Pengertian, Cara Kerja, Serta Kalibrasi Tapped Density Tester

Dalam beberapa industri, kerapatan suatu material, contohnya produk granulasi / ruahan pada industri farmasi, raw material pada industri bahan baku, industri semen, dll merupakan parameter yang sangat penting, sehingga perlu dilakukan analisa untuk mengetahui nilainya. Alat yang digunakan untuk melakukan analisa kerapatan tersebut disebut dengan tapped density tester. Pada artikel kali ini, Kita akan membahas cara pemakaian, bagian-bagian alat serta kalibrasi tapped density tester.

Pengertian Bulk Density

Bulk density adalah perbandingan antara massa sampel yang dalam kondisi belum dimampatkan dengan volumenya. Satuan bulk density adalah gram / ml, meskipun dalam satuan internasional adalah kg / m3 karena pengukuran dilakukan menggunakan gelas ukur yang tentunya sampel yang terdapat di dalam gelas ukur tersebut dapat diukur volumenya. Terkadang satuannya juga dinyatakan dalam gram / cm3.

Kondisi dari sampel yang akan diukur bulk densitynya tersebut tentunya tergantung pada tahapan persiapan, perlakuan, dan penyimpan sampel itu sendiri, contoh disimpan dalam kondisi yang sudah dimampatkan, dsb. Hal tersebut menyebabkan bulk density memiliki nilai reproducibility yang kurang bagus ketika dilakukan pengulangan analisa.

Cara Mengukur Bulk Density Dengan Gelas Ukur

Prosedur :

  • Lewatkan sampel melalui ayakan laboratorium dengan ukuran lebih besar atau sama dengan 1.00 mm, Jika perlu, untuk memecah gumpalan yang mungkin terjadi terbentuk selama penyimpanan, gerus dengan lembut untuk menghindari perubahan sifat bahan.
  • Timbang 100 gram sampel dengan timbangan yang mempunyai akurasi 0.1 % ke dalam gelas ukur 350 ml yang mempunyai daya baca 2 ml tanpa dimampatkan. Ratakan sampel dengan hati-hati tanpa memadatkan, Hitung bulk density dalam satuan gram / ml.
  • Jika kepadatan sampel terlalu rendah atau terlalu tinggi, sehingga sampel yang belum dimanmpatkan volumenya terlihat lebih dari 250 ml atau kurang dari 150 ml, maka tidak mungkin menggunakan sampel 100 gr, Oleh karena itu, jumlah sampel dengan berat yang lain bisa digunakan sedemikian rupa sehingga volume yang belum dimanpatkan adalah adalah antara 150 ml hingga 250 ml (volume nyata lebih besar dari atau sama dengan 60% dari total gelas ukur).

Catatan : Jika sampel terlihat mempunyai volume di dalam gelas ukur antara 50 ml s/d 100 ml, maka penggunaan gelas ukur dengan volume 100 ml dengan daya baca 1 ml dapat digunakan.

Berikut ini adalah salah satu contoh COA (Cerficate of Analysis) dari suatu bahan baku “soda ash dense” dimana salah satu parameter spesifikasinya adalah bulk density

contoh hasil analisa bulk denisty tester

Dapat dilihat bahwa hasil analisa bulk density dari “soda ash dense” tersebut diatas adalah 0.96 g/cm3. Jika kita sebagai industri yang menggunakan bahan “soda ash dense” tersebut, maka pada saat kedatangan bahan perlu dilakukan verifikasi terhadap hasil analisa bahan tersebut, salah satunya adalah bulk density.

Pengertian Tapped Density

Untuk tapped density hampir sama dengan bulk density, hanya saja volume yang digunakan dalam perhitungan adalah volume yang sudah dimanpatkan.

Pemampatan tersebut didapatkan dari gerakan naik turun gelas ukur melalui sistem alat tapped density tester. Prinsip kerja pemampatan sampel ini dapat dilihat dari gambar dibawah ini :

prinsip kerja tapped density tester

Sampel pada berat tertentu dimasukkan ke dalam gelas ukur 250 ml. Perputaran cam menyebabkan cylinder support bergerak naik turun, dan tentunya hal ini juga menyebabkan gelas ukur yang telah diisi sampel bergerak naik turun.

Setelah analisa selesai maka kondisi sampel tersebut merupakan kondisi sampel yang telah dimampatkan dan nilai tapped density bisa dihitung dari berat sampel dibagi dengan volume sampel yang telah dimampatkan.

Cara Mengukur Tapped Density Dengan Gelas Ukur

Peralatan

  • Unit alat tapped density tester
  • Gelas ukur 250 ml dengan daya baca 2 ml dan massa 220 gr dengan nilai toleransi 44 gram.

Prosedur

  • Lakukan pengaturan pada alat sehingga analisa berjalan selama 1 menit, dengan nilai jumlah ketukan 250 kali (dengan toleransi 15 ketukan), sedangkan untuk tinggi ketukan 3 mm (dengan nilai toleransi 0.2 mm). Untuk massa gelas ukur dengan holdernya tersebut adalah 450 gram (dengan toleransi 10 gram)
  • Lakukan proses ketukan / jalankan alat dengan jumlah ketukan 500 dan 1250 pada sampel yang sama.
  • Baca pembacaaan sampel yang sudah dimampatkan di dalam gelas ukur tersebut.
  • Jika perbedaan volume yang didapatkan pada jumlah ketukan 500 dan 1250 kurang dari 2 ml, maka gunakan jumlah ketukan 1250 untuk proses analisa.
  • Jika perbedaan volume yang didapatkan pada jumlah ketukan 500 dan 1250 lebih dari 2 ml, makanaikkan jumlah ketukan menjadi 1250 sampai selisih volume sampel yang sudah dimampatkan kurang dari 2 ml.
  • Lakukan validasi terhadap proses pengujian tersebut, rumus yang dipakai untuk menghitung tapped density (gr/ml) adalah Massa / Volume yang sudah dimampatkan.

Catatan : Jika tidak memungkinkan menggunakan sampel dengan berat 100 gr di dalam gelas ukur 250 ml seperti kasus pada bulk density diatas maka kita bisa menggunakan gelas ukur dengan ukuran 100 ml yang mempunyai daya baca 1 ml dengan berat 130 gr (toleransi 16 gr) dan berat total gelas ukur dan holder adalah 240 gr (dengan toleransi 12 gr).

Contoh Analisa Tapped Denisty Dengan Sotax TD1

Jika pada uraian diatas kita menggambarkan prinsip kerja dari bulk density dan tapped density, maka berikut adalah contoh aplikasi analisa tapped density tersebut menggunakan unit alat SOTAX TD1

Sebelum ke prosedur kerja alangkah baiknya kita mengenal bagian-bagian dari tapped density tester sotax TD 1 tersebut.

sotax td 1

Nama Bagian Alat Tapped Density Tester

1. Gelas Ukur
2. Cylinder holder
3. Display
4. Tombol Turning – / Press Button

Peralatan

Tapped Density Tester Sotax TD 1
Precision Ballance
Gelas Ukur 100 ml

Bahan

Sampel powder

Prosedur

  • Hidupkan alat dengan cara menghubungkan stop kontak dengan sumber arus listrik.
  • Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF yang terletak dibelakang alat sehingga display menunjukkan tampilan seperti gambar berikut :

sotax td1 display

  • Tekan tombol Turning – / Press Button (No. 3) sehingga display (No. 4) menunjukkan tampilan menu utama seperti pada gambar berikut :kalibrasi tapped density tester
  • Untuk melakukan pengaturan parameter, putar tombol turning – / press button (No. 3) searah jarum jam sehingga method (user) (No. 6) tersorot kemudian tekan tombol turning – / press button (No. 3) sehingga display menunjukkan tampilan gambar sebagai berikut :

cara analisa bulk density

  • Pastikan tulisan –user (No. 7) tersorot, jika tulisan – user (No. 7) tidak tersorot maka putar tombol turning – / press button (No. 3) sehingga tulisan – user (No. 7) tersorot kemudian tekan tombol turning – / press button (No. 3) sehingga display menunjukkan tampilan gambar berikut :

bulk density adalah

  • Pastikan tap count 1 (No. 8) menunjukkan angka 250, jika tap count 1 tidak menunjukkan angka 250 maka tekan tombol turning – / press button (No. 3) dan putar turning – / press button (No. 3) sehingga tap count 1 (No. 8) menunjukkan angka 250 kemudian tekan kembali tombol turning – / press button (No. 3)
  • Putar kembali turning – / press button (No. 3) searah jarum jam sehingga tulisan taps / min (No. 9) tersorot.

cara menghitung bulk density

  • Pastikan taps / min (No. 9) menunjukkan angka 250, jika taps / min (No. 9) tidak menunjukkan angka 250 maka tekan tombol turning – / press button (No. 3) dan putar tombol turning – / press button (No. 3) sehingga taps / min (No. 9) menunjukkan angka 250 kemudian tekan kembali tombol turning – / press button (No. 3)

seting sotax

  • Putar tombol turning – / press button (No. 3) searah jarum jam sampai dengan tulisan save & Exit (No. 10) tersorot kemudian tekan kembali turning – / press button (No. 3) sehingga display(4) kembali ke tampilan menu utama.
  • Untuk melakukan analisa tapped density, Tuang sampel yang akan dianalisa ke dalam gelas ukur 100 ml sampai dengan volume sampel 100 ml dan timbang massa dari sampel tersebut.
  • Pastikan tulisan start (No. 5) tersorot, dan tekan tombol turning – / press button (No. 3) sehingga display menunjukkan tampilan seperti gambar berikut

cara analisa tap density

  • Pastikan tulisan enter weight (g) beserta angkanya (No. 11) tersorot kemudian tekan tombol turning – / press button (No. 3) dan rubah angkanya sesuai dengan berat sampel yang telah ditimbang dengan cara memutar tombol turning – / press button (No. 3) kemudian tekan tombol turning – / press button (No. 3)
  • Pastikan angka pada enter volume (Vo) (ml) (No. 12) adalah 100 sesuai dengan volume sampel yang ditimbang.
  • Putar tombol turning – / press button (No. 3) searah jarum jam sehingga tulisan Countinue (No. 13) tersorot dan tekan kembali tombol turning – / press button (No. 3) sehingga display menunjukkan gambar berikut

cylinder holder

  • Letakkan gelas ukur (No. 1) ke dalam cylinder holder (No. 2) dan pastikan tulisan start test (No. 14) tersorot kemudian tekan tombol tombol turning – / press button (No, 3) sehingga analisa tap density berjalan dengan ditunjukkannya display seperti contoh dibawah ini :

contoh analisa tap density

  • Jika proses tap sudah selesai maka display akan menunjukkan tampilan seperti berikut

analisa selesai

  • Baca nilai akhir dari penurunan sampel pada gelas ukur setelah dilakukan proses tap. Kemudian putar turning – / press button (No. 3) hingga nilai menunjukkan volume sampel yang dihasilkan kemudian tekan kembali tombol turning – / press button (No. 3) sehingga display menunjukkan tampilan seperti pada gambar dibawah ini, Pada contoh gambar diberikan contoh untuk volume akhir dari hasil analisa adalah 90 ml.

hasil akhir analisa tap density

analisa tap density tester

  • Tulisan Stop Test (No. 15) akan tersorot dan tekan tombol turning – / press button (No. 3) sehingga display menunjukkan nilai tap density (No. 16) seperti tampilan gambar berikut

nilai tap density sampel

  • Baca nilai tap density (No. 16), Putar tombol turning – / press button (No. 3) sehingga tulisan exit (No. 17) tersorot, kemudian tekan tombol turning – / press button (No. 3) sehingga display (No. 4) kembali ke tampilan menu utama.

kembali ke menu awal

Prinsip Kalibrasi Tapped Density Tester & Toleransinya

Alat tapped density tester bekerja dengan 2 parameter utama, yaitu jumlah ketukan serta tinggi loncatan dari cylinder holder dimana gelas ukur yang berisi sampel ditempatkan. Sehingga dalam melakukan kalibrasi tapped density tester maka kedua parameter tersebut (jumlah ketukan serta tinggi loncatan) harus diperiksa dengan membandingkan standar yang tertelusur.

Toleransi alat ukur untuk tapped density tester adalah :

Jumlah ketukan : 250 kali (Toleransi 15 ketukan)

TInggi ketukan : 3 mm (Toleransi 0.2 mm)

Untuk melakukan kalibrasi tapped density tester, teman-teman bisa menggunakan laboratorium kalibrasi yang biasa teman-teman gunakan, atau juga bisa menggunakan layanan kalibrasi kami disini.

Semoga bermanfaat, jika ada yang ingin ditambahkan silakan dikirimkan melalui kolom komentar.

Referensi :

https://www.sotax.com/

https://www.usp.org/sites/default/files/usp/document/harmonization/gen-chapter/bulk_density.pdf

Apa Itu Total Organik Karbon (TOC)?

pengertian total organik karbon adalah

Sebelum membahas tentang Total Organik Karbon atau biasa disebut TOC (Total Organic Carbon) maka kita bahas sedikit tentang air. Karena TOC itu sendiri sangat berkaitan dengan pengukuran kualitas air.

Air merupakan salah satu kebutuhan mendasar di dalam hidup manusia, entah itu digunakan sebagai air minum atau pun aktifitas lainnya seperti mandi dll. Begitu juga dalam proses produksi industri manufakturing terutama di industri farmasi ataupun petrokimia.

Air yang digunakan dalam suatu industri (terutama industri farmasi) harus terbebas dari zat reaktif yang berbahaya. Proses pemurnian dasar dari air melalui filtrasi, destilasi, penyinaran sinar UV dan lain sebagainya merupakan contoh proses untuk mendapatkan kualitas air seperti yang diinginkan.

Sistem Pengolahan Air Dalam Industri Farmasi

fungsi toc analyzer dalam industri farmasi

Pengolahan air dalam industri farmasi meliputi tiga aspek yaitu :

Spesifikasi mutu air

Spesifikasi mutu air memiliki tingkatan yaitu :

  • Air pemasokan
  • Air murni
  • Air tingkat pemurnian yang tinggi
  • air untuk injeksi
  • air untuk mutu pada proses bentuk sediaan

Sistem pemurnian air

Berikut ini adalah beberapa mekanisme sistem pemurnian air :

  • Mekanisme raw water, dimana mekanisme ini sistem pengolahan airnya dapat menghilangkan berbagai Cemaran seperti ion, bahan organik, partikel mikroorganisme yang terdapat dalam air yang akan digunakan untuk produksi
  • Mekanisme multimedia filter, dimana mekanisme ini berfungsi untuk menghilangkan lumpur, endapan dan partikel-partikel yang terdapat pada raw water
  • Mekanisme aktif karbon filter, dimana mekanisme ini digunakan untuk uap tekanan tinggi, biasanya bahan memiliki daya absorbsi yang sangat tinggi
  • Mekanisme Water softener filter, biasanya digunakan untuk menghilangkan atau menurunkan kesadahan air dengan cara meningkatkan Ion Ca, Mg.
  • Mekanisme Reverse osmosis, merupakan teknik pembuatan air murni yang dapat menurunkan hingga 95 % total TDS di dalam air, mekanisme EDI biasanya dimana pada mekanisme ini peningkatan ion positif dan ion negatif dipakai sebagai elektroda, dan elektroda tersebut dihubungkan dengan arus listrik searah sebagai proses pemurnian air dapat berlangsung terus-menerus tanpa regernerasi.

Baca Juga : Panduan Penggunaan dan Cara Kalibrasi Alat Ukur Ion Meter

Sistem Penyimpanan dan Distribusi Air

Pada sistem ini merupakan sistem yang paling penting harus dirancang integrasi sepenuhnya dengan komponen sistem pemurnian air dan sistem distribusi ini harus terkonfigurasikan untuk mencegah kontaminan berulang terhadap air setelah pengolahan.

Pengertian Total Organik Karbon

Total Organik Karbon didefinisikan sebagai jumlah karbon yang terikat dialam senyawa organik yang terkadung didalam air itu sendiri. Selama beberapa tahun terakhir, Analisis terhadap Total Organik Karbon (TOC) merupakan teknik analisa yang bisa dikatakan paling baik untuk mengetahui kualitas suatu air

Jika kita melihat dari terminologi organik karbon, tentunya juga ada inorganik karbon. Dalam suatu sistem instrumen pengukur TOC karbon tersebut terukur dalam bentuk total (Total Karbon) serta Inorganik Karbon (IC) dan TOC didapatkan dari pengurangan antara TC dan IC tersebut. Dalam pengukuran ini sampel dialirkan ke dalam tubing yang berbeda, kemudian sampel dalam tubing pertama direaksikan dengan senyawa asam sehingga membentuk CO2 yang terukur sebagai IC. Sedangkan sampel dalam tubing kedua dioksidasi sehingga membentuk CO2 yang terukur sebagai TC (Total Carbon). Metode ini sering dikenal dengan pengukuran Pengukuran TOC secara tidak langsung.

Sedangkan pengukuran Langsung dimulai dengan menghilangkan terlebih dahulu Inorganic Carbon pada sampel melalui proses acidification dengan menghasilkan gas yang dibuang ke udara. Kemudian sampel yang sudah terbebas dari Inorganic Carbon dioksidasi sehingga berubah menjadi CO2 yang terukur sebagai TOC.

Proses pengukuran TOC dalam suatu industri sangatlah sensitif mengingat satuan dari pengukuran ini adalah dalam kisaran ppm atau bahkan ppb. Sehingga sedikit pengaruh dari lingkungan mengakibatkan perubahan nilai tersebut yang terkadang menyebabkan kualitas air itu sendiri out of spesifikastion. Maka tak jarang saat ini banyak industri yang menggunakan inline TOC untuk menghindari hal tersebut.

Perawatan Alat TOC (Total Organic Carbon)

Alat ini bekerja untuk pengukuran dengan konsentrasi ppm (part per million) atau bahkan ppb (part per billion), sehingga dari sisi perawatan juga memerlukan perhatian khusus. Ada beberapa consumable yang perlu dilakukan penggantian secara berkala, antara lain sebagai berikut :

  • Acid
    Acid di dalam TOC berfungsi untuk mengurai inorganic karbon
  • Oxid
    Oxid di dalam TOC berfungsi untuk mengoksidasi sampel
  • Pump Tubing
    Pump tubing juga harus kita ganti secara berkala, karena pump tubing semakin lama maka akan getas dan elastisitasnya akan melemah sehingga flowrate / aliran sampel tidak stabil. Seperti kita ketahui, flow rate ini merupakan salah satu parameter pada kalibrasi TOC. Pump tubing mempunyai masa pakai selama 1 tahun
  • Resin Bed

Resin bed ika jenuh maka kemampuan resin untuk memfilter reservoir tidak dapat berjalan dengan baik sehingga mengganggu proses analisa.

  • Uv Lamp

Uv lamp yang tidak pernah diganti intensistasnya akan menurun sehingga proses oksidasi tidak optimal

Kalibrasi TOC (Total Organik Karbon)

Instrument pengukur TOC juga harus senantiasa dikalibrasi sehingga hasil yang didapatkan dalam pengukuran Total Organik Karbon tersebut senantiasa dapat dipertanggung jawabkan. Kalibrasi TOC Analyzer sebaiknya dilakukan 1 tahun sekali, hal ini berdasarkan rekomendasi dari pabrikannya. Sebelum dilakukan kalibrasi TOC Analyzer ini pastikan kondisi cunsumable baik itu acid, atau oxid masih layak digunakan / belum expired date, atau alangkah baiknya jika menggunakan acid dan oxid yang baru. Pastikan juga kondisi UV lamp, Pump Tubing, serta resin bed nya masih layak digunakan.

TOC analyzer dapat dikalibrasi secara single point hanya menggunakan 1 standar dengan konsentrasi 1 ; 5 ; 10 ; 25 ; 50 ppm atau dengan multi point dengan beberapa standar tersebut. Jika proses kalibrasi dilakukan secara single point, sebaiknya dilakukan dengan larutan standar dengan nilai konsentrasi yang mendekati penggunaan, Contoh : Dalam industri farmasi dimana unit TOC digunakan untuk memantau kualitas purified water maka jika dikalibrasi secara single sebaiknya menggunakan titik 1 ppm saja karena pengukuran purified water tersebut biasanya dilakukan pada konsentrasi dibawah 1 ppm.

Berikut ini adalah beberapa jenis standar yang digunakan untuk proses kalibrasi TOC :

TOC Calibration Standards :

  • Calibration blank
  • 1 ppm TOC (as KHP)
  • 5 ppm TOC (as KHP)
  • 10 ppm TOC (as KHP)
  • 25 ppm TOC (as KHP)
  • 50 ppm TOC (as KHP)

IC Calibration Standards

  • 1 ppm IC (as Na2CO3)
  • 5 ppm IC (as Na2CO3)
  • 10 ppm IC (as Na2CO3)
  • 25 ppm IC (as Na2CO3)
  • 1 ppm IC (as Na2CO3)
  • 50 ppm IC (as Na2CO3)

Dimana 1 ppm = 1 mg C/L ; 1 ppb = 1 mikrogr C/L

Berikut ini adalah contoh untuk standards yang diperlukan untuk single point calibration :

TOC Calibration Standards

  • Calibration Blank
  • 1 ppm TOC (as KHP)

IC Calibration Standards

  • 1 ppm IC (as Na2CO3)

Standards yang diperlukan untuk calibration verification :

  • Verification blank
  • 1 ppm TOC (as KHP)
  • 1 ppm IC (as Na2CO3)

Standards yang diperlukan untuk system suitability verification

  • Reagent water blank – Rw
  • 500 ppb TOC (As Sucrose) – RS
  • 500 ppb TOC (As benzoquinone) – RSS

Penyimpanan larutan standar diatas juga perlu diperhatikan supaya larutan tersebut tidak rusak, yaitu berkisar 5 derajat celsius. Prosedur kalibrasi TOC ini biasanya sudah tertulis di dalam manual book masing-masing unit bersangkutan dan kita hanya tinggal mengikutinya saja.

Hasil kalibrasi tersebut bisa langsung dibandingkan dengan spesifikasi yang tertera di dalam manual. Untuk jasa layanan kalibrasi TOC bisa langsung menggunakan prinsiple / distributor alat nya langsung.

Demikian artikel kali ini, jika ada yang ingin ditambahkan silakan langsung langsung di kolom komentar.

Pembahasan Tentang Ayakan Laboratorium (Test Sieve)

Pembahasan Tentang Ayakan Laboratorium (Test Sieve)

Anda mempunyai ayakan laboratorium atau terkadang dikenal dengan sebutan test sieve untuk analisa distribusi partikel di laboratorium ?

Ukuran partikel bagi beberapa industri sangatlah penting atau bisa dikatakan titik kritis pada spesifikasi produk karena bisa jadi ukuran partikel akan mempengaruhi kualitas produk itu sendiri. Aplikasi dalam analisa ukuran partikel ini sangat beragam misalnya dalam industri semen, pertambangan, bahkan sampai industri makanan.

Dalam melakukan analisa partikel tersebut, tentunya diperlukan beberapa buah ayakan / test sieve, karena harga per unit atau satuan alat ini bisa dikatakan tidak murah, berkisar antara 2 – 3 jutaan maka kita harus benar-benar menjaganya agar tidak cepat rusak sehingga biaya pembelian alatpun dapat dihemat.

Namun sebelum membahas tentang tips merawat ayakan, ada baiknya kita terlebih dahulu mengenal mengenai jenis ayakan ini.

Macam-Macam Ukuran Ayakan :

Di industri, ayakan dapat kita temui dari berbagai ukuran antara lain sebagai berikut

 

Nomor Ayakan (Mesh) Ukuran dalam Micrometer Nomor Ayakan (Mesh) Ukuran dalam Micrometer
20 850 120 125
25 710 140 106
30 600 170 90
35 500 200 75
40 425 230 63
45 355 270 53
50 300 325 45
60 250 400 38
70 212 450 32
80 180 500 25
100 150 635 20

Dengan satuan Mesh, di unitnya sendiri biasanya selain tertulis mesh juga tertulis angka mikron meter nya, karena kedua ukuran ini merupakan konversi dimana arti mesh itu sendiri adalah jumlah lubang pada mesh luasan 1 inch persegi.

Sebagai contoh ayakan mesh 40 artinya adalah dalam 1 inchi mesh terdapat lubang sebanyak 40.

Dibawah ini adalah contoh gambar ayakan dengan ukuran 710 mikron (Ukuran Mesh 25, lihat angka yang ada di lingkaran biru)

macam-macam ukuran mesh

Prinsip Kerja Ayakan Mesh

Prinsip kerjanya sangatlah sederhana dan hampir mirip dengan saringan biasa. Dimana pemisahan partikel berdasarkan ukurannya, Partikel dengan ukuran yang relatif besar akan tertahan, dan ukuran yang lebih kecil akan lolos dari ayakan mesh tersebut.

Berikut ini adalah contoh dari COA (Certificate Of Analysis) bahan beta carotene, dimana salah satu parameter yang diuji adalah particle size dengan menggunakan metode ayakan (lihat tulisan di lingkaran biru)

contoh coa bahan untuk parameter mesh
Dapat dilihat bahwa bahan tersebut mempunyai spesifikasi 100 % bahan beta carotene lolos di mesh 80, dan hasilnya memang ternyata memenuhi spesifikasi.

Di dalam laboratorium ayakan tidak dapat digunakan secara sendiri, pada saat analisa ayakan selalu berpasangan dengan shieve shacker. Berikut ini kurang lebih gambar dari shieve shacker untuk merk endecotts tipe octagon 200.

shieve shacker lab

Dapat dilihat dalam gambar tersebut, terdapat susunan beberapa ayakan, secara prinsip ayakan tersebut disusun dari pan di paling bawah untuk menampung bahan yang lolos di semua ukuran ayakan yang digunakan untuk analisa diikuti dengan ukuran ayakan dengan mesh paling besar sampai dengan ukuran ayakan dengan mesh yang paling kecil di paling atas.

cara menggunakan ayakan test sieve

Mengenal Bagian-Bagian Shieve Shacker

fungsi shieve shacker

kontrol panel shieve shacker

Dapat terlihat jelas di gambar mengenai bagian-bagian dari shieve shacker dimana disitu ada Clamp plate, Clamp hand wheel, Large Plain Clamp washer, Sieve stack, Round clamp rods, dan Control Panel.

Untuk bagian kontrol panelnya terdapat tombol dan indikator yaitu antara lain Lampu LED, Mode Interval, Display waktu, Lampu LED saat tombol start dipencet, tombol start, Tombol naik turun untuk menambah waktu, Tombol stop, tombol naik turun untuk menambah amplitudo, Indikator bar amplitudo

Pada saat pembelian shieve shacker tersebut, tentunya datang dalam kondisi yang belum terakit Pihak suplier akan melakukan Kualifikasi Instalasi serta Kualifikasi Operasional yang tentunya harus kita dampingi.

Baca Juga : IQ OQ PQ pada proses pembelian alat ukur

Cara Penggunaan Shieve Shacker dan Ayakan Laboratorium

  1. Hubungkan stop kontak shieve shacker dengan sumber arus listrik
  2. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON / OFF yang berada di belakang alat.
  3. Atur waktu / time (No. 3) dengan menekan tombol panah keatas pengatur waktu (No. 6) atau tombol panah kebawah pengatur waktu (No. 8) sesuai dengan waktu analisa sampel yang akan dilakukan.
  4. Atur Amplitudo (No. 11) dengan menekan tombol panah keatas pengatur amplitudo (No. 9) atau tombol panah kebawah pengatur amplitudo (No. 10) sesuai dengan amplitudo analisa sampel yang akan dilakukan.
  5. Letakkan susunan pan receiver dan ayakan laboratorium / test sieve dengan ukuran mesh sesuai dengan metode analisa sampel yang akan dianalisa. Pastikan pan dan test sieve tersebut masing-masing sudah ditimbang dalam keadaan yang masih kosong.
  6. Tuang sampel ke dalam susunan pan receiver dan ayakan tersebut sebanyak 100 gram kemudian tutup dengan clamp plate.
  7. Letakkan susunan pan dan ayakan tersebut pada shieve shacker kemudian turunkan clamp plate sampai menempel ke susunan pan receiver dan ayakan
  8. Kencangkan dengan cara memutar clamp hand wheel sebelah kanan dengan memutar searah jarum jam dan memutar clamp hand wheel sebelah kiri dengan memutar berlawanan dengan jarum jam.
  9. Kunci dengan memutar large plain clamp washer kanan dan kiri searah dengan jarum jam.
  10. Tekan starts (No. 5) untuk memulai melakukan analisa. Waktu analisa akan berjalan mundur sampai ke 0:00, jika ingin menghentikan analisa sebelum waktu analisa selesai makan tekan tombol stop (No. 7)
  11. Setelah analisa selesai putar large plain clamp washer sebelah kiri dan kanan dengan cara memutar berlawanan dengan arah jarum jam.
  12. Kendorkan clamp hand wheel sebelah kiri dengan memutar searah jarum jam dan clamp hand wheel sebelah kanan dengan memutar berlawanan arah dengan jarum jam.
  13. Angkat clamp plate ke arah atas sehingga pan receiver  susunan ayakan / test sieve (13) bisa diambil
  14. Timbang masing masing ayakan dan pan receiver yang sudah terdapat sampel di dalamnya.
  15. Lakukan perhitungan jumlah berat tertahan sampel yang dianalisa sesuai dengan metode analisa masing-masing sampel.

Perhitungan Analisa Partikel dengan Metode Ayakan

Untuk mempermudah melakukan perhitungan ini, maka kita akan menggunakan microsoft excel, dan kita berikan contoh ukuran ayakan yang digunakan adalah Mesh 30 ; 45 ; 60 ; 80 ; 100 ; 120 ; dan pan receiver. berikut ini adalah langkahnya.

 

Ukuran Mesh Berat Kosong (gr) – Kolom A Berat Kosong + Sampel (gr) – Kolom B Tertahan di Mesh (gr) – Kolom C % Tertahan di Mesh – Kolom D % Tertahan Kumulatif di Mesh – Kolom E
30 210.66 216.32 5.66 5.65 5.65
45 220.12 227.67 7.55 7.54 13.19
60 217.52 237.4 19.88 19.84 33.03
80 235.77 255.76 19.99 19.95 52.98
100 226.01 250.78 24.77 24.73 77.71
120 219.44 232.55 13.11 13.09 90.8
Pan Receiver 259.33 268.55 9.22 9.2 100
100.18
  1.  Masukkan nilai berat kosong pan receiver dan setiap ukuran ayakan di kolom A
  2. Masukkan nilai berat kosong + sampel untuk setiap ukuran ayakan di kolom B
  3. Masukkan berat yang tertahan di mesh di kolom C yang didapatkan dari pengurangan kolom B – kolom A
  4. Masukkan nilai % berat tertahan di kolom D dengan cara (berat tertahan setiap ayakan / 100.18) x 100 %
  5. Jika ingin mengetahui data persentase kumulatif maka silakan ditambahkan persentase yang tertahan di setiap ayakannya.

Contoh cara membaca hasil analisa dengan ayakan

Pada tabel diatas maka :

  • Sampel yang tertahan di ayakan mesh 60 saja adalah 19.88 gram atau 19.84 %
  • Secara kumulatif yang tertahan di ayakan mesh 60 adalah sampel yang tertahan di ayakan mesh 30 + sampel yang tertahan di ayakan mesh 45 + sampel yang tertahan di ayakan mesh 60 = 33.03 %

Mudah dipahami kan?

Tips mengenai cara merawat Ayakan Laboratorium / test sieve

Test Sieve seperti halnya peralatan laboratorium lainnya juga memerlukan perawatan secara berkala untuk menjamin kesesuaiannya terhadap standar yang telah ditentukan. Test sieve ini harus disimpan dalam keadaan bersih dan kering.

Pembersihan test sieve harus dilakukan dengan menggunakan ultrasonic cleaner, hal ini harus kita lakukan secara berkala, lebih baik jika dapat kita lakukan harian misalnya setiap akhir shift 3, hal ini untuk menjamin bahwa lubang atau hole yang ada di test sieve tersebut tidak banyak tertutup oleh sisa-sisa sampel yang mungkin tidak dapat dibersihkan dengan menggunakan kuas biasa. Disarankan lagi jika pembersihan dengan menggunakan ultrasonic cleaner tersebut ditambahkan deterjen pembersih khusus.

Jika pada saat pembersihan test sieve menggunakan kuas maka disarankan kuas terbuat dari bahan nilon serta pembersihan dilakukan hanya pada bagian bawah dengan gerakan yang melingkar. Jika ayakan / test sieve tersebut digunakan pada industri makanan yang menerapkan sistem jaminan halal, pastikan kuas tersebut juga terbuat dari bulu hewan yang halal.

Jangan pernah menggunakan benda tajam jika ada sisa sampel yang yang terjebak di dalam lubang test sieve tersebut dikarenakan dapat merusak wire atau kawat baik itu terputus, melengkung, dll sehingga dari sisi spesifikasi sudah tidak masuk standar lagi.

Selalu lakukan kalibrasi secara rutin untuk peralatan test sieve ini untuk mengetahui apakah dimensi dari wire tersebut masih sesuai standar yang telah ditentukan. Jika ternyata sudah tidak masuk standar maka disarankan untuk melakukan penggantian yang baru karena hal ini akan berpengaruh pada hasil analisa sampel anda.

Kalibrasi Test Sieve / Ayakan Laboratorium & Toleransi Keberterimaannya

Test sieve ini merupakan salah satu lingkup dari kalibrasi dimensi.

Prinsip kerja kalibrasi ayakan / test sieve adalah dengan mengukur dimensi beberapa lubang pada ayakan tersebut, Standar yang digunakan adalah profil projector / ada juga yang menggunakan mikroskop sesuai dengan metode analisa masing-masing laboratorium bersangkutan dalam melakukan validasi metodenya. Untuk metode kalibrasi yang umum dipakai adalah ASTM E-11.

Kalibrasi test sieve / ayakan ini di berbagai perusahaan dianggap memerlukan biaya yang tinggi jika ingin dilakukan secara internal karena harga standar / kalibrator yang relatif mahal. Maka tak jarang jika mereka lebih memilih untuk melakukan kalibrasi secara eksternal atau menggunakan jasa kalibrasi eksternal.

Untuk menggunakan / permohonan penawaran harga kalibrasi ayakan / test sieve bisa melalui webiste https://sentrakalibrasiindustri.com.

Untuk toleransi Test Sieve / Ayakan juga mengacu pada dokumen ASTM E11 – 13 Standar Specification FOr Woven Wire Test Sieve Cloth and Test Sieve

Emergency Shower and Eyewash

shower laboratorium

Emergency shower and eyewash merupakan peralatan yang harus ada jika kita bekerja di dalam suatu laboratorium kimia / rumah sakit terutama jika kita yang selalu bersinggungan dengan reagent yang berbahaya. Meskipun kecelakaan kerja di laboratorium tidak kita inginkan, tetapi bukan tidak mungkin hal tersebut dapat terjadi. Alat ini berfungsi memberikan pertolongan pertama jika hal tersebut terjadi. Seperti dengan namanya “shower”, seperti yang telah kita kenal, alat ini mampu memberikan supply kucuran air melalui shower head seperti gambar diatas untuk membasuh badan serta nozle outlet untuk membasuh mata ketika terjadi paparan bahan kimia tersebut.

Hal hal yang harus diperhatikan mengenai emergency shower and eyewash tersebut adalah antara lain :

1. Harus berada maksimal 10 detik perjalanan dimana material / bahan kimia tersebut digunakan. serta jalan bebas dari halangan. Hal ini tentu harus kita perhatikan betul sebelum dilakukan penginstalan terhadap alat ini.

2. Mudah untuk digunakan.

Pada dasarnya alat ini memang sangat mudah digunakan, kita cukup menarik tuas untuk mengucurkan air dari stainless stell handle, serta mendorong hand activated eyes / face untuk mengucurkan air dari shower head dan nozle outlet. Namun dalam kondisi yang panik serta sosialisasi yang kurang bisa mengakibatkan hal yang fatal. Pastikan setiap personel di dalam laboratorium anda mengerti bagaimana menggunakan alat ini. Didalam suatu perusahaan biasanya training mengenai penggunaaan emergency shower and eyewash ini menjadi tugas atasan langsung dengan sepengatuhuan departemen HSE sebagai pengangung jawab K3 diseluruh perusahaan.

3. Jauhkan alat ini dari peralatan listrik. Hal ini untuk menghindari adanya aliran arus listrik yang mungkin menimbulkan efek bahaya bagi kita. Ingat bahwa air bersifat konduktor.

4. Lakukan pengecekan secara berkala

Hal ini untuk memastikan bahwa alat dapat digunakan sebagai mana mestinya ketika dibutuhkan. Memang alat ini sangatlah jarang digunakan, karena harus dipastikan bahwa aliran air terjadi secara normal sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

5. Tutup nozle outlet agar selalu tetap bersih.

6. Gunakan emergency shower and eyewash ini sebagaimana peruntukannya.

Cara Penggunaan Emergency Shower and Eyewash :

Sebelum mengulas cara penggunaanya tentunya kita harus paham / tahu bagian-bagian dari alat ini, kurang lebih ada 4 komponen utama seperti yang tertera pada gambar dibawah ini.

gambar emergency shower

A : Shower Head

B : Stainless Stell Handle

C : Hand Activated Face / Eye

D : Nozle Outlet

Cara Penggunaan :

  1. Analis yang terkena bahan kimia berbahaya dianggota badan segera menuju ke body with eyes shower and bowl dan melakukan tahapan berikut ini :
    • Tarik stainless stell handle (B) sehingga air menyembur keluar dari shower head (A)
    • Biarkan seluruh anggota tubuh dibasahi oleh air tersebut hingga merata.
    • Lakukan pembersihan berulang-ulang hingga seluruh anggota tubuh bersih dari bahan kimia
  2. Analis yang terkena bahan kimia berbahaya di bagian mata atau wajah segera menuju ke body with eyes shower and bowl dan melakukan tahapan berikut ini :
    • Tekan hand activated eye / face (C) sehingga air menyembur keluar dari lubang nozzle autlet (D).
    • Masukkan bagian mata / wajah yang terkena bahan kimia ke dalam lubang nozzle autlet (D) dan biarkan air membersihkan mata / wajah.
    • Lakukan pembersihan berulang-ulang hingga mata / wajah bersih dari bahan kimia.
  3. Lakukan pengecekan dan pemeliharaan terhadap aliran air dari shower head (A) dan lubang nozle autlet (D) setiap 2 minggu sekali.

Bagaimana? Cukup mudah kan pengoperasian dari alat ini, Pastikan semua personel analis di laboratorium anda mendapatkan sosialisasi cara penggunaanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kriteria Alat Pelindung Diri (APD) yang Baik

alat-pelindung-diri apd

Pemakaian Alat pelindung Diri (APD) merupakan salah satu cara dalam menghindari kecelakaan kerja di sebuah perusahaan, meskipun hal ini sebenarnya bukanlah pilihan utama karena metode perlindungan yang lainnya sudah tidak dapat lagi dilaksanakan. Dalam pemilihan APD ini pun harus benar benar dipertimbangkan masak-masak. Jangan sampai kita memilih APD yang ternyata tidak sesuai dengan jenis bahayanya itu sendiri. Konsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan vendor dimana anda akan membeli APD bersangkutan.

Alat pelindung diri tersedia dalam berbagai desain, material, warna, dsb tetapi pada prinsipnya APD yang efektif haruslah memenuhi kriteria sebagai berikut :

Kriteria Alat Pelindung Diri (APD) yang Baik :

1. Sesuai dengan jenis bahaya yang dihadapi

2. Terbuat dari material yang akan tahan dari bahaya tersebut

3. Memiliki konstruksi / desain yang kuat

4. Tidak meningkatkan resiko terhadap pemakainya

5. Tidak menggangu APD lain yang secara bersamaan dipakai oleh pekerja bersangkutan.

6. Tidak menggangu pekerja dalam melakukan tugasnya

Alat pelindung diri tersebut harus disediakan secara gratis oleh manajemen perusahaan dan harus dijamin digunakan hanya untuk peruntukannya, dijaga supaya selalu dalam kondisi baik, diganti apabilan mengalami kerusakan serta disimpan ditempat yang sesuai ketika tidak sedang digunakan. Pemberian informasi yang sesuai tentang bahaya yang dihadapi oleh pekerja juga harus disampaikan oleh departemen penangung jawab K3, cara penggunaan APD tersebut juga harus disosialisasikan, serta instruksi tindakan pencegahan yang perlu diambil, cara pemeliharaan APD dsb.

Berikut ini adalah contoh Alat Pelindung Diri yang biasa kita temui di dalam suatu perusahaan : helm, ear plug untuk melindungi dari bahaya kebisingan, goggles (kaca mata pelindung), masker, alat bantu pernafasan, sarung tangan pelindung, baju tahan panas yang biasanya banyak kita lihat pada kegiatan pengelaan, safety shoes, jas laboratorium, pakaian yang biasa digunakan oleh seorang analis kimia, bertekanan udara, rompi, dsb.

Kesadaran dari pekerja mengenai pentingnya Alat pelindung diri tersebut juga harus ada, karena tidak jarang ditemui dalam suatu perusahaan, manajemen sudah mempunyai komitmen dalam penerapan K3 tetapi tidak didukung oleh pekerja itu sendiri sehingga hasil yang didaptkannya juga kurang maksimal.

6 Jenis elektrode pH Meter Horiba

Horiba merupakan salah satu brand ternama dimana salah satu produk yang dihasilkan adalah pH meter untuk berbagai macam aplikasi. Ada beberpa tipe dari pH meter horiba tersebut antara lain tipe 70 series yang banyak digunakan di laboratorium, tipe 50 Series yang banyak digunakan di lingkungan / lapangan dan lain sebagainya. Untuk mensupport berbagai macam tipe pH meter tersebut maka horiba pun mengeluarkan elektroda pH meter yang dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi. Pemilihan elektroda pH meter ini tentunya berdasarkan URS (User Requirement Specification) yang dirancang pada saat akan melakukan pembelian yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan / aplikasinya.

Baca Juga : Tahapan Kualifikasi pH Meter Laboratorium

Berikut ini adalah 6 jenis eletkrode pH meter horiba yang paling banyak digunakan :

1. Standar toupH 9615S-10D

elektroda ph meter horiba 9615S-10D Standard

Elektrode ini sangat cocok digunakan laboratorium untuk pengukuran pH secara umum. Elektrode ini mempunyai respon yang cepat serta bagian ujung dari elektrode tersebut yang lebih kuat dibandingkan dengan seri sebelumnya. Banyak industri / laboratorium penelitihan yang sudah menggunakan elektroda model ini.

2. Sleeve touph 9681S-10D

Sleeve touph 9681S-10D

Elektrode ini didesain untuk sampel yang mempunyai viscositas yang tinggi seperti sampel protein, ataupun beberapa sampel khusus yang dianalisa di industri makanan.

3. Micro Touph 9618S-10D

9618S-10D Micro ToupH electrode

Elektroda ini didesain untuk pengukuran sampel pada jumlah yang sangat sedikit. Sampel yang dibutuhkan hanyalah 50 mikro liter. Sesuai dengan namanya, elektroda ini banyak kita temui di laboratorium biologi.

4. Long Touph 9680S-10D

9680S-10D Long ToupH electrode

Dengan dimensi panjang 283 milimeter (hampir 30 cm) serta diameter 8 milimeter maka elektrode ini sangat sesuai digunakan pada pengukuran pH dimana larutan terdapat pada wadah yang besar.

5. Flat Isfet 0040 – 10D

Horiba 0040-10D

Dengan permukaan ujung elektroda yang datar, elektrode ini banyak digunakan untuk pengukuran daging, pakaian, serta permukaan kertas. Cara pemakainnyapun sederhana yaitu cukup dengan menempelkannya saja.

6. Needle Isfet 0030-10D

Horiba Needle ISFET pH Electrode - 0030-10DElektrode ini sangat cocok untuk pengukuran buah-buahan misalnya jeruk dll.

elektroda pH meter horiba mana yang cocok untuk kebutuhan teman-teman? Silakan dikonsultasikan ke suplier sebelum dilakukan pembelian.

Cara Merawat Elektroda pH Meter :

Diakui atau tidak, masalah yang sering terjadi pada pengukuran derajat keasaman dengan menggunakan pH meter adalah dikarenakan elektroda pH meter itu sendiri. Memang elektrode ini mempunyai sifat yang sangat sensitif sehingga penanganannyapun harus benar-benar diperhatikan.

Untuk beberapa brand dan tipe tertentu pH meter terkadang jika terjadi suatu masalah mereka memberikan suatu petunjuk bagaimana cara mengatasi masalah tersebut. Misalnya pada saat kalibrasi pH meter ternyata dari nilai slope yang dihasilkan tidak sesuai spesifikasi dari alatnya maka pada display akan tertera petunjuk atau tahapan yang harus kita lakukan dalam mengatasi hal tersebut.

Apa saja yang harus diperhatikan yang barkaitan dengan elektroda pH meter tersebut?

1. Kalibrasi Berkala

Lakukan kalibrasi ph meter secara berkala pada setiap hari sebelum digunakan, atau jika pH meter digunakan secara continue 24 jam lakukan pada interval 8 jam (atau setiap shift), teman-teman bisa memanfaatkan fitur calibration reminder yang terdapat pada unit alat dimana alat akan memberikan sinyal alarm jika kalibrasi sudah lewat 8 jam. Gunakan paling tidak 2 larutan standar buffer dimana rentang pengukuran akan dilakukan, lebih baik lagi jika kita menggunakan 3 larutan buffer. Untuk larutan buffer tersebut dapat mudah kita dapatkan di suplier, yang perlu kita perhatikan adalah larutan standar yang kita beli tersebut apakah merujuk ke standar NIST atau USA.

Baca Juga : Cara Kalibrasi pH Meter Laboratorium

2. Penyimpangan Elektrode pH meter

Jika pH meter tidak digunakan, Ujung elektrode harus kita kondisikan dalam kondisi tetap basah dan direndam dalam larutan elektrolit KCl 3 M untuk mencegah larutan reference terdifusi keluar.

3. Perawatan Elektroda pH meter

Secara rutin misalnya 1 bulan sekali, elektrode harus dibersihkan dengan menggunakan larutan pencuci, ada beberapa brand yang menjual cleaning solution khusus untuk elektrode pH meter ini. Untuk reference solution yang ada di elektroda juga diperlukan penggantian secara berkala, pastikan kita mempunyai stock untuk reference solution tersebut.

Referensi :

https://www.horiba.com/en_en/

Ulasan pH Meter Horiba Tipe F 72

ph meter horiba tipe F72

Pengukuran derajat keasaman / pH merupakan kegiatan rutin yang sering dilakukan di laboratorium kimia. Alat yang digunakan untuk pengukuran tersebut adalah pH meter. Ada banyak brand serta tipe dari pH meter, namun pada kesempatan kali ini kami akan mereview pH meter Horiba Tipe F 72, salah satu brand / tipe yang bisa dibilang sangat bagus untuk sebuah pH meter. Tidak hanya dari sisi unitnya saja, namun dari support yang diberikan oleh agent nya juga sangat cepat terutama dari sisi penanganan keluhan pelanggan (complain) sehingga membantu pekerjaan kita sebagai user.

Lalu apa sih kelebihan pH meter Horiba Tipe F 72 ini ? Berikut ulasannya :

Tipe F72 mempunyai display layar sentuh serta navigasi menu yang sangat sederhana sehingga lebih nyaman digunakan bagi operator. Rentang ukur 0 – 14 dengan resolusi yang dapat dipilih yaitu 0.01 atau 0.001 sesuai dengan kebutuhan anda di lapangan. masuk di menu kalibrasi, tipe F 72 ada 3 pilihan standar yang dapat kita gunakan yaitu NIST, USA, ataupun Custom. Untuk paket pembelian biasanya juga ditawarkan 1 paket larutan buffer yang terdiri dari 3 nilai pH ditambah dengan 1 larutan KCl yang dapat kita gunakan untuk penggantian reference solution di elektrode pH meter anda dimana hal ini merupakan perawatan rutin pada elektrode. Cara kalibrasi horiba tipe F72 ini juga terbilang sangat mudah. Bagaimana cara kalibrasinya serta tips pemilihan larutan standar / buffer solutionnya telah diulas secara detil melalui link berikut.

Baca Juga : Cara Kalibrasi pH Meter Laboratorium

Keunggulan lain yang mungkin akan sangat berguna bagi user di laboratorium adalah “troubleshooting navigation”. Fitur akan sangat membantu operator di lapangan ketika terjadi masalah / error pada unit pH meter tersebut karena akan ada semacam guide / panduan yang dapat kita ikuti mengenai masalah yang terjadi serta bagaimana cara mengatasinya. Apakah masaah terjadi pada elektroda pH meter, Reference Solution yang perlu diganti, Atau mungkin masalah justru terjadi di dalam unitnya, semua akan ditunjukkan pada menu “troubleshooting navigation tersebut. Hal ini tentunya akan memangkas waktu, karena tipe-tipe sebelumnya ketika terjadi masalah pada alat laboratorium, maka yang kita lakukan pertama kali adalah membuka manual book yang tentunya lebih memeakan waktu.

Dalam melakukan pembelian unit pH meter horiba F 72 ini pastikan untuk meminta dokumen IQ dan OQ alat tersebut. Dokumen ini merupakan rangkaian kegiatan yang membuktikan bahwa unit pH meter yang anda beli terinstal dengan lengkap di lapangan dan berjalan dengan normal, dokumen ini juga merupakan dokumen yang sangat penting karena terkadang akan ditanyakan pada saat audit.

Baca Juga : Kualifikasi pH Meter Laboratorium

Semoga Bermanfaat.

Referensi :

https://www.horiba.com/usa/water-quality/detail/action/show/Product/laqua-f-72-974/

Kualifikasi pH Meter Laboratorium (KD, KI, KO, KK – Design, Instalasi, Operasional, Kinerja)

Kualifikasi pH Meter Laboratorium (KD, KI, KO, KK – Design, Instalasi, Operasional, Kinerja)

Seperti kita ketahui, tahap desain kualifikasi merupakan bagian terpenting dalam setiap pembelian alat ukur / alat laboratorium. Dimana tahap ini merupakan tahap rancangan untuk apa alat tersebut kita beli, spesifikasinya seperti apa, aplikasinya akan kita gunakan dimana, dll.

Di dunia industri hal-hal tersebut terkadang kita sebut dalam dokumen URS (user requirement specification). Salah penentuan dalam desain kualifikasi ini menyebabkan kesalahan pembelian alat atau kurang lebih membeli alat yang tidak sesuai dengan penggunaannya.

Dalam artikel berikut kita akan membahas mengenai tahapan design kualifikasi pH meter yang diikuti dengan tahapan Kualifikasi Instalasi, Kualifikasi Operasional, Kualifikasi Kinerja dari pH Meter, salah satu unit alat yang hampir pasti ada di dalam laboratorium.

4 Tahapan Kualifikasi pH Meter Laboratorium (KD, KI, KO, dan KK)

kualifikasi pH Meter - IQ OQ PQ

Tahapan ini bisa digunakan untuk berbagai macam brand pH meter, karena yang kami tulis disini adalah gambaran besarnya saja.

A. Pelaksanaan Kualifikasi Design

  • Penentuan Parameter yang Diukur (Kualifikasi Design)

Parameter apa saja yang akan kita ukur, Alat pH meter terkadang juga bisa digunakan untuk pengukuran conductivity, DO, TDS, dll. Contoh : pH meter Hanna Tipe HI2040, selain bisa digunakan untuk mengukur pH juga bisa digunakan untuk mengukur DO, TDS, maupun salinity.

Apakah kita hanya akan melakukan pengukuran PH meter saja atau juga digunakan untuk mengukur parameter yang lainnya.

Jika kita misalnya ingin melakukan pengukuran untuk parameter pH dan Dissolved oxygen (DO) tentu disarankan membeli satu unit alat yang mampu mengukur kedua parameter tersebut karena akan dirasa lebih efisien dibandingkan dengan membeli 2 unit alat yang masing-masing digunakan untuk mengukur pH dan Dissolved oxygen (DO).

Prinsipnya adalah, Petakan kebutuhan teman-teman, dari parameter ini maka anda akan dapat menyimpulkan tipe yang mana alat yang akan anda beli.

  • Penentuan Tipe Elektrode (Kualifikasi Design)

Pikirkan mengenai aplikasi dari pengukuran anda, pH meter akan anda gunakan untuk mengukur sampel apa?

Apakah sampel berbentuk solution / liquid atau gel, atau mungkin teman-teman gunakan untuk mengukur keasaman buah atau daging.

Tanyakan ke vendor / Suplier alat ukur besangkutan mengenai jenis unit atau elektroda yang mana yang sesuai dengan aplikasi pengukuran di tempat anda. Mereka mempunyai referensi yang lebih lengkap karena didukung oleh principle nya langsung.

Secara berkala terkadang suplier tersebut juga melakukan training / pelatihan secara gratis mengenai pengenalan fitur-fitur pH meter beserta dengan kelebihan serta kekurangan elektrodanya.

  • Larutan Buffer (Kualifikasi Design)

TIpe Unit dan Elektroda sudah ketemu, Selanjutnya adalah kelengkapan asesories dari unit yang akan kita beli.

Apakah kita akan membeli kelengkapan pendukung seperti larutan buffer, larutan reference, dan lain sebagainya?

Jika kita ingin membeli langsung pastikan juga kita memilih tipe yang sesuai dalam satu paket, apakah mengikuti standar NIST, standar USA, atau yang lainnya.

Tipe standar yang kita pilih ini juga akan berpengaruh pada pengaturan menu kalibrasi di dalam unit pH meter tersebut. Pembelian elektrode satu paket secara langsung dengan unit sangat disarankan sehingga dapat dalam aplikasi di lapangan lebih efisien.

Sekali lagi, tanyakan ke vendor / suppliernya terkait hal tersebut.

B. Pelaksanaan Kualifikasi Instalasi

Setelah semuanya lengkap, pastikan kepada vendor / suplier apakah paket pembelian tersebut termasuk dengan kelengkapan dokumen IQ OQ serta pelaksanaannya.

Pelaksanaan Kualifikasi Instalasi merupakan pemeriksaan pada tahapan penginstalan, hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahapan kualifikasi instalasi ph meter ini antara lain adalah :

  • Unit pH meter
  • Elektroda pH meter
  • Stand pH Meter
  • Larutan Buffer pH Meter

Apakah komponen-komponen tersebut ada?

Tentunya pada tahapan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya bisa berbeda mengingat tergantung dengan Purchase Order (PO) yang diterbitkan oleh departemen pembelian di perusahaan teman-teman.

C. Pelaksanaan Kualifikasi Operasional

Pada tahapan ini, biasanya dilakukan dengan cara kalibrasi pH meter terhadap beberapa larutan standar buffer.

Apakah hasil slope kalibrasi pH meter tersebut memenuhi standar? Catat jika terjadi penyimpangan.

Tahapan ini merupakan tahapan yang sangat penting mengingat penyimpangan paling besar pada saat kalibrasi pH meter biasanya sebagian besar disebabkan oleh faktor elektrodanya.

D. Pelaksanaan Kualifikasi Kinerja pH Meter

Tahapan ini merupakan tahapan yang terakhir, dimana setelah kalibrasi pH meter pada tahapan kualifikasi operasional masuk spesifikasi yang telah ditentukan, maka kita aplikasikan unit pH meter tersebut ke dalam sampel laboratorium yang akan kita lakukan analisa sehari-hari.

Tips Memilih Supplier pH Meter

pH Meter hanna

Nah kita sudah mengetahui pentingnya tahapan DQ, IQ, OQ, PQ pH meter diatas, ada beberapa tahapan dimana memang support dari vendor atau supplier pH meter sangatlah kita butuhkan.

Memilih supplier pH meter yang tepat sangat penting untuk memastikan Anda mendapatkan produk berkualitas dengan layanan purna jual yang baik. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam memilih supplier pH meter:

  1. Tentukan Kebutuhan Anda:
    • Spesifikasi yang dibutuhkan (range pengukuran, akurasi, resolusi).
    • Jenis pH meter (portable, benchtop, atau in-line).
    • Fitur tambahan yang diperlukan (kompensasi suhu, data logging).
  2. Reputasi Supplier:
    • Cari tahu sejarah dan pengalaman supplier di industri.
    • Baca ulasan dan testimoni pelanggan.
    • Periksa sertifikasi dan lisensi yang dimiliki oleh supplier.
  3. Kualitas Produk:
    • Pastikan produk memiliki sertifikasi internasional (misalnya, ISO, CE).
    • Periksa material dan teknologi yang digunakan dalam pH meter.
    • Pastikan pH meter memiliki fitur kalibrasi dan elektroda berkualitas tinggi.
  4. Layanan Purna Jual:
    • Tanyakan tentang garansi produk dan durasinya.
    • Periksa ketersediaan suku cadang dan aksesoris.
    • Pastikan adanya dukungan teknis.
  5. Harga dan Kebijakan Pembayaran:
    • Bandingkan harga dari beberapa supplier untuk mendapatkan penawaran terbaik.
    • Periksa apakah ada diskon untuk pembelian dalam jumlah besar.
    • Tinjau kebijakan pembayaran, apakah tersedia opsi pembayaran bertahap atau kredit.
  6. Pengiriman dan Waktu Pengiriman:
    • Pastikan supplier dapat mengirimkan produk ke lokasi Anda.
    • Tanyakan tentang estimasi waktu pengiriman.
  7. Dukungan Teknis dan Pelatihan:
    • Tanyakan apakah supplier menyediakan pelatihan penggunaan pH meter.
    • Periksa ketersediaan manual pengguna.
    • Pastikan adanya layanan dukungan teknis yang mudah dihubungi.
  8. Keamanan dan Kebijakan Pengembalian:
    • Tinjau kebijakan pengembalian produk jika terjadi kerusakan atau ketidakpuasan.
    • Pastikan supplier memiliki sistem keamanan yang baik untuk transaksi online.

Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat memilih supplier pH meter yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan Anda, serta memastikan mendapatkan produk berkualitas dengan layanan purna jual yang memadai.

Salah satu brand pH meter yang mempunyai berbagai macam tipe atau aplikasi untuk berbagai kebutuhan pengukuran pH meter adalah hanna instrument. Tim support yang kompeten juga akan senantiasa memberikan penjelasan terkait dengan kebutuhan teman-teman sehingga teman-teman tidak akan salah pilih dalam menentukan unit yang sesuai.

Untuk mengetahui lebih lengkap berbagai tipe dari pH meter tersebut teman-teman bisa kontak langsung ke Distributor Hanna Instruments di link tersebut.

Semoga Bermanfaat.

Service Alat Laboratorium, Lebih Murah Daripada Beli Alat Baru!

service alat laboratorium murah

Tak bisa dipungkiri, unit alat laboratorium jika ditinjau dari sisi harga tidaklah murah, terkadang bisa berkisar di angka puluhan s/d ratusan juta. Sehingga untuk melakukan pengadaan alat baru terkadang menjadi masalah tersendiri. Maka tak jarang perusahaan yang melakukan kontrak perawatan alat-alat yang ada di laboratorium untuk mensiasati hal tersebut, dimana kontrak tersebut sudah termasuk pekerjaan service alat laboratorium jika mengalami kerusakan. Diakui atau tidak hal ini cukup menekan pengeluaran di perusahaan.

Berikut ini adalah beberapa service alat laboratorium yang seringkali terjadi di perusahaan :

  • Timbangan

  1. Mati total

    Kondis ini terkadang diawali dengan masalah yang sepele, contohnya menggunakan adaptor timbangan yang bukan aslinya, Dikarenakan voltase pada adaptor yang berbeda maka bisa menyebabkan komponen elektrikal nya yang terbakar sehingga menyebabkan timbangan mati total.

  2. Keypad yang tidak berfungsi dengan baik

    Kerusakan jenis ini sebenarnya dikarenakan karena pemakaian yang sudah terlalu lama saja, sehingga tombol-tombol pada timbangan menjadi aus dan terkadang pada saat menekan diperlukan tenaga yang berlebih, hal ini tentunya sangat mengganggu aktivitas pekerjaan di dalam laboratorium sehingga disarankan dilakukan penggantian terhadap keypad timbangan tersebut.

  3. Drifting

    Kerusakan ini hampir terjadi di semua jenis timbangan karena umur pemakaiannya yang sudah bertahun-tahun, kerusakan jenis ini ditandai dengan ketidakstabilan nilai yang muncul di display timbangan.

  • Oven / Inkubator

  1. Upgrade Panel dari Analog Ke Digital

    Untuk oven / inkubator keluaran tahun 2000 an, terkadang tombol-tombol panelnya masih analog. Salah satu kelemahan sistem analog ini adalah pada saat seting point resolusi menjadi lebih besar (misalnya : per 2.5 atau 5 derajat celsius), hal ini juga akan berdampak pada saat dilakukan kalibrasi terhadap unit tersebut, maka sangat di sarankan untuk melakukan upgrade tombol panel oven / inkubator tersebut dari analog menjadi digital.

  2. Distribusi temperature yang tidak merata

    Sebaran temperature pada oven dan inkubator terkadang juga menjadi masalah jika jarak antara suhu maksimal dengan minimal pada saat dilakukan kalibrasi mempunyai nilai yang besar. Untuk mengetahui hal ini sangatlah mudah karena kita cukup melihat nilai overall temperature pada sertifikat kalibrasinya.

  3. Penggantian Heater Pada Oven / Inkubator

    Heater pada oven dan inkubator merupakan elemen penghasil panas, jika heater ini bermasalah maka kinerja oven / inkubator juga akan menjadi masalah. Maka disarankan untuk dilakukan penggantian.

Baca Juga : Pangkas Budget perusahaan dengan program kalibrasi suhu temperature

  • Autoclave

  1. Karet pada pintu autoclave

    Fungsi di karet di dalam pintu autoclave ini adalah untuk menahan supaya tekanan di dalam autoclave tidak keluar karena jika ini terjadi maka proses sterilisasi akan terganggu, jika karet di dalam pintu autoclave tersebut sudah rusak maka sebaiknya dilakukan penggantian.

  2. Penggantian Heater Autoclave

    Sama halnya pada oven / inkubator, heater merupakan elemen penghasil panas, dengan semakin berumurnya unit autoclave maka elemen ini terkadang mengalami kerusakan sehingga perlu dilakukan penggantian.

  • Climatic Chamber

  1. Nilai RH yang tidak tercapai

    Kondisi tersebut biasanya terjadi karena kinerja nebulizer yang kurang maksimal sehingga terkadang diperlukan penggantian terhadap nebulizer tersebut

  2. Controller RH & Temperature yang mengalami kerusakan

    Seperti kita ketahui climatic chamber merupakan unit yang terdiri dari 2 parameter yaitu temperature dan humidity. Dengan berjalannya waktu terkadang controller baik pada RH / temperature tersebut mengalami kerusakan sehingga diperlukan penggantian.

Jika teman-teman ada mempunyai kebutuhan akan service alat laboratorium dengan kerusakan yang mungkin tidak bisa diperbaiki oleh internal di perusahaan maka silakan hubungi kami untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu.

Bisa melalui email di :
admin@sentrakalibrasiindustri.com

Atau bisa menggunakan form berikut.

Teori Dasar dan Tahapan Kalibrasi Water Activity (Aw) Meter

Air merupakan komponen yang keberadaannya perlu dipantau dalam sebuah industri makanan, farmasi, kosmetik, dll karena keberadaan air tersebut akan mempengaruhi tekstur, penampilan, rasa, serta kestabilan dari produk itu sendiri. Jika berbicara mengenai kandungan air di dalam suatu produk maka seringnya melibatkan 2 tipe pengukuran, yaitu :

1. Moisture Content
Moisture content menunjukkan adanya jumlah kandungan air di dalam suatu sampel, metode yang biasa digunakan untuk menentukan kandungan air ini adalah melalui loss of drying dengan menggunakan alat moisture analyzer serta penentuan kandungan air dengan menggunakan karl fisher titration.
Penentuan loss of dryining dengan menggunakan moisture analyzer di jadikan solusi dalam analisa In Process Control (IPC) karena waktu analisa yang relatif singkat yaitu hanya memakan waktu kurang lebih 5 menit saja.

2. Water Activity (Aw)
Water activity (Aw) mengukur status energi air di dalam sistem. Nilai yang ditampilkan pada alat aw meter adalah seberapa kuat ikatan air yang terdapat di dalam sampel yang diukur. Hal ini berkaitan erat dengan prediksi pertumbuhan mikroba yang akan terjadi di dalam sampel yang dianalisa tersebut. Analisa water activity meter ini juga tidak memakan waktu yang lama, kurang lebih berkisar antara 3 – 4 menit saja sehingga juga banyak digunakan untuk analisa In Process untuk mengetahui tingkat aktivitas kekuatan ikatan air di dalam sampel bahan tersebut.

Alat Untuk Mengukur Aw Meter (Water Activity Meter)

water activity meter

Untuk mengukur water activity (Aw) maka diperlukan alat yang namanya Aw meter, banyak brand / tipe dari alat ukur aw meter ini, salah satunya adalah aqualab decagon 4 TE. Keunggulan dari unit alat ini adalah pengoperasiannya dan perawatannya yang relatif mudah dilakukan. Detil spesifikasi alat ini bisa dilihat langsung di websitenya.

Mengenal Bagian-Bagian Aw Meter Aqualab decagon 4 TE

bagian-bagian water activity meter aqualab 4 te

cara kalibrasi aw meter water activity meter

sampel cup aw meter

Berikut ini adalah komponen utama yang ada di dalam alat Aw meter :

  1. Display yang menunjukkan hasil pembacaan nilai water activity dari sampel
  2. Lever yang berfungsi untuk melakukan pembacaan pada sampel bila posisi level tersebut di geser ke kiri
  3. Sampel chamber untuk menempatkan sampel cup yang telah terisi dengan sampel sebelum dilakukan pembacaan
  4. mirror
  5. thermophile yang berfungsi sebagai sensor pembacaan dari sampel
  6. Sampel cup sebagai tempat sampel

Cara Pengoperasion Aw Meter Aqualab 4 TE

untuk pengoperasion Aw meter ini terbilang sederhana, berikut ini adalah tahapannya :

  1. Tuang sampel yang akan dianalisa ke dalam sample cup dengan volume kurang lebih setengahnya.
  2. Letakkan sampel cup yang sudah terisi sampel ke dalam chamber Aw meter aqualab 4 TE
  3. Geser lever ke arah kiri untuk melakukan pembacaan sampel tersebut
  4. Analisa akan membutuhkan kurang lebih sekitar 3 menit, hasil analisa water activity (Aw) akan muncul di dalam display alat dengan disertai bunyi beep yang menandakan pembacaan sampel sudah stabil.

Selain pembacaan sampel tersebut diatas, hal lain yang perlu diperhatikan pada alat Aw meter ini adalah perlunya dilakukan kalibrasi sehingga tetap menjamin keakuratan pembacaannya.

Tahapan Kalibrasi Aw Meter (Water Activity Meter)

Sebelum melakukan kalibrasi Aw Meter, ada beberapa bahan yang perlu kita siapkan antara lain sebagai berikut :

  • Cleaning kit solution
  • Charcoal Pellet
  • Larutan standar sesuai dengan penggunaanya, larutan standar ini antara lain sebagai berikut : LiCl 13.41 molal in H2O 0.250 Aw ; NaCl 6.0 molal in H2O 0.760 Aw ; H2O 1000 Molal 1.000 Aw

Cara Kerja :

  1. Nyalakan AW Meter aqualab decagon 4TE dengan menekan tombol power yang ada dibelakang alat ke posisi ON sehingga display (1) menyala.
  2. Biarkan alat dalam kondisi standby selama kurang lebih 15 menit.
  3. Bersihkan bagian mirror (4) dan thermophile (5) dengan menggunakan cleaning kit solution.
  4. Tuang Charcoal pellet ke sample cup (6) kemudian masukkan ke dalam sample chamber (3) dan lakukan pembacaan dengan cara menggeser lever (2) ke posisi read.
    Catatan : Pembacaan charcoal dilakukan untuk menyerap air yang tersisa pada sample chamber AW Meter aqualab decagon tipe 4TE
  5. Jika pembacaan charcoal pellet sudah selesai dengan ditandai dengan bunyi beep ambil dan simpan kembali charcoal pellet tersebut di tempat yang telah ditentukan.
  6. Perhatikan gambar berikut untuk melakukan kalibrasi aw meterkalibrasi aw meter water activity
  7. Pilih document icon (8) dengan menggunakan tombol perintah yang ada dibawahnya (9) sehingga display (1) menunjukkan tampilan seperti dibawah ini :tampilan menu aw meter
  8. Tekan tombol keatas atau kebawah (10) sehingga tulisan temperature (11) akan tersorot kemudian pilih enter (13) dengan menekan tombol perintah yang ada dibawahnya (9)seting temperature aw meter
  9. Ubah temperature menjadi 25 °C dengan menggunakan tombol keatas atau kebawah (10) kemudian pilih save (14) dengan menggunakan tanda perintah dibawahnya (9)
  10. Tekan kembali tombol keatas atau kebawah (10) sehingga tulisan Temp. Eq (12) akan tersorot kemudian pilih enter (13) dengan menggunakan tombol perintah yang ada dibawahnya (9).
  11. Ubah Temp. Eq menjadi < Δ1.0 °C dengan menggunakan tombol keatas atau kebawah (10) kemudian pilih save (14) dengan menggunakan tombol perintah dibawahnya (9)temp equivalent aw meter
  12. Pilih kembali document icon (8) sehingga tulisan calibration tersorot seperti tampilan gambar configuration diatas dan pilih enter (13) dengan menggunakan tombol perintah yang ada dibawahnya (9) sehingga display (1) menunjukkan tampilan gambar seperti dibawah ini :tahapan kalibrasi aw meter water activity meter
  13. Tuang larutan verivication standar NaCl 6 molal in H2O 0.760 Aw ke sample cup (6) dan masukkan ke dalam sample camber (3).
  14. Pilih enter (13) dengan menggunakan tombol perintah yang ada dibawahnya (9) sehingga display (1) menunjukkan tampilan gambar seperti dibawah ini :proses kalibrasi aw meter
  15. Pilih tanda √ (15) dengan menggunakan tombol perintah dibawahnya (9) sehingga proses pembacaan verification standard berjalan.
    Catatan : Analisa selesai dengan disertai dengan bunyi beep dan menunjukkan nilai dari verification standard NaCL 6 molal in H2O 0.760 Aw seperti pada tampilan gambar dibawah ini :adjustment kalibrasi water activity
  16. Lakukan adjustment nilai Aw meter dengan menekan tombol keatas atau kebawah (10) sehingga nilai sesuai dengan nilai verification standard NaCl 6 molal in H2O 0.760 Aw
  17. Jik sudah selesai lakukan kalibrasi dengan menggunakan larutan water activity (Aw) dengan konsentrasi yang lainnya.

Jika teman-teman ada kendala dalam hal kalibrasi water activity (Aw) meter karena mungkin ketiadaan larutan standarnya maka bisa juga menggnakan jasa layanan kalibrasi aw meter melalui form penawaran harga berikut.