Pangkas Budget Perusahaan Dengan Program Kalibrasi Suhu / Temperature

Suhu merupakan salah satu parameter yang kritis dalam berbagai macam industri. Hal-hal yang berkaitan dengan panas ini hampir bisa kita temui di berbagai macam bidang. Di restaurant cepat saji, proses memasak saat ini distandarisasi menggunakan panas dengan suhu dan waktu tertentu untuk menghasilkan cita rasa makanan yang sama antara gerai satu dengan yang lainnya, Di industri farmasi proses pemanasan diperlukan untuk pencampuran berbagai macam bahan baku supaya lebih cepat homogen selain digunakan juga pada proses granulasi untuk membuat granul dari serbuk melalui proses penyemprotan larutan pengikat, Di bagian pengemasan, proses pemanasan juga diperlukan untuk menghasilkan kemasan produk yang berkualitas dan tidak bocor, di bagian packaging juga pasti mememerlukan panas untuk menempelkan produk jadi di dalam kemasan skunder baik itu kemasan hanger, inner dll. TIdak sebatas hanya dalam industri, bahkan di pusat perbelanjaan sekalipun saat ini kondisi freezer yang digunakan untuk menyimpan produk makanan / daging juga mereka pantau secara berkala suhunya. Sedemikian pentingnya suhu tersebut, maka sangatlah perlu dilakukan kalibrasi suhu terhadap sensor / alat pengukur tersebut.

Ruang Lingkup Kalibrasi Suhu / Temperature yang bisa teman-teman gunakan untuk menghemat budget pengeluaran di perusahaan.

1. Thermometer

Termometer ini banyak macamnya, dari termometer gelas yang banyak digunakan di laboratorium kimia, thermometer klinik yang sering dipakai di dalam klinik / rumah sakit, thermometer non contact yang saat ini sering kita temua di berbagai tempat untuk pengukuran suhu badan, thermometer probe, dll

thermometer probe

2. Thermocouple

Thermocouple banyak digunakan di dalam dunia industri, ada berbagai tipe thermocouple antara lain tipe K, J, T, E dll. Penggunaan thermocouple juga sangat luas. Sensor ini bersama dengan thermometer channel juga dapat digunakan untuk kalibrasi enclosure (oven, inkubator, dll). Selain thermometer dalam bentuk wire / kabel, thermocouple juga dapat berbentuk stick yang biasa digunakan untuk kalibrasi furnace pada suhu tinggi atau berupa surface thermocouple yang sering digunakan untuk kegiatan kalibrasi suhu heater pada mesin produksi (mesin filling, mesin wrapping, mesin molding, dll)

thermocouple

3. Thermometer Datalogger

Seiring dengan perkembangan jaman, alat ini banyak kita temui di dalam dunia industri. Dengan sistem logger yang dapat merekam suhu ruangan dengan inverval serta waktu mulai dan waktu selesai yang sebelumnya kita atur melalui software yang biasanya sudah termasuk dalam paket penjualan. Jika pengukuran sudah selesai data yang dihasilkan tinggal kita download melalui PC yang sudah terinstal software datalogger tersebut. Tampilan dari data pengukuran juga bisa kita lihat grafiknya sehingga bisa memberi gambaran yang jelas trend data dari hasil pengukuran. Data tersebut juga bisa kita konversi langsung ke dalam file excel. Hal ini tentunya sangat membantu karena bisa di bukan di komputer manapun dengan menggunakan progrom excel biasa.

thermometer logger

4. Thermohigrometer

Unit ini merupakan alat ukur dengan 2 parameter, yaitu temperature dan kelembaban yang terukur secara bersamaan, Sama halnya dengan unit alat ukur lainnya, temperature di dalam thermohigrometer ini juga perlu dilakukan kalibrasi untuk tetap menjamin akurasinya.

thermohigrometer

5. Freezer

Freezer banyak digunakan di dalam laboratorium mikrobiologi sebagai tempat untuk menyimpan media sebelum digunakan. Terkait dengan standar yang telah ditetapkan tentunya suhu di dalam freezer tersebut harus kita ketahui penyimpangannya, sehingga banyak perusahaan yang melakukan kalibrasi suhu terhadap freezer tersebut.

freezer

6. Oven dan Inkubator

Oven banyak terdapat di laboratorium kimia, alat ini masih banyak digunakan untuk analisa kadar air bahan baku dan analisa lainnya. Sedangkan untuk inkubator banyak kita temukan di laboratorium biologi. Sesuai dengan namanya, alat ini berfungsi untuk melakukan inkubasi. Kedua alat ini juga harus di kalibrasi suhunya dengan cara melakuakn pengukuran di berbagai titik di dalam area alat tersebut. Standar yang digunakan untuk kalibrasi oven dan inkubator ini adalah thermocouple.

kalibrasi suhu inkubator

7. Waterbath

Alat yang banyak terdapat di laboratorium ini berfungsi untuk pemanasan cairan melalui proses perendaman pada air yang terdapat di dalam waterbath yang sebelumnya telah dipasanaskan dimana tujuan perendaman tersebut adalah untuk menghindari penguapan cairan itu sendiri. Untuk spesifikasi dari waterbath itu sendiri bermacam-macam, namun rentang ukur temperature biasanya s/d 100 derajat celsius

waterbath

8. Hotplate

Sesuai dengan namanya, alat ini berfungsi sebagai pemanas ini sering digunakan dalam pembuatan media mikrobiologi, Lempeng pemanas yang terbuat dari logam pipih bisa membuat alat ini bekerja sampai dengan suhu 400 derajat celsius.

hotplate

9. Autoclave

Alat ini digunakan sterilisasi media, peralatan mikrobiologi, serta limbah mikrobiologi sebelum dilakukan pembuangan. Untuk autoclave sendiri sebenarnya yang tidak dilakukan kalibrasi suhu saja, namun alat pressure gauge yang ada di autoclave terebut juga harus dilakukan kalibrasi.

autoclave-hirayama-hve50

10. Temperature Sensor Mesin Mixer

Khususnya dalam industri farmasi, di dalam proses produksi pembuatan granul, tentunya ada proses pembuatan larutan pengikat dimana beberapa bahan baku dicampur kemudian dilarutan dengan purified water dan dipanaskan pada suhu tertentu. Beberapa perusahaan juga melakukan kalibrasi terhadap sensor suhu di mesin mixer ini supaya larutan yang mereka buat memenuhi standar yang telah ditentukan sehingga tidak terjadi gagal produk.

kalibrasi mesin mixer plp

11. Temperature sensor mesin FBD Glatt

Masih berlanjut di pada proses granulasi tersebut, namun kali ini sensor temperature yang dilakukan kalibrasi adalah di bagian mesin pembuat granulnya / mesin FBD / mesin glatt

kalibrasi temperatur mesin fbd glatt

12. Mesing Filling Topack

Pada proses filling, dimana bahan jadi dikemas menggunakan foil atau sejenisnya, tentunya terdapat proses pelekatan pada foil tersebut supaya produk jadi dalam kemasan tidak bocor, Proses pelekatan foil / sejenisnya tersebut terjadi karena adanya lempengan heater yang bertugas melekatkan foil tersebut. Kita bisa bayangkan jika temperature heater tersebut menyimpang, maka akan menghasilkan kemasan yang tidak sesuai dengan standar (bocor) dan tentunya biaya yang ditanggung perusahaan akan menjadi tinggi (sampah foil, sampah produk jadi, dll)

mesin topack

13. Mesin wrapping

Hampir mirip dengan mesin filling, namun untuk mesin wrapping ini biasanya terdapat di area pengemasan tersier dimana produk yang sudah terkemas ke dalam kemasan hanger / inner dibungkus dengan menggunakan plastik yang dipanaskan dengan mesin wrapping ini sehingga pada waktu produk di edarkan di pasaran tidak dipengaruhi oleh adanya perubahan cuaca baik hujan maupun panas.

mesin wrapping tokiwa

14. Climatic Chamber

Unit alat ini adalah chamber yang bisa dikondisikan temperature dan kelembabannya. Climatic chamber ini di dalam industri digunakan untuk uji shelf life dari sampel.

climatic chamber

15. Moisture Analyzer

Alat ini digunakan untuk mengukur kandungan air di dalam sampel, banyak digunakan sebagai pengganti metode oven yang memakan waktu analisa 2 – 3 jam. Dengan menggunakan alat ini maka waktu lamanya analisa bisa dipangkas menjadi hanya 5 menit saja. Pemanas yang digunakan dalam alat moisture analyzer ini bisa bermacam-macam, namun yang paling sering diguanakan adalah batang besi atau lampu halogen. Selain parameter suhu yang dikalibrasi, alat ini juga dikalibrasi untuk parameter massanya dengan menggunakan batu timbangan.

alat-ukur-kadar-air-murah

16. Furnace

Bagi teman-teman yang bekerja di laboratorium kimia tentunya tidak asing lagi dengan alat ini, Biasa disebut dengan tanur yang digunakan untuk analisa bahan yang memerlukan pemanasan yang cukup tinggi bahkan s/d 850 derajat celsius.

furnace

Nah itulah beberapa Ruang lingkup kalibrasi suhu (temperature) yang kami sediakan..

Semoga bermanfaat.

Cara verivikasi Jangka Sorong / Caliper

cara-verifikasi-jangka-sorong-caliper

Artikel berikut ini mudah-mudahan bisa membantu temen-temen paling tidak dalam melakukan verivikasi terhadap jangka sorong / caliper sebelum digunakan.

Saya lebih suka menggunakan kata verivikasi di dalam artikel ini daripada kata kata kalibrasi jangka sorong / caliper karena jika kita ingin melakukan kalibrasi terhadap jangka sorong / caliper maka acuan yang biasa digunakan adalah JIS B 7507 – 1993 yang berjudul Vernier, dial and digital callipers.

Sebelum melakukan verivikasi terhadap jangka sorong / caliper maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah catat identifikasi unik dari jangka sorong / caliper tersebut. Setiap alat pasti mempunyai identifikasi yang berbeda / lebih lazimnya mempunyai nomor seri yang berbeda. lebih baik lagi jika dilengkapi dengan nomor aset. Hal ini dilakukan untuk menghindari double sertifikat karena ketidakjelasan informasi alat tersebut.

Bersihkan alat ukur (jangka sorong / caliper) tersebut terutama dibagian permukaan ukurnya (jaw nya) kemudian gerakkan sliding jaw nya ke pengukuran maksimal, kembalikan lagi ke posisi zero, dan ulangi langkah tersebut berulang-ulang (hal ini untuk memastikan bahwa jaw dapat bergerak dengan bebas dan tidak dalam posisi kendur. pastikan juga bahwa skala pengukuran masih terlihat jelas dan tidak kabur.

Sebelum melakukan kalibrasi atau dalam hal ini verivikasi terhadap jangka sorong / caliper lakukan pengkondisian antara alat tersebut dengan standar yang digunakan berupa gauge block (standar yang digunakan untuk kalibrasi jangka sorong). Hal ini sangat penting dilakukan karena perbedaan suhu mempunyai pengaruh terhadap nilai muai bahan entah itu dari standar gauge block nya ataupun dari jangka sorong / alat ukurnya sendiri.

Untuk melakukan verivikasi terhadap gigi luar (outside jaw), ukur standar gauge block tersebut dengan menggunakan jangka sorong / caliper (untuk ukuran gauge block sendiri tentunya divariasi sesuai dengan rentang ukur dari jangka sorong tersebut). Pada saat melakukan variasi pengukuran terhadap gauge block maka pastikan tekanan yang kita gunakan adalah sama dari gauge block yang satu dengan yang lainnya.

Untuk uji repeatibility langkah diatas maka kita dapat melakukan pengukuran dengan menjepit gauge block di area dalam, tengah, dan ujung dari outside jaw tersebut.

Sedangkan untuk melakukan verivikasi terhadap gigi dalam (inside jaw) maka pada prinsipnya hampir sama dengan langkah verivikasi outside jaw tetapi standar yang digunakan adalah gauge ring. Berbeda dengan gauge block yang berbentuk seperti balok dengan berbagai macam ukuran maka gauge block ring berbentuk seperti cincin.

Jika temen-temen tidak mempunyai standar untuk melakukan verivikasi / kalibrasi terhadap jangka sorong / caliper maka kami juga memberikan jasa pelayanan kalibrasi alat ukur dimensi dimana salah satunya adalah jangka sorong, mikrometer sekrup, dial depht gauge dll.

Untuk menggunakan jasa kalibrasi alat ukur kami silakan klik tombol dibawah ini

Akurasi, Presisi, Kalibrasi, Ketertelusuran Pengukuran

Pada dasarnya semua alat ukur atau alat pengujian yang mempunyai pengaruh yang signifikan pada akurasi dan keabsahan hasil pengukuran wajib dikalibrasi sebelum digunakan untuk memastikan bahwa semua alat ukur tersebut sesuai dengan tujuan penggunaan dan memberikan hasil yang dapat dipercaya.

Contoh kasus :

Dalam suatu analisa kadar air dengan menggunakan metode oven, dan ternyata hasil dari pengukuran tersebut dipengaruhi oleh temperatur di dalam oven, maka oven tersebut harus dikalibrasi.

Saya sengaja menggaris bawahi kata akurasi tersebut diatas, karena untuk menghindari kesalah pahaman dengan arti kata presisi.

Akurasi, apa sih artinya?

Akurasi merupakan kedekatan suatu hasil pengukuran / rata-rata hasil pengukuran ke nilai yang sebenarnya.

Lalu apa itu presisi?

Presisi adalah tingkat yang bisa diulang terhadap hasil pengukuran diantara hasil itu2 sendiri.

akurasi presisi

Gambar diatas mungkin bisa membantu kita dalam membedakan arti kata presisi dan akurasi.

Kita dapat membayangkan jika ada suatu sasaran tembak, dan jika kita melakukan tembakan terhadap sasaran tembak tersebut sebanyak 6 kali dan ternyata hasil dari pengulangan tembakan tersebut dekat dengan sasaran semua dan jarak satu sama lain tembakan berdekatan juga maka bisa dikatakan tembakan tersebut adalah akurat dan presisi (gambar lingkaran kanan bagian bawah).

Untuk gambar kanan bagian atas pengulangan tembakan kita sebanyak 6 kali jauh dari sasaran yang ada ditengah tetapi 6 tembakan tersebut saling berdekatan maka dikatakan tembakan tersebut adalah mempunyai presisi yang baik tetapi tidak akurat.

Untuk gambar sebelah kiri atas dan tentunya yang paling jelek yaitu dimana 6 tembakan kita jauh dari sasaran tembak yang ada ditengah dan juga berjauhan antara satu dengan yang lainnya, maka bisa dikatakan tidak presisi dan juga tidak akurat.

Sedangkan pengertian sederhana dari kalibrasi adalah membandingkan alat yang dikalibrasi dengan standar yang tertelusur.

Dari pengertian kalibrasi tersebut diatas, ada 1 kata kunci yang harus dipenuhi dalam kegiatan kalibrasi yaitu ketertelusuran.

Pengertian ketertelusuran pengukuran?

Berikut ini adalah gambar hirarki ketertelusuran pengukuran

ketertelusuran-pengukuran-kalibrasi

Ketertelusuran pengukuran adalah kemampuan dari suatu hasil ukur secara individual untuk dihubungkan ke standar nasional / internasional untuk satuan ukuran dan / sistem pengukuran yang disahkan secara nasional meaupun internasional melalui suatu perbandingan tak terputus.

Sehingga dalam setiap pengukuran yang dilakukan harus memiliki kemampuantelusuran ke laboratorium kalibrasi dimana laboratorium kalibrasi tersebut harus mampu membuktikan adanya ketertelusuran melalui standar yang digunakan ke standar nasional / internasional terkait.

Jasa Kalibrasi Timbangan Terakreditasi KAN

jasa kalibrasi timbangan murah

Jasa Kalibrasi Timbangan, Cepat Akurat & Terpercaya

Menerima jasa kalibrasi timbangan dengan berbagai kapasitas, silakan hubungi kami untuk mendapatkan penawaran harga terbaik melalui link berikut

Kenapa timbangan ini perlu dikalibrasi?

Di sebuah laboratorium kimia, timbangan analitik merupakan salah satu instrumen yang mudah kita temukan. Fungsi dari timbangan analitik ini tentunya bermacam-macam antara lain untuk penimbangan dalam proses analisa kadar air, preparasi bahan dalam larutan, preparasi analisa senyawa tertentu misalnya analisa kadar vitamin c, aspartam dsb. Timbangan analitik ini umumnya mempunyai resolusi 0.0001 gr atau 0.1 mg, dengan tingkat akurasi yang terkadang tidak boleh lebih dari 0.2 mg. Dengan adanya hal tersebut dan untuk tetap menjamin kegiatan di laboratorium / hasil analisa kita tetap akurat maka harus dipastikan setiap penimbangan yang kita lakukan dalam kondisi benar, dan kegiatan tersebut bisa dilakukan melalui adanya kalibrasi timbangan analitik tersebut.

Di dalam dunia industri, baik di dalam in proses control atau di bagian lainnya, keberadaan precision ballance timbangan juga menjadi sesuatu yang kritikal, antara lain digunakan untuk pengecekan berat pada sampling bahan baku raw material maupun packaging material, hasil produk pada proses ruahan / semi finished good bahkan sampai dengan produk akhir / finish good produk. Precision ballance ini mempunyai kapasitas yang bervariasi, ada yang 2 kg, 3 kg, 6 kg, atau 8 kg dengan resolusi berkisar antara 0.01 gram s/d 0.1 gram. Tentunya setiap proses tersebut mempunyai spesifikasi berat sendiri-sendiri, untuk menjamin hasil kegiatan penimbangan di setiap area tersebut, tentunya diperlukan unit timbangan yang akurat, salah satu cara untuk menjamin keakuratannya adalah dengan melakukan kalibrasi terhadap timbangan tersebut.

Di dalam area packaging dimana terdapat aktifitas pengemasan produk menggunakan kemasan tersier (karton), biasanya juga terdapat aktifitas penimbangan dimana produk jadi / finished good dikemasan dalam karton sebelum dimasukkan ke dalam gudang bahan jadi. Dalam kegiatan pengemasan tersebut tentunya ada toleransi berat yang diperbolehkan, untuk itu timbangan di area packaging ini tentunya juga harus akurat dan perlu dikalibrasi.

Di dalam aktifitas pergudangan, kita akan menemukan timbangan dengan kapasitas yang lebih besar yang biasa berbentuk pallet atau juga hand pallet yang digunakan untuk menimbang produk yang akan di jual langsung ke pasaran. Dan lagi-lagi berat produk tersebut juga harus kita pastikan kebenarannya untuk menjamin bahwa produk yang costomer dapatkan sesuai dengan persyaratan / spesifikasi berat yang telah ditentukan. Salah satu cara memastikan hal tersebut adalah dengan cara melakukan kalibrasi timbangan yang berada di area gudang tersebut tersebut.

Di dalam kegiatan distribusi, meskipun barang sudah masuk ke dalam kontainer, kita juga tidak bisa terlepas dari kegiatan penimbangan dimana dilakukan pengecekan berat container melalui jembatan timbang.

Nah, jika teman-teman sedang mencari jasa kalibrasi timbangan seperti diatas silakan bisa menghubungi kami

Jasa Kalibrasi Oven Laboratorium Kimia

Jasa Kalibrasi Oven Laboratorium Kimia

Buat teman-teman yang sedang mencari jasa kalibrasi oven laboratorium, silakan langsung gunakan form di bawah ini untuk permintaan penawaran harganya.

Dalam sebuah laboratorium kimia, oven hampir pasti ada keberadaannya, baik itu digunakan untuk pengeringan ataupun uji sampel tertentu atau bahan untuk pemeriksaan kadar air dalam suatu bahan. Dalam beberapa analisa tersebut, ada yang kritikal ataupun yang tidak kritikal. Contohnya : Oven untuk pengeringan, tentunya temperature pada oven ini boleh saja sih menyimpang beberapa derajat mengingat hanya digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas setelah dilakukan pencucian. Namun untuk analisa bahan / sampel tentunya parameter temperature di dalam oven tersebut menjadi sesuatu yang kritis dimana harus dipastikan kebenarannya. Salah satu caranya addalah dengan melakukan kalibrasi oven itu sendiri.

Metode yang biasa digunakan untuk kalibrasi oven adalah AS 2853 dimana dalam ruangan oven tersebut diletakkan beberapa thermocouple yang sebelumnya telah dihitung jumlahnya melalui rumus tertentu (misalnya 8 buah thermocouple) diletakkan di dalam ruangan oven tersebut. Setelah temperatur / suhu di dalam oven tersebut stabil, dilakukan pencuplikan data temperature di dalam oven tersebut dengan menghubungkan thermocouple dengan thermometer loggernya. Ada banyak brand yang bisa kita gunakan untuk pembacaan pada saat melakukan kalibrasi oven ini, contohnya : grapthec dsb. 

Untuk oven sendiri, kalibrasi bisa dilakukan tidak hanya di 1 titik suhu, namun bisa 2 atau 3 titik suhu sesuai dengan penggunaannya. Penyimpangan pada saat kalibrasi oven tersebut sangat lazim terjadi. Namun untuk beberapa brand oven, saat ini disertakan menu adjustment dimana kita bisa menambahkan faktor koreksi pada oven itu sehingga mengkompensasi hasil pembacaan pada saat kalibrasi.

Contoh oven yang mempunyai fitur adjustmen ini adalah oven laboratorium merk memmert tipe UNE. Tipe ini disertai dengan menu adjustment di 3 titik pada rentang kapasitas temperature yang bisa kita ubah. Untuk defaultnya, adjustment oven memmert ini dilakukan pada temperature 50 ; 100 ; dan 180 derajat celsius. Dengan adanya fitur ini tentunya kita bisa mengeliminasi faktor koreksi yang timbul jika hasil kalibrasi menunjukkan penyimpangan yang besar melebihi spesifikasi yang telah dtentukan pihak laboratorium tersebut.

Berikut ini adalah istilah-istilah yang sering kita jumpai pada saat kalibrasi oven (kalibrasi enclosure)

1. Variasi temporal : Variasi temperature yang ditimbulkan karena perbedaan waktu pada saat pembacaan temperature pada kalibrasi oven / kalibrasi enclosure/

2. Variasi spacial : Variasi temperature yang ditimbulkan karena perbedaan tempat (perbedaan letak thermocouple) pada saat pembacaan temperature pada kalibrasi oven tersebut.

Sekian semoga bermanfaat.

Untuk teman-teman yang ingin melakukan kalibrasi oven bisa langsung menghubungi kami melalui form berikut ini :