui jenis transistor tersebut apakah NPN atau PNP dimana kaki basisnya tentunya juga sudah kita ketahui, maka berikut ini adalah cara mencari kaki emitor atau kolektor dalam sebuah transistor BJT dengan menggunakan multitester analog.

Contoh : Transistor 2N3055

  • Set Multitester analog ke 1K seperti pada gambar dibawah ini

a. seting multitester

  • Masih menggunakan contoh yang sama pada penentuan jenis transistor diatas, dimana kita menggunakan Transistor 2N3055.

b. kaki emitor Transistor 2N3055

  • Pastikan kaki basisnya terlebih dahulu.

Jika kita letakkan probe pada posisi seperti gambar dibawah ini maka jarum multitester bergerak.

c. pemastian kaki basis pada transistor

Kemudian jika kita rubah posisinya seperti dibawah ini, jarum multitester juga bergerak.

d. kaki basis transmitor

Sehingga kita sudah dapat menentukan kaki basisnya.

e. kaki basis ketemu

Untuk menentukan kaki emitor dan kolektor lakukan tahapan berikut :

  • Kita ukur kedua kaki yang tersisa selain kaki basis, misalnya sepert pada gambar dibawah ini

f. mencari kaki emitor

  • Kemudian kita gunakan jari kita untuk menyentuh kaki basis yang sudah kita temukan tadi

g. sentuh kaki basis

  • Setelah itu kita sentuh kaki-kaki yang sedang kita ukur tersebut (kaki basis jangan dilepas).

Sentuh satu persatu sambil mengamati jarum multitester apakah bergerak.

Misalnya pada posisi dibawah ini jarum multitester tidak bergerak

h. pada posisi ini tidak bergerak

Kemudian kita pindahkan ke posisi seperti gambar dibawah ini jarum multitester juga tidak bergerak

i. tidak bergerak juga

Kemudian kita coba memindahkan posisi (balik) probe hitam dan probe merah multitester seperti pada gambar dibawah ini

j. posisi probe ditukar

Kemudian kita sentuh satu persatu kembali sambil memperhatikan gerakan pada jarum multitester.

Pada posisi berikut

k. posisi tetap tidak bergerak

Kemudian kita coba dengan posisi dibawah ini ternyata jarum bergerak

l. jarum bergerak dengan posisi beriku

Yang dijadikan patokan adalah kaki yang mana kita sentuh dan jarum multitester bergerak maka itulah kaki kolektor sehingga seluruh kaki pada transistor tersebut sudah ketemu.

m. kaki kolektor dan emitor pada transistor

Contoh : Transistor A733

1. Transistor A733

Kita akan coba tentukan kaki emitor dan kolektornya dengan cara yang sama seperti diatas.

Karena transistor jenis ini kakinya kecil dan agak rapat, maka kita akan sambung sehingga seperti tampilan pada gambar dibawah ini

2. Transistor A733 yang sudah disambung

  • Cari terlebih dahulu kaki basisnya, karena pada contoh ini kita menggunakan transistor yang kita gunakan untuk menentukan jenis transistor PNP atau NPN pada contoh diatas, maka kita sudah mengetahui transistor ini jenis PNP (seperti yang telah diuraikan diatas), maka yang menjadi kaki basis adalah probe merah.

Untuk memastikannya kita bisa melakukan pengecekan ulang.

Pada posisi probe multitester berikut, jarum multitester bergerak

3. Pengetesan kaki basis transitor bagian 1

Kemudian jika probe dirubah posisinya seperti gambar berikut, jarum multitester juga bergerak.

4. penentuan kaki basis transistor pnp

Sehingga kaki basisnya sudah bisa kita tentukan

5. kaki basis transistor pnp

Kemudian kita cari kaki kolektornya dengan cara berikut :

  • Sentuh kaki basis dengan tangan dan jangan dilepas, kemudian kita ukur kedua kaki selain basis

6. ukur kedua kaki transistor

  • Kemudian kita sentuh kedua kaki transmitor tersebut satu persatu

Pada posisi berikut, jarum multitester tidak bergerak

7. pada posisi ini jarum tidak bergerak

  • Kemudian kita rubah pada posisi berikut, jarum multitester juga tidak bergerak.

8. pada posisi ini jarum juga tidak bergerak

Nah karena kedua posisi diatas, jarum multitester tidak bergerak, maka kita coba ubah posisi antara probe merah dan hitam sehingga seperti pada gambar dibawah ini

9. posisi probe diubah

  • Kemudian kita sentuh kaki transistor dengan posisi berikut dan jarum multitester tidak bergerak

10. kita coba sentuh kaki transistor namun tetap tidak bergerak

  • Kemudian kita coba posisi berikut dan jarum multitester bergerak

11. kaki transmitor disentuh probe bergerak

  • Sehingga yang ditengah tersebut adalah kaki kolektornya dan yang satunya adalah emitornya

12. kaki kolektor dan emitor sudah ketemu

Kesimpulan

Demikian artikel mengenai pengertian dan fungsi resistor berikut dengan cara menentukan jenis transistor BJT apakah itu jenis PNP atau NPN, cara menentukan kaki basis pada transistor tersebut berikut dengan kaki emitor dan kolektornya.

Semoga Bermanfaat.

Oiya, masih terkait dengan komponen-komponen elektronika, sebelumnya kami juga telah membahas mengenai kapastior berikut dengan fungsinya. Jika teman-teman mempunyai waktu luang, artikel tersebut bisa dibaca di link berikut.

Referensi

Asan Elektronika

Perbedaan Adsorpsi dan Absorpsi Serta Faktor yang Mempengaruhi

Perbedaan Adsorpsi dan Absorpsi Serta Faktor yang Mempengaruhi

Sifat molekul, zat baik itu gas, cair, padat, berikut dengan cara pemisahan atau penyerapannya (adsorpsi dan absorpsi) dan reaksi yang terjadi merupakan hal-hal yang secara umum kita pelajari dalam ilmu kimia.

Kali ini kita akan belajar mengenai perbedaan adsorpsi dan absorpsi berikut dengan kelebihan dan kekurangannya.

Pengertian Adsorpsi

Pengertian Adsorpsi adalah

Adsorpsi merupakan proses penggumpalan substansi terlarut di dalam larutan oleh permukaan zat penyerap yang membuat masuknya bahan dan mengumpul dalam suatu zat penyerap.

Pada adsorpsi ada yang disebut adsorben dan absorbat. Dimana adsorben merupakan suatu penyerap yang dalam hal ini dapat berupa senyawa karbon, sedangkan absorbat adalah media yang diserap.

Adsorben adalah zat padat yang dapat menyerap komponen tertentu dalam suatu fase fluida.

Adsorben ini biasanya menggunakan bahan-bahan yang memiliki pori-pori sehingga proses adsorpsi terjadi di pori-pori atau pada letak-letak tertentu di dalam partikel tersebut.

Jenis-Jenis Adsorpsi

perbedaan adsorpsi kimia dan fisika

  • Adsorpsi Fisika

Adsorpsi fisika terjadi apabila gaya inter molecular lebih besar dari gaya tarik menarik antar molekul atau gaya tarik-menarik yang relatif lemah antara adsorbat dengan permukaan adsorben.

Gaya ini disebut sebagai gaya Van Der waals sehingga adsorbat dapat bergerak dari satu bagian permukaan ke bagian permukaan lain dari adsorben.

Gaya permukaan antar molekul adalah gaya tarik menarik antar molekul-molekul fluida dengan permukaan padat.

Sedangkan gaya inter molekul adalah gaya tarik menarik antar molekul-molekul fluida itu sendiri.

  • Adsorpsi kimia

Adsorpsi kimia terjadi karena adanya pertukaran atau pemakaian bersama elektron atau molekul adsorbat dengan permukaan adsorben sehingga terjadi reaksi kimia.

Perbedaan Adsorbsi Fisika dan Kimia

  • Panas adsorpsi

Pada adsorpsi fisika relatif rendah, kurang dari dua atau tiga kali panas laten evaporasi.

Pada adsorbsi kimia relatif tinggi lebih dari dua atau tiga kali panas laten evaporasi.

  • Sifat Lapisan Fase Teradsorpsi

Pada adsorpsi fisika mono atau multilayer tergantung kondisi sedangkan pada adsorbsi kimia monolayer.

  • Disosiasi adsorbat

Pada adsorpsi fisika tidak ada sedangkan pada adsorpsi kimia mungkin saja disertai disosiasi

  • Signifikasi

Pada absorpsi fisika hanya signifikan pada temperatur rendah sedangkan pada adsorpsi kimia terjadi pada rentang temperatur yang lebar.

  • Efek yang Dihasilkan dari Penambahan Suhu

Pada adsorpsi fisika menurun sedangkan pada adsorpsi kimia naik.

  • Laju Adsorpsi Pada Suhu 273 Kelvin

Pada adsorpsi fisika terjadi cepat, tidak aktif, dan reversible sedangkan pada adsorpsi kimia terjadi secara lambat, aktif dan irreversible.

  • Desorpsi

Pada adsorpsi fisika mudah dengan cara menurunkan tekanan dan menambah suhu sedangkan pada adsorpsi kimia sulit, diperlukan suhu tinggi untuk memutus ikatan.

  • Transfer Elektron

Pada adsorpsi fisika tidak ada sedangkan pada adsorpsi kimia ada.

Faktor yang Mempengaruhi Adsorpsi

faktor yang mempengaruhi adsorpsi

  • Karakteristik adsorben

Karakteristik adsorben yang mempengaruhi laju absorpsi adalah ukuran dan luas permukaan partikel. Laju adsorpsi semakin cepat jika ukuran adsorben semakin kecil. Jumlah partikel adsorbat yang terserap juga akan semakin banyak dengan semakin luasnya adsorben.

  • Kelarutan absorbat

Proses adsorpsi terjadi saat absorbat terpisah dari larutan dan menempel dari permukaan adsorben.

Partikel adsorbat yang terlarut memiliki aktivis-aktivis yang kuat tetapi ada pengecualian beberapa senyawa yang sedikit larut sulit untuk diserap sedangkan ada beberapa senyawa yang larut namun mudah untuk diserap.

  • Ukuran pori adsorben

Ukuran pori merupakan salah satu faktor penting dalam proses adsorpsi karena senyawa adsorbat harus masuk kedalam pori adsorben.

Proses adsorpsi akan berjalan lancar jika ukuran pori adsorbat cukup besar untuk dapat memasukkan adsorbat ke dalam pori adsorben.

Kebanyakan air limbah mengandung berbagai ukuran partikel adsorbat, keadaan ini dapat merugikan karena partikel yang lebih besar akan menghalangi partikel kecil untuk masuk kedalam pori adsorben.

Namun gerakan konstan pada partikel adsorbat dapat mencegah terjadinya penyumbatan.

Gerakan partikel kecil yang cepat membuat partikel adsorbat yang lebih kecil akan terdifusi lebih cepat ke dalam pori-pori.

Baca Juga : IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) WWTP dan STP

  • pH

PH memiliki pengaruh yang besar terhadap tingkat proses adsorpsi, disebabkan ion hidrogen dapat menyerap dengan kuat, selain itu PH juga dapat mempengaruhi proses ionisasi.

Senyawa organik asam lebih mudah diadsorpsi pada pH rendah sedangkan senyawa organik basa lebih mudah diabsorbsi pada suasana PH tinggi.

  • Temperatur / Suhu

Suhu dapat mempengaruhi proses adsorpsi. Laju adsorpsi akan meningkat dengan meningkatnya suhu begitu pula sebaliknya.

Proses adsorpsi merupakan proses eksotermik maka derajat adsorpsi akan meningkat saat suhu rendah dan turun pada suhu tinggi.

Baca Juga : Beberapa Alat Ukur Suhu Yang Sering Digunakan Dalam Industri

  • Agitasi

Agitasi adalah keadaan bergolak atau bisa disebut dengan turbulance.

  • Waktu kontak

Waktu kontak mempengaruhi banyaknya adsorbat yang diserap disebabkan perbedaan kemampuan adsorben dalam menyerap adsorbat berbeda-beda.

Kondisi ini akan dicapai pada waktu yang tidak lebih dari 150 menit kemudian seiring berjalannya waktu jumlah adsorbat yang terserat tidak lagi signifikan.

Mekanisme Adsorpsi

Proses adsorpsi dapat diilustrasikan sebagai proses dimana molekul meninggalkan larutan kemudian menempel pada permukaan adsorben akibat fisika dan kimia.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya terdapat adsorbsi fisika dan adsorbsi kimia.

Proses adsorpsi ini juga bergantung pada sifat zat padat yang mengadsorpsi sifat atom atau molekul yang diserap, konsentrasi, temperatur dan faktor-faktor lainnya.

Tahap-tahap Proses Adsorpsi

contoh adsorpsi

Proses adsorbsi ini terbagi menjadi empat tahap yaitu :

  1. Transfer molekul-molekul zat telarut yang teradsorbi menuju lapisan film yang mengelilingi adsorben.
  2. Difusi zat terlarut yang teradsorpsi tersebut melalui “film diffusion process” atau lapisan film.
  3. Difusi zat terlarut yang teradsorpsi melalui kapiler atau pori dalam adsorben tersebut (pore diffusion process).
  4. Adsorpsi zat terlarut yang terabsorbsi pada dinding Pori atau permukaan adsorben.

Operasi dari Proses Adsorpsi

Proses adsorpsi dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu :

  • Proses adsorbsi dilakukan dalam suatu bak dengan sistem pengadukan dimana penyerap yang biasanya berbentuk serbuk dibubuhkan, dicampur, dan diaduk dengan air dalam satu bangunan sehingga terjadi penolakan antara partikel penyerap dengan fluida.
  • Proses adsorpsi yang dijalankan dalam suatu bejana dengan sistem filtrasi dimana bejana yang berisi media penyerap dialirkan air dengan model pengaliran gravitasi. Jenis media penyerap sering digunakan dalam bentuk bongkahan atau butiran atau granular dan proses adsorpsi biasanya terjadi selama air berada didalam media penyerap atau biasa juga disebut dengan cara kontinu atau kolom.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Adsorpsi

Kelebihan

  • Simple dan mudah dioperasikan
  • Tidak membutuhkan biaya yang mahal karena metode ini dapat menggunakan alat-alat sederhana
  • Memiliki efisiensi yang tinggi

Kelemahan

  • Selektivitasnya rendah
  • Masalah pembuangan limbah atau produk karena biasanya hasil dari metode ini tidak dapat di produksi ulang tidak bisa di recycle
  • PH dependen atau bergantung pada pH

Pengertian Absorpsi

absorpsi dan adsorpsi

Absorpsi merupakan suatu proses pemisahan dari suatu campuran gas dengan cara mengikat bahan tersebut pada permukaan zat cair yang diikuti dengan pelarutan.

Atau dapat dikatakan absorpsi merupakan proses pemisahan dengan mengontakkan campuran gas dengan cairan sebagai penyerapnya.

Dalam mempelajari absorpsi ada dua istilah yang dikenal yaitu absorben dan absorbat.

Absorbat adalah senyawa atau bahan yang dapat terserap atau terlarut sedangkan absorben merupakan larutan atau cairan yang dapat melanjutkan bahan yang akan diabsorpsi baik secara kimia maupun secara fisika.

Beberapa syarat dalam memilih absorben :

  • Kelarutan gas

Kelarutan gas atau absorbat harus tinggi.

Kelarutan gas tinggi akan meningkatkan laju absorpsi sehingga menurunkan jumlah pelarut yang akan dibutuhkan.

  • Volatilitas

Pelarut atau absorben harus memiliki tekanan uap yang rendah.

Hal ini karena jika gas yang meninggalkan kolom absorpsi jenuh terhadap pelarut maka banyak pelarut yang akan terbuang.

  • Korosivitas

Pelarut disarankan memiliki korosivitas yang kecil sehingga alat yang digunakan tidak cepat rusak dan biaya yang terpakai lebih sedikit.

  • Harga dan ketersediaan

Jika mengunakan pelarut yang mahal maka akan berdampak kepada pengeluaran keuangan yang lebih besar.

Maka perlu juga diperiksa Apakah pelarut yang digunakan tersedia di distributor dengan jumlah yang cukup sehingga bisa menekan biaya pengeluaran.

  • Viskositas

Pelarut harus memiliki viskositas rendah sehingga proses absorpsi berjalan lancar.

  • Hal-hal seperti pelarut harus tidak beracun, tidak mudah menyala, berkomposisi kimia dan stabil serta memiliki titik beku yang rendah.

Jenis Absorpsi

Absorbsi dibagi menjadi dua jenis yaitu absorpsi fisika dan absorpsi kimia.

  • Absorpsi Fisika

Absorbsi fisika adalah absorpsi dimana gas terlarut dalam cairan penyerap tanpa disertai adanya reaksi kimia. Penyerapan terjadi hanya karena adanya interaksi fisik difusi gas ke dalam air atau pelarutan gas ke dalam fase cair.

Contohnya adalah absorpsi gas H2S dengan air atau metanol, propilen dan karbonat.

  • Absorpsi Kimia

Absorpsi kimia adalah absorpsi dimana gas terlarut dalam larutan penyerap dan disertai dengan adanya reaksi kimia

Contoh : absorpsi dengan adanya larutan Mea, NaoH, dll.

Faktor yang Mempengaruhi Laju Absorpsi

  • Luas Permukaan kontak

Semakin besar kontak antara gas dan pelarut maka laju absorpsi akan makin besar. Hal ini karena permukaan kontaknya makin luas akan meningkatkan peluang gas untuk berdifusi kedalam pelarut.

  • Laju alir fluida

Jika laju alir kecil maka waktu kontak antara gas dan pelarut akan semakin lama. Hal ini akan meningkatkan jumlah gas yang terdifusi.

  • Tekanan

Tekanan yang besar akan meningkatkan efisiensi pemisahan.

Baca Juga : Manometer Adalah Alat Ukur Tekanan Udara. Ini Dia Jenisnya!

Contoh Absorbsi Dalam Kehidupan Sehari-Hari

contoh absorpsi

  • Pemakaian baju warna hitam di siang hari akan terasa lebih panas dibandingkan dengan baju warna putih.

Hal ini dikarenakan baju hitam dapat mengabsorpsi semua panjang gelombang dan akan memisahkannya dengan panas sehingga panas akan lebih terserap dan tersimpan di baju dan akan merasa lebih panas ketika di siang hari dibandingkan memakai baju dengan warna-warna lain.

  • Absorpsi di Tubuh Manusia atau Usus

Molekul sederhana dari pencernaan kimiawi akan melewati membran usus dan ditransfer ke darah atau dengan kata lain usus yang memiliki membran akan mengabsorpsi biomolekul seperti protein dan lain-lainnya keluar pencernaan dan akan dibawa oleh darah.

Darah ini akan mentransfernya ke semua sel.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Absorpsi

Kelebihan metode absorpsi yaitu :

  • Efisiensinya tinggi
  • Metode adsorpsi efisiensinya mencapai 90%
  • Efektif untuk pemisahan CO2
  • Absorben dapat diregenerasi atau dapatkan kembali dengan cara pemanasan.

Kekurangan metode absorpsi yaitu :

  • Dapat menyebabkan korosi, seperti kita ketahui di industri tentunya kita banyak menggunakan peralatan atau mesin-mesin namun akan ada kemungkinan banyak sekali alat-alat yang terbuat dari logam akan mengalami korosi.
  • Biodegradasi absorben akan menjadi lebih rendah sehingga akan mencemari lingkungan.
  • Banyak energi intensif untuk regenerasi pelarut.

Absorpsi ini juga banyak digunakan dalam berbagai macam industri, salah satunya adalah pada proses pembuatan biogas.

Biogas dapat menjadi energi alternatif, namun adanya gas karbondioksida membuat biogas menjadi berkurang dalam efisiensinya sehingga diperlukan sebuah metode pemisahan dimana gas CO2 dalam biogas menurun, salah satu caranya adalah menggunakan metode absorbsi.

Perbedaan Adsorpsi dan Absorpsi

Nah diatas sudah diuraikan mengenai adsorpsi dan absorpsi. Berikut ini adalah perbedaan adsorpsi dan absorbi yang lebih mencolok :

  • Perbedaan Fenomena

Adsorpsi : Molekul akan terserap di permukaan adsorben.

Absorpsi : Molekul masuk ke absorben.

  • Perbedaan Prinsip

Adsorpsi : Zat terserap ke permukaan karena ada ruang di permukaan dan merangsang adhesi zat tersebut.

Absorpsi : Zat terserap ke absorben karean adanya ruang di adsorben

  • Perbedaan Jenis Reaksi

Adsorpsi : Eksotermis

Absorpsi : Endotermis

  • Perbedaan Kecepatan Penyerapan

Adsorpsi : Sama besar

Absorpsi : Lajunya meningkat hingga kesetimbangan

  • Perbedaan Konsentrasi

Adsorpsi : Konsentrasi absorbat dalam absorben sama besar setelah absopsi

Absorpsi : Adsorbat akan lebih terkonsentrasi di permukaan.

  • Contoh

Adsorpsi : Penyerapan molekul ke usus besar

Absorpsi : Virus yang berada di permukaan bakteri.

Semoga Bermanfaat

10 Jenis Kabel Listrik dan Cara Menentukan Ukurannya

10 Jenis Kabel Listrik dan Cara Menentukan Ukurannya

Instalasi listrik baik itu di rumah, kantor, gedung, dll sangatlah penting. Karena dengan adanya instalasi listrik yang buruk bisa mengakibatkan beberapa hal yang tidak diinginkan, misalnya : kebakaran.

Salah satu faktor untuk membuat instalasi listrik yang baik tersebut tentunya salah satunya dipengaruhi pemilihan kabel listrik dengan benar. Karena beberapa kali kita mendengar cerita kebakaran rumah ataupun gedung dikarenakan karena adanya konsleting listrik.

Konsleting listrik itu sendiri umumnya disebabkan oleh 2 faktor, yaitu :

  1. Sistem atau pemasangan listrik yang tidak benar
  2. Pemilihan kabel listrik yang tidak sesuai standar

Nah kali ini kita akan membahas terkait dengan kabel listrik, apa saja jenisnya, bagaimana aturan terkait dengan warna pada kabel tersebut, cara menentukan ukuran kabel dalam instalasi listrik, berikut dengan hal-hal yang harus kita perhatikan sebelum membeli kabel listrik.

Contoh Pemilihan Kabel Listrik yang Salah

Baik, kita mulai dari contoh yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari dimana instalasi listrik di rumah dengan menggunakan kabel speaker.

kabel speaker

Kabel speaker umumnya berbentuk pipih dan transparan. Kabel ini tidak cocok untuk listrik yang berdaya besar.

Terkadang kita juga membuat roll kabel untuk pekerjaan untuk di workshop dimana terdapat beberapa mesin yang memerlukan daya besar seperti mesin bubut atau turning machine, mesin las, mesin gerinda, mesin las dll juga menggunakan kabel speaker ini.

Kedua contoh diatas merupakan aplikasi yang salah yang mungkin bisa menyebabkan konsleting.

Dimana jika kita menggunakan kabel speaker untuk instalasi listrik berdaya besar maka kabel tersebut bisa terbakar yang bisa menyebabkan kebakaran rumah ataupun gedung.

Baca Juga : Jenis-Jenis APAR dan Fungsinya Sesuai Klasifikasi Kebakaran

Perlu diperhatikan untuk tidak mempertimbangkan dari segi harga saja dalam instalasi listrik, kabel speaker ini memang harganya cenderung lebih murah dibandingkan yang lainnya.

Prinsipnya, gunakan kabel sesuai dengan daya yang digunakan. Misalnya untuk daya 2200 volt, jika kita menggunakan kabel yang berukuran kecil bisa mengakibatkan kabel tersebut panas dan terbakar.

Arti Warna Kabel Listrik

standar warna kabel berdasarkan PUIL

Jika kita lihat kabel listrik, tentunya ada warnanya, baik itu hitam, coklat, abu-abu, biru, kuning-hijau, dll. Nah warna kabel tersebut tentunya ada panduannya atau ada standarnya. Salah satu standarnya adalah PUIL 2011 edisi 2016.

“PUIL adalah Persyaratan Umum Instalasi Listrik”

Jadi di dalam panduan tersebut dijelaskan bermacam-macam aturan terkait dengan instalasi listrik. Untuk mendapatkan panduan tersebut teman-teman bisa download di website esdm.go.id

Dalam memasang kabel tentunya kita disarankan mengikuti panduan tersebut (tidak ngawur dalam memasangnya).

  • Kabel 3 Warna

Kabel yang ada di rumah yang standar umumnya adalah 3 kabel atau 1 fasa.

    • Untuk sirkuit fase tunggal dengan 3 kabel, warna kabelnya adalah :
      • Untuk yang fase (lin), kabelnya bisa menggunakan warna hitam atau warna coklat atau warna abu-abu.
      • Untuk kabel netral menggunakan kabel warna biru.
      • Untuk kabel proteksi atau kabel grounding menggunakan kabel warna belang hijau-kuning.

Jadi standar warna pada instalasi listrik sudah diatur dan kita juga harus menaati aturan tersebut sehingga jika teman-teman ingin menginstall listrik teman-teman sudah tahu warna kabel apa yang harus digunakan.

Berikut ini adalah gambaran warna kabel listrik 1 Fase.

warna kabel netral fasa dan grounding

    • Kabel Warna Biru = Netral
    • Kabel Warna Coklat = Fasa
    • Kabel warna Kuning-Hijau = Grounding
  • Kabel 5 Warna

Untuk sirkuit trifase dengan 5 kabel warna kabelnya adalah :

    • Untuk kabel Lin (fase), kabelnya menggunakan warna hitam, coklat, abu-abu.
    • Untuk kabel netral, kabelnya menggunakan warna biru
    • Untuk yang kabel proteksi atau grounding, kabelnya menggunakan warna belang hijau-kuning.

 

  • Kabel Netral

kabel netral

 

Penggunaan warna biru

Warna biru digunakan untuk menandai konduktor netral atau kawat tengah pada instalasi listrik dengan konduktor netral.

Untuk menghindari kesalahan, warna biru tersebut tidak boleh digunakan untuk menandai konduktor lainnya.

Warna biru hanya dapat digunakan untuk maksud lain, jika pada instalasi listrik tersebut, tidak terdapat konduktor netral atau kawat tengah. Warna biru tidak boleh digunakan untuk menandai konduktor pembumian.

“jadi warna biru tidak boleh untuk grounding dan untuk Fase”

Apa Itu Kabel Netral?

Kabel netral adalah kabel yang tidak bertegangan atau nol.

Baca Juga : Pengertian Tegangan dan Hambatan Listrik Berikut Rumusnya

Ciri-cirinya adalah ketika kita masukkan obeng tespen ke dalam lubang stop kontak maka lampu obeng tespen tersebut tidak menyala.

jadi harusnya stop kontak itu ada dua lubang, yang pertama jika di tes dengan obeng tespen harus menyala dan yang kedua harus tidak menyala.

Bagaimana jika dua-duanya menyala?

Berarti ada masalah pada instalasi listriknya.

Hal yang sama jika pada saat dites dua-duanya tidak ada yang menyala.

Jadi harusnya satu menyala dan yang satunya lagi tidak menyala

Banyak orang yang menyebut kabel netral itu dengan kabel negatif,

Hal ini tentunya juga kurang tepat karena netral adalah istilah untuk listrik bolak-balik atau listrik AC, sedangkan negatif adalah istilah untuk listrik searah atau listrik DC.

  • Kabel Grounding

kabel grounding

Penggunaan warna loreng hijau-kuning

Warna loreng hijau-kuning hanya boleh digunakan untuk menandai konduktor pembumian, konduktor proteksi, dan konduktor yang menghubungkan ikatan ekuipotensial bumi.

Jadi kabel warna loreng hijau-kuning harus untuk kabel grounding, tidak boleh untuk fase dan untuk netral

Apa Itu Kabel Grounding?

Kabel grounding adalah jalur kabel tersendiri yang dipasang pada instalasi listrik menuju titik Pertanahan atau bumi dan tidak menyambung dengan kabel yang lainnya pada instalasi listrik.

Kabel grounding ini banyak yang dilewatkan atau tidak dipasang pada saat menginstalasi listrik rumah karena beberapa alasan menghemat biaya karena tidak usah membeli kabel grounding, toh juga tidak pakai kabel grounding listrik bisa menyala.

Meskipun menyala tetapi perlu dipertimbangkan kabel grounding dapat memproteksi dari arus bocor.

Misalnya jika mesin cuci atau kulkas kita ada kebocoran arus, jika kita tidak memasang kabel grounding maka kita bisa kesetrum pada saat kita memegang kulkas atau mesin cuci tersebut. Namun jika kita memasang kabel grounding jika ada arus bocor maka arusnya akan langsung dibuang ke tanah sehingga kita akan aman ketika memegang kulkas maupun mesin cuci tersebut.

  • Kabel Fasa

Kabel fasa merupakan kabel yang memiliki tegangan listrik.

Maksudnya adalah jika kabel tersebut kita tes dengan menggunakan obeng tespen maka tespennya akan menyala lampunya.

Misalnya pada stop kontak dimana ada 2 lubang dan kita mencolokkan obeng tespen ke lubang yang pertama, misalnya tespen tersebut lampunya menyala, berarti yang menyala itu adalah fasa.

Pertanyaan…

Terkadang orang menyebut kabel fase itu adalah kabel positif. Pernyataan ini betul atau salah?

Fasa adalah istilah untuk listrik bolak-balik atau listrik AC.

Sedangkan positif adalah istilah untuk listrik searah atau listrik DC.

Jadi berbeda / kurang tepat ya…

Misalnya kita menyebut aki atau baterai dimana ada tulisan plus dan minus, karena tegangannya adalah DC atau searah.

Maka pada baterai atau aki itupun kurang tepat jika disebut fasa, karena penggunaan istilah fase dan netral itu ada di listrik bolak-balik atau AC. Sedangkan positif dan negatif untuk listrik DC.

Baca Juga : Mengenal Jenis-Jenis Baterai yang Sering Ada di Pasaran

  • Kabel Listrik 3 Phase

kabel listrik 3 fasa

Kabel 3 fase ada 5, yaitu :

Fase (L1)atau R, kabel yang warna hitam.

Fasa (L2) atau S, kabel yang warna coklat

Fasa (L3) atau T, kabel warna abu-abu

Netral, kabel netral Loreng hijau-kuning, kabel grounding

Fungsi Standar Warna Kabel

Nah kenapa sih ini kita kok menggunakan standar warna kabel?

instalasi kabel tidak sesuai standar

Bayangkan pada suatu instalasi listrik dimana ada ratusan kabel dalam 1 instalasi tersebut, tentunya jika tidak ada standarnya kita akan kesulitan mengidentifikasinya, terlebih pada saat terjadi kerusakan dan pemeliharaannya.

Gambar diatas adalah salah satu contohnya, dimana kabel yang terpasang hanya 1 warna. Hal ini tentunya akan menyulitkan kita pada saat terjadi kerusakan dan ingin dilakukan perbaikan.

Nah untuk memudahkan semuanya dibuat standarisasi dengan panduan PUIL seperti yang sudah diuraikan diatas.

Jenis-Jenis Kabel Listrik

Diatas kita sudah mengetahui dampak dari kesalahan dalam pemilihan kabel listrik. Beragam jenis kabel mungkin membuat kita tidak familiar dan merasa kebingungan.

Setiap jenis kabel biasanya dilengkapi dengan informasi mengenai bahan dasar pembuatannya yang mencakup :

  • Ukuran kabel
  • Tegangan nominal
  • Kode bahan

Informasi ini berguna agar kita dapat menggunakan kabel sesuai dengan jenis dan kegunaannya.

Lalu apa saja sih jenis-jenis kabel listrik yang sering digunakan di rumah, kantor, tempat bermain, dll? Berikut ini adalah diantaranya :

Kabel NYM

kabel nym

Jenis ini sering digunakan di rumah dan di gedung.

Dengan inti kabel yang terdiri dari 1 – 4 inti dan dilengkapi dengan lapisan isolasi PVC.

Kabel NYY

kabel nyy

Jenis kabel ini memiliki inti tembaga berisolasi PVC.

Kabel jenis NYY dibuat untuk instalasi tetap yang ditanam dalam tanah atau kondisi di lingkungan terbuka dengan tambahan perlindungan seperti pipa pvc atau pipa besi.

Kabel NYA

kabel nya

Jenis kabel NYA adalah kabel dengan inti yang terbuat dari bahan tembaga tunggal dan dilapisi bahan isolator PVC satu lapis.

Kabel jenis ini biasanya digunakan untuk instalasi di perumahan dan instalasi kabel udara.

Kabel NYAF

kabel nyaf

Jenis kabel ini memiliki inti tembaga berserabut dengan inti tunggal berisolasi bahan isolator PVC satu lapis.

Jenis ini adalah kabel yang memiliki sifat fleksibilitas yang tinggi karena inti tembaganya berbentuk serabut.

Kabel NYYHY

Kabel NYYHY

Jenis kabel ini memiliki satu atau lebih inti tembaga berserabut dan memiliki selubung luar berupa bahan isolator dari PVC.

Jenis kabel ini sering digunakan di dalam rumah karena fleksibel sehingga mudah untuk dipasang.

Kabel NYMHY

Kabel NYMHY

Jenis kabel ini memiliki lebih dari satu inti tembaga berserabut dengan bahan isolasi terluar berupa PVC.

Kabel ini juga sering dipakai untuk instalasi listrik skala rumah tangga di bawah 900 watt.

Kabel BC

kabel bc

Kabel BC adalah kabel yang tidak memiliki lapisan isolator sehingga lebih sering digunakan pada instalasi penangkal petir dan dalam instalasi grounding.

Kabel ACSR

Kabel ACSR

Kabel ACSR adalah kabel yang terbuat dari aluminium dengan inti kawat baja dan biasanya dipakai pada instalasi arus listrik skala besar seperti pada perusahaan listrik.

Kabel ini berfungsi sebagai penghantar tegangan listrik berarus besar antar menara distribusi listrik.

Kabel NYRGBY atau NYFGBF atau NYBY

Kabel NYRGBY atau NYFGBF atau NYBY

Jenis kabel ini memiliki satu inti tembaga atau lebih dengan bahan isolator PVC.

Memiliki pelindung kawat baja bulat dan lilitan plat baja, serta memiliki bahan isolasi PVC di bagian terluar.

Kabel ini dibuat untuk tahan ditanam didalam tanah tanpa perlu bahan tambahan sebagai pelindung, namun untuk instalasi kabel yang ditanam di bawah Jalan Raya tetap diperlukan pipa PVC sebagai pelindung.

Cara Menentukan Ukuran Kabel Listrik Untuk Instalasi Rumah

cara menentukan ukuran kabel

Sebelum memutuskan ukuran kabel, kita harus memutuskan terlebih dahulu kabel apa yang akan digunakan. Misalnya, apakah kita ingin menggunakan kabel NYM atau NYA atau kabel lainnya.

Untuk mempermudah pemahaman, kali ini kita akan menggunakan kabel NYA karena kabel NYA ini sangat umum digunakan dalam instalasi rumah.

Selanjutnya kita sudah mengetahui dimana untuk daya listrik rumah ada batas beban amperenya, yaitu untuk :

  • Listrik 450 volt-ampere, untuk MCB dipasang 2 ampere, artinya untuk batas maksimal ampere yang mengalir di instalasi rumah yaitu 2 ampere.
  • Listrik 900 volt-ampere untuk MCB dipasang 4 ampere, artinya untuk batas maksimal ampere yang mengalir di instalasi rumah yaitu 4 ampere.
  • Listrik 1300 volt-ampere untuk MCB dipasang 6 ampere, artinya untuk batas maksimal ampere yang mengalir di instalasi rumah yaitu 6 ampere.
  • Listrik 2200 volt-ampere untuk MCB dipasang 10 ampere, artinya untuk batas maksimal ampere yang mengalir di instalasi rumah yaitu 10 ampere.
  • dst

Karena kita sudah mengetahui batas ampere untuk instalasi listrik di rumah, sekarang tinggal kita hitung nilai KHA nya.

Misalnya : untuk daya 2200 volt-ampere yang MCB nya pakai 10 ampere atau batas maksimal yang diperbolehkan adalah 10 ampere.

Sebelum kita menghitung ukuran kabel, kita harus tahu dulu tabel KHA (Kemampuan Hantar Arus) yang tertera pada PUIL 2011.

tabel kha

Nah sekarang kita proses cara menghitung kabelnya

Kita harus mengetahui dulu rumus KHA dan nanti kita bandingkan hasil rumus KHA dengan tabel diatas.

Rumus KHA adalah 125 % x I

Dimana I = arus batas maksimal yang ada di rumah kita.

Seperti yang sudah diuraikan diatas, untuk daya 2200 volt ampere batas maksimalnya 10 ampere.

Sehingga I nya adalah 10 ampere.

Jadi

KHA = 125 % x 10 = 1.25 x 10 = 12.5 A

Setelah kita tahu nilai KHA nya, kita cari di tabel yang mendekati 12,5 ampere.

Kita bandingkan dengan tabel tadi.

Diketahui KHA nya 12,5 ampere, maka pada tabel kita cari yang mendekati 12,5 ampere yaitu sekitar 15 ampere.

Jadi kita harus mencari nilai yang lebih tinggi dan bukan nilai yang terendah.

Nah dengan kemampuan hantar terus menerus 15 ampere, kita bisa menggunakan kabel 1,5 mm².

Jadi dengan daya rumah 2200 volt ampere, untuk kemampuan mengalirkan arus terus menerus 15 ampere kita sudah dapat menggunakan kabel 1,5 mm².

Namun jika kita punya budget lebih, dengan daya rumah 2200 volt ampere, alangkah baiknya kita pasang NYA yang 2,5 mm2.

Dimana untuk 2.5 mm² tersebut kemampuan menghantarkan arus secara terus menerusnya sekitar 20 ampere. Hal ini bisa dijadikan pertimbangan karena semakin besar penampangnya maka lebih bagus daya hantar arusnya.

Oiya, yang kita bahas diatas adalah mengukur penampang kabel , pada kondisi suhu yang ideal atau sumbu ambient sekitar 30°C. Jika kita memasang instalasi listrik pada kondisi cuaca panas misal diatas 30°C maka perhitungannya harus dengan menggunakan tabel koreksi KHA.

Bagaimana Cara Memilih Kabel yang Benar?

panduan membeli kabel listrik

Sekarang banyak sekali produsen kabel yang menawarkan berbagai kelebihan untuk setiap produknya, Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dipertimbangkan ketika akan membeli kabel listrik :

  • Pastikan kabel mempunyai berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia)

Karena kabel jenis ini tentunya sudah disertifikasi dan memang sudah sesuai dengan standar.

  • Pilih kabel yang full tembaga

Memang untuk kabel yang full tembaga harganya relatif lebih mahal tapi kabel ini akan mengantarkan listrik di rumah kita dengan lebih baik  serta tidak mudah panas.

Bagaimana cara kita melihat kabel itu full tembaga?

Jika kita akan potong kemudian kita lihat penampangnya, untuk kabel dengan tembaga campuran bagian tengahnya warnanya agak keputihan kemudian bagian tepinya warna tembaga

kabel tembaga campuran

Sedangkan untuk yang full tembaga dari bagian luar sampai bagian dalam warnanya sama intinya yaitu adalah full tembaga.

kabel full tembaga

  • Pilihlah Kabel Sesuai Kebutuhan

Saat ini di beberapa marketplace dapat kita temukan toko yang menjual kabel dalam roll pendek. Hal ini tentunya memberi kemudahan bagi kita, karena umumnya toko listrik menjual dalam ukuran roll panjang 50 meter atau 100 meter.

Dalam roll pendek tersebutada beberapa yang mencantumkan labelnya. Misalnya:

Panjangnya 10 meter

Ukurannya 2 x 1,5 mm

Tegangan 200 / 500 V

Pastikan kita membeli sesuai dengan kebutuhan kita.

Kesimpulan

Dari uraikan diatas, kita telah belajar terkait dengan pemilihan kabel dengan benar, cara penentuan ukurannya berikut dengan cara penginstalan kabel listrik dengan pemilihan warna sesuai standar.

Dengan pemahaman tersebut harapannya kita harus lebih memperhatikan lagi untuk perkabelan di rumah kita terlebih buat teman-teman yang sedang membangun atau merenovasi rumah.

Lebih baik kita membayar lebih maha untuk membeli kabel yang sesuai spesifikasi dan telah sesuai SNI atau standar PLN. Jangan sampai kita sudah membangun atau merenovasi rumah dengan bagus, namun kabel listriknya kita cari yang murah dan tidak standar sehingga nanti bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kebakaran.

Semoga Bermanfaat.

Perbedaan dan Kegunaan Kunci Pas, Ring, L, Sok, T, dan Ring Pas

Perbedaan dan Kegunaan Kunci Pas, Ring, L, Sok, T, dan Ring Pas

Masih membahas terkait perkakas, khususnya yang sering digunakan di perbengkelan yaitu kunci, baik itu kunci pas, kunci ring, kunci kombinasi, kunci inggris, dan kunci T.

Bagaimana bentuk, ukuran, serta hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan kunci-kunci tersebut?

Tanpa panjang lebar, yuk langsung kita mulai..

Kunci Pas

gambar kunci pas

Kunci pas adalah kunci yang paling umum kita temukan jika kita bekerja di perbengkelan. Bentuknya seperti pada gambar diatas dimana kedua ujungnya terbuka.

Kunci pas ini digunakan untuk memutar mur atau baut, namun untuk yang momen pengencangannya itu tidak terlalu ketat. Artinya kunci pas tidak disarankan digunakan jika kita ingin mengunci dengan momen pengencangan yang betul-betul ketat demikian juga sebaliknya kita tidak bisa membuka mur atau baut yang posisinya masih sangat kencang atau kuat.

“Secara singkatnya kunci pas ini lebih efektifnya digunakan untuk memutar mur atau baut yang sudah agak longgar”

Ukuran kunci pas dapat kita temukan dalam satuan milimeter maupun inch dimana ukuran antara ujung satu dengan ujung lainnya pasti berbeda, misalnya : 14 mm di salah satu ujungnya dan 17 mm di ujung yang lainnya.

Kunci pas itu sendiri umumnya terbuat dari logam paduan Chrome Vanadium.

Cara menggunakan kunci pas tentunya sangat sederhana namun ada hal-hal yang perlu kita ketahui, yaitu :

cara menggunakan kunci pas

  • Pastikan terlebih dahulu ukuran kunci pas yang akan digunakan sesuai dengan ukuran mur atau baut yang akan kita putar.

Misalnya : Baut yang akan dikencangkan atau dikendorkan adalah ukuran 17 mili, maka ukuran kunci pas yang akan kita gunakan tentunya juga harus 17 mili sehingga jika nanti dipasangkan akan pas dan pada saat diputar akan lebih mudah, tidak merusak kunci, dan juga tidak menyebabkan mur atau baut yang  kita putar tadi menjadi lecet.

  • Tempatkan posisi kunci pas dengan baut atau mur yang akan kita putar.

Pastikan posisinya tidak miring karena jika posisinya miring dan kita paksa putar maka akan merusak baut maupun kunci pas yang kita gunakan.

Jadi usahakan sebisa mungkin posisi kunci pas sejajar dengan posisi baut atau mur yang akan dilepaskan atau dikencangkan.

  • Putar kunci pas ke arah yang kita inginkan, jika kita ingin mengencangkan baut atau mur maka kita bisa memutarnya ke arah kanan demikian juga sebaliknya jika kita ingin mengendorkan baut atau mur tersebut maka kita bisa memutar kunci pas ke arah kiri.

Kunci pas ini sebenarnya di bengkel tidak terlalu sering dipakai karena mekanik rata-rata cenderung lebih suka menggunakan kunci kombinasi karena pada kunci kombinasi sudah ada bagian ringnya dan juga sudah ada bagian pasnya.

Namun kunci pas ini tetap harus kita sediakan karena kemungkinan pada satu kondisi hanya bisa kita membuka ataupun mengunci suatu baut itu menggunakan kunci pas.

Berikut ini beberapa ukuran kunci pas yang umum ada di pasaran 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 17, 19, 22, 24, 27, 30, 32 mm.

Kunci pas selain digunakan di perbengkelan, tentu saja juga banyak digunakan dalam berbagai aplikasi baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun keperluan industri sampai ke laboratorium jasa kalibrasi untuk kegiatan kalibrasi pressure gauge dimana digunakan untuk memasang standar test gauge maupun alat ukur tekanan (contoh : manometer bourdon) yang akan dikalibrasi ke test pump atau hand pump.

Kunci Ring

gambar kunci ring

Jika kunci pas digunakan mungkin memutar baut atau mur yang tidak terlalu ketat, lalu bagaimana untuk baut atau mur yang terpasang ketat, misalnya di dalam blok mesin motor, instalasi di berbagai macam mesin industri (part-part atau bagian-bagian dalam mesin mixing, bagian-bagian dalam mesin bubut, dll)?

Nah kunci ring lah jawabannya.

Jika kita perhatikan pada gambar diatas, kunci ring ini mempunyai bentuk bulat pada kedua ujungnya. Kedua ujung yang bulat tersebut memiliki ukuran yang berbeda.

Berikut ini adalah beberapa ukuran dari kunci ring yang dapat kita temukan di pasaran :

  • 6-7 mm
  • 8-9 mm
  • 10-11 mm
  • 11-13 mm
  • 12-13 mm
  • 12-15 mm
  • 13-14 mm
  • 14-15 mm
  • 15-16 mm
  • 16-17 mm
  • 16-18 mm
  • 17-19 mm
  • 19-22 mm
  • 21-24 mm
  • 22-24 mm
  • 24-26 mm
  • 27-30 mm
  • 30-32 mm

Kelebihan dari kunci ring adalah dapat mencengkram atau menjepit baut atau mur lebih ketat sehingga kunci ring bisa kita gunakan untuk mengunci atau membuka baut atau mur dengan momen pengencangan yang lebih tinggi.

Kunci ring merupakan salah satu kunci yang sering digunakan di bengkel karena memang cukup praktis untuk digunakan.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan kunci ring :

cara menggunakan kunci ring

  • Pastikan ukuran kunci ring yang akan digunakan sesuai dengan ukuranbaut yang akan kita putar.

Misalnya : Baut yang akan dikencangkan atau dikendorkan adalah ukuran 14 mm, maka kunci ring yang digunakan juga harus ukuran yang 14 mm.

Jika kita menggunakan kunci ring yang ukuran yang 15, tentunya akan longgar dan tidak bisa mencekram.

  • Pastikan posisi kunci ring pas pada baut yang akan kita putar.

Jadi jangan sampai posisi kunci ringnya miring karena nanti cengkraman kunci tersebut ke baut yang akan kita putar tidak maksimal, Akibatnya bautnya mungkin bisa jadi lecet dan juga kunci ring kita juga akan cepat mengalami keausan.

  • Putar kunci ring sesuai dengan arah yang kita inginkan, apakah kita ingin membuka baut atau ingin mengunci baut tersebut.

Jika kita ingin membuka baut maka putar ke arah kiri atau berlawanan jarum jam sedangkan jika kita ingin mengencangkan atau mengunci baut maka putar ke kanan atau searah jarum jam.

“Kunci ring bisa digunakan untuk membuka baut yang masih kencang atau juga sebaliknya mengencangkan baut yang belum terlalu kuat”

Kunci Ring Pas

kunci ring pas kombinasi

Nah diatas kita sudah mengenal kunci ring dan kunci pas. Lalu apa itu kunci ring pas?

Sesuai dengan namanya, kunci ring pas adalah penggabungan keduanya dimana pada ujung yang satu berbentuk bulat yang disebut dengan ring dan di ujung lainnya berbentuk kunci pas.

“Kunci ring pas merupakan kombinasi dari kunci ring dan kunci pas yang disatukan”

Ukurannya untuk kedua ujung tersebut akan sama. Jadi misalnya dibagian ringnya mempunyai ukuran 21 milimeter, maka di bagian pas nya juga berikuran 21 milimeter.

Hal ini tentunya berbeda dengan kunci pas ataupun kunci ring yang umumnya kedua ujungnya mempunyai ukuran yang berbeda.

Kunci ring pas ini termasuk kunci yang akan sering sekali digunakan oleh mekanik karena memang praktis dimana dua buah ujung yang bisa digunakan untuk membuka ataupun mengencangkan baut dan mur yang membutuhkan momen kekencangan yang cukup tinggi.

Cara menggunakan kunci ring pas merupakan kombinasi cara menggunakan kunci ring dan kunci pas yang telah diuraikan diatas.

cara menggunakan kunci ring pas

  • Sebelum kita menggunakan kunci ring pas yang perlu kita lakukan adalah menyesuaikan ukuran kunci dengan ukuran baut yang akan kita putar.
  • Pada saat kondisi baut atau mur yang masih ketat atau memiliki kekencangannya tinggi, maka kita bisa mengendorkannya menggunakan kunci bagian ring nya.

Kemudian jika sudah agak longgar maka kita bisa menggunakan bagian kunci pas nya supaya kita dapat memutarnya dengan cepat.

Demikian juga sebaliknya…

Jika kita ingin mengencangkan atau mengunci baut atau mur, maka pertama-tama kita bisa menggunakan kunci bagian pas nya, kemudian jika kita ingin mengencangkannya supaya momen pengencangannya tinggi atau ketat maka kita bisa menggunakan kunci bagian ring nya.

Kunci Inggris

kunci inggris

Kunci inggris mempunyai bentuk seperti pada gambar diatas. Untuk ukurannya mulai 6 ; 8 ; 10 ; 12 inch dan seterusnya. Namun di bengkel motor yang paling banyak dipakai biasanya ukuran 8 atau 10 inci.

Jika kita lihat, ada kemiripan dengan kunci pas pada bagian ujungnya.

Kunci inggris mempunyai kelebihannya dimana untuk bagian rahangnya bisa kita setel (besar atau kecilkan) sesuai dengan kebutuhan sehingga bisa kita gunakan untuk memutar mur atau baut namun dengan kekencangan yang tidak terlalu besar.

Jika baut tersebut masih dalam keadaan ketat atau terkunci dengan momen kekencangan yang tinggi maka ada kemungkinan tidak bisa kita buka dengan menggunakan kunci inggris.

Apabila kita paksakan maka akan menyebabkan terjadinya keausan pada rahang kunci inggris tersebut dan bisa menyebabkan lecet pada bagian baut atau murnya.

“Jadi kunci inggris lebih cocok digunakan untuk memutar mur atau baut yang momen pengencangannya tidak terlalu besar”

Untuk cara penggunaannya mungkin ada beberapa hal yang harus kita perhatikan :

cara menggunakan kunci inggris

  • Sesuaikan terlebih dahulu ukuran rahang yang akan kita buat pada kunci inggris tersebut terhadap baut atau akan kita putar. Karena jika ternyata masih agak longgar maka tidak bisa dilakukan pemutaran dan malah akan beresiko terjadinya lecet yang berlebihan pada baut ataupun mengalami keausan pada bagian kuncinya.
  • Pastikan rahang menjepit dengan pas baut yang akan kita putar.
  • Pastikan posisi kunci inggris terseabut sejajar dan lurus.
  • Putar kunci inggris ke arah yang kita inginkan. Jika ingin membuka ke arah kiri dan jika ingin mengencangkan kearah kanan

Kunci inggris termasuk salah satu kunci yang perlu kita sediakan di bengkel karena bisa saja sewaktu-waktu kita akan membutuhkan kunci untuk membuka ataupun memutar baut atau mur yang ukurannya ternyata tidak sesuai dengan kunci pas yang kita miliki.

Kunci Sok

fungsi kunci sok

Dalam perbengkelan, kunci sok ini kita gunakan pada kondisi jika kita ingin mengendorkan baut atau mur yang terpasang terlalu ketat atau momen kekencangannya tinggi dan membutuhkan kunci yang mampu mencengkram baut atau mur dengan lebih presisi sehingga kita dapat memutarnya dengan lebih mudah.

Kunci sok mempunyai  ukuran mata yang bermacam-macam dari mulai yang terkecil sampai dengan yang terbesar.

Di bengkel sepeda motor umumnya menggunakan kunci sok dengan ukuran 6 mili, 8 mili, 10 mili, sampai ukuran 24 mili yang tentunya bisa kita gunakan sesuai dengan kebutuhan.

Mata kunci sok itu sendiri ada juga yang bentuknya agak memanjang.

Untuk menggunakannya mata sok tersebut tentu kita membutuhkan bantuan tangkai atau handle untuk membuka atau mengunci baut yang akan kita putar

Bentuk dari handle kunci sok juga sangat beragam atau bervariasi.

Ada yang modelnya seperti T-handle yang bisa digeser, ada yang modelnya seperti rachet yang bisa di setel dan bisa berputar dengan bebas tanpa harus dilepaskan dulu baru dipasangkan kembali, dll.

Beberapa hal yang harus kita pahami dalam menggunakan kunci sok antara lain yaitu :

cara menggunakan kunci sok

  • Kita harus menyesuaikan baut yang akan diputar dengan mata sok yang kita gunakan.

Misalnya baut ukuran 14 mili, tentu mata sok yang kita gunakan juga harus yang berukuran 14 mili.

  • Pilih handle yang akan kita gunakan untuk memutar mata sok tersebut.

Jika kita memiliki beberapa gagang atau handle maka kita bisa menyesuaikan kira-kira mana yang akan lebih efektif kita gunakan untuk memudahkan pekerjaan kita.

  • Tepatkan pemasangan kunci pada baut atau murnya.

Kita harus memposisikan kunci ini terhadap baut itu benar-benar tepat atau sejajar dan jangan sampai posisi pemasangannya miring atau tidak tepat karena pasti akan mempengaruhi hasil pembukaan pada bautnya.

Entah itu bautnya yang lecet atau mungkin malah berakibat mata sok yang kita gunakan cepat mengalami keausan.

  • Mengarahkan putaran kunci sok ke arah yang kita inginkan. Jika kita memutar kearah berlawanan jarum jam maka untuk membuka baut, sebaliknya jika kita memutar ke arah searah jarum jam maka untuk mengunci baut.

Dengan menggunakan kunci sok ini kita bisa lakukan dengan tekanan yang lebih tinggi daripada kunci ring ataupun kunci ring pas yang seperti dijelaskan sebelumnya.

“Kunci sok ini tentunya akan sangat membantu kita dalam membuka ataupun mengunci baut yang mungkin membutuhkan tekanan ataupun momen puntir dan lebih besar”

Jika baut ternyata memang sudah agak lecet dan sulit dibuka oleh kunci ring atau kunci pas maka akan lebih optimal jika membuka atau mengunci menggunakan kunci sok.

Oiya, terkait dengan bentuk mata kunci sok tentunya mirip dengan mata pada obeng sok yang telah dibahas sebelumnya. Jika teman-teman berkenan silakan berkunjung ke link berikut : Sekilas Tentang Obeng Ketok, Obeng Plus, Obeng Min, dan Obeng Shock.

Kunci T

ukuran kunci t

Sesuai dengan namanya Kunci T, bentuknya memang menyerupai huruf T namun jika kita lihat lagi sebenarnya kunci T ini masih agak mirip dengan kunci sok namun dibuat bentuknya lebih praktis dimana diberi handle langsung.

Kunci T biasanya digunakan untuk membuka ataupun mengunci baut atau mur dengan posisi yang mungkin agak sedikit menjorok atau mungkin agak jauh jangkauannya sehingga lebih mudah kita lakukan.

Cara menggunakan kunci T ini sangat sederhana namun ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, antara lain :

cara menggunakan kunci t

  • Sesuaikan ukuran Kunci T dengan baut atau objek yang akan kita putar.

Misalnya : baut yang akan kita buka ukurannya 8 mili maka kunci T yang kita siapkan juga harus 8 mili.

  • Tempatkan posisinya sehingga benar-benar tepat, karena jika miring atau tidak lurus maka sangat rentan terjadi keausan pada baut akhirnya baut malah tidak bisa dibuka.

Jadi pada saat melakukan pembukaan ataupun penguncian pastikan posisinya harusn sejajar antara baut dengan kunci T yang kita gunakan.

  • Putar ke arah yang kita inginkan yaitu ke arah kiri untuk membuka atau ke arah kanan untuk menguncinya.

Kunci T adalah termasuk salah satu kunci yang memang paling sering digunakan di perbengkelan untuk membantu memudahkan kita membuka atau mengunci baut khususnya pada bagian bak kopling.

Kunci T yang wajib dimiliki bengkel umumnya ukuran 8, 10 atau 12 mili. Jika ukuran baut atau mur diatas ukuran tersebut maka kita bisa memanfaatkan kunci sok untuk menggantikan fungsi kunci T ini.

Kunci L

kunci l

Sesuai dengan namanya, bentuk dari kunci ini menyerupai huruf L.

Kunci L sendiri ada beberapa ukuran yaitu :

  • Ukuran pendek
  • Ukuran sedang
  • Ukuran panjang

Tipe kepalanya juga memiliki beberapa macam model, yaitu :

  • L Biasa
  • L Bintang

Kunci l juga termasuk kunci yang penting untuk aktivitas perbengkelan karena beberapa baut pada bagian mesin ataupun di motor bentuk kepala baut hexagonal pada bagian dalammnya seperti pada gambar dibawah ini.

baut hexagonal

Sehingga kunci L ini akan kita pasangkan atau kita masukkan ke dalam baut tersebut dan baru bisa diputar.

Untuk mengunakan kunci L ini ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, antara lain :

cara menggunakan kunci l

  • Kita harus menyesuaikan ukuran kunci L yang akan kita gunakan dengan ukuran baut yang akan kita putar.

Misalnya : baut dengan bentuk L bintang pada bagian kepalanya, sehingga kunci L yang digunakan juga harus yag berbentuk bintang.

kunci l bintang

  • Pastikan kunci terhadap bautnya betul-betul presisi dan jangan sampai masih agak longgar karena jika dipasangkan bisa menyebabkan selek atau rusaknya kunci kita gunakan.

Tepatkan dan sejajarkan posisi kunci pada baut.

  • Putar ke arah yang diinginkan, apakah ingin mengencangkan atau mengendorkan baut tersebut.

Semoga Bermanfaat.

Mengenal Fitting Lampu Gantung, Colokan, Plafon (Tempel)

Mengenal Fitting Lampu Gantung, Colokan, Plafon (Tempel)

Penerangan merupakan bagian penting dalam kehidupan karena hampir semua aktivitas tentunya tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya penerangan. Sehingga lampu juga menjadi bagian penting karena yang memberikan sumber penerangan tersebut.

Lalu apakah lampu bisa menyala dengan sendirinya?

Tentu saja tidak, ada beberapa peralatan listrik lainnya yang diperlukan untuk membuat lampu tersebut menyala, seperti saklar, kabel, fitting lampu, dan sumber listrik itu sendiri.

Kali ini kita akan membahas mengenai fitting lampu baik dari fungsi, jenis, cara memilih, dan cara memasangnya.

Yuk kita mulai..

Pengertian Fitting Lampu Listrik

macam macam fitting lampu

Secara singkat fitting lampu adalah dudukan lampu atau dengan kata lain peralatan listrik yang digunakan untuk menempatkan bola lampu sehingga terhubung dengan rangkaian listrik.

Dengan adanya fitting lampu ini, rangkaian lampu dapat terhubung dengan rapi serta juga lebih aman dari adanya resiko sengatan listrik ketika kita memasang dan melepas bola lampu terebut.

Fitting lampu mempunyai bentuk kotak atau bulat dan dapat kita temukan dalam beberapa ukuran dan juga warna, namun umumnya yang sering kita lihat adalah warna putih dan hitam.

Jenis-Jenis fitting Lampu

Fitting lampu selain tersedia dalam beberapa ukuran juga tersedia dalam beberapa model yang tentunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan teman-teman, apakah fitting tersebut untuk lampu kamar, lampu taman, dll.

Berikut ini beberapa jenis dari fitting lampu :

  • Fitting Lampu Gantung

fitting lampu gantung

Gambar diatas merupakan bentuk dari fitting lampu gantung. Dinamakan fitting lampu gantung karena pemasangannya adalah digantung.

Bahan yang digunakan pada fitting gantung ini hampir sama dengan fitting yang lainnya, yaitu plastik dengan bagian pinggir ada yang berbahan plastik ataupun alumunium.

Fitting jenis ini umumnya dilengkapi dengan tali snur sehingga membuat lampu dapat dipasang secara menggantung.

Karena model pemasangannya yang menggantung, fitting lampu gantung ini banyak digunakan untuk penerangan di perternakan ayam (penetasan anak ayam), sampai diguankan untuk penerangan di restauran, museum, dll.

Sebelum membelinya, pemilihan fitting gantung ini harus benar-benar diperhatikan karena untuk fitting gantung yang kurang berkualitas (baca : yang mempunyai harga murah), maka pada bagian fitting gantung tersebut terkadang mudah meleleh. Sehingga sangat disarankan kita tidak hanya mempertimbangkan dari sisi harga saja, namun juga dari sisi keselamatannya karena ketika berbicara masalah listrik tentunya jika konslet bisa mengakibatkan kebakaran.

Baca Juga : Jenis-Jenis APAR dan Fungsinya Sesuai Klasifikasi Kebakaran

Berikut ini adalah beberapa desain lampu yang menggunakan fitting gantung :

fitting gantung

gambar fitting lampu gantung

desain lampu gantung

lampu gantung elegan

fitting lampu gantung rumah mewah

  • Fitting Lampu Plafon

fitting lampu plafon

Sesuai dengan namanya, fitting lampu plafon umumnya terletak di atas menempel di plafon suatu rumah atau gedung.

Sering disebut juga dengan fitting lampu tempel.

Fitting ini merupakan fitting yang banyak digunakan dan paling mudah kita temui, bahkan mungkin hampir di setiap rumah ada.

Bentuk dari fitting ini juga bermacam-macam, ada yang kotak maupun bulat, ukurannya juga ada yang kecil dan agak besar.

fitting tempel bulat

Demikian juga untuk merknya, teman-teman bisa pilih berdasarkan yang kebutuhan teman-teman. Bahan bagian pinggir fitting juga saat ini tersedia yang dari bahan alumunium ataupun plastik.

fitting lampu tempel bahan plastik

  • Fitting Lampu Colokan

fitting lampu colokan

Sesuai dengan namanya, pada fitting lampu colokan ini terdapat colokannya.

Sehingga pada setelah bola lampu dipasang pada fitting colok tersebut untuk menyalakannya tinggal mencolokkan fitting tersebut ke stop kontak.

  • Fitting lampu tidur

fitting lampu tidur

Bentuk fitting lampu tidur adalah seperti pada gambar diatas dimana pemakaiannya adalah hanya dengan ditancapkan ke terminal listrik.

Pada fitting lampu tidur ini terdapat saklar sehingga jika ingin mematikan dan menghidupkan lampu cukup dengan menekan saklarnya saja.

Bentuk dari fitting ini sama dengan fitting lampu colokan, hanya terdapat saklarnya saja.

  • Fitting Lampu Jalan

fitting lampu jalan
Dinamakan fitting lampu jalan karena fitting ini biasanya dipasang khusus untuk penerangan jalan. Jadi fitting ini paketannya ada cup yang berfungsi untuk melindungi lampu sehingga tidak terpapar langsung sinar matahari maupun hujan.

Dimana cup tersebut dipasang di dalam fitting lampu jalan tersebut. Untuk ukuran cupnya sendiri ada yang kecil, sedang, maupun besar.

  • Fitting Lampu Kombinasi

fitting lampu kombinasi

Keuntungannya fitting kombinasi ini adalah terdapat tempat untuk steakernya atau colokan yang bisa dimasukin sehingga teman-teman bisa mengalirkan listrik ke bagian lainnya, misalnya ingin menghubungkan dengan lampu yang lainnya.

  • Fitting Lampu Miring

fittig lampu miring

Dinamakan fitting miring karena posisinya miring. Fitting ini umumnya dipasang di kamar mandi.

Jadi ditempelkan di dinding kamar mandi sehingga  lampunya mengarah ke bawah.

  • Fitting Lampu Sensor

fitting lampu sensor

Fitting ini ditambahkan sensor di bagian dalamnya yang tentunya sensor ini dapat kita sesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan, misalnya sensor gelap terang dimana lampu akan mati dan hidup secara otomatis.

  • Fitting Lampu Kedap Air

fitting lampu kedap air

Fitting kedap air adalah dudukan lampu yang umumnya digunakan untuk kamar mandi atau tempat lain yang memiliki kadar air relatif tinggi. Dengan menggunakan fitting ini maka dapat melindungi kita dari beberapa bahaya misalnya adanya konslet listrik karena kabel listrik pada fitting tersebut basah karena adanya resapan air.

Dudukan lampu yang satu ini biasanya didesain menggunakan bahan khusus, yaitu tempatnya dibuat dari material porselen. Kemudian bahan fitting juga menggunakan karet yang dapat menyerap air.

Ukuran Fitting Lampu

ukuran fitting lampu

Kita sudah mengenal beberapa jenis fitting lampu, lalu apakah semua fitting lampu tersebut ukurannya sama atau ada beberapa ukuran?

Berikut ini macam-macam ukuran fitting lampu yang sering digunakan yang bisa teman-teman jadikan panduan sebelum membelinya.

  • Ukuran Fitting E27

Ukuran fitting E27 adalah ukuran fitting lampu yang paling sering digunakan baik lampu ruangan, lampu jalan, dll.

Nah jika kita menggunakan fitting ukuran E27 maka rumah lampunya juga harus ukuran e27.

  • Ukuran Fitting E14

Ukuran fitting E14 biasanya digunakan untuk lampu hias atau lampu tidur.

  • Ukuran Fitting E12

lampu cabe

Ukuran fitting E12 sama seperti E14 dimana umumnya digunakan pada lampu-lampu hias. Bentuk lampu yang umumnya dipasang pada fitting lampu ukuran E12 ini adalah lampu cabe.

Cara Memasang Fitting Lampu

cara mengganti fitting lampu listrik

Komponen-komponen listrik, apapun itu seperti saklar, resistor, diode, stop kontak, steker, kapasitor, termasuk fitting lampu tentunya suatu saat juga akan rusak.

Nah supaya lampu tetap bisa menyala maka komponen yang rusak tersebut harus kita ganti yang baru.

Fitting lampu ini bisa kita lakukan penggantian sendiri, namun untuk fitting yang terpasang di area-area tertentu yang susah dijangkau disarankan memanggil jasa tukang listrik.

Berikut ini adalah cara mengganti fitting lampu :

  • Pastikan apakah memang fitting lampunya yang memang rusak, bukan komponen lainnya, misalnya : kabel yang terputus, dll.

Untuk mengecek hal diatas, teman-teman bisa menggunakan obeng tespen.

  • Pastikan fitting lampu pengganti sudah sesuai baik dari jenis dan ukurannya.
  • Sebelum melakukan penggantian, matikan dahulu sumber aliran arus listrik.

Hal diatas tentunya untuk menghindari dari bahaya tersengat aliran listrik.

  • Lepaskan fitting lama dan pasang fiting baru dengan menggunakan obeng. Pastikan semua sekrup terpasang dengan kuat.
  • Pasang lampu pada fitting tersebut.
  • Nyalakan kembali sumber arus listrik dan tekan saklar lampu. Jika pemasangan dilakukan dengan benar maka lampu akan menyala.

Semoga Bermanfaat

Pengertian dan Contoh Gaya Gesek di Kehidupan Sehari-Hari

Pengertian dan Contoh Gaya Gesek di Kehidupan Sehari-Hari

Jika sebelumnya kita membahas mengenai gaya gravitasi, maka kali ini kita akan membahas mengenai gaya yang lainnya, yaitu gaya gesek berikut dengan contoh-contohnya.

Gaya gesek terjadi pada permukaan 2 buah benda yang bersentuhan seperti buku dengan meja, roda kendaraan dengan jalan, dll.

Gaya gesekan memiliki arah yang berlawanan dengan arah gerak benda.

Bila sebuah buku yang ada di atas meja ditarik ke arah kanan maka gaya geseknya adalah ke arah kiri, demikian juga sebaliknya

Karena arah gaya gesek berlawanan dengan arah gerak benda maka gaya gesek ini cenderung menghentikan gerak benda.

Gaya Gesek di Udara

 

Untuk lebih mudah pemahaman, mari kita berikan ilustrasi sebagai berikut :

Contoh 1

percobaan gaya gesekan

Apa yang akan terjadi jika 2 buah kertas yang memiliki massa yang sama, salah satunya diremas sehingga berbentuk seperti bola kemudian kedua kertas tersebut kita jatuhkan secara bersamaan.

Tentunya kertas yang berbentuk bola (yang diremas) akan sampai kelantai terlebih dahulu.

Berikut ini adalah penjelasannya…

gaya gesekan pada kertas

Pada kedua kertas tersebut ketika dijatuhkan maka terjadi gaya gesek dengan arah gesekan adalah vertikal keatas dengan demikian gaya gesek tersebut memperlambat gerak kedua kertas.

Semakin besar gaya gesekan udara yang bekerja maka akan semakin memperlambat gerak kertas.

