Pembahasan Tentang Ayakan Laboratorium (Test Sieve)

Anda mempunyai ayakan laboratorium atau terkadang dikenal dengan sebutan test sieve untuk analisa distribusi partikel di laboratorium ? Ukuran partikel bagi beberapa industri sangatlah penting atau bisa dikatakan titik kritis pada spesifikasi produk karena bisa jadi ukuran partikel akan mempengaruhi kualitas produk itu sendiri. Aplikasi dalam analisa ukuran partikel ini sangat beragam misalnya dalam industri semen, pertambangan, bahkan sampai industri makanan.

Dalam melakukan analisa partikel tersebut, tentunya diperlukan beberapa buah ayakan / test sieve, karena harga per unit atau satuan alat ini bisa dikatakan tidak murah, berkisar antara 2 – 3 jutaan maka kita harus benar-benar menjaganya agar tidak cepat rusak sehingga biaya pembelian alatpun dapat dihemat.

Namun sebelum membahas tentang tips merawat ayakan, ada baiknya kita terlebih dahulu mengenal mengenai jenis ayakan ini.

Macam-Macam Ukuran Ayakan :

Di industri, ayakan dapat kita temui dari berbagai ukuran antara lain sebagai berikut

 

Nomor Ayakan (Mesh) Ukuran dalam Micrometer Nomor Ayakan (Mesh) Ukuran dalam Micrometer
20 850 120 125
25 710 140 106
30 600 170 90
35 500 200 75
40 425 230 63
45 355 270 53
50 300 325 45
60 250 400 38
70 212 450 32
80 180 500 25
100 150 635 20

Dengan satuan Mesh, di unitnya sendiri biasanya selain tertulis mesh juga tertulis angka mikron meter nya, karena kedua ukuran ini merupakan konversi dimana arti mesh itu sendiri adalah jumlah lubang pada mesh luasan 1 inch persegi.

Sebagai contoh ayakan mesh 40 artinya adalah dalam 1 inchi mesh terdapat lubang sebanyak 40.

Dibawah ini adalah contoh gambar ayakan dengan ukuran 710 mikron (Ukuran Mesh 25, lihat angka yang ada di lingkaran biru)

macam-macam ukuran mesh

Prinsip Kerja Ayakan Mesh :

Prinsip kerjanya sangatlah sederhana dan hampir mirip dengan saringan biasa. Dimana pemisahan partikel berdasarkan ukurannya, Partikel dengan ukuran yang relatif besar akan tertahan, dan ukuran yang lebih kecil akan lolos dari ayakan mesh tersebut.

Berikut ini adalah contoh dari COA (Certificate Of Analysis) bahan beta carotene, dimana salah satu parameter yang diuji adalah particle size dengan menggunakan metode ayakan (lihat tulisan di lingkaran biru)

contoh coa bahan untuk parameter mesh
Dapat dilihat bahwa bahan tersebut mempunyai spesifikasi 100 % bahan beta carotene lolos di mesh 80, dan hasilnya memang ternyata memenuhi spesifikasi.

Cara Kerja Ayakan di Laboratorium :

Di dalam laboratorium ayakan tidak dapat digunakan secara sendiri, pada saat analisa ayakan selalu berpasangan dengan shieve shacker. Berikut ini kurang lebih gambar dari shieve shacker untuk merk endecotts tipe octagon 200.

shieve shacker lab

Dapat dilihat dalam gambar tersebut, terdapat susunan beberapa ayakan, secara prinsip ayakan tersebut disusun dari pan di paling bawah untuk menampung bahan yang lolos di semua ukuran ayakan yang digunakan untuk analisa diikuti dengan ukuran ayakan dengan mesh paling besar sampai dengan ukuran ayakan dengan mesh yang paling kecil di paling atas.

cara menggunakan ayakan test sieve

Mengenal Bagian-bagian shieve shacker :

fungsi shieve shacker

kontrol panel shieve shacker

Dapat terlihat jelas di gambar mengenai bagian-bagian dari shieve shacker dimana disitu ada Clamp plate, Clamp hand wheel, Large Plain Clamp washer, Sieve stack, Round clamp rods, dan Control Panel.

Untuk bagian kontrol panelnya terdapat tombol dan indikator yaitu antara lain Lampu LED, Mode Interval, Display waktu, Lampu LED saat tombol start dipencet, tombol start, Tombol naik turun untuk menambah waktu, Tombol stop, tombol naik turun untuk menambah amplitudo, Indikator bar amplitudo

Pada saat pembelian shieve shacker tersebut, tentunya datang dalam kondisi yang belum terakit Pihak suplier akan melakukan Kualifikasi Instalasi serta Kualifikasi Operasional yang tentunya harus kita dampingi.

Baca Juga : IQ OQ PQ pada proses pembelian alat ukur

Cara Penggunaan Shieve Shacker dan Ayakan Laboratorium :

  1. Hubungkan stop kontak shieve shacker dengan sumber arus listrik
  2. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON / OFF yang berada di belakang alat.
  3. Atur waktu / time (No. 3) dengan menekan tombol panah keatas pengatur waktu (No. 6) atau tombol panah kebawah pengatur waktu (No. 8) sesuai dengan waktu analisa sampel yang akan dilakukan.
  4. Atur Amplitudo (No. 11) dengan menekan tombol panah keatas pengatur amplitudo (No. 9) atau tombol panah kebawah pengatur amplitudo (No. 10) sesuai dengan amplitudo analisa sampel yang akan dilakukan.
  5. Letakkan susunan pan receiver dan ayakan laboratorium / test sieve dengan ukuran mesh sesuai dengan metode analisa sampel yang akan dianalisa. Pastikan pan dan test sieve tersebut masing-masing sudah ditimbang dalam keadaan yang masih kosong.
  6. Tuang sampel ke dalam susunan pan receiver dan ayakan tersebut sebanyak 100 gram kemudian tutup dengan clamp plate.
  7. Letakkan susunan pan dan ayakan tersebut pada shieve shacker kemudian turunkan clamp plate sampai menempel ke susunan pan receiver dan ayakan
  8. Kencangkan dengan cara memutar clamp hand wheel sebelah kanan dengan memutar searah jarum jam dan memutar clamp hand wheel sebelah kiri dengan memutar berlawanan dengan jarum jam.
  9. Kunci dengan memutar large plain clamp washer kanan dan kiri searah dengan jarum jam.
  10. Tekan starts (No. 5) untuk memulai melakukan analisa. Waktu analisa akan berjalan mundur sampai ke 0:00, jika ingin menghentikan analisa sebelum waktu analisa selesai makan tekan tombol stop (No. 7)
  11. Setelah analisa selesai putar large plain clamp washer sebelah kiri dan kanan dengan cara memutar berlawanan dengan arah jarum jam.
  12. Kendorkan clamp hand wheel sebelah kiri dengan memutar searah jarum jam dan clamp hand wheel sebelah kanan dengan memutar berlawanan arah dengan jarum jam.
  13. Angkat clamp plate ke arah atas sehingga pan receiver  susunan ayakan / test sieve (13) bisa diambil
  14. Timbang masing masing ayakan dan pan receiver yang sudah terdapat sampel di dalamnya.
  15. Lakukan perhitungan jumlah berat tertahan sampel yang dianalisa sesuai dengan metode analisa masing-masing sampel.

Perhitungan Analisa Partikel dengan Metode Ayakan :

Untuk mempermudah melakukan perhitungan ini, maka kita akan menggunakan microsoft excel, dan kita berikan contoh ukuran ayakan yang digunakan adalah Mesh 30 ; 45 ; 60 ; 80 ; 100 ; 120 ; dan pan receiver. berikut ini adalah langkahnya.

Ukuran Mesh Berat Kosong (gr) – Kolom A Berat Kosong + Sampel (gr) – Kolom B Tertahan di Mesh (gr) – Kolom C % Tertahan di Mesh – Kolom D % Tertahan Kumulatif di Mesh – Kolom E
30 210.66 216.32 5.66 5.65 5.65
45 220.12 227.67 7.55 7.54 13.19
60 217.52 237.4 19.88 19.84 33.03
80 235.77 255.76 19.99 19.95 52.98
100 226.01 250.78 24.77 24.73 77.71
120 219.44 232.55 13.11 13.09 90.8
Pan Receiver 259.33 268.55 9.22 9.2 100
100.18
  1.  Masukkan nilai berat kosong pan receiver dan setiap ukuran ayakan di kolom A
  2. Masukkan nilai berat kosong + sampel untuk setiap ukuran ayakan di kolom B
  3. Masukkan berat yang tertahan di mesh di kolom C yang didapatkan dari pengurangan kolom B – kolom A
  4. Masukkan nilai % berat tertahan di kolom D dengan cara (berat tertahan setiap ayakan / 100.18) x 100 %
  5. Jika ingin mengetahui data persentase kumulatif maka silakan ditambahkan persentase yang tertahan di setiap ayakannya.

Contoh cara membaca hasil analisa dengan ayakan :

Pada tabel diatas maka :

  • Sampel yang tertahan di ayakan mesh 60 saja adalah 19.88 gram atau 19.84 %
  • Secara kumulatif yang tertahan di ayakan mesh 60 adalah sampel yang tertahan di ayakan mesh 30 + sampel yang tertahan di ayakan mesh 45 + sampel yang tertahan di ayakan mesh 60 = 33.03 %

Mudah dipahami kan?

Tips mengenai cara merawat Ayakan Laboratorium / test sieve :

Test Sieve seperti halnya peralatan laboratorium lainnya juga memerlukan perawatan secara berkala untuk menjamin kesesuaiannya terhadap standar yang telah ditentukan. Test sieve ini harus disimpan dalam keadaan bersih dan kering.

Pembersihan test sieve harus dilakukan dengan menggunakan ultrasonic cleaner, hal ini harus kita lakukan secara berkala, lebih baik jika dapat kita lakukan harian misalnya setiap akhir shift 3, hal ini untuk menjamin bahwa lubang atau hole yang ada di test sieve tersebut tidak banyak tertutup oleh sisa-sisa sampel yang mungkin tidak dapat dibersihkan dengan menggunakan kuas biasa. Disarankan lagi jika pembersihan dengan menggunakan ultrasonic cleaner tersebut ditambahkan deterjen pembersih khusus.

Jika pada saat pembersihan test sieve menggunakan kuas maka disarankan kuas terbuat dari bahan nilon serta pembersihan dilakukan hanya pada bagian bawah dengan gerakan yang melingkar. Jika ayakan / test sieve tersebut digunakan pada industri makanan yang menerapkan sistem jaminan halal, pastikan kuas tersebut juga terbuat dari bulu hewan yang halal. Jangan pernah menggunakan benda tajam jika ada sisa sampel yang yang terjebak di dalam lubang test sieve tersebut dikarenakan dapat merusak wire atau kawat baik itu terputus, melengkung, dll sehingga dari sisi spesifikasi sudah tidak masuk standar lagi.

Selalu lakukan kalibrasi secara rutin untuk peralatan test sieve ini untuk mengetahui apakah dimensi dari wire tersebut masih sesuai standar yang telah ditentukan. Jika ternyata sudah tidak masuk standar maka disarankan untuk melakukan penggantian yang baru karena hal ini akan berpengaruh pada hasil analisa sampel anda.

Kalibrasi Ayakan Laboratorium / Test Sieve dan Toleransi Keberterimaannya :

Prinsip kerja kalibrasi ayakan / test sieve adalah dengan mengukur dimensi beberapa lubang pada ayakan tersebut, Standar yang digunakan adalah profil projector / ada juga yang menggunakan mikroskop sesuai dengan metode analisa masing-masing laboratorium bersangkutan dalam melakukan validasi metodenya. Untuk metode kalibrasi yang umum dipakai adalah ASTM E-11.

Kalibrasi test sieve / ayakan ini di berbagai perusahaan dianggap memerlukan biaya yang tinggi jika ingin dilakukan secara internal karena harga standar / kalibrator yang relatif mahal. Maka tak jarang jika mereka lebih memilih untuk melakukan kalibrasi secara eksternal atau menggunakan jasa kalibrasi eksternal.

Untuk menggunakan / permohonan penawaran harga kalibrasi ayakan / test sieve bisa menggunakan form disini.

Untuk toleransi Test Sieve / Ayakan juga mengacu pada dokumen ASTM E11 – 13 Standar Specification FOr Woven Wire Test Sieve Cloth and Test Sieve

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *