Mikropipet : Mengenal Fungsi, Jenis, Serta Ukurannya.

mikropipet adalah

Bagi teman-teman yang bekerja sebagai analis kimia / laboratorium fisika mungkin tidak semua bersinggungan dengan mikropipet, bahkan terkadang mereka bertanya apa yang dimaksud dengan mikropipet?

Mikropipet atau dikenal juga dengan istilah pipet mikro / pipet piston merupakan salah satu alat laboratorium yang banyak digunakan di laboratorium kesehatan / laboratorium biologi yang digunakan untuk mengambil larutan dalam jumlah yang kecil, biasanya kurang dari 1 ml hingga dalam satuan mikro. Seperti kita ketahui, memindahkan larutan dengan jumlah yang sedikit tentunya merupakan hal yang sulit dilakukan dan tidak bisa kita lakukan dengan alat laboratorium biasa seperti gelas ukur / pipet ukur / pipet volume, nah disinilah fungsi mikropipet tersebut.

Tingkat keakuratan dari mikropipet ini juga dapat kita ketahui dengan kemudahannya untuk dilakukan kalibrasi pada unit tersebut karena desain khusus yang sudah tersemat di dalamnya. Dan yang terpenting tentunya unit ini sangat mudah sekali cara penggunaannya dimana alat ini sudah memiliki tombol otomatis yang mampu menyedot cairan sesuai dengan ukuran yang sudah kita atur menurut kebutuhan, bahkan untuk saat ini sudah banyak kita jumpai mikro pipet dengan menggunakan display digital yang membuat kita mengetahui volume larutan yang diambil.

Jenis-Jenis Mikropipet

Fixed Volume Pipet

Jenis pipet ini tidak dapat dirubah ukuran volume larutan yang ingin kita ambil dimana masing-masing pipet sudah memiliki ukuran khusus yang tetap sehingga volume yang terambil oleh pipet jenis ini juga selalu tetap. Jika metode analisa di laboratorium membutuhkan larutan / sampel yang diambil jumlahnya selalu sama, maka mikro pipet jenis ini bisa dijadikan pilihan.

Variabel Volume Pipet

Jenis pipet ini memiliki berbagai rentang ukuran volume yang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan sehingga jenis miko pipet ini mempunyai kelebihan yaitu kita tidak memerlukan pipet dalam jumlah banyak ketika melakukan proses pengambilan larutan, jadi kita cukup mempunyai satu unit variable pipet yang bisa digunakan untuk mengambil cairan dengan berbagai ukuran volume, bahkan mencapai ukuran mikro sekalipun. Namun selain kelebihan tersebut, mikro pipet jenis ini mempunyai kekurangan dimana tingkat error yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis fixed pipet.

Macam-Macam Ukuran Mikropipet

Mikropipet P2

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 0,1 s/d 2 mikrolit. Tipe holdernya kecil sesuai dengan ukuran mikro tipsnya. Skala maksimal yang tertera 200 yang artinya 2,00 mikrolit.

Mikropipet P10

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 1 s/d 10 mikrolit. Skala maksimal yang tertera 100 artinya 10,0 mikrolit. Bagian tip holder mempunyai 2 adaptor yang bisa disesuaikan dengan mikrotip panjang atau pendek.

Mikropipet P100

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 20 s/d 100 mikrolit. Skala maksimal yang tertera 100 artinya 100 mikrolit. Ukuran tipe holdernya lebih besar sedikit dari P10.

Mikropipet P1000

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 100 sampai dengan 1000 mikrolit atau satu minggu kalau maksimal yang terserah 100 artinya 1000 mikrolit. Ukuran tip holdernya lebih besar dari mikropipet yang sudah dijelaskan diatas.

Mikropipet P5000

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 500 sampai dengan 5000 microlit. Skala maksimal yang tertera 500 artinya 5000 mikrolit. Bagian tip holder agak besar jadi harus ditambahkan filter.

Mikropipet P10 ml

Biasa digunakan untuk mengambil cairan dari volume 1 s/d 10 mili. Skala maksimal yang tertera 100 artinya 10,0 mili. Hampir sama dengan mikropipet P5000, mikropipet ini juga mempunyai tip holder yang besar sehingga perlu di tambahkan filteragar mencegah larutan masuk ke dalam mikropipet dimana filter tersebut sudah termasuk dalam pembelian mikropipet ukuran besar.

Mikrotip

mikrotip

Mikrotip ukuran paling kecil yang digunakan pada mikropipet P2dan P10 mikrotip ini biasa disebut tip putih / white tip dimana ujungnya sangat runcing.

  • Mikrotips untuk mikropipet P100
  • Biasa disebut tip kuning atau Yellow tip
  • Mikrotip untuk mikropipet P1000
  • Biasa disebut dengan tip biru atau blue tip
  • Mikrotip untuk mikropipet P5 ml.
  • sedangkan untuk ukuran mikropipet 10 mili, Ukuran mikrotipnya lebih panjang

Bagian – Bagian Mikropipet

Berikut ini adalah contoh dari mikropipet dengan ukuran 1000 mikrolit, dimana informasi ini dapat kita lihat di bagian box kemasan seperti pada gambar dibawah ini

bagian-bagian mikro pipet

Berikut ini adalah bagian-bagiannya :

1. Pluger Button

Berfungsi sebagai pompa untuk menarik cairan.

2. Injector Arm

Berfungsi untuk mendorong mikrotip agar terlepas dari mikropipet

3. Penunjuk Skala

COntoh skala 100 yang berarti 1000 mikrolit

4. Thumbwhell / Volumen Adjsutment Knob

Berfungsi untuk mengatur cairan yang akan distransfer, misalnya kita mau mengambil cairan sebanyak 750 mikrolit, maka skala kita atur sehingga menunjukkan skala yang kita harapkan, misalnya : 075, kemudian kita pasang mikrotip (perhatikan juga cara memegang mikropipet seperti pada gambar dibawah) dengan cara memasukkan mikropipet ke dalam mikrotip yang kemudian kita hentakkan di dalam rak mikrotip, jika dirasa belum kencang kita bisa menekan lagi bagian mikrotip nya namun perlu diperhatikan untuk tidak menyentuh bagian ujungnya.

Langkah-Langkah Penggunaan Mikropipet

cara menggunakan mikropipet

  • Tekan Pluger Botton
  • Masukkan mikrotip yang sudah terpasang di dalam mikropipet ke dalam cairan yang akan diambil (pastikan posisi mikrotip minimal setengahnya di dalam cairan).
  • Lepas plugger Button
  • Masukkan mikrotip ke dalam wadah, kemudian tekan pluger button untuk mengeluarkan cairan
  • Bersihkan alat setelah digunakan.

Kalibrasi Mikro Pipet

kalibrasi mikro pipet

Jika kita berbicara mengenai kalibrasi mikro pipet tentunya tidak bisa dilepaskan dari standar ISO 8655-2:2002 Piston-operated volumetric apparatus — Part 2: Piston pipettes, dimana standar ini menjelaskan diantaranya MPE (Maximum Permiable Erro) dari mikropipet tersebut, tipe mikropipet, single channel dan multi channel piston pipet, dll.

Banyak teman-teman di industri sering bertanya, apakah kalibrasi mikro pipet ini perlu dilakukan, mengingat dari pabrikan sudah terseting fixed volume. Jika kita merujuk ke standar kualitas misalnya ISO 9001 tetunya unit ini wajib dikalibrasi untuk memastikan tingkat keakuratannya apakah masih dalam batas toleransi / MPE (Maximum Permiable Erro) yang ditetapkan. Unit alat mikropipet barupun disarankan untuk untuk dikalibrasi, karena terkadang hasil kalibrasi mikropipet ini bisa out of specs, sehingga customer bisa mengembalikan unit tersebut ke vendor / suplier tempat membeli unit tersebut untuk dilakukan adjustment sebelum kemudian dilakukan kalibrasi ulang.

Hasil penelitian “East Coast Pharma 1998 – 2003” menyatakan bahwa 35 % pipet yang dikalibrasi keluar dari toleransi, sehingga penting sekali dilakukan kalibrasi mikropipet ini.

Berapa Sebaiknya Interval Kalibrasi Mikropipet?

ORA – LAB 5.5 FDA Attachment B “Equipment Calibration of Verification Requirement” menyebutkan bahwa “volumetric delivery device, mechanical pipets and burets” direkomendasikan untuk dikalibrasi minimal setiap 6 bulan. Hal ini bisa kita maklumi karena mikropiet tersebut menggunakan piston yang mungkin bisa aus sehingga dari sisi interval kalibrasinyapun relatif cepat. Namun jika kita merujuk ke review oleh Ralph Bertermann dalam Application note “Pipet Quality Control : A Microliter of Prevention..” yang diterbitkan “American Biotechnology Laboratory” Juni 2004 merekomendasikan kalibrasi sesuai prosedur terdokumentasi diikuti check secara periodik untuk memastikan performa dari pipet yang digunakan. Atau dengan kata lain interval kalibrasi dikembalikan ke user karena mereka dianggap yang paling memahami terkait dengan frekuensi pemakain mikropipet tersebut serta toleransi yang diijinkan yang telah mereka tetapkan.

Referensi :

www.solutions.pipette.com/micropipette/

Laminar Air Flow (LAF) : Prinsip Kerja, Fungsi, dan Cara Penggunannya

Laminar Air Flow (LAF) : Prinsip Kerja, Fungsi, dan Cara Penggunannya

Jika sebelumnya membahas mengenai bio safety cabinet dan kategori kelasnya, maka pada artikel ini kita akan membahas mengenai laminar aif flow (LAF) mulai dari pengenalan bagian alat, fungsi, prinsip kerjanya. Seperti kita ketahui unit alat LAF ini hampir pasti kita temui di laboratorium biologi ataupun laboratorium kesehatan lainnya. Laminar Air Flow merupakan meja kerja steril yang digunakan untuk kegiatan inokulasi / penanaman / menumbuhkan sel-sel makhluk hidup secara in vitro atau ditumbuhkan pada suatu media tertentu, baik itu penanaman sel-sel hewan / sel tumbuhan / sel mikroba.

Kegiatan penanaman ini tentunya harus dilakukan pada ke keadaan steril yang terbebas dari kontaminasi mikroorganisme, karena ketika kita berada di udara bebas banyak sekali mikroorganisme yang beterbangan terbawa udara dan dan jika nanti mengenai media pertumbuhan maka mikroorganisme tersebut bisa tumbuh dan mengkontaminasi sel-sel yang sebenarnya kita inginkan, hal inilah yang mendasari kenapa diperlukan unit LAF. Laminar Air Flow ini dapat meniupkan udara steril secara terus-menerus melewati tempat kerja sehingga tempat yang kita gunakan untuk bekerja itu terbebas dari debu maupun spora-spora yang mungkin jatuh ke dalam media waktu pelaksanaan penanaman.

Aliran udara di dalam LAF berasal dari ruangan laboratorium dimana unit LAF tersebut berada yang ditarik kedalam alat melalui filter pertama (pre filter) yang kemudian ditiupkan keluar melaui filter yang sangat halus yang disebut dengan HEPA Filter (High Efficiency Particulate Air Filter) dengan menggunakan blower.

Dimana untuk filter yang pertama ukuran saringannya masih cukup besar, jadi mungkin hanya mampu menyaring debu-debu saja, tetapi untuk mikroorganisme atau spora dari jamur itu masih bisa lolos. Nah yang masih lolos inilah akan tersaring di HEPA Filter karena memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan pre filter.

Untuk pre filter pori-porinya kira-kira 5 mm sehingga efisiensinya dapat mencapai 95 mm untuk objek-objek yang lebih besar dari 5 mm. sedangkan untuk hepa filter ukuran pori-porinya mencapai 0,3 mm.

Bagian-Bagian Laminar Air Flow (LAF)

bagian-bagian laminar air flow

1. Ruang kerja

2. kaca transparan

3. Ruang kosong, dimana bagian ini digunakan untuk memasukkan tangan kita agar kita bisa bekerja namun tubuh kita tetap berada di luar LAF, atau dengan kata lain yang masuk kedalam ruangan LAF hanyalah tangan kita saja untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi dari tubuh kita karena seperti kita ketahui tubuh kita pun pasti juga banyak terkandung mikroorganisme

3. Hepa filter, yang berfungsi untuk menyaring udara sehingga terbebas dari spora / mikroorganisme.

4. Lampu Neon

5. Blower atau penghembus udara yang nantinya akan mengalirkan udara tersebut masuk kedalam ruang kerja LAF.

6. UV Lamp, dimana bagian ini sangatlah penting dimana fungsi dari lampu UV tersebut adalah untuk mematikan mikroorganisme yang mungkin tertinggal selama orang sebelum kita bekerja. Biasanya lampu UV tersebut kita nyalakan sekitar satu jam sebelum kita bekerja dengan menggunakan LAF,  tetapi ketika nanti kita akan mulai bekerja harus dimatikan karena seperti kita ketahui sinar UV itu juga tidak baik untuk sel tubuh kita dan bisa menyebabkan kanker. Dan harus dipastikan juga bahwa ketika lampu UV tersebut dinyalakan tidak ada media yang berisi sel yang akan kita tumbuhkan, misalnya :
kita mau memindahkan kultur bakteri tetapi kita lupa ternyata media yang sudah berisi bakteri tersebut dan kita masukkan dalam kondisi lampu UV yang menyala, nah kondisi tersebut tentunya akan menyebabkan bakteri yang ada di dalamnya mati terkena oleh sinar UV tadi.

Jenis LAF

laf vertikal dan horisontal

Berdasarkan arah aliran udaranya LAF dapat dibedakan menjadi LAF horizontal dan LAF Vertikal.

Dimana LAF jenis horisontal aliran udaranya mendatar kearah keluar meja kerja sedangkan untuk LAF vertikal aliran udaranya tegak lurus atau vertical. Jika dilihat pada gambar diatas, dimana posisi hepa filter ditandai dengan warna abu-abu, untuk LAF horisontal HEPA Filternya tegak lurus tetapi aliran udaranya itu mendatar atau horizontal sedangkan pada LAF vertikal HEPA Filternya filternya mendatar tetapi aliran udaranya tegak lurus.

Untuk LAF Horisontal udara yang disaring langsung mengenai kita, ketika udaranya ini membawa mikroorganisme yang ada didalam ruangan, secara otomatis kita akan terpapar secara langsung dengan udara tersebut, atau secara umum bisa dikatakan bahwa LAF jenis horisontal ini lebih berbahaya digunakan dibandingkan dengan LAF jenis vertikal.

Berbeda dengan LAF Vertikal dimana aliran udaranya dipantulkan terlebih dahulu ke bidang meja kemudian baru dibawa keluar sehingga jauh lebih aman ketika kita gunakan untuk bekerja karena kita tidak langsung terpapar oleh aliran udara dari HEPA filter tadi. Sehingga jika kita bekerja dengan menggunakan organisme organisme infeksius maka akan lebih aman ketika kita menggunakan LAF vertikal sehingga kita tidak terpapar udara secara langsung

 

kualifikasi kalibrasi laminar air flow laf

Gambar diatas merupakan ilustrasi dimana untuk LAF horisontal, udara masuk disaring oleh prefilter kemudian kemudian akan melewati HEPA filter (panah warna hijau) menghasilkan udara yang sudah sudah bersih kemudian masuk ke ruang kerja dan dihembuskan keluar dan langsung ke pekerjanya (panah warna merah yang menandakan bahwa udara tersebut adalah udara kotor karena dia sudah terkontaminasi mikroorganisme yang ada di meja kerja tadi.

Untuk yang vertikal udara masuk ke ruangan kemudian disaring pada pre filter dan langsung bertemu dengan HEPA filter yang horisontal kemudian udara bersih (panah warna hijau) yang sudah disaring dan dia akan memantul bagian meja kerja terlebih dahulu sebelum dihembuskan keluar.

Apa saja yang bisa kita masukkan ke dalam LAF?

  • Lampu spirtus atau alkohol
  • Wadah alkohol, jadi meskipun alat-alat yang kita masukkan itu sudah steril tetapi tetap kita butuh media atau reagen untuk sterilisasi alat yang digunakan di dalam meja kerja tersebut, jadi kita perlu membawa alkohol 70 %
  • Pinset, skalpel, gunting, jarum
  • Petridish sterile biasanya digunakan sebagai wadah media untuk menumbuhkan isolar
  • Kertas tissue atau Kapas
  • Sprayer berisi alkohol, perlu diingat kita juga harus menyemprotkan alkohol tersebut ke tangan kita untuk memastikan bahwa tangan kita memang sudah steril dan alat-alat yang akan dimasukkan ke dalam LAF bagian luarnya juga harus disemprot dulu dengan alkohol.

Prinsip Kerja Laminar Air Flow

1. LAF digunakan sebagai meja kerja untuk melakukan kegiatan aseptis atau steril pada kegiatan Inovasi Atau penanaman baik itu mikroorganisme maupun sel hewan maupun sel tumbuhan. Sterilisasi diawali dengan menggunakan lampu UV.

2. LAF mengutamakan adanya hembusan udara steril yang digerakkan oleh blower yang disaring melalui dua filter, yaitu prefilter dan HEPA Filter.

3. Pada Saat kita bekerja dengan menggunakan LAF, pastikan lampu UV dalam kondisi dimatikan tetapi blowernya harus dinyalakan karena blower ini nantinya akan menghembuskan udara ke meja kerja, dan nyalakan lampu neon sebagai penerang

4. Prinsip kerja LAF secara utama adalah ruang kerja yang digunakan untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi pada media / sampel.

Cara Menggunakan LAF

  • Nyalakan tombol on off
  • Buka kaca LAF dengan mengangkat handle ke atas.
  • Bersihkan meja kerja kita dengan menggunakan alkohol 70% kemudian usap dengan menggunakan tisu dan cara mengucapnya itu adalah satu arah dari ujung meja keluar.
  • Dianjurkan / jika sempat untuk menyalakan lampu UV 30 -45 menit sebelum pekerjaan inokulasi dimulai dengan cara menekan tombol UV yang ada dibagian depan LAF, dan matikan jika sudah selesai.
  • Tekan tombol fan untuk mengalirkan udara steril selama 10 – 15 menit sebelum pekerjaan dimulai.
  • Nyalakan lampu penerang.
  • Masukkan media, bahan dan alat-alat untuk pekerjaan inokulasi ke atas meja steril.
  • Setelah selesai, pindahkan keluar semua bahan dan barang dari meja kerja serta bersihkan selalu kotoran seperti tumpahan media atau media agar meja kerja selalu steril.

Sentra Kalibrasi Industri – Pusat Jasa Kalibrasi Alat Ukur

Copyright 2021

Kualifikasi Weighing Booth Serta Fungsi Hepa Filter di Mesin Tersebut

gambar weighing booth

Weighing Booth adalah sebuah mesin yang dirancang untuk kondisi lingkungan kerja steril dengan flow yang telah distandarkan. Unit ini banyak sekali kita temukan di industri farmasi dan biasa digunakan dalam proses penimbangan, pengisian, sampling atau proses lainnya yang membutuhkan lingkungan yang sedikit mungkin adanya Kontaminasi, selain itu juga dapat mencegah terjadinya pencemaran yang diakibatkan oleh udara.

Secara garis besar prinsip dari unit weighing booth ini adalah udara di area kerja ditarik mengunakan bantuan blower yang terletak di dalam Weighing Booth, dan udara yang masuk sebelumnya difilter terlebih dahulu oleh pre-filter, medium filter, dan terakhir oleh HEPA Filter (High Effeciency Particulate Air). Dan udara akan ditiupkan keluar dari HEPA dengan kecepatan air flow 0,36-0,54 m/s.

Kegiatan kualifikasi baik itu pada saat instalasi, kualifikasi, dan kinerja sebagai rangkaian untuk melakukan verifikasi terhadap komponen operasi, elemen penunjuang lainnya tentunya sangat diperlukan untuk memastikan unit ini berjalan dengan semestinya seduai dengan persyaratan / spesfikasi teknis pelanggan ataupun standard yang digunakan untuk rujukan, jika berbicara mengenai weighing booth maka standar yang biasa digunakan sebagai rujukan adalah BPOM. Pemenuhan standard tersebut tentunya sangat diperlukan untuk tetap menghasilkan proses / produk yang berkualitas (No defect product / NG).

Bagian-Bagian Weighing Booth

Sumber Gambar : 

https://www.hacleanroom.com/down-flow-booth/cleanroom-powder-weighing-booth.html

Setelah melakukan pembelian weighing booth, tentunya kita akan mendapatkan beberapa dokumen dimana salah satunya adalah gambar skematik dari unit ini, berikut ini adalah contoh dari gambar tersebut :

Berikut ini adalah bagian-bagian dari unit mesin weighing booth

1. HEPA Filter
2. Differential Pressure Gauge
3. Control Board
4. Operation Button
5. Water Proof Socket
6. Sealent HEPA filter
7. PLF Scenes
8. Purification Light
9. Per Secondary Filter
10. Table

Perbedaan Pre, Medium, HEPA Filter

HEPA (High Effeciency Particulate Air) Filter, jika diterjemahkan dalam bahasa indonesia kurang lebih yaitu filter udara dengan particulate yang mempunyai efisiensi tinggi, dengan efisiensi penyaringan yang tinggi inilah maka filter ini banyak digunakan di industri makanan yang membutuhkan kesterilan pada proses produksinya. Filter yang lain yang mungkin kita kenal adalah pre filter dan medium filter.

  • Pre-Filter mempunyai efisiensi Penyaringanya sebesar 35%
  • Medium Filter mempunyai efisiensi penyaringan sebesar 95%
  • High Efficiency Particulate Air (HEPA) Filter mempunyai Efisiensi penyaringan 99,997% dan mampu menangkap partikel dengan ukuran paling kecil 0,3 mikron.

HEPA mempunyai prinsip kerja dimana filter tersebut mampu menangkap udara dalam jaring serat yang sangat komplek dimana metode penangkapan partikel dibedakan berdasarkan ukuran partikel yang melewatinya, yaitu :

  • Impaksi
  • Inersia
  • Difusi
  • Intersepsi

Seiring dengan berjalannya penggunaan, filter tersebut juga mengalami penurunan kinerja, interval penggantian HEPA filter di weighing booth tersebut tentunya tergantung dari beberapa hal, misalnya :

  • Frekuensi pemakaian mesin (weighing booth)
  • Kondisi ruangan tempat weighing booth terinstal
  • Lokasi pabrik
  • dll

Kualifikasi weighing booth ini mencakup

  • Velocity Test (Uji kecepatan laju aliran udara)
  • Integrity Test (Uji leaking / kebocoran hepa filter)
  • Particle Test (Uji kadar partikel dalam udara)
  • Flow Pattern Test (Uji Pola aliran udara)

Velocity Test (Uji kecepatan laju aliran udara)

Uji ini bertujuan untuk memastikan bahwa kecepatan aliran udara yang melewati hepa filter sesuai dengan standar yang telah ditentukan dimana kecepatan udara yang melewati HEPA Filter memiliki ketentuan 0.36 s/d 0.54 meter / detik dengan jarak samping kurang lebih 10 cm dibawah filter.

Prosedur tahapan dalam melakukan pengujian kecepatan aliran udara (velocity test) ini adalah :

1. Menghidupkan unit alat weighing booth kurang lebih 15 menit sebelum dilakukan pengujian
2. Lakukan pengujian dan catat kecepatan aliran udara (velocity) dengan menggunakan anemometer, dibawah masing-masing HEPA filter sebanyak 5 titik.

Berikut adalah ilustrasi lokasi pengujian velocity weighing booth.

TITIK SAMPLING UJI KECEPATAN UDARA VELOCITY WEIGHING BOOTH

Dan berikut ini adalah contoh hasil uji velocity weighing booth tersebut.

hasil kalibrasi velocity weighing booth

Integrity Test (Uji leaking / kebocoran hepa filter)

Integrity test hepa filter bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual dari integritas hepa filter yang terpasang serta untuk mengetahui tingkat efisiensi hepa filter ataupun mendeteksi adanya kebocoran pada sistem instalasi hepa filter tersebut. Kriteria / standar dalam pengujian ini tentunya tidak adanya kebocoran di area hepa filter yang ditandai dengan bunyinya alarm pada display alat pada saat pengujian dan jumlah asap pao yang lolos dalam bentuk numerical menunjukkan nilai dibawah 0.01 %

Tahapan Pengujian kebocoran Hepa Filter (Integrity Test)

Prinsip dari integrity test hepa filter ini adalah dengan cara melakukan scan test secara langsung dengan menggunakan unit alat aerosol phtometer sehingga hasil secara langsung bisa dilihat di pada unit yang menunjukkan tingkat integritas HEPA serta efisiensi aktual dan kebocoran pada hepa filter ataupun instalasinya.

1. Pastikan unit hepa filter sudah terpasang dengan benar, catat tipe serta spesifikasi dari HEPA filter tersebut.
2. Siapkan alat / instrumen yang akan digunakan untuk integrity test
3. Masukkan / inject media PAO sebelum HEPA filter dengan persentase kurang lebih 20 – 80 %
4. Catat hasil scan test photometer dan hitung efisensi dari HEPA.

Arah pola pengujian HEPA Filter bisa dilihat pada ilustrasi gambar berikut :

POLA INTEGRITY TEST

Dan berikut adalah contoh hasil pengujian integrity test HEPA

HASIL PENGUJIAN INTEGRITY TEST

Particle Test (Uji kadar particel dalam udara)

Uji ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebersihan dari unit weighing booth apakah sudah sesuai dengan kelas kebersihannya. Untuk kriteria penerimaan tentunya disesuaikan dengan kelas ruangan tersebut, contohnya jika weighing booth diletakkan di kelas E maka kriteria yang harus dipenuhi adalah :

Jumlah particle yang diperbolehkan :

Partikel 0.5 micron < 3.520.000 particle / m3
Partikel 5.0 micron < 29.000 particle / m3

Prosedur Uji Kadar Partikel
Pengujian dilakukan dengan cara mengambil sampel udara di sekitar area weighing booth dimana minimum volume sampel yang diambil unit alat paling tidak 2 liter dengan periode sampel minimum 1 menit, hal ini tentunya harus kita perhatikan, karena unit alat particle counter bisa jadi berbeda spesifikasi antara 1 dan yang lainnya.

Contoh Unit alat particle counter mempunyai spesifikasi 28.3 Liter / menit sehingga volumen sampel udara sudah terpenuhi jika kita melakukan sampling selama 1 menit.

Berikut ini adalah gambar titik sampling untuk pengetesan HEPA Filter di weighing booth tersebut.

UJI PARTIKEL HEPA FILTER

Dan berikut ini adalah contoh hasil pengujian kadar partikel

hasil pengukuran particle counter

Flow Pattern Test (Uji Pola aliran udara)

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui secara visual pola aliran udara yang terjadi di area dalam weighing booth sehingga mutu dan kualitas hasil produksi tetap terjadi, hasil yang diharapkan dari pengujian ini yaitu aliran udara haruslah menuju ke arah kedua return tanpa adanya turbulenci.

Prosedur yang bisa digunakan dalam melakukan uji ini dapat menggunakan asap kering dan melakukan pengamatan secara langsung mengenai pola aliran udara yang terjadi secara visual kemudian merekam menggunanakan smartphone sebagai bukti dokumentasinya.

Differential Pressure di Dalam Weighing Booth

Salah satu alat ukur yang terinstal di dalam weighing booth ini adalah differential pressure yang berfungsi untuk memantau perbedaan tekanan di dalam ruangan weighing booth tersebut, Unit alat ini haruslah dikalibrasi supaya indikator tekanan yang ditunjukkan akurat, hal ini tentunya bisa mengindikasikan kondisi filter yang ada di weighing booth tersebut.

Audiometri, Audiometer, dan Audiogram. Apa Bedanya?

Audiometri, Audiometer, dan Audiogram. Apa Bedanya?

Seiring dengan berjalannya waktu, terlebih bagi seorang pekerja yang setiap harinya terpapar oleh kebisingan, jika tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang memadai bisa mengakibatkan penurunan fungsi pendengaran. Oleh karena itu pemeriksaan kesehatan secara berkala perlu untuk dilakukan baik itu secara pribadi atau melalui program medical check up yang diselenggerakaan oleh perusahaan

Pengertian Audiometer

Audiometer adalah alat pemeriksaan yang berfungsi untuk menguji pendengaran manusia yang diujikan pada kedua belah telinga secara bergantian. Alat ini mampu menghasilkan suara yang memenuhi syarat bahan pemeriksaan yaitu frekuensi 125 – 8000 dan intensitas suara yang dapat diukur -10 s/d 110 dB. Secara konsep audiometri dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

kalibrasi audiometer

Audiometer terbagi menjadi beberapa tipe yaitu :

  • Diagnostik / Clinical Audiometer
  • Screening audiometer
  • Computer-based audiometer
  • Automatic audiometer

Fungsi Pemeriksaan Audiometer

  • Mengukur ketajaman pendengaran
  • Mengukur ambang pendengaran
  • Mengindikasi kehilangan pendengaran
  • Mencatat kemampuan pendengaran dari setiap telinga pada deret frekuensi yang berbeda-beda
  • Monitoring pekerja yang area kerjanya di tempat yang bising sehingga dapat memberikan rekomendasi ke manajemen terkait dengan perbaikan lingkungan kerja.
  • Untuk mengetahui apakah kerusakan pendengaran (pergeseran ambang dengar) memang disebabkan oleh kebisingan (NIHL – Noicse Induced Hearing Lost)
  • Screening pada anak balita atau sekolah dasar

Pengertian Audiometri

Audiometri dari segi bahasa berasal dari bahas latin yaitu audire dan metrios, audire artinya pendenganaran sedangkan metrios aritnya mengukur, jadi secara umum audimetri bisa diartikan sebagai pemeriksaan untuk mengetahui jenis dan derajat ketulian (gangguan pendengaran) Indikasi pemeriksaan audiometri sebaiknya dilakukan jika adanya penurunan pendengaran, telingan berbunyi dengung, rasa penih di telinga, riwayat keluar cairan, riwayat terpapar kebisinya, dll. Pemeriksaan audiometri ini memerlukan sebuah ruangan yang kedap suara karena prinsip kerja audiometer ini adalah pemeriksaan pada bermacam-macam frekuensi dan intensitas udara (dB) kemduian ditransfer melalui headset atau bone conductor ke telinga dan batasan intensitas suara (dB) pasien yang tidak dapat didengar lagi dicatat melalui program komputer / di plot secara manual pada kertas grafik.

Manfaat Pemeriksaan Audiometri

Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan melalui pemeriksaan ini, antara lain sbb :
1. Untuk menentukan penyakit telinga yang diderita pasien
2. Untuk kedokteran kehakiman yang akan menjadi dasar sebagai ganti rugi
3. Untuk kedokteran pencegahan dimana melalui pemeriksaan ini dapat mendeteksi ketulian dari pekerja pabrik.

Jenis Ketulian yang Dapat Diprediksi

  1. Tuli Konduktif
  2. Tuli Saraf (sensorineural)
  3. Tuli Caumpuran

Tuli konduksi

Tuli jenis ini diakibatkan karena kelainan yang terjadi di telinga luar dan atau Tengah sehingga suara dari dunia luar tidak dapat ditransmisikan secara normal melalui liang telinga dan atau telinga tengah ke telinga dalam. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh sumbatan kotoran telinga, gendang telinga robek, infeksi di telinga tengah, kerusakan tulang pendengaran, pilek, dll

Tuli Saraf

Tuli jenis ini umumnya terjadi akibat kerusakan pada sel-sel rambut di koklea (rumah siput) sehingga gelombang suara tidak dirubah menjadi gelombang listrik yang diperlukan oleh saraf pendengaran, selain itu dapat juga diakibatkan kerusakan langsung pada saraf pendengaran sehingga energi listrik tidak dapat disampaikan ke otak. Tuli ini dapat juga merupakan kelainan bawaan.

Tuli Campuran

Merupakan jenis gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kombinasi faktor telinga tengah dan telinga dalam.

Komponen Alat Audiometri

1. Oscilator yang berfungsi untuk menghasilkan bermacam nada murni
2. Amplifier, untuk menambah intensitas nada-nada,
3. Interuptor / Pemutus, yang berfungsi untuk pemutus nada
4. Atteneurator, yang berfungsi untuk mengukur intensitas suara.
5. Earphone, yang berfungsi untuk merubah sinyal listrik yang menimbulkan audiometer menjadi sinyal suara yang dapat didengar.
6. Masking noice generator, yang berfungsi untuk penulian telinga yang tidak diperiksa.

Prosedur Pelaksanaan Audiometri

1. Pastikan ruang tes benar-benar kedap
2. Pastikan audiometer dalam posisi siap digunakan
3. Atur skala atur frekuensi sampai -dB
4. Periksa kebersihan telinga, bila ada salah satu telinga yang sakit maka lakukan pengetesan dahulu telinga yang sehat, Tetapi bila semua telinga sehat, lakukan pengetesan terlebih dahulu pada telinga kanan.
5. Tes pada frekuensi 1000 – 500 – 2000 – 250 – 4000 Hz
6. Instruksikan bila mendengar untuk memberikan kode kepada kita, lalu tulis dalam grafik audiogram.

Pengertian Audiogram

Setelah melakukan pemeriksaan, tentunya kita harus tahu cara menginterpretasi hasil tes Audiometri, sedangkan audiogram adalah grafik ambang pendengaran untuk masing-masing telinga pada suatu rentang frekuensi yang dihasilkan dari audiometer.

Apabila tes sudah dilakukan, selanjutnya adalah menginterpretasikan hasil tes dengan cara menjumlahkan hasil skor tes, kemudian membagi dengan jumlah kali tes pada jenis yang sama, hasil rata-rata itulah sebagai tingkat pendengaran atau kehilangan desibel seseorang

Derajat Audiogram

0 – 25 dB = Normal
> 24 – 40 dB = Tuli Ringan
> 40 – 55 dB = Tuli Sedang
> 55 – 70 dB = Tuli Sedang Berat
> 70 – 90 dB = Tuli Berat
> 90 dB = Tuli Sangat Berat

Setelah melakukan pemeriksaan, tentunya kita harus tahu cara menginterpretasi hasil tes Audiometri, sedangkan audiogram adalah grafik ambang pendengaran untuk masing-masing telinga pada suatu rentang frekuensi yang dihasilkan dari audiometer.

Apabila tes sudah dilakukan, selanjutnya adalah menginterpretasikan hasil tes dengan cara menjumlahkan hasil skor tes, kemudian membagi dengan jumlah kali tes pada jenis yang sama, hasil rata-rata itulah sebagai tingkat pendengaran atau kehilangan desibel seseorang

Derajat Audiogram

0 – 25 dB = Normal
> 24 – 40 dB = Tuli Ringan
> 40 – 55 dB = Tuli Sedang
> 55 – 70 dB = Tuli Sedang Berat
> 70 – 90 dB = Tuli Berat
> 90 dB = Tuli Sangat Berat

Jenis-jenis Audiogram

audiogram normal hearing

Audiogram Normal

Secara teoritis, bila pendengeran normal, ambang dengar untuk hantaran udaran sampai dengan hantaran tulang sebesar 0 dB. Pada keadaan tes yang baik, audiogram dengan ambang batas 10 dB pda 500 Hz dan 500 Hz, dengakan 0 dB pada 1000 ; 2000 ; 4000 ;10000 Hz,dan pada 8000 hal itu sering saya telan langsung. 

Gangguan dengan konductif

Hal ini berdasarkan prinsip bahwa konducvif (telinga tengah) hantaran tulang, contoh : terjadinya OMA< OMSK, penyumpatan tubuh eustachius. Setiap keadaan yang menyebabkan gangguan pendengaran seperti fiksasikongenititalm fiksasi karena trauma, dislokasi rantai tulang pendengaran juga akan menyebabkan peninggian ambang hantaran udara dengan hantara tulang normal. Perbedaan antara hantara tulang dengan hantara udara ini menunjukkan beratnya ketulian konduktivif.

Gangguan Dengar Sensorineural (SNHL)

Hal ini terjadi karaena nilai ambang pendengaran hantaran tulang dan udara lebih dari 25 dB. Tuli jenis ini jika terdapat gangguan koklea, N Auditorirus (NVIII) sampai ke pusat pendengaran termasuk kelainan yang terdapat di dalam batang otak. 

Gangguan Dengar Campuran

Terjadi karena kemungkinan teerjadinya kerusakan koklea disertai sumbatan serumen yang padat dapat terjadi. Level konduksi tulang menunjukkan gangguan fungsi koklea ditambah dengan penurunan pendengaran karena sumbatan konduksi udara menggambarkan tingkat ketulian yang disebabkan oleh komponen konduktif. Perbedaan antara level hantara udara dan tulang kita kenal dengan sebutan “jarak udara – tulang” atau “air bone gap”. Jarak udara tulang merupakan suatu ukuran dari komponen konductif dari suatu gangguan pendengaran,

Sentra Kalibrasi Industri – Pusat Jasa Kalibrasi Alat Ukur

Copyright 2021

Pengertian dan Perbedaan Kelas Biological Safety Cabinet

Pengertian dan Perbedaan Kelas Biological Safety Cabinet

Pengertian Biological Safety Cabine

Ketika bekerja dalam laboratorium tentunya harus ada prosedur perlindungan utama atau primary barrier yaitu alat pelindung diri (APD) yang wajib kita kenakan yang tujuannya adalah melindungi personal laboratorium dari bahan-bahan / dari kontaminasi yang ada di dalam laboratorium. Primary barier selain Alat pelindung diri maka kita juga mengenal Biological Safety Cabinet (BSC), Lemari Asam, dan Laminar Air Flow (LAF), kemudian pelindung yang kedua adalah ruangan laboratorium itu sendiri, jadi memang secara ideal untuk ketiga unit ini BSC, LAF, dan lemari asam harus ada ruangan khusus di dalam laboratorium sehingga tujuan sebagai secondary barrier atau pelindung yang kedua tercapai, contohnya jika ada kasus tumpahan / cipratan tidak akan berbahaya bagi personil laboratorium yang lain dan juga tidak berbahaya bagi lingkungan sekitarnya.

Perbedaan Biological Safety Cabinet dan Laminar Air Flow Serta Lemari Asam

Ketiga instrument yang ada di laboratorium tersebut mempunyai perbedaan pada tipe-tipe aliran udaranya dimana hal ini pemilihannya tergantung dengan jenis pekerjaan dan bahan atau sampel yang akan dikerjakan. Berikut ini adalah ilustrasi dari diagram airflow untuk ketiga instrument tersebut.

perbedaan biological safety cabinet dan laminar air flow

Untuk Bio Safety Cabinet (BSC), sesuai dengan namanya instrument ini digunakan ketika kita bekerja dengan agen-agen biologis yang cukup berbahaya / mungkin tidak berbahaya tetapi bisa menimbulkan masalah atau isu-isu kesehatan maupun isu-isu lingkungan. Secara umum Bio Safety Cabinet (BSC) akan melindungi personel yang bekerja, sampel atau bahan yang sedang kita kerjakan, dan juga melindungi lingkungan karena di dalam BSC udara yang masuk dan udara yang keluar itu disaring oleh suatu filter sehingga akan aman bagi personel, sampel, lingkungan.

Untuk lemari asam dapat dilihat pada gambar diatas bahwa udara yang masuk karena memang sifat lemari asam adalah menarik udara yang ada di luar kemudian nanti akan dikeluarkan menuju suatu saluran dan menghindari bahan yang ada di dalam lemari asam Itu mencemari area luar, mengenai personil dan juga langsung keluar laboratorium, tetapi untuk lemari asam umumnya tidak dilengkapi dengan filter khusus seperti pada pada unit BSC, kalaupun ada filter secara kualitas juga standar sehingga tidak melindungi lingkungan karena uap bahan kimia dan sejenisnya itu dibuang ke lingkungan memang masih dapat menimbulkan risiko atau dengan kata lain untuk lemari asam memang itu melindungi hanya melindungi personel saja.

Untuk Clean Bench Atau Laminar Air Flow dimana dapat dilihat pada gambar diatas bahwa udara yang masuk disaring terlebih dahulu dari bawah ini disaring kemuian dikeluarkan menuju ke kita yang sedang bekerja sehingga unit ini disarankan untuk digunakan ketika kita bekerja dengan bahan-bahan yang nonpatogen.
Sehingga bisa disimpulkan untuk laminar air flow ini hanya melindungi bahan sedangkan kita sebagai personel dan lingkungan itu tidak terlindungi dan pastikan dalam bekerja kita menggunakan APD yang cukup dan bahan bahan yang kita tangani tidak mengganggu kesehatan termasuk juga bahan kimia dan bahan kimia berbahaya.

Pengertian Biological Safety Cabinet (BSC)

Biological Safety Cabinet (BSC) adalah suatu kabinet tertutup, berventilasi, serta bertekanan negatif yang digunakan dalam laboratorium. Fungsi Biosafety Cabinet (BSC) ini adalah melindungi personil laboratorium, produk atau sampel dan lingkungan dari paparan biohazard dan kontaminasi silang selama bekerja, jadi seperti yang sudah dituliskan diatas BSC ini memang dikhususkan jika kita bekerja dengan agen-agen biologis yang berbahaya atau biohazard dan tentunya melindungi tiga komponen yaitu personal, produk, dan juga lingkungan

Berdasarkan Kegunaannya BSC Diklasifikasikan menjadi :

  1. BSC Class I
  2. BSC Class II, untuk class ini terdir dari tipe A1 ; A2 ; B1 ; danB2
  3. BSC Class III

Kemudian didalam Biosafety Cabinet tersebut kita mengenal adanya filter, meskipun sebetulnya filter atau penyaring ini juga terdapat di laminar air flow atau beberapa tipe lemari asam, Filter tersebut yang kita kenal sebagai HEPA – Filter (High efficiency Particular Air), jadi pada BSC terebut terdapat filter pada sistem supply udara dan sistem pengeluarannya. sehingga udara yang masuk itu bersih, udara yang keluar juga bersih kecuali untuk BSC class I yang tidak memiliki hepa filter.
Hepa filter ini mempunyai fungsi untuk menyaring partikel yang berukuran kecil sehingga bakteri, spora, virus akan terperangkap di filter sehingga HEPA Filter ini harus diganti secara berkala.

Kapan Menggunakan Bio Safety Cabinet Class I, II, atau III ?

Pemilihan Biological Safety Cabinet (BSC) inu didasarkan pada :

  • Jenis organisme yang akan ditangani

Sehingga kita harus mengetahui organisme akan kita tangani apakah termasuk kategori patogen atau tidak, hal tersebut harus kita identifikasi dari awal misalnya : kita bekerja dengan hanya E Coli, maka mungkin itu bisa dilakukan dengan BSC Tipe I atau laminar flow saja.

  • Manipulasi yang akan dilakukan

Misalnya : kita mau melakukan pemindahan atau kultur virus atau bakteri, kemudian kita mau isolasi bakteri dari jaringan manusia yang terinfeksi karena nanti akan berpengaruh pada proses selama dalam BSC contohnya : Akan menimbulkan cipratan, menimbulkan aerosol, dll

  • Penggunaan bahan kimia toksik dan radioaktif, Hal ini juga harus menjadi pertimbangan kita ketika kita memilih tipe BSC.

BSC Class I

  • Melindungi personel dan lingkungan tapi tidak melindungi sampel, jadi udara yang masuk itu tidak difilter
  • Sistem sirkulasi udara sama dengan lemari asam
  • Dilengkapi HEPA Filter pada sistem exhaust
  • Udara yang masuk tidak difiler sehingga sampel tidak terlindungi
  • Kecepatan udaranya 75 fpm (feed per minute) jadi hampir dipastikan udara itu tidak ada yang keluar dari dalam kabinet meskipun bagian depannya dibuka, udara tersebut akan bersirkulasi seperti pada gambar dengan kecepatan tertentu
  • Biasanya digunakan untuk bekerja dengan Agent yang tidak terlalu berbahaya, misalnya : bekerja dengan suatu jaringan lemak / membuat suspensi

BSC Class II

Untuk BSC Class II sudah mampu untuk melindungi personel, lingkungan, dan juga sempel karena udara yang masuk dan udara yang keluar sudah disaring oleh HEPA Filter. Jadi mirip dengan laminar air flow untuk udara masuknya yang disaring namun berbeda untuk udara yang keluar karena pada laminar air flow tidak disaring dan langsung mengenai personel dan lingkungan. Seperti yang sudah diinfokan sebelumnya jika BSC class II ini juga terbagi lagi menjadi A1 ; A2 ; B1 ; dan B2. Untuk perbedaannya dapat diilustrasikan melalui gambar dibawah ini.

BSC Tipe A1 dan A2
BSC Tipe B

BSC Class III

BSC Class III

Kalau kita lihat pada gambar, udara yang masuk maupun yang keluar disaring oleh HEPA Filter
Bagian samping untuk memasukkan barang-barang yang akan digunakan termasuk sampel juga masuknya lewat E terlihat seperti semacam loker kecil yang menyambung ke dalam BSC nya. Untuk BSC tipe III ini sudah ada bagian khusus untuk sarung tangannya, namun tetap disarankan dalam bekerja kita juga menggunakan sarung tangan / gloves yang sekali pakai.

Kemudian di bagian B ini menunjukkan aliran udara dimana aliran udara hanya memutar di bagian B saja, kalaupun keluar akan tersaring dengan HEPA Filter terlebih dahulu, sehingga BSC tipe ini memang meminimalisir kontak langsung antara personel dengan sampel dan juga memastikan bahwa udara yang keluar itu aman untuk lingkungan.
Untuk BSC tipe ini ada yang langsung dikeluarkan ke lingkungan untuk udara buangannya namun ada juga yang bersirkulasi di dalam area B tersebut, dimana hal ini tergantung dengan Tipe nya.

Hal-Hal yang Harus diperhatikan Ketika Bekerja dengan BSC

1. Penempatan BSC dalam laboratorium
Usahakan lokasinya itu terisolir terpisah dari kegiatan-kegiatan lain terutama dari kalau lintas dan juga daerah yang berpotensi menimbulkan gangguan aliran udara, misalnya dekat dengan pintu, terlalu dekat dengan instrumen-instrumen lain seperti autoklaf, HPLC, dll. Dan jarak dengan dinding samping atau belakang minimal 30-35 cm atau tidak boleh juga terlalu rapat.

2. Pada Saat Mulai Mengoperasikan BSC
Matikan lampu UV, kemudian nyalakan blower dan lampu penerangan selama kurang lebih 15 menit, dekontaminasi permukaan BSC termasuk barang-barang yang akan dimasukkan ke dalam BSC (botol larutan, cawan petri, dll)

Referensi : www.youtube.com/watch?v=ztBBelyymxk&t=123s

Kalibrasi Biological Safety Cabinet (BSC)

Dengan beberapa parameter yang berdampak penting baik bagi personel yang melakukan analisa, lingkungan, dan sampel itu sendiri, maka kalibrasi biological Safety Cabinet (BSC) harus dilakukan. Untuk perusahaan yang memiliki hanya 1 atau 2 BSC disarankan melakukan kalibrasi eksternal untuk lebih menghemat budget pengeluaran. Untuk mendapatkan penawaran harga kalibrasi biosafety cabinet ini teman-teman bisa klik tombol dibawah ini.

Sentra Kalibrasi Industri – Pusat Jasa Kalibrasi Alat Ukur

Copyright 2021

Prinsip Kerja dan Bagian-Bagian Dental X Ray

Prinsip Kerja dan Bagian-Bagian Dental X Ray

Pengertian Dental X Ray

Dental x-ray itu merupakan alat kedokteran yang digunakan untuk mendapatkan gambaran gigi, tulang, dan jaringan lunak di sekitarnya, juga untuk membantu menemukan masalah pada gigi, mulut, dan rahang. Alat ini merupakan suatu alat radiologi yang berfungsi untuk melihat gigi dengan radiogram. Dengan pola hidup masyarakat yang kurang begitu baik untuk saat ini sehingga kesehatan gigi merupakan salah satu dampak yang sering dialami.

Spesifikasi Pesawat Dental X Ray :

1. Sudut perputaran x-ray tube yang mencapai 360°, jadi bisa diputar sesuai dengan kebutuhan
2. Memiliki besaran kV 50 – 70
3. Memiliki besaran mA 10 – 15
4. Rentang waktu ekposi yang sangat cepat sekali sekitar antara 0,025 – 0,5 detik
5. Jarak X Ray tube ke kulit sangat dekat antara 18 – 23 inch
6. Menggunakan fokus kecil
7. Short distance technique
8. x-ray Tube dilengkapi dengan pointer untuk sentrasi Sinar dan conus berada di dalam

Gambar dibawah ini merupakan contoh dari pesawat dental x-ray, cukup sederhana dibandingkan dengan mesin-mesin kedokteran lainnya.

Dapat dilihat bagian utama dari pesawat dental tersebut antara lain :

  1. Kepala tube yang bisa diputar 360° sesua dengan objek yang akan kita periksa
  2. Control panel
  3. Tabung anoda katoda
  4. Kursi pasien yang digunakan pada saat pemeriksaan

Komponen Peralatan Pesawat X Ray Dental

1. Unit sinar-x

Pesawat dental adalah pesawat yang digunakan untuk pemeriksaan gigi, pesawat dental dibagi atas beberapa yaitu :

a. Pesawat dental dengan ujung kerucut dan ujung terbuka yaitu pesawat dental yang dapat menampakkan hanya beberapa gigi saja, jadi fokus pada gigi yang akan kita periksa saja, dan tidak bisa melihat gigi secara keseluruhan.

b. Pesawat dental Panoramic yaitu pesawat dental yang dapat menghasilkan gambaran gigi secara keseluruhan,

c. Pesawat dental digital imaging yaitu pesawat dental yang dapat memperlihatkan gigi secara keseluruhan dan dikendalikan dengan monitor dan langsung connect / terhubung ke komputer.

Untuk jenis ini ada dua jenis kerucut pada pesawat dental, yaitu kerucut plastik runcing dan kerucut ujung terbuka dimana kerucut plastik runcing harus dilengkapi dengan kolimator yang efektif dengan sebuah diafragma logam dan tabung logam yang berada di dalam kerucut

2. Film

Film gigi yang dimaksud dalam film dental periapikal ukurannya 3 x 4 cm dan juga film dental oclusal ukuran 6 xi 9 cm, berikut ini adalah contoh gambar dari film gigi, dimana cara penggunaannya adalah pasien nanti kita perintahkan untuk memegang film ini sendiri dengan menggunakan jarinya dan diposisikan ke gigi yang akan diperiksa.

3. unit Processing

Sesuai dengan namanya unit ini berfungsi untuk memproses atau mencuci film dental dapat dilakukan dengan menggunakan automatic Processing atau manual Processing, biasanya untuk dental periapikal menggunakan manual Processing yaitu pencuciannya dengan menggunakan devlover, kemudian kita cuci lagi dengan air, setelah itu dimasukkan ke cairan Fixer, dan dimasukkan lagi ke air. Selama proses pencucian kita bisa lihat di kamar gelap dengan menggunakan seklekv (lampu yang berwarna merah di dalam kamar gelap)

4. Unit pengering film

Apabila menggunakan manual Processing maka dibutuhkan unit pengering film yaitu drying cabinet setelah kering baru bisa dilihat di pingbox / bisa diberikan kepada pasien / dokter sehingga bisa dilakukan tindakan selanjutnya.

5. Radiography Protection System

yaitu keamanan dalam hal proteksi radiasinya, jadi seperti keamanan terhadap radiasi di ruang pemeriksaan dan ruang radiologi, serta keamanan pasien dan radiografer dengan menggunakan Apron. Pada pemeriksaan periapikal seperti ini, kita sebagai radiografer ataupun Pasien itu nanti menggunakan Apron untuk melindungi tubuh dari radiasi hamburnya

6. Vewer

yaitu untuk melihat hasil gambaran film dental yang sudah diproses

Komponen tabung dari dental x-ray unit untuk periapikal Sama persis dengan tabung sinar-x yang ada di konvensional x-ray, bisa dilihat di pada gambar dibawah ini :

tabung dari dental x-ray

Terdapat beberapa komponen pada tabung x ray dental antara lain :

  • anoda
  • katoda
  • diaphragm
  • porte filter
  • glass envelope
  • tungsten target
  • copper stem
  • cooling mechanism
  • filamen yang nanti akan dipanaskan atau diberi beda potensial yang sangat tinggi sehingga terbentuk awan-awan elektron yang akan menumbuk target kemudian tumbukan tersebut akan menghasilkan 99 % panas dan 1 % sinar-x yang akan keluar melalui window atau jendela

Struktur Pesawat x-ray Dental Periapikal

1. Control panel

2. The Arm Extension (Lengan Ekstensi)

3. Kepala tabung melekat pada lengan ekstensi yang dapat berputar 360° secara horizontal maupun vertical.

4. The Tube Head (Kepala Tube)

5. Filter dan kolimator
Filter ini terletak di dasar kerucut. filter pesawat dental dengan kapasitas tegangan tabung lebih kecil dari 70 kV memiliki ketebalan minimum yaitu 2,5 mm, fungsi dari kolimator ini yaitu untuk membatasi ukuran lapangan penyinaran sinar-x, jadi nanti gunanya kolimator ini untuk menyesuaikan sinar yang keluar dari tabung sinar-x ini sesuai dengan besar objek yang akan kita ambil saja

Cara Pengoperasian X-ray Dental

1. hubungkan dental unit dengan arus listrik

2. Tekan tombol hijau yang terdapat pada pesawat dental sehingga berada pada posisi On

3. Tekan tombol pengatur besar kecilnya pasien (terdapat tiga tombol, masing-masing untuk pasien kecil, sedang, dan besar), jadi disesuaikan ya dengan kondisi pasien yang akan kita periksa

4. Tekan tombol pengatur gigi yang akan diperiksa, jadi disesuaikan ini pasien mau memeriksa gigi yang bagian mana

5. kV dan mA sudah tidak dapat diatur, Sedangkan second atau waktunya bisa kita atur

6. Pesawat dental siap digunakan, sebelum dilakukan ini kita sudah memposisikan pasien dan memegang film dari dental x-ray periapikal

7. Jika sudah semua, Tekan tombol hijaunya sehingga berada pada posisi off untuk mematikan pesawat

8. Rapikan kabel dan Letakkan ditempat semula

Prosedur Pemeriksaan X Ray Dental

1. Pasien diberi penjelasan mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan dan Tekankan bahwa pemeriksaan yang akan dilakukan akan membuat pasien tidak nyaman dan sedikit sakit karena kita memasukkan film periapikal tadi kedalam mulut pasien dan pasien akan memegang dan menekan sedikit yang menyebabkan agak risih bagian mulutnya.

2. Pasien duduk di kursi yang telah disediakan dan diusahakan kepala pasien menempel pada dinding untuk membuat pasien merasa lebih nyaman dan untuk mencegah pergerakan kepala pasien

3. Tekan tombol pengatur besar kecilnya pasien dan tombol pengatur gigi yang akan diperiksa

4. Radiografer memakai hand scun

5. Pasien diminta untuk membuka mulutnya, lihat bagian gigi yang akan kita periksa selalu Ingatkan bahwa pemeriksaan yang akan dilakukan dapat membuat pasien tidak nyaman dan merasa sakit.

6. Masukkan film dental ke bagian gigi yang akan diperiksa dan minta pasien memegang film dental tersebut dengan bagian gigi yang akan diperiksa.

7. Atur tube tegak lurus film sesuai dengan gigi yang akan periksa

8. Setelah tube tegak lurus terhadap film yang ada di mulut pasien kemudian lakukanlah Exposure

9. Setelah selesai maka radiografer dan dokter mengevaluasi hasil dari foto

Contoh pemeriksaan Dental X Ray

hasil pemeriksaan pesawat dental

Bisa kita lihat pada gambar diatas rongsen gigi untuk periapikal dimana hanya beberapa gigi saja yang terlihat

Referensi :

www.youtube.com/watch?v=97uJUTXJxWw

Sentra Kalibrasi Industri – Pusat Jasa Kalibrasi Alat Ukur

Copyright 2021

Patologi Anatomi dan Patologi Klinik

patologi anatomi dan patologi klinik

Patologi Anatomi

Patologi anatomi merupakan salah satu bidang spesialisasi medis yang berhubungan dengan diagnosis penyakit yang bisa dilakukan dengan pemeriksaan kasar / visual, mikroskopik, ataupu molekuler dari sel, jaringan, serta organ. Kanker adalah salah satu penyakit yang menjadi fokus dari patalogi anatomi ini, kanker adalah penyakit yang merusak sel dan membuat kondisi tubuh menjadi menurun juga memblokir jaringan yang dibutuhkan oleh tubuh. Pakar / ahli dari pakar patalogi ini bekerja untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit kanker. Banyak sekali yang sudah di hasilkan oleh ahli patalogi dan sangat dibutuhkan dalam dunia kesehatan untuk membantu mencegah maraknya penyakit kanker.

Saat ini, Dokter Patologi anatomi masih sangat sedikit, bahkan masih bisa dihitung. Padahal kalau dipikirkan kembali dokter ini sangat dibutuhkan oleh para penderita penyakit kanker.Dengan semakin berkembangnya dunia teknologi dan juga dengan adanya banyak penelitian, maka Patologi anatomi banyak memberikan konstribusi dalam hal penemuan untuk mengobati aneka jenis kanker.

Ada saat dimana para dokter patologi memerlukan bantuan dalam mencari informasi mengenai masalah khusus dan juga kondisi pasiennya. Salah satu cara untuk memastikan kondisi salah satu pasien dari meraka yang dianggap sudah sangat penting untuk mengetahui kondisi yang mereka rasakan adalah dengan mengambil salah satu sample dari cairan tubuhm ereka, hal ini untuk memastikan sebenarnya penyakit yang mereka derita, supaya pasien lebih dini mengenal dan memberikan pengobatan pada penyakitnya tersebut.

Peran dokter patologi sangat penting dan sangat dibutuhkan namun biasanya para pakar patologi ini bekerja di laboratorium dan bertugas untuk menganalisis dan sebagai konsultan dari pasien yang sakit,mereka juga berperan dalam mengenali dan menentukan jenis penyakit apa yang di derita oleh pasien.

Menjadi dokter patologi anatomi bukanlah hal yang mudah dan satu hal lagi yang harus anda ketahui jika anda memutuskan untuk menjadi dokter ini anda akan sangat dibutuhkan oleh banyak orang,danbesar kemungkinan anda akan menjadi salah satu dokter yang terkenal dan banyak dicari.

Tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan,itu adalah hal yang di ajarkan oleh patalogi anatomi, apapun bisa terjadi di dunia ini,para dokter mengusahakan yang terbaik dan semaksimal mungkin, maka kemungkinan untuk sembuh juga akan semakin besar, hal inilah yang selalu diyakini oleh para dokter. Jika anda mengalami beberapa keluhan atau sakit,maka sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter ahlinya. Nah untuk penyakit kanker ahli Patologi anatomi adalah dokter yang tepat untuk membicarakan langkah apa saja yang harus anda ambil untuk proses penyembuhannya.

Selain sebagai salah satu dokter yang berfokus pada penyakit tertentu,Patologi anatomi juga dapat bekerja dibidang forensic. Meskipun sebenarnya cara kerja patologi anatomi adalah terlibat dengan diagnosis penyakit berdasarkan pada pemeriksaan dan analisis berbagai organ, jaringan, dan seluruh tubuh, namun mereka bekerja dengan lebih baik dan lebih banyak bidang dari dokter yang lainnya.

Patologi Klinik

Bagi teman-teman yang bukan dari dunia kedokteran mungkin akan kebingungan dengan istilah patologi klinik. Biar lebih mudah memahaminya kita urai kalimat tersebut menjadi 2 kata yaitu patologi dan klinik. Patologi itu sendiri dari sumber yang kami kutip dari wikipedia mempunyai pengertian yaitu salah satu cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan ciri dan perkembangan penyakit melalui suatu analisis perubahan fungsi atau keadaan bagian tubuh.

Studi dengan menggunakan cabang ilmu tersebut diatas dalam diagnosa dan pengobatan suatu penyakit disebut dengan palologi klinik. Contoh yang mungkin kita sering temua adalah penelitian lab terhadap sampel urin, feses, darah, atau suatu sampel jaringan. Lebih jauh lagi patologi klinik ini bercabang lagi menjadi hematologi (dimana mempelajari tentang darah, kelainan / gangguan penyakit yang berkaitan dengan darah, serta jaringan yang menhasilkan darah), bakteriologi (tentang bakteri), virologi (tentang virus).

Untuk mendukung semua hal tersebut diatas tentu tidaklah lepas dari suatu alat ukur yang digunakan. Bebarapa peralatan yang lazim digunakan dalam suatu laboratorium patologi klinik adalah sebagai berikut :

1. Centrifuges

2. Microscope binokuler dan microscope labophot

3. Analyser kimia

4. Cardionas Colonis

5. Biologi safety forma scientific

6. Burnet

7. Refrigerator

8. Oven

9. Autoklaf

10. Inkubator

11. Transformator

12. Cystoscopy

13. Miraplus

14. Diff Cell COunter

15. Fibre Clasifier

16. Dimension

17. Refrigerated centrifuge

18. Temperature controle C/W

19. Reach Infrezzer

20. Cold Room Freezzer

21. Autowell Gamma System

22. Coagulation Meter

23 Elecrophosis Chamber

24. Heating Bloet / Test Tube Heater

Semoga bermanfaat