Dari percobaan diatas, kertas yang terbentang memiliki gaya gesek udara yang lebih besar dibandingkan bola kertas (kertas yang diremas) tersebut

Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa gaya gesekan yang bekerja ketika benda bergerak di udara dipengaruhi oleh luas bentangan benda atau luas permukaan benda yang bersentuhan langsung dengan udara.

“Semakin besar luas bentangan benda maka semakin besar gaya gesekan udara yang bekerja pada benda tersebut”

Contoh 2

Pengerjun Payung..

gaya gesek pada seorang penerjun

Pada saat penerjun melompat dari pesawat maka dia tidak langsung membuka parasutnya.

Pada penerjun tersebut terjadi 2 buah gaya yaitu :

  1. Gaya gravitasi bumi atau berat penerjun dan parasutnya ke arah bawah.
  2. Gaya gesekan udara ke arah atas yang memperlambat gerak jatuhnya penerjun.

Ketika parasut belum dibuka, maka luas bentangan penerjun dan parasutnya sangat kecil atau gaya gesekan udara tidak terlalu besar sehingga penerjun dapat jatuh dengan cepat.

Apabila parasut tidak juga terbuka sampai ke tanah maka hal ini akan sangat membahayakan karena kecepatan penerjun hingga sampai ke tanah kira-kira 50 m/s atau 180 km per jam.

Gaya Gesek Pada Permukaan Air

gaya gesek pada air

Apakah gaya gesek bekerja ketika benda bergerak di air?

Untuk mempermudah pemahaman kita coba menggunakan contoh dibawah ini.

Coba kita apungkan benda ke sebuah kolam yang airnya tenang, kemudian doronglah hingga benda tersebut bergerak di atas air dan beberapa saat setelah bergerak hentikan dorongan itu.

Amatilah apakah benda selamanya bergerak atau berhenti pada suatu saat?

Setelah kita tunggu beberapa saat maka ternyata benda tersebut akan berhenti.

Benda tersebut terhenti karena pada benda bekerja gaya gesekan oleh permukaan air yang arahnya berlawanan dengan arah gaya dorong yang kita lakukan.

Kecepatan gerak suatu benda di udara atau di air memiliki batas yang disebut kelajuan kritis dimana kelajuan kritis ini tidak boleh dilampaui karena jika dilampaui maka aliran udara atau aliran air di sekitar benda akan kacau.

Kelajuan kritis dapat diperbesar dengan mengubah bentuk benda menjadi “streamline”.

Bentuk “streamline” ini diterapkan pada pesawat terbang atau khususnya pesawat tempur, kapal selam, dan mobil balap atau mobil aerodinamis.

mobil aerodinamis mempunyai gaya gesekan kecil

Mobil yang memiliki desain streamline sangat mengurangi gaya gesekan udara sehingga mobil dapat melaju cepat melalui udara.

Nah seperti halnya mobil balap tersebut, ikan lumba-lumba juga memiliki bentuk tubuh streamline sehingga memungkinkan lumba-lumba bergerak dengan lincah di dalam air.

Gaya Gesek Antar Zat Padat

gaya gesek ban sepeda
Pada saat kita naik sepeda, maka terjadi gaya gesekan yaitu gaya gesek antara ban sepeda dengan jalan. Ban sepeda dan jalan merupakan contoh dari zat padat, lalu bagaimana besar dan sifat gaya gesekan?

Mari kita coba ilustasikan dengan percobaan berikut ini.

  • Letakkan balok di atas meja kayu kemudian hubungkan balok kayu tersebut dengan sebuah neraca pegas.
  • Tarik neraca tersebut hingga kayu mulai bergerak.
  • Catat besarnya gaya yang ditunjukkan sesaat sebelum balok kayu tersebut bergerak.
  • Ulangi percobaan diatas, tetapi balok kayu diletakkan diatas permukaan lantai.
  • Ulangi lagi percobaan diatas namun dengan meletakkan balok kayu di atas permukaan kaca yang diolesi dengan minyak.

Dari percobaan tersebut diatasi menunjukkan adanya gaya yang menahan gerak balok kayu pada saat ditarik.

Pada saat kayu ditarik, permukaan balok kayu dan permukaan meja saling bergesekan yang disebut dengan gaya gesekan.

Jika kita lihat hasil percobaan diatas maka semakin kasar bentuk permukaan maka semakin besar gaya gesekannya, demikian juga sebaliknya semakin halus bentuk permukaan maka gaya gesekan yang timbul semakin kecil.

Gaya gesekan yang terjadi saat benda belum bergerak atau saat balok kayu belum ditarik disebut gaya gesekan statis yang disimbolkan dengan Fs.

Gaya gesekan bervariasi mulai dari nol sampai nilai maksimum tertentu. Nilai maksimum disebut gesekan statis maksimum yang disimbolkan dengan Fsm.

Jika besar gaya tarik melebihi gaya gesekan statis maksimum, maka benda akan bergerak

Sedangkan gaya gesekan yang terjadi setelah balok kayu bergerak antar balok kayu dengan permukaan meja, lantai, atau kaca disebut gaya gesekan kinetis yang disimbolkan dengan Fk.

Gaya gesekan kinetis besarnya tetap dan nilainya selalu lebih kecil dibandingkan dengan gaya gesekan statis maksimum atau FK < Fsm

Gaya gesekan juga dipengaruhi oleh berat benda, tetapi tidak dipengaruhi luas permukaan benda yang saling bergesekan

Beberapa Contoh Gaya Gesek yang Menguntungkan dan Merugikan

Dalam keseharian maupun dalam bidang teknologi ada gaya gesek yang menguntungkan dan ada juga gaya gesekan yang merugikan.

Berikut adalah beberapa contoh gaya gesekan yang merugikan dan cara mengatasinya.

  • Gaya gesekan antara ban kendaraan, misalnya : mobil dengan permukaan jalan yang menyebabkan ban mobil cepat aus atau tipis.

gaya gesek ban mobil

Gaya gesekan ini juga menghambat gerak mobil.

Cara mengatasinya, permukaan Jalan dibuat lebih licin dengan melapisinya dengan aspal sehingga lapisan aspal akan mengurangi gaya gesekan pada mobil sehingga mobil pun bergerak dengan mulus dan cepat.

Gaya gesekan udara pada mobil menyebabkan mobil tidak dapat bergerak dengan kelajuan yang tinggi. Untuk mengatasi hal ini maka maka mobil desain dengan bodi streamline atau disebut mobil aerodinamis.

Mobil tersebut dapat bergerak dengan lincah dengan kecepatan tinggi di jalan.

  • Gaya gesekan antara bagian-bagian mesin dan kopling secara langsung dapat menimbulkan panas yang berlebihan sehingga menyebabkan mesin mobil dan kopling cepat rusak karena aus.

gaya gesekan pada mesin mobil

Untuk mengatasinya mesin mobil dan kopling diberi oli yang berfungsi sebagai pemisah agar permukaan-permukaan tidak saling bergesekan secara langsung.

  • Engsel Pintu dan Jendela di rumah

contoh gaya gesek yang merugikan

Dengan memberi minyak maka permukaan permukaan yang bersentuhan menjadi lebih licin sehingga mengurangi gesekan antara bagian-bagian engsel.

Dengan cara ini engsel dapat bertahan lama dan sekaligus engsel tidak berbunyi ketika dibuka dan ditutup.

  • Gesekan air laut pada kapal sangat menghambat pergerakan kapal

hovercraft juga terjadi gaya gesekan

Untuk mengurangi gaya gesekan ini, bagian kapal yang bersentuhan langsung dengan air dipisahkan dengan pelampung beri di udara.

Desain seperti ini diterapkan pada hovercraft sehingga hovercraft dapat bergerak dengan kecepatan yang tinggi diatas permukaan air karena gerak hovercraft seakan-akan terombang-ambing di udara.

Adanya gaya gesek tersebut juga tidak selalu merugikan karena jika gaya gesek tidak ada maka mustahil kita dapat berjalan.

contoh gaya gesek yang menguntungkan

Ketika telapak kaki kita mendorong tanah ke belakang, maka gesekan yang dikerjakan tanah pada telapak kaki akan mendorong kita kedepan.

Namun jika tanah atau lantai licin maka gaya gesekan tanah pada telapak kaki kita sangat kecil. Hal ini yang membuat kita sulit untuk berjalan.

Semoga Bermanfaat.

Baca Juga :

Pengertian Gaya Gravitasi Berikut dengan Contoh Soalnya

Sekilas Tentang Obeng Ketok, Plus (Kembang), Min, dan Elektrik

Sekilas Tentang Obeng Ketok, Plus (Kembang), Min, dan Elektrik

Alat perkakas sangatlah banyak jenisnya, mulai dari palu, gergaji, amplas, kunci pas, kunci inggris, obeng, dll.

Nah kali ini kita akan membahas mengenai macam-macam obeng (obeng ketok, obeng min, obeng plus / kembang, obeng tespen, dll) beserta fungsi lengkap disertai dengan gambar-gambarnya.

Harapannya tentunya adalah teman-teman tidak salah dalam membeli obeng, atau dengan kata lain obeng yang teman-teman pakai memang sesuai dengan penggunaannya.

Fungsi Obeng

fungsi obeng

Tentunya sebagian teman-teman sudah tahu fungsi obeng, dimana alat ini secara umum digunakan untuk melonggarkan dan mengencangkan baut.

Namun tidak terbatas itu saja, ada jenis obeng yaitu obeng tespen yang penggunaannya digunakan untuk mengecek arus listrik. Obeng terkadang juga digunakan untuk mencongkel atau sebagai alat bantu apapun untuk mempermudah pekerjaan.

Nah karena obeng ini merupakan alat yang sangat sederhana sehingga banyak orang yang menggunakannya tanpa memperhatikan cara penggunaan yang benar.

Padahal jika kita mengetahui dengan baik cara menggunakan obeng dengan benar, maka tidak hanya meningkatkan hasil kerjanya namun juga akan membuat obeng tersebut lebih awet.

Macam-Macam Obeng

Ada beberapa macam obeng yang sering kita temui di pasaran, sebagian mungkin sudah kita kenal, sebagian yang lainnya mungkin juga belum.

Berikut ini adalah macam-macam obeng berikut dengan gambarnya.

  • Obeng Plus atau Obeng Kembang

Obeng plus atau Obeng Kembang

Obeng plus atau obeng kembang berfungsi untuk melepaskan dan mengencangkan sekrup yang bermata plus ataupun kembang.

Karena banyaknya ukuran dari obeng ini, maka dalam pemakaiannya harus disesuaikan dengan ukuran sekrup yang akan dikencangkan atau dikendorkan.

Tentunya obeng plus yang berukuran besar tidak bisa kita paksakan untuk digunakan pada sekrup ukuran kecil karena sekrupnya bisa dol.

  • Obeng Pipih atau Min

Obeng Minus atau Obeng Pipih

Obeng min ini tentunya mempunyai mata bagian ujung yang berbeda dengan obeng plus, karena berbentuk minus atau datar atau pipih.

Fungsi obeng min ini sama dengan obeng kembang, yaitu untuk mengaitkan dan melonggarkan sekrup namun untuk yang bermata datar.

  • Obeng Rachet

Obeng Rachet

Obeng rachet merupakan obeng yang unik karena pada bagian gagangnya bisa berputar satu arah. Mata pada obeng ini juga bisa diganti-ganti sehingga membuat pekerjaan makin mudah dilakukan.

Kelemahannya adalah dapat dol jika digunakan untuk benda-benda yang sekrupnya agak keras.

obeng rachet spiral

Ada juga obeng rachet spiral, dimana kita bisa memutar ujungnya dengan cara menekannya saja.

Mata obeng rachet spiral ini juga ada banyak yang umumnya disertakan pada saat pembelian.

  • Obeng Fleksibel

Obeng fleksibel

Obeng ini mempunyai dua mata pada bagian ujungnya yang bisa dibolak-balik. Jadi dalam satu obeng sudah ada 2 mata obeng yaitu plus dan minus, kita cukup membaliknya saja sesuai dengan kebutuhan.

Namun sayangnya obeng ini mempunyai kelemahan jika digunakan untuk benda-benda yang keras maka bisa pecah dan dol karena bahan gagangnya yang umumnya terbuat dari plastik.

  • Obeng Sok

obeng sok

Jika kita lihat pada gambar diatas, bagian ujung obeng sok bukan plus atau minus, namun berbentu bulat. Ada juga obeng sok yang berbentuk persegi.

Dari ujung obeng sok tersebut tentunya kita sudah bisa menebak fungsi dari obeng ini dimana untuk melonggarkan atau mengencangkan baut yang mempunyai kepala bulat atau persegi yang sering kita jumpai pada bagian mesin, misalnya : mesin kendaraan.

Umumnya obeng sok didesain dengan model gagang serta mata obeng yang kuat karena seperti kita ketahui baut-baut yang terpasang di dalam mesin tersebut juga mempunyai daya rekat yang cukup kuat.

  • Obeng Elektrik

Obeng Elektrik

Obeng ini bentuknya seperti pistol. Obeng ini bekerja dengan menggunakan baterai sehingga bisa memutar baut secara otomatis. Baterainyapun dapat dicharge seperti handphone.

Obeng ini sangat efisien karena cara penggunaannya yang sangat mudah dan tidak perlu mengeluarkan tenaga saat menggunakannya sehingga kita tidak mudah lelah.

Obeng ini juga mempunyai banyak mata yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Pemasangannya juga mudah, selain itu arahnya juga bisa diganti, mau ke kiri atau ke kanan.

Baca Juga : Mengenal Jenis-Jenis Baterai yang Sering Ada di Pasaran

  • Obeng T atau Gagang Stabil

obent t

Obeng ini bentuknya menyerupai huruf T dimana biasanya masing-masing ujung tersebut matanya berbeda.

Terkadang di ujung sebelah kiri difungsikan sebagai obeng plus, di sebelah kanan sebagai obeng min, dan dibagian ujung tengahnya sebagai kunci sock.

Obeng ini sangat memudahkan penggunanya karena memiliki pegangan yang kokoh dan stabil. Namun pegangannya terbuat dari plastik sehingga bisa dol jika socknya terlalu keras.

  • Obeng Bermagnet

obeng bermagnet

Obeng bermagnet merupakan salah satu jenis obeng yang dilengkapi magnet pada bagian ujung mata obeng.

Dengan adanya magnet pada mata obeng tersebut maka dapat menahan batu atau sekrup agar tidak mudah terjatuh dan hilang saat akan dipasangkan.

  • Obeng Tespen

obeng tespen

Obeng ini sekilas mirip obeng biasa, namun juga dapat berfungsi untuk mengecek adanya aliran listrik di alat-alat elektronik.

Jadi jika ujungnya bersentuhan dengan aliran listrik, lampu yang ada pada obeng tersebut akan menyala.

Obeng tespen juga dapat kita temukan yang bagian ujungnya plus dan minus dimana seperti obeng fleksibel yaitu dapat diganti-ganti pada bagian ujungnya.

Baca Juga : Pengertian Listrik Statis Berikut dengan Contohnya

  • Obeng Aksesoris

obeng hp

Obeng ini fungsinya sendiri untuk membongkar berbagai aksesoris, misalnya difungsikan untuk obeng HP, obeng untuk perbaikan jam tangan karena seperti kita ketahui ukuran komponen-komponen di HP dan jam tangan tersebut tentunya sangat kecil sehingga obeng yang digunakannyapun juga harus kecil.

Mata sekrupnyapun kecil-kecil dan beragam. Karena bentuknya yang kecil sehingga mata obeng inipun tidak dapat diganti-ganti.

  • Obeng Ketok

gambar obeng ketok

Obeng ketok secara bentuk sama dengan obeng plus maupun obeng minus yang sudah ada, namun mempunyai selongsong yang terbuat dari material logam. Obeng ini didesain dari sering munculnya permasalahan pada saat menggunakan obeng plus dan obeng minus.

Obeng ketok khusus diperuntukkan untuk membuka baut keras.

Di dalam obeng ketok, ada sebuah mekanisme penggerak yang akan memberikan rotasi atau putaran, yang cukup kuat untuk melepas sekrup yang terpasang dengan kencang misalnya : baut yang terdapat pada blok mesin atau juga pada kolter, ketika bagian belakangnya dipukul atau diketok menggunakan palu 

Bobot dari obeng ketok ini bisa dibilang lebih berat dibandingkan dengan obeng lainnya untuk ukuran yang sejenis.

Di bagian depan obeng ketok ini juga terdapat soket khusus untuk menempatkan berbagai macam mata obeng. sehingga kita dapat membongkar pasang dan menyesuaikan mata obeng yang ingin digunakan sesuai dengan sekrupnya.

Ketika kita ingin membeli obeng ketok ini, biasanya akan diberikan beberapa mata obeng, baik itu untuk ukuran plus maupun minus.

Jenis Obeng Ketok

Ada dua jenis obeng ketok yang sering kita temui di pasaran, yaitu obeng ketok manual dan obeng ketok mesin.

Berikut ini adalah gambaran perbedaannya :

  • Obeng Ketok Manual

Prinsip kerja obeng ketok manual adalah ketika kita memukul bagian belakang obeng ketok ini dengan palu, maka gaya ke bawahnya akan bekerja pada spline untuk menghasilkan gaya putar pada inti dan mata obeng apa pun yang terpasang padanya.

  • Obeng Ketok Mesin

Obeng ketok mesin umumnya menggunakan baterai sebagai dayanya.

Bentuk dan cara kerja dari obeng jenis ini mirip dengan bor listrik dimana ketika digunakan untuk mengencangkan atau melepaskan sekrup, obeng ketok mesin akan memberikan tenaga pukulan pada sekrup sehingga tenaga yang dihasilkan untuk melepaskan atau mengencangkan sekrup dapat lebih kuat.

Cara Menggunakan Obeng Ketok

Pada prinsipnya cara menggunakan obeng ketokn kurang lebih sama dengan menggunakan obeng biasa. Berikut ini adalah tahapan cara menggunakan obeng ketok tersebut.

    • Pastikan Mata Obeng yang Sesuai

Bagian ini tentunya merupakan bagian yang paling penting, dimana kita harus memastikan bahwa mata obeng yang kita gunakan sesuai dengan sekrup yang ingin kita lepaskan atau kita pasang.

Contoh : Jika sekrup yang ingin kita lepas dan pasang adalah sekrup plus maka mata obeng ketok tentunya juga harus yang plus demikian juga sebaliknya, jika sekrup yang ingin kita pasang dan lepaskan adalah sekrup min maka mata obeng ketok tersebut juga harus yang min.

    • Pasang Mata Obeng Ke Obeng Ketok

Setelah mata obeng sudah kita pastikan sesuai, pasang mata obeng tersebut ke dalam soket obeng ketok, serta pastikan mata obeng terpasang secara pas dan tidak kendur.

    • Pasang Obeng Ketok Pada Sekrup Dengan Arah Tegak Lurus

Jika mata obeng sudah terpasang dengan benar, tahap selanjutnya adalah pasang obeng ketok tersebut pada sekrup yang ingin dilepaskan atau dilepas serta pastikan posisi obeng ketok tersebut tegak lurus sehingga tidak merusak sekrup.

    • Putar Obeng Ketok Dengan Arah Memasang atau Melepas

Setelah obeng ketok terpasang pada sekrup yang akan dilepaskan atau dipasang, putar sesuai dengan kebutuhan, misalnya : jika kita ingin memasang sekrup maak kita harus memutar obeng ketok tersebut ke arah kanan, demikian juga sebaliknya jika kita ingin melepaskan sekrup, maka putar obeng sekrup ke arah kiri.

    • Tahan Posisi dan Pukul Bagian Belakang Obeng Ketok

Jika posisi obeng ketok sudah benar dan pas, tahan posisi obeng ketok tersebut sambil menekannya dan pukul bagian belakang obeng ketok dengan palu sampai mata obeng dan sekrup bergerak atau berputar dengan sendirinya ke arah yang diinginkan.

  • Obeng Panel

Obeng Panel

Jenis obeng ini mengkin yang paling jarang kita temui, karena bentuknya yang cukup unit dimana gagangnya mirip dengan obeng sedangkan pada bagian ujungnya melengkung mirip dengan kunci bengkel.

Secara fungsi, obeng panel ini sama dengan obeng pada umumnya yaitu untuk melonggarkan dan mengencangkan sekrup dengan kelebihan dimana dapat menjangkau area-area yang sulit dan banyak lengkungan seperti cashing dan mengencangkan pintu mobil.

  • Obeng Seal

obeng seal

Obeng seal mungkin juga merupakan obeng yang jarang kita temui, namun bagi teman-teman yang bekerja di perbengkelan mestinya tidak asing dengan obeng jenis ini.

Obeng ini terdiri dari beberapa betuk dengan fungsi yang berbeda-beda seperti pada gambar diatas.

Tips Membeli Obeng

tip memilih obeng dengan benar

Diatas kita sudah mengenal beberapa macam obeng berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Nah lalu apa saja yang harus dipertimbangkan sebelum kita membeli obeng?

Karena biasanya jika kita membeli obeng, kita tidak terlalu detail memperhatikan obeng tersebut dipergunakan untuk apa.

Berikut ini adalah tips bagaimana cara memilih obeng untuk kegiatan permesinan atau kelistrikan (elektrikal) :

  • Material Pada Ujung Gagang Obeng

Obeng yang pada bagian belakangnya ada besinya

obeng ketok

Dengan material besi yang pada bagian belakang obeng tersebut membuat obeng ini dapat dipukul dengan palu, sehingga obeng jenis ini banyak digunakan untuk kegiatan permesinan.

Nah, buat teman-teman yang bekerja di bidang bengkel, operator produksi yang bertanggung jawab pada perbaikan mesin, dll umumnya menggunakan obeng jenis ini.

Obeng yang Bagian Belakangnya Full Karet

obeng listrik

Obeng jenis ini biasanya dipakai untuk kegiatan elektrikal karena material karet tersebut tidak menghantarkan listrik sehingga dapat melindungi kita dari sengatan arus listrik.

Obeng standar untuk elektrik pasti ada pelindungnya sehingga benar-benar aman.

Perlu diketahui, terkadang memang obeng umumnya bisa difungsikan sebagai obeng elektrikal namun untuk tegangan menengah atau rendah, karena jika untuk yang tegangan tinggi akan berbahaya karena tidak ada lapisan pelindungnya.

Sekali lagi, untuk penggunaan elektrik pilihlah obeng yang ada pelindungnya.

Baca Juga : Pengertian Tegangan dan Hambatan Listrik Berikut Rumusnya

  • Pilih Tipe yang Sesuai

obeng dengan ukuran ph1 ph2 dan P3

Mungkin teman-teman pernah mengalami, misalnya pada saat service mesin motor dan melepaskan sekrupnya namun malah sekrupnya hancur atau dol.

Nah hal tersebut bisa disebabkan karena kita salah pilih obeng.

Obeng plus dan minus mempunyai beberapa tipe yaitu PH1, PH2, PH3

Ukuran yang umum kita pergunakan untuk kegiatan perbengkelan dan elektrik adalah yang ukuran PH2.

Sedangkan untuk yang PH1 dimana biasanya ujungnya kecil biasanya dipergunakan untuk kegiatan elektronik atau membuka sekrup-sekrup yang kecil.

Sedangkan PH3 seringkali digunakan untuk sekrup atau baut yang sudah mulai melonggar lobangnya, dimana obengnya dimasukkan, diketok baru pakai pengungkitnya.

Membaca Kode Pada Obeng Pipih

Obeng Minus - Screwdriver Slotted 0 5 x 3 x 75mm King Tony

Seperti dijelaskan diatas, bahwa obeng mempunyai beberapa ukuran. Nah bagaimana kita mengetahui ukurannya?

Untuk lebih memudahkan pembelajaran, kali ini kita akan menggunakan salah satu contoh dari obeng pipih merk king tony.

Teman-teman boleh menyesuaikan dengan merk obeng yang teman-teman gunakan.

Range obeng pipih sebenarnya sangatlah banyak, bahkan hampir 20 item, namun terkadang yang kita pergunakan dalam kegiatan sehari-hari maupun bekerja di perbengkelan hanyalah beberapa ukuran saja.

Contoh Kode Ukuran Obeng

  • Obeng Minus – Screwdriver Slotted 0 5 x 3 x 75 mm King Tony 014220503

Kode 1422 merupakan part numbernya

Selebihnya ini adalah 0,5 x 3 x 75 mm

    • 75 adalah panjang dari pangkal sampai ujung.
    • 3 adalah lebar
    • 0,5 adalah ketebalan dari bagian pipihnya

 

  • Obeng Minus – Screwdriver Slotted 0,8 x 5 x 75mm King Tony 014220503

Dengan cara yang sama seperti diatas, maka obeng minus dengan kode 0,8 x 5 x 75 mm, maka :

    • 0.8 adalah ketebalannya.
    • 5 adalah lebar dari pipihnya.
    • 75 adalah panjang dari pangkal sampai ujung.

 

  • Obeng Minus – Screwdriver Slotted 1.2 x 8 x 150mm King Tony 014220806
    • 1.2 adalah ketebalan pipihnya.
    • 8 adalah lebar pipihnya
    • 150 adalah panjang dari panjang sampai ujung.

Untuk ukuran-ukuran diatas adalah dalam satuan milimeter.

Untuk obeng minus diatas juga sudah mengandung magnet.

warna obeng plus dan minus

Untuk screwdriver slot head atau obeng pipih diatas berwarna biru, sedangkan untuk obeng kembang biasanya bagian gagangnya berwarna merah.

Kesimpulan

Tak terasa ya, membahas mengenai obeng saja bisa sepanjang ini, tentunya setelah membaca artikel ini harapannya adalah bisa menambah pengetahuan khususnya bagi penulis pribadi dan juga teman-teman mengenai jenis-jenis obeng, hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membeli obeng, serta cara membaca kode dalam obeng pipih sehingga kita mengetahui ketebalan dan lebar pipihnya serta panjang dari ujung ke pangkalnya.

Semoga bermanfaat.

Manometer Adalah Alat Ukur Tekanan Udara. Ini Dia Jenisnya!

Manometer Adalah Alat Ukur Tekanan Udara. Ini Dia Jenisnya!

Berbicara mengenai tekanan udara, tentu sangat luas aplikasinya, mulai dari di bidang meteorologi yang berkaitan dengan iklim dan cuaca, maupun yang terkait dengan bidang industri baik itu tekanan udara dalam suatu ruangan yang digunakan untuk memproduksi produk steril, tekanan udara suatu mesin, contohnya : mesin boiler, dll.

Dengan adanya berbagai macam aplikasi tersebut tentunya alat ukurnya juga bermacam-macam, misalnya :

  • Barometer untuk mengukur tekanan udara luar
  • Differential pressure untuk mengukur perbedaan tekanan ruangan
  • Pressure gauge untuk mengukur tekanan boiler
  • Manometer untuk mengukur tekanan udara tertutup
  • dll

Nah di dalam artikel kali ini kita akan belajar mengenai pengertian manometer yang digunakan dalam pengukuran tekanan udara tersebut berikut dengan jenisnya.

Yuk langsung kita mulai…

Pengertian Tekanan udara

pengertian tekanan udara adalah

Supaya pemahamannya lengkap, sebelum masuk ke pembahasan pengertian manometer dan jenisnya, mari kita awali terlebih dahulu dengan teori-teori terkait dengan tekanan udara ini.

Tekanan udara sering disebut dengan tekanan atmosfer.

Ilmu yang mempelajari atmosfer disebut meteorologi.

Info :

Oiya sekedar mengingatkan, sebelumnya kami juga sudah mengulas mengenai alat ukur yang sering digunakan dalam bidang meteorologi. Jika teman-teman berkenan silakan membacanya disini : Alat-Alat Meteorologi dan Klimatologi

Kembali lagi ke pembahasan…

Udara memiliki berat namun berat udara sangatlah ringan dibandingkan dengan zat-zat lainnya.

Tekanan udara disebabkan oleh berat udara yang menekan lapisan atmosfer di bagian bawah sampai pada ketinggian tertentu.

Makin ke bawah tekanan udara semakin besar, sebaliknya semakin ke atas tekanan udara semakin rendah, artinya tekanan udara paling besar dialami oleh tempat-tempat yang ketinggiannya hampir sejajar dengan permukaan laut.

Tekanan udara di permukaan laut berkisar 76 cmHg atau 76 cm air raksa

Dan tekanan udara di ketinggian setengah dari puncak Everest adalah 50 cmHg dan di puncak Everest berkisar 30 cmHg dan pada ketinggian pesawat terbang adalah berkisar 15 cmHg.

Tekanan udara pada permukaan raksa dalam bejana disebut tekanan udara luar.

Tekanan udara luar ini sama dengan tekanan yang ditimbulkan oleh raksa dalam tabung.

Jadi tekanan udara luar adalah :

P udara = 0 + 76 cmHg = 76 cmHg = 1 atmosfer (atm)

1 atm = Rho x g x h

  • Rho = Massa jenis atau raksa
  • g = Percepatan gravitasi
  • h = Ketinggian benda

1 ATM = 13.600 kg/M³ x 9,8 N/kg x 0,76 m

Maka hasilnya sama dengan 101.300 N/m². Jika kita sederhanakan dalam bentuk pemangkatan menjadi 1,013 x 10^5 Pa.

Dalam meteorologi satuan tekanan yang sering digunakan adalah Bar.

Dimana :

1 Bar = 100.000 Pa

Satuan lainnya adalah mbar atau milibar

1 milibar = 1/1000 bar = 1/1000 x 100.000 Pa

1 milibar = 100 Pa

Maka hubungan satuan Atmosfer dengan Bar dapat kita turunkan sebagai berikut :

1 atm = 101.300 Pa

1 atm = 101.300 x (1/100.000) bar

1 ATM = 1,013 bar = 1013 milibar

Hubungan Gejala Alam dengan Tekanan Udara

contoh gejala alam pengaruh tekanan udara

Contoh :

Angin atau pergerakan udara timbul karena adanya perbedaan tekanan udara. Angin selalu bertiup dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan udara rendah.

Seperti kita ketahui, tekanan udara merupakan salah satu unsur utama cuaca. 4 unsur utama lainnya adalah suhu udara, kelembaban udara, angin, dan curah hujan.

Baca Juga : Beberapa Alat Ukur Suhu Yang Sering Digunakan Dalam Industri

Tekanan udara pada suatu tempat berubah-ubah.

Lembaga meteorologi mencatat tekanan dan udara yang berubah-ubah ini pada gulungan kertas yaitu barograf atau alat pencatat tekanan udara.

Jika tekanan udara lebih rendah dari biasanya maka kemungkinan besar akan turun hujan karena angin akan menuju ke tempat tersebut. Sebaliknya tekanan udara lebih tinggi dari biasanya maka kemungkinan cuaca cerah karena angin bertiup dari tempat tersebut.

penyebab angin topan

Jika suatu daerah tekanan udaranya sangat rendah, maka sekitarnya akan mengitari pusat tekanan rendah yang menghasilkan angin siklon.

Siklon tropis terjadi pada daerah-daerah air hangat di lautan dekat ekuator dan dikenal dengan berbagai macam nama.

Di atas lautan atlantik dikenal sebagai hurricane, tetapi di atas lautan pasifik disebut angin topan.

Pengaruh Tekanan Udara Pada Manusia

mimisan karena pengaruh tekanan udara

Contoh 1 :

Mengapa jika kita pergi ke tempat yang sangat tinggi, kita dapat mengalami pendarahan dari hidung atau mimisan?

Seperti yang telah kita ketahui bahwa tekanan udara di tempat yang tinggi sangat rendah.

Di tempat yang lebih tinggi tekanan dalam tubuh terasa lebih besar daripada tekanan udara di luar tubuh sehingga menyebabkan kelebihan tekanan darah cukup besar terhadap tekanan udara. Sehingga darah dapat keluar dari pembuluh darah di hidung.

Contoh 2 :

tekanan udara pada saat pesawat take off

Pengaruh tekanan juga terjadi ketika pesawat terbang meninggalkan landasan untuk segera mencapai ketinggian yang aman dalam penerbangan atau sekitar 35.000 kaki atau 10.000 m.

Tekanan udara luar menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara yang tertangkap di dalam telinga.

Ini menyebabkan gendang telinga berdengung seperti akan meledak. Untuk mengatasi hal ini kita dianjurkan untuk sering menelan.

Menelan akan membuka suatu pipa yang menghubungkan telinga ke kerongkongan sehingga tekanan udara dalam telinga segera dapat disamakan dengan tekanan udara di luar.

Beberapa Contoh yang Memanfaatkan Tekanan Udara

Beberapa contoh keseharian yang memanfaatkan tekanan udara seperti :

  • Menghisap minuman dengan sedotan

contoh aplikasi tekanan udara

Mungkin kita tidak menyadari ketika kita minum dengan memakai sedotan maka akan terjadi prinsip fisika yaitu perbedaan tekanan udara menyebabkan udara mengalir dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah.

Ketika kita menyedot minuman paru-paru kita mengembang sehingga kita memindahkan sebagian udara dari dalam sedotan, menyebabkan tekanan udara di dalam sedotan berkurang.

Tekanan udara luar diatas permukaan gelas minuman sekarang lebih besar daripada tekanan udara di dalam sedotan.

Perbedaan tekanan udara ini memaksa air pada permukaan gelas naik melalui sedotan sehingga dapat kita minum.

  • Penghisap karet

tekanan udara pada penghisap karet

Ketika sebuah penghisap yang basah ditekan pada suatu permukaan yang licin udara di dalam penghisap tertekan keluar.

Segel basah atau berminyak menjaga tekanan dalam penghisap selalu lebih rendah daripada tekanan udara luar sehingga beda tekanan yang cukup besar ini mampu menekan penghisap dengan kuat menempel pada permukaan.

Penghisap seperti ini digunakan untuk menggantung peralatan rumah tangga seperti handuk, baju, tempat sabun, dan lain-lainnya.

Sedangkan di dalam industri penghisap ini digunakan untuk mengangkat lembaran-lembaran kaca besar dan Logam.

Hubungan Ketinggian Tempat dengan Tekanan Udara

Bagaimana hubungan antara tekanan udara suatu tempat dengan ketinggian tempat tersebut?

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kenaikan 10 meter, tekanan udara berkurang kira-kira 1 mm Hg

Pernyataan ini dapat digunakan untuk memperkirakan ketinggian suatu tempat dari permukaan laut, asalkan tekanan udara luar di tempat tersebut diketahui.

rumus ketinggian tempat

Ketinggian tempat sama dengan perbandingan antara perubahan tekanan (ΔP) terhadap 1 mmHg dikali 10 m.

Dengan Perubahan tekanan (ΔP) = selisih antara tekanan atmosfer di permukaan laut dengan tekanan atmosfer di suatu tempat.

Misalnya tekanan udara di cimahi dari bacaan barometer adalah 69 cmHg.

Maka tinggi Kota Cimahi dari permukaan laut adalah ((760 – 690) mmHg / 1 mmHg) x 10 m = 700 meter.

Hukum Boyle

 

penerapan hukum boyle

Ketika teman-teman meniupkan balon, ini berarti udara dalam balon bertambah. Makin banyak udara yang ditiupkan berarti volume udara dalam balon semakin besar.

Begitu juga dengan tekanan udaranya.

Hubungan antara tekanan dengan volume dalam ruang tertutup diungkapkan pertama kali oleh seorang ilmuwan Inggris yang bernama Robert Boyle.

Hukum Boyle berbunyi sebagai berikut :

Bila suhu gas tidak berubah maka hasil tekanan dan volume gas dalam ruang tertutup selalu tetap yang dinyatakan dengan rumusnya

P . V = K

Dimana :

P = tekanan dengan satuan N/m² atau Pa

V = Volume dengan satuan m³

K = konstanta

Bentuk hukum Boyle yang lain yaitu :

P1 x V1 = P2 x V2

P1 = Tekanan mula-mula

V1 = Volume mula-mula

P2 = Tekanan akhir

V2 = Volume akhir

hukum boyle

Hukum Boyle berlaku jika :

  1. Suhu gas tetap tetapi terjadi perubahan volume dan tekanan.
  2. Massa gas tetap tidak terjadi kebocoran tabung atau ruang tertutup.
  3. Gas tidak dalam keadaan jenuh
  4. Tidak terjadi reaksi kimia di dalam tabung gas

Manometer Adalah Alat Ukur Tekanan Udara di Dalam Ruang Tertutup

jenis jenis manometer

Alat untuk mengukur tekanan gas dalam ruang tertutup adalah manometer.

Manometer ada 3 macam yaitu :

  • Manometer Raksa Terbuka

manometer raksa terbuka

Manometer raksa terbuka adalah sebuah tabung U yang kedua ujungnya terbuka.

Kedua kaki terbuka berhubungan dengan udara luar sehingga tekanan permukaan raksa pada kaki terbuka selalu sama dengan tekanan atmosfer.

tekanan manometer raksa terbuka

Sebelum kaki tertutup dihubungkan dengan ruang gas, permukaan raksa dalam kedua kaki sama tinggi.

Salah kaki lainnya dihubungkan ke tabung atau ruang gas yang akan diukur tekanan gasnya melalui sebuah selang karet.

Ketika kaki tertutup dihubungkan dengan ruang gas yang tekanannya lebih besar daripada tekanan atmosfer, permukaan raksa dalam kaki tertutup ditekan turun sehingga permukaan raksa dalam kaki terbuka naik.

pengukuran tekanan dengan manometer raksa terbuka

Artinya permukaan raksa dalam kaki tertutup lebih rendah “h mmHg” daripada permukaan raksa dalam kaki terbuka.

Besar tekanan gas dihitung dengan rumus :

Tekanan gas = tekanan atmosfer + h mmHg

Misalnya :

Permukaan raksa dalam kaki tertutup lebih rendah 30 mmHg daripada raksa dalam kaki terbuka dan tekanan atmosfer hasil pembacaan barometer adalah 76 cmHg.

cara menghitung tekanan udara dalam ruang tertutup

Maka

Tekanan gas = 76 cmHg + 30 mmHg

Tekanan gas = 760 mmHg + 30 mmHg = 790 mmHg

Jadi tekanan gas sama dengan 790 mmHg.

Sebaliknya…

kondisi sebaliknya pengukuran dengan manometer

Jika kaki tertutup dihubungkan dengan ruang gas yang tekanannya lebih kecil daripada tekanan atmosfer permukaan raksa dalam kaki tertutup naik.

Dengan demikian permukaan raksa dalam kaki tertutup akan lebih tinggi “h mmHg” daripada permukaan raksa dalam kaki terbuka.

Besar tekanan gas dihitung dengan rumus :

Tekanan gas = tekanan atmosfer – h mmHg

“Dengan kata lain penggunaan manometer raksa terbuka harus didampingi dengan barometer atau pengukur tekanan atmosfer”

  • Manometer Raksa Tertutup

manometer raksa tertutup

Manometer raksa tertutup adalah sebuah tabung U yang salah satu ujungnya tertutup dan ujung yang terbuka dihubungkan ke suplai gas melalui selang karet.

prinsip kerja manometer raksa tertutup

Pipa U diisi dengan raksa dan ruang di atas permukaan raksa dalam pipa tertutup adalah vakum.

Jika gas tidak memiliki tekanan atau tekanannya sama dengan nol, maka permukaan raksa dalam kedua kaki adalah sama tinggi.

pengukuran dengan manometer tertutup

Dan jika gas memiliki tekanan maka permukaan raksa dalam ujung tertutup akan naik dan lebih tinggi “h mmHg” daripada permukaan raksa yang kakinya berhubungan dengan suplai gas.

Sehingga tekanan gas sama dengan “h mmHg” dan tidak perlu didampingi oleh barometer.

Manometer ini digunakan pada pengukuran gas yang mempunyai tekanan cukup besar

  • Manometer Bourdon

manometer bourdon

Untuk mengukur gas atau uap bertekanan tinggi digunakan manometer bourdon yang terbuat dari logam.

Alat ini terdiri dari sebuah pipa tembaga yang hampir berbentuk lingkaran yang salah satu ujungnya tertutup dan penampangnya berbentuk bulat.

prinsip kerja manometer bourdon

Manometer ini dihubungkan ke tangki gas yang akan diukur tekanannya, gas masuk melalui lubang A (pada ilustrasi gambar diatas) dan menekan pipa logam lengkung B. Oleh karena tekanan tersebut maka B berusaha meluruskan diri.

Semakin besar tekanan gas semakin besar pula kekuatan yang akan meluruskan B. Gerakan B diteruskan ke tuas mekanik bergerigi yang akan memutar lingkar logam bergerigi searah jarum jam.

Sebagai hasilnya jarum penunjuk Skala yang melekat pada lingkar logam bergerigi tersebut menyimpang searah jarum jam dan menunjuk suatu angka yang menyatakan besar tekanan gas didalam tangki.

Kesimpulan

Nah.. Kita sudah belajar mengenai pengertian tekanan berikut dengan contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari serta secara khusus membahas mengenai pengertian manometer dan jenisnya.

Pemahalam konsep tekanan ini penting bagi teman-teman yang ingin bekerja di berbagai macam industri, misalnya industri HVAC (heating, ventilation, dan air-conditioning) untuk pengaturan tekanan dalam suatu ruangan, bekerja di area mesin boiler yang bersinggungan erat dengan adanya tekanan gas, maupun laboratorium kalibrasi dimana tekanan udara merupakan salah satu faktor lingkungan yang mempengeruhi ketelitian pengukuran khususnya pada kalibrasi volumetrik.

Semoga Bermanfaat.

Referensi :

Tekanan Udara Dalam Ruang Tertutup