Cara Membaca Jangka Sorong Dengan Mudah

cara-membaca-jangka-sorong-dengan-mudah-sekali

Jika di dalam postingan sebelumnya kita belajar mengenai cara membaca jangka sorong untuk tipe digital, kali ini kita akan sedikit mebahas untuk yang tipe analog. Jangka sorong dengan tipe manual ini peminatnya juga banyak karena biasanya lebih tahan lama dibandingkan dengan yang tipe digital, meskipun terkesan lebih ribet ketika membacanya. Namun jika sudah terbiasa hal tersebut bukanlah suatu kendala lagi.

Untuk nama-nama bagian di dalam jangka sorong tipe manual ini juga sama dengan yang tipe digital, cuma di tipe analog ini kita tidak menemukan adanya display yang disertai dengan berbagai tombol. Berikut ini adalah bagian-bagian dari jangka sorong manual ini :

1. Outside Jaw (Rahang luar)
Dimana bagian ini merupakan pengukur utama dari jangka sorong tersebut yang digunakan untuk mengukur diameter luar sampel / alat yang diukur

2. Inside Jaw (Rahang dalam)
Fungsi bagian ini adalah untuk mengukur diameter dalam dari sampel

3. Depth Probe (Pengukur kedalaman)

Bagian yang terletak di paling ujung jangka sorong yang berfungsi untuk mengukur kedalaman benda yang diukur.’

4. Main Scale (Skala Utama dalam satuan cm)

Skala yang menunjukkan nilai utama hasil pengukuran dalam satuan cm

5. Main Scale (Skala Utama dalam satuan Inch)

Sama dengan yang nomor 4, namun dengan satuan yang berbeda yaitu inch.

6. Vernier (satuan cm)

Skala ini sebagai pengukuran fraksi dengan satuan cm.

7. Vernier (satuan inc)

Sama dengan nomor 6 namun dengan satuan inch

8. Retained

DIgunakan sebagai penahan pada saat pengukuran.

Setelah mengetahui bagian-bagian jangka sorong tipe analog tersebut, tentunya kita harus paham bagaimana cara membacanya.

Berikut ini adalah cara membaca jangka sorong dengan mudah :

Untuk membaca jangka sorong ini kita perlu memperhatikan 2 bagian, yaitu skala utama dan sekala nonius. Pada skala nonius kita lihat 1 skala baris tersebut mewakili berapa mm.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat ilustrasi pada gambar diatas.

Hasil pengukuran menunjukkan angka 0 pada skala nonius berada diantara angka 6 dan 7. sehingga pembacaan di skala utama kita tetapkan 6. Kemudian skala yang berhimput antara skala utama dan skala nonius adalah 6, karena 1 skala mewakili 0,1 mm maka (6 x 0,1 mm) = 0.6. Sehingga total hasil pengukurannya adalah 6 mm + 0.6 mm = 6.6

Cukup mudah bukan?

Setelah mengetahui cara membaca jangka sorong model manual ini, tentunya kita ingin mengetahui bagaimana cara memakainya. Cara pemakaian jangka sorong ini tidak berbeda dengan yang tipe digital yang pernah diulas di postingan berikut : cara membaca jangka sorong untuk tipe digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *