Perbedaan dan Kegunaan Kunci Pas, Ring, L, Sok, T, dan Ring Pas

Perbedaan dan Kegunaan Kunci Pas, Ring, L, Sok, T, dan Ring Pas

Masih membahas terkait perkakas, khususnya yang sering digunakan di perbengkelan yaitu kunci, baik itu kunci pas, kunci ring, kunci kombinasi, kunci inggris, dan kunci T.

Bagaimana bentuk, ukuran, serta hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan kunci-kunci tersebut?

Tanpa panjang lebar, yuk langsung kita mulai..

Kunci Pas

gambar kunci pas

Kunci pas adalah kunci yang paling umum kita temukan jika kita bekerja di perbengkelan. Bentuknya seperti pada gambar diatas dimana kedua ujungnya terbuka.

Kunci pas ini digunakan untuk memutar mur atau baut, namun untuk yang momen pengencangannya itu tidak terlalu ketat. Artinya kunci pas tidak disarankan digunakan jika kita ingin mengunci dengan momen pengencangan yang betul-betul ketat demikian juga sebaliknya kita tidak bisa membuka mur atau baut yang posisinya masih sangat kencang atau kuat.

“Secara singkatnya kunci pas ini lebih efektifnya digunakan untuk memutar mur atau baut yang sudah agak longgar”

Ukuran kunci pas dapat kita temukan dalam satuan milimeter maupun inch dimana ukuran antara ujung satu dengan ujung lainnya pasti berbeda, misalnya : 14 mm di salah satu ujungnya dan 17 mm di ujung yang lainnya.

Kunci pas itu sendiri umumnya terbuat dari logam paduan Chrome Vanadium.

Cara menggunakan kunci pas tentunya sangat sederhana namun ada hal-hal yang perlu kita ketahui, yaitu :

cara menggunakan kunci pas

  • Pastikan terlebih dahulu ukuran kunci pas yang akan digunakan sesuai dengan ukuran mur atau baut yang akan kita putar.

Misalnya : Baut yang akan dikencangkan atau dikendorkan adalah ukuran 17 mili, maka ukuran kunci pas yang akan kita gunakan tentunya juga harus 17 mili sehingga jika nanti dipasangkan akan pas dan pada saat diputar akan lebih mudah, tidak merusak kunci, dan juga tidak menyebabkan mur atau baut yang  kita putar tadi menjadi lecet.

  • Tempatkan posisi kunci pas dengan baut atau mur yang akan kita putar.

Pastikan posisinya tidak miring karena jika posisinya miring dan kita paksa putar maka akan merusak baut maupun kunci pas yang kita gunakan.

Jadi usahakan sebisa mungkin posisi kunci pas sejajar dengan posisi baut atau mur yang akan dilepaskan atau dikencangkan.

  • Putar kunci pas ke arah yang kita inginkan, jika kita ingin mengencangkan baut atau mur maka kita bisa memutarnya ke arah kanan demikian juga sebaliknya jika kita ingin mengendorkan baut atau mur tersebut maka kita bisa memutar kunci pas ke arah kiri.

Kunci pas ini sebenarnya di bengkel tidak terlalu sering dipakai karena mekanik rata-rata cenderung lebih suka menggunakan kunci kombinasi karena pada kunci kombinasi sudah ada bagian ringnya dan juga sudah ada bagian pasnya.

Namun kunci pas ini tetap harus kita sediakan karena kemungkinan pada satu kondisi hanya bisa kita membuka ataupun mengunci suatu baut itu menggunakan kunci pas.

Berikut ini beberapa ukuran kunci pas yang umum ada di pasaran 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 17, 19, 22, 24, 27, 30, 32 mm.

Kunci pas selain digunakan di perbengkelan, tentu saja juga banyak digunakan dalam berbagai aplikasi baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun keperluan industri sampai ke laboratorium jasa kalibrasi untuk kegiatan kalibrasi pressure gauge dimana digunakan untuk memasang standar test gauge maupun alat ukur tekanan (contoh : manometer bourdon) yang akan dikalibrasi ke test pump atau hand pump.

Kunci Ring

gambar kunci ring

Jika kunci pas digunakan mungkin memutar baut atau mur yang tidak terlalu ketat, lalu bagaimana untuk baut atau mur yang terpasang ketat, misalnya di dalam blok mesin motor, instalasi di berbagai macam mesin industri (part-part atau bagian-bagian dalam mesin mixing, bagian-bagian dalam mesin bubut, dll)?

Nah kunci ring lah jawabannya.

Jika kita perhatikan pada gambar diatas, kunci ring ini mempunyai bentuk bulat pada kedua ujungnya. Kedua ujung yang bulat tersebut memiliki ukuran yang berbeda.

Berikut ini adalah beberapa ukuran dari kunci ring yang dapat kita temukan di pasaran :

  • 6-7 mm
  • 8-9 mm
  • 10-11 mm
  • 11-13 mm
  • 12-13 mm
  • 12-15 mm
  • 13-14 mm
  • 14-15 mm
  • 15-16 mm
  • 16-17 mm
  • 16-18 mm
  • 17-19 mm
  • 19-22 mm
  • 21-24 mm
  • 22-24 mm
  • 24-26 mm
  • 27-30 mm
  • 30-32 mm

Kelebihan dari kunci ring adalah dapat mencengkram atau menjepit baut atau mur lebih ketat sehingga kunci ring bisa kita gunakan untuk mengunci atau membuka baut atau mur dengan momen pengencangan yang lebih tinggi.

Kunci ring merupakan salah satu kunci yang sering digunakan di bengkel karena memang cukup praktis untuk digunakan.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan kunci ring :

cara menggunakan kunci ring

  • Pastikan ukuran kunci ring yang akan digunakan sesuai dengan ukuranbaut yang akan kita putar.

Misalnya : Baut yang akan dikencangkan atau dikendorkan adalah ukuran 14 mm, maka kunci ring yang digunakan juga harus ukuran yang 14 mm.

Jika kita menggunakan kunci ring yang ukuran yang 15, tentunya akan longgar dan tidak bisa mencekram.

  • Pastikan posisi kunci ring pas pada baut yang akan kita putar.

Jadi jangan sampai posisi kunci ringnya miring karena nanti cengkraman kunci tersebut ke baut yang akan kita putar tidak maksimal, Akibatnya bautnya mungkin bisa jadi lecet dan juga kunci ring kita juga akan cepat mengalami keausan.

  • Putar kunci ring sesuai dengan arah yang kita inginkan, apakah kita ingin membuka baut atau ingin mengunci baut tersebut.

Jika kita ingin membuka baut maka putar ke arah kiri atau berlawanan jarum jam sedangkan jika kita ingin mengencangkan atau mengunci baut maka putar ke kanan atau searah jarum jam.

“Kunci ring bisa digunakan untuk membuka baut yang masih kencang atau juga sebaliknya mengencangkan baut yang belum terlalu kuat”

Kunci Ring Pas

kunci ring pas kombinasi

Nah diatas kita sudah mengenal kunci ring dan kunci pas. Lalu apa itu kunci ring pas?

Sesuai dengan namanya, kunci ring pas adalah penggabungan keduanya dimana pada ujung yang satu berbentuk bulat yang disebut dengan ring dan di ujung lainnya berbentuk kunci pas.

“Kunci ring pas merupakan kombinasi dari kunci ring dan kunci pas yang disatukan”

Ukurannya untuk kedua ujung tersebut akan sama. Jadi misalnya dibagian ringnya mempunyai ukuran 21 milimeter, maka di bagian pas nya juga berikuran 21 milimeter.

Hal ini tentunya berbeda dengan kunci pas ataupun kunci ring yang umumnya kedua ujungnya mempunyai ukuran yang berbeda.

Kunci ring pas ini termasuk kunci yang akan sering sekali digunakan oleh mekanik karena memang praktis dimana dua buah ujung yang bisa digunakan untuk membuka ataupun mengencangkan baut dan mur yang membutuhkan momen kekencangan yang cukup tinggi.

Cara menggunakan kunci ring pas merupakan kombinasi cara menggunakan kunci ring dan kunci pas yang telah diuraikan diatas.

cara menggunakan kunci ring pas

  • Sebelum kita menggunakan kunci ring pas yang perlu kita lakukan adalah menyesuaikan ukuran kunci dengan ukuran baut yang akan kita putar.
  • Pada saat kondisi baut atau mur yang masih ketat atau memiliki kekencangannya tinggi, maka kita bisa mengendorkannya menggunakan kunci bagian ring nya.

Kemudian jika sudah agak longgar maka kita bisa menggunakan bagian kunci pas nya supaya kita dapat memutarnya dengan cepat.

Demikian juga sebaliknya…

Jika kita ingin mengencangkan atau mengunci baut atau mur, maka pertama-tama kita bisa menggunakan kunci bagian pas nya, kemudian jika kita ingin mengencangkannya supaya momen pengencangannya tinggi atau ketat maka kita bisa menggunakan kunci bagian ring nya.

Kunci Inggris

kunci inggris

Kunci inggris mempunyai bentuk seperti pada gambar diatas. Untuk ukurannya mulai 6 ; 8 ; 10 ; 12 inch dan seterusnya. Namun di bengkel motor yang paling banyak dipakai biasanya ukuran 8 atau 10 inci.

Jika kita lihat, ada kemiripan dengan kunci pas pada bagian ujungnya.

Kunci inggris mempunyai kelebihannya dimana untuk bagian rahangnya bisa kita setel (besar atau kecilkan) sesuai dengan kebutuhan sehingga bisa kita gunakan untuk memutar mur atau baut namun dengan kekencangan yang tidak terlalu besar.

Jika baut tersebut masih dalam keadaan ketat atau terkunci dengan momen kekencangan yang tinggi maka ada kemungkinan tidak bisa kita buka dengan menggunakan kunci inggris.

Apabila kita paksakan maka akan menyebabkan terjadinya keausan pada rahang kunci inggris tersebut dan bisa menyebabkan lecet pada bagian baut atau murnya.

“Jadi kunci inggris lebih cocok digunakan untuk memutar mur atau baut yang momen pengencangannya tidak terlalu besar”

Untuk cara penggunaannya mungkin ada beberapa hal yang harus kita perhatikan :

cara menggunakan kunci inggris

  • Sesuaikan terlebih dahulu ukuran rahang yang akan kita buat pada kunci inggris tersebut terhadap baut atau akan kita putar. Karena jika ternyata masih agak longgar maka tidak bisa dilakukan pemutaran dan malah akan beresiko terjadinya lecet yang berlebihan pada baut ataupun mengalami keausan pada bagian kuncinya.
  • Pastikan rahang menjepit dengan pas baut yang akan kita putar.
  • Pastikan posisi kunci inggris terseabut sejajar dan lurus.
  • Putar kunci inggris ke arah yang kita inginkan. Jika ingin membuka ke arah kiri dan jika ingin mengencangkan kearah kanan

Kunci inggris termasuk salah satu kunci yang perlu kita sediakan di bengkel karena bisa saja sewaktu-waktu kita akan membutuhkan kunci untuk membuka ataupun memutar baut atau mur yang ukurannya ternyata tidak sesuai dengan kunci pas yang kita miliki.

Kunci Sok

fungsi kunci sok

Dalam perbengkelan, kunci sok ini kita gunakan pada kondisi jika kita ingin mengendorkan baut atau mur yang terpasang terlalu ketat atau momen kekencangannya tinggi dan membutuhkan kunci yang mampu mencengkram baut atau mur dengan lebih presisi sehingga kita dapat memutarnya dengan lebih mudah.

Kunci sok mempunyai  ukuran mata yang bermacam-macam dari mulai yang terkecil sampai dengan yang terbesar.

Di bengkel sepeda motor umumnya menggunakan kunci sok dengan ukuran 6 mili, 8 mili, 10 mili, sampai ukuran 24 mili yang tentunya bisa kita gunakan sesuai dengan kebutuhan.

Mata kunci sok itu sendiri ada juga yang bentuknya agak memanjang.

Untuk menggunakannya mata sok tersebut tentu kita membutuhkan bantuan tangkai atau handle untuk membuka atau mengunci baut yang akan kita putar

Bentuk dari handle kunci sok juga sangat beragam atau bervariasi.

Ada yang modelnya seperti T-handle yang bisa digeser, ada yang modelnya seperti rachet yang bisa di setel dan bisa berputar dengan bebas tanpa harus dilepaskan dulu baru dipasangkan kembali, dll.

Beberapa hal yang harus kita pahami dalam menggunakan kunci sok antara lain yaitu :

cara menggunakan kunci sok

  • Kita harus menyesuaikan baut yang akan diputar dengan mata sok yang kita gunakan.

Misalnya baut ukuran 14 mili, tentu mata sok yang kita gunakan juga harus yang berukuran 14 mili.

  • Pilih handle yang akan kita gunakan untuk memutar mata sok tersebut.

Jika kita memiliki beberapa gagang atau handle maka kita bisa menyesuaikan kira-kira mana yang akan lebih efektif kita gunakan untuk memudahkan pekerjaan kita.

  • Tepatkan pemasangan kunci pada baut atau murnya.

Kita harus memposisikan kunci ini terhadap baut itu benar-benar tepat atau sejajar dan jangan sampai posisi pemasangannya miring atau tidak tepat karena pasti akan mempengaruhi hasil pembukaan pada bautnya.

Entah itu bautnya yang lecet atau mungkin malah berakibat mata sok yang kita gunakan cepat mengalami keausan.

  • Mengarahkan putaran kunci sok ke arah yang kita inginkan. Jika kita memutar kearah berlawanan jarum jam maka untuk membuka baut, sebaliknya jika kita memutar ke arah searah jarum jam maka untuk mengunci baut.

Dengan menggunakan kunci sok ini kita bisa lakukan dengan tekanan yang lebih tinggi daripada kunci ring ataupun kunci ring pas yang seperti dijelaskan sebelumnya.

“Kunci sok ini tentunya akan sangat membantu kita dalam membuka ataupun mengunci baut yang mungkin membutuhkan tekanan ataupun momen puntir dan lebih besar”

Jika baut ternyata memang sudah agak lecet dan sulit dibuka oleh kunci ring atau kunci pas maka akan lebih optimal jika membuka atau mengunci menggunakan kunci sok.

Oiya, terkait dengan bentuk mata kunci sok tentunya mirip dengan mata pada obeng sok yang telah dibahas sebelumnya. Jika teman-teman berkenan silakan berkunjung ke link berikut : Sekilas Tentang Obeng Ketok, Obeng Plus, Obeng Min, dan Obeng Shock.

Kunci T

ukuran kunci t

Sesuai dengan namanya Kunci T, bentuknya memang menyerupai huruf T namun jika kita lihat lagi sebenarnya kunci T ini masih agak mirip dengan kunci sok namun dibuat bentuknya lebih praktis dimana diberi handle langsung.

Kunci T biasanya digunakan untuk membuka ataupun mengunci baut atau mur dengan posisi yang mungkin agak sedikit menjorok atau mungkin agak jauh jangkauannya sehingga lebih mudah kita lakukan.

Cara menggunakan kunci T ini sangat sederhana namun ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, antara lain :

cara menggunakan kunci t

  • Sesuaikan ukuran Kunci T dengan baut atau objek yang akan kita putar.

Misalnya : baut yang akan kita buka ukurannya 8 mili maka kunci T yang kita siapkan juga harus 8 mili.

  • Tempatkan posisinya sehingga benar-benar tepat, karena jika miring atau tidak lurus maka sangat rentan terjadi keausan pada baut akhirnya baut malah tidak bisa dibuka.

Jadi pada saat melakukan pembukaan ataupun penguncian pastikan posisinya harusn sejajar antara baut dengan kunci T yang kita gunakan.

  • Putar ke arah yang kita inginkan yaitu ke arah kiri untuk membuka atau ke arah kanan untuk menguncinya.

Kunci T adalah termasuk salah satu kunci yang memang paling sering digunakan di perbengkelan untuk membantu memudahkan kita membuka atau mengunci baut khususnya pada bagian bak kopling.

Kunci T yang wajib dimiliki bengkel umumnya ukuran 8, 10 atau 12 mili. Jika ukuran baut atau mur diatas ukuran tersebut maka kita bisa memanfaatkan kunci sok untuk menggantikan fungsi kunci T ini.

Kunci L

kunci l

Sesuai dengan namanya, bentuk dari kunci ini menyerupai huruf L.

Kunci L sendiri ada beberapa ukuran yaitu :

  • Ukuran pendek
  • Ukuran sedang
  • Ukuran panjang

Tipe kepalanya juga memiliki beberapa macam model, yaitu :

  • L Biasa
  • L Bintang

Kunci l juga termasuk kunci yang penting untuk aktivitas perbengkelan karena beberapa baut pada bagian mesin ataupun di motor bentuk kepala baut hexagonal pada bagian dalammnya seperti pada gambar dibawah ini.

baut hexagonal

Sehingga kunci L ini akan kita pasangkan atau kita masukkan ke dalam baut tersebut dan baru bisa diputar.

Untuk mengunakan kunci L ini ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, antara lain :

cara menggunakan kunci l

  • Kita harus menyesuaikan ukuran kunci L yang akan kita gunakan dengan ukuran baut yang akan kita putar.

Misalnya : baut dengan bentuk L bintang pada bagian kepalanya, sehingga kunci L yang digunakan juga harus yag berbentuk bintang.

kunci l bintang

  • Pastikan kunci terhadap bautnya betul-betul presisi dan jangan sampai masih agak longgar karena jika dipasangkan bisa menyebabkan selek atau rusaknya kunci kita gunakan.

Tepatkan dan sejajarkan posisi kunci pada baut.

  • Putar ke arah yang diinginkan, apakah ingin mengencangkan atau mengendorkan baut tersebut.

Semoga Bermanfaat.

Mengenal Fitting Lampu Gantung, Colokan, Plafon (Tempel)

Mengenal Fitting Lampu Gantung, Colokan, Plafon (Tempel)

Penerangan merupakan bagian penting dalam kehidupan karena hampir semua aktivitas tentunya tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya penerangan. Sehingga lampu juga menjadi bagian penting karena yang memberikan sumber penerangan tersebut.

Lalu apakah lampu bisa menyala dengan sendirinya?

Tentu saja tidak, ada beberapa peralatan listrik lainnya yang diperlukan untuk membuat lampu tersebut menyala, seperti saklar, kabel, fitting lampu, dan sumber listrik itu sendiri.

Kali ini kita akan membahas mengenai fitting lampu baik dari fungsi, jenis, cara memilih, dan cara memasangnya.

Yuk kita mulai..

Pengertian Fitting Lampu Listrik

macam macam fitting lampu

Secara singkat fitting lampu adalah dudukan lampu atau dengan kata lain peralatan listrik yang digunakan untuk menempatkan bola lampu sehingga terhubung dengan rangkaian listrik.

Dengan adanya fitting lampu ini, rangkaian lampu dapat terhubung dengan rapi serta juga lebih aman dari adanya resiko sengatan listrik ketika kita memasang dan melepas bola lampu terebut.

Fitting lampu mempunyai bentuk kotak atau bulat dan dapat kita temukan dalam beberapa ukuran dan juga warna, namun umumnya yang sering kita lihat adalah warna putih dan hitam.

Jenis-Jenis fitting Lampu

Fitting lampu selain tersedia dalam beberapa ukuran juga tersedia dalam beberapa model yang tentunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan teman-teman, apakah fitting tersebut untuk lampu kamar, lampu taman, dll.

Berikut ini beberapa jenis dari fitting lampu :

  • Fitting Lampu Gantung

fitting lampu gantung

Gambar diatas merupakan bentuk dari fitting lampu gantung. Dinamakan fitting lampu gantung karena pemasangannya adalah digantung.

Bahan yang digunakan pada fitting gantung ini hampir sama dengan fitting yang lainnya, yaitu plastik dengan bagian pinggir ada yang berbahan plastik ataupun alumunium.

Fitting jenis ini umumnya dilengkapi dengan tali snur sehingga membuat lampu dapat dipasang secara menggantung.

Karena model pemasangannya yang menggantung, fitting lampu gantung ini banyak digunakan untuk penerangan di perternakan ayam (penetasan anak ayam), sampai diguankan untuk penerangan di restauran, museum, dll.

Sebelum membelinya, pemilihan fitting gantung ini harus benar-benar diperhatikan karena untuk fitting gantung yang kurang berkualitas (baca : yang mempunyai harga murah), maka pada bagian fitting gantung tersebut terkadang mudah meleleh. Sehingga sangat disarankan kita tidak hanya mempertimbangkan dari sisi harga saja, namun juga dari sisi keselamatannya karena ketika berbicara masalah listrik tentunya jika konslet bisa mengakibatkan kebakaran.

Baca Juga : Jenis-Jenis APAR dan Fungsinya Sesuai Klasifikasi Kebakaran

Berikut ini adalah beberapa desain lampu yang menggunakan fitting gantung :

fitting gantung

gambar fitting lampu gantung

desain lampu gantung

lampu gantung elegan

fitting lampu gantung rumah mewah

  • Fitting Lampu Plafon

fitting lampu plafon

Sesuai dengan namanya, fitting lampu plafon umumnya terletak di atas menempel di plafon suatu rumah atau gedung.

Sering disebut juga dengan fitting lampu tempel.

Fitting ini merupakan fitting yang banyak digunakan dan paling mudah kita temui, bahkan mungkin hampir di setiap rumah ada.

Bentuk dari fitting ini juga bermacam-macam, ada yang kotak maupun bulat, ukurannya juga ada yang kecil dan agak besar.

fitting tempel bulat

Demikian juga untuk merknya, teman-teman bisa pilih berdasarkan yang kebutuhan teman-teman. Bahan bagian pinggir fitting juga saat ini tersedia yang dari bahan alumunium ataupun plastik.

fitting lampu tempel bahan plastik

  • Fitting Lampu Colokan

fitting lampu colokan

Sesuai dengan namanya, pada fitting lampu colokan ini terdapat colokannya.

Sehingga pada setelah bola lampu dipasang pada fitting colok tersebut untuk menyalakannya tinggal mencolokkan fitting tersebut ke stop kontak.

  • Fitting lampu tidur

fitting lampu tidur

Bentuk fitting lampu tidur adalah seperti pada gambar diatas dimana pemakaiannya adalah hanya dengan ditancapkan ke terminal listrik.

Pada fitting lampu tidur ini terdapat saklar sehingga jika ingin mematikan dan menghidupkan lampu cukup dengan menekan saklarnya saja.

Bentuk dari fitting ini sama dengan fitting lampu colokan, hanya terdapat saklarnya saja.

  • Fitting Lampu Jalan

fitting lampu jalan
Dinamakan fitting lampu jalan karena fitting ini biasanya dipasang khusus untuk penerangan jalan. Jadi fitting ini paketannya ada cup yang berfungsi untuk melindungi lampu sehingga tidak terpapar langsung sinar matahari maupun hujan.

Dimana cup tersebut dipasang di dalam fitting lampu jalan tersebut. Untuk ukuran cupnya sendiri ada yang kecil, sedang, maupun besar.

  • Fitting Lampu Kombinasi

fitting lampu kombinasi

Keuntungannya fitting kombinasi ini adalah terdapat tempat untuk steakernya atau colokan yang bisa dimasukin sehingga teman-teman bisa mengalirkan listrik ke bagian lainnya, misalnya ingin menghubungkan dengan lampu yang lainnya.

  • Fitting Lampu Miring

fittig lampu miring

Dinamakan fitting miring karena posisinya miring. Fitting ini umumnya dipasang di kamar mandi.

Jadi ditempelkan di dinding kamar mandi sehingga  lampunya mengarah ke bawah.

  • Fitting Lampu Sensor

fitting lampu sensor

Fitting ini ditambahkan sensor di bagian dalamnya yang tentunya sensor ini dapat kita sesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan, misalnya sensor gelap terang dimana lampu akan mati dan hidup secara otomatis.

  • Fitting Lampu Kedap Air

fitting lampu kedap air

Fitting kedap air adalah dudukan lampu yang umumnya digunakan untuk kamar mandi atau tempat lain yang memiliki kadar air relatif tinggi. Dengan menggunakan fitting ini maka dapat melindungi kita dari beberapa bahaya misalnya adanya konslet listrik karena kabel listrik pada fitting tersebut basah karena adanya resapan air.

Dudukan lampu yang satu ini biasanya didesain menggunakan bahan khusus, yaitu tempatnya dibuat dari material porselen. Kemudian bahan fitting juga menggunakan karet yang dapat menyerap air.

Ukuran Fitting Lampu

ukuran fitting lampu

Kita sudah mengenal beberapa jenis fitting lampu, lalu apakah semua fitting lampu tersebut ukurannya sama atau ada beberapa ukuran?

Berikut ini macam-macam ukuran fitting lampu yang sering digunakan yang bisa teman-teman jadikan panduan sebelum membelinya.

  • Ukuran Fitting E27

Ukuran fitting E27 adalah ukuran fitting lampu yang paling sering digunakan baik lampu ruangan, lampu jalan, dll.

Nah jika kita menggunakan fitting ukuran E27 maka rumah lampunya juga harus ukuran e27.

  • Ukuran Fitting E14

Ukuran fitting E14 biasanya digunakan untuk lampu hias atau lampu tidur.

  • Ukuran Fitting E12

lampu cabe

Ukuran fitting E12 sama seperti E14 dimana umumnya digunakan pada lampu-lampu hias. Bentuk lampu yang umumnya dipasang pada fitting lampu ukuran E12 ini adalah lampu cabe.

Cara Memasang Fitting Lampu

cara mengganti fitting lampu listrik

Komponen-komponen listrik, apapun itu seperti saklar, resistor, diode, stop kontak, steker, kapasitor, termasuk fitting lampu tentunya suatu saat juga akan rusak.

Nah supaya lampu tetap bisa menyala maka komponen yang rusak tersebut harus kita ganti yang baru.

Fitting lampu ini bisa kita lakukan penggantian sendiri, namun untuk fitting yang terpasang di area-area tertentu yang susah dijangkau disarankan memanggil jasa tukang listrik.

Berikut ini adalah cara mengganti fitting lampu :

  • Pastikan apakah memang fitting lampunya yang memang rusak, bukan komponen lainnya, misalnya : kabel yang terputus, dll.

Untuk mengecek hal diatas, teman-teman bisa menggunakan obeng tespen.

  • Pastikan fitting lampu pengganti sudah sesuai baik dari jenis dan ukurannya.
  • Sebelum melakukan penggantian, matikan dahulu sumber aliran arus listrik.

Hal diatas tentunya untuk menghindari dari bahaya tersengat aliran listrik.

  • Lepaskan fitting lama dan pasang fiting baru dengan menggunakan obeng. Pastikan semua sekrup terpasang dengan kuat.
  • Pasang lampu pada fitting tersebut.
  • Nyalakan kembali sumber arus listrik dan tekan saklar lampu. Jika pemasangan dilakukan dengan benar maka lampu akan menyala.

Semoga Bermanfaat

Sekilas Tentang Obeng Ketok, Plus (Kembang), Min, dan Elektrik

Sekilas Tentang Obeng Ketok, Plus (Kembang), Min, dan Elektrik

Alat perkakas sangatlah banyak jenisnya, mulai dari palu, gergaji, amplas, kunci pas, kunci inggris, obeng, dll.

Nah kali ini kita akan membahas mengenai macam-macam obeng (obeng ketok, obeng min, obeng plus / kembang, obeng tespen, dll) beserta fungsi lengkap disertai dengan gambar-gambarnya.

Harapannya tentunya adalah teman-teman tidak salah dalam membeli obeng, atau dengan kata lain obeng yang teman-teman pakai memang sesuai dengan penggunaannya.

Fungsi Obeng

fungsi obeng

Tentunya sebagian teman-teman sudah tahu fungsi obeng, dimana alat ini secara umum digunakan untuk melonggarkan dan mengencangkan baut.

Namun tidak terbatas itu saja, ada jenis obeng yaitu obeng tespen yang penggunaannya digunakan untuk mengecek arus listrik. Obeng terkadang juga digunakan untuk mencongkel atau sebagai alat bantu apapun untuk mempermudah pekerjaan.

Nah karena obeng ini merupakan alat yang sangat sederhana sehingga banyak orang yang menggunakannya tanpa memperhatikan cara penggunaan yang benar.

Padahal jika kita mengetahui dengan baik cara menggunakan obeng dengan benar, maka tidak hanya meningkatkan hasil kerjanya namun juga akan membuat obeng tersebut lebih awet.

Macam-Macam Obeng

Ada beberapa macam obeng yang sering kita temui di pasaran, sebagian mungkin sudah kita kenal, sebagian yang lainnya mungkin juga belum.

Berikut ini adalah macam-macam obeng berikut dengan gambarnya.

  • Obeng Plus atau Obeng Kembang

Obeng plus atau Obeng Kembang

Obeng plus atau obeng kembang berfungsi untuk melepaskan dan mengencangkan sekrup yang bermata plus ataupun kembang.

Karena banyaknya ukuran dari obeng ini, maka dalam pemakaiannya harus disesuaikan dengan ukuran sekrup yang akan dikencangkan atau dikendorkan.

Tentunya obeng plus yang berukuran besar tidak bisa kita paksakan untuk digunakan pada sekrup ukuran kecil karena sekrupnya bisa dol.

  • Obeng Pipih atau Min

Obeng Minus atau Obeng Pipih

Obeng min ini tentunya mempunyai mata bagian ujung yang berbeda dengan obeng plus, karena berbentuk minus atau datar atau pipih.

Fungsi obeng min ini sama dengan obeng kembang, yaitu untuk mengaitkan dan melonggarkan sekrup namun untuk yang bermata datar.

  • Obeng Rachet

Obeng Rachet

Obeng rachet merupakan obeng yang unik karena pada bagian gagangnya bisa berputar satu arah. Mata pada obeng ini juga bisa diganti-ganti sehingga membuat pekerjaan makin mudah dilakukan.

Kelemahannya adalah dapat dol jika digunakan untuk benda-benda yang sekrupnya agak keras.

obeng rachet spiral

Ada juga obeng rachet spiral, dimana kita bisa memutar ujungnya dengan cara menekannya saja.

Mata obeng rachet spiral ini juga ada banyak yang umumnya disertakan pada saat pembelian.

  • Obeng Fleksibel

Obeng fleksibel

Obeng ini mempunyai dua mata pada bagian ujungnya yang bisa dibolak-balik. Jadi dalam satu obeng sudah ada 2 mata obeng yaitu plus dan minus, kita cukup membaliknya saja sesuai dengan kebutuhan.

Namun sayangnya obeng ini mempunyai kelemahan jika digunakan untuk benda-benda yang keras maka bisa pecah dan dol karena bahan gagangnya yang umumnya terbuat dari plastik.

  • Obeng Sok

obeng sok

Jika kita lihat pada gambar diatas, bagian ujung obeng sok bukan plus atau minus, namun berbentu bulat. Ada juga obeng sok yang berbentuk persegi.

Dari ujung obeng sok tersebut tentunya kita sudah bisa menebak fungsi dari obeng ini dimana untuk melonggarkan atau mengencangkan baut yang mempunyai kepala bulat atau persegi yang sering kita jumpai pada bagian mesin, misalnya : mesin kendaraan.

Umumnya obeng sok didesain dengan model gagang serta mata obeng yang kuat karena seperti kita ketahui baut-baut yang terpasang di dalam mesin tersebut juga mempunyai daya rekat yang cukup kuat.

  • Obeng Elektrik

Obeng Elektrik

Obeng ini bentuknya seperti pistol. Obeng ini bekerja dengan menggunakan baterai sehingga bisa memutar baut secara otomatis. Baterainyapun dapat dicharge seperti handphone.

Obeng ini sangat efisien karena cara penggunaannya yang sangat mudah dan tidak perlu mengeluarkan tenaga saat menggunakannya sehingga kita tidak mudah lelah.

Obeng ini juga mempunyai banyak mata yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Pemasangannya juga mudah, selain itu arahnya juga bisa diganti, mau ke kiri atau ke kanan.

Baca Juga : Mengenal Jenis-Jenis Baterai yang Sering Ada di Pasaran

  • Obeng T atau Gagang Stabil

obent t

Obeng ini bentuknya menyerupai huruf T dimana biasanya masing-masing ujung tersebut matanya berbeda.

Terkadang di ujung sebelah kiri difungsikan sebagai obeng plus, di sebelah kanan sebagai obeng min, dan dibagian ujung tengahnya sebagai kunci sock.

Obeng ini sangat memudahkan penggunanya karena memiliki pegangan yang kokoh dan stabil. Namun pegangannya terbuat dari plastik sehingga bisa dol jika socknya terlalu keras.

  • Obeng Bermagnet

obeng bermagnet

Obeng bermagnet merupakan salah satu jenis obeng yang dilengkapi magnet pada bagian ujung mata obeng.

Dengan adanya magnet pada mata obeng tersebut maka dapat menahan batu atau sekrup agar tidak mudah terjatuh dan hilang saat akan dipasangkan.

  • Obeng Tespen

obeng tespen

Obeng ini sekilas mirip obeng biasa, namun juga dapat berfungsi untuk mengecek adanya aliran listrik di alat-alat elektronik.

Jadi jika ujungnya bersentuhan dengan aliran listrik, lampu yang ada pada obeng tersebut akan menyala.

Obeng tespen juga dapat kita temukan yang bagian ujungnya plus dan minus dimana seperti obeng fleksibel yaitu dapat diganti-ganti pada bagian ujungnya.

Baca Juga : Pengertian Listrik Statis Berikut dengan Contohnya

  • Obeng Aksesoris

obeng hp

Obeng ini fungsinya sendiri untuk membongkar berbagai aksesoris, misalnya difungsikan untuk obeng HP, obeng untuk perbaikan jam tangan karena seperti kita ketahui ukuran komponen-komponen di HP dan jam tangan tersebut tentunya sangat kecil sehingga obeng yang digunakannyapun juga harus kecil.

Mata sekrupnyapun kecil-kecil dan beragam. Karena bentuknya yang kecil sehingga mata obeng inipun tidak dapat diganti-ganti.

  • Obeng Ketok

gambar obeng ketok

Obeng ketok secara bentuk sama dengan obeng plus maupun obeng minus yang sudah ada, namun mempunyai selongsong yang terbuat dari material logam. Obeng ini didesain dari sering munculnya permasalahan pada saat menggunakan obeng plus dan obeng minus.

Obeng ketok khusus diperuntukkan untuk membuka baut keras.

Di dalam obeng ketok, ada sebuah mekanisme penggerak yang akan memberikan rotasi atau putaran, yang cukup kuat untuk melepas sekrup yang terpasang dengan kencang misalnya : baut yang terdapat pada blok mesin atau juga pada kolter, ketika bagian belakangnya dipukul atau diketok menggunakan palu 

Bobot dari obeng ketok ini bisa dibilang lebih berat dibandingkan dengan obeng lainnya untuk ukuran yang sejenis.

Di bagian depan obeng ketok ini juga terdapat soket khusus untuk menempatkan berbagai macam mata obeng. sehingga kita dapat membongkar pasang dan menyesuaikan mata obeng yang ingin digunakan sesuai dengan sekrupnya.

Ketika kita ingin membeli obeng ketok ini, biasanya akan diberikan beberapa mata obeng, baik itu untuk ukuran plus maupun minus.

Jenis Obeng Ketok

Ada dua jenis obeng ketok yang sering kita temui di pasaran, yaitu obeng ketok manual dan obeng ketok mesin.

Berikut ini adalah gambaran perbedaannya :

  • Obeng Ketok Manual

Prinsip kerja obeng ketok manual adalah ketika kita memukul bagian belakang obeng ketok ini dengan palu, maka gaya ke bawahnya akan bekerja pada spline untuk menghasilkan gaya putar pada inti dan mata obeng apa pun yang terpasang padanya.

  • Obeng Ketok Mesin

Obeng ketok mesin umumnya menggunakan baterai sebagai dayanya.

Bentuk dan cara kerja dari obeng jenis ini mirip dengan bor listrik dimana ketika digunakan untuk mengencangkan atau melepaskan sekrup, obeng ketok mesin akan memberikan tenaga pukulan pada sekrup sehingga tenaga yang dihasilkan untuk melepaskan atau mengencangkan sekrup dapat lebih kuat.

Cara Menggunakan Obeng Ketok

Pada prinsipnya cara menggunakan obeng ketokn kurang lebih sama dengan menggunakan obeng biasa. Berikut ini adalah tahapan cara menggunakan obeng ketok tersebut.

    • Pastikan Mata Obeng yang Sesuai

Bagian ini tentunya merupakan bagian yang paling penting, dimana kita harus memastikan bahwa mata obeng yang kita gunakan sesuai dengan sekrup yang ingin kita lepaskan atau kita pasang.

Contoh : Jika sekrup yang ingin kita lepas dan pasang adalah sekrup plus maka mata obeng ketok tentunya juga harus yang plus demikian juga sebaliknya, jika sekrup yang ingin kita pasang dan lepaskan adalah sekrup min maka mata obeng ketok tersebut juga harus yang min.

    • Pasang Mata Obeng Ke Obeng Ketok

Setelah mata obeng sudah kita pastikan sesuai, pasang mata obeng tersebut ke dalam soket obeng ketok, serta pastikan mata obeng terpasang secara pas dan tidak kendur.

    • Pasang Obeng Ketok Pada Sekrup Dengan Arah Tegak Lurus

Jika mata obeng sudah terpasang dengan benar, tahap selanjutnya adalah pasang obeng ketok tersebut pada sekrup yang ingin dilepaskan atau dilepas serta pastikan posisi obeng ketok tersebut tegak lurus sehingga tidak merusak sekrup.

    • Putar Obeng Ketok Dengan Arah Memasang atau Melepas

Setelah obeng ketok terpasang pada sekrup yang akan dilepaskan atau dipasang, putar sesuai dengan kebutuhan, misalnya : jika kita ingin memasang sekrup maak kita harus memutar obeng ketok tersebut ke arah kanan, demikian juga sebaliknya jika kita ingin melepaskan sekrup, maka putar obeng sekrup ke arah kiri.

    • Tahan Posisi dan Pukul Bagian Belakang Obeng Ketok

Jika posisi obeng ketok sudah benar dan pas, tahan posisi obeng ketok tersebut sambil menekannya dan pukul bagian belakang obeng ketok dengan palu sampai mata obeng dan sekrup bergerak atau berputar dengan sendirinya ke arah yang diinginkan.

  • Obeng Panel

Obeng Panel

Jenis obeng ini mengkin yang paling jarang kita temui, karena bentuknya yang cukup unit dimana gagangnya mirip dengan obeng sedangkan pada bagian ujungnya melengkung mirip dengan kunci bengkel.

Secara fungsi, obeng panel ini sama dengan obeng pada umumnya yaitu untuk melonggarkan dan mengencangkan sekrup dengan kelebihan dimana dapat menjangkau area-area yang sulit dan banyak lengkungan seperti cashing dan mengencangkan pintu mobil.

  • Obeng Seal

obeng seal

Obeng seal mungkin juga merupakan obeng yang jarang kita temui, namun bagi teman-teman yang bekerja di perbengkelan mestinya tidak asing dengan obeng jenis ini.

Obeng ini terdiri dari beberapa betuk dengan fungsi yang berbeda-beda seperti pada gambar diatas.

Tips Membeli Obeng

tip memilih obeng dengan benar

Diatas kita sudah mengenal beberapa macam obeng berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Nah lalu apa saja yang harus dipertimbangkan sebelum kita membeli obeng?

Karena biasanya jika kita membeli obeng, kita tidak terlalu detail memperhatikan obeng tersebut dipergunakan untuk apa.

Berikut ini adalah tips bagaimana cara memilih obeng untuk kegiatan permesinan atau kelistrikan (elektrikal) :

  • Material Pada Ujung Gagang Obeng

Obeng yang pada bagian belakangnya ada besinya

obeng ketok

Dengan material besi yang pada bagian belakang obeng tersebut membuat obeng ini dapat dipukul dengan palu, sehingga obeng jenis ini banyak digunakan untuk kegiatan permesinan.

Nah, buat teman-teman yang bekerja di bidang bengkel, operator produksi yang bertanggung jawab pada perbaikan mesin, dll umumnya menggunakan obeng jenis ini.

Obeng yang Bagian Belakangnya Full Karet

obeng listrik

Obeng jenis ini biasanya dipakai untuk kegiatan elektrikal karena material karet tersebut tidak menghantarkan listrik sehingga dapat melindungi kita dari sengatan arus listrik.

Obeng standar untuk elektrik pasti ada pelindungnya sehingga benar-benar aman.

Perlu diketahui, terkadang memang obeng umumnya bisa difungsikan sebagai obeng elektrikal namun untuk tegangan menengah atau rendah, karena jika untuk yang tegangan tinggi akan berbahaya karena tidak ada lapisan pelindungnya.

Sekali lagi, untuk penggunaan elektrik pilihlah obeng yang ada pelindungnya.

Baca Juga : Pengertian Tegangan dan Hambatan Listrik Berikut Rumusnya

  • Pilih Tipe yang Sesuai

obeng dengan ukuran ph1 ph2 dan P3

Mungkin teman-teman pernah mengalami, misalnya pada saat service mesin motor dan melepaskan sekrupnya namun malah sekrupnya hancur atau dol.

Nah hal tersebut bisa disebabkan karena kita salah pilih obeng.

Obeng plus dan minus mempunyai beberapa tipe yaitu PH1, PH2, PH3

Ukuran yang umum kita pergunakan untuk kegiatan perbengkelan dan elektrik adalah yang ukuran PH2.

Sedangkan untuk yang PH1 dimana biasanya ujungnya kecil biasanya dipergunakan untuk kegiatan elektronik atau membuka sekrup-sekrup yang kecil.

Sedangkan PH3 seringkali digunakan untuk sekrup atau baut yang sudah mulai melonggar lobangnya, dimana obengnya dimasukkan, diketok baru pakai pengungkitnya.

Membaca Kode Pada Obeng Pipih

Obeng Minus - Screwdriver Slotted 0 5 x 3 x 75mm King Tony

Seperti dijelaskan diatas, bahwa obeng mempunyai beberapa ukuran. Nah bagaimana kita mengetahui ukurannya?

Untuk lebih memudahkan pembelajaran, kali ini kita akan menggunakan salah satu contoh dari obeng pipih merk king tony.

Teman-teman boleh menyesuaikan dengan merk obeng yang teman-teman gunakan.

Range obeng pipih sebenarnya sangatlah banyak, bahkan hampir 20 item, namun terkadang yang kita pergunakan dalam kegiatan sehari-hari maupun bekerja di perbengkelan hanyalah beberapa ukuran saja.

Contoh Kode Ukuran Obeng

  • Obeng Minus – Screwdriver Slotted 0 5 x 3 x 75 mm King Tony 014220503

Kode 1422 merupakan part numbernya

Selebihnya ini adalah 0,5 x 3 x 75 mm

    • 75 adalah panjang dari pangkal sampai ujung.
    • 3 adalah lebar
    • 0,5 adalah ketebalan dari bagian pipihnya

 

  • Obeng Minus – Screwdriver Slotted 0,8 x 5 x 75mm King Tony 014220503

Dengan cara yang sama seperti diatas, maka obeng minus dengan kode 0,8 x 5 x 75 mm, maka :

    • 0.8 adalah ketebalannya.
    • 5 adalah lebar dari pipihnya.
    • 75 adalah panjang dari pangkal sampai ujung.

 

  • Obeng Minus – Screwdriver Slotted 1.2 x 8 x 150mm King Tony 014220806
    • 1.2 adalah ketebalan pipihnya.
    • 8 adalah lebar pipihnya
    • 150 adalah panjang dari panjang sampai ujung.

Untuk ukuran-ukuran diatas adalah dalam satuan milimeter.

Untuk obeng minus diatas juga sudah mengandung magnet.

warna obeng plus dan minus

Untuk screwdriver slot head atau obeng pipih diatas berwarna biru, sedangkan untuk obeng kembang biasanya bagian gagangnya berwarna merah.

Kesimpulan

Tak terasa ya, membahas mengenai obeng saja bisa sepanjang ini, tentunya setelah membaca artikel ini harapannya adalah bisa menambah pengetahuan khususnya bagi penulis pribadi dan juga teman-teman mengenai jenis-jenis obeng, hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membeli obeng, serta cara membaca kode dalam obeng pipih sehingga kita mengetahui ketebalan dan lebar pipihnya serta panjang dari ujung ke pangkalnya.

Semoga bermanfaat.