Insight Penting ILAC-G24 untuk Optimasi Interval Kalibrasi

Insight Penting ILAC-G24 untuk Optimasi Interval Kalibrasi

“Interval kalibrasinya berapa lama?”

Begitu tanya auditor ISO 9001 pada saat auidt.

Familiar dengan pertanyaan diatas?

Buat teman-teman yang bekerja di perusahaan yang telah menetapkan sistem manajemen mutu tentunya sudah sering mendapatkan pertanyaan seperti itu.

Menentukan interval kalibrasi sering jadi dilema bagi teknisi kalibrasi maupun personel QA: terlalu sering berarti biaya tinggi, terlalu jarang berarti risiko kualitas meningkat. Di sinilah ILAC-G24 : Guidelines for the determination of calibration intervals of measuring instruments hadir sebagai panduan penting yang membantu laboratorium membuat keputusan berbasis risiko dan data.

Bagi teknisi kalibrasi, maupun personel QA disuatu perusahaan, memahami ILAC-G24 bukan hanya soal teori—ini tentang bagaimana menjaga keandalan alat ukur dalam operasional nyata. Di artikel ini kita akan belajar memahami konsep, manfaat, hingga cara implementasi ILAC-G24 secara praktis.

Ringkasan Singkat:

  • ILAC-G24 Guidelines for the determination of calibration intervals of measuring instruments adalah panduan menentukan interval kalibrasi berbasis risiko
  • Tidak ada metode tunggal terbaik—harus disesuaikan kondisi alat
  • Menggunakan pendekatan data, bukan sekadar intuisi
  • Bisa meningkatkan efisiensi biaya sekaligus menjaga kualitas pengukuran, nah point ini mungkin yang medapatkan perhatian tersendiri di berbagai sektor industri dimana saat ini sebagai besar ingin melakukan efisiensi dan cost saving untuk pengeluaran perusahaannya.

Apa Itu ILAC-G24?

ILAC-G24 Guidelines for the determination of calibration intervals of measuring instruments adalah panduan internasional untuk menentukan interval kalibrasi alat ukur secara optimal.

Panduan ini dikembangkan oleh ILAC dan OIML sebagai revisi dari dokumen OIML D10. Tujuannya adalah membantu laboratorium menentukan kapan alat harus dikalibrasi ulang berdasarkan risiko, performa, dan data historis.

Dalam praktiknya, ILAC-G24 tidak memberikan satu metode baku, melainkan berbagai pendekatan seperti staircase, control chart, hingga statistical analysis. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi laboratorium untuk memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi alat dan operasional.

Manfaat Menggunakan Referensi ILAC-G24

  • Mengoptimalkan interval kalibrasi – tidak terlalu sering atau terlalu jarang.
  • Mengurangi risiko kesalahan pengukuran – menjaga alat tetap dalam batas toleransi.
  • Meningkatkan efisiensi biaya – kalibrasi dilakukan saat benar-benar diperlukan.
  • Mendukung kepatuhan standar – relevan dengan ISO/IEC 17025 dan ISO 9001.

Menggunakan ILAC-G24 membantu laboratorium beralih dari sistem statis ke sistem dinamis. Artinya, keputusan kalibrasi tidak lagi berbasis jadwal tetap, tetapi berdasarkan data aktual performa alat. Ini sangat penting di industri modern yang menuntut efisiensi dan akurasi sekaligus.

Pengalaman / Studi Kasus / Sudut Pandang Pribadi

“Saya mencoba menerapkan ILAC-G24 selama beberapa bulan dalam pengelolaan kalibrasi alat ukur dan menemukan beberapa hal menarik:

  • Interval kalibrasi yang sebelumnya tetap (12 bulan) ternyata bisa diperpanjang untuk beberapa alat tanpa meningkatkan risiko
  • Beberapa alat justru perlu dipersingkat intervalnya karena drift lebih cepat dari perkiraan
  • Data historis menjadi sangat berharga untuk pengambilan keputusan, nah ini yang perlu kita ingatkan kembali, ketika menerima sertifikat kalibrasi dari laboratorium kalibrasi, wajib kita verifikasi terlebih dahulu hasil sertifikat tersebut, berapa koreksinya, berapa uncertaintynya, masih masuk spesifikasi penggunaan tidak? alat masih layak digunakan atau tidak? dll. Terkait cara membaca sertifikat kalibrasi, teman-teman bisa searching di youtube, karena banyak yang memberikan webinar secara gratis. Jika ingin pengetahuan lebih detil terkait parameter tertentu, baru teman-teman disarankan mengikuti training kalibrasi.

Karena itu, saya percaya bahwa ILAC-G24 memang memberikan pendekatan yang lebih realistis dan efisien dalam manajemen kalibrasi.”

5 Metode Penentuan Interval Kalibrasi dalam ILAC-G24

1. Metode Staircase (Automatic Adjustment)

Metode ini menyesuaikan interval kalibrasi berdasarkan hasil kalibrasi sebelumnya.

Kelebihan:

  • Mudah diterapkan
  • Tidak membutuhkan analisis statistik kompleks
  • Respons cepat terhadap perubahan performa alat

Kekurangan:

  • Kurang akurat dibanding metode statistik
  • Jadwal kalibrasi bisa tidak stabil
  • Tidak cocok untuk analisis jangka panjang

2. Metode Control Chart

Metode ini menggunakan grafik untuk menganalisis tren drift dan variasi hasil kalibrasi.

Kelebihan:

  • Sangat akurat dan berbasis data
  • Bisa memprediksi kapan alat akan keluar dari toleransi
  • Memberikan insight mendalam tentang performa alat

Kekurangan:

  • Sulit diterapkan tanpa software
  • Membutuhkan data historis yang banyak
  • Tidak praktis untuk semua jenis alat

3. Metode In-Use Time

Interval ditentukan berdasarkan jam pemakaian, bukan waktu kalender.

Kelebihan:

  • Lebih realistis untuk alat yang mengalami keausan karena penggunaan
  • Efisiensi biaya lebih tinggi
  • Cocok untuk alat proses

Kekurangan:

  • Tidak cocok untuk semua alat
  • Membutuhkan sistem monitoring penggunaan
  • Sulit dalam perencanaan jadwal kalibrasi

4. Metode Black Box (In-Service Checking)

Metode ini menggunakan pengecekan rutin parameter kritis selama alat digunakan.

Kelebihan:

  • Meningkatkan ketersediaan alat (availability tinggi)
  • Kalibrasi hanya dilakukan saat diperlukan
  • Cocok untuk alat kompleks

Kekurangan:

  • Tidak semua parameter terpantau
  • Membutuhkan alat cek khusus
  • Ada risiko kesalahan jika parameter kritis tidak tepat

5. Metode Statistical Approaches

Metode ini menggunakan analisis statistik lanjutan untuk menentukan interval optimal.

Kelebihan:

  • Sangat akurat dan berbasis probabilitas
  • Cocok untuk banyak alat identik
  • Mendukung pengambilan keputusan berbasis risiko

Kekurangan:

  • Kompleks dan membutuhkan keahlian statistik
  • Memerlukan data besar dan software
  • Tidak praktis untuk implementasi sederhana

Cara Menggunakan ILAC-G24

Langkah 1: Tentukan interval awal
Gunakan rekomendasi pabrikan, pengalaman, dan kondisi penggunaan sebagai dasar awal. Jika tidak ada informasi sama sekali, tetapkan 1 tahun terlebih dahulu (angka 1 tahun tersebut merupakan angka yang kami dapatkan dari webinar pengenalan dasar-dasar kalibrasi.

Langkah 2: Kumpulkan data kalibrasi
Catat hasil kalibrasi secara konsisten untuk membangun histori alat.

Langkah 3: Pilih metode evaluasi
Gunakan metode seperti:

  • Staircase (penyesuaian bertahap)
  • Control chart (analisis tren)
  • In-use time (berbasis jam pemakaian)

Langkah 4: Review dan optimasi
Evaluasi interval secara berkala dan sesuaikan berdasarkan data dan risiko.

Risiko / Kekurangan / Hal yang Perlu Diwaspadai

Mengandalkan intuisi tanpa data
→ Solusi: Gunakan data historis sebagai dasar keputusan

Interval terlalu panjang
→ Solusi: Tetapkan batas maksimum untuk mencegah risiko out of tolerance

Metode terlalu kompleks
→ Solusi: Mulai dari metode sederhana seperti staircase

Kurangnya dokumentasi
→ Solusi: Buat sistem pencatatan yang konsisten dan terstruktur

Tips Mengoptimalkan ILAC-G24 Dengan Benar

  • Gunakan kombinasi metode, bukan hanya satu pendekatan
  • Fokus pada alat kritis terlebih dahulu
  • Manfaatkan data historis sebagai aset utama
  • Lakukan intermediate check (pengecekan antara)
  • Integrasikan dengan sistem maintenance
  • Gunakan software jika data sudah banyak, saat ini ada beberapa software pengelolaan kalibrasi seperti yang dikeluarkan brand beamex.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Apakah ILAC-G24 aman digunakan?
Ya, ILAC-G24 adalah panduan internasional yang banyak digunakan laboratorium untuk memastikan interval kalibrasi optimal dan berbasis risiko.

Apa bedanya ILAC-G24 dengan metode kalibrasi biasa?
Metode biasa cenderung menggunakan interval tetap, sedangkan ILAC-G24 menggunakan pendekatan dinamis berbasis data dan risiko.

Berapa lama efek ILAC-G24 terasa?
Efeknya bisa terlihat dalam 1–2 siklus kalibrasi, terutama dalam efisiensi biaya dan stabilitas alat.

Siapa yang cocok menggunakan ILAC-G24?
Teknisi kalibrasi, QA/QC, auditor, dan laboratorium pengujian atau kalibrasi.

“ILAC-G24 adalah pilihan terbaik untuk mengoptimalkan interval kalibrasi secara efisien dan berbasis risiko. Dengan manfaat seperti pengurangan biaya, peningkatan akurasi, dan fleksibilitas metode,
Jika ingin hasil maksimal, pastikan untuk menggunakan data historis dan melakukan evaluasi berkala.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *