Kalibrasi Suhu

Parameter suhu, merupakan parameter yang sering kita temui di suatu mesin atau peralatan industri.

Beberapa kali melakukan kunjungan di perusahaan manufaktur memberikan kami gambaran banyaknya peralatan atau mesin industri yang memiliki parameter suhu, misalnya :

Di Industri yang memproduksi kemasan seperti karton, kemasan inner atau showbox, bahkan sampai ke kemasan inhaller tentunya dalam proses produksinya tidak dapat dilepaskan dengan seting suhu pada bagian mesinnya untuk mendapatkan hasil produk yang berkualitas.

Bahkan mesin molding yang merupakan mesin utama dalam industri plastik juga sangat dipengaruhi oleh parameter suhu dimana fungsi dari mesin ini adalah untuk Melelehkan bahan plastik, menyuntikkannya ke dalam cetakan, dan membentuk produk jadi.

Suhu yang tidak sesuai dapat mengakibatkan hasil cetakan yang tidak memenuhi spesifikasi, misalnya cetakan yang tidak rapi atau adanya bahan berlebih dalam cetakan tersebut.

Di industri makanan juga sama, dalam industri ini tentunya kita akan temui mesin yang parameter utamanya adalah suhu, contohnya : mesin mixing yang digunakan untuk pengadukan atau pembuatan larutan, tentunya dalam proses pengadukan tersebut proses pelarutan akan lebih cepat jika disertai dengan suhu.

Hal ini bisa kita umpamakan ketika ingin melakukan pencampuran bahan di rumah (misalnya : melarutkan gula dalam minuman teh, tentunya gula tersebut akan lebih mudah larut jika proses pelarutan disertai dengan panas).

Di beberapa industri makanan ini mungkin kita juga mengenal mesin granulasi yang tentunya juga melibatkan parameter suhu untuk proses pembuatan granulnya.

Teman-teman yang bekerja atau bertugas di mesin ini tentunya sangat paham, jika suhu pada proses granulasi tidak sesuai maka bisa menghasilkan bahan yang kurang berkualitas, misalnya : bahan mempunyai kadar air yang lebih tinggi dari spesifikasi yang ditentukan, dimana kadar air ini tentunya berdampak pada shelf life produk yang lebih pendek dari yang telah ditetapkan.

Berlanjut ke proses filling atau packing yang terjadi di semua proses produksi, pengemasan tersebut umumnya juga melibatkan parameter suhu sehingga produk utama dapat ter “seal” atau terbungkus dengan baik.

Suhu yang tidak sesuai dengan standar akan mengakibatkan kemasan tidak terbungkus secara sempurna, yang mungkin dapat menyebabkan kemasan bocor di kemudian hari yang berakibat adanya customer complain.

Di industri kimia juga tak jauh beda, diantara kita mungkin mengenal adanya reaktor kimia yang berfungsi memproses bahan kimia untuk menghasilkan produk seperti resin atau bahan kimia lainnya.

Selain itu, dalam industri ini kita juga mengenal adanya mesin dryer yang berfungsi untuk mengeringkan atau menguapkan cairan dari campuran bahan.

Di industri peleburan logam atau baja, tentunya kita mengenal adanya tungku peleburan yang berfungsi untuk melelehkan logam seperti baja, alumunium, ataupun tembaga pada kisaran suhu 1200 s/d 1600 derajat celsius.

Bagi teman-teman yang bekerja di industri tekstil tentunya mengenal mesin dyeing atau mesin pewarnaan kain dimana dalam proses pewarnaan ini salah satu parameter yang dikontrol adalah suhu (umumnya antara 60 s/d 100 derajat celsius).

Industri elektronik juga demikian, banyak mesin atau peralatan yang parameter utamanya adalah suhu, seperti reflow oven yang berfungsi untuk melelehkan solder untuk menyambungkan komponen elektronik ke PCB serta Thermal Chamber yang berfungsi untuk menguji ketahanan produk elektronik terhadap perubahan suhu.

TIdak terbatas pada mesin industri, jika kita berbicara mengenai lingkup pengujian, tentunya juga banyak peralatan yang memiliki parameter suhu, antara lain termometer gelas, termocouple, oven, inkubator, furnace, waterbath, climatic cabinet, dll.

Setiap peralatan tersebut tentunya mempunyai fungsi masing-masing sesuai dengan tujuan analisanya. Persyaratan suhu yang diperlukan peralatan tersebut umumnya juga lebih ketak dibandingkan dengan persyaratan suhu yang ada di mesin industri, bahkan dalam beberapa kasus, toleransi yang diiijinkan tidak lebih dari 4 derajat celsius.

 

Termometer gelas, meskipun terkesan sederhana dari segi bentuk, alat ini mempunyai peran penting dalam suatu analisa, contohnya : Jika teman-teman pernah bekerja di industri minuman yang mempunyai sistem purified water dimana salah satu parameter pengujiannya adalah conductivity, maka pengukuran suhu sampel pada saat pengukuran merupakan hal yang penting, karena perbedaan suhu akan menghasilkan perbedaan pembacaan nilai conductivitynya. Hal ini juga berlaku untuk parameter pH nya.

 

Oven laboratorium juga sama, dalam beberapa bidang alat ini mempunyai fungsi untuk berbagai macam analisa, seperti :

 

Pengujian stabilitas termal bahan seperti plastik, karet, logam, atau bahan bangunan.

 

Uji kadar abu (ash content) pada makanan, material, atau bahan kimia.

 

Pengujian performa dan daya tahan pelapis.

 

Uji produk untuk melihat perubahan sifat material pada suhu tertentu.

 

Furnace, di dalam laboratorium digunakan untuk :

 

Analisis kadar abu dari beberapa sampel seperti bahan makanan, mineral, dan polimer.

 

Memanaskan bahan untuk mengubah sifat mekanis atau kimianya, seperti meningkatkan kekerasan, ketahanan, atau stabilitas.

 

Memanaskan bahan hingga mencapai titik leburnya untuk mempelajari sifat material atau untuk proses rekayasa material.

 

Uji Sintering dengan memanaskan bahan hingga mendekati titik leburnya untuk mengikat partikel tanpa mencairkan seluruhnya.

 

Inkubator dalam laboratorium digunakan untuk memberikan kondisi suhu ideal untuk pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, atau ragi.

Climatic cabinet digunakan untuk menguji stabilitas produk dalam berbagai kondisi lingkungan, seperti suhu tinggi, kelembapan rendah, atau fluktuasi suhu dan kelembapan serta Mempercepat proses penuaan produk atau material dengan menempatkannya dalam kondisi lingkungan yang intens.

 Thermocouple yang mempunyai bentuk seperti kawat wire umumnya digunakan sebagai standar untuk kalibrasi suhu enclosure (oven, inkubator, climatic cabinet).

Dari apa yang telah diuraikan diatas, kita tentunya dapat menarik kesimpulan bahwa akurasi dari mesin atau peralatan dengan parameter suhu diatas sangatlah penting.

Disinilah kalibrasi suhu diperlukan, untuk memastikan bahwa peralatan masih mempunyai akurasi yang sesuai dengan tujuan penggunaannya.

 Metode Kalibrasi Suhu

Parameter suhu sangatlah luas baik diri sisi jenis alat dan sistem kerjanya, berikut ini adalah beberapa metode kalibrasi suhu yang umum digunakan :

Liquid in glass thermometer : ASTM E77-14 Standard Test Method for Inspection and Verification of Thermometers

 

Thermometer sensor with display unit : SNSU PK. S-02:2021 Panduan kalibrasi termometer digital

 

Resistance thermometer sensor with display unit : Standard Test Methods for Testing Industrial Resistance Thermometers

 

Thermocouple indicator (Type T, K, j, R, S) : Guidelines on the Calibration of Temperature Indicators and Simulators by Electrical Simulation and Measurement EURAMET cg-11 Version 2.0 (03/2011)

 

Resistance thermometer indicator PT 100 : Guidelines on the Calibration of Temperature Indicators and Simulators by Electrical Simulation and Measurement EURAMET cg-11 Version 2.0 (03/2011)

 

Thermocouple simulator (Type T, K, J, R, S) : Guidelines on the Calibration of Temperature Indicators and Simulators by Electrical Simulation and Measurement EURAMET cg-11 Version 2.0 (03/2011)

 

Resistance thermometer simulator PT 100 : Guidelines on the Calibration of Temperature Indicators and Simulators by Electrical Simulation and Measurement EURAMET cg-11 Version 2.0 (03/2011).

 

Thermocouple sensor : Standard Test Method for

Calibration of Thermocouples By Comparison Techniques.

 

Termometer Infrared : MSL Tech Guide 22 – Calibration Infrared Thermometer

 

Kalibrasi suhu enclosure (oven / inkubator) : KAN Pd-02.04 Pedoman Kalibrasi Enklosur Suhu.

 

Termohigrometer : JIS B 7920:2000 Hygrometers – Test Method

 

Climatic chamber : DKD-R 5-7 Guideline Calibration of Climatic Chambers

Nah, teman-teman harus pastikan terlebih dahulu ini, alat apa yang akan teman-teman kalibrasi.

Misalnya teman-teman mempunyai rencana untuk melakukan kalibrasi oven atau inkubator, maka pelatihan yang tepat tentunya kalibrasi suhu enclosure, demikian juga jika teman-teman mempunyai rencana untuk melakukan kalibrasi termometer, maka pelatihan yang tepat adalah kalibrasi termometer gelas.

Untuk jadwal training kalibrasi, teman-teman bisa bertanya melalui tombol whatsapp berikut.