Safety Sign K3 : Manfaat, Jenis, dan Penerapannya

Safety Sign K3 : Manfaat, Jenis, dan Penerapannya

Safety sign K3 adalah simbol atau tanda yang digunakan untuk menyampaikan pesan penting mengenai keselamatan di lingkungan kerja. Tanda-tanda ini berfungsi sebagai pengingat, peringatan, atau petunjuk tindakan yang harus diikuti untuk mencegah kecelakaan dan melindungi keselamatan individu di tempat kerja.

Safety sign menggunakan simbol, gambar, teks, dan warna yang universal agar dapat dengan mudah dipahami oleh semua orang, tanpa memandang bahasa atau latar belakang budaya mereka.

Postingan ini akan membahas sekilas mengenai Safety sign K3, manfaat menerapkannya dan bagaimana cara menerapkannya.

Pentingnya Keselamatan dalam Lingkungan Kerja

Pentingnya Keselamatan dalam Lingkungan Kerja

Keselamatan dalam lingkungan kerja merupakan hal yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Sebuah tempat kerja yang aman dan bebas risiko dapat menciptakan kondisi yang lebih baik bagi para pekerja, mengurangi kemungkinan kecelakaan, cedera, dan kerugian yang terkait. Selain itu, memprioritaskan keselamatan juga dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi absensi, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif.

Dengan adanya kebijakan dan praktik keselamatan yang baik, serta penggunaan safety sign yang tepat, perusahaan dapat melindungi karyawan mereka dan menciptakan budaya keselamatan yang kuat di tempat kerja.

Fungsi Safety Sign K3 dalam Lingkungan Kerja

Fungsi Safety Sign K3 dalam Lingkungan Kerja

Berikut ini adalah beberapa fungsi safety sign K3 di lingkungan kerja :

A. Menyampaikan Informasi Penting

  • Mengidentifikasi bahaya potensial

Safety sign digunakan untuk mengidentifikasi bahaya potensial di lingkungan kerja. Dengan menggunakan simbol dan teks yang jelas, tanda-tanda ini memberikan informasi tentang bahaya yang ada, seperti risiko kejatuhan, bahaya listrik, atau bahaya bahan kimia.

Hal ini membantu pekerja dan pengunjung memahami dan mengenali area atau situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka.

Bagi perusahaan yang menerapkan sistem manajemen K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja), identifikasi bahaya tersebut umumnya telah tertuang dalam tabel identifikasi bahaya dan pengendalian resiko atau HIRADC.

  • Memberikan petunjuk tindakan yang benar

Selain mengidentifikasi bahaya, safety sign juga memberikan petunjuk tindakan yang benar yang harus diikuti untuk mencegah kecelakaan.

Contohnya, tanda evakuasi mengarahkan pekerja ke pintu keluar darurat terdekat, sementara tanda penggunaan alat pelindung diri (APD) memberikan informasi tentang perlunya menggunakan APD yang sesuai dalam situasi tertentu.

Dengan demikian, safety sign membantu dalam menyampaikan instruksi yang jelas dan memastikan bahwa pekerja tahu langkah-langkah yang harus diambil untuk menjaga keselamatan.

B. Mencegah Kecelakaan dan Cedera

  • Menarik perhatian pekerja terhadap risiko

Safety sign dirancang untuk menarik perhatian pekerja terhadap risiko dan bahaya yang ada di sekitar mereka. Simbol dan warna yang mencolok digunakan untuk membuat tanda-tanda ini mudah terlihat dan diperhatikan.

Dengan demikian, safety sign membantu mengingatkan pekerja akan potensi bahaya yang mungkin mereka hadapi dan mendorong mereka untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam melakukan tugas mereka.

  • Mengurangi kemungkinan kejadian tidak aman

Dengan menyampaikan informasi tentang bahaya dan memberikan petunjuk tindakan yang benar, safety sign membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kejadian tidak aman di lingkungan kerja.

Dengan adanya tanda peringatan yang jelas, pekerja dapat menghindari tindakan yang berpotensi berbahaya atau mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk mengurangi risiko. Ini berkontribusi pada peningkatan keselamatan keseluruhan di tempat kerja.

C. Meningkatkan Kesadaran Keselamatan

  • Mengingatkan pekerja tentang praktik keselamatan

Safety sign berfungsi sebagai pengingat yang konstan tentang praktik keselamatan yang harus diikuti di lingkungan kerja. Misalnya, tanda “Gunakan Helm Safety K3” akan mengingatkan pekerja untuk selalu menggunakan helm keselamatan saat bekerja di area yang berisiko kejatuhan benda.

Dengan adanya tanda-tanda ini, pekerja diingatkan secara terus-menerus tentang pentingnya mematuhi aturan keselamatan dan melakukan tindakan yang tepat.

  • Membangun budaya keselamatan di tempat kerja

Safety sign juga berperan dalam membangun budaya keselamatan yang kuat di tempat kerja

Jenis-jenis Safety Sign yang Umum Digunakan

Jenis-jenis Safety Sign yang Umum Digunakan

Berikut ini adalah jenis-jenis safety sign yang mudah kita temukan di lingkungan kerja.

A. Safety Sign Keselamatan Umum

  • Tanda Peringatan

Tanda peringatan digunakan untuk memberi tahu pekerja tentang bahaya atau kondisi yang berpotensi membahayakan di sekitar mereka. Tanda ini biasanya berbentuk segitiga dengan warna kuning sebagai latar belakang dan simbol atau teks hitam yang menunjukkan bahaya tertentu.

Contohnya, tanda peringatan dapat menunjukkan adanya bahaya jatuh, bahaya tergelincir, atau bahaya tersengat listrik, bahaya adanya benda panas, misalnya : mesin press industri, mesin pembubutan, dll

  • Tanda Larangan

Tanda larangan digunakan untuk melarang atau membatasi tindakan tertentu yang berpotensi membahayakan keselamatan. Tanda ini biasanya berbentuk lingkaran dengan latar belakang putih, tepi merah, dan simbol atau teks hitam yang menunjukkan larangan.

Contohnya, tanda larangan dapat melarang merokok, melarang akses ke area tertentu, atau melarang penggunaan peralatan tanpa pelindung diri yang tepat.

  • Tanda Perintah

Tanda perintah digunakan untuk memberi instruksi atau petunjuk kepada pekerja tentang tindakan yang harus diambil untuk menjaga keselamatan. Tanda ini biasanya berbentuk lingkaran atau persegi dengan latar belakang biru dan simbol atau teks putih yang menunjukkan perintah.

Contohnya, tanda perintah dapat memberi perintah untuk menggunakan APD, mencuci tangan sebelum bekerja, atau mematikan peralatan sebelum melakukan perbaikan.

B. Safety Sign Keselamatan Khusus

  • Tanda Bahaya Kebakaran

Tanda bahaya kebakaran digunakan untuk menandai area atau peralatan yang berisiko terbakar. Tanda ini biasanya menggunakan simbol api atau teks “Bahaya Kebakaran” dengan latar belakang merah.

Tanda-tanda ini mengingatkan pekerja tentang risiko kebakaran dan pentingnya mengambil langkah-langkah pencegahan yang sesuai, seperti menggunakan pemadam api atau menghindari bahan yang mudah terbakar.

Baca Juga : Jenis-Jenis APAR dan Fungsinya Sesuai Klasifikasi Kebakaran

  • Tanda Bahaya Bahan Kimia

Tanda bahaya bahan kimia digunakan untuk mengidentifikasi area atau kontainer yang berisi bahan kimia berbahaya. Tanda ini biasanya menggunakan simbol botol kimia atau gambar yang mencerminkan jenis bahaya kimia yang ada, seperti korosif, toksik, atau mudah terbakar. Untuk informasi bahaya tersebut umumnya terdapat pada dokumen material safety data sheet (MSDS) yang didapatkan pada saat pembelian bahan.

Warna latar belakang pada tanda ini bervariasi tergantung pada jenis bahaya kimia yang diidentifikasi. Tanda-tanda ini membantu pekerja dalam mengenali bahaya kimia dan mengambil langkah-langkah perlindungan yang diperlukan.

  • Tanda Penggunaan Peralatan Pelindung Diri (APD)

Tanda penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) digunakan untuk mengingatkan pekerja untuk menggunakan peralatan pelindung diri yang sesuai dalam situasi tertentu. Tanda ini biasanya menggunakan simbol yang mewakili jenis APD yang harus digunakan, seperti helm, sarung tangan, kacamata safety K3, atau sepatu safety.

Implementasi safety sign yang Efektif

contoh safety sign dan implementasinya

Nah kita sudah mengenal jenis-jenis safety sign, lalu bagaimana implementasinya di perusahaan supaya efektif dan meberikan dampak yang maksimal, berikut ni adalah diantaranya :

A. Penempatan yang Strategis

  • Identifikasi area dengan risiko tinggi

Pertama-tama, penting untuk mengidentifikasi area dengan risiko tinggi di lingkungan kerja. Hal ini bisa meliputi area di mana terdapat mesin berbahaya, bahan kimia beracun, atau risiko jatuh.

Dalam implementasi safety sign yang efektif, pastikan untuk menempatkan tanda peringatan, tanda larangan, atau tanda perintah di area ini untuk memberi tahu pekerja tentang bahaya potensial yang ada.

  • Pastikan terlihat dengan jelas dan mudah terbaca

Penempatan safety sign harus dipilih dengan hati-hati agar terlihat dengan jelas dan mudah terbaca oleh semua orang yang berada di lingkungan kerja. Pastikan tanda tersebut tidak terhalang oleh benda-benda lain, seperti peralatan, rak, atau kabel.

Selain itu, pastikan tingkat pencahayaan yang memadai untuk memastikan tanda terlihat dengan jelas baik di siang maupun malam hari.

B. Pemeliharaan dan Perawatan Rutin

  • Memastikan kebersihan dan kejelasan tanda

Pemeliharaan rutin diperlukan untuk menjaga kebersihan dan kejelasan safety sign. Bersihkan tanda secara teratur agar tidak terhalang oleh debu, kotoran, atau lapisan lain yang dapat mengaburkan pesan yang disampaikan. Pastikan teks atau simbol tidak memudar atau tergores agar tetap terbaca dengan jelas. Hal ini dapat dilakukan dengan membersihkan tanda menggunakan kain lembut atau pembersih yang tepat.

  • Mengganti tanda yang rusak atau tidak terbaca

Jika terdapat tanda yang rusak, pecah, atau tidak terbaca dengan jelas, segera gantilah dengan tanda yang baru. Tanda yang rusak atau tidak efektif dapat menyebabkan kebingungan atau bahkan kecelakaan di tempat kerja. Pastikan untuk memiliki stok tanda cadangan agar dapat segera menggantinya jika diperlukan. Lakukan inspeksi rutin dan evaluasi terhadap kondisi safety sign K3, dan rencanakan penggantian jika diperlukan.

Dengan menerapkan penempatan yang strategis dan melakukan pemeliharaan dan perawatan rutin, implementasi safety sign dapat menjadi efektif dan membantu dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Edukasi dan Pelatihan Pekerja tentang Safety Sign

simbol simbol safety sign k3

A. Penyuluhan Mengenai Safety Sign K3

  • Mengajarkan arti dan makna simbol dan warna

Dalam penyuluhan mengenai safety sign K3, pekerja perlu diajarkan arti dan makna simbol dan warna yang digunakan dalam tanda-tanda keselamatan. Pekerja harus memahami bahwa simbol-simbol tersebut memiliki arti universal yang menggambarkan bahaya, larangan, atau perintah tertentu.

Misalnya, simbol segitiga kuning dengan gambar manusia yang jatuh menunjukkan bahaya jatuh, sedangkan simbol bulat merah dengan gambar siluet manusia yang dilarang menunjukkan larangan tertentu. Pekerja juga perlu memahami perbedaan warna latar belakang tanda, seperti kuning untuk peringatan, merah untuk larangan, dan biru untuk perintah.

  • Memahami pentingnya mematuhi safety sign

Selain mempelajari arti simbol dan warna, pekerja juga perlu diberitahu tentang pentingnya mematuhi safety sign K3. Penyuluhan ini harus menjelaskan bahwa safety sign K3 adalah alat yang digunakan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan mereka.

Pekerja perlu menyadari bahwa tidak mengindahkan tanda-tanda tersebut dapat mengakibatkan risiko kecelakaan, cedera, atau bahkan kematian. Dengan pemahaman ini, diharapkan pekerja akan memprioritaskan keselamatan dan mematuhi instruksi yang tertera dalam safety sign K3.

B. Latihan Keselamatan dan Pemahaman Tanda

  • Simulasi situasi darurat dan respons yang tepat

Selain penyuluhan, pelatihan keselamatan juga perlu mencakup simulasi situasi darurat yang melibatkan penggunaan safety sign K3. Pekerja harus diberikan latihan untuk menghadapi skenario darurat, seperti kebakaran atau kecelakaan, dan diminta untuk merespons dengan tepat berdasarkan tanda-tanda keselamatan yang ada.

Latihan semacam ini membantu pekerja dalam mengaplikasikan pengetahuan mereka tentang safety sign K3 dan memastikan bahwa mereka tahu bagaimana bertindak dengan benar dalam situasi yang memerlukan respons cepat.

  • Uji pemahaman tentang berbagai safety sign

Sebagai bagian dari pelatihan, pekerja juga harus diuji untuk memastikan pemahaman mereka tentang berbagai safety sign K3. Hal ini dapat dilakukan melalui ujian tertulis, latihan identifikasi simbol dan arti tanda, atau diskusi kelompok tentang skenario tertentu yang melibatkan safety sign K3.

Ujian pemahaman ini membantu mengukur sejauh mana pekerja memahami dan dapat menerapkan pengetahuan mereka tentang safety sign dalam konteks nyata.

Dengan edukasi dan pelatihan yang efektif tentang safety sign K3, pekerja dapat menjadi lebih sadar akan lingkungan kerja mereka, memahami bahaya potensial, dan mampu merespons dengan tepat sesuai dengan tanda-tanda keselamatan yang ada.

Manfaat Penerapan Safety Sign

Manfaat Penerapan Safety Sign

A. Mengurangi Kecelakaan dan Cedera

Penerapan safety sign yang efektif dapat secara signifikan mengurangi kecelakaan dan cedera di lingkungan kerja. Safety sign membantu mengidentifikasi dan memberi peringatan tentang bahaya potensial, larangan, dan instruksi penting. Dengan adanya tanda-tanda keselamatan yang jelas dan mudah terlihat, pekerja akan lebih waspada terhadap risiko yang ada dan dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

Hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan, cedera, atau kerugian lainnya yang dapat terjadi akibat ketidaktahuan atau ketidakpahaman terhadap bahaya di lingkungan kerja.

B. Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas

Penerapan safety sign yang baik juga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas di tempat kerja. Dengan adanya tanda-tanda yang jelas, pekerja dapat mengenali bahaya potensial dengan cepat dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghindari kecelakaan atau situasi berbahaya.

Safety sign juga memberikan petunjuk tentang tindakan yang benar dan prosedur keselamatan yang harus diikuti. Dengan pemahaman yang baik terhadap safety sign, pekerja dapat bekerja dengan lebih efisien dan produktif karena mereka tahu apa yang diharapkan dari mereka dalam situasi tertentu.

C. Mengurangi Dampak Negatif pada Lingkungan

Penerapan safety sign juga memiliki manfaat penting dalam mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Tanda-tanda keselamatan yang spesifik, seperti tanda bahaya bahan kimia, dapat membantu mencegah kebocoran atau pencemaran yang dapat merusak lingkungan.

Safety sign yang menginstruksikan penggunaan peralatan pelindung diri (APD) juga berkontribusi pada keamanan dan kesehatan pekerja, mengurangi risiko paparan terhadap bahan berbahaya dan potensi dampak negatif pada lingkungan. Dengan demikian, penerapan safety sign secara efektif membantu melindungi lingkungan kerja dan lingkungan secara keseluruhan dari risiko yang dapat merugikan kesehatan dan kelestariannya.

Secara keseluruhan, penerapan safety sign yang baik memiliki manfaat yang signifikan dalam mengurangi kecelakaan dan cedera, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta mengurangi dampak negatif pada lingkungan.

Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan bagi semua individu yang berinteraksi di dalamnya.

Kesimpulan

safety sign tanda keselamatan

Dalam lingkungan kerja, pentingnya safety sign K3 tidak bisa diabaikan. Safety sign berperan sebagai peringatan, petunjuk, dan pengingat yang membantu mengidentifikasi bahaya potensial, mencegah kecelakaan, dan mempromosikan keselamatan.

Dengan memahami dan mematuhi safety sign, pekerja dapat melindungi diri mereka sendiri dan rekan kerja dari risiko yang ada, menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan bebas dari cedera.

Penerapan safety sign K3 secara efektif juga dapat mendorong terbentuknya budaya keselamatan yang kuat di lingkungan kerja. Safety sign K3 bukan hanya sekadar tanda fisik, tetapi juga simbol dari komitmen perusahaan terhadap keselamatan.

Dengan mengedukasi dan melatih pekerja mengenai arti, pentingnya, dan pemahaman terhadap safety sign K3, perusahaan dapat membangun kesadaran keselamatan yang tinggi dan meningkatkan keterlibatan pekerja dalam menjaga keamanan diri mereka dan orang lain.

Budaya keselamatan yang kuat menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, dimana setiap individu bertanggung jawab terhadap keselamatan dan memprioritaskan perlindungan diri serta rekannya.

Dengan demikian, penting untuk mengakui peran sentral safety sign K3 dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Melalui pemahaman yang baik tentang arti, implementasi yang efektif, dan pengenalan terhadap safety sign, perusahaan dapat mempromosikan keselamatan dan membangun budaya keselamatan yang kuat di tempat kerja.

Produk Masker Medis Putih Terbaik, Perlindungan Untuk Anda!

Produk Masker Medis Putih Terbaik, Perlindungan Untuk Anda!

Masker medis tentunya salah satu benda yang harus ada di setiap fasilitas kesehatan dan berfungsi sebagai pelindung terhadap perawat, dokter, dll. Dengan semakin banyaknya fasilitas kesehatan tersebut, tentunya kebutuhan masker medis ini juga semakin meningkat, terutama untuk masker medis putih.

Nah sebelum mereview contoh produk masker mediss putih tersebut, ada baiknya kita mengetahui secara sekilas terkait dengan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi dalam masker medis tersebut sehingga kita dapat memilih masker medis dengan tepat sesuai dengan kebutuhan yang kita kehendaki.

Apa Itu Masker Medis?

masker medis putih

Masker medis didefinisikan sebagai alat kesehatan yang menutup mulut dan hidung sehingga memberikan fungsi penghalang untuk meminimalkan penularan langsung dari agen infeksi di antara perawat kesehatan atau paramedis dengan pasiennya, karena penularan agen infeksi yang terbawa cairan ini dapat terjadi melalui percikan.

Seperti kita ketahui bahwa pada saat kita bernafas berbicara, batuk, bersin, seseorang dapat melepaskan tetesan sekresi dari selaput lendir di mulutnya dan di hidungnya dengan mayoritas diameter kira-kira 0,5 s/d 12 mikron dan tentunya bisa mengandung mikroorganisme dan mikroorganisme ini tidaklah bisa kita lihat secara langsung dan hanya dapat kita lihat dengan menggunakan mikroskop.

Simak Juga : Bagian-Bagian Mikroskop dan Fungsinya Lengkap Dengan Gambar 

Standar yang Digunakan!

standar masker medis putih

Dalam pemilihan masker medis paling tidak ada 3 hal yang harus diperhatikan dari masker medis yaitu kualitasnya,  keamanannya, dan manfaatnya. Ketiga hal tersebut harus diperhatikan dan dipertahankan di sepanjang siklus hidup masker medis, yaitu mulai dari bahan yang digunakan, proses pembuatannya, waktu distribusinya, cara penggunaan, bahkan sampai proses pembuangannyapun keamanan harus tetap diperhatikan.

Saat ini banyak bermunculan produsen masker medis dengan barbagai jenisnya masker yang ditawarkan. Untuk menjamin masker medis yang beredar mempunyai kualitas keamanan dan manfaat yang memadai maka pemerintah dalam hal ini badan standarisasi nasional (BSN) pada tahun 2020 telah menerbitkan standar nasional Indonesia mengenai masker medis yaitu dengan judul masker medis persyaratan dan metode uji.

Dengan adanya standar tersebut tentu saja produsen masker medis wajib memenuhi persyaratan standar tersebut, termasuk tentu saja perlunya memastikan bahwa informasi, identitas, dan simbol yang tersedia pada kemasan masker lengkap dan benar

Simak Juga : Perbedaan Kemasan Primer, Sekunder, dan Tersier

Demikian pula pembeli dan pengguna mereka juga perlu mengetahui dan memahami hal-hal terkait masker medis tersebut sehingga dapat menentukan dengan tepat jenis masker medis yang akan dibeli sesuai dengan keperluannya.

Klasifikasi Masker Medis

kegunaan masker medis

Masker medis dapat diklasifikasikan menjadi 2 tipe, yaitu Tipe 1 dan tipe 2 yang didasarkan pada efisiensi penyaringan bakteri

  • Masker Medis Tipe 1

Masker ini dimaksudkan untuk digunakan oleh pasien dalam rangka mengurangi resiko penyebaran infeksi dan tidak dimaksudkan untuk digunakan oleh profesional perawat, kesehatan, atau paramedis baik di ruang operasi maupun di tempat-tempat yang lainnya.

  • Masker Medis Tipe 2

Masker medis tipe ini pada prinsipnya dimaksudkan untuk digunakan oleh profesional perawat Kesehatan (paramedis) baik di ruang operasi maupun di tempat-tempat medis yang lainnya.

Masker medis sebagai alat kesehatan umumnya terdiri dari lapisan filter yang ditempatkan diantara dua lapisan kain, dan masker medis ini tidak boleh robek, tidak boleh pecah selama digunakan. Filter merupakan bahan yang digunakan sebagai pemisah secara mekanik dan fisik, selain itu juga berfungsi mengendapkan partikel aerosol dari udara yang dihirup atau udara yang dihembuskan.

Jadi kemampuan atau kapasitas filtrasi bahan masker berbeda-beda tergantung dari media filter yang digunakan.

Persyaratan Masker Medis yang Tercantum di Dalam Standar SNI

Persyaratan Masker Medis

Ada 4 parameter utama yaitu :

  • Efisiensi penyaringan bakteri
  • Kemampuan bernafas
  • Ketahanan percikkan
  • Kebersihan dari bakteri

Kemudian ada juga syarat-syarat yang lain antara lain persyaratan simbol, identitas, informasi yang harus ada di dalam masker medis tersebut.

  • Efisiensi Penyaringan Bakteri

Efisiensi penyaringan bakteri menggunakan satuan persen. Pengujiannya biasanya menggunakan suspensi bakteri yang sudah diketahui jumlahnya ditiupkan ke dalam dalam kondisi yang terkontrol dan dihitung jumlah bakteri yang dapat melewati masker tersebut.

Pengujian tersebut digunakan untuk mengukur efisiensi filtrasi bakteri.

Efisiensi penyaringan bakteri didefinisikan sebagai efisiensi bahan masker medis untuk menghambat penetrasi bakteri.

Efisiensi Filtrasi Bakteri harus sesuai dengan nilai minimum yang disyaratkan disetiap tipe.

    1. Tipe I : Persyaratannya harus lebih besar atau sama dengan 95 %.
    2. Tipe 2 dan 2R : Persyaratannya harus minimum sama atau lebih besar dari 98 %
  • Kemampuan Bernafas

Tekanan diferensial menjadi indikator kemampuan bernafas dari masker medis.

Tekanan diferensial didefinisikan sebagai permeabilitas udara dari masker medis yang diukur dengan menentukan perbedaan tekanan pada masker medis dalam kondisi yang terkontrol baik aliran udaranya, suhunya, kelembaban udaranya.

Tekanan diferensial ini biasanya menggunakan satuan Pascal/cm² dan pengujiannya adalah udara dalam kondisi terkontrol ditiupkan ke masker dengan tekanan tertentu kemudian tekanan udaranya diukur dan selisih tekanan itulah sebagai ukuran tekanan diferensial yang mencerminkan kemampuan bernafas.

Hasil pengujian tekanan differential dari masker medis ini tentunya harus memenuhi syarat untuk setiap tipenya :

    1. Tipe 1 dan 2 harus lebih kecil dari 40 Pa/cm²
    2. Tipe 2R harus lebih kecil dari 60 Pa/cm²

Simak Juga : Dwyer Magnehelic Gauge : Alat Pengukur Perbedaan Ruangan

  • Ketahanan Percikkan

Tekanan resistensi percikan dengan satuan umumnya KPa. Ketika diuji sesuai dengan metode yang sudah ditentukan maka ketahanan masker medis terhadap penetrasi percikkan cairan harus sesuai dengan nilai minimumnya.

Untuk Tipe 1 dan 2 tidak dipersyaratkan untuk pengujian ketahanan percikan ini karena memang tipe 1 dan 2 tidak dirancang untuk ketahanan terhadap percikan. Sedangkan yang dirancng untuk ketahanan terhadap percikan adalah tipe 2R dimana tipe ini ketahanan percikannya harus lebih besar 16 KPa.

Ketahanan percikan ini didefinisikan sebagai kemampuan masker medis untuk menahan penetrasi darah sintetis pada tekanan tertentu.

  • Kebersihan Mikroba

Satuan yang digunakan adalah CFU. Semua tipe baik tipe 1, 2 dan 2R harus mempunyai kebersihan mikroba lebih kecil dari 30 CFU. Untuk menghitung jumlah sel mikroba umumnya menggunakan alat colony counter laboratorium.

Perbedaan Masker Medis dan Non Medis

perbedaan masker medis dan non medis

Dari penjelasan diatas, sekilas kita memahami persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi dalam masker medis, Lalu apa bedanya dengan masker non medis?

Perbedaan masker medis dan non-medis terletak pada fungsi, standar kualitas, dan penggunaan yang direkomendasikan. Berikut adalah gambaran umum mengenai perbedaan tersebut :

Perbedaan fungsi antara masker medis dan masker non-medis terletak pada tingkat perlindungan yang mereka tawarkan dan tujuan penggunaannya. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai perbedaan fungsi antara kedua jenis masker tersebut:

  • Masker Medis

Fungsi Utama

Masker medis, seperti masker bedah atau respirator N95, dirancang untuk melindungi pengguna dan orang lain di sekitarnya dari partikel berbahaya, termasuk droplet yang mengandung virus, bakteri, atau partikel mikroba lainnya.

Perlindungan Tingkat Tinggi

Masker medis menjalani uji kualitas dan memenuhi standar tertentu yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan atau badan yang diakui seperti SNI (Standar Nasiolnal Indonesia) atau ISO. Masker ini menyediakan perlindungan tingkat tinggi dan efektif dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Baca Juga : Konsultan ISO 17025 : 2017 : Tingkatkan Profit Laboratorium Anda

Digunakan oleh Tenaga Medis

Masker medis umumnya digunakan oleh tenaga medis dan staf kesehatan yang berinteraksi langsung dengan pasien atau berada di lingkungan medis.

Fokus pada Filtrasi dan Penutupan

Masker medis didesain dengan lapisan filtrasi yang efektif untuk menangkap partikel-partikel berbahaya, serta memiliki fitur-fitur untuk memastikan penutupan yang erat di sekitar wajah.

  • Masker Non-Medis

Fungsi Utama

Masker non-medis, seperti masker kain atau masker sekali pakai yang bukan masker medis, umumnya digunakan untuk mengurangi risiko penyebaran partikel yang dihasilkan oleh pengguna kepada orang lain di sekitarnya.

Perlindungan Rendah

Masker non-medis biasanya memiliki tingkat perlindungan yang lebih rendah daripada masker medis. Masker ini lebih efektif dalam mencegah penyebaran partikel besar, seperti droplet yang dihasilkan saat batuk atau bersin.

Digunakan oleh Masyarakat Umum

Masker non-medis dapat digunakan oleh masyarakat umum dalam situasi di mana jarak fisik yang aman tidak dapat dipertahankan, seperti di tempat umum atau selama kegiatan di luar rumah.

Fokus pada Pemutusan Rantai Penularan

Masker non-medis bertujuan untuk membantu memutuskan rantai penularan dengan mengurangi penyebaran partikel yang dihasilkan oleh pengguna kepada orang lain.

Contoh Produk Masker Medis Putih

Seperti yang sudah diuraikan, banyak brand yang memproduksi masker medis putih, teman-teman bisa gunakan acuan persyaratan yang telah diuraikan diatas sebelum membelinya. Berikut ini adalah beberapa ulasan dari produk masker medis putih yang bisa kita beli baik secara online maupun offline.

  • Masker Fitcare KN95

Masker Fitcare KN95

Salah satu masker medis yang mempunyai 5 lapisan nanun tetap nyaman ketika digunakan. Masker medis merk ini mempu menyaring partikel, virus, dan bakteri yang berukuran 0.3 mikron.

Hal ini menjadikan masker ini cocok digunakan dalam situasi di mana paparan terhadap partikel berbahaya tinggi, seperti saat berada di area dengan polusi udara yang tinggi atau saat berinteraksi dengan orang yang sedang sakit.

Masker Fitcare KN95 juga memiliki desain yang ergonomis dan nyaman dipakai. Dibuat dengan material berkualitas tinggi, masker ini tidak hanya memberikan perlindungan maksimal, tetapi juga menawarkan kenyamanan saat dipakai dalam jangka waktu yang lama. Dengan bentuk yang pas di wajah dan tali yang dapat disesuaikan, masker ini tidak mudah bergeser atau membuat ketidaknyamanan saat digunakan.

Spesifikasi :

    • KEMENKES RI AKD 20903120887
    • Tipe: 5 Ply
    • Efisiensi Filtrasi Bakteri (BFE) >99 persen
    • Harga : ± Rp. 60.000,-
  • Masker Medis Sensi Convex Mask

Masker medis Sensi Convex Mask

Masker medis Sensi Convex Mask adalah salah satu produk yang dirancang khusus untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap partikel-partikel mikroorganisme di udara. Masker ini memiliki bentuk tiga dimensi yang melengkung secara alami, sehingga memberikan ruang yang lebih luas untuk pernapasan yang nyaman dan tidak terasa sesak.

Salah satu kelebihan utama dari masker Sensi Convex adalah kualitas filtrasi yang sangat baik. Dibuat dengan menggunakan material berkualitas tinggi sehingga masker ini mampu menyaring partikel termasuk debu, serbuk, bakteri, virus, dan kotoran lainnya.

Selain itu, masker ini juga memiliki desain yang ergonomis dan nyaman. Dilengkapi dengan tali yang dapat disesuaikan dengan ukuran kepala, masker Sensi Convex dapat dipakai dengan mudah dan tidak akan mudah bergeser. Bahan masker yang lembut dan tidak mengiritasi kulit juga membuatnya nyaman dipakai dalam jangka waktu yang lama.

Spesifikasi :

    • KEMENKES RI AKD 21603120139
    • Tipe: 4 Ply + Double Filter
    • Efisiensi Filtrasi Partikulat (PFE) ≥ 95% @ 0,1 μm
    • Efisiensi Filtrasi Bakteri (BFE) ≥ 98% @ 3,0 μm
    • Harga : ± Rp. 158.000,-
  • Masker medis Pokana KN95 Earloop

Pokana KN95 Earloop

Masker medis Pokana KN95 Earloop adalah salah satu produk masker yang dirancang untuk memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap virus, bakteri, polusi udara, asap kendaraan, debu, dan sinar UV.

Terdiri dari 6 lapisan dan dengan menggunakan teknologi nano guard membuat masker ini mampu menyaring sampai 99 % partikel yang berukuran 0.3 mikron.

Salah satu keunggulan dari masker Pokana KN95 Earloop adalah desainnya yang dilengkapi dengan earloop (penyangga telinga), sehingga memudahkan pemakaian dan memberikan kenyamanan ekstra. Earloop yang elastis membantu masker tetap aman di tempatnya tanpa perlu mengorbankan kenyamanan saat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Spesifikasi :

    • KEMENKES RI AKD 20903022191
    • Tipe: 6 Ply
    • Efisiensi Filtrasi Partikulat (PFE) 99 %
    • Harga : ± Rp. 300.000,-

Kesimpulan

kesimpulan artikel masker medis putih

Nah, kita sudah memahami persyaratan-persyaratan tentang masker medis berikut contoh 3 produk masker medis putih. Harapannya tentunya sebelum membeli kita mengetahui area pekerjaan kita dimana dan tingkat bahayanya seperti apa sehingga tidak salah memilih masker medis tersebut.

Semoga Bermanfraat.

Referensi :

SNI 14683 : Masker Medis Persyaratan dan Metode Uji

Pemilihan Sarung Tangan Anti Panas yang Tepat untuk Pekerjaan Anda

Pemilihan Sarung Tangan Anti Panas yang Tepat untuk Pekerjaan Anda

Halo semua! Hari ini kita akan membahas tentang sarung tangan anti panas dan mengapa keberadaanya sangat penting dalam beberapa pekerjaan.

Sarung tangan anti panas digunakan oleh banyak orang di berbagai industri, mulai dari dapur restoran hingga pabrik manufaktur.

Mari kita lihat apa itu sarung tangan anti panas dan mengapa mereka efektif sebagai pelindung tangan.

Apa Itu Sarung Tangan Anti Panas?

sarung tangan tahan panas

Sarung tangan anti panas adalah jenis sarung tangan yang dirancang khusus untuk melindungi tangan dari suhu panas tinggi.

Sarung tangan ini biasanya terbuat dari bahan tahan panas seperti leather, aramid, acrylic, aramax, dan terrycloth.

Sarung tangan ini sangat penting untuk mencegah luka bakar tangan ketika bekerja dengan bahan atau peralatan yang memancarkan panas tinggi, seperti oven atau mesin produksi, mesin gerindra, mesin las, mesin bubut, maupun mesin press besi atau plastik.

Jenis-Jenis Sarung Tangan Anti Panas

jenis sarung tangan anti panas

Ada beberapa jenis sarung tangan anti panas yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, berikut ini adalah jenis sarung tangan anti panas yang dibedakan berdasarkan material yang digunakannya.

  • Leather

Sarung tangan yang dibuat dari bahan bahan kulit yang mampu menahan panas secara alami. Selain itu juga bahan kulit tersebut juga mempunyai ketahanan terhadap gesekan.

  • Aramid

Sarung tangan yang mempunyai sifat sangat tahan api dan sayatan. Sarung tangan ini banyak kita temui di berbagai macam industri.

  • Terrycloth

Sarung tangan yang terbuat dari bahan berupa looped knitting yang mempunyai kemampuan menjebak udara serta menciptakan lebih banyak insulasi sehingga lebih aman digunakan.

Sarung tangan dengan bahan ini memiliki beberapa tingkat perlindungan gesekan serta sayatan.

  • Acrylic

Sarung tangan yang dibuat dengan penambahan insulasi untuk kontak panas tinggi sehingga dapat meningkatkan daya tahan.

  • Aramax

Sarung tangan jenis ini lebih cocok di area kerja ketika ada api dan percikan api karena mempunyai sifat menarik panas menjauh dari kulit serta dapat didesign untuk tambahan ketahanan api.

Selain material diatas, juga terdapat sarung tangan baja tahan panas cocok untuk pekerjaan yang memerlukan ketahanan mekanis yang kuat, sarung tangan kain tahan panas, sarung tangan silikon tahan panas yang biasanya digunakan untuk keperluan yang membutuhkan keamanan makanan yang lebih baik.

Sarung tangan anti-panas berkualitas akan memberikan perlindungan terbaik untuk tangan Anda, jadi pastikan untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Sarung Tangan Tahan Panas dalam Industri Makanan dan Minuman

sarung tangan tahan api

Di industri makanan dan minuman, sarung tangan anti panas sangat penting untuk melindungi tangan dari panas dan juga melindungi makanan dari kontaminasi, terlebih jika perusahaan tersebut sudah menerapkan standar CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik).

Sarung tangan dalam industri makanan harus memenuhi standar keamanan pangan dan tahan terhadap suhu yang sangat tinggi.

Ada banyak jenis sarung tangan anti panas yang cocok untuk industri makanan dan minuman sampai ke industri catering, namun pastikan bahan yang digunakan bersifat food grade.

Sarung Tangan Tahan Panas dalam Industri Manufaktur

tips memilih sarung tangan anti panas

Di industri manufaktur, sarung tangan anti panas sangat penting untuk melindungi tangan karena banyak pekerjaan yang melibatkan suhu tinggi dan benda-benda panas seperti mesin dan alat yang dipanaskan.

Sarung tangan anti panas membantu melindungi pekerja dari cedera dan luka bakar akibat kontak langsung dengan suhu tinggi dan benda-benda panas.

Seperti kita ketahui, beberapa aktivitas produksi terkadang kita bersinggungan dengan panas, misalnya pada aktivitas pengepresan menggunakan mesin press industri yang tentunya menghasilkan panas, analisa kadar abu dengan menggunakan furnace laboratorium yang umumnya berlangsung pada suhu diatas 500 °C, pengujian bahan kimia yang melibatkan reagen yang mempunyai sifat oxidasi, dll.

Catatan :

Namun perlu diingat, ada kalanya walaupun kita bersinggungan dengan pekerjaan panas, namun penggunaaan sarung tangan ini malah tidak direkomendasikan, misalnya : pada proses pembubutan dengan menggunakan mesin bubut atau turning machine dimana pada aktivitas pembubutan tersebut menghasilkan gram atau besi-besi kecil hasil pembubutan yang sangat panas, dll

Selain melindungi tangan dari suhu dan benda-benda panas, sarung tangan anti panas juga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pekerjaan karena pekerja tidak perlu khawatir tentang keamanan dan keselamatan saat melakukan pekerjaan mereka.

Selain itu, sarung tangan anti panas juga membantu mengurangi biaya untuk cedera dan luka bakar yang dapat mengakibatkan pekerjaan terhenti dan biaya perawatan medis yang mahal.

Ada banyak jenis sarung tangan anti panas yang dapat digunakan dalam industri manufaktur, termasuk sarung tangan karet tahan panas, sarung tangan baja tahan panas, sarung tangan kain tahan panas, dan sarung tangan silikon tahan panas.

Pemilihan jenis sarung tangan yang tepat tergantung pada jenis pekerjaan dan suhu yang dihadapi. Sarung tangan anti panas yang berkualitas akan memberikan perlindungan yang lebih baik dan tahan lebih lama dalam penggunaannya.

 

Tips Memilih Sarung Tangan Anti Panas

sarung tangan tahan panas laboratorium

Saat memilih sarung tangan anti panas, anda harus mempertimbangkan beberapa faktor penting seperti :

  • Suhu yang dapat ditahan oleh sarung tangan

Salah satu faktor yang harus dipertimbangkan saat memilih sarung tangan anti panas adalah suhu yang dapat ditahan oleh sarung tangan tersebut. Setiap jenis sarung tangan anti panas memiliki batasan suhu yang berbeda-beda.

Pastikan untuk memilih sarung tangan yang cocok dengan suhu yang akan dihadapi dalam pekerjaan Anda.

  • Tingkat keamanan dan perlindungan

Sarung tangan anti panas harus memberikan tingkat keamanan dan perlindungan yang baik terhadap suhu tinggi dan benda-benda panas. Pastikan untuk memilih sarung tangan anti panas yang memenuhi standar keamanan dan perlindungan yang diperlukan dalam pekerjaan Anda.

Standar sarung tangan untuk pekerjaan panas yang umum digunakan adalah ASTM 1060 atau EN 407.

  • Kebutuhan ergonomi

Selain faktor keamanan dan perlindungan, kebutuhan ergonomi juga harus dipertimbangkan saat memilih sarung tangan anti panas. Sarung tangan yang tidak nyaman atau sulit digunakan dapat mengganggu produktivitas dan efisiensi pekerjaan. Pastikan untuk memilih sarung tangan yang sesuai dengan bentuk dan ukuran tangan pekerja.

  • Grip (kekutan memegang benda panas) dan berat benda yang dipegang

Masih berhubungan dengan kebutuhan ergonomi, tentunya adanya grip yang berpengaruh pada kekuatan saat memegang benda panas juga harus dipertimbangkan, terlebih jika kita bekerja di bidang restouran maupun industri makanan. Demikian juga terkait dengan benda yang akan kita pegang juga harus dijadikan pertimbangan.

  • Waktu memegang benda panas dan frekuensi atau rutinitas memegang benda panas

Lama waktu dan intensitas atau keseringan kita dalam beraktivitas terkait dengan panas tersebut juga harus menjadi pertimbangan dalam memilih sarung tangan anti panas.

  • Biaya dan kualitas

Pastikan untuk memilih sarung tangan anti panas berkualitas baik yang sesuai dengan anggaran yang dimiliki.

Prinsip!

Pastikan untuk memilih sarung tangan yang sesuai dengan kebutuhan anda dan juga memperhatikan kualitas sarung tangan.

Kesimpulan

kegunaan sarung tangan tahan panas

Sarung tangan anti panas adalah solusi pelindung tangan yang efektif terhadap suhu tinggi dan bahan berbahaya.

Jenis sarung tangan yang digunakan tergantung pada jenis pekerjaan yang dilakukan. Dalam industri makanan dan minuman, sarung tangan anti panas berkualitas tinggi (food grade) sangat diperlukan untuk mencegah kontaminasi bahan makanan dan melindungi tangan pekerja dari suhu tinggi.

Di industri manufaktur, sarung tangan anti panas juga sangat penting untuk melindungi tangan pekerja dari suhu tinggi, bahan kimia berbahaya, dan bahan logam yang tajam dan keras.

Oleh karena itu, penting untuk memilih sarung tangan anti panas yang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan dan mempertimbangkan faktor-faktor seperti suhu yang dapat ditahan, tingkat keamanan dan perlindungan, kebutuhan ergonomi, biaya, dan kualitas.

Jika perusahaan anda telah menerapakn sistem manajemen K3 atau SMK3 maka pemilihan-pemilihan sarung tangan anti panas sebagai alat pelindung diri ini pasti sudah tertuang di dalam dokumen HIRADC.

Semoga Bermanfaat

Masker Kain Sesuai Persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI)

Masker Kain Sesuai Persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI)

Bagi pengguna masker kain terkadang ada kesulitan untuk mengetahui jenis masker dari kain yang baik dan sesuai dengan standar untuk digunakan.

Untuk memberikan kepastian mutu masker dari kain, pemerintah dalam hal ini Badan Standarisasi Nasional (BSN) pada tahun 2020 telah menerbitkan Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor 8914 tahun 2020 mengenai “tekstil masker dari kain”.

Dengan terbitnya SNI tersebut diharapkan masker yang berasal dari kain yang beredar di indonesia dapat memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan.

Dan dengan adanya pemahaman persyaratan terhadap standar SNI tersebut tentu saja akan dapat membantu bagi para pembuat masker dari kain tadi untuk lebih memahami syarat-syarat mutu masker dari kain. Demikian halnya dengan pembeli atau pengguna masker dari kain, mereka dapat memilih masker dari kain dengan tepat.

Standar SNI tersebut disusun untuk memberikan standar kain yang digunakan untuk pembuatan masker non-medis dari kain dimana dapat berasal dari kain tenun, kain rajut, dan minimal dua lapis kain.

Saat ini kita banyak melihat jenis masker kain dengan berbagai model dan bahan, Lalu apa saja standar yang harus dipenuhi masker kain tersebut?

Yuk kita pelajari bersama…

Pengertian Masker Kain

standar masker dari kain

 

Masker kain adalah masker yang terdiri dari minimal dua lapis kain yang terpisah atau menyatu dengan teknik tertentu. Ada beberapa teknik untuk menyatukannya, antara lain : dengan cara penjahitan, laminasi, rajut double knit, kain tenun double face, pengeleman, dll.

Masker kain ini merupakan salah satu bentuk dari alat pelindung diri atau APD atau PPE (personal protective equipment) yang biasanya ini digunakan untuk keperluan perlindungan dari penularan penyakit infeksi saluran pernafasan.

Masker medis lebih efektif untuk menyaring partikel, virus, dan bakteri dibandingkan dengan masker dari kain, namun masker dari kain juga bisa berfungsi dengan efektif jika digunakan dengan benar

Masker dari kain dibuat dari berbagai macam jenis kain baik itu kain tenun, kain rajut, dan dari berbagai macam jenis serat. Masker kain yang beredar di pasaran ada yang terdiri dari satu lapis, ada yang dua lapis, dan ada yang tiga lapis,

Penggunaan masker dari kain itu tentu saja memiliki kelebihan yaitu dapat dicuci dan digunakan berulangkali.

Ruang Lingkup Standar SNI 8914 tahun 2020

SNI 8914 tahun 2020

  • Merupakan persyaratan mutu masker yang terbuat dari kain, baik kain tenun maupun kain rajut.
  • Hanya berlaku untuk masker yang terdiri dari dua lapis kain dan dapat dicuci ulang beberapa kali.
  • Tidak berlaku untuk masker dari kain non woven dan tidak berlaku masker bagi bayi.

Klasifikasi Masker Dari Kain

Masker dari kain ada 3 klasifikasi, yaitu :

  • Tipe A

Masker kain ini tujuannya untuk penggunaan umum.

Parameter dan pengujian yang dilakukan itu mengenai daya tembus udara harus dalam rentang 15 – 65 cm³/cm²/detik

  • Tipe B

Master kain ini tujuannya untuk penggunaan filtrasi bakteri.

Parameternya pengujian yang ditentukan adalah mengenai efisiensi filtrasi bakteri dimana harus lebih besar dari 60 %.

Selain itu juga harus ada pengujian tentang tekanan diferensial harus lebih kecil atau sama dengan 15 mmH2O/cm².

  • Tipe C

Masker kain yang ditujukan untuk penggunaan filtrasi partikel.

Parameter dan pengujian yang ditetapkan yaitu tentang efisiensi filtrasi partikelnya terutama yang ukurannya 0,1 mikron atau lebih besar dimana efisiensinya harus sama dengan atau lebih besar 60 %

Selain itu juga parameter pengujian tentang tekanan diferensial harus lebih kecil atau sama dengan 21 mmH2O/cm².

Efektivitas Penggunaan Masker dari Kain

efektivitas penggunaan masker dari kain

Berikut ini yang mempengaruhi efektivitas penggunaan masker dari kain, yaitu :

  • Bahan

Efektivitas penyaringan pada masker kain itu sangat tergantung dari jumlah lapisan dan kerapatan tenunan kainnya

Di standar menyatakan bahwa kombinasi bahan paling efektif yaitu menggunakan lapisan kain dari serat alam seperti kain katun ditambah dengan dua lapisan kain chiffon berpoliester spandex. Kombinasi tersebut mampu menyaring memulai 80 – 99 % partikel yang tentu saja tergantung ukuran partikelnya.

  • Pedoman penggunaan

Master kain sebaiknya tidak dipakai lebih dari 4 jam karena masker kain tidak seefektif masker medis dalam hal menyaring partikel, virus, dan bakteri, sehingga setelah 4 jam masker dari kain tersebut perlu dicuci.

    • Untuk penggunaan masyarakat yang sehat

Ketika digunakan di tempat umum atau fasilitas lainnya harus tetap menjaga jarak 1 – 2 meter.

    • Bagi tenaga medis

Masker kain ini tidak direkomendasikan sebagai alat pelindung diri (APD) untuk tingkat keparahannya tinggi seperti paramedis atau tenaga medis tersebut.

Dan masker kain ini idealnya perlu dikombinasikan dengan pelindung wajah yang menutupi seluruh bagian depan dan sisi wajahnya.

Baca Juga : Jenis dan Fungsi Kacamata Safety dalam Pekerjaan

Untuk masker kain sendiri yang direkomendasikan adalah yang 3 lapis dimana masing-masing lapisan tersebut mempunyai sifat dan fungsinya sendiri-sendiri.

bahan masker kain 3 layers

  • Lapisan luar dari kain

Mempunyai sifat kedap air atau tahan air dan berfungsi untuk mencegah masuknya droplet dari luar ke pemakai masker. Lapisan luar dari masker ini dianjurkan terbuat dari bahan yang tidak menyerap air sehingga dapat mencegah partikel-partikel dari luar untuk masuk melewati masker tersebut.

Baca Juga : Particle Counter Untuk Clean Room di dalam Industri Farmasi

  • Lapisan kedua (yang di tengah)

Mempunyai densitas yang tinggi dan berfungsi sebagai filter kuman. Disarankan terbuat dari bahan non woven seperti polypropylene yang berfungsi sebagai penyaring.

  • Lapisan paling dalam

Lapisan yang menempel langsung pada kulit kita yang berfungsi sebagai penyerap cairan berukuran besar yang keluar dari pemakainya, misalnya : ketika batuk, bersin

Pemilihan Bahan Masker Dari Kain

fungsi setiap lapisan masker kain 3 lapis

Pemilihan bahan untuk pembuatan masker dari kain itu sangat penting karena filtrasi dan kemampuan bernafas sangat bervariasi tergantung pada jenis bahannya.

Jadi efisiensi filtrasi tergantung dari kerapatan kainnya, jenis seratnya, dan juga anyamannya. Filtrasi pada masker dari kain sangat bervariasi dari 0,7 % sampai 60 %. Semakin banyak lapisannya tentu saja agar semakin tinggi efisiensi.

Kemampuan bernafas

Pengukuran kemampuan bernafas dilakukan dengan mengukur perbedaan tekanan udara yang melewati kain. Untuk masker medis di bawah 49 Pascal/cm². Sedangkan untuk masker non medis perbedaan tekanan yang bisa diterima harus dibawah 100 Pa.

Persyaratan Mutu Masker Kain

  • Daya tembus udara

Syarat daya tembus udara harus sekitar 15 – 65 cm³/cm²/detik

Daya tembus udara didefinisikan sebagai kecepatan aliran udara yang melewati contoh uji dengan luas tertentu secara tegak lurus dan terus-menerus terhadap penurunan tekanan dan waktu dalam waktu tertentu

Atau pada prinsipnya besarnya aliran udara yang melewati secara tegak lurus pada area tertentu pada kain tersebut, diukur perbedaan tekanannya

  • Daya serap

Persyaratan daya serap itu lebih kecil dari 60 detik, dimana persyaratan ini berlaku untuk lapisan dalam semua tipe masker baik itu tipe A, tipe B, dan tipe C.

Daya serap dikatakan sebagai waktu pembasahan dalam detik.

  • Kadar formaldehida bebas

Persyaratan kadar formaldehida bebas maksimum 75 mg/kg untuk semua jenis masker

  • Ketahanan luntur warna

Ada tiga macam ketahanan luntur yaitu :

    • Ketahanan luntur terhadap pencucian

Ketahanan terhadap pencucian berlaku untuk masker yang berwarna.

    • Ketahanan terhadap keringat asam dan basa

Ketahanan luntur terhadap keringat berlaku untuk lapisan dalam yang berwarna dan pengujian tahan luntur warna ini dilakukan terhadap keringat.

    • Ketahanan terhadap saliva

Ketahanan terhadap saliva atau air ludah kita dan berlaku untuk lapisan dalam yang berwarna

Jadi pengujian tahan luntur warna ini dilakukan terhadap saliva

Tahan luntur warna didefinisikan sebagai perpindahan zat warna dari contoh yang diuji ke kertas saring menggunakan larutan buatan.

Saliva didefinisikan sebagai air yang keluar dari mulut kita.

Setelah pengujian tadi dilakukan dengan mengamati pernodaan warna pada kertas saring dengan membandingkannya terhadap kertas saring yang asli.

  • Azo karsinogen

Ini berlaku untuk Lapisan dalam yang berwarna.

Pengujian zat warna Azo karsinogen ini berlaku semua jenis masker dengan batasan tidak boleh lebih dari 30 mg/ kg, karena seperti kita ketahui azo ini bersifat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.

  • Kadar logam berat

Parameter ini juga untuk semua jenis masker dan lapisan yang dalam yang berwarna. karena logam berat tersebut juga mempunyai sifat toksik atau racun sehingga perlu dibatasi jumlahnya.

Misalnya : arsen, timbal, kadmium, tembaga, nikel, merkuri, dll.

Baca Juga : Perbedaan Unsur Logam dan Non Logam Serta Contohnya

  • Ketahanan terhadap pembasahan permukaan (uji siram)

Pengujian uji siram berlaku untuk masker yang melalui proses penyempurnaan tahan air dan berlaku untuk lapisan yang luar.

  • Kadar PFOS dan PFOA

Berlaku untuk masker yang melalui proses penyempurnaan tahan air dan berlaku untuk lapisan yang luar.

  • Aktivitas Antibakteri

Seperti kita ketahui, masker tipe B memang khusus untuk filtrasi bakteri.

Nilai Aktivitas antibakteri ini berlaku untuk masker yang melalui proses penyempurnaan antibakteri.

  • Efisiensi filtrasi bakteri

Persyaratannya hanya untuk masker tipe B dengan efisiensi filtrasi bakteri harus lebih besar atau sama dengan 60 %.

  • Tekanan diferensial

Yang berlaku hanya untuk type B dan C

jadi persyaratannya untuk masker tipe B itu harus lebih kecil dari 15 mmH2O / cm², sedangkan untuk type C Itu harus lebih kecil 21 mmH2O/cm² mm H2o/ cm2

Tekanan diferensial didefinisikan sebagai daya tembus udara pada masker yang diukur dengan menentukan perbedaan tekanan masker pada kondisi aliran udara, temperatur, kelembaban tertentu.

Tekanan diferensial ini merupakan indikator kemampuan bernafas dari masker.

  • Efisiensi filtrasi partikel

Persyaratan efisiensi filtrasi partikel hanya khusus untuk masker yang tipe C yaitu harus lebih besar dari 60 % untuk partikel yang ukurannya 0,1 Micron ke atasnya.

Pengujian penetapan efisiensi filtrasi partikel ini dilakukan dengan daya tembusnya dari partikel tersebut.

Pengemasan Masker Dari Kain

pengemasan masker kain

Masker dari kain harus dikemas per buah, dengan cara dilipat dan atau dibungkus dengan plastik. Penandaan pada kemasan masker dari kain tersebut setidak-tidaknya harus mencantumkan :

  • Merk
  • Negara pembuat
  • Jenis serat dari setiap lapisannya. Misalnya : ada 3 lapis maka setiap lapisan tersebut seratnya apa saja.
  • Antibakteri jika masker kain tersebut memang melalui penyempurnaan antibakteri
  • Tahanan tahan air apabila memang masker tersebut melalui proses penyempurnaan bahan air
  • Label untuk cuci sebelum dipakai dan petunjuk pencucian
  • Tipe atau jenis masker tersebut, misalnya : apakah tipe A, tipe B, atau tipe C.

Karena masing-masing tujuan penggunaan jenis masker tersebut berbeda-beda sehingga jika tidak dicantumkan maka  kita bisa memilih masker kain sesuai dengan yang kita inginkan auat harapkan dari fungsi masker tersebut.

Semoga Bermanfaat.

Sepatu Safety : Jenis dan 5 Tips Sederhana Sebelum Membelinya

Sepatu Safety : Jenis dan 5 Tips Sederhana Sebelum Membelinya

Sepatu safety atau dikenal juga dengan safety shoes merupakan salah satu alat pelindung diri yang wajib digunakan ketika kita bekerja di lingkungan industri. Sepatu ini berperan melindungi kita dari kecelakaan kerja khususnya di bagian kaki.

Artikel ini akan sedikit membahas mengenai safety shoes tersebut, mulai dari jenis dan fungsinya, hal-hal yang harus kita pertimbangkan sebelum membelinya, serta sekaligus jawaban dari pertanyaan kenapa safety shoes yang masih baru, belum pernah dipakai, dan disimpan dalam waktu yang lama, namun ketika kita pakai malah sol nya rusak atau mengelupas, berikut dengan cara membaca bulan dan tahun produksi dari safety shoes tersebut.

Tanpa panjang lebar.. yuk kita mulai pembahasannya.

Jenis dan Fungsi Sepatu Safety

fungsi sepatu safety

Sepatu safety adalah sepatu yang digunakan oleh seseorang untuk menghindari risiko kecelakaan kerja.

Sepatu jenis ini dirancang sedemikian rupa untuk melindungi bagian kaki dari benda berbahaya yang dapat melukai kaki, antara lain untuk melindungi dari berbagai cairan panas, bahan kimia, benda tajam, benda berat, tempat kerja yang licin atau basah, dan bahaya listrik yang dapat menimbulkan cidera.

Sepatu safety terbuat dari bahan kulit yang dipadukan dengan bagian metal, sedangkan pada bagian bawahnya terbuat dari bahan karet tebal.

Jenis-Jenis Sepatu Safety

  • Safety Toe Shoes

Safety Toe Shoes

Sepatu jenis ini memiliki pelindung di bagian ujung sepatu yang berfungsi untuk melindungi jari kaki dari kecelakaan kerja.

Umumnya sepatu ini digunakan oleh pekerja yang bersinggungan dengan produksi material berat seperti pekerja proyek, pabrik, dll.

  • Stell Insole Shoes

Stell Insole Shoes

Sepatu safety jenis ini terdapat baja atau besi di dalam insolenya dengan tujuan menstabilisasi gerakan dan melindungi kaki pemakainya dari risiko terkilir atau masalah pada tulang kaki.

Umumnya sepatu safety ini digunakan oleh pekerja yang lebih banyak memakai fungsi kaki saat bekerja misalnya mengendarai motor, menghimpit pedal, mengendarai truk atau kontainer.

  • Metal Instep Footwear

Metal Instep Footwear

Seperti safety shoes jenis insole, metal instep footwear juga memiliki pelindung yang terbuat dari material metal, besi, dan baja ringan.

Perbedaannya adalah material pelindung tersebut bukan disisipkan pada bagian insole sepatu, namun diletakkan pada bagian alas dan berbentuk lempengan.

Sepatu safety jenis ini sangat cocok digunakan oleh pekerja yang mempunyai risiko terkena benda tajam seperti di operator mesin bubut dimana pada saat proses pembubutan terdapat material-material (gram) hasil pembubutan yang tajam, di pabrik yang memproduksi kaca, baja, senjata, dll.

  • Metatarsal Shoes

Metatarsal Shoes

Sepatu safety jenis ini didesain untuk pekerja yang seringkali mengangkat barang dan material berat, kontraktor, dll karena sepatu jenis ini dibuat khusus untuk melindungi bagian atas kaki.

  • Heat Resistant Shoes

Heat Resistant Shoes

Sepatu safety jenis ini didesain untuk melindungi kaki terbakar dari bahaya-bahaya panas di lingkungan kerja karena material sol sepatu yang khusus tahan api dengan tingkat leleh mencapai lebih dari 300 °C.

Sepatu ini tentunya sangat cocok bagi teman-teman yang bekerja di area yang terdapat pipa-pipa panas, misalnya teknisi yang bertanggung jawab pada mesin boiler atau ketel uap.

  • Electrical Hazzard Shoes

safety shoes for electricity

Bagi para pekerja dengan risiko yang berkaitan dengan aliran listrik, maka electrical hazzard shoes sangat cocok untuk digunakan karena safety shoes jenis ini memang dirancang dengan menggunakan sol khusus yang bisa melindungi pekerja dari aliran listrik sehingga sangat direkomendasikan digunakan pekerja PLN, PLTU, ataupun pekerja lainnya yang berhubungan dengan tegangan listrik.

5 Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Membeli Safety Shoes

Saat ini banyak sekali produk & model sepatu safety yang beredar di pasaran, namun apakah sudah sesuai dengan standar kebutuhan safety di tempat kerja?

Berikut 5 tips memilih sepatu safety yang tepat untuk kebutuhan kerja di area industri.

  • Perhatikan Standar Keamanan

pilih safety shoes berdasarkan standar keamanan

Pastikan standar keamanan dan tingkat keamanan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan kerja kita.

Standar keamanan sepatu safety untuk bekerja di industri kelistrikan tentunya berbeda dengan kebutuhan di industri konstruksi, minyak dan gas atau industri kimia.

Safety shoes harus memenuhi standar internasional seperti ASTM atau standar nasional seperti SNI, yang mengatur persyaratan minimal yang harus dimiliki agar dapat memberikan perlindungan maksimal.

Informasi standar keamanan yang digunakan, tahun produksi dan detail lainnya biasanya tercetak di bagian lidah sepatu.

Komunikasikan standar persyaratan keselamatan sepatu dengan petugas K3L tempat kita bekerja.

Petugas K3L atau bagian HSE umumnya akan membuat dokumen HIRADC yang dijadikan pandungan pemilihan sepatu safety ini untuk area-area yang ditentukan.

  • Ukuran Sepatu

pilih ukuran safety shoes yang sesuai

Pastikan ukuran sepatu sesuai dengan ukuran kaki kita dengan mencobanya langsung menggunakan kaos kaki.

Ukuran sepatu safety yang baik adalah terdapat celah kecil di ujung kaki agar saat terjadi benturan tidak terbentur langsung.

Pastikan juga bahan sepatu bertipe keras atau dapat merenggang.

Jika sepatu berjenis bahan keras, maka carilah ukuran yang sedikit lebih lebar.

  • Tinggi Sepatu

pilih tinggi safety shoes yang sesuai

Pastikan tinggi sepatu diatas mata kaki dan tidak terlalu ketat saat digunakan.

Sepatu safety dengan tinggi diatas mata kaki dapat melindungi kaki bagian bawah, sedangkan bagian atas yang agak longgar dapat memudahkan pergerakan.

  • Berat dan kenyamanan

pilih berat safety shoes yang sesuai

Pastikan sepatu safety tidak terlalu berat dan nyaman digunakan saat berjalan.

Sepatu safety yang terlalu berat dan kaku, selain tidak nyaman digunakan juga berpotensi membuat kaki cepat lelah dan mengakibatkan cedera.

  • Kualitas dan Ketahanan Sepatu

pilih safety shoes yang nyaman digunakan

Pastikan teman-teman mendapatkan informasi yang jelas saat membeli sepatu safety, meliputi bahan & material yang digunakan, spesifikasi safety dan cara merawatnya.

Teman-teman bisa mempertimbangkan untuk membeli sepatu safety untuk produk yang sudah terbukti kualitas yang dijualnya.

Kenapa Sepatu Safety Belum Dipakai Bisa Rusak?

kenapa sol sepatu safety rusak padahal belum digunakan

Beberapa orang bertanya-tanya, ketika mereka mendapatkan sepatu safety dari departemen HSE, masih baru, belum pernah dipakai, disimpan, namun ketika dipakai kok malah sol nya rusak?

Adakah yang juga mengalaminya?

Aneh bukan, umumnya yang kita ketahui jika sepatu pada umumnya semakin lama kita simpan maka umurnya juga semakin lama.

Namun kok berbeda dengan sepatu safety?

Sepatu safety yang disimpan selama 1 tahun dan tidak dipakai, namun ketika dipakai malah rusak.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Bagian yang sering mengalami kerusakan pada safety shoes padahal tidak dipakai adalah bagian solnya. Hal ini dikarenakan bahan yang digunakan berbeda dengan sepatu pada umumnya.

Jika sepatu kets, sepatu pantofel terbuat dari karet pada solnya, namun pada safety shoes solnya terbuat dari polyurethane yang lapisan bawah dan TPU atau thermoplastic polyurethane pada lapisan bawahnya.

Bahan tersebut bukanlah bahan padat pada awalnya, namun berupa cairan kental seperti gel yang disuntikkan pada cetakan sepatu dan mengalir pada bagian bawah sepatu dan ketika dingin bahan tersebut menjadi sol sepatu.

Karena bahan polyurethane dan thermoplastic polyurethane inilah maka safety shoes memiliki keunikan sifat pada solnya, yaitu ketika safety shoes semakin dipakai, semakin terkena oli, dan terkena panas dan air menyebabkan sol tersebut semakin kuat.

Akan tetapi sol polyurethane tersebut ketika disimpan di dalam ruangan di lemari atau di gudang tanpa dipakai sama sekali maka bahan polyurethane tersebut akan pecah-pecah dan mengelupas dengan sendirinya.

Lalu pertanyaannya adalah ketika saya ingin membeli sepatu safety bagaimana kita tahu kalau sepatu safety tersebut buatan atau produksi baru atau bukan sisa stock atau sepatu yang solnya akan expired?

Nah kita bisa lihat dibagian bawah solnya dimana terdapat lingkaran kecil seperti contoh pada gambar dibawah ini.

tanggal produksi sepatu safety

Lingkaran kecil tersebut merupakan penanda kapan sepatu safety tersebut diproduksi.

Pada angka dan garis-garis pada lingkaran luar menunjukkan bulan produksi, dan angka pada lingkaran tengah merupakan tahun produksi.

Pada gambar diatas maka sepatu safety tersebut diproduksi pada bulan februari tahun 2018.

Ketika kita mengetahui bulan dan tahun produksi tahun tersebut maka expired datenya adalah 1 tahun kemudian.

Sehingga disarankan kita membeli safety shoes yang produksinya belum 1 tahun supaya ketika kita pakai maka bisa awet bisa bertahan 2 – 4 tahun dari pemakaian pertama dengan syarat perawatannya juga dilakukan dengan baik.

Untuk merawat sepatu safety, secara umum kita bisa membersihkan kotoran yang menempel dengan lap basah kemudian kita angin-anginkan tanpa perlu dijemur terkena sinar matahari secara langsung.

Kesimpulan

Dalam suatu perusahaan yang menerapkan sistem manajemen K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja), penyediaan alat pelindung diri merupakan salah satu kewajiban pengusaha, termasuk safety shoes.

Dengan mengetahui jenis-jenis sepatu safety berikut dengan pemahaman mengenai tahun produksi dari safety shoes tersebut, kita bisa memberikan pemahaman ke pekerja terkait supaya bisa merawat safety shoes tersebut.

Jangan sampai ada kejadian, pekerja menyimpan safety shoes dan belum pernah digunakan namun ketika akan digunakan solnya malah sudah mengelupas.

Semoga Bermanfaat.

Jenis dan Fungsi Kacamata Safety dalam Pekerjaan

Jenis dan Fungsi Kacamata Safety dalam Pekerjaan

Bekerja secara aman merupakan harapan semua pihak, baik dari pekerja, pengusaha, dan lebih jauh lagi tentunya pemerintah. Sehingga tak heran terkadang jika suatu perusahaan diwajibkan untuk menyediakan alat pelindung diri bagi pekerjanya, baik itu safety helmet, masker, kacamata safety, dll.

Kali ini kita akan belajar bersama mengenai fungsi kacamata sefety, jenis-jenisnya, berikut dengan hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih safety glasses tersebut.

Kenapa Harus Menggunakan Kacamata Safety

kegunaan safety glasses

Sesuai dengan namanya, kacamata safety tentunya berfungsi untuk memberikan perlindungan pekerja khususnya pada bagian mata dari partikel-partikel yang melayang di udara, paparan bahan kimia berbahaya, panas atau uap panas, percikan benda kecil, radiasi gelombang elektromagnetif mengion ataupun yang tidak mengion, pancaran cahaya, benturan, dan pukulan benda keras.

Hal ini menjadi penting karena berdasarkan data dari National Institute for Occupational Safety & Health (NIOSH) dimana terdapat lebih dari 2000 kasus setiap harinya terkait dengan cidera mata. Dan tentunya sebagai dampak adanya cidera tersebut, biaya pengobatan yang timbul juga sangatlah tinggi yaitu sekitar 3 juta dollar setiap tahunnya.

Penggunaan kacamata safety tentunya bertujuan untuk mengurangi adanya kasus cidera tersebut.

Berikut ini adalah penjabaran beberapa fungsi kacamata safety yang telah disebutkan diatas, antara lain :

  • Melindungi dari paparan partikel berbahaya

kacamata pelindung partikel berbahaya

Seperti kita ketahui, bidang pekerjaan tertentu seperti minyak dan gas, pertambangan, konstruksi, dll potensi bahaya yang timbul dari adanya partikel-partikel bahan tersebut ataupun debu yang beterbangan. Dengan menggunakan kacamata safety diharapan kita bisa terhindar dari cedera seperti infeksi pada mata.

  • Melindungi dari Paparan Sinar UV Maupun Infra Red

bahaya sinar uv

Bidang pekerjaan tertentu juga mempunyai resiko dari adanya sinar UV dan infra red, misalnya pekerjaan konstruksi yang selalu terpapar secara langsung sinar matahari, pekerjaan penelitian yang terdapat aktivitas penyinaran dengan menggunakan sinar UV dan Infra Red, dll. Bahkan seperti kita ketahui, saat ini banyak sekali instrumen penelitian dimana menggunakan sinar UV untuk mengoperasikannya, contohnya : Spektrofotometer UV Visibel, dll

  • Melindungi dari Percikan Bahan Kimia

bahaya percikan bahan kimia

Baik dalam laboratorium pengujian maupun industri kimia, tentunya tidak akan dapat dipisahkan dari adanya bahaya yang ditimbulkan dari bahan kimia tersebut.

Reaksi kimia ataupun pencampuran beberapa bahan kimia yang dilakukan baik di labu erlenmeyer ataupun gelas kimia laboratorium terkadang menghasilkan gas ataupun berupa percikan. Oleh karena itu penggunaan kacamata safety menjadi wajib hukumnya.

Agak sedikit berbeda dengan kacamata safety pada umumnya, kacamata safety yang digunakan untuk melindungi bahan kimia ini umumnya adalah goggles dimana secara bentuk sedikit berbeda, karena pada goggles memberikan area perlindungan yang lebih luas karena menutup hampir semua bagian mata secara rapat.

  • Melindungi dari Pengaruh Cuaca

kacamata pelindung cuaca ekstrim

Kacamata safety juga dapat berfungsi untuk melindungi dari adanya pengaruh cuaca terlebih bagi pekerja yang sering melakukan aktivitas di lapangan (luar kantor).

Misalnya : Seorang kontraktor yang seringkali memantau proyek pembangunannya di lapangan, Seorang pekerja pertambangan atau pengilangan minyak yang umumnya bekerja langsung di area terbuka, dll.

  • Perlindungan dari Benda Beterbangan

perlindungan dari percikan api

 

Untuk pekerjaan tertentu terkadang dapat menimbulkan percikan benda ataupun api yang jika terkena mata tentunya akan berbahaya, misalnya : pada aktivitas menggerinda, membubut, pemotongan logam, pengamplasan, dll. Dengan menggunakan kacamata safety harapannya dapat memperkecil resiko terpapar benda tersebut.

Jenis Jenis Alat Pelindung Mata dan Muka

macam macam safety glasses

Paling tidak ada 3 jenis alat pelindung mata dan muka yang dapat dengan mudah kita temukan, yaitu :

  • Safety Spectacles (Kacamata Pengaman)

Safety Spectacles merupakan pelindung primer yang diperuntukkan untuk melindungi mata dari berbagai macam sumber bahaya.

Kaca mata ini diperuntukkan untuk teman-teman yang bekerja di lingkungan dengan potensi bahaya seperti benda atau partikel berterbangan.

Kaca mata ini mempunyai frame yang terbuat dari plastik ataupun logam yang kompatibel dengan jenis lensa yang digunakan.

Pada bagian samping kacamata ini terdapat semacam perisai yang dapat dilepas ataupun dipasang sesuai dengan kebutuhan.

Berikut ini adalah jenis-jenis lensa pada safety spectacles ini :

    • Plane Lenses

Plane Lenses

Jenis lensa ini mempunyai kelebihan, yaitu :

    1. Lensa mudah dibongkar pasang dan tersedian lensa dengan filter atau tanpa filter
    2. Bentuknya datar atau melengkung
    3. Dapat digunakan pekerja dengan mata normal (tidak memiliki plus, minus, atau gangguan mata lainnya)
    • Prescription (Rx) Lenses

Prescription Rx Lenses

Jenis lensa ini mempunyai kelebihan, yaitu :

    1. Lensa mudah dipasang dan dilepas serta tersedia lensa dengan filter atau tanpa filter
    2. Wajib digunakan pekerja dengan mata plus, minus, atau gangguan mata lainnya.

Safety Goggles

Safety Goggles adalah pelindung primer yang diperuntukkan untuk melindungi mata dari partikel beterbangan, benda beterbangan, dll.

Dengan desain yang disesuaikan dengan bentuk wajah tentunya safety google mempunyai kelebihan untuk mencegah partikel, benda berterbangan tersebut masuk ke area sekitar mata.

Safety goggles ini ada berapa macam, antara lain sebagai berikut :

  • Frame
    • Eyecup Safety Googles

Eyecup Safety Googles

Tipe ini mempunyai frame yang berbahan kaku atau fleksibel yang dapat melindungi area sekitar mata sepenuhnya.

Tipe ini tersedia dengan ventilasi tidak langsung maupun ventilasi langsung.

    • Cover Safety Goggles

Cover Safety Goggles

Untuk framenya sama dengan Eyecup Safety Googles dimana berbahan kaku atau fleksibel.

Dapat kita gunakan bersamaan dengan corrective spectacles namun tetap tanpa mengganggu performa spectacles.

Cover Safety Goggles tersedia dalam tipe ventilasi tidak langsung, langsung, maupun tanpa ventilasi.

  • Ventilasi
    • Direct ventilation (ventilasi langsung)

Direct ventilation Goggles

Kacamata safety ini dapat menahan sumber bahaya yang langsung masuk ke safety goggles serta dapat mencegah munculnya kabut karena adanya sirkulasi udara yang baik.

    • Indirect ventilation (ventilasi tidak langsung)

Indirect ventilation Goggles

Sama dengan yang direct ventilation dimana mencegah munculnya kabut karena adanya sirkulasi udara yang baik serta didesain untuk melindungi pekerja dari sumber bahan kimia berbahaya dan bahaya percikan cairan.

    • Non-ventilated goggles (safety goggles tanpa ventilasi)

Non-Vented Safety Goggles

Safety goggles jenis ini dapat mencegah masuknya cipratan bahan kimia berbahaya ke dalam safety goggles serta menahan udara agar tidak masuk ke dalam safety goggles

Karena tidak ada ventilasi udara maka memungkinkan munculnya kabut sehingga pekerja harus sering membersihkan safety goggles-nya

Fase Shield

Face Shields (tameng muka) merupakan pelindung sekunder yang diperuntukkan untuk melindungi seluruh wajah dari paparan sumber bahaya.

Personel terkait yang bekerja dengan resiko bahaya pada mata diwajibkan menggiunakan face shield bersamaan dengan safety goggles atau safety spectacles sehingga mendapatkan perlindungan maksimal dari adanya berbagai sumber bahaya, misalnya : fragmen atau partikel beterbangan, benda beterbangan, dll.

Face shield windows terbuat dari bahan yang mempunyai tingkat ketebalan yang bervariasi yang tentunya dalam pemilihannya ditentukan sesuai dampak bahaya pada jenis pekerjaan yang tentunya sudah dituangkan dalam dokumen identifikasi bahaya dan pengendalian resiko (IBPR) ataupun HIRADC.

Face shield tersedia berbagai tipe dan safety helmet agar pekerja dapat memilih sesuai jenis pekerjaannya.

  • Headgear
    • Adjustable headgear

Ukuran headgear dapat diubah sehingga dapat terpasang erat dan nyaman di kepala pekerja.

    • Hard hats with face shields

Hard hats with face shields

Dipasang di bawah hard hat serta kompatibel dengan berbagai jenis windows

  • Windows
    • Windows yang dapat diangkat atau dilepas pada bagian depannya

Windows yang dapat diangkat atau dilepas pada bagian depannya

Dengan dapat dilepasnya Windows maka windows dapat diganti jika sudah mengalami kerusakan atau serta dianggap perlindungan yang diberikan face shield sudah tidak maksimal.

Windows dapat diturunkan atau diangkat sesuai kebutuhan.

    • Plastic Windows

Plastic Windows face shield

Dapat melindungi pekerja dari sumber bahaya radiasi cahaya dan ada yang sudah termasuk glass insert pada windows-nya.

Tersedia windows tanpa filter ataupun dengan filter.

    • Wire-Screen Windows

Wire-Screen Windows face shield

Ada yang sudah termasuk plastic/ glass insert pada windows-nya.

Untuk yang tipe ini tidak disarankan digunakan pada pekerjaan dengan sumber bahaya berupa bahan kimia atau cairan berbahaya.

Tips Memilih Safety Glasses

cara memilih safety glasses

Diatas sudah diuraikan mengenai jenis-jenis kacamata safety, namun bagaimana cara memilih safety glasses tersebut sehingga sesuai dengan kebutuhan kita?

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih safety glasses tersebut :

  • Periksa Standar Acuan / Referensi

Standar atau referensi tentunya disusun berdasarkan hasil penelitan beberapa ahli dari berbagai macam bidang, maka cara terbaik dalam memilih kacamata safety adalah kita merujuk ke standarnya, misalnya : standar terkait yang dikeluarkan oleh AS/NZS (Australia-New Zealand Standards), EN (European Standards), dan ANSI (American National Standards Institute).

  • Bahan material kacamata safety tersebut terbuat dari material yang kuat, tahan lama, serta mudah dibersihkan. Selain itu tingkat kenyamanan pemakaian juga harus diperhatikan sehingga tidak mengganggu aktivitas dalam bekerja.
  • Dapat digunnakan dengan APD (Alat Pelindung Diri) yang lain secara bersamaan, misalnya baju hazmat atau face shield.
  • Anti gores dan tidak berembun, karena hal ini tentunya akan mengganggu pandangan sehingga juga mengganggu kita dalam melakukan pekerjaan.
  • Pastikan safety glasses yang digunakan tetap nyaman dipakai meskipun pekerja bersangkutan mempunyai mata minus ataupun silinder.
  • Pastikan kacamata safety tersebut sesuai, apakah akan digunakan untuk outdoor atau indoor atau malah kita gunakan ketika bekerja di ketinggian, karena untuk safety glasses yang digunakan di ketinggian umumnya terdapat antifog untuk menghindari terjadinya embun pada safety glasses tersebut.

Semoga Bermanfaat

Oiya, terkait dengan keselamatan kerja, kami juga mempunyai artikel mengenai jas laboratorium, dimana pakaian ini merupakan pakaian yang wajib dipakai ketika kita bekerja di laboratorium.

Tujuannya tentunya untuk pelindung diri kita.

Jika teman-teman tertarik dan ingin membacanya bisa mengunjungi link berikut : Fungsi Jas Laboratorium dan Bahan Kain yang Umum Digunakan

Pengertian Emergency Response Plan (ERP) dan Tujuannya

Pengertian Emergency Response Plan (ERP) dan Tujuannya

Lingkungan kerja, meskipun sudah di desain sebaik mungkin dalam proses kerjanya namun tetap saja potensi bahaya terkadang masih ada yang dapat menimbulkan kecelakaan.

Hal ini tentunya yang membuat kita sebagai pekerja ataupun pengusaha harus selalu siap sedia serta tanggap melakukan antisipasi jika hal-hal yang tidak diinginkan tersebut terjadi.

Kecelakaan yang disebabkan oleh faktor alam, teknis, maupun manusia dapat menjadi fatal dan berubah menjadi bencana.

Bila bencana terjadi dimana keadaan menjadi emergency atau darurat maka perlu ditanggulangi secara terencana, sistematis, cepat, tepat, dan selamat. Salah satunya adalah dengan emergency response plan (ERP).

Artikel ini akan sedikit membahas mengenai pengertian emergency response plan (ERP), tujuannya, elemen-elemennya, berikut dengan langkah pelaksanaanya.

Pengertian Keadaan Darurat

contoh keadaan darurat

Apa sih sebenarnya keadaan darurat itu?

Menurut OSHA tahun 2001, Keadaan darurat adalah situasi yang tidak diketahui yang mengancam bekerja, setiap orang yang dapat mengganggu proses operasi, atau menyebabkan kerusakan fisik dan lingkungan.

Emergency Response Plan (ERP) diperlukan karena:

  • Untuk mengenali kemungkinan kondisi berbahaya belum pernah terjadi.
  • Untuk membantu proses perencanaan dapat memperbaiki kekurangan, misalnya : kurangnya sumber daya (peralatan, personel yang kompeten, bantuan), atau komponen lainnya sebelum keadaan darurat terjadi.
  • Merupakan bentuk upaya untuk mempromosikan kesadaran K3 sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan.
  • Mengurangi korban dan kerusakan bila terjadi.
  • Mendidik manusia pada kesadaran “it can happen here” sehingga bisa menentukan langkah antisipasi.
  • Bila terjadi kondisi darurat terjadi bisa cepat mengambil keputusan untuk memobilisasi sumber daya baik itu manusia, peralatan, dan dukungan untuk penyelamatan.

Untuk teraksananya penanggulangan kondisi darurat atau emergency tersebut diatas maka perlu dibentuk tim tanggap darurat yang terampil dan terlatih, dilengkapi dengan sarana prasaran yang baik serta sistem dan prosedur yang jelas. Tim tersebut mendapatkan pelatihan baik teori atau praktek paling sedikit 6 bulan sekali.

Contoh : Misalnya tim tanggap darurat untuk bahaya kebakaran, maka tentunya personel yang bertanggung jawab tersebut telah mendapatkan pelatihan pemadam kebakaran, dan wajib memahami mengenai jenis-jenis APAR dan klasifikasi kebakarannya, cara menggunakan APAR maupun hidrant, dll.

Hal ini penting karena kinerja tim tanggap darurat akan menentukan berhasilnya pelaksanaan penanggulangan keadaan emergency dan akhirnya tujuan mengurangi kerugian seminimal mungkin atau korban manusia akibat kondisi darurat dapat tercapai.

“Jadi Setiap perusahaan memerlukan ERP (Emergency Responce Plan)”

Tujuan Utama ERP (Emergency Responce Plan)

tim tanggap darurat

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari ERP, antara lain :

  • Menyelamatkan korban atau memberikan bantuan hidup
  • Mencegah luka atau sakit lebih parah
  • Melindungi properti (peralatan, sarana, dan fasilitas perusahaan)
  • Melindungi lingkungan sekitar

Elemen Penting Dalam ERP (Emergency Responce Plan)

  • Kesiapan tanggap darurat harus berdasarkan analisa resiko yang berdampak pada kelangsungan bisnis atau kegiatan perusahaan.
  • Peralatan, fasilitas, tenaga terampil harus teridentifikasi teruji dan tersedia secara memadai.
  • Semua orang (karyawan, tamu, kontraktor) harus mengerti tentang kesiapan tanggap darurat perusahaan atau bisnis atau kegiatan.
  • Periodik latihan dilaksanakan dan selalu membuat perubahan perbaikan (Continues Improvement)

Jenis Keadaan Darurat

jenis keadaan darurat

  • Yang dari alam :
    1. Banjir
    2. Badai besar
    3. Angin puting beliung
    4. Kebakaran
    5. Tsunami
    6. Gempa bumi
    7. Sambaran petir
    8. Penyakit pandemi
    9. dll
  • Yang buatan manusia
    1. Kebakaran yang disebabkan oleh ulah manusia
    2. Ledakan
    3. Runtuhnya bangunan
    4. Kegagalan struktur utama
    5. Tumpahan cairan kimia berbahaya yang mudah terbakar atau beracun
    6. Terlepasnya bahan biologi berbahay atau bahan kimia beracun
    7. Ancaman teroris
    8. Paparan radiasi pengion
    9. Sumber daya utama (listrik) padam
    10. Pasokan air terganggu
    11. Kejadian yang menghilangnya proses komunikasi
    12. Gangguan alat atau lingkungan (angin, banjir, satwa liar)
    13. dll

Langkah Penyusunan ERP

Untuk langkah penyusunan RPP itu ada 4 langkah, yaitu :

  • Mitigasi

Kajian awal yang dilakukan untuk mengeliminasi atau menurunkan derajat resiko jangka panjang terhadap manusia atau harta benda yang diakibatkan oleh bencana.

  • Kesiapsiagaan

Kegiatan yang dilakukan lebih lanjut berdasarkan hasil mitigasi, yang mencakup pengembangan kemampuan personel, penyiapan prasaran, fasilitas dan sistem bila terjadi keadaan emergency.

  • Kesigapan

Kemampuan penanggulangan saat terjadi krisis atau bencana yang terencana, cepat, tepat, dan selamat termasuk tanda bahaya, evakuasi, SAR, pemadaman kebakaran, dll.

  • Pemulihan

Kegiatan jangka pendek untuk memulihkan kebutuhan pokok minimum kehidupan masyarakat yang terkena bencana dan jangka panjang mengembalikan kehidupan secara normal.

Fasilitas ERP

Fasilitas Access - Exit Route

Terkait dengan ERP, Kita harus mempunyai fasilitas-fasilitas yang harus dipastikan keberadaannya

  • Mengidentifikasi jalur evakuasi, sarana alternatif melarikan diri, membuatnya diketahui semua staff, menjaga rute agar tidak terhalang.
  • Penentuan lokasi aman atau titik kumpul bagi staff untuk berkumpul serta personel PIC yang bertanggung jawab memastikan bahwa semua orang telah meninggalkan zona bahaya.
  • Menetapkan individu untuk membantu karyawan cacat dalam keadaan darurat
  • Fasilitas pelaksanaan pengobatan yang terluka dan mencari yang hilang
  • Menyediakan sumber alternatif bantuan medis ketika fasilitas yang normal mungkin dalam zona bahaya atau area bahaya sehingga tidak bisa digunakan.
  • Penetapan tingkat kerugian properti harus dimulai hanya ketika keamanan semua staff dan karyawan pada resiko telah ditetapkan dengan jelas.

Baca Juga : HIRADC dan Contoh Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko

  • Fasilitas Access – Exit Route

Ketika mempersiapkan rencana darurat tindakan, kita perlu merancang rute evakuasi primer dan sekunder. Sedapat mungkin dipastikan bahwa rute evakuasi dan pintu keluar darurat memenuhi persyaratan sebagai berikut :

    1. Ditandai dengan jelas dan terang benderang, cukup lebar untuk menampung jumlah personel mengevakuasi.
    2. Tidak terhalang dan terhindar dari puing-puing setiap saat
    3. Tidak mengekspos personel evakuasi terhadap bahaya tambahan.
  • Fasilitas Lain
    1. Megaphone
    2. Self Contain Breathing Apparatus (SCBA)
    3. Lampu Senter
    4. Baju Pemadam
    5. Helm Safety K3
    6. Respirator
    7. Tandu
    8. Perkakas alat bantu (kapak, linggis, dll)
    9. Kursi evakuasi

ERP Team (Emergency Responce Plan)

emergency response team

ERP harus mempunyai tim untuk mensukseskan kegiatan emergency.

Jadi ketika kita dalam kondisi emergency, diperlukan PIC yang ahli agar kegiatan penanggulangan maupun kegiatan seketika saat kondisi darurat bisa berjalan dengan lancar.

Hambatan ERP (Emergency Responce Plan)

kurangnya komitmen top manajemen

  • Kurangnya dukungan dari top manajemen. Karena biasanya ERP ini kan hanya untuk kondisi darurat sehingga tidak terlalu menjadi prioritas. Namun di sisi lain jika terjadi kondisi darurat dan jika tidak adanya ERP maka akan sulit sekali bagi perusahaan untuk bisa menanggulangi atau bisa menghandle keadaan darurat tersebut.
  • Kurangnya keterlibatan dan dukungan dari pekerja.
  • Tidak adanya atau kurangnya perencanaan, misalnya belum adanya penunjukkan ERP tim, penyediaan budget untuk kondisi darurat
  • Kurangnya pelatihan, Jadi orang-orang yang masuk di ERP tim seharusnya diberikan pelatihan. Misalnya dia masuk ke tim P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) maka dia tidak memiliki keahlian untuk p3k.
  • Tidak adanya penanggungjawab yang ditunjuk khusus untuk mengkoordinir sistem tanggap darurat.
  • Sistem tanggap darurat tidak pernah dievaluasi secara berkala dan dilakukan perbaikan secara continue. Jadi sistem tanggap darurat ini sepertinya memang dianggap kurang urgent bagi beberapa perusahaan
  • Sistem komunikasi dan peringatan dini tidak atau kurang memadai. Misalnya : sirine, alarm, dll

Oiya, terkait dengan ERP (Emergency Responce Plan) tentunya akan berkaitan erat dengan sistem manajemen kesehatan keselamatan kerja (K3).

Apa itu sistem manajemen kesehatan keselamatan kerja?

Silakan jika teman-teman berkenan dan mempunyai waktu luang bisa membacanya disini : Pemahaman Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) di Perusahaan

Semoga Bermanfaat.

Perbedaan Ear Plugs dan Ear Muff Serta Cara Menggunakannya

Perbedaan Ear Plugs dan Ear Muff Serta Cara Menggunakannya

Kita sudah mengenal adanya hirarki pengendalian risiko, dimana ada eliminasi, substitusi, perancangan, administrasi, dan pemakaian alat pelindung diri.

Bekerja dalam lingkungan yang nyaman dan aman tentu merupakan harapan semua orang, namun terkadang paparan bahaya tetap tidak bisa kita hindarkan meskipun sudah dilakukan melalui metode eliminasi, substitusi, maupun rekayasa dari sumber bahayanya, dan pada tahapan terakhir tentunya yang harus kita lakukan adalah menggunakan alat pelindung diri.

Salah satu alat pelindung diri yang dapat kita gunakan adalah alat yang fungsinya untuk melindungi pendengaran kita dari kebisingannya. Nah kali ini kita akan belajar mengenai alat pelindung pendengaran yaitu ear muff dan ear plugs.

Standar Kebisingan di Tempat Kerja

bahaya kebisingan di tempat kerja

Telinga kita merupakan salah satu indera pendengaran yang harus selalu kita jaga.

Seperti kita ketahui, bahwa tingkat kebisingan di tempat kerja yang umumnya diukur dengan menggunakan sound level meter tersebut ada standarnya.

Jika tingkat kebisingan yang melebihi 85 desibel maka kita diwajibkan menggunakan alat pelindung diri yang berfungsi untuk melindungi dari paparan kebisingan yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Tidak hanya itu saja, paparan kebisingan yang terus menerus bisa mengakibatkan stres akibat kerja, menurunnya produktivitas kerja dan juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Industri yang umumnya mempunyai tingkat kebisingan diatas 85 desibel adalah konstruksi, transportasi, manufaktur, atau musik dan hiburan.

Dan menuturut PERMENAKERTRANS No. PER.13/MEN/X/2011, 85 dBA merupakan batas maksimal paparan kebisingan yang dapat diterima oleh pekerja dengan jangka waktu pemaparan 8 jam/ hari

Salah satunya adalah menggunakan alat pelindung pendengaran baik itu ear muff maupun ear plugs. Terlebih jika perusahaan tersebut menetapkan standar sistem manajemen kesehatan keselamatan kerja (K3).

Perbedaan Ear muff dan Ear plugs

kegunaan ear plug dan ear muff

  • Ear muff adalah penutup telinga yang terbuat dari bahan yang lembut dan dapat menurunkan tingkat kebisingan dengan cara menutupi seluruh bagian telinga dengan penahan berupa head band.
  • Sedangkan ear plugs dimasukkan untuk memblokir saluran telinga. Earplug dapat berbentuk moldable (busa) ataupun premolded (preformed).
  • Semi-insert ear plugs dimana terdiri dari 2 ear plug yang dipasang diujung head band.

Ear plugs mempunyai kelebihan lebih mudah digunakan baik itu sekali pakai maupuan digunakan kembali serta lebih sesuai digunakan untuk lingkungan kerja yang lembab maupun panas.

Namun disisi lain ear plugs mempunyai kekurangan dimana tidak dapat digunakan pada lingkungan kerja dengan tingkat kebisingan diatas 105 desibel.

Selain itu karena bentuknya kecil dan pemakaiannya dimasukkan di dalam lubang telinga sehingga pengawasan oleh atasan terhadap pekerja dirasa lebih sulit karena tidak terlihat secara langsung.

Ear plug jika digunakan secara berulang kali dan jika tidak dibersihkan akan menyebabkan kotoran masuk ke telinga yang bisa menimbulkan infeksi pada telinga itu sendiri.

Sedangkan Ear muff, mempunyai kelebihan dapat memberikan perlindungan yang lebih efektif atau lebih besar dibandingkan dengan ear plug.

Pilihan dari ear muff pun lebih bervariasi yang dapat dibedakan berdasarkan bahan, kekuatan ikat kepala (head band), kedalaman penutup.

Penutup ear muff yang lebih berat dan lebih dalam akan memberikan perlindungan yang semakin maksimal.

Dalam pemakaian ear muff, tentunya tidak sesederhana ear plug, dimana ikat kepala haruslah cukup erat sehingga dapat mempertahankan posisi ear muff supaya tetap stabil namun jangan terlalu ketat terkait dengan sisi kenyamanan penggunanya.

Kekurangan ear muff adalah seringkali pengguna kurang nyaman menggunakannya di lingkungan kerja yang panas.

Dalam perawatannya, earmuff ada bagian-bagian tertentu yang dapat diganti.

Dari sisi harga tentunya ear muff lebih mahal dibandingkan dengan ear plug.

Untuk memberikan perlindungan yang lebih maksimal, dalam kondisi tertentu ear plug dan ear muff dapat digunakan secara bersama-sama.

Cara Memilih Alat Pelindung Pendengaran

cara memilih alat pelindung pendengaran

Kita sudah mengetahui 3 jenis pelindung pendengaran yang diuraikan diatas. Lalu bagaimana cara memilihnya? Mana yang akan kita gunakan?

Untuk pemilihannya tentunya harus disesuaikan dengan tingkat potensi bahaya yang telah disusun pada dokumen HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment & Determining Control) yang dibuat oleh personel yang kompeten dan telah mendapatkan pelatihan tentang sistem manajemen K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).

Namun secara prinsip, beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih alat pelindung pendengaran adalah :

  • Berdasarkan nilai tingkat kebisingan
  • Kesesuaian alat pelindung pendengaran bagi pekerja dan lingkungannya
  • Kenyamanan ketika digunakan
  • Dapat mengurangi tingkat kebisingan sesuai dengan nilai yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari spesifikasi produk bersangkutan dari nilai NRR (Noise Reduction Rating) nya.

Secara sederhana NRR (Noise Reduction Rating) adalah indeks redaman kebisingan yang merupakan nilai numerik dengan satuan desibel yang menunjukkan kinerja isolasi suara dari peralatan pelindung kedap suara yang ditentukan oleh United States Environmental Protection Agency, EPA.

Semakin besar nilai dari NRR ini maka semakin baik juga kinerja isolasi suara.

Nilai NRR harus kita sesuaikan dengan lokasi tempat kita bekerja, karena jika terlalu tinggi maka juga bisa membuat kedap suara sehingga kita tidak dapat mendegar suara yang seharusnya kita dengar seperti suara sirine, alarm tanda bahaya, dll.

Cara Menggunakan Ear Plug

Sama seperti jenis alat pelindung diri lainnya, ear plugs jika digunakan secara tidak benar maka juga tidak akan memberikan perlindungan yang maksimal,

Berikut ini adalah cara menggunakan ear plugs

  • Roll Down Foam

cara menggunakan ear plug tipe roll down foam

    1. Pastikan tangan teman-teman bersih, kemudian gulung atau putar ear plugs sampai berukuran kecil.
    2. Tarik telinga ke arah belakang kemudian masukkan ear plug ke dalam saluran telinga.
    3. Tahan kurang lebih selama 30 – 40 detik sehingga ear plugs benar-benar menutupi saluran telinga.
    4. Ear plugs sudah terpasang dengan benar jika bagian ujung earplug tidak terlihat orang lain yang melihat anda dari depan.
  • No-Roll Foam

No-Roll Foam ear plug

    1. Tarik telinga ke arah belakang kemudian masukkan ear plugs ke dalam saluran telinga sehingga saluran telinga benar-benar tertutupi (lihat pada gambar diatas)
    2. Hindari mendorong earplug terlalu dalam.
    3. Seperti halnya pada roll down foam, bila bagian ujung earplug sudah tidak terlihat oleh seseorang yangg melihat teman-teman dari depan, maka ear plugs sudah terpasang dengan benar.

Cara Merawat Ear Muff

Ear muff ini banyak digunakan di berbagai bidang, salah satunya yang sering kita lihat adalah oleh tukang parkir pesawat di bandara.

fungsi ear muff

ear muff krisbow

Untuk memberi gambaran mengenai bentuk dan apa saja fungsi dari ear muff ini kita akan menggunakan contoh salah satu produk kriwbow 10054845, teman-teman boleh sesuaikan dengan ear muff yang teman-teman gunakan atau teman-teman sudah beli.

Gambar diatas merupakan salah satu contoh earmuff

Seperti dapat dilihat pada box atau kotak dari produk earmuff tersebut, dimana merupakan “helmet mounted earmuff” dengan spesifikasi 30 dB, sehingga ear muff ini nanti dipasang di helm safety.

Baca Juga : Manfaat Helm Safety K3 Bagi Pekerja dan Panduan Membelinya

Jadi ketika bekerja di area dengan kebisingan maka APD ini harus digunakan.

Di dalam kotak produk tersebut juga sudah ada petunjuk pemakainnya karena ini salah satu bentuk persyaratan K3 di sebuah produk adalah mencantumkan standar operating procedure (SOP).

Cara-cara pemasangan earmuff tersebut di helm juga sudah tersedia di kotak produk tersebut dilengkapi dengan gambarnya. Selain untuk cara pemasangan, juga terdapat instruksi untuk perawatan earmuff tersebut pada bagian sisi lain kotak produknya.

Berikut ini adalah beberapa hal terkait dengan penyimpanan dan perawatan ear muff :

  • Salah satu cara pembersihannya adalah dengan membersihkan bagian luarnya secara berkala, dengan dilap (tidak boleh direndam) menggunakan sabun dan air hangat untuk membersihkan dari sisa-sisa keringatnya atau debu-debu.
  • Tidak boleh disimpan dalam ruangan atau area pekerjaan yang mempunyaisuhu lebih dari 55 °C dan juga tidak boleh disimpan dibalik jendela.
  • Tidak boleh disimpan dekat dengan bahan kimia
  • Periksa secara berkala untuk mengetahui bagian-bagian yang rusak sehingga bisa cepat diganti.
  • Rata-rata ear muff ini bisa dipakai selama 6 bulan.

Semoga Bermanfaat

Oiya, terkait dengan peralatan safety atau keselamatan, kami juga sudah mengulas mengenai jas laboratorium, dimana merupakan salah satu peralatan keselamatan ketika bekerja di laboratorium.

Jika teman-teman mempunyai berkenan dan mempunyai waktu senggang, boleh membacanya disini : Fungsi Jas Laboratorium dan Bahan Kain yang Umum Digunakan

Referensi Gambar : 

https://safetysign.co.id/

Fungsi Jas Laboratorium dan Bahan Kain yang Umum Digunakan

Fungsi Jas Laboratorium dan Bahan Kain yang Umum Digunakan

Bekerja di lab, faktor keselamatan merupakan hal yang penting karena kita akan bersinggungan dengan bermacam-macam bahan kimia dengan berbagai tingkat bahayanya.

Meskipun pengendalian risiko sudah dilakukan, namun ada kalanya risiko sisa (residual risk) tetap ada. Untuk itulah kita perlu menggunakan APD sebagai tindakan pengendaliannya. Salah satu APD yang paling umum dan wajib kita kenakan ketika bekerja di laboratorium baik itu lab kimia, pangan, farmasi, biologi, pertanian, perikanan, dll adalah jas laboratorium.

Kali ini kita akan membahas mengenai fungsi jas laboratorium tersebut.

Pengertian Jas Laboratorium

Seperti sudah dijelaskan diatas, jas laboratorium adalah salah satu APD (Alat Pelindung Diri) yang harus kita gunakan ketika berada di laboratorium dimana umumnya berwarna putih yang melambangkan warna harapan sebagai simbol kesembuhan.

Karena berfungsi sebagai APD, sehingga tentunya jas laboratorium ini tidak hanya berfungsi sebagai seragam saja. Bahkan dalam penggunaannya jas lab ini digunakan setelah pakaian kita sebagai pelapis.

Fungsi Jas Laboratorium dalam Bekerja

Lalu apa saja fungsi jas laboratorium ini?

Berikut ini adalah diantaranya :

  • Melindungi dari Paparan Cairan Kimia

jas lab melindungi paparan cairan kimia

Seperti kita ketahui, di dalam kegiatan analisa di laboratorium, tentunya kita dihadapkan dengan berbagai macam bahan kimia, baik itu yang berwujud cair, padat, atau gas.

Bahan-bahan tersebut tentunya mempunyai tingkat risiko bahaya yang berbeda-beda yang bisa kita lihat dalam MSDS (Material safety Data Sheet) bahan bersangkutan.

APD yang digunakan tentunya juga bisa berbeda-beda, namun tetap jas laboratorium wajib kita gunakan untuk melindungi khususnya kulit atau bagian tubuh kita yang lainnya dari paparan bahan kimia tersebut karena seperti kita ketahui dalam suatu analisa kimia terkadang timbul adanya percikan sebagai hasil reaksi kimia, penuangan, pemipetan, pemindahan larutan kimia yang berpotensi tumpahnya cairan, dll.

Dengan adanya jas laboratorium ini, maka analis / peneliti dapat merasa bekerja dengan lebih aman, karena jika hal diatas terjadi, mereka cukup melepas jas lab yang mereka kenakan.

  • Melindungi dari Bahaya Percikan Api

fungsi jas lab untuk perlindungan paparan api

Beberapa reaksi kimia memerlukan adanya proses pemanasan yang tentunya membutuhkan api dalam kegiatannya.

Jas laboratorium ini juga berfungsi untuk melindungi kita dari paparan percikan api yang mungkin timbul selama jalannya reaksi kimia.

Lebih lanjut lagi, tentunya untuk mengendalikan bahaya api di laboratorium ini kita juga memerlukan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Terkait dengan jenis APAR yang tepat untuk berbagai klasifikasi bahayanya dapat dibaca di dalam artikel : Jenis-jenis APAR berdasarkan klasifikasi kebakarannya.

  • Mencegah Adanya Kontaminasi Silang

kegunaan jas laboratorium untuk mencegah kontaminasi silang

Hal ini khususnya terjadi di laboratorium biologi dimana sering melibatkan aktivitas kultur bakteri yang tentunya kita ingin bakteri yang ditumbuhkan tersebut tidak terkontaminasi dengan bakteri lainnya.

Sebagaimana kita tahu bakteri hanya dapat dilihat dengan mikroskop dan tidak dapat dilihat secara langsung. Sehingga dengan penggunaan jas laboratorium ini diharapkan dapat mengurangi adanya kontaminasi silang.

Baca Juga : Bagian-Bagian Mikroskop dan Fungsinya

  • Melindungi Pakaian Kerja / Kemeja Personel Laboratorium

jas laboratorium pelindung pakaian kerja

Seperti yang sudah diuraikan diatas, dimana jas lab ini biasanya digunakan sebagai pelapis pakaian kerja atau Kemeja personel laboratorium yang terbuat bahan sintetis yang biasanya mudah panas dan terbakar.

Umumnya jas laboratorium di desain dari bahan yang tahan panas sehingga dapat melindungi pakaian kerja / kemeja personel laboratorium.

Selain itu juga dapat melindungi pakaian kerja dari noda-noda yang ditimbulkan dari bahan-bahan kimia yang digunakan pada saat analisa.

  • Melindungi dari Pecahan Kaca Peralatan Gelas

jas lab melindungi tergores dari alat gelas yang pecah

Alat-Alat laboratorium, khususnya yang terbuat dari gelas mempunyai potensi untuk pecah, dengan penggunaan jas laboratorium ini tentunya juga dapat melindungi kita dari bahaya pecahan kaca alat gelas laboratorium tersebut, misalnya : tergores, dll.

  • Memudahkan dalam Bekerja

Jas laboratorium biasanya di desain dengan sederhana, tidak seperti pakaian pada umumnya.

Kancing jas lab yang besar dan mudah dilepaskan tentunya akan memberikan kita perlindungan secara maksimal ketika terjadi hal yang tidak diinginkan sehingga mudah untuk dilepaskan.

  • Bagian dari Praktik Berlaboratorium dengan Baik

praktek glp

Bekerja di laboratorium tentunya ada prosedur tertentu yang harus kita ikuti, terlebih jika laboratorium tersebut merupakan laboratorium kalibrasi atau pengujian yang telah menerapkan standar ISO 17025.

Maka tentunya pemakain jas laboratorium tersebut merupakan salah satu bagian dari praktik berlaboratorium dengan baik.

  • Simbol Profesi

jas laboratorium untuk berbagai macam profesi

Tidak semua profesi mengenakan jas laboratorium, maka dengan adanya jas lab tersebut dalam suatu instansi atau perusahaan, maka dengan mudah kita mengenali personel yang mengenakan jas lab tersebut bekerja di area atau departemen apa.

Bahan Kain Jas Lab

Dengan mempertimbangkan fungsi jas laboratorium seperti yang telah diuraikan diatas, maka bahan kain jas lab pun harus terbuat dari bahan yang mampu mendukung perlindungan tersebut. Berikut ini adalah beberapa bahan yang umum digunakan dalam membuat jas laboratorium, antara lain :

  • Modacrylic

bahan jas lab Modacrylic

Merupakan bahan kain yang terbuat dari serat yang lembut serta nyaman digunakan dan tahan lama. Jas lab yang terbuat dari bahan ini tidak mudah kusut serta tahan sobek dan tahan terhadap sebagian besar pelarut maupun bahan kimia.

  • Katun

jas laboratorium dari bahan katun

Jenis kain yang paling umum digunakan untuk beberapa pakaian. Bahan ini mempunyai kelebihan yang ringan dan lembut sehingga nyaman ketika dikenakan namun mudah berkerut sehingga bekas-bekas lipatan pada jas lab tersebut mudah terlihat sehingga seringkali bahan katun ini dipadukan dengan bahan lain, misalnya : polyester yang mempunyai Sifat tahan terhadap tumpahan cairan membuat jas lab semakin nyaman ketika dikenakan.

Selain bahan polyester, bahan poplin juga terkadang digunakan sebagai perpaduan dengan bahan katun yang menghasilkan bahan yang mempunyai sifat tidak mudah kusut, lebih lembut, serta anti air sehingga tidak mudah bernoda ketika terkena percikan bahan kimia.

  • Rayon

bahan kain rayon untuk jas laboratorium

Bahan ini juga terkadang digunakan untuk membuat jas laboratorium karena bersifat tahan lama dan tidak mudah terurai oleh asam.

  • Nylon

bahan kain nylon untuk pakaian laboratorium

Bahan nylon mempunyai keunggulan yaitu ringan serta awet ketika digunakan. Keunggulan bahan kain ini adalah banyak sekali pilihan warnanya namun mempunyai kekurangan dimana tidak tahan air serta mudah meleleh ketika terpapar panas ketika bekerja di laboratorium.

Model Jas Lab yang Paling Umum

Meskipun secara fungsi sama yaitu memberikan perlindungan, namun model jas laboratorium dapat kita temukan beraneka ragam. apakah itu lengan pendek atau panjang, jumlah kancing dan kantongnya, dll.

Tentunya dalam pemilihannya harus dipertimbangkan faktor kenyamanan dan keamanan dalam bekerja. Berikut ini adalah beberapa model dari jas laboratorium tersebut :

  • Jas Lab Lengan Pendek

Model ini umumnya mempunyai 1 kantong di bagian dada serta 2 kantong di bagian bawah jas laboratorium dan terdapat assesories pada bagian pinggang belakang jas tersebut.

Untuk Ukuran jas laboratorium itu sendiri kurang lebih seperti gambar dibawah ini :

model jas lab lengan pendek

  • Jas Lab Lengan Panjang

Hampir sama dengan jas lab lengan pendek dimana juga terdapat 1 kantong di bagian dada serta 2 kantong di bagian bawah, pada jas lab lengan panjang ini umumnya di bagian ujung lengan disertai dengan karet sehingga ketika bekerja di laboratorium personel merasa aman karena jas mereka gunakan sudah rapat dan tidak mudah menyenggol peralatan laboratorium lainnya

Dibawah ini adalah dimensi dari jas laboratorium lengan panjang tersebut :

model jas lab lengan panjang

  • Jas Lab Farmasi

jas lab farmasi

Jas lab ini biasanya digunakan oleh para mahasiswa jurusan farmasi sehingga biasanya terdapat logo pada jas tersebut sesuai dengan jurusan dan universitas bersangkutan.

  • Jas Lab Dokter

jas lab dokter

Jas Lab dokter berfungsi untuk perlindungan terhadap paparan penyakit yang diderita oleh pasien misalnya dari cairan, dll. Jas dokter ini umumnya juga berwarna putih. Agak sedikit berbeda dengan jas yang digunakan di laboratorium, jas dokter bventuknya hampir mirip seperti blazer dan biasanya menggunakan bahan kain katun.

Harga Jas Lab

harga jas laboratorium murah

Harga jas lab tentunya akan berbeda berdasarkan dari bahan dan ukurannya, namun berdasarkan hasil pengumpulan data yang kami lakukan di beberapa toko baik yang online maupun offline harga jas lab ini cenderung murah yaitu di kisaran dibawah 100 ribuan.

Jika teman-teman membutuhkannya dalam jumlah banyak, misalnya dalam suatu perusahaan dimana jas laboratorium digunakan untuk personel QC lab, kemudian memerlukan jas farmasi untuk 1 jurusan di universitas, atau jas perawat untuk seluruh perawat yang ada di rumash sakit maka tentunya akan semakin murah dengan membuatnya melalui jasa konveksi yang ada.

Semoga Bermanfaat.