Dwyer Magnehelic Gauge : Alat Pengukur Perbedaan Ruangan

Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai perbedaan tekanan udara pada ruang di industri Farmasi serta magnehelic gauge sebagai alat ukur yang digunakan untuk pemantauan perbedaan ruangan tersebut. Seperti kita ketahui, perbedaan tekanan ruangan ini disebabkan karena adanya sistem HVAC yang menyuplai udara bersih dalam ruangan.

Tujuan dari adanya perbedaan tekanan ini tentunya untuk pencegahan kontaminasi silang yang perlu dihindari karena akan berpengaruh terhadap kualitas dan keamanan produk yang diproduksi. Dengan adanya perbedaan tekanan, kita akan mencegah serbuk atau kotoran berpindah antar ruang atau dengan kata lain, dengan tidak adanya partikel yang saling berpindah maka resiko kontaminasi dapat diminimalkan karena seperti kita ketahui kontaminasi ini bisa bersumber dari produknya sendiri baik antar bets atau antar produk, peralatan yang digunakan untuk produksi, ataupun dari personel sehingga ruangan dalam industri farmasi perlu didesain sehingga tidak terjadi kontaminasi silang.

Prinsip dari perbedaan ruangan ini adalah udara akan mengalir dari ruangan yang mempunyai tekanan udara tinggi ke ruangan yang mempunyai tekanan rendah. Nah untuk mengukur perbedaan tekanan inilah diperlukan magnehelic gauge sebagaai alat ukurnya.

Berikut Beberapa Pengaturan Tekanan Udara pada Ruang Industri Farmasi

 

Pengaturan Tekanan Pada sediaan Solid Non Betalaktam (Tablet atau kapsul nonsteril)

PERBEDAAN TEKANAN INDUSTRI FARMASI
Prinsip yang digunakan pada desain ruangan sediaan ini adalah clean koridor (koridor bersih), dimana tekanan pada koridor lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan pada ruang proses sehingga kotoran dari ruang proses tidak akan masuk ke koridor.

Mungkin teman-teman bertanya, bagaimana kalau ada kotoran dari luar masuk ke koridor sehingga akan mencemari ruangan proses?

Kotoran dari lingkungan luar dicegah masuk kedalam ruangan proses karena tekanan di ruang proses secara keseluruhan lebih tinggi dibandingkan tekanan lingkungan luar sehingga kotoran tidak akan masuk ke ruang proses. Terdapat beberapa ruangan produksi, misalnya : ruang granulasi basah, ruang pengemasan primer, ruang pencetakan tablet.

Dimana di ruang granulasi terjadi pencampuran antara serbuk dengan pelarut dalam mesin mixer atau mesin granulasi sehingga ada kemungkinan serbuk di ruang granulasi, namun dengan adanya tekanan koridor yang lebih tinggi dari ruang granulasi maka serbuk tadi tidak bisa berpindah ke dalam koridor untuk mencemari ruangan lainya. Selain itu juga terdapat ruangan penyangga yang berfungsi untuk mencegah masuknya serbuk tersebut, sedangkan untuk kotoran yang mungkin berasal dari personel tentunya telah dicegah dengan penggunaan APD / alat pelindung diri yang sesuai misalnya : baju operator, masker, dan lain-lain.

Dengan prinsip yang sama yaitu aliran udara dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, maka serbuk yang dihasilkan dari ruangan cetakan tablet tidak akan berpindah ke koridor karena tekanan koridor lebih tinggi daripada tekanan ruang cetakan tablet.

Pengaturan tekanan pada sediaan Liquid / Semisolid / Oral Liquid Non Betalaktam (Povidone-Iodine 10 %, salep krim kulit, atau obat batuk hitam cair)

PENGATURAN TEKANAN LUAR SEDIAN LIQUID
Prinsipnya adalah Dirty koridor dimana tekanan udara dalam ruang proses lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan udara ruang koridor sehingga kemungkinan kotoran masuk ke ruang proses menjadi lebih kecil. Pengaturan seperti ini dibuat karena sediaan Liquid / semisolid / oral Liquid produknya basah yang mempunyai karakter lebih rentan sehingga didesain dari awal sehingga kotoran tidak masuk keruang proses. Terlebih lagi jika parameter mutu produk Liquid dipersyaratkan harus bening sehingga adanya sedikit kotoran masuk ke cairan saja sudah bisa mempengaruhi mutu produk.

Pengaturan Tekanan pada Sediaan Solid Liquid / Semisolid / Oral Liquid Betalaktam

PERBEDAAN TEKANAN SEDIAN FARMASI

Prinsipnya adalah untuk sediaan antibiotik betalaktam harus dibuat dalam gedung terpisah sendiri dan tidak boleh satu gedung dengan misalnya : produk tablet konvensional. Di dalam gedung ini pengaturan tekanannya dirancang negatif relatif dari lingkungan luar sehingga debu atau serbuk betalaktam tidak keluar mencemari lingkungan atau ruangan lain.

Sedangkan untuk mencegah masuknya kotoran ke ruang produksi dicegah dengan adanya air lock dimana tekanan udara di air lock ini lebih rendah sehingga kotoran akan terkumpul di area ini kemudian disedot dan dikumpulkan sehingga dapat dibuang. Kotoran betalaktam harus ditampung dan dibuang secara khusus dan tidak boleh dibuang sembarangan. Namun harus ke pengolahan limbah yang kompeten.

Rekomendasi Sistem Tata Udara HVAC di Ruangan Steril

Berikut ini adalah tabel rekomendasi sistem tata udara untuk kelas kebersihan yang kami ambil dari website nya paka bambang priyambodo.

Oya sekedar info, jika teman-teman ingin belajar mengenai farmasi industri bisa langsung berkunjung ke youtube channelnya :

sistem tata udara di industri farmasi

Untuk sistem kelas kebersihan A maka bagian dari bangunan sesuai kelompok kegiatan dan tingkat kebersihannya yaitu dibawah aliran udara laminar air flow (LAF) dengan temperature 16 – 25 derajat celsius dan kelembaban nisbi 45 – 55 % RH dan kecepatan pertukaran udara 0,36 s/d 0,54 m/s.

kemudian untuk kelas B maka bagian dari bangunan sesuai kelompok kegiatan dan tingkat kebersihannya ruang steril, dengan temperature 16 – 25 derajat celsius dan kelembaban nisbi 45 – 55 % RH dan aliran udara turbulen dengan pertukaran udara minimal 20 x.

dst.

Perlu diperhatikan bahwa ruang bersebelahan dengan kelas kebersihan berbeda hendklah mempunyai perbedaan tekanan dalam mempunyai berkisar 10 – 15 Pascal sebagai nilai acuan.

Contoh : Perbedaan tekanan udara antara kelas A dan kelas B haruslah dibedakan sekitar 10-15 Pa karena perbedaan kelas. Sedangkan untuk kelas yang sama adalah sekitar 5 Pascal.

Kelas A :

  • Pengolahan dan pengisian aseptis
  • Pengisian salep mata, bubuk, dan suspense steril.

Kelas B :

  • Lingkungan latar belakang kelas A dan untuk pengolahan dan pengisian aseptis.

Kelas C :

  • Pembuatan larutan bila ada resiko
  • Pengisian produk non aseptis

Kelas D :

  • Pengolahan bahan higroskopis

Magnehelic Gauge – Alat Ukur Perbedaan Tekanan

Seperti yang telah disampaikan diatas, karena perbedaan tekanan ruangan ini merupakan suatu hal yang kritikal maka diperlukan pemantauan / pengukuran nilai dari besarnya perbedaan takanan antar ruangan tersebut. Salah satu alat yang bisa digunakan adalah dwyer differential pressure magnehelic gauge. Brand ini mempunyai banyak sekali model yang bisa teman-teman sesuaikan dengan kebutuhan.

Tabel berikut merupakan beberapa model dari unit tersebut untuk satuan tekanan pascal.

kapasitas differential magnehelic pressure gauge

Pada saat instalasi magnehelic pressure gauge ini pastikan lokasinya terbebas dari getaran dengan kondisi temperature tidak lebih dari 60 derajat celsius dan tidak terpapar langsung sinar matahari. Terkadang dalam instalasi memerlukan ukuran tubing yang akan panjang, hal ini tidak akan mempengaruhi dari akurasi unit tersebut, namun hanya respon pengukuran menjadi agak lama, dan ini tentunya bisa kita maklumi mengingat aliran udara di tubing tersebut juga menjadi agak lama.

Pada saat melakukan pembelian differential pressure magnehelic ini tentunya sudah disertakan dengan sertifikat kalibrasi, dimana unit ini dikalibrasi dalam kondisi vertikal, sehingga sangat disarankan pada saat instalasi unitnya juga dilakukan secara vertikal.

Kalibrasi Differential Pressure Gauge Magnehelic

Untuk tetap memastikan akurasi dari penunjukan unit magnehelic ini, maka sebaiknya dilakukan kalibrasi secara berkala. Kalibrasi bisa dilakukan secara internal jika kita memiliki personel yang sudah kompeten dan mendapatkan training kalibrasi dan memiliki alat ukur yang digunakan untuk standar kalibrasi. Prinsip kerja dari kalibrasi magnehelic ini adalah membandingkan penunjukkan magnehelic dengan standar ketika diberikan tekanan udara.

Berikut ini adalah link video yang kami ambil dari webiste nya additel dimana yang mendomentrasikan cara kalibrasi magnehelic gauge.

Setelah kegiatan kalibrasi differential pressure gauge magnehelic tersebut tentunya dilakukan pengolahan data untuk menghitung ketidakpastian bentangan dari hasil kalibrasi.

Namun jika teman-teman belum memiliki standar atau belum pernah mendapatkan training kalibrasi pressure, disarankan menggunakan laboratorium kalibrasi untuk melakukan kalibrasi magnehelic tersebut.

.

Sumber gambar dan Referensi  :

www.youtube.com/watch?v=sHyy3m1ls_g&t=404s

www.youtube.com/channel/UCTOFideve98ZZLNK722oLyA

www.farmasiindustri.com

Screw Pitch Gauge Untuk Pengukuran Jarak Ulir Mur Baut

Di dalam industri manufacture / pabrikasi, tentunya tidak dapat dilepaskan dengan yang namanya mur baut, kecil bentuknya namun fungsinya sangatlah penting, bahkan jika tidak tersedia pada saat perbaikan mesin / alat bisa menyebabkan terganggunya aktivitas perbaikan tersebut. Nah pada artikel ini kita akan mengulas mengenal jenis-jenis baut, bagian-bagiannya, serta fungsi screw pitch gauge yang biasa digunakan untuk melakukan pengukuran panjang ulir di dalam mur baut tersebut.

Baut adalah sebuah alat yang digunakan untuk menyambung 2 buah benda atau lebih, baut tersebut biasanya dilengkapi dengan mur, bentuk dari baut serta dimensinya tentunya bermacam-macam sesuai dengan penggunaannya. Bagian-bagian baut terdiri dari kepala baut, ulir baut / thread, dan body. Kepala baut, ulir / jumlah thread tentunya mempunyai ukuran serta jumlah sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Berikut ini adalah bagian-bagian baut yang perlu kita ketahui sebagai identifikasi.

bagian-bagian mur baut

  1. DIameter baut
  2. Panjang baut
  3. Panjang ulir
  4. Ukuran kepala baut
  5. Jarak antar ulir pada baut

Jenis-Jenis Baut Berdasarkan Bentuk Kepalanya

Baut Button L

baut button l

Bagian atas baut ini berbentuk melengkung agak cembung dan untuk penguncinya menggunakan sistem baut L / juga bisa kita pasang mengunakan kunci L ballpoint. Bentuk keseluruhan baut ini adalah bagian atasnya cembung dan bagian bawahnya datar untuk ulirnya ada yang standar inci adanya standar mm .

Baut set L

baut set L

Banyak orang menyebut baut jenis ini dengan baut dalam karena ujung kepalanya tidak ada dan berada di dalam untuk penguncinya, bentuk baut ini lurus hanya drat saja dan untuk penguncinya biasanya menggunakan kunci L yang masuk pada bagian ujung atas, Baut ini digunakan dengan tujuan agar permukaan yang disambung bisa datar karena tidak ada kepala bautnya

Baut CB

baut cb

baut CB di bagian kepala membentuk sebuah cembung atau melengkung ke bagian atasnya dan untuk bagian bawahnya datar, kemudian di bagian bawah kepala terdapat kotak persegi yang berfungsi sebagai pengunci, dan untuk dratnya seperti pada baut umumnya bisa kita temukan dalam standar mm ataupun inch.

Baut Hex

baut hex

Baut yang paling sering kita gunakan / sangat umum digunakan di industri otomotif, perkayuan, perbengkelan. Untuk drat atau ulirnya standard Kemudian untuk bagian atasnya berbentuk segi enam, untuk mengencangkannya bisa menggunakan kunci pas / kunci ring / kunci shock.

Baut JP

baut jp

Baut model JP ini juga sangat umum dan mudah jumpai di berbagai aplikasi, bagian ulir baut ini diameternya bervariasi tergantung kebutuhan kita masing-masing. Bagian kepalanya berbentuk bulat lingkaran dan berbentuk plus. Untuk mengencangkannya kita bisa menggunakan obeng plus.

Baut JF

baut jf

Baut jenis JF, bentuk dratnya juga standar, diameternya bervariasi tergantung kebutuhan kita, dan yang unik dari baut ini adalah bagian kepalanya dimana bagian bawahnya lebih Lancip ke bawah sedangkan bagian atasnya datar. Hal ini bertujuan supaya baut ini bisa masuk ke bagian benda kerja sehingga permukaan benda kerja tersebut bisa datar. Untuk mengencangkan baut jenis ini kita bisa menggunakan obeng plus.

Baut L

baut l
Baut ini tentunya sangat familiar sekali bagi para pecinta sepeda dan otomotif, untuk drat standar sedangkan diameternya juga bervariasi sesuai kebutuhan kita. Pada atasnya jika kita lihat dari samping akan datar, namun jika kita lihat dari bagian atas akan berbentuk bulat dan bagian tengahnya menggunakan kunci jenis L hexagonal tujuannya supaya kita bisa menggunakan baut ini di tempat-tempat yang sempit.

Standard Ukuran Baut

Pernah mengalami hal ketika kita ingin membeli baut namun kebingunan menentukan sebenarnya baut yang ingin kita beli tersebut ukurannya berapa? Sehingga seringnya kita lebih suka untuk membawa contohnya. Nah tip-tip yang akan dibagikan berikut mudah-mudahan bisa membantu teman-teman.

Secara umum baut dibagi menjadi 2 jika ditinjua dari standar yang diacu yaitu metrik standard dan british standard. Di asia, atau khususnya di diindonesia kita akan sering menjumpai baut dengan standar metrik dimana standard ini menggunakan ukuran milimeter untuk identifikasi ukuran bautnya. Kode di dalam standar metris ini misalnya : M8 ; M 10 ; M 14 ; dll. sedangkan untuk ukuran british menggunakan satuan inch, kode yang digunakan di dalam standar british ini misalnya : G1/2 ; G1/4, dst.

Cara Identifikasi Baut

Contoh baut M10

Jika kita ingin memastikan ukuran baut tersebut M10 maka kita bisa mengecekkan dengan mengukur diameter ulir / thread dari baut tersebut dengan menggunakan sigmat / jangka sorong. Nah terkadang kita salah memahami mengenai ukuran ini, dimana yang kita sebutkan adalah ukuran kepala baut, ukuran ini merupakan ukuran kuncinya dimana baut tersebut dikencangkan / dikendorkan. Nah pada saat melakukan pembelian mur baut, nilai hasil pengukuran inilah yang terkadang kita sebutkan, padahal yang benar adalah diameter thread.

Contoh baut M10 :

  • Diameter ulir 10
  • Diameter kepala baut 17 (ukuran kuncinya)

Selain diameter ulir, untuk identifikasi baut juga membutuhkan panjang baut yang dihitung dari ujung thread ke pangkal kepala (kepala tidak diiukutkan dalam menghitung panjang baut).

Contoh hasil pengukuran panjang baut adalah : 110

Sehingga ukurannya adalah M10 x 110

Dari berbagai jenis baut yang sudah disampaikan diatas tidak akan merubah cara identifikasi baut baik dari segi diameter thread dan panjang bautnya.

Macam Baut dari Bahannya

Baut Alloy, dimana jenis baut ini sangat cocok digunakan untuk kebutuhan rumahan karena tidak memiliki spesifikasi khusus, contoh : untuk pagar, jendela, kursi dll

Namun jika baut tersebut digunakan untuk keperluan industri, maka grade baut tersebut harus benar-benar diperhatikan karena berpengaruh pada kinerja mesin dan keselamatan personel yang ada di ruangan tersebut. Baut untuk skala industri ini juga terdapat identifikasi di bagian kepala bautnya, dimana informasi tersebut tidak akan kita temukan di baut alloy.

Screw Pitch Gauge / Pengukur Jarak Ulir

kalibrasi pitch gauge

Alat yang hampir pasti kita temukan di dunia otomotif / bengkel bubut dimana alat ini berfungsi untuk mengukur jarak ulir dari suatu mur baut. Meskupun terkesan sederhana, namun kegiatan ini sangatlah penting dalam industir manufacuturing.

Jarak ulir didefinisikan sebagai jarak ujung pucuk pada ulir sampai pucuk pada ulir berikutnnya atau jarak lembar ulir ke lembah ulir berikutnya. Seperti sudah kita jelaskan di atas, jika tidak semua baut mempunyai kode identifikasi pada bagian kepalanya, sehingga fungsi pitch gauge ini adalah untuk mengetahui jenis dari baut tersebut dengan melalui pengukuran jarak ulirnya.

Cara Menggunakan Screw Pitch Gauge

cara menggunakan screw pitch gauge

Untuk melakukan pengukuran jarak ulir pada mur baut dengan menggunakan screw pitch gauge relatif sederhana, yaitu kita kita hanya cukup untuk menempelkan gerigi pada bilah-bilah pitch gauge tersebut dimana pada bilah terebut sudah terdapat ukuran jarak ulir. Jika posisi gerigi pada bilah dengan ulir sudah pas, maka itulah ukuran panjang ulirnya. Namun sebelum melakukan pengukuran pada panjang ulir tersebut ada baiknya dilakukan prosedur sebagai berikut :

  • Kondisi baut harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran baik oli / debu yang menempel untuk menghindari pengaruh pengukuran panjang ulir yang dilakukan
  • Posisi pitch gauge pada saat pengukuran haruslah tegak lurus sehingga pengukuran yang didapatkan akurat.

Semoga bermanfaat

Referensi Gambar :

https://www.fujitool.co.jp/eng/products/measuring_tools/000088.html

Prinsip Kerja dan Cara Menggunakan Multimeter Analog (Avometer)

Multimeter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur voltage / tegangan, ampere / arus listrik dan ohm / hambatan / resistensi dalam satu unit. Alat ini sering disebut juga dengan istilah multitester / avometer (Ampere-Volt meter). Penggunaan alat ini di industri tentunya sangat luas terutama di departemen teknik untuk melakukan pengecekan instalasi listrik / pada saat melakukan perbaikan kerusakan alat-alat laboratorium. Ada dua jenis multimeter dalam menampilkan hasil pengukuran yaitu multimeter analog dan multimeter digital. 

Untuk saat ini yang akan kita bahas adalah multimeter analog baik dari pengenalan bagian-bagian dan fungsinya serta cara pengukuran tegangan dan hambatan, berikut dengan contoh gambar hasil pengukuran menggunakan multimeter analog ini. Karena seperti kita ketahui meskipun dari sisi pembacaan multimeter analog ini tidak semudah yang jenis digital, tetapi unit ini masih banyak sekali kita temui karena dari sisi harganya juga relatif lebih murah.

Fungsi Multimeter Secara Umum :

  • Mengukur arus listrik
  • Mengukur tegangan listrik / tingkat voltage dalam sebuah komponen listrik
  • Mengukur hambatan listrik / resistensi dari suatu komponen listrik / resistor yang mempunyai unsur resistensi
  • Fungsi HFE untuk mengetahui nilai dari faktor penguat transistor dan pengujian dioda
  • Mengukur nilai kapasitansi dari suatu kapasitor dan
  • Mengukur frekuensi sinyal pada komponen elektronika

Secara definisi, Pengertian multimeter analog adalah perangkat sederhana yang digunakan kuantitas basic electrical (listrik dasar) seperti resistansi AC dan DC, tegangan dan arus. Penunjuk nilai dalam bentuk jarum pada bidang skala.

Prinsip Kerja Avometer / Multimeter Analog

prinsip kerja multimeter analog

Didalam avometer / unit multimeter analog ini terdapat kumparan tembaga yang diletakkan diantara dua kutub magnet yaitu N (North) dan S (South) seperti pada gambar diatas. Dalam kumparan tersebut terdapat jarum penunjuk atau jarum meter yang akan bergerak menunjukkan skala tertentu apabila dua ujung kumparan tersebut dialiri arus listrik.

Bagian-Bagian Multimeter Analog

bagian-bagian multimeter analog
  1. Kotak meter / cover, merupakan cangkang atau body multimeter berfungsi dari sebagai tempat komponen-komponen alat tersebut.
  2. Skala, deretan angka yang menunjukkan hasil dari suatu pengukuran, di dalam multimeter banyak sekali angka yang berbeda-beda, pastikan Skala yang dibaca adalah skala yang ingin diukur. Contoh Volt, Ohm, dan ampere mempunyai skala sendiri-sendiri.
  3. Jarum penunjuk meter, berfungsi sebagai penunjuk nilai besaran hasil pengukuran.
  4. Zero Adjusting Screw, berfungsi untuk mengatur kedudukan dari jarum penunjuk saat dikalibrasi dengan cara memutar ke kiri maupun ke kanan menggunakan obeng pipih kecil atau obeng Minus.
  5. Zero Ohm Adjusting knob, berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk skala pada posisi nol Ohm. Hal ini digunakan pada saat mengkalibrasi multimeter dan dilakukan pada saat akan mengukur hambatan atau resistensi.
  6. Lubang kutub positif, berfungsi sebagai tempat masuknya test lead kutub positif yang berwarna merah
  7. Saklar pemilih, untuk memilih posisi pengukuran dan batas pengukuran, multimeter analog mempunyai 4 posisi pengukuran yaitu AC Volt, DC volt, DC miliampere dan Ohm atau hambatan.
  8. Lubang kutub negatif, berfungsi sebagai tempat masukkan test lead kutub negatif yang berwarna hitam
  9. Test lead negatif, sebagai sumbu negatif dan dipasang di terminal negatif multimeter
  10. Test lead Positif, sebagai sumbu positif dan dipasang di terminal positif multimeter

Cara Menggunakan Multimeter analog

Sebelum melakukan pembacaan, tentunya kita harus memastikan posisi saklar dari multimeter ini dalam kondisi yang benar.

Posisi saklar pemilih multimeter analog :

  • Posisi ACV (Volt AC) untuk mengukur besaran tegangan listrik pada arus bolak-balik atau AC. Untuk batas ukurnya yaitu 10 Volt, 50 Volt, 250 Volt, 500 Volt dan 1000 Volt.
  • Posisi DCV (Volt DC) untuk mengukur suatu tegangan listrik dengan arus searah atau DC.
    Adapun batas ukurnya yaitu 0.25 volt, 0.5 volt, 2.5 volt, 10 volt, 50 volt, 250 volt, 500 volt, dan 1000 volt.
  • Posisi DCmA (mili ampere DC) untuk mengukur kuat arus pada komponen kelistrikan dengan arus searah atau DC. Untuk batas ukurnya yaitu 0.25 mA, 2.5 mA, 25 mA dan 250 mA.
  • Posisi Ohm atau hambatan untuk mengukur hambatan. Batas ukur untuk pengukuran Hambatan adalah x 1 ; x 10 ; x 100 ; x 1000 ; x 10.000.

Cara Mengukur Tegangan AC

cara membaca multimeter analog

Hasil dari pengukuran didapatkan dari angka skala : skala maksimal x pemilih, pada contoh gambar diatas ini jika dihitung adalah :

2.2 : 10 x 100 = 220 Volt AC

Tahapan Mengukur Tegangan AC

  • Pasang kabel pengukuran
  • Masukkan Probe hitam pada lubang bertuliskan Com atau negatif Masukkan Probe merah ke positif
  • Atur meteran untuk menggunakan rentang tertinggi untuk tegangan AC, Hal ini dilakukan apabila kita tidak mengetahui perkiraan tegangan yang akan kita ukur, apabila kita mengetahui tegangan yang akan diukur maka cukup sesuaikan dengan kebutuhan.
  • Tinjau skala tegangan untuk mengetahui rentang pengukuran yang dipilih
  • Uji tegangan listrik dan dari sebuah stop kontak Hai masukkan
    Untuk nilai yang terjang kemungkinan terbaca di Indonesia nilai yang terukur pada stop kontak adalah pada kisaran 220 volt

 

Cara Mengukur Tegangan DC

cara membaca hasil multimeter

untuk hasil pengukuran = angka skala : skala maksimal x pemilih

Pada contoh gambar diatas jika dihitung adalah :

140 : 250 x 250 = 140 Volt DC

Tahapan Mengukur Tegangan DC :

1. pasang kabel pemeriksa atau probe serta pastikan jarum penunjuk menunjuk pada angka nol, jika tidak menunjukkan angka 0, maka putar knob pengatur jarum sampai menunjukkan angka 0.

2. Putar saklar pemilih ke Posisi DCV (Volt DC) untuk mengukur tegangan listrik dengan arus searah atau DC. Pilih pada skala yang terbesar dahulu untuk menghindari terbakarnya multimeter karena tegangan yang diukur melebihi kemampuan unit alat multimeter tersebut (misalnya 1000 volt, jika jarum belum bergerak, pilih ke 250 volt, jika jarum belum bergerak pilih ke 50 volt, demikian seterusnya sampai jarum bergerak ke skala pengukuran, jika jarum tetap tidak bergerak ketika skala terkecil sudah dipilih, misalnya di 0.25 volt, maka ini menunjukkan tidak ada tegangan yang terdeteksi).

3. Lihat skala maksimal berdasarkan pada posisi saklar pemilih yang sudah pilih di tahap nomor 2. Hal ini duilakukan untuk memudahkan kita dalam melakukan perhitungan

4. Pada saat pengukuran, lihat angka sesuai dengan skala pemilih yang sudah kita tetapkan pada tahap 3.

5. Hitung hasil pengukuran sesuai dengan rumus yang sudah dijelaskan diatas.

Cara Mengukur Hambatan (Ohm)

cara membaca hasil pengukuran ohm pada multitester

Hasil pengukuran = Angka skala x saklar pemilih.

Pada contoh gambar diatas jika dihitung adalah :

140 : 10 = 1400  Ohm = 1.4 K Ohm

 

Tahapan Mengukur Hambatan Listrik (Ohm) :

1. Pastikan saklar pemilih multimeter berada dalam posisi area OHM, skala ini mempunyai pilihan x 1 ; x 10 ; x 100 ; x 1000 ; x 10.000. Pilihlah skala pengukuran yang terkecil terlebih dahulu yaitu x 1.

2. Hubungkan probe positif dan negati, lihat jarum penunjuk di skala pengukuran Ohm, pastikan jarum tersebut menunjukkan angka 0, jika tidak putar knob pengatur jarum sehingga menunjukkan angka 0. Dalam kondisi tertentu dimana knob sudah kita putar mentok namun jarum tidak menunjukkan angka 0, pastikan kondisi bateray unit tersebut.

3. Lakukan pengukuran hambatan, perhatikan pergerakan jarum penunjuk, jika tidak bergerak, maka putar saklar pemilih ke posisi x 10, jika jarum masih tetap belum bergerak, putar lagi ke saklar pemilih ke posisi yang lebih besar misal : x 100, demikian seterusnya. Jika saklar pemilih sudah pada posisi yang terbesar namun jarum tetap tidak bergerak maka mengindikasikan hambatannya sangat besar.

Kalibrasi Multimeter Analog

Mengingat dampak dari kegitatan pengukuran voltase, besarnya arus, serta tegangan listrik sangat berpengaruh pada keselamatan dan keamanan instalasi listrik yang sedang dilakukan pengujian, maka unit multimeter analog inipun harus dilakukan kalibrasi secara berkala.

Digital Refractometer : Alat Ukur Refractive Index di Industri

Digital Refractometer : Alat Ukur Refractive Index di Industri

Sebelum mengulas mengenai unit digital refractometer baik dari prinsip kerja dan fungsingya maka kita akan terlebih dahulu membahas mengenai refractive index / index bias, karena refractometer itu sendiri merupakan unit yang digunakan untuk mengukur index bias.

Refractive index / Index bias didefinisikan sebagai perbandingan antara cepat rambat cahaya pada ruang hampa dengan cepat rambat cahaya pada suatu medium, jadi yang awalnya ada diruang hampa kemudian cahaya masuk ke sebuah medium sehingga karena adanya perbedaan kerapatan antara media yang satu dengan media setelahnya cahaya yang dipantulkan tersebut mengalami pembiasan.

Seperti kita ketahui sifat benda ada 3 jenis yaitu :

  • Gas
  • Cair
  • Padatan

Jika ditinjau dari kepadatannya, partikel gas memiliki partikel-partikel penyusun yang jaraknya sangat berjauhan, sedangkan yang cair agak berdekatan, dan yang padat ini partikel-partikelnya berdekatan sehingga bisa terbentuk suatu zat yang bentuknya adalah padat.

Berikut ini adalah gambar dari fenomena pembiasan yang mungkin sudah kita kenal karena sudah kita pelajari di bangku SMA.

pengertian index bias
contoh pembiasan cahaya

Jenis pembiasan cahaya yang secara umum ada 2 jenis :

  • Cahaya ini itu berasal dari medium yang rapat yang bergerak menuju medium yang kurang rapat maka cahaya ini akan dibiaskan menjauhi menjauhi garis normal
  • Cahaya yang berasal dari medium yang kurang rapat menuju ke medium yang lebih rapat maka cahaya ini akan dibiaskan mendekati garis normal.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Refractive Index Suatu bahan

1. suhu

Semakin tinggi suhu, massa jenis akan semakin rendah karena adanya pemuaian volume maka cairan menjadi kurang padat dan kurang kental sehingga menyebabkan cahaya bergerak lebih cepat dalam medium. Hal ini menghasilakn index bias yang lebih kecil.

2. Tekanan

Semakin besar tekanan maka kerapatan molekul dalam zat tersebut menjadi semakin rapat akibatnya indeks bias zat atau sampel semakin besar.

3. Density / kerapatan / massa jenis

Semakin besar kerapatan zat maka kerapatan molekul dalam zat / sampel tersebut semakin rapat sehingga apa indeks bias zat atau sampel akan semakin besar

4. Kekentalan atau viskositas

Semakin kental atau viskositas semakin tinggi maka indeks bias zat akan semakin besar sehingga kecepatan cahayanya karena zatnya semakin kental maka akan semakin rendah.

5. Konsentrasi larutan

Semakin besar konsentrasi larutan maka index bias semakin besar karana semakin banyak molekul-molekul yang ada di dalam larutan tersebut

6. Panjang gelombang cahaya

Indeks bias akan menurun seiring dengan bertambahnya panjang gelombang cahaya, biasanya cahaya yang digunakan dalam pengujian indeks bias itu menggunakan cahaya natrium pada panjang gelombang 598 nanometer. panjang gelombang tersebut merupakan panjang gelombang cahaya monokromatik, karena jika menggunakan pencahayaan polikromatis seperti cahaya putih akan mengalami dispersi cahaya.

Berikut ini adalah tabel indeks bias dari berbagai macam zat :

 

tabel refractive index

Dapat dilihat bahwa semakin tinggi kerapatannya Maka indeks biasnya juga akan semakin tinggi, Solid atau padatan mempunyai massa jenis atau kerapatan yang lebih besar dibanding dengan gas, sehingga index bias yang dimilikinya juga lebih besar.

Aplikasi Pengukuran Index Bias

Indeks bias ini sangat erat kaitannya dalam industri farmasi terutama untuk menilai sifat dan kemurniaan suatu zat, mengetahui konsentrasi gula atau biasanya disingkat dengan Total Soluble Solid (TSS) atau total padatan yang terlarut dalam larutan biasanya disingkat dengan % Brix yang digunakan untuk mengukur kadar gula dalam larutan seperti madu, buah, dan lain-lain. Nilai refractive index ini juga digunakan untuk mengetahui konsentrasi obat yaitu berapa kadar obat dalam suatu larutan serta kadar zat dalam yang diekspresikan dalam pelarut.

Di dalam bidang kesehatan, nilai ini juga digunakan dalam uji identitas, kontrol kemurniaan dan penentuan konsentrasi bahan baku, produk setengah jadi, dan produk akhir, memeriksa obat untuk farmakope dan bisa digunakan untuk analisis regresi tubuh, Contohnya bahan-bahan yang dialisis adalah obat-obatan, larutan infus, serum darah, urin dll

Di Industri minuman juga digunakan untuk uji identitas selama proses produksi, contoh pada proses industri minuman (pembuatan anggur, pembuatan larutan penyegar,dll) dimana juga menggunakan pengukuran indeks bias yang untuk mengukur kualitas produknya.

Di Sektor Pertanian, penggunaan indeks bias digunakan untuk mengukur kematangan buah sebelum dipanen dan dijual dimana diukur berapa % brix nya yang mengindikasikan kadar gula di dalam buah tersebut. semakin matang buah maka semakin tinggi juga nilai % brixnya.

 

Alat Ukur Refractive Index

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur index bias adalah refraktometer, ada beberapa jenis refractometer :

Hand Held Refractometer

Sesuai dengan namanya alat ini mudah digenggam menggunakan tangan, biasa disebut juga dengan portable brix meter, merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur besarnya konsentrasi gula, garam, atau kadar air dalam larutan. Satuannya adalah % Brix. 

Brix merupakan zat padat kering terlarut dalam suatu larutan yang dihitung sebagai sukrosa / gula. Kelemahannya untuk tipe hand held refractometer ini adalah :

  • Menggunakan cahaya alami atau cahaya putih sehingga cahaya terebut mudah terdispersi menjadi cahaya lain.
  • Tidak ada cara untuk mengontrol suhu
  • Cahaya harus ditransmisikan oleh sampel.

Berikut ini adalah bagian-bagian dari hand refractometer tersebut

bagian dan fungsi hand refractometer
  • Cover Plate
  • Prism Under Plate untuk menaruh sampel
  • Calibration screw untuk kalibrasi
  • Rubber Grip untuk pegangan tangannya
  • Adjustable eyepiece

Prinsip Kerja Hand Held Refractometer

prinsip kerja hend held refractometer

Refraktometer menggunakan prinsip pembiasan. jika sampel merupakan larutan dengan konsentrasi rendah maka yang terjadi adalah sudut refraksi / bias akan lebar dikarenakan perbedaan sudut refraksi dari prisma dan sampel yang besar maka skala yang terbaca akan jatuh pada skala rendah, Kemudian untuk konsentrasi larutan yang tinggi maka akan mempunyai sudut bias yang kecil karena berbedaan refraksi prisma dan sampel kecil. Batas gelap terang merupakan akibat dari cahaya yang tidak dibiaskan melewati sudut kritis dari prisma.

Cara Menggunakan Hand Held Refractometer

Cara menggunakan hand held refractometer :

1. kalibrasi refractometer terlebih dahulu dengan menggunakan aquadest

2. setah dikalibrasi dan mengindikasikan nol, kita bersihkan menekan tisu

3. kemudian kita teteskan sampelnya dan kita ukur dan kita baca nilainya

Secara gambar bisa dilihat dibawah ini :

Refractometer ABBE

Refraktometer ABBE merupakan refractometer untuk mengukur indeks bias, nilai % brixnya dari 0 s/d 95 % brix. keunggulan refraktometri ini adalah lebih akurat karena punya ketelitian 0,1 % brix dan sumber cahaya yang digunakan adalah sumber cahaya yang monokromatik, jadi Sudah ada sumber cahayanya sendiri disini menangkap sinyal dari zat natrium Dpada panjang gelombang 596 nanometer. Pada penggunaannya refractometer ABBE ini menggunakan sumber listrik karena sumber cahaya lampunya bersumber dari listrik..

Bagian-bagian refractometer ABBE dapat dilihat pada gambar dibawah ini  

  • Eye piece
  • Dispersion value scale ring
  • Adjustment Knob untuk mengatur maju-mundurnya
  • Prisma untuk sampel
  • Refractive index scale adjustment handwheel untuk memutar supaya bisa indeks bias terukur
  • Thermostat connecors supaya bisa terukur
kalibrasi digital refractometer

Larutan Kalibrasi Digital Refractometer

Seperti yang telah diuraikan diatas, unit lat ini menghasilkan nilai pengukuran yang dianggap kritis untuk pengambilan keputusan apakah produk yang kita analisa masuk spesifikasi atau tidak, sehingga perlu dilakukan kalibrasi secara berkala. Untuk standar acuan / bahan acuan yang bisa digunakan untuk kalibrasi refractometer tersedia dalam berbagai macam brand, salah satunya adalah cole parmer yang tersedia dalam beberapa varian % refractive index atau teman-teman juga bisa menggunakan layanan kalibrasi untuk melakukan aktivitas tersebut.

Sentra Kalibrasi Industri – Pusat Jasa Kalibrasi Alat Ukur

Copyright 2021

Tera Timbangan? Apa Saja yang Harus Dipersiapkan?

Tera Timbangan? Apa Saja yang Harus Dipersiapkan?

Jika kita berbicara mengenai tera timbangan, maka hal ini tidak dapat dilepaskan dari metrologi dimana secara pengertian metrologi tersebut adalah ilmu tentang pengukuran. Metrologi itu sendiri dibagi menjadi 2 yaitu metrologi teknis dan metrologi legal, Sedangkan metrologi teknis juga terbagi lagi menjadi 2 yaitu industri dan ilmiah. Jika digambarkan secara diagram kurang lebih seperti pada gambar dibawah ini.

perbedaan metrologi legal dan teknis

Untuk metrologi legal saat ini dibawah direktorat metrologi, sedangkan untuk metrologi teknis yang industri saat ini dipegang oleh laboratorium-laboratorium kalibrasi.

Perbedaan Legal dan Teknis

Secara sederhana metrologi legal / tera tersebut yang terkait langsung dengan konsumen, dimana antara penjual dan pembeli bertemu langsung dan hukumnya wajib, jadi jika tidak dilakukan maka akan dikenakan sangsi. Misalnya :

  • SPBU
  • TImbangan Pasar
  • Argo Taksi
  • PLN
  • Tensi meter

Di dalam aktifitas metrologi legal / tera tersebut ada kriteria penerimaan yang disebut dengan BKD (Batas Kesalahan yang Diijinkan), misalnya ketika sudah dilakukan tera timbangan / SPBU tersebut hasilnya menyimpang, maka badan metrologi akan mengadjust / memposisikan ke awal kembali alat ukur tersebut agar masuk dalam range yang diijinkan.

Berbeda dengan kalibrasi yang menjadi ranah lembaga kalibrasi, di dalam kalibrasi tidak ada BKD (Batas Kesalahan yang Diijinkan), lembaga kalibrasi tidak memiliki BKD tersebut, kalaupun ada hal tersebut merupakan permintaan dari customer. Untuk kalibrasi ini bertujuan untuk menjamin mutu produk atau dengan kata lain antara produsen dan konsumen tidak bertemu langsung, namun yang bertemu adalah produknya untuk memastikan produk tersebut bermutu / tidak. Untuk kalibrasi sifatnya juga sukarela, menjadi wajib jika perusahaan menerapkan sistem manajemen yang di dalam klausulnya mempersyaratkan kalibrasi terhadap instrumen / alat ukurnya.

Tera Timbangan Untuk Beberapa Tipe / Jenis Timbangan

Tera timbangan dapat dilakukan di berbagai macam jenis timbangan, berikut ini adalah diantaranya :

Timbangan elektronik

Jenis Timbangan Elektronik :

  • Tmbangan Rentang Tunggal / Single Range
    Dalam satu Timbangan hanya memiliki satu kapasitas, contohnya : kapasitas 6 kg sehingga menimbangnya dari 0 sampai 6 kg saja
  • Timbangan Rentang Jamak / Multi Range
    Dalam satu timbangan terdapat dua kapasitas, contohnya : kapasitas 6 kg yang menimbangnya dari 0 sampai 6 kg dan kapasitas 15
    kg yang menimbangnya mulai dari 0 sehingga 15 kg
  • Timbangan Multi Interval
    Dalam satu timbangan tersebut terdapat beberapa interval, misalnya dari 0 sampai 6 kg, dan dilanjutkan dari 6 kg sampai 15 Kg.

Penentuan Kelas Timbangan Elektronik

Misalnya timbangan multi interval dengan maximal 6 Kg dan 15 Kg, dan interval skala e = 2 / 5 g

Maka kita tentukan nilai n, dimana rumus n = MAX / e Sehingga

n1 = MAX1 / e1 = 6000 g / 2 g = 3000

n2 = MAX2 / e2 = 15000 g / 5 g = 3000

Untuk timbangan dengan e = 2 g dan 5 g dengan nilai n = 3000 maka merupakan timbangan kelas 3 dengan minimum menimbang adalah 20 x e = 20 x 2 g = 40 g

tabel penentuan standar tera timbangan elektronik

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Tera Timbangan Digital

Sebagai konsumen terkadang kita penasaran apa saja sih yang harus disiapkan ketika timbangan kita akan di tera, meskipun hal ini juga akan dilakukan oleh petugas tera sesuai dengan SOP mereka.

  • Pastikan timbangan dalam keadaan bersih dan tidak ada penghalang antara load Cell dan lantai muatan
  • Periksa kedataran timbangan dan lakukan penyetelan kedataran jika diperlukan
  • Nyalakan timbangan selama minimal 30 menit untuk pemanasan sebelum melakukan pengujian

Timbangan Meja

Timbangan meja adalah salah satu timbangan bukan otomatis yang proses penimbangannya dilakukan oleh operator secara langsung, misal : saat menaikkan atau menurunkan muatan ke lantai muatan dan untuk melihat hasilnya. Berikut ini adalah gambar contoh timbangan bukan otomatis.

Timbangan meja memiliki dua bagian yang simetris dan saling terhubung, masing-masing adalah lantai penerima muatan dan lantai untuk anak timbangan, kedua lantai ini memiliki tolok yang masing-masing saling berhadapan seperti pada gambar dibawah ini.

Pada bagian lantai anak timbangan dilengkapi alat penyetel nol seperti gambar berikut :

tolok timbangan meja
penyetel nol timb meja

syarat-syarat timbangan bukan otomatis ini diatur oleh SK Dirjen standardisasi dan perlindungan konsumen nomor 131/SPK/KEP/10/2015, berdasarkan syarat teknis tersebut masing-masing jenis timbangan memiliki persyaratan teknis dan persyaratan kemetrologian tertentu. Adapun persyaratan kemetrologian diatur berdasarkan kelas akurasinya.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Tera Timbangan Meja

  • Pastikan tolok seimbang dan timbangan meja dalam keadaan datar
  • Bersihkan bagian lantai muatan dan lantai anak timbangan

Timbangan Pegas

Timbangan pegas termasuk kedalam golongan timbangan non otomatis, timbangan ini banyak digunakan untuk alat ukur transaksi oleh para pedagang yang menjual buah-buahan dan sayur-sayuran di pasar tradisional karena harganya tidak terlalu mahal dan mudah sekali yaitu hanya memanfaatkan gravitasi yang bekerja pada benda yang akan ditimbang sehingga timbangan tersebut langsung menunjukkan hasil pengukurannya. Berikut ini adalah gambar timbangan pegas.

Seperti timbangan pada umumnya, timbangan ini juga terdapat alat penyetel kedataran, alat penyetel nol timbangan yang harus kita perhatikan dalam penggunaannya / pada saat dilakukan tera selain juga dipastikan kebersihannya.

Berikut ini adalah beberapa persyaratan teknis dari timbangan pegas :

  • Terbuat dari bahan yang kuat
  • Konstruksinya terlihat kokoh dan rapi
  • Mempunyai penerimaan muatan
  • Tidak memungkinkan memiliki karakteristik yang memudahkan untuk melakukan kecurangan
  • Tidak ada gangguan yang dapat mempengaruhi kebenaran penunjukan
  • Pengaruh penyimpangan nol pada hasil penimbangan tidak boleh lebih dari 0,25 e
  • Memiliki garis-garis kala dengan ketebalan yang seragam
  • Memiliki garis-garis kala yang seragam antara 1/10 dan 1/4 dari jarak skala dan tidak kurang dari 0,2 mm
  • Panjang tanda skala terpendek sekurang-kurangnya harus sama dengan jarak skala
    Tanda skala harus disusun sesuai dengan salah satu gambar berikut ini
timb meja

Pemberian angka jarak skala harus memiliki bentuk satuan 1 x 10K, 2 x 10K, 5 x 10K dengan K merupakan bilangan bulat positif atau negatif atau sama dengan nol

Timbangan Dacin

bagian bagian timbangan dacin
tolok jarum penunjuk timbangan dacin

Timbangan jenis ini juga banyak kita temukan di pasar karena lebih praktis, tidak perlu menggunakan anak timbangan, lebih mudah untuk dibawa kemana-mana.

Bagian-bagian timbangan dacin

  • Gandar utama
  • Bobot ingsut
  • Bobot lawan
  • Tolok
  • Jarum penunjuk
  • Pengait

Timbangan Sentisimal

Timbangan jenis ini juga banyak kita temui di pasar, berikut ini adalah bagian-bagian timbangan sentisimal ini.

  1. Lantai Muatan
  2. Penyetel Nol
  3. Batang Skala
  4. Bobot Ingsut
  5. Jarum Penunjuk
  6. Tolok Kesetimbangan
  7. Pengunci batang skala
  8. Piring Anak Timbangan
  9. Unting-Unting

Timbangan sentimental ini termasuk timbangan bukan otomatis yang dirancang untuk kelas akurasi kelas III,

Sebelum melakukan pengujian timbangan sentimental ini, pastikan lantai muatan dalam keadaan kering, bersih, dan tidak berkarat, serta dalam posisi yang datar.
Goyangkan lantai muatan untuk memastikan kedudukan pisau-pisau muatan berfungsi dengan baik.

Cara Penyetelan Nol Timbangan Sentisimal

  • Pastikan Lantai Muatan Kosong
  • Geser bobot ingsut ke skala nol
  • Buka pengunci batang skala
  • Periksa kesetimbangan jarum penunjuk terhadap tolok
  • Apabila posisi jarum penunjuk dibawah tolok, putar skrup penyetel nol ke arah kanan hingga posisi jarum penunjuk terhadap tolok setimbang.

Disclaimer

Dalam melakukan tera timbangan tentunya ada persyaratan administrasi dan persyaratan teknis serta hal lainnya seperti penentuan akurasi timbangan, anak timbangan yang digunakan untuk melakukan tera, batas kesalahan yang diijinkan, dll yang harus dipenuhi sesuai dengan aturan yang beraku. Uraian artikel diatas hanya memberikan gambaran secara umum mengenai perbedaan kalibrasi dengan tera serta beberapa jenis timbangan yang biasa dilakukan tera.

Sentra Kalibrasi Industri – Pusat Jasa Kalibrasi Alat Ukur

Copyright 2021

Particle Counter Untuk Clean Room di dalam Industri Farmasi

Particle Counter dalam Industri Farmasi

Sebelum membahas mengenai kegunaan particle counter di dalam industri farmasi, mungkin akan kita awali terlebih dahulu pembahasan mengenai klasifikasi ruangan-ruangan yang ada di industri farmasi berdasarkan dengan aturan CPOB karena hal ini sangatlah berkaitan erat.

Klasifikasi ruangan di industri Farmasi

klasifikasi ruangan dalam industri farmasi

Ruangan di industri Farmasi adalah salah satu aspek yang harus dijaga kebersihannya agar tidak terjadi kontaminasi silang antar produk, adapun hal-hal yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kontaminasi :

a. Permukaan ruangan harus kedap air tidak terdapat sambungan atau retakan dan tidak ditumbuhi mikroba
b. Pipa saluran udara dan listrik dipasang diatas langit-langit
c. Lampu penerangan harus dipasang rata dengan langit-langit
d. Tahan terhadap bahan pembersih

Untuk pembagian area di dalam industri farmasi sesuai dengan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) itu sendiri adalah :

Unclassified area

Area ini merupakan area yang tidak dikendalikan tetapi untuk kepentingan tertentu, ada beberapa parameter yang dipantau termasuk didalamnya adalah laboratorium kimia, gudang, kantor, kantin, ruang ganti, dan ruang teknik

Black area

Area ini disebut juga area kelas E, area yang termasuk dalam kelas ini adalah koridor yang menghubungkan ruang ganti dengan area produksi, area staging, bahan kemas, dan ruang kemas sekunder. Setiap karyawan wajib mengunakan sepatu dan pakaian Black area jika memasuki ruangan ini.

Grey area

Area ini disebut juga area kelas D, ruangan ataupun area yang termasuk dalam kelas ini adalah ruang produksi produk non steril, ruang pengemasan primer, ruang timbang laboratorium mikrobiologi, dan ruang sempling di gudang. Setiap karyawan yang masuk ke area ini wajib mengenakan gowning (pakaian dan sepatu grey), antara Black area dan grey area dibatasi ruang ganti pakaian Grey dan airlock.

White area

Area ini disebut juga area kelas C, B dan A (dibawah LAF). Ruangan yang termasuk dalam area ini adalah ruangan yang digunakan untuk penimbangan bahan baku produksi steril, ruang mixing untuk produksi steril, background ruang filling, laboratorium mikrobiologi (Ruang Uji Sterilitas)

Setiap karyawan yang akan memasuki area ini wajib mengenakan pakaian antistatik, di antara Grey area dan white area dipisahkan oleh ruang ganti pakaian white dan airlock dimaana air lock berfungsi sebagai ruang penyangga antara dua ruangan dengan kelas kebersihan yang berbeda untuk mencegah terjadinya kontaminasi dari ruangan dengan kelas kebersihan yang lebih rendah ke ruangan dengan kelas kebersihan yang lebih tinggi

Berdasarkan CPOB ruang diklasifikasikan menjadi kelas A, B, C, D dan E dimana setiap kelas memiliki persyaratan seperti :

a. Jumlah partikel
b. Jumlah mikroba
c. Tekanan
d. Kelembaban udara
e. Air Change Rate

Untuk melakukan pemantauan jumlah partikel digunakan sebuah alat yang namanya particle counter, untuk tekanan biasanya menggunakan differential pressure, dan untuk kelembaban udara seperti yang pernah dibahas sebelumnya menggunakan thermohigrometer. sedangkan terkait dengan air change rate pernah dibahas di dalam artikel sebelumnya.

Standar Kebersihan Cleanroom

Semua cleanroom standard, baik itu EU GMP Annex 1 di annex CPOB, atau Federal Standard FS209E semuanya mengacu pada ISO 14644-1, yang terakhir direvisi pada tahun 2015, jadi yang berlaku sekarang adalah ISO 14644-1 : 2015 yang berjudul “Clasification of Air Cleanliness by particle Concentration”.

Dalam ISO 14644-1 terdapat beberapa hal sebagai berikut :

1. Tabel klasifikasi

1. Tabel Klasifikasi Ruangan ISO 14644-1

Semakin kecil jumlah partikel semakin tinggi kelasnya, semakin kecil nomor kelas yang berarti semakin bersih ruangannya. Pada tampilan gambar diatas dapat dilihat untuk ISO Class 3 lebih bersih dari ISO class 7.

2. Tabel jumlah lokasi sampling

Pada ISO 14644-1 : 2015 ini terdapat tabel jumlah lokasi sampling yang dibutuhkan berdasarkan luas ruangan dan juga dijelaskan tentang cara menentukan posisi lokasi sampling.

titik sampling area

3. Rumus untuk menghitung volume sampel dan waktu sampel.

4. Terdapat prosedur sampling Seperti cara memposisikan probe sampling

5. Terdapat cara menginterpretasikan hasil pengukuran dan membandingkannya dengan tabel klasifikasi di atas.

Jika teman-teman menggunakan penghitung partikel modern dengan fitur laporan lulus/gagal, maka hanya dengan memasukkan luas ruangan dan kelas cleanroom yang diinginkan , instrumen dapat menghitung secara otomatis angka 1, 2, 3, dan 5 di atas dan Anda dapat langsung mengetahui apakah area Cleanroom teman-teman PASS atau FAIL pada akhir pengambilan sampel.

Alat Ukur Particle Counter

Semua unit partikel counter yang biasa digunakan untuk pengukuran ruangan bersih, terlepas dari produsennya, pada umumnya didasarkan pada prinsip pantulan sumber cahaya. Ini berarti mereka menggunakan sumber cahaya yang sangat terang untuk menerangi partikel yang mengalir melalui nozzle yang disebut sebagai isokinetic probe yang dikontrol secara mekanis kemudian dipilih dan dikonfigurasikan secara tepat. Saat ini sumber ini adalah dioda laser, tetapi di masa lalu ada laser gas dan bohlam halogen ‘white light. Pantulan sumber cahaya tersebut akan terbaca oleh photodetector kemudian berdasarkan intensitas lampu kilat, partikel tersebut dapat dihitung dan diketahui dari sisi ukurannya.

Ada beberapa model dari particle counter dimana salah satu pembedanya adalah laju alirannya, dimana ada yang mempunyai laju aliran 100 liter per menit, 50 liter per menit, atau 1 CFM atau 28,3 liter per menit.

Bagian-bagian Particle Counter

Sumber Gambar : https://tsi.com/home/

Pada saat melakukan pembelian unit particle counter, berikut ini adalah beberapa item yang termasuk dalam paket pembelian :

1. Unit Particle Counter
2. Sertifikat Kalibrasi
3. Manual Book / Buku panduan, untuk zaman yang serba digital saat ini sebagai besar maual book dikemas dalam bentuk CD.
4. Kabel daya
5. Baterai dengan jumlah tergantung merk dan tipenya, karena setiap tipe memerlukan jumlah bateray yang berbeda, ada yang 1 buah, ada yang 2 buah.
6. Barbed Inlet
7. Probe
8. Tubing
9. Zero Filter
10. Kertas Printer
11. Kabel USB
12. Stylus (2 buah)
13. Dan tentunya software jika unit particle counter yang teman-teman beli merupakan yang tipe keluaran saat ini.

Kalibrasi Particle Counter

sertifikat kalibrasi particle counter

Sama halnya dengan alat ukur lainnya, kalibrasi particle counter ini juga harus dilakukan secara berkala (rekomendasi 1 tahun sekali) untuk tetap menjamin keakuratannya. Metode yang digunakan untuk melakukan kalibrasi particle counter adalah ISO 21501 – 4. Beberapa parameter yang di periksa pada saat kalibrasi antara lain adalah :

  • Flow
  • Maximum Concentration
  • Resolution
  • Counting Efficiency
  • Timer Error
  • False Count Rate
Berikut ini adalah penjelasan dari parameter yang disebutkan diatas :
 

50% Counting Efficiency

Efisiensi penghitungan adalah seberapa baik unit menghitung partikel dengan ukuran tertentu bila dibandingkan dengan standar yang dikalibrasi untuk ukuran yang lebih kecil. Dalam kasus uji efisiensi penghitungan 50 %, unit under test (UUT) akan menghitung pada ukuran tertentu dan standar akan menghitung ukuran yang lebih rendah. Standar akan menghitung seluruh distribusi partikel, tapi unit under test (UUT) hanya akan menghitung 50 % dari distribusi partikel .

100% Counting Efficiency

Efisiensi penghitungan adalah seberapa baik unit menghitung partikel dengan ukuran tertentu bila dibandingkan dengan standar yang dikalibrasi untuk ukuran yang lebih kecil . Dalam kasus uji efisiensi penghitungan 100 %, Unit Under Test (UUT) akan menghitung pada ukuran tertentu dan standar akan menghitung ukuran yang lebih rendah. Standar akan menghitung seluruh distribusi partikel, namun Unit Under Test (UUT) hanya akan menghitung 100 % dari distribusi partikel.

Maximum Concentration

Tes Konsentrasi maksimum dapat digunakan untuk menghitung konsentrasi maksimum aktual dari sensor.

Resolution

Digunakan untuk mengukur resolusi ukuran sensor pada suatu ukuran partikel tertentu

False Count Rate

Tingkat Hitungan menjamin bahwa partikel counter dapat mengenali udara bersih ketika sampling pada penghitungan memakai filter atau zero count

Noise

Uji kebisingan mengukur kebisingan elektronik di sensor di bawah ambang batas partikel.

Untuk kriteria penerimaan kalibrasi particle counter juga dapat dilihat pada tabel diatas di kolom kriteria.

Untuk mendapatkan layanan kalibrasi unit particle counter bisa menghubungi kami.

Sentra Kalibrasi Industri – Pusat Jasa Kalibrasi Alat Ukur

Copyright 2021

Peralatan dan Mesin Industri Farmasi dan Persyaratannya

Peralatan dan Mesin Industri Farmasi

mesin di industri farmasi

Persyaratan Peralatan Industri Farmasi

Sebelum membahas mengenai contoh peralatan dan kalibrasi mesin di industri farmasi, ada baiknya kita awali terlebih dahulu dari aturan CPOB terkait dengan peralatan tersebut.

Secara umum peralatan yang digunakan di industri Farmasi, ditinjau dari desain dan konstruksinya haruslah tepat dimana peralatan yang kontak langsung dengan bahan itu tidak boleh bersifat reaktif, aditif atau absorptif, karena seperti yang kita ketahui ada beberapa beberapa senyawa yang cukup sensitif terhadap bahan-bahan tertentu. jadi kita perlu memastikan bahwa peralatan yang kita gunakan tidak akan bereaksi dengan bahan kita. Selain itu dari ukurannya juga harus memadai, tidak boleh terlalu besar dan juga tidak boleh terlalu kecil, hal ini bertujuan supaya tidak menyebabkan ruangan tampak sesak. 

Peralatan dalam industri farmasi juga harus terkualifikasi dengan baik baik itu dari sisi DQ, IQ, OQ, dan PQ nya. Prinsip lainnya adalah semua peralatan yang digunakan harus mampu menghasilkan produk dengan mutu yang terjamin dan konsisten serta dapat membantu untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang. Sehingga haruslah dipastikan bahwa alat-alat itu terpelihara dengan baik, namun dengan catatan ketika dalam proses pemeliharaan itu juga tidak boleh mempengaruhi mutu dari produk yang dihasilkan.

Alat-alat yang digunakan di industri Farmasi itu juga harus dibersihkan dengan proses pembersihan yang prosedurnya tertulis dengan rinci mulai dari ruang lingkup, penanggung jawab, hingga misalnya cairan yang digunakan untuk membersihkan tersebut, langkah-langkah pembersihannya harus tertulis dengan jelas.

Kemudian untuk alat ukur yang digunakan di industri Farmasi sebaiknya menggunakan alat-alat dengan rentang ketelitian serta resolusi yang tepat, jadi sebelum melakukan pembelian alat ukur, ada baiknya kita petakan terlebih dahulu alat ukur tersebut akan kita gunakan untuk apa, toleransi produk yang akan kita ukur berapa, dll. Alat ukur dalam industri farmasi ini juga harus harus rutin dikalibrasi dimana kalibrasi alat ukur dilakukan sesuai dengan jadwal program kalibrasi yang sudah dibuat oleh departemen QA. Laporan / sertifikat hasil kalibrasinya juga harus direview terlebih dahulu sebelum disimpan, apakah memerlukan faktor koreksi pada saat penggunaan alat ukurnya, apakah alat ukur tersebut masih masuk toleransi / persyaratan yang telah ditentukan, dll.

Sanitasi rutin terhadap seluruh peralatan juga wajib dilakukan, alat-alat itu harus rutin dibersihkan setelah digunakan pada bagian luar dan juga di bagian dalam,pembersihan alat-alat itu harus dilakukan sesuai prosedur yang jelas. Pemebersihan yang direkomendasikan di sesuai dengan CPOB adalah pembersihan dengan metode vacuum atau metode cara basah. Metode lainnya juga boleh dilakukan tapi itu tetap harus ada validasi proses pembersihannya. Untuk alat-alat kecil yang bisa dipindahkan proses pembersihannya sebaiknya di ruang pencuciannya terpisah dari ruang produksi, namun untuk alat-alat besar yang memang tidak bisa dipindahkan tidak menjadi masalah jika dibersihkan di ruang produksi. 

Pemasangan dan juga penempatan alat-alat harus dilakukan secara sesuai dan kita harus memastikan bahwa jarak antar peralatan itu itu cukup, tidak boleh terlalu sempit / berdekatan karena jika jarak antar ini berdekatan itu bisa menyebabkan ruangan terlihat sesak dan kemudian risiko kontaminasi silang juga akan tinggi.

Kemudian setiap pipa air, pipa uap, pipa udara bertekanan, dan juga pipa vakuum ]harus tertulis / diidentifikasi dengan jelas, pipa tersebut digunakan untuk mengalirkan apa dan juga arah airnya Seperti apa supaya nanti ketika ada masalah pada pipa-pipa tersebut kita tidak salah mengambil tindakan karena memang sudah terdapat label identifikasi dengan jelas. 

Kemudian apabila didalam ruang produksi atau di industri terdapat alat-alat yang rusak, sebaiknya dipisahkan atau dikeluarkan namun kalau misalnya tidak bisa dikeluarkan, misalnya akan diperbaiki, paling tidak diberikan tanda supaya jelas dan alat yang rusak tersebut tidak digunakan.

Alat-alat yang digunakan untuk beberapa bentuk sediaan yang berbeda, maka kita harus memastikan dengan melakukan validasi pembersihan alat, dalam artian kita memastikan bahwa meskipun alat-alat ini digunakan untuk sediaan yang berbeda, namun tetap tidak terjadi kontaminasi silang dari hasil validasi pembersihan yang kita lakukan.

Pemeliharaan peralatan yang ada harus dilakukan secara rutin dan terjadwal, kalibrasi, kualifikasi, validasi haruslah disusun programnya dan dilaksanakan sesuai jadwal. Jika terjadi penyimpangan terhadap program yang telah ditetapkan haruslah terdapat tindakan perbaikan yang dilakukan. Pemeliharaan juga tidak boleh menimbulkan resiko negatif bagi mutu produk, misalnya pada saat pemeliharaan kita menambahkan oli supaya lebih lancar pada bagian mekanik alatnya maka tidak boleh sampai oli tersebut mencemari produknya sehingga berpengaruh kepada mutunya. Pemeliharaan harus dilakukan dengan prosedur yang tertulis dan rinci serta wajib dilakukan sanitasi rutin dan tidak boleh ada penumpukan kontaminan terlebih jika 1 peralatan digunakan 2 produk yang berbeda. Hal ini terkadang terjadi di perusahaan yang memproduksi produk yang sifatnya fast moving.

Peralatan juga perlu dilakukan identifikasi rutin terkait status alat-alat tersebut, juga status kebersihannya. Jadi untuk peralatan / mesin yang digunakan di industri farmasi, misalnya mesin v mixer, mesin ribbon mixer, mesin granulasi (mesin FBD, mesin Hutlin, dll) harus ada penandaannya ketika digunakan dalam proses produksi, mesin-mesin tersebut sedang digunakan untuk proses produksi apa.

 

Kalibrasi Mesin Industri Farmasi

Mesin Mixer

kalibrasi mesin mixer

Sesuai dengan namanya, mesin ini digunakan untuk melakukan pencampuran / pelarutan, misal melarutkan bahan baku tertentu ke dalam purified water yang kemudian diaduk dengan kecepatan tertentu dan temperature tertentu sehingga larutan hasil pencampuran tersebut menjadi homogen. Contoh proses yang biasa menggunakan mesin ini adalah proses pembuatan larutan pengikat. Di beberapa industri farmasi, kalibrasi mesin mixer ini dilakukan untuk parameter RPM (kecepatan putaran mesin) dan sensor temperatureny

Mesin Granulasi

Ada beberapa contoh merk dari mesin granulasi, misalnya FBD, dll. Sesuai dengan namanya alat ini digunakan dalam proses granulasi, dimana material powder akan disemprotkan larutan pengikat di dalam mesin ini sehingga menghasilkan granul. Instalasi mesin ini tergolong rumit karena langsung terhubung dengan sumber panas dengan tekanan yang dikondisikan. Kalibrasi mesin granulasi ini dilakukan untuk parameter temperature dan tekanan yang ada dalam pressure gauge.

mesin granulasi

Mesin Mixing Ruahan

Mesin mixing ada beberapa jenis, namun yang sering digunakan adalah mesin V mixer dan mesin ribbon mixer. Mesin ini digunakan untuk mencampur produk ruahan. Kapasitas dari mesin inipun bermacam-macam karena jenis mesinnya juga customize dimana supplier membuat mesin sesuai dengan kebutuhan customernya. Parameter yang dikalibrasi untuk mesin v mixer dan ribbon mixer ini adalah kecepatan putarannya (RPM).

Mesin Filling

Mesin ini digunakan untuk membuat produk finished good / salam kondisi sudah terkemas, sehingga mesin ini banyak sekali macamnya karena tergantung dari kemasan produk itu sendiri. Salah satunya adalah mesin pounch topack. Contoh yang sering kita jumpai di pasaran adalah kemasan dalam bentuk sachet. Untuk membuat sachet ini tentunya ada proses pengepresan kemasan sehingga produk terbungkus dengan rapi dan tidak bocor. Parameter yang dikalibrasi untuk mesin ini adalah temperature heater yang digunakan untuk pengepresan.

mesin topack

Mesin / Alat Test Kebocoran

Alat test kebocoran ini digunakan untuk memeriksa output dari proses mesin filling apakah kemsan yang dihasilkan dalam kondisi bagus / bocor. Merk dan tipenyapun sangat bervariasi, bahkan ada yang custumize dibuat sesuai dengan kebutuhan customer. Alat test kebocoran ini dikalibrasi untuk parameter vacuum gauge. 

kalibrasi vacuum gauge

Mesin Wrapping

Mesin ini banyak terdapat di area kemas dimana berfungsi untuk mengemas produk per jumlah yang diinginkan sehingga pada saat dijual di pasaran terlihat rapi. Hampir sama dengan mesin filling, untuk mesin wrapping ini dikalibrasi dengan paramter temperature.

mesin wrapping

Membutuhkan Jasa Kalibrasi Mesin? Silakan klik tombol dibawah.

Sentra Kalibrasi Industri – Pusat Jasa Kalibrasi Alat Ukur

Copyright 2021

Apa itu Sound Level Meter?

tingkat kebisingan sound level meter

Sebelum berbicara lebih jauh tentang sound level meter ada baiknya kita membahas terlebih dahulu mengenai konsep bunyi itu sendiri.

Bunyi merupakan getaran yang berbentuk gelombang longitudinal yang mampu merangsang indra pendengaran kita. Gelombang tersebut terdiri dari partikel yang berosilasi membentuk suatu renggangan dan rapatan. Gelombang bertekanan yang tinggi akan dihasilkan jika partikel tersebut saling merapat demikian pula sebaliknya.

Pergerakan gelombang tersebut dapat melalui media cair, gas ataupun padat tetapi tidak bisa didalam vacuum hal ini disebabkan tidak adanya partikel zat yang dapat mentranmisikan getaran.

Pengertian Sound Level Meter

Sound level meter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur intensitas kebisingan. Hal ini menjadi penting ketika suatu perusahaan menerapkan suatu sistem manajemen kesehatan keselamatan kerja (SMK3) ataupun ISO 45001. Bagaimanapun tingkat kebisingan tersebut harus diukur untuk melindungi paparan pada pekerja dalam menjalankan tugasnya dalam suatu perusahaan karena ada beberapa bagian pekerjaan tidak dapat dilepaskan dari kebisingan tersebut contohnya adalah kebisingan pada compresor, pompa, dll.

Jika kita merujuk ke keputusan menakertrans No. 51 tahun 1999 maka terdapat 3 zona berdasarkan tingkat kebisingan tersebut yaitu :

  • zona aman (dibawah 85 dBA)
  • zona dengan pelindung ear plug berkisar antara 85 – 95 dBA dan
  • zona dengan pelindung ear muff dengan tingkat kebisingan diatas 95 dBA.

Untuk mengetahui tingkat kebisingan tersebut diukur menggunakan sound level. Penggunaan dari sound level ini juga cukup mudah yaitu diarahkan ke sumber suara, setinggi telinga, agar dapat menangkap kebisingan yang tercipta

Di pasaran ada beberapa brand dari sound level meter antara lain extech. Pada kesempatan kali ini kami akan mereview spesifikasi sound level meter brand Extech tipe Extech HD600.

Sound Level Meter Extech HD 600

kalibrasi sound level meter

HD 600 merupakan salah satu tipe sound level meter brand extech. Brand ini sendiri telah banyak mengeluarkan berbagai macam varian alat ukur untuk keperluan industri seperti temperatur, humidity, dan lain-lain. Sehingga jika bicara kualitas tentunya tidak perlu kita ragukan lagi.

Extech HD 600 merupakan high accuracy dataloging untuk sound level yang memenuhi ANSI dan IEC 61672-1 Tipe 2. Dengan 3 rentang ukur dari 30 s/d 130 db serta akurasi 1.4 dB serta mampu merekam pembacaan sampai dengan 20 ribu data. Jika dikoneksikan ke PC maka mampu merekam data 10 pembacaan / detik. Seperti hampir semua alat ukur extech lainnya, alat ini juga terdapat fitur Min/Max, Data Hold, Auto power off functions yang dapat membantu pekerjaan anda di lapangan.

Sound level ini tergolong ke type 2 dan mempunyai resolusi 0.1 dB. Untuk fitur yang lainnya merupakan fitur standar seperti yang dimiliki alat ukur kebisingan lainnya seperti pengaturan fungsi min / max / hold, respons fast / slow serta dimensi yang tidak terlalu besar yaitu 10.9 x 3 x 2 in (278 x 76 x 50 mili meter).

Dalam paket pembelian sound level meter ini dijual dengan kelengkapan antara lain adaptor, Windows® compatible software, USB cable, wind cover, tripod, 9V battery, dan hard carrying case.

Spesifikasi lengkap dari sound level Extech HD 600 :

Meter class : Type 2
Decibel (dB) range (high) : 130
Decibel (dB) range (low) : 30
Compliance : ANSI/IEC type 1 and type 2
Dimensions : 10.9 x 3 x 2 in (278 x 76 x 50mm)
Function : Min/Max, hold
Accuracy : ± 1.4 dB
Weighting :A and C
Resolution (dB) : 0.1 dB
Response : Fast/slow time
Display : LCD
Datalogging : 20,000 points
Output : AC/DC (analog)
Brand :Extech
CE Compliance :Yes
Power :One 9V battery
Manufacturer number : HD600
Model : HD600
Product Type : Sound Meter
Qty/ea 1

Cara Menggunakan Sound Level Meter Extech HD 600

Sebagaimana alat ukur lainnya, pada saat melakukan pembelian alat ukur, tentunya kita akan mendapatkan manual book, atau petunjuk pengoperasian penggunaan alat, dimana di dalam manual tersebut juga dijelaskan secara mendetail mengenai dari nama-nama bagian alat, cara penggantian bateray (jika alat ukur tersebut bekerja dengan menggunakan bateray), sampai dengan trouble shooting ketika kita menghadapi masalah / error terkait dengan penggunaan alat ukur tersebut.

Sebagai informasi, manual book tersebut merupakan salah satu dokumen eksternal jika kita menerapkan sistem manajemen ISO 17025 sehingga harus didokumentasikan dan dikendalikan. Disarankan juga untuk membuat instruksi kerja penggunaan alat dimana dokumen ini disertakan / diletakkan / dengan mudah dapat di akses oleh personel bersangkutan yang menggunakan unit tersebut.

Berikut ini adalah gambaran singkat cara menggunakan sound level Extech HD 600 :

  • Arahkan sound level meter ke sumber suara setinggi telinga
  • Baca hasil pembacaan di display alat

Kegunaan Sound Level dalam Industri

Seperti sudah diuraikan diatas, jika perusahaan menerapkan sistem SMK3 atau ISO 45001, hampir pasti keberadaan sound level meter ini mudah kita temukan karena merupakan salat satu persyaratan yang harus kita penuhi dalam melakukan pengukuran kebisingan.

Berikut ini adalah beberapa contoh industri yang menggunakan sound level meter.

  • Perusahaan roti dimana menggunakan mesin pemotongan roti, aktifitas mesin yang terus berjalan menyebabkan bunyi yang menghasilkan tingkat kebisingan yang sangat tinggi sehingga dapat mempengaruhi kesehatan karyawan, Sehingga tingkat kebisingan di area mesin ini harus diukur, dan tentunya perusahaan / departemen Safety akan mengidentifikasi alat pelindung diri yang sesuai untuk personel yang bekerja di area ini.
  • Gardu listrik yang terdapat mesin transformator dalam perusahaan pembangkit listrik yang juga menghasilkan tingkat kebisingan yang tinggi juga harus dilakukan pengukuran, karena berdasarkan penelitian dalam sebuah jurnal, tingkat kebisingan di area gardu listrik ini bisa mencapa 80 dB.
  • Pabrik amoniak, merupakan salah satu perusahaan yang juga menggunakan mesin-mesin yang menghasilkan tingkat kebisingan yang tinggi juga perlu dilakukan pengukuran dengan menggunakan sound level untuk tetap menjaga kesehatan karyawannya.
  • Perusahaan laundry, meskipun terkesan sederhana, namun beberapa area misalnya : area pencucian, pengeringan, dan pensetrikaan mempunyai nilai ambang batas kebisingan yang diperbolehkan dari hasil pengukuran dengan menggunakan sound level meter.

Dampak Kebisingan Bagi Kesehatan

Pekerja yang terpapar dengan kebisingan terus menerus tentunya akan mendapatkan dampak yang kurang bagus baik dari mulai gangguan pendengaran sampai dengan hilangnya pendengaran. Contoh kasus dalam perusahaan laundry tersebut, dalam sebuah penelitian terdapat beberapa karyawan yang mengalami gangguan pendengaran akibat seringnya terpapar kebisingan.

Referensi Kalibrasi Sound Level Meter

Standar yang digunakan untuk melakukan kalibrasi sound level meter adalah multifunction acoustic calibrator, dimana alat ini berfungsi sebagai filgter yang bekerja untuk menghindari noise yang timbul oleh sumber suara pada saat dilakukan pengukuran. Band pass Filter merupakan salah satu filter yang digunakan, dimana filter ini akan meloloskan frekuensi tertentu pada rentang tertentu serta melemahkan sinyal yang memiliki frekuensi selain rentang tersebut. Di dalam Band Pass Filter tersebut terdapat selektro yang berfungsi sebagai pemindah frekuensi sesuai dengan titik ukur dan digerakkan secara manual.
Untuk melakukan kalibrasi sound level meter secara mandiri / internal ini tentunya tidak sedikit investasi yang harus disiapkan dari menyediakan personel yang kompeten, fasilitas lingkungan yang memadai, serta standar kalibrator yang harganya relatif mahal. Jika unit sound level di perusahaan kita jumlahnya hanya sedikit lebih baik dipertimbangkan untuk melakukan kalibrasi secara eksternal ke laboratorium layanan kalibrasi saja.

Perhitungan (Air Change Hour) dan Prinsip Kalibrasi Balometer

Pada artikel kali ini kita akan membahas sedikit yang berhubungan dengan HVAC, atau khususnya tentang cara pengukuran airflow, perhitungan ACH (Air Change Hour) pada ruang serta prinsip kalibrasi balometer dimana alat ini adalah alat ukur aliran udara. Namun sebelum membahas mengenai hal-hal tersebut, ada baiknya kita memahami mengenai beberapa istilah / terminologi berikut ini :

  • Airflow adalah aliran / pergerakan udara.
    Contoh : Pergerakan udara dari inlet air yang masuk dari hepa filter di ceiling / plafon yang mengalir ke ruangan kemudian di hisap atau masuk ke Exhouse air atau saluran buang. Laju aliran udara atau air flow biasanya dinyatakan dengan satuan FPM

gambar aliran udara

  • Volume udara adalah Jumlah dari berapa banyak udara yang mengalir di dalam ruangan, Volume tersebut dinyatakan dengan satuan CFM atau Cubic Feet per Minute. CFM ini adalah satuan yang biasa muncul di alat ukur laju alir udara yang kita pakai, yaitu balometer dan anemometer. Gambar dibawah ini merupakan tampilan dari unit alat anemometer dan balometer.

kalibrasi balometer

Perbedaan dari kedua alat ini adalah jika menggunakan balometer maka yang muncul di displaynya sudah dalam satuan volume udara yang mengalir pada hepa filter, misal : pada titik hepa filter tersebut dengan luas ukurannya 24 x 48 inch. Di display balometer tersebut sudah dalam bentuk volume satuan CFM atau Cubic Feet per Minute.

Namun jika kita menggunakan alat anemometer maka satuan yang muncul masih dalam FPM (Feet per minute), atau belum dikonversi ke satuan volume. Jadi jika kita melakukan pengukuran dengan menggunakan Anemometer maka nanti kita harus mengukur di beberapa titik di luasan hepa filter itu, bisa 5 titik atau 6 titik tergantung dengan luas dari hepa filter itu sendiri, sehingga nanti kita harus melakukan penghitungan-perhitungan lebih lanjut, namun jika menggunakan balometer maka satuan yang muncul di display itu sudah dalam bentuk volume keseluruhan sehingga kita tidak perlu lagi menghitung di setiap titik nya.

Tampilan pengukuran dengan menggunakan balometer untuk beberapa brand alat saat inipun bisa langsung terhubung ke smartphone android kita dengan satuan volume atau CFM atau Cubic Feet per Minute mengalir pada satu hepa filter, dan hal ini tentunya akan sangat membantu kita dalam melakukan kegiatan pengukuran.

Contoh jika kita mengukur dengan alat balometer maka kita cukup melakukan pengukuran pada 5 titik saja sehingga nanti kita lebih mudah dan juga lebih cepat dalam melakukan pengukuran berapa flow keseluruhan atau berapa volume udara yang masuk kedalam ruang. Untuk beberapa alat balometer, hasil dari pengukuran tersebut bisa kita cetak secara langsung yang memberikan informasi mengenai waktu pengukuran, volume udara yang masuk, suhu udara di hepa filter yang kita ukur tersebut atau suhu udara yang kita ukur, namun karena ini penguukuran laju alir udara maka kita tetap fokus hasil volume udara yang mengalir pada masing-masing hepa filter.

Cara Menghitung Air Changes Per Hours (ACH)

Pengertian Air Changes Per Hours (ACH) adalah Jumlah pergantian udara yang terjadi dalam waktu satu jam di suatu ruangan, Air Changes Per Hours (ACH) atau pergantian udara ini sangatlah penting karena menjadi standar yang harus kita penuhi, jika kita melakukakan instalasi tata udara pada ruang-ruang cleanroom / bersih.

Berikut ini adalah tabel panduan ketika kita mendesain sebuah ruangan bersih atau ruang cleanroom, disini kita mencoba untuk menghitung clean room dengan kelas 10.000 Micron, dimana diketahui bahwa nilai Air Changes Per Hours (ACH) nya adalah antara 20-40 kali per jam dimana artinya minimal 20 dan maksimal 40.

tabel air change hour

Cara untuk mengetahui berapa nilai Air Changes Per Hours (ACH) yang seharusnya kita penuhi sebelum kita melakukan instalasi tata udara di ruang cleanroom sangatlah sederhana yaitu kita harus mengetahui dulu Berapa Air Changes Per Hours (ACH) serta berapa volume udara yang kita butuhkan untuk memenuhi standar (lihat nilai pada tabel diatas)

Nilai Air Changes Per Hours (ACH) berdasarkan tabel adalah antara 20-40. Untuk perhitungan kita ambil contoh yang paling kecil yaitu 20 kali perjam, maka cara menghitungnya adalah :

Jadi target minimal flow udarannya adalah volume ruang x Air Changes Per Hours (ACH) -> Lihat data pada tabel diatas.

Kita lihat dari tabel diatas antara 20 – 40, kita mengambil yang 20 kali sebagai contoh ruangan OK

Lebar : 5,85 meter
Panjangnya : 6,85 meter
Tinggi : 3 meter
Maka volume ruang tersebut adalah 120,2 M3

Kemudian Air Changes Per Hours (ACH) kita lihat tabel adalah 20 kali, maka kita menggunakan 20 kali per jam. Maka target flow udara yang masuk kedalam ruangan volume totalnya adalah :

120,2 M3 x 20 = 2404 CMH (Cubik meter per hour)

Sehingga target dalam ruangan dengan volume ruang 120.2 M3 ini volume udara yang mengalir kedalam ruangan yang disupply itu minimal adalah 2404 CMH.

Nilai tersebut kita gunakan acuan untuk menentukan Booster fan itu harus mampu memberikan supply udara minimal 2404 CMH.

5 buah hepa filter

Misal hasil pengukuran dengan menggunakan balometer (total flow udara) di ruangan menghasilkan data sebagai berikut :

V = Total flow Udara

V = V1 + V2 + V3 + V4 + V5 + V6

V1 = 334
V2 = 351
V3 = 325
V4 = 330
V5 = 345

Maka total keseluruhan volume udara yang mengalir melalui 5 hepa filter kedalam ruangan adalah :
Maka V = 1685 CFM Atau jika dikonversi menjadi V = 2847 CMH

Kemudian kita akan mencocokkan Apakah instalasi tata udara yang kita pasang tadi yang sudah kita ukur menggunakan balometer tadi sesuai dengan ketentuan yang ditentukan bahwasanya harus minimal 20 kali ACH nya Apakah sudah benar apa belum.

Maka bisa kita hitung menggunakan rumus seperti ini :

ACH = V Udara / V Ruang
ACH = 2847 CMH / 120.2 M3
ACH = 23,68 Kali / Jam

Sehingga jika kita tadi mengambil batas paling rendah yaitu 20 kali per jam ACH nya sesuai dengan tabel yang kita tampilkan diatas maka instalasi tata udara yang kita pasang pada ruangan tersebut sudah memenuhi standar ACH nya.

Bagian-bagian Alat Balometer :

Untuk mempelajari bagian dari alat balometer, maka kita gunakan contoh produk Alnor ELectronic Ballanciong TOol Model EBT730 / EBT731. Berikut ini adalah tampilannya :

alat balometer

Unit ini merupakan salah satu unit yang banyak digunakan karena dapat digunakan untuk dalam proses commisioning HVAC, pengetesan ruangan bersih dan biological safety cabinet, lemari asam, dll.

Fungsinya juga tidak terbatas untuk mengukur aliran udara saja, namun bisa digunakan untuk mengukur temperature, kelembaban udara, dan kecepatan udara.

Bagian utama dari alat ini adalah :

1. Micromanometer

Merupakan unit pengukur dari beberapa parameter yang telah disebutkan diatas. Unit ini mempunyai fitur penyimpan data dimana data tersebut dapat di download di PC menggunakan software. Bagian-bagian alat micrometer tersebut bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

display balometer

2. Flow Hood

bagian bagian alat balometer

Bagian bagian Flow Hood  seperti yang kita lihat pada gambar diatas :
No. 1 : Fabric Hood – Basic Hood Asembly
No. 2 : Base allow micromanometer to be attached
No. 3 : Micromanometer with display
No. 4 : Flap Actuator
No. 5 : Read SwitchPada bagian capture hood

3. Capture Hood Stand

Asesoris ini didesain untuk memudahkan pengukuran, karena terdapat roda dibagian bawahnya, maka dalam melaukan pengukuran kita tidak perlu capek-capek dengan mengangkat unit balometer itu sendiri, melainkan cukup dengan mendorongnya. Untuk pembacaan hasil pengukurannyapun dapat kita lihat menggunakan android yang tentunya menggunakan software yang telah kita download sebelumnya.

stand balometer

Contoh Sertifikat Kalibrasi Balometer :

contoh sertifikat kalibrasi balometer

Gambar diatas merupakan contoh dari sertifikat kalibrasi balometer, dapat dilihat bahwa unit tersebut dikalibrasi dengan beberapa parameter yaitu temperature, differential pressure, barometer, dan flow meter nya, dimana hasil pengukuran alat balometer tersebut dibandingkan dengan standar yang tertelusur ke satuan SI.

Jika teman-teman ada yang ingin melakukan kalibrasi balometer bisa menggunakan suplier tempat dimana membeli unit tersebut, atau juga bisa menggunakan jasa kalibrasi disini.

Referensi :

Sumber gambar : https://tsi.com/

Alat-Alat Meteorologi dan Klimatologi

Pada artikel kali ini kami akan memperkenalkan alat-alat dari meteorologi dan klimatologi, namun sebelum itu ada baiknya kita mengetahui apa sih itu meteorologi dan klimatologi itu sendiri.

  • Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai keadaan rata-rata cuaca pada wilayah dan waktu tertentu
  • cuaca adalah keadaan atmosfer pada saat dan wilayah relatif postif dan jangka waktu yang pendek
  • sedangkan Iklim adalah rata-rata cuaca yang dingin dalam jangka waktu yang panjang dengan jangka yang luas, Iklim dikelompokkan berdasarkan garis lintang dan garis bujur serta suhu di wilayah tersebut

Jadi darimana kita bisa mendapatkan informasi mengenai cuaca dan iklim? ya betul jadi kita dapat mengambil atau mendapatkan informasi mengenai cuaca dan iklim dari badan meteorologi klimatologi dan geofisika atau lebih dikenal dengan BMKG.

Nah, BMKG ini merupakan suatu lembaga pemerintah yang berfungsi untuk melaksanakan tugas di bidang meteorologi klimatologi dan geofisika

Berikut ini adalah alat untuk pengukuran meteorologi dan Klimatologi.

Gun Belani

Alat-Alat Meteorologi dan Klimatologi gun belani
Gun Belani berfungsi untuk mengukur total radiasi dari matahari selama 1 hari sejak matahari terbit hingga terbenam. Satuan dari alat ini yaitu kalori per sentimeter persegi per menit dilakukan pukul 07.00 WIB

Bagian-bagian dari alat Gun Belani :

A. bola kaca
B. bola tembaga hitam
C. karet penyangga
D. tempat alat atau causing
E. tabung Buret
F. aquades

Cara kerja alat gun belani yaitu selama terjadi pancaran radiasi oleh matahari terjadi penyerapan kalor oleh bola tembaga hitam, panas hasil serapan tersebut digunakan untuk menguapkan aquades yang terdapat didalamnya, uap yang dihasilkan masuk dalam receiver karena terjadi perbedaan suhu antara bola. Tembaga hitam dengan tabung Buret, uap air akan mengembun dan akhirnya mengumpulkan dalam dasar alat ukur. Pengamatan dilakukan dengan mencatat kita air yang terdapat pada dasar receiver setelah dibalik dan mencatat jumlah air terkumpul pada dasar receiver setelah terjadi pengembunan selama 24 jam

Campbell Stokes

bagian-bagian campbell stokes
Campbell stokes berfungsi sebagai alat pencatat lama penyinaran matahari. Satuan ukuran campbell stokes adalah satuan waktu (jam) atau persen. Adapun Pengamatan dilakukan pada pukul 06.00 WIB s/d 18.00 WIB.

Bagian-bagian alat campbell stokes :

A. Bola kaca pejal dimana bola ini harus selalu dalam keadaan bersih
B. Pias melintang barat-timur
C. Posisi kemiringan sesuai lintang
D. Kaki menghadap utara dimana kaki dalam keadaan dibaut dengan kuat

Prinsip kerja campbell stokes ini adalah sinar matahari yang jatuh pada bola kaca akan difokuskan dan jatuh pada kertas pias, sinar yang difokuskan tersebut akan membakar kertas pias. Pergerakan matahari dari timur ke barat karena adanya rotasi bumi akan menggeser pembakaran pada kertas pias. saat pengamatan pada jam 18.00 waktu setempat kertas pias diangkat dan diganti kemudian dibaca jejak pembakarannya dengan menggunakan papan skala untuk memperoleh data berapa lama matahari bersinar

Aktinograf

prinsip kerja aktinograf
Actinograf ini berfungsi sebagai alat pencatat Radiasi matahari, satuan dari actinograf adalah kalori per sentimeter persegi per menit. Jam Pengamatan dilakukan untuk aktinograf ini dilakukan pada pukul 07.00 WIB.

Bagian-bagian actinograph adalah sebagai berikut :

A. Glass Dome atau bulatan bola gelas
B. Sensor yang terdiri dari masing-masing dua strip bimetal yang bercat hitam dan putih
C. Plat pengatur bimetal
D. Mekanik pembesar
E. Tangkai dan pena pencatat
F. Drum clock atau silinder berputar yang dilengkapi dengan kertas pias
G. kontainer silica gel
H. Bagian dasar
I. Penutup atau cover
J. Pengatur atau perata-rata air

Prinsip kerja aktinograf adalah perbedaan panjang akibat adanya perbedaan temperatur, kemudian bimetal diatur sedemikian rupa sehingga bila kedua lempengan logam berada pada temperatur yang sama maka pena akan menunjukkan angka nol (0), kemudian jika terdapat Radiasi matahari yang mengenai lempengan-lempengan tersebut, lempengan yang berwarna hitam akan menyerap panas lebih banyak sehingga logam hitam tersebut lebih panjang dibandingkan dengan logam berwarna putih yang sifatnya kurang menyerap panas.

Di antara lempengan tersebut disambung dengan pena yang apabila terjadi perubahan temperatur menyebabkan perubahan panjang sehingga potongan lempengan logam tersebut akan menggerakkan pena secara naik turun, makin besar intensitas Radiasi matahari yang mengenai lempengan logam maka makin besar pula perbedaan temperatur kedua logam tadi. Semakin besar perbedaan temperatur semakin besar pula perbedaan panjang sehingga pena bergerak semakin tinggi.

Nah sistem pencatatan pena pada pias dilakukan secara mekanis, pena bergerak naik turun pada pias yang digulung pada silinder sehingga dapat membuat jejak atau grafik pada kertas pias yang direkatkan pada silinder yang berputar. Kertas pias tersebut terdapat skala waktu dan satuan luas. Dari kertas pias tersebut dapat kita peroleh hasil rekaman intensitas Radiasi matahari total di suatu tempat selama waktu tertentu atau harian ataukah mingguan.

Termometer tanah

cara kerja termometer tanah
Termometer Tanah ini berfungsi untuk mengukur suhu tanah. Satuannya yang digunakan adalah derajat Celcius. Jam Pengamatan dilakukan pada pukul 07.00 ; 13.30 ; 18.30 WIB. Termometer ini terbagi dua yaitu termometer tanah gundul dan termometer tanah berumput

Bagian-bagian termometer tanah :

A. enam buah termometer tanah yang didesain khusus untuk mengukur suhu tanah
B. 5 buah besi penyangga untuk termometer pada kedalaman 0-20 cm
C. 2 buah pipa pelindung untuk termometer pada kedalaman 50-100 cm

prinsip kerja termometer tanah sama dengan prinsip kerja termometer bola kering hanya sumber kalornya berasal dari tanah.

Sangkar meteorologi

prinsip kerja sangkar meteorologi
Sangkar meteorologi ini berfungsi untuk tempat alat-alat pengukur yang bertujuan agar terhindar dari matahari langsung dan pengaruhnya sepehujan dan radiasi panas langsung dari luar

Satuan yang digunakan yaitu derajat celcius dengan jam pengamatan dilakukan pada pukul 07.00 ; 13.30 dan 18.00 WIB.

Perlu kita ketahui bahwa sangkar meteorologi ini terdapat beberapa jenis termometer yaitu :
1. termometer bola kering
2. termometer bola basah
3. termometer maksimum
4. termometer minimum

Cara kerja sangkar meteorologi adalah termometer bola kering dan bola basah diamati setiap jam sedangkan termometer maksimum diamatinya setiap 19.00 WIB dan untuk termometer minimum diamati 07.00 WIB. Setelah melakukan pengamatan kita harus menutup sangkar meteorologi agar tidak mempengaruhi perubahan suhu didalam sangkar meteorologi

Asrs atau Automatic solar Radiation Station

alat meteorologi dan klimatologi

Asrs ini berfungsi untuk mencatat pantulan sinar matahari dari bumi dan mengukur radiasi Global dari matahari

Asrs memiliki dua sensor yaitu :

1. Sensor pyranometer yang berfungsi untuk mengukur identitas atau ukuran besarnya Radiasi matahari dalam satu hari
2. sensor pyrheliometer berfungsi untuk mengukur langsung dalam satu hari asrs berkaitan dengan sensor pyranometer.
Kedua alat ini saling berkaitan dan sama-sama berfungsi untuk mengukur besaran densitas atau Radiasi matahari dalam satu hari

Alat Ukur Hujan Atomatis Hellman

Alat Ukur Hujan Atomatis Hellman

Alat Ukur Hujan Atomatis Hellman berfungsi sebagai alat ukur pencatat intensitas curah hujan. Jam pengamatannya dilakukan pada pukul 07.00 WIB

Bagian-Bagian Alat Ukur Hujan Atomatis Hellman :

A. Bibir atau mulut corong
B. Lebar corong
C. Tempat kunci / gembok
D. Tangki pelampung
E. Silinder jam tempat meletakkan pias
F. Tangki pena
G. Tabung tempat pelampung
H. Pelampung
I. Pintu penangkar hujan
J. Alat penyimpan data
K. Alat pengatur ringgi rendah selang gelas
L. Selang gelas
M. Tempat kunci
N. Panci pengumpul air hujan bervolume

Cara kerja pada alat ini pada setiap Pengamatan dilakukan setiap hari pada jam-jam tertentu Meskipun cuaca dalam keadaan baik atau hari sedang cerah. Alat ini mencatat jumlah curah hujan yang terkumpul dalam bentuk garis vertikal yang tercatat pada kertas pias, alat ini memerlukan perawatan yang cukup intensif untuk menghindari kerusakan yang sering terjadi. Pemasangan alat ini sama seperti penakar hujan lainnya bertujuan mendapatkan data jumlah curah hujan yang jatuh pada periode dan tempat-tempat tertentu

Demikian artikel mengenai Alat-Alat Meteorologi dan Klimatologi, Jika ada yang ingin ditambahkan silakan tulis di kolom komenter.

Referensi :

https://www.bmkg.go.id/