Cara Mengukur Distribusi Ukuran Partikel Pada Sampel

Dalam suatu parameter sampel, terkadang distribusi ukuran partikel suatu sampel merupakan salah satu parameter yang kritis. Sehingga perlu untuk dilakukan analisa. Namun bagaimana cara melakukan analisa ukuran partikel tersebut?

Paling tidak ada 2 cara yang saat ini umum dilakukan di laboratorium dalam menganalisa / mengukur distribusi ukuran partikel pada sampel :

1. Menggunakan alat particle size analyzer

Cara ini terbilang sangat modern, bahkan ukuran partikel dalam skala nano meter pun dapat terdeteksi, jumlah sampel yang dianalisa relatif sedikit, cukup beberapa miligram saja. Waktu analisa juga cepat. Paparan debu hasil sampel pada analis juga bisa dihindari karena analisa terjadi di dalam sistem unit particle size analyzer tersebut.

2. Menggunakan saringan / test sieve

Untuk mengukur distribusi ukuran partikel sampel dengan menggunakan alat ini kita memerlukan beberapa unit test sieve yang disusun dari ukuran mesh test sieve paling kecil di paling atas diikuti dengan mesh dengan ukurang yang lebih besar kebawah sesuai dengan urutannya.

Contoh analisa sampel dengan menggunakan test sieve ukuran mesh 30 ; 45 ; 60 ; 80 ; dan 100 ; dan dibagian bawah tentunya ditampung dengan pan supaya pada saat analisa sampel tidak terbuang. Unit tersebut diletakkan dalam shieve shacker yang berfungsi untuk melakukan pengayakan pada amplitudo tertentu sesuai dengan metode analisa sampel tersebut.

Berikut kurang lebih ilustrasi gambar mengenai analisa ukuran partikel dengan menggunakan test sieve tersebut.

 

analisa-mengukur-distribusi-ukuran-partikel-sampel

Berikut kurang lebih tahapan dalam analisa partikel size tersebut :

a. Timbang berat kosong masing-masing test sieve dan susun test sieve tersebut dari mesh yang paling kecil ke ukurang yang lebih besar dan pan diurutan paling bawah. (pada contoh kali ini berat kosong test sieve dan kita asumsikan 100 gram

b. Masukkan sampel dengan berat tertentu, misalnya 50 gram ke test sieve / mesh paling atas.

c. Letakkan test sieve tersebut ke dalam shieve shacker dan jalankan dengan parameter sesuai dengan metode analisa sampel. Misalnya : shieve shacker dijalankan pada waktu 5 menit dengan amplitudo 150 menit

d. Ketika analisa shieve shacker sudah selesai, timbang masing-masing berat test sieve yang sudah terdistribusi dengan sampel tersebut.

e. Persentasi distribusi sampel bisa dihitung dari berat test sieve yang terisi distribusi sampel dibagi dengan berat sampel total kemudian dikalikan 100 %.

Berikut ini kurang lebih ilustrasi perhitungannya :

 

Oya, dan bagian yang tidak kalah penting adalah test sieve tersebut harus dikalibrasi secara berkala untuk tetap menjamin hasil analisanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